Of Abnormal Things Chapter D

“KALAU BEGITU BUNUH AKU SEKALIAN, KYUHYUN!! Aku sudah tidak kuat lagi!!” Sungmin benar-benar menangis sekarang. Ia tidak tahu kalau ia masih memiliki sisa tenaga untuk membentak Kyuhyun. “Bayi ini tidak akan keluar kalau tidak lewat operasi caesar! Apa kau mau bayi ini tumbuh dewasa di dalam perutku?!”

Disclaimer      : Kyuhyun and Sungmin belongs to each other.

Pairing            : KyuMin

Rating             : PG-15

Warning         : MPreg, Anak dibawah umur ga boleh baca! *author ga ngaca*

 

Summary       : Kyuhyun menginginkan seorang keturunan dari Sungmin. Dan ia mendapatkan caranya. Hanya saja… Kyuhyun tidak pernah memperhitungkan konsekuensi dari semua hal diluar nalar ini.

a/n                  : Setelah bertahun-tahun saya terjembab di dalam kubang nista dunia MPreg, ditambah lagi hobi saya di bidang sadisme dan psychotic, jadilah fanfic ini. xDD

oOoOoOoOoOo

Of Abnormal Things © Lee Sunmiina

oOoOoOoOoOo

Sungmin meringkuk di atas tempat tidurnya. Ia mengangkat kedua lututnya merapat ke perutnya yang membuncit. Mata Sungmin terpejam, tapi ia tidak terlelap. Sungmin mengusap perutnya sesekali, berharap itu bisa menghapus sedikit rasa ketidaknyamanannya.

Sungmin yakin ia hanya mengandung satu –bayi. Berdasarkan instingnya dan karena ia merasakan gerakan bayi itu lebih teratur. Terkadang ‘bayi’ itu  berputar ke satu arah atau menendang di satu sisi. Seolah meyakinkan Sungmin kalau memang hanya ada satu ‘makhluk’ yang tumbuh berkembang di dalam tubuhnya.

Kyuhyun berdiri mematung di sisi tempat tidur. Sebenarnya ia sudah berpakaian rapi dan siap pergi bekerja, tapi pemandangan Sungmin yang tergeletak lemah di atas tempat tidur seolah mengunci langkah Kyuhyun. Kyuhyun ingin menangis melihatnya.. Setiap kali Sungmin meringis, merintih, atau menghela nafas berat  sambil mengusap perut.

Kyuhyun tidak merasakan rasa sakit di perut Sungmin, tapi ia merasakan rasa sakit itu bersarang di dadanya. Kyuhyun juga turut merasakannya –meski tidak mencapai separuh dari beban yang ditanggung Sungmin.

Kyuhyun melepas sepatunya dan beranjak ke sisi Sungmin. Awalnya Kyuhyun mengira kalau Sungmin akan bertanya lirih kenapa ia tidak pergi bekerja. Tapi tidak. Sungmin tidak mengatakan apapun. Ia hanya diam, matanya terpejam rapat. Sungmin menggigit bibir sambil mengusap perut, seolah kesadaran Sungmin hanya tertuju pada rasa sakit yang menjalar di tubuhnya.

Usia kandungan Sungmin hampir memasuki minggu ke-43. Normalnya orang hamil melahirkan di minggu ke-37 sampai ke-40. Dan karena Sungmin masih seorang namja, Kyuhyun tahu apa alasannya kenapa bayi itu belum juga lahir.

Ukuran perut Sungmin tampak seperti orang yang mengandung triplets –tidak, mungkin quadtruplets. Miris Kyuhyun melihat keadaan istrinya sekarang. Padahal Sungmin tidak pernah kekurangan asupan gizi, makanan, atau semacamnya. Tapi tubuh Sungmin tampak makin kurus dari hari ke hari. Hanya bagian perutnya yang terus membesar. Seolah energi dan asupan gizi yang masuk ke tubuh Sungmin terserap seluruhnya untuk perkembangan makhluk –yang entah berbentuk apa— di perut Bunnyboy itu.

“Kau tidak mau keluar hyung? Duduk-duduk di beranda belakang, menghirup udara segar..” Kyuhyun tahu itu pertanyaan bodoh. Karena Sungmin pasti menggeleng. Dan Sungmin benar-benar menggeleng sekali dengan gerakan lemah. Kyuhyun benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi.

Sungmin tidak keluar kamar selama seminggu terakhir ini. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya dengan meringkuk dan merintih kesakitan di atas tempat tidur. Terkadang –saat beruntung, Sungmin bisa memejamkan matanya dan benar-benar terlelap. Tapi itu tidak berlangsung lama, hanya dua atau tiga jam. Setelahnya, Sungmin akan terjaga untuk merasakan setiap detik rasa sakit dan nyeri di tubuhnya, juga tekanan dari dalam perutnya.

“Mungkin kita harus ke rumah sakit sekarang Kyu.. “ Sungmin berbisik, lirih. Ia tahu Kyuhyun ada di sisinya sejak tadi, tapi ia tidak memiliki cukup energi untuk mengatakannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun mendengarnya, tapi ia bingung harus merespon apa.

“Sebentar, hyung. Aku akan membawakan makanan.” Kyuhyun tidak menunggu respon Sungmin, ia bergegas berlalu ke dapur sebelum Sungmin memprotes sesuatu.

Sungmin menyadarinya sejak dua minggu yang lalu. Kyuhyun akan berusaha mengalihkan pembicaraan saat Sungmin mulai membahas persoalan rumah sakit atau operasi caesar.

Wajah Kyuhyun mengeruh, pikirannya kacau meski tangannya masih sibuk menyusun makanan Sungmin ke atas nampan. Semangkuk bubur, buah-buahan, dan segelas susu. Mungkin lebih tepatnya bukan makanan untuk Sungmin, tapi untuk makhluk yang ada di dalam perut Sungmin.

Kyuhyun tidak ingin berpikir macam-macam, tapi situasi seolah menekan kesabaran Kyuhyun. Ia mulai meragukan bayi yang tengah di kandung Sungmin. Bahkan diam-diam Kyuhyun mulai menyalahkan makhluk kecil itu. Bukankah makhluk itu yang membuat istrinya menderita?? Mungkin akan jauh lebih baik jadinya kalau bayi itu tidak pernah ada.

Dan diatas semua permasalahan itu, masih satu hal yang paling penting dan menjadi masalah terbesar untuk Kyuhyun.

Botol ramuan dari bibi Jung. Kyuhyun belum juga menemukan botol itu. Ia sudah mencari ke seluruh penjuru rumah ini, di setiap sudut dan di setiap bagian, namun Kyuhyun tidak pernah menemukannya. Kyuhyun benar-benar hampir putus asa.

Kening Kyuhyun mengerut. Ada satu tempat yang belum di periksa Kyuhyun. Lemari putih di kamarnya, tempat untuk menyimpan semua bunny dan ‘pink stuff’ milik Sungmin. Kyuhyun tidak pernah terpikir untuk mencari botol itu disana, tapi karena lemari itu satu-satunya tempat yang belum diperiksa..

Jadi.. Mungkin saja kan?? Mungkin saja Sungmin yang menyimpan botolnya!!

Ah! Kenapa Kyuhyun tidak pernah terpikir kesana!

Kyuhyun bergegas kembali ke kamarnya. Harapan terakhirnya adalah lemari putih Sungmin itu!

oOoOoOoOoOo

 

Sungmin tergeletak diam di atas tempat tidur. Wajahnya tenang dan nafasnya berhembus teratur. Tangan Sungmin terkulai dan ia berhenti mengusap perut seperti yang dilakukannya tadi. Kyuhyun tersenyum, itu artinya Sungmin tertidur pulas. Meski tidak akan berlangsung lama tapi setidaknya Sungmin terbebas dari rasa sakit itu selama ia tertidur.

Kyuhyun meletakkan nampan berisi makanan itu ke atas meja. Beruntung Sungmin sedang tidur. Bunnyboy itu pasti tidak akan suka kalau Kyuhyun mengacak-acak isi lemari kesayangannya.

Kyuhyun baru akan membuka pintu lemari itu, namun suara rintihan Sungmin mengusik konsentrasinya. Kyuhyun segera berbalik menghadap Sungmin.

“Hyung?” Firasat Kyuhyun mengatakan sesuatu yang buruk. Kyuhyun mengusap kening Sungmin. Keringat dingin bercucuran dari wajah dan lehernya, membasahi bantal dan kaus maternity yang dikenakan Sungmin.

“Kyuuh— sak-kit..” rintih Sungmin sambil mencengkeram perutnya. “Kita kerumah sakit saja, Kyu..” lirih Sungmin sambil mencengkeram kemeja Kyuhyun, memohon pada Kyuhyun untuk mendengarkannya sekali ini saja. Sungmin merintih lagi, ia tidak bisa menahan rasa sakit itu lebih lama. Otot-otot di sekitar perut dan pelipisnya mengencang, lalu mengendur, dan mengencang lagi.

Kyuhyun menggigit bibirnya, tidak tega melihat Sungmin yang tengah kesakitan.

“Sebentar, hyung.” Kyuhyun baru akan beranjak, bermaksud mencari botol ramuan itu di lemari putih tadi, namun tangan Sungmin menahannya.

“Ayo ke rumah sakit sekarang, Kyuhyun!” Sungmin berteriak tertahan. Ia mengorbankan semua tenaganya untuk membentak Kyuhyun, sebagai gantinya Sungmin merintih tak berdaya karena rasa sakit di kepalanya berdenyut makin kuat. Tapi Kyuhyun harus mendengarkannya kali ini. Sungmin sudah mencapai batas kekuatannya untuk menahan rasa sakit itu. Ia terisak dan menolak melepas cengkramannya dari kemeja Kyuhyun.

“Tapi kita tidak boleh pergi ke Rumah Sakit, hyung! Bagaimana kalau sesuatu yang lebih buruk terjadi?? Bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi padamu, hyung??!” Tanpa sadar, Kyuhyun berteriak frustasi, ia benar-benar ketakutan. Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi karena mereka melanggar pantangan itu?! Kyuhyun belum siap kehilangan Sungmin sekarang.

“KALAU BEGITU BUNUH AKU SEKALIAN, KYUHYUN!! Aku sudah tidak kuat lagi!!” Sungmin benar-benar menangis sekarang. Ia tidak tahu kalau ia masih memiliki sisa tenaga untuk membentak Kyuhyun. “Bayi ini tidak akan keluar kalau tidak lewat operasi caesar! Apa kau mau bayi ini tumbuh dewasa di dalam perutku?!”

“Aku harus mencari sesuatu, hyung. Benda itu bisa menolongmu.” Kyuhyun melembutkan suaranya. Saling membentak tidak akan menyelesaikan masalah.

Tanpa sadar, sebulir airmata mengalir di pipi Kyuhyun. Dadanya makin sesak melihat Sungmin. Kyuhyun hampir putus asa, namun ia tidak bisa tinggal diam menyaksikan Sungmin menderita.

Sungmin menekan bagian bawah perutnya. Gerakan bayinya semakin kuat dan intens. Sungmin yakin Kyuhyun bisa melihat bayi itu terus berputar lewat kulit perut Sungmin yang terus bergerak-gerak.

“Benda apa?” tanya Sungmin putus asa. Nafasnya menderu saat ia mencoba menahan rasa sakitnya sedikit lebih lama.

“Botol ramuan dari bibi Jung waktu itu.” Kyuhyun sibuk mengacak-acak isi lemari putih Sungmin.

Sungmin terkejut mendengarnya. Botol ramuan yang diminumnya malam itu??

Sungmin mengatur nafas dan memberanikan diri untuk bertanya. “Me-memangnya untuk apa?”

“Tentu saja untuk membantu persalinanmu.”

Mendengar itu, Sungmin tercekat. Jawaban Kyuhyun membuat kepalanya berputar makin pusing, dan sesaat kemudian Sungmin mulai terisak.

Kyuhyun berpaling, ia memandang Sungmin bingung saat Bunnyboy itu menangis makin kuat.

Sungmin menarik rambutnya frustasi, sakit dikepalanya terasa makin kuat setelah mendengar jawaban Kyuhyun. Kyuhyun tidak pernah berpesan padanya untuk menyimpan botol menyeramkan itu.

“A-aku membuangnya, Kyu..”

oOoOoOo

 

Tbc!! Wkwk.

Comment/RnR please ^^

24 thoughts on “Of Abnormal Things Chapter D

  1. Dian EunhyukieYesungie kyumineunhaelforeverSuju says:

    OMG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    DI BUANG??????????????????????????????
    bener.. NO COMMENT!!!
    Lanjut The end>>>>>>

  2. Kyaaaaaaa Sungmin oppa.. kenapa di buang.. -_-… Kasian amat.. T_T

    *kaya nya dari tadi comment nya kasian mulu dah.. #emang bener kasian.. :P

    mau yg happy ending nya dong onni.. :) baik deh#plakkk please give your password.. please.. *pinjem puppy eyes Sungmin oppa #plakk

  3. haeyaelf says:

    Kyu, anter umin ke rumah sakit dong, kasian tuh umin TT

    daebak deh ni ff, bikin aku tegang bacanya :o
    min, aku minta pw yang happy ending version dong.. :’)

    gumawo, next chapter, hwaiting !! ^^

  4. mrinl says:

    Glek. god please help my Ming *ditendang kyu* hueee~ sedih banget ngeliat penderitaan ming >.<. dan apa itu? dibuang? *0* #tepar#. benar-benar kerasa feelnya author (b). lanjut ke next chap ne~. Fighting ^^9

  5. 137joy says:

    huweeeee botolnya di buaaang?? ㅠㅠ

    author can i get the paswrd for ff “Of Abnormal
    Things – Happy
    Ending Version”??
    aku sudah review ff itu dari chap a-d! :)
    can i get it from my e-mail??
    thiss: 137joy.elf@gmail.com
    khamsaa~ :)

  6. bellabel says:

    Kenapa dibuang???
    Ya ampun aku jadi gregetan bacanya ><
    Itu botol pasti ketemukan? Iyakan? Iya aja deh :|

    Lanjut chap selanjutnya…
    Terimakasih ^^

  7. guixianstan says:

    MWO O.O ampunn mingggg >//< ugh n.n mwo? Ming ngebuang botol ramuannya? O.O gimana dong Dx

    last, keep writting^^

  8. Ya ampun apa yang bakal terjadi sama sungmin, botolnya dibuang lagi….
    Apa sih yg sebenarnya terjadi sama kandungannya sungmin, sungmin kayaknya kesakitan banget, kasian T^T kalo ke rumah sakit juga gimana T^T

    boleh minta pw buat yg happy ending? makasih :D

  9. iyalah babynya ga keluar2, ditahan mulu ama kyu, udahlah ke rumah sakit aja napa seh, tega banget yak kamu liat sungmin menderita, babynya kan juga mau keluar, dan satu2nya cara ya lewat caesar#kecuali kalo authornya bisa bikin cara yg laen -_-

    huwaaa~~

  10. Terselubung says:

    Sesak dada gue liat umiiin T.T kyu keras kepala tapi ga bisa nyalahin kyu jugaaa hueeee dia peduli banget sama ming dan tekanan batin jugaaaaa.. Ming semogä kau bauik2 saja #tendangTBC

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s