Super Ukes – Chapter 2

Kapan lagi coba kejadian langka kayak gini bakal terulang lagi? Otomatis mereka bakal masuk Guinness Records, menggeser posisi Thomas Beattie, terkenal, banyak duit, kurang apa coba?

Disclaimer      : All character here are belongs to themself

Pairing            : KyuMin, KangTeuk, HanChul, YeWook, EunHae

Rating             : PG-15

Warning         : MPREG! Penggunaan kata tidak baku yang diSENGAJA so don’t like don’t read!

 

Sumarry         : Apa jadinya kalo semua uke di Super Junior get pregnant?

(jadinya gw dibantai semua ELF) Haha, don’t kill me, please.. (nari sorry-sorry)

 

A/n                  : Fanfic pertama di fandom ini..

 

oOoOoOoOo

Super Ukes! © Lee Sunmiina

 

oOoOoOoOo

Penyiksaan satu ::: Masih Ada Tujuh Bulan Kedepan!

oOoOoOoOo

 

Malam ini, di ruang tengah dorm Super Junior, para seme tengah berkumpul. Mereka tengah membahas masalah kehamilan ketiga uke di dorm itu.

 

“I stil ken belif dis!” Donghae lagi sok inglis.

 

“Terlepas dari hukuman kejam-ga-berperikemanusiaan Teukie, sebenernya gw seneng juga sih,” KangIn mencoba berfikir positif.

 

Kapan lagi coba kejadian langka kayak gini bakal terulang lagi? Otomatis mereka bakal masuk Guinness Records, menggeser posisi Thomas Beattie, terkenal, banyak duit, kurang apa coba? (ini sih bukan pemikiran positif) =.=

 

“Tapi, tapi enam bulan itu ga sebentar looh?” Yesung menarik rambutnya depresi, bisa-bisa dia nyosorin anak tukang es cendol depan apartemen mereka kalo dia bener-bener ga dikasih jatah Ryeowook selama enam bulan.

 

“Lu kire lu doang yang menderita?” Kyuhyun ga niat lagi melanjutkan gamenya, “Setahun itu dua kali lipatnya 6 bulan loooh,” airmata Kyuhyun pun bercucuran.

 

“Yah, tapi tetap saja ini adalah miracle. Alhamdulile, gw turut bahagia,” –bahagia karena gw ga berada di posisi yang sama dengan kalian— Hankyung menambahkan dalam hati.

 

“Tapi ini kan ga masuk akal!” Donghae tetap mencoba menyanggah, dengan gaya sok kritis.

 

“Eh, hae. Coba lu pikir deh..” Hankyung yang iri dalem hati melihat wajah sok pinter Donghae  tiba-tiba mendapat ide setan, “Kau kan dari dulu suka anak-anak. Bahkan kau pernah bilang mau menculik salah satu dari panti asuhan kan?”

 

Donghae mengangguk mengiyakan ucapan Hankyung.

 

“Lebih bagus kalo produk sendiri kan? Kalo KangIn, Yesung, dan Kyuhyun bisa, orang jenius sepertimu pasti lebih dari bisa!” Hankyung memanas-manasi Donghae. Donghae tampak sedang berfikir. Tampaknya ia termakan hasutan Hankyung, apalagi ada kata ‘jenius’ dalam hasutan Hankyung.

 

‘Iya juga ya’ Kata Donghae dalam hati. ‘Kok gw baru inget kalo gw ini pecinta anak kecil, ya?’ (OH NOOO! DONGHAE PEDOPHIL! *digeplak sampe planet mars*)

 

Lama, lama, lama, Donghae tenggelam dalam pemikirannya. Lalu…

 

TING! Dongahe dapet ide. Dengan segera ia beranjak dari duduknya dan berlari ke kamarnya. “HYUKKIEE!” Panggilnya.

 

“YES! Berhasil,” Hankyung terkekeh bahagia.

 

“Emangnya apa untungnya buatmu, hyung?” Yesung menatap Hankyung heran.

 

“Kalo Hyukkie ikutan hamil, Donghae bakal senasib dengan kalian. Dan gw –HANKYUNG! bakal jadi laki-laki paling tentram di dorm ini,” Hankyung berkata bangga sambil menepuk-nepuk dadanya. Ia dapat membayangkan betapa bahagia dirinya nanti. Kalo dulu dia jadi seme paling menderita, sekarang keadaan itu akan terbalik.

 

‘Kekekeke‘ Hankyung tertawa setan. (oh, tapi maaf aja ya, geng. Author ga akan membiarkan itu terjadi. XPP)

 

“Huh, kita ga tahu apa yang akan terjadi nanti, kan?” Kyuhyun tiba-tiba menimpali. Bibir Magnae ini memang terkadang bisa lebih ‘setan’ daripada bibir Heechul atau KangIn.

 

Kebahagiaan Hankyung langsung surut begitu mendengar kata-kata Kyuhyun.

 

“Kau nyumpahin aku?” Hankyung melotot.

 

“Ah, nggak kok. Cuma mendoakan,” Kyuhyun segera melesat kabur sebelum terkena serangan hyungnya.

 

 

Malam yang sama, jam 11 waktu Korea.

 

“Ehem,” KangIn (pura-pura) batuk. Ia mengharapkan perhatian Leeteuk. Tapi Leeteuk pasang tampang tidak berminat, dia lebih berminat berkutat dengan piring yang berisi penuh petisan di depannya daripada ngeladenin si sapi KangIn.

 

“Honey,” KangIn mencoba meraih bahu Leeteuk, namun gagal karena tangannya di geplak duluan.

 

“DON’T YOU DARE TO TOUCH ME!” Leeteuk melototin KangIn dengan death glarenya.

 

“Honey.. Just one kiss on the cheek, please~~”

 

“NOOO!” Leeteuk tiba-tiba mendorong, menjambak, meninju, menggigit, menggeplak KangIn dengan membabi-buta. “GET OUT!” teriaknya beringas.

 

KangIn memilih untuk menyerah. Nyawa lebih penting, pikirnya.

 

“MALAM INI TIDUR DILUAR!” teriak Leeteuk sembari melemparkan bantal, guling, dan selimut ke arah KangIn lalu membanting pintu.

 

Shindong, Kyuhyun, dan Hankyung cekikikan melihat muka memelas KangIn. TV di ruang tengah mereka biarkan menyala tanpa ditonton. Drama yang mereka tonton kalah seru dengan drama ‘live’ KangTeuk.

 

KangIn melotot kearah mereka, “Apa yang kalian tertawakan, hah?”

 

“GET OUT!” Empat kepala di ruang tengah itu langsung menengok kearah datangnya suara (yang berisik). Ternyata kali ini jeritan itu berasal dari kamar YeWook couple.

 

“Tapi-tapi, Wookie love?” Yesung berusaha tetap berpijak dalam teritori kamarnya.

 

Tapi Ryeowook mendorongnya keluar lalu melemparkan bantal ke wajah Yesung. Dan mengulangi kejadian yang klise sekali, Ryeowook membanting pintu.

 

“DASAR GA BISA DIPERCAYA!” teriak Ryeowook dari dalam kamar.

 

Kyuhyun, Shindong, Hankyung, dan KangIn cengingisan.

 

“Ahai, kita senasib hyung,” KangIn nyengir kearah Yesung sembari menunjukkan bantal-guling-selimutnya. “Eh, nasib gw lebih baik deng,” KangIn menatap guling dan selimutnya, “Ehehe”

 

“Cih,” Yesung melempar bantalnya, bete.

 

“Ahaha, kau ngapain Wookie, heh? Aku ga pernah lihat dia semarah itu,” Hankyung tampak tertarik sekali mendengar kisah penderitaan Yesung.

 

“Aku ga ngapa-ngapain Wookie! Dia tiba-tiba ngamuk waktu kupeluk pinggangnya,” wajah Yesung mengeruh. “Padahal biasanya juga lebih dari itu.”

 

“Ck, kasihan sekali,” cibir Kyuhyun. Yesung menatap Kyuhyun sebal.

 

Kyuhyun yang tidak peduli, bangun dan berjalan menuju kamarnya.

 

“It’s okay, hyung. Kita begadang nonton bola,” Shindong mencoba mencerahkan suasana.

 

Baru beberapa menit mereka menikmati ketenangan, datang lagi keributan yang tidak diharapkan.

 

“Pokoknya kubilang TIDAK! TIDAK! TIDAK!” Eunhyuk melintas di depan mereka diikuti Donghae di belakangnya. Entah kenapa duo itu memilih berhenti di depan TV yang otomatis disambut teriakan-teriakan KangIn, Shindong, dan Yesung.

 

“Oi! Minggir Minggir Minggir!” teriak mereka dengan nada seperti tukang parkir.

 

“Pleaseee, satuuu aja.”

 

“Satu-satu! Lu kire gampang apa? Lu’nya enak, gw yang sengsara!” Eunhyuk mencak-mencak. Donghae merengut.

 

“My beautiful-sweety-handsome-pretty-smart hyukkie..” Donghae mencoba merayu Eunhyuk.

 

KangIn, Hankyung, Shindong, dan Yesung ga lagi teriak ‘minggir-minggir’, telenovela live lebih menghibur daripada futsal.

 

“ABSOLUTELY NO! NO! NO!” tolak Eunhyuk sambil menyilangkan kedua tangan, “Aku ga mau merusak badan six packku!” Eunhyuk yang terlanjur dongkol meninggalkan Donghae dan masuk ke kamarnya (gw bosen banget dengan scene ini) sambil membanting pintu.

 

Donghae berlalu sambil melipat wajahnya.

 

“Agaknya rencanamu ga berhasil, hyung,” Shindong menyipitkan matanya kearah Hankyung.

 

“Hehe, lihat saja nanti. Pasti Eunhyuk yang ngalah,” Hankyung tertawa setan.

 

“Abis ini drama apa lagi nih?” Yesung tiba-tiba bertanya.

 

Mereka saling bertatapan, saling melempar senyum setan, lalu menatap pintu kamar Kyumin couple. Menanti sesuatu.

 

“KUBILANG KELUAR!”

 

Hankyung, KangIn, Shindong, dan Yesung bersorak gembira lalu berhighfive satu sama lain saat mereka mendengar teriakan seseorang dari dalam kamar Kyumin couple, yang mereka yakini sebagai teriakan Sungmin.

 

“Minnie-yah, saranghae,” Kyuhyun mencoba merayu Sungmin namun ia keburu di’depak’ dari kamar itu.

 

Keadaanya benar-benar mengenaskan. Kyuhyun hanya mengenakan boxer dan bertelanjang dada.

 

“Emang gue pikirin?” Sungmin berkata kejam lalu (lagi-lagi) membanting pintu.

 

4 orang diruang tengah itu tertawa terbahak-bahak menyaksikan kejadian barusan. Tapi mereka tidak berani membayangkan apa yang terjadi pada Magnae mereka itu.

 

Kyuhyun merengut mendekati mereka, lalu menarik selimut milik KangIn untuk menutupi tubuhnya. Tampak beberapa memar merah dibahu dan lengannya. Mereka bergidig juga melihatnya, walau alih-alih tetap tertawa.

 

“Biar kutebak,” kata KangIn di sela tawanya, “Kau mencoba melakukan ‘itu’ pada Sungmin,”

 

“Cih,” Kyuhyun makin merengut. Sedang yang lain tertawa bahagia.

 

“Dan dihajar karena ‘mood swing’nya, ya kaaan?” Yesung tertawa penuh kemenangan. Setidaknya bukan dia yang menjadi seme ‘paling’ menderita.

 

“Aku ga tau orang-orang hamil se-menyeramkan- itu,” Shindong mencoba memasang wajah serius, namun gagal, tawanya kembali pecah.

 

“Masih ada 7 bulan kedepan loh…” ucapan Hankyung membuat mereka terdiam. Tapi demi menutupi suasana tidak mengenakkan (ketakutan mereka), para seme itu tertawa lagi, walau kali ini agak getir.

 

 

oOoOoOoOoOo

 

Penyiksaan 2 ::: Para Umma Menggila!

 

oOoOoOoOoOo

 

Kali ini..
Pagi (kurang) cerah di dorm Super Junior.

 

Apakah anda tahu kehebohan apa yang sedang terjadi di dorm Super Junior? Hah, pasti ga tau lah. Hanya para tetangga, penghuni dorm, dan Tuhan yang tahu suara-suara macam apa yang menimbulkan gempa lokal di dorm (selama 7 bulan kedepan berganti nama menjadi ‘The Hell of SuJu’) Super Junior. Dan karena author adalah tetangga mereka, jadi author akan menceritakan kisah horror (?) yang terjadi di The Hell of SuJu.

 

Bermula dari satu lengkingan yang berasal dari kamar KangTeuk couple.
“GET OUT!” teriakan sang ratu penguasa menghempas tubuh Kangin keluar kamar dalam sekejab mata. Kangin dengan tampang kusut+melas+takut (author ga bisa bayangin dah!) segera beranjak sebelum serangan susulan lainnya datang.

 

“Dan KANGIN-AHH!”

 

Langkah Kangin terhenti, dengan takut-takut ia menengok ke arah Kanjeng Gusti Ratu Park JungSoo dengan beribu sembah sujud.

 

“I-iya, honey?”

 

“Kim Youngwoon sayang, jangan pulang sebelum dapat barangnya, oke?”
Kangin merinding mendengar suara Leeteuk yang tiba-tiba melembut. Tidak sanggup menatap senyum (seringai?) angker Leeteuk, Kangin mengangguk ngeri dan segera melesat melaksanakan titah sang Ratu sebelum sesuatu yang sangat buruk menimpanya.

 

Dari kejauhan..

 

Shindong dan Hankyung berbisik-bisik menggosipkan KangTeuk couple. Tentu saja setelah Leeteuk masuk ke kamarnya. Mereka nggak bodoh-bodoh amat kok, mereka masih punya cukup otak untuk nggak ngetawain macan ngamuk di depan mata.

 

“Ssst, emang barang apaan sih yang diminta Teukie-hyung?” Shindong bertanya dengan nada berbisik, penasaran.

 

“Meneketempe,” Hankyung menirukan gaya Aming, “Mungkin si Leeteuk ngidam tuyul goreng,” Hankyung menjawab asal. Lalu mereka cekikikan.

 

Sementara itu, KangIn dalam perjalanan..

 

“Ck, di belahan dunia mana kali yang jualan martabak Bangka di pagi buta kayak gini?” KangIn mendengus frustasi.
Di perjalanan KangIn terus kepikiran tentang sikap Leeteuk akhir-akhir ini. Istrinya yang dulu selalu lembut selembut salju (cih!) sekarang menjelma menjadi seperti Mak Lampir yang siap menelannya kapan saja.

 

‘Kok rasanya Teukie jadi mirip Heechul ya?’ Pertanyaan itu muncul begitu saja di kepala KangIn.

 

‘Agaknya gua kualat sama Hankyung’ Wajah KangIn makin masam. Kangin inget banget dulu dia yang paling getol menghina dan mencibir penderitaan Hankyung. Maka, KangIn bertekad untuk sembah sungkem mohon ampun ke Hankyung pas lebaran nanti. Kualat itu gak enak ternyata.

 

 

oOoOoOoOo

 

 

“Uh, Wookie love?” Yesung merasa sangat tidak nyaman.

 

“Iya, Hyung love?” Ryeowook tersenyum (kelewat) ceria.

 

“Main yang lain aja, yuk!” Yesung berkata dengan sangat hati-hati. Ia mengelap peluh di keningnya yang mengalir segede-gede biji kopi.

 

Dari penderitaan ini, Yesung mendapat kesimpulan besar.

 

Woman is amazing.

 

Mengenakan kaus ketat dengan rok ballet nggak semudah yang terlihat. Ditambah highheel (atau highhell?) 10 cm dan make up ala biduan, lengkaplah penderitaan Yesung.

 

Gerah, malu, hilang harga diri, plus takut.

 

Tapi apa yang bisa seorang Kim Joongwoon lakukan menghadapi kuasa baby Ryeowook?

 

“Hyung ga suka yah?” Wajah ceria bersinar Ryeowook meredup 25 watt.

 

“Bu-bukan begitu maksudku, lo-love!”

 

“Hyung bosen kan main denganku?” Bahu Ryeowook bergetar. Ia menangis sambil menutup wajahya. Yah, jurus maut menaklukan Yesung nomor 2.

 

“Hikks!”

 

Yesung mangap. Tak sanggup berkata-kata.

 

“Hyung tega ya? Tega! Tega!” tangis Ryeowook makin menjadi-jadi. Yesung diam kebingungan. Serba salah. Kalo ia memeluk Ryeowook (dengan maksud menghibur tentunya), bisa-bisa nasib malangnya minggu kemarin terulang lagi. Jadi Yesung memilih untuk diam.

 

Merasa tidak ada reaksi yang berarti dari Yesung, Ryeowook berhenti menangis dan mengubah strategi. Jurus super maut menaklukan Yesung nomor 1.

 

“Kalo gitu aku mau cari Kibummie!”

 

‘Alamat ga enak,’ batin Yesung dalam hati.

 

“Bummie ga akan keberatan kalo aku minta peluk!” Ryeowook merengut.

 

“EEEEEEEHHH?” Yesung makin mangap.

 

“Emang kapan Wookie minta peluk? Kayaknya nggak deh. Gua pegang pinggang aja langsung kena damprat,” protes Yesung, yang tentu saja dalam hati.

 

Sebelum Ryeowook melangkah keluar kamar, Yesung secepat kilat mencegatnya. Ia menelentangkan tangannya di depan pintu.

 

“NOOOOO!” Yesung geleng-geleng frustasi. Lalu berkali-kali membentuk tanda ‘X’ dengan kedua lengannya.

 

“Minggir!” Ryeowook mencoba melewati Yesung.

 

“NO!” tolak Yesung tegas.

 

“Minggir nggak!” Ryeowook melotot.

 

“Wookie love, jangan.. Please jangan! terserah deh kamu mau maen apa,” Yesung berlutut dihadapan Ryeowook.

 

“Bener?” Mata Ryeowook memicing.

 

“Iya! Iya! Mau kuda-kudaan, mau salon-salonan, terserah! Yang penting no touch other guy!” Airmata Yesung bercucuran bagai hujan (lebay).

 

“Hehe,” Ryeowook menyeringai penuh kemenangan.

 

Yesung melengos pasrah.

 

Author ga tega menggambarkan keadaan tragis Yesung setelah ini. Readers bayangin aja sendiri yah..

 

 

oOoOoOoOo

 

Penyiksaan 3 ::: Tak Terduga

 

oOoOoOoOo

 

 

“Kyuhyun?”

 

“Hnn?” Kyuhyun tidak beralih dari layar PSPnya.

 

“Kyuhyunnie~~” Sungmin memanggilnya lagi sambil mematut diri di depan cermin.

 

“Hmm?”

 

“KYUU! Buang PSPmu atau ga ada jatah selama 2—”

 

“2 hari! 2 hari!,” Kyuhyun buru-buru menjawab. Dilemparnya PSP-tersayang-nya entah kemana.

 

Ajegile. Hiiiiy.. Jangan sampe dia denger kata 2 tahun apalagi 2 abad. Bisa-bisa karatan ‘proudly manhood’ miliknya. Kyuhyun udah cukup seteres mikirin no jatah selama 1 tahun penuh.

 

“Kyuuu~~~” Sungmin bergelayut manja sambil mengayun-ayun lengan Kyuhyun (reader bayangin Sungmin lagi ngedip-ngedip inosen sambil masang wajah cute ‘tak terelakkan’).

 

Kening Kyuhyun mengerut melihat aegyo Sungmin yang akhir-akhir ini ga kelihatan.

 

Bakal ada apaan lagi nih?

 

“Kyuuu~~” panggil Sungmin lagi. Kali ini nadanya lebih manja (njijih) dan mendayu-dayu.

 

“Apaan sih cintah?” Kyuhyun mule bosen.

 

“Kyuuuuu~~~” Sungmin masih saja (hanya) memanggil.

 

“Apaan sih cintaaaaahh?” Kyuhyun bertanya setengah teriak, agak dongkol dengan sikap berlete-lete (bertele-tele! Dasar author bolot!) Sungminnya. Bisa-bisa Korea ganti perdana mentri saking lamanya dia nungguin kata-kata Sungmin.

 

Sungmin menggembungkan pipinya lalu berkata…

 

“Kyuuu~~ Aku tambah gemuk ya?”

 

JLEGERRR!

 

Bagai tersambar petir Kyuhyun mendengar pertanyaan itu.

 

Kyuhyun menatap Sungmin yang masih menunggu jawabannya dengan wajah horor.

 

Gemuk? Gemuuk? GEMUUUKK?

 

Kata-kata itu terus bergema di kepala Kyuhyun. Membuat kata ‘bunuh diri’ sempat mampir ke otak pinter tapi ga berguna miliknya.

 

Bagaikan memakan buah simalakama.
‘Gua harus jawab apaah?’ Kyuhyun berteriak dari lubuk hatinya yang terdalam.

 

Kalo gua jawab bo’ong, gw ENGGAK yakin ini kepala bakal utuh tetep pada tempatnye sampe besok.
Apalagi kalo gua jawab jujur… Gahh! Bisa dicincang idup-idup ‘anu’ gua!

 

“Kyuuu~~” Sungmin cemberut. Tinggal jawab aja pake mikir lama-lama.

 

“Duh, eh, anu..”
Kalo aja kamar mereka ada di lantai 4, ingin sebenernya Kyu melompat dari jendela. Tapi sayang ini lantai 11, pasti rasanya sakit banget.

 

Dampak dari satu kata ‘GEMUK’ itu, Kyuhyun jadi ga bisa berfikir dengan lurus. Apa bedanya lompat dari lantai 4 atau 11? Jatuh dari pohon mangga aja sakit.

 

“Eh, dikit kok. Dikiiiiiit banget. Tapi-tapi-tapi masih tetep seksi, adorable, perfect, aduhai, bohai..” Kyuhyun menjawab ketakutan. Ia memejamkan matanya lalu berbisik pasrah. ‘Goodbye my future…’

 

“Oh gitu, ya”

 

Eh?

 

“Mungkin aku memang harus mengurangi makan makanan manis..”

 

Loh kok?

 

“Duuuuh, tapi kata Teukie umma biarin aja. Toh nanti kalo baby udah lahir, aku bakal ramping lagi. Ya kan, Kyu?”

 

‘HAHH?‘ Kyuhyun membuka matanya. Melongo hebat melihat reaksi Sungmin yang 180 derajat bertolak belakang dari perkiraannya.
“Kyu?” Sungmin menatap Kyuhyun yang bengong dengan khawatir.
“Eh, I-Iya. Iya.” Kyu mengangguk cepat-cepat. Magnae itu nyaris bersujud syukur saking bahagianya.

 

Terima kasih dewa Apollo, Aphrodhyte, Achilles, Kharites. Siapapun kalian.. Terima kasiiiiih. T.T

 

 

 

oOoOoOoOo

“Heechul-hyung kemana yah?” Sungmin bertanya pada Hankyung yang lagi duduk nyantai di ruang TV, menikmati kebahagiannya yang sebentar lagi direbut author.

 

“Ada angin apa? kok dateng-dateng nanyain Heenim?” Hankyung memandang dongsaengnya curiga.

 

“Mau tauu aja~ urusan uke tau!” Jawab Sungmin manja. “Jadi Heechul-hyung kemana, nih?”

 

“Ntah, tadi katanya mau ke salon,” jawab Hankyung asal, padahal dia emang ga tau Heenim pergi kemana.

 

“Iiih,” Sungmin berlalu dengan bibir manyun.

 

Hankyung kembali pada kesibukannya. Menonton acara ‘Ayo Belajar Bahasa Korea bersama Kak Junsu!😀’

 

Beberapa menit kemudian…

 

Hankyung tiba-tiba ga fokus dengan acara yang ditontonnya.
“Ada apaan ama Chullie ya? Dari kemaren dia emang aneh banget..” pikir Hankyung sambil ongkang-ongkang kaki dan mengunyah keripik pisang coklat dihadapannya.

 

Flashback..

Yesterday, 07.00 am

 

Hankyung dengan mata masih terpejam dan hati setengah ga ikhlas mengangkat tubuhnya bangkit dari tempat tidur.

 

“Chullie.. Bangun-bangun, udah siang nih..” Hankyung mencoba mengguncang Heechul yang tidur disampingnya.

 

“Eh?” Hankyung merasa ia meraba benda yang salah. Ia membuka matanya dan…

 

‘Loh?‘ Hankyung cengok.

 

Guling?

 

Hankyung memutar pandangannya. Si Heechurella ga ada di manapun. Berkali-kali ia menatap jam dinding yang jelas-jelas menunjukkan pukul 07.05. Tapi ia ga percaya, diceknya jam weaker di atas meja rias. Bahkan sampe dia raba-raba itu jam malang (jam weaker : “iiiih, mesuum!”), kali aja jamnya error atau baterenya karatan. Ternyata jamnya masih waras, tapi Hankyung masih tetep ga percaya. Diraihnya ponselnya yang tergeletak di atas meja mungil di sisi tempat tidur.

 

‘Bener kok masih jam 7! Ada angin apa si Sleeping Beauty bangun pagi-pagi?’

 

BRAK!

 

Hankyung cepat-cepat berjalan ke arah kamar mandi saat didengarnya suara seseorang dari sana.

 

“HOEKK!” suara itu terdengar penuh penderitaan, dicampur cacian dan makian.

 

Dengan hati-hati Hankyung mengetuk pintu kamar mandi.

 

“Chullie..”

 

BUAKH!

Hankyung hampir terjungkal kebelakang saking kagetnya. Yakin banget deh si Heenim ngelempar botol sampo yang naudzubillah gedenya ke arah pintu.

 

“Ch-Chullie…” Hankyung kembali mengetuk pintu, meskipun sangat-sangat takut.

 

Namun tak ada jawaban dari dalam kamar mandi. Hanya suara-suara aneh yang disimpulkan Hankyung seperti suara Babon Orang Utan keracunan.

 

“Duh, makanya jangan kebanyakan minum soju..” Hankyung berkata pelaan sekali. Lebih pada dirinya sendiri.

 

End of Flashback

 

 

Hankyung duduk dengan tentram di depan TV, di ruang tengah dorm Super Junior.

 

Ga tentram-tentram amat sebenernya.. Soalnya daritadi Hankyung sibuk melirik jam dinding. Sebentar-sebentar menghela nafas, melirik ke arah pintu, lalu kembali menonton TV.

 

 

‘Heenim kemana sih? Dari tadi pagi sampe jam segini belum pulang juga!’

Perasaan was-was mulai menghantui Hankyung. Gimana kalo ukenya yang bohai itu nyari seme baru? Heenim kan suka brondong! Sedangkan Hankyung… Udah tuir begini..

Hankyung terus saja meratapi nasibnya.

 

Dan prasangka-prasangka buruk lainnya berkelebat di kepala Hankyung hingga sebuah teriakan familiar memecah konsentrasi Hankyung.

 

“AYO JALAN! AYO JALAN!”

 

Hankyung menoleh ke sumber suara yang berasal dari pintu kamar YeWook.

 

Dan apa yang dilihat Hankyung berhasil membuatnya berjengit ilfeel melihat pemandangan abnormal di depannya.

 

Yesung, dengan wajah malang merangkak dari kamarnya. Dan Ryeowook duduk diatas punggung Yesung, mengenakan topi koboi dan memegang tongkat pemukul kecil yang kau-tau-lah-fungsinya-apa.

 

“Ayo jalan kuda! Keliling dorm!” titah koboi Ryeowook.

 

‘Kuda?’

 

Dahi Hankyung berkerut.

 

Jalannya lamban begitu.. Kura-kura banget.. =,=”

 

Dan Hankyung tidak sanggup menatap wajah Yesung lebih dari itu. Ia segera berpaling sebelum Yesung memberondongnya dengan tatapan minta dikasihani.

 

“AYO JALAN! AYO JALAN! LAMA BANGET SIH?” pekik Ryeowook sambil memukul pantat Yesung dengan tongkat kecil di tangannya.

 

“Iya-iya princess..” sahut Yesung lemah. Ia bicara dengan nada penuh ketidakberdayaan. Jelas saja Yesung tampak sangat menderita.. Membawa beban di atas punggungnya, sambil merangkak bertumpu pada lutut dan kedua telapak tangannya yang buntet, bukanlah hal yang mudah. Apalagi sekarang Ryeowook sudah masuk ke trimester keduanya. Yang pasti dengan buntelan besar di perutnya, berat badan Ryeowook ga mungkin seringan dulu.

 

“KOK PRINCESS? SEKARANG KAN MAIN KOBOI! PANGGIL AKU KOBOI WOOKIE!” Ryeowook meralat ucapan Yesung dengan ‘high pitch voice’nya. Hankyung hanya bisa mendesah kesal sambil menutup telinga.

 

“Iya koboi Wookieeeeeee,”

 

Setelah percakapan pendek gak penting itu, Hankyung mendengar teriakan Wookie sayup-sayup menjauh. Dan itu membuat Hankyung menghela nafas lega.

 

Hankyung bersandar nyaman ke sofa di belakangnya. Hankyung heran.. Akhir-akhir ini rasanya berat untuk tersenyum. Padahal dulu-dulu dia paling demen ngeliat dongsaengnya disiksa para uke.

 

Tapi sekarang?

 

Hankyung seolah tengah dihantui mimpi buruk yang entah tentang apa. Tapi yang pasti buruk banget. Buruuuuuuk banget.

 

Hankyung ga mau berpikir macam-macam. Dia takut fisarat buruknya jadi kenyataan.

Tapi apa mau dikata, karena mimpi buruk itu tengah berjalan mendekat ke arah Hankyung.

 

“HANNIE?” Hankyung berjengit kaget saat seseorang memanggilnya dengan suara melengking yang familiar.

 

Hankyung menoleh ragu ke arah pintu.

 

Disana, berdiri sang Ratu Sejagat –Heechul, dengan senyuman tidak biasa di wajahnya dan sebuah amplop ditangan kanannya. Siwon dan Kibum masuk ke dorm setelah Heechul.

 

 

“Hei, hyung,” sapa Siwon. Hankyung membalasnya dengan tersenyum berat.

 

Hankyung menelan ludah. Entah kenapa jantungnya berpacu makin cepat, firasatnya buruk sekali. Dan menurut Hankyung, biasanya orang Cina itu selalu punya firasat yang kuat. Apa yang akan terjadi nih?

 

Belum pernah ia melihat Heechul tersenyum manis begitu.

 

“Hannie-Bunny-Sweety—”

 

“I-iya baby?

 

Heechul mengecup pipi Hankyung sekilas sebelum berkata, “Aku hamil.”

 

JLEGERRRRRR!

 

Hankyung yakin kalau petir baru saja menyambar kepalanya. Karena semua tampak berputar, lalu gelap.

 

 

 

oOoOoOoOo

Hankyung memijit kepalanya perlahan sambil terus membaca surat di tangannya berulang-ulang.

 

Disitu diterangkan dengan sangat jelas bahwa Kim Heechul, male, usia 28 tahun, positif HAMIL!

 

Oh, rasanya pingsan 5 jam masih belum cukup bagi Hankyung untuk menerima takdir berat ini.

 

“Hannieee~~” Heechul memeluk lengan Hankyung, lalu berkali-kali mengusapkan kepalanya di bahu Hankyung, seperti kucing.

 

Hankyung menelan ludah, getir. Sejak kapan Shinigami Heechul bersikap seperti Sungmin?

 

“Aku mau kucing Persia SEKARANG. Ayo kita cari~~” rajuk Heechul.

 

Hankyung melotot. Malam-malam begini Pet Shop mana yang masih buka? Lagian bukannya orang hamil itu kalo ngidam lebih ke makanan-makanan gitu kan?

 

“Tapi i-ini kan udah malam, sayang.”

 

“Aku mau SEKARANG~~” Heechul tersenyum manis.

 

Hankyung baru akan protes, tapi cakar-cakar tangan kanan Heechul –yang hampir menembus kaus Hankyung— lah yang membuat protes Hankyung kembali tertelan lalu lenyap begitu saja.

 

“A-aku mau ngeluarin mobil dulu, h-honey siap-siap ya.” Hankyung buru-buru bergerak, sebelum Heechul mengutuknya menjadi batu.

 

“Senangnya,” ucap Siwon yang sedang duduk santai di meja dapur. Heechul sudah masuk ke kamarnya, mungkin sedang bersiap-siap. “Sebentar lagi di dorm ini bakal ramai dengan suara tangis anak-anak kecil.”

 

Kibum hanya menanggapinya dengan “hmm” kecil.

 

“Andai aku seperti mereka… Di usiaku yang sudah makin merambah ini, bukankan aku harus segera punya anak Kibum-ah?” Siwon tersenyum penuh arti ke arah Kibum.

 

Dahi Kibum mengernyit mendengar gaya bicara puitis Siwon. Tentu saja otak jeniusnya langsung menangkap maksud terselubung dari ucapan Siwon.

 

“Terserah,” jawab Kibum, “Aku sih oke-oke aja. Asal aku ga jadi ‘inang’nya.” ucap Kibum santai.

 

Kibum menyeruput kopinya sekali lalu pergi meninggalkan Siwon yang tengah melongo. Tercengang. Kehilangan kesadaran.

 

 

oOoOoOoOoOo

 

 

TBC

RnR please

 

 

 

18 thoughts on “Super Ukes – Chapter 2

  1. ya ampun…kocak bgt emang part 2 nya,udh bbrpa kali d baca ttp aja buat ngakak😀
    WKAKAKAKAKAKA

    Sumpah,ini emng penyiksaan bgt😀
    WKAKAKAKA
    Yewook psngan paling sadis deh😀
    Ngebayangin muka wookie bgono nauzubillah deh😀
    WKAKAKAKAKA

  2. Yunsha says:

    Kocaaaaaakkkkk !!
    Yang paLing gak disangka2 itu sikapnya chuLLie deh .
    HeeHee ..
    Uyeeeeyyy akhirnya chuLLie hamiL juga !
    TinggaL nunggu hyukkie ma bummie nih .
    Kekekeke ~
    Bagian paLing bikin aku ngakak itu yg terakhir .
    Wkwkwkwkwk
    Bummie gak mw jadi “inang” dari cLon anaknya siwon !
    HuahahahahahahahahahA
    SERUUUUU !!

  3. wyda joyer says:

    hahaha,,,,,
    sumpah kocak… >,<
    yesung paling ngenes😄
    cuma sibum doank yg gx da masalah
    wkwkwk…
    buat para seme, tabahkan hati kalian😀

  4. pumpkins says:

    wahahaha hangeng bkal jd korban keganasan heechul kekeke
    siwon-ah… Ayo kejar kibum-ah dan bkin dede bayi sana. Nyusul yg laen hahaha

  5. rena_kim says:

    Penyiksaan para seme d’mulai wkwkwkwkwkwkwk
    Sumpah kasian bngt sih mereka harus mengahadapi uke msing2, tp nasib sih siapa suruh bkin hamil anak orang hehehehehehe

    Hangeng udah seneng2 aja tuh, padahal penderitaannya baru aja d’mulai tuh😀

    Yg sabar ya para seme mengahadapi para uke tersayang😉

  6. RaniahMing says:

    waks kasian kyu tp akhirnya ming baik jg, bener ya tak terduga :3
    cuma heenim yg happy ama kehamilannya daebaklah~

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s