Let You Go

Sebelum waktunya habis, Sungmin melakukan semua yang terbaik menurutnya. Dan meskipun itu mempercepat penghabisannya –demi Kyuhyun, apapun akan ia lakukan.

Disclaimer      : I have the story and KyuMin belongs to each other.

Pairing            : KyuMin

Rating             : PG-15

Warning         : Character Death

a/n                  : Maap mah kalo gaje, ini ff hasil saya yang lagi sakit dan ga sekolah. Jadi moodnya ya… mood orang sakit. Nyehehe..

 

 

oOoOoOoOo

Let You Go © Lee Sunmiina

oOoOoOoOo

Hei, Kyuhyun…’ Sungmin memulai pesannya dengan dua kata.

 

‘Aku bingung harus memulainya darimana…’ Lebih tepatnya, Sungmin bingung bagaimana harus mengakhiri semua ini.

 

Sulit mengatakannya. Terlebih sekarang aku tidak bisa menyebut kata ‘kita’. Sekarang yang ada hanya kau atau aku. Bukan ‘kita’.’

 

Sungmin mengusap sebulir airmata yang mengalir bebas di pipinya. Tentu saja airmata ini tulus. Ia tak mampu lagi menyunggingkan senyum paksa karena itu jauh lebih menyakitkan daripada menangis.

 

Aku menyempatkan diri menulis e-mail ini. Kuharap kau juga menyempatkan diri untuk membaca e-mailku, Kyu…’

Gerakan tangan Sungmin terhenti.

 

Kyu…

 

Nama itu menggema di kepala Sungmin. Bukankah ia sudah tak berhak memanggil ‘Kyu’? Hatinya berkata sarkastis.

 

Sungmin memutuskan untuk mengubah kata terakhir itu menjadi ‘Kyuhyun-sshi’. Bukan karena formalitas, hanya menunjukkan bahwa ia menyadari eksistensi sebuah dinding besar diantara mereka.

 

Aku menyempatkan diri menulis e-mail ini. Kuharap kau juga menyempatkan diri untuk membaca e-mailku, Kyuhyun-sshi…’

 

Mungkin di lain waktu aku tidak bisa lagi menulis e-mail untukmu. Maaf kalau setelah hari ini kita tidak bisa minum wine bersama-sama lagi. Kau juga belum sempat mengajari aku bermain starcraft. Hufh. Lain kali saja lah. …’

 

‘…Aku tahu kok kalau aku punya banyak kekurangan. Baik sebagai Lee Sungmin, sebagai hyung, atau sebagai seorang… kekasih… Maaf. Aku kan average, ingat?’

 

‘…Aku juga sudah tahu soal kau dan Zhoumi. Ini bukan salahmu, kok. Aku tidak marah . Hanya sedikit…

kecewa.’

 

Sungmin mendesah getir. Ia berusaha sejujur mungkin. Menuangkan semua yang berkecamuk di hati dan pikirannya. Karena ia tak ingin menyesal nanti, ia harus menyelesaikan semua ini. Sebelum terlambat, selagi waktu masih tersisa untuknya.

 

Aku harap ia bisa lebih baik dari aku. Semoga ia tidak mengecewakanmu, seperti aku..’ Sungmin berhenti mengetik. Ia memberi sedikit jeda untuk nafasnya yang kian memberat dan airmatanya yang kian menderas. Beberapa kali Sungmin menepuk dadanya, berusaha menghilangkan sakit dan sesak di sana.

 

“Kumohon bertahanlah, sepuluh menit saja,” desahnya frustasi pada diri sendiri.

Sungmin menghela nafas panjang sebelum kembali mengetik.

 

Aku merasa semakin dekat, Kyuhyun.. Aku takut suatu saat nanti aku tak bisa melihatmu lagi. Kau ingat saat aku ketakutan karena badai dimalam hari? Dan kau kesal karena aku mengganggu tidurmu. Lalu akhirnya kau mengizinkan aku tidur di sisimu. Walau alih-alih tanpa dosa kau berkata ‘Jangan salahkan aku kalau kau kuapa-apakan’ saat kau sadar aku cuma pakai sepotong dress pendek berwarna pink. Betapa aku berharap saat-saat seperti itu akan terulang. ‘

 

‘… Aku terlalu banyak oceh ya? Yasudah, kuperpendek. Jangan lupa makan teratur ya! Ingat maagmu! Jangan terlalu banyak main game! Kasihan tubuhmu. Istirahat yang cukup, oke? Mungkin setelah ini aku tidak bisa lagi mengingatkanmu, tidak bisa lagi mengoceh atau berkhotbah panjang lebar agar kau menjaga kesehatan. Aku sudah menitipkanmu pada Leeteuk-hyung. Lihat saja! Siap-siap diceramahi kalau kau nakal!” Sungmin tertawa pelan. Sekelebat memori tentang Kyuhyun kembali berputar.

 

Sang Evil Magnae, si Setan Super Junior…

 

Namun ia tetap Kyuhyun. Cho Kyuhyun seutuhnya dan apa adanya di hati Sungmin. Selamanya akan tetap begitu.

 

Untuk yang terakhir. Kyuhyun, aku tidak tahu apakah aku masih berarti untukmu. Tapi Kyuhyun, maaf aku harus mengatakannya…

 

‘…Saranghae… Jeongmal saranghae.. ‘ Sekarang Sungmin terisak. ‘Maaf kalau aku begitu egois. I’m sorry because till now, I can’t stop loving you.. Terima kasih, karena telah membuatku jatuh cinta Cho Kyuhyun. Dan maaf, karena aku tidak tahu bagaimana cara menghentikannya.” Sungmin membeku, ia memandangi setiap kata yang terpampang dihadapannya. Bagaikan cermin. Ia dapat melihat tiap bulir airmata yang mengalir dari pantulan layar laptop.

 

Ingat ya, Kyuhyun! Istirahat cukup! Aku capek nih daritadi ngetik terus. Sudah dulu, ya.. Bye.

 

With Love

Sungmin-hyung’

 

Sungmin berusaha mengusir bisikan manis di telinganya. Itu suara Kyuhyun. Suaranya yang merdu melantunkan lagu ‘7 Years of Love’.

 

“Maaf dan terima kasih.” Ucapnya lirih setelah men’klik ‘send email’.

 

Setelah yakin e-mailnya terkirim, Sungmin menutup laptopnya dan bagun. Perlahan. Seolah ia menikmati setiap gerak yang masih bisa dirasakannya. Sungmin merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur berwarna soft pink. Ia beringsut merapat ke dinding. Dikeluarkannya sebotol obat dari saku celananya. Sungmin menggenggam erat 14 bulir obat dari dalam botol itu.

 

Untuk terakhir kalinya.. Ia ingin mengingat kenangannya bersama Kyuhyun. Tanggal 14… Hari jadinya dengan Kyuhyun.

 

Sungmin memejamkan matanya. Ia bisa merasakannya. Sungmin tahu, tanpa melakukan ini pun, hari-harinya sudah terhitung. Seperti menghitung mundur sepuluh bilangan.

 

Tidak ada gunanya berharap, toh pada akhirnya ia akan mencapai angka nol. Kekosongan.

Karena itu ia memilih untuk mempercepat –menyelesaikan—‘ ini. Ia tak ingin lebih lama menjadi beban semua orang.

 

Sungmin terdiam. Ia mendengar suara pintu dorm dibuka. Lalu disusul dengan suara tawa Shindong dan Eunhyuk.

 

Sungmin tersenyum untuk yang terakhir kalinya. Inilah waktunya..

 

Sungmin menelan paksa seluruh tablet yang ada di tangannya. Tubuhnya menegang seketika.

 

Sungmin memeluk –tidak, ia mencengkeram boneka wolf –pemberian Kyuhyun— dengan erat saat kepalanya memberat dan dadanya meronta kesakitan. Suara tawa member yang lain terdengar sayup-sayup menghilang. Ringan.

 

Dan untuk terakhir kalinya, sebulir airmata mengalir dipipi pucat Sungmin saat tangannya jatuh lunglai menyentuh lantai.

 

Lalu semuanya gelap… Dan ringan.

 

 

END

oOoOoOoOo

RnR pwease :3

 

41 thoughts on “Let You Go

  1. stellaSJ says:

    Se…sedih ;_____;
    Aku harus baca sekuelnya nih..harus…

    Umin bunuh diri ya itu ? :(( kenapa harus bunuh diri? Dia sakit apaaa?

    Ah penasaran nih aku >.<

    Bgus chingu

  2. nyeseeekk sekali..
    author harus mau tanggung jawab atas berliter2 air mata reader nih,
    minnie, minnie,
    14 biji, overdosis langsung koit tuh.. T.T
    kenapa dirimu selalu menderita sih?
    jangan mau dong terima peran orang menderita mulu,,
    suruh tuh si Kyu gantian terima peran orang menderita..
    *curahan hati seorang VitaMIN*

  3. yuremi says:

    annyeong~ chingu, aku reader baru disini^^
    ceritanya keren2.. #mangap
    ehehe^^
    ya ampun, itu sungmin-nya kenapaa?? sedihnyaa😦

  4. Oke… hari ini banyak komen, smoga aja yg punya nggak bosen -ngelirik yg punya-

    Ehem… Umin bunuh diri krn Kyuhyun n penyakitnya ya? N kenapa Sungmin selalu menderita gegara setan itu?! Agak nggak tega deh.

    Jadi ceritanya Umin n Kyu pacaran, terus Kyu selingkuh gitu, Umin sakit n daripada ngerepotin atau lebih tepatnya menderita karena di khianati, Umin bunuh diri.

    Email itu jadi seperti surat wasiat. Heeem… harus lihat sekuel nya.

    P.S : Minta psw cerita yg diprotek dong!

    Salam,

    Elle

  5. taemkoy says:

    Annyeong, aku pembaca baru ff di blog ini. Kesan pertama baca ff ini… Sedih ya dan ngebuat kita masuk ke ceritanya. Semangat buat nuliss ff lainnya ya. Hwaiting ^^

  6. annyeong…
    aku readers baru nih
    ceritanya bagus2.I Like It

    Umin kenapa harus bunuh diri?
    Huwaaaa…
    Bikin cerita lg ya.
    *gaje amat komenku.mian sebenarnya cuma mau ninggalin jejak aj

  7. TRAGEDYYYY!😦 yah sungmin mati? YaAllah horror banget masa kyu selingkuh sama zhoumi dia kan ganteng nggak cantik *sick* sungmin seharusnya bikin kisah lain di dunia dengan cari pair baru dong lo kan cantik min eh malah bunuh diri udah nggak bisa balik ke kyu lo jg ngambang di alam akhirat sama alam dunia nyata aaaaaah sungmin babo! Harusnya konsul dulu lah cinca cerita sini saya noona hahaha umur masih 19 tahun juga -_- ck! Oke ini cerita bagus dan selalu pasti akan bagus karena authornya aja is jenius yg nulis cerita TC hahahahaha tebar dollar ke author😀

  8. Fishy says:

    Kayak-a q prnh baca ini, tp nth dmn..
    Di grup mungkin.
    Tp gk tahu sequel-a ._,
    aq mau lnjut baca lg, boleh ya thor?! Hehehe😀

  9. kyuminjoy says:

    Tidaaaaaakk ! Knapa endingnya begini . Aku sedih huhuhu . Aku mau baca sequelnya dulu deh . Keep spirit . Keep writing *hiks

  10. Angstynya buat nyesek banget Fiqoh eonni huaaa TTATT
    Kenapa Sungmin pergi, bahkan dia belum membiarkan Kyuhyun mengungkapkan apa yang ada dipikirannya TT_TT

    Huaaaaaaaaa DX
    (habis baca sequel dr fic ini dan masih speechless)

  11. Ah ya ampun, main ke wp Miinalee dan pertama baca langsung angst. Kenapa di sini Minnie begitu bodoh. Kenapa harus bunuh diri. Kenapa dia menyerah. Kenapa. Kenapaa… Kenapaaa? T.T

  12. Cho Purple says:

    Sungmin knapa bunuh diri ??? Alasannya apa ??
    Ya ampuuun miris bgt😥
    Apa sungmin kecewa krna kyu dkt ama zhoumi ?

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s