Love Like This – Chapter 1

Ini pasti hanya pura-pura kan? Sungmin percaya Kyuhyun benar-benar mencintainya.

Love Like This

By : Lee SunMiina

Disclaimer : I have the story and Sungmin belong to Kyuhyun (shared with Siwon)

Pairing            : Broken!KyuMin, Broken!KyuWook, YeWook

Rating             : PG-15

Warning         : Heavy Angst, MPreg

 

a/n : Rewrite of The Lost Hopes. Maaf, karena author ngerasa cerita ini alurnya bolong-bolong dan terlalu maksa. Jadi di-rewrite. Biar enak dibaca dan enak dilanjutin..

 

 

 

oOoOoOoOo

 

 

“Kyuhyun?? Kau bercanda, kan?” Sungmin menatap wajah Kyuhyun tidak percaya. Kyuhyun tidak mungkin meminta putus dengannya. Mereka bahkan tidak sedang bertengkar!

 

Ini pasti hanya pura-pura kan? Sungmin percaya Kyuhyun benar-benar mencintainya.

“Hyung, mianhae.” Kyuhyun hanya mengatakan itu. Tanpa setitikpun emosi di wajahnya.

Sungmin menatap Kyuhyun dengan airmata menggenang di pelupuk matanya. BunnyBoy itu menatap setiap inci wajah Kyuhyun, berusaha menemukan kebohongan di sana. Namun sia-sia. Yang didengarnya adalah kenyataan. Kyuhyun serius mengatakannya.

“Sejak kapan?”

“Apa?”

“Sejak kapan kau berhubungan dengan Wookie di belakangku?!” Seru Sungmin ditengah tangis. Ia ingin marah, meneriakkan kekecewaannya. Padahal Sungmin sangat mencintai Kyuhyun, kenapa perasaannya justru dibalas dengan pengkhianatan??

Kyuhyun balik menatap Sungmin geram.

“Kami tidak menjalin hubungan di belakangmu!! Justru kaulah orang ketiga dalam hubungan kami, hyung!” Bentak Kyuhyun kasar, tanpa sedikitpun menyesal atau merasa iba. Setelah sekian lama ia bersabar menjalin hubungan palsu dengan Sungmin. Setidaknya Sungmin harus tahu kalau ini bukan kesalahannya, atau kesalahan Ryeowook. Salah Sungmin sendiri yang terlalu tenggelam dengan perasaannya dan tidak menyadari sikap palsu Kyuhyun.

Sungmin tercekat. Ucapan Kyuhyun seperti petir di siang bolong yang menyambar jantungnya saat itu juga. Membuat kedua kaki Sungmin melemas dan tidak sanggup menopang tubuhnya sendiri. Sosok rapuh itu bersandar ke dinding di belakangnya, lalu jatuh terduduk –seperti kehilangan nyawa.

“Apa?” Tanya Sungmin dengan suara gemetar. Kedua mata hitam itu nanar menatap lantai. Sungmin tidak berani menatap wajah Kyuhyun, ia tidak berani menatap kenyataan yang mungkin akan mencabut nafasnya saat itu juga.

‘Bukan, bukan Kyuhyun. Kyuhyun tak pernah bicara kasar padaku. Kyuhyun tidak pernah membentakku. Orang ini pasti bukan Kyuhyun.’ Sungmin menggigit bibirnya yang bergetar. Pemuda itu menunduk dan membiarkan tetes demi tetes airmata mengalir di sudut matanya. Semakin Sungmin membohongi diri, semakin keras suara pecahan kepingan-kepingan hatinya.

“Aku mencintainya sejak debut pertamaku di grup ini. Karena tidak ingin melukai perasaanmu, Wookie memutuskan untuk menyembunyikan hubungan kami.. Dan menyuruhku untuk menerimamu,”

 

Sungmin mencengkeram kaus dibagian depan perutnya, seolah seluruh hidupnya bertumpu disana.

 

Sungmin masih menunduk. “Tidak ingin melukaiku?” Sungmin bertanya dengan nada tidak percaya. “Seperti inikah yang dibilang tidak ingin melukaiku?”

 

Raut Kyuhyun mengeras mendengar ucapan Sungmin. Orang ini masih juga menyalahkan Ryeowook! Padahal sudah jelas kalau Ryeowook yang berkorban sejak awal!

 

“Berhenti menyalahkan Wookie!” Seru Kyuhyun marah. Ia menatap tajam kearah Sungmin yang menunduk dan bergetar di depannya. Entah setan apa yang tengah merasukinya kini. Kyuhyun sama sekali tak tergugah melihat sosok rapuh dihadapannya. Yang ada di depan matanya hanya merah amarah. Seolah semua kesalahan memang milik Sungmin. Sungmin yang memulai semua kekacauan ini!

 

“Kyu..”

 

Kyuhyun dan Sungmin spontan berpaling ke arah pintu –tempat suara itu berasal. Disana Ryeowook berdiri gemetar, mengatup mulutnya dengan sebelah tangan dan  matanya  sembab. Entah kalimat mana saja yang sudah didengarnya.

 

“Wookie..” nada bicara Kyuhyun berubah, melembut. Ia melangkah ke arah pintu. Dirangkulnya bahu Ryeowook yang bergetar. Tanpa sepatah kata pun, Kyuhyun berjalan pergi meninggalkan Sungmin –sendirian di kamar mereka.

 

Sungmin menatap dua sosok yang menghilang dari pandangannya dengan hati hancur.

 

“Kyu-hhyun—” Sungmin mengangkat tangannya yang gemetar, seolah dengan satu gerakan sia-sia itu dapat membawa Kyuhyun kembali padanya.

 

Mati-matian Sungmin bertahanan untuk tetap sadar. Namun beban ini terlalu berat. Dadanya sesak, menghela satu nafas terasa begitu berat. Sungmin mencengkeram dadanya. Samar didengarnya suara seseorang memanggil namanya sebelum semuanya berubah gelap.

 

oOoOoOoOo

Kyuhyun menarik tangannya. Tadinya ia bermaksud merangkul bahu Ryeowook, namun pemuda berperawakan mungil itu tampak enggan. Sejak keluar dari kamarnya, Ryeowook menolak berbicara atau menatap wajahnya.

 

Sesaat, mereka saling berdiam diri. Tidak ada yang berbicara hingga terdengar suara isak dari Ryeowook.

 

“Wookie—” Panggil Kyuhyun khawatir. Ia refleks meremas lembut bahu mungil itu, namun Ryeowook buru-buru menepis tangan Kyuhyun dari bahunya.

 

Kyuhyun terkejut saat Ryeowook mendorongnya menjauh, menolak untuk dipeluk. Setetes airmata jatuh di wajahnya.

 

“Wookie? Kenapa?”

 

“Harusnya aku yang bertanya kenapa…” Lirih Ryeowook. Bahunya bergetar.

“Wook—”

 

Lagi, Ryeowook menepis tangan Kyuhyun yang mencoba meraih wajahnya. Sebersit nyeri melintas di dadanya setiap kali Kyuhyun menyentuhnya. Setiap sentuhan membuat rasa bersalahnya makin bertumpuk dan menggunung.

“Kenapa kau lakukan itu pada Sungmin-hyung?” Tangis Wookie pecah. Bukan ini yang diinginkannya.

 

“Apa maksudmu?? Tentu saja aku melakukannya untukmu, untuk kita!” Kyuhyun benar-benar bingung sekarang. Setelah 4 tahun berpura-pura mencintai Sungmin.. Kini ia bisa hidup dengan tenang, tanpa kebohongan dan sandiwara. Bukankah ini yang mereka inginkan? Kenapa sikap Wookie justru berlawanan dengan keinginan terpendam mereka??

 

“..Kukira..” bisik Ryeowook gemetar, “Kukira kau serius dengan Sungmin-hyung. Kukira kau benar-benar mencintainya.. Jadi aku, jadi aku..” Wookie tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Ia terlalu takut untuk mengutarakannya. Mengingat setiap bentakan Kyuhyun pada Sungmin tadi. Setiap ucapan Kyuhyun yang membelanya, yang melindungi Ryeowook dari semua kesalahannya..

 

“Wookie? Kau kenapa? Kau sendiri yang menyuruhku berpura-pura menyukai Sungmin-hyung! Sekarang kita tak perlu menyembunyikan hubungan kita lagi. Itu kan yang seharusnya terjadi?” Ucap Kyuhyun frustasi. Kenapa Ryeowook malah bersikap membingungkan seperti ini??

 

“Bukan—bukan itu.” Gumam Ryeowook lebih pada dirinya sendiri. “Kenapa jadinya begini? Se-seharusnya tidak begini!”

 

Kyuhyun menatap Ryeowook bingung. Ia benar-benar tak mengerti.

 

“Wook—” Kyuhyun baru akan memeluk Ryeowook, namun muncul suara lain yang memotong ucapannya.

 

Yesung keluar dari balik pintu balkon. “Wookie.. Ada apa?” Tanya Yesung khawatir. Dua tangan Yesung perlahan meraih tubuh Ryeowook ke dalam pelukannya.

 

Kyuhyun tertegun. Ryeowook tak menolak tangan Yesung. Ia justru tampak begitu menyambut lengan yang kini tengah memeluknya erat.

 

“Bukan begini.. Seharusnya bukan begini,” Ryeowook masih menggumam tidak jelas. Tangisnya mereda, berganti dengan isak yang semakin lama semakin samar.

 

“Apa—“ Mata Kyuhyun membulat. “—maksudnya ini??” bisik Kyuhyun shock. Ia membeku melihat pemandangan Yesung dan Ryeowook yang saling berpelukan. Otak jenius Kyuhyun justru berjalan lambat –seperti sulit mengerti akan arti keadaan yang terpampang di depan wajahnya kini.

 

Yesung membisikkan sesuatu untuk menenangkan sosok mungil dalam pelukannya dan Ryeowook terisak pelan di dada Yesung. Semua kejadian itu berjalan begitu lambat, tiap detiknya terasa seperti ribuan pisau yang menghujam dada Kyuhyun. Menyakitkan.

Pelan-pelan Kyuhyun mengerti.. Ternyata bukan hanya dirinya yang berpura-pura disini.

 

Kyuhyun membalik badan dan melangkah dengan kasar.

 

Jadi ini maksudnya ‘Seharusnya bukan begini’?

Jadi karena ini Ryeowook marah jika ia memutuskan Sungmin?

 

Jadi karena ini??

 

Karena.. –Karena Ryeowook juga berpura-pura mencintainya!

 

 

oOoOoOoOoOo

 

 

Sungmin berada ruangan yang asing saat ia membuka matanya. Ia tertidur diatas King Size bed dengan selimut tebal menutup separuh tubuhnya. Dinding di sekelilingnya berwarna hijau muda. Beberapa potret dan lukisan abstrak menghiasi kamar. Namun ada satu foto besar berbingkai langsung menarik perhatian Sungmin.

 

Foto seluruh member Super Junior.

 

Sungmin melirik ke kanan-kirinya sekali lagi. Rasanya ia kenal dengan kamar ini –meski agak tidak ingat.

 

Sungmin menyingkirkan bantal kompres dari keningnya. Kening Sungmin berdenyut saat ia memaksakan diri untuk duduk. Pusing. Pandangannya kabur –pasti karena matanya  bengkak.

 

“Aih, hyung! Jangan bangun dulu!” Seru seseorang.

 

Sungmin terkejut melihat sosok familiar yang berjalan masuk. Pandangannya kabur, karena itu ia tidak bisa memastikan itu siapa.

 

Sosok tinggi itu kembali membaringkan Sungmin ke tempat tidur, dan kembali memasang kompres ke atas kening Sungmin. Gerakannya begitu lembut. Sungmin sampai ragu apakah orang ini benar-benar menyentuhnya atau tidak.

 

“Kau harus istirahat, hyung..” Ucap sosok itu. Sungmin mengerutkan keningnya, ia kenal suara ini. Suara yang sangat familiar.

 

“Siwon?” Panggil Sungmin memastikan.

 

“Ya?” Jawab Siwon.

 

Sungmin menghela nafas lega. Benar dugaannya. Suara berat dan tubuh tinggi kekar –pasti Siwon.

 

Senyum tipis terbentuk di wajah pucat itu. Entah kenapa, Sungmin merasa nyaman berada di dekat Siwon. Selalu seperti ini setiap kali Siwon melakukan kontak dengan sentuhan atau obrolan. Seperti perasaan aman dan tenang memenuhi dadanya.

 

“Aku dimana?”

 

“Rumahku.” Jawab Siwon singkat. “Jangan banyak tanya lagi. Sekarang hyung istirahat dan DIAM disini! Aku akan segera kembali untuk mengambil makanan..”

 

Siwon baru akan berdiri, namun Sungmin menarik lengannya dengan gerakan lemah.

 

“Tu-tunggu,” bisik Sungmin lemas.

 

“Iya, hyung?” Siwon wajah Sungmin. Wajah pucat itu membuat Siwon menghela nafas –khawatir— berkali-kali. Siwon hampir terkena serangan jantung saat ia menemukan Sungmin jatuh pingsan di kamarnya tadi.

 

“Ah— itu..” Sungmin menunduk sambil menggigit bibir. Gugup.

 

“Ky—Kyuhyun dimana?” Sungmin bertanya lemah sambil berdoa di dalam hati. Semoga apa yang diingatnya semalam hanyalah mimpi buruk.

Siwon tertegun sesaat. Ia menahan nafas mendengar nama itu meluncur dari bibir plump Sungmin. Bisa-bisanya Sungmin masih sempat menanyakan Kyuhyun setelah apa yang dilakukan bocah sialan itu padanya.

 

“Tidak tahu,” jawab Siwon dingin. “Dan jangan bertanya soal itu lagi.”

 

Setelah mengatakan itu, Siwon melangkah pergi begitu saja meninggalkan Sungmin.

 

Sungmin tertegun sesaat, sebelum kenyataan menghantam wajahnya. BunnyBoy memandang punggung Siwon yang menghilang di balik pintu dengan tatapan kosong.

Sungmin sudah mendapatkan jawabannya dari kata-kata dan sikap Siwon. Bukan mimpi. Semua yang dialaminya, pertengkarannya dengan Kyuhyun, hubungan mereka yang sudah kandas.. Dan Ryeowook.. Sungmin mengingatnya terlalu jelas.

 

“Sial.” Umpat Siwon setelah ia berada di luar kamar. Siwon memakin dirinya sendiri yang tidak bisa mengendalikan emosi.

 

Siwon marah pada Kyuhyun. Tapi kenapa Sungmin yang dibentaknya?!

Bodoh! Ia pasti melukai Sungmin dengan sikap dinginnya tadi. Arrggh!

 

Siwon mengacak rambutnya. Sudah cukup penderitaan dan beban yang di tanggung Sungmin. Entah apa yang akan terjadi pada BunnyBoy itu kalau kemarin ia tidak menguntitnya sampai ke dorm.

 

Dengan YeWook yang sibuk dengan diri mereka sendiri dan Kyuhyun sialan yang tidak mungkin peduli pada keadaan Sungmin. Mungkin kalau Siwon tidak ada di dorm saat itu, ia akan menemukan Sungmin dalam situasi yang makin parah keesokan harinya.

 

Semua ini karena Kyuhyun.

 

Ingin rasanya Siwon menghajar bocah sialan itu sekarang juga. Bagaimana bisa Kyuhyun melakukan ini pada Sungmin?! Lalu menumpahkan semua kesalahannya dan kesalahan Ryeowook pada Sungmin?! Siwon bersumpah, kalau tidak ada Sungmin saat itu. Ia pasti sudah menghajar Kyuhyun sampai mati. Semua ini salah Kyuhyun..

 

Tapi..

Di saat yang bersamaan. Siwon juga menyalahkan dirinya..

 

Sudah sejak lama Siwon menyadari hubungan Kyuhyun-Ryeowook di belakang Sungmin. Bersama dengan mereka selama 5 tahun terlebih berada dalam satu sub-grup, cukup membuat Siwon menyadarinya. Tanpa sepengetahuan semua orang, Siwon lah orang yang terus mengawasi KyuWook dan semua hal yang mereka lakukan saat berada di China.

 

Pada awalnya Siwon bingung pada dirinya sendiri. Untuk apa ia melakukan itu? Itu bukan urusannya kan?

 

Tapi sekarang..

Siwon justru menyesali keteledoran dan kebodohannya. Ia mencintai Sungmin tapi Siwon tak melakukan apapun untuk melindungi orang yang dicintainya.

 

Selama ini Siwon hanya diam. Melihat Sungmin yang begitu bahagia bersama Kyuhyun. Ia tidak kuasa mengutarakan kebenaran pada BunnyBoy itu. Siwon tidak ingin mengatakannya kalau hal itu hanya akan melukai Sungmin. Tapi Siwon menyadarinya sekarang, dengan tidak memberitahu Sungmin sejak awal. Semua justru semakin memburuk, dan melukai BunnyBoy itu berkali-kali lipat.

 

‘Ini yang terakhir.’ Janji Siwon pada dirinya sendiri. Siwon akan melakukan apapun untuk melindungi Sungmin. Dan menjauhkannya dari Kyuhyun..

 

 

oOoOoOoOo

 

“Siapa yang menelpon?” Sungmin menatap Siwon dengan mata membulat besar. Sedikit berharap ‘dia’ yang baru saja menelpon Siwon untuk menanyakan keadaan Sungmin.

“Leeteuk-hyung,” Dan jawaban Siwon membuat Sungmin menunduk, kecewa.

 

Sudah lewat tiga hari dan Kyuhyun sama sekali tidak mencarinya. Butuh waktu lama bagi Sungmin untuk meyakinkan dirinya, bahwa Kyuhyun tidak bercanda malam itu.

Kyuhyun serius dengan keputusannya. Dan Sungmin tidak memiliki hak untuk mencegah keinginan Kyuhyun.

 

“Leeteuk-hyung mengkhawatirkanmu, dia bilang ingin kemari tapi ku larang.” Jelas Siwon sembari memasukkan handphonenya kembali ke dalam saku.

 

Sungmin menghela nafas. Ia tengah duduk bersandar di atas tempat tidur Siwon.

“Kenapa dilarang?” Tanyanya heran.

 

“Jangan sekarang. Besok atau 2 hari lagi.”

 

“Oh.” Jawab Sungmin singkat.

 

Sebenarnya Siwon merawatnya dengan baik di sini. Tapi tetap saja, lengan Siwon masih terasa asing di kulit Sungmin. Nyaman memang, tapi Sungmin merasa kalau dirinya masih terikat pada Kyuhyun.

 

Siwon tidak pernah mengungkit soal Kyuhyun atau Ryeowook. Setiap Ia bertanya tentang Kyuhyun, Siwon hanya menggeleng atau menjawab ketus “Jangan tanyakan soal dia.”

 

Hal itu menambah keyakinan Sungmin, Kyuhyun memang tidak mencintainya…

 

“Aku keluar sebentar.” Siwon bangun. “Hanya 15 menit, dan kalau kau butuh apa-apa.. Panggil saja maid untuk menolongmu. Mengerti hyung?”

 

Sungmin hanya mengangguk pelan sebagai jawaban. 15 menit tidak akan lama. Toh di kamar ini ada TV, Laptop, beberapa buku bacaan dan majalah fashion. Setidaknya Sungmin tidak akan merasa bosan.

 

“Jangan kemana-mana, ya?” Pesan Siwon untuk yang terakhir kalinya sebelum ia  menutup pintu dari luar.

 

Sungmin menghela nafas setelah Siwon menghilang dari pandangannya.

 

Sungmin menunduk lemas. Ia hanya menatap malas ke arah nampan berisi makanan yang disediakan Siwon. Sungmin tidak berniat untuk bangun atau melakukan apapun. Bukan tidak ingin. Sungmin masih belum bisa menghapus Kyuhyun dari pikirannya. Masih terekam dengan jelas kejadian menyakitkan itu di kepala Sungmin. Terus berputar seperti sebongkah kaset usang yang menyakitkan dalam memorinya.

 

Lebih dari kata ‘sakit’ yang dirasakan Sungmin setelah insiden Kyu-Wook tiga hari yang lalu. Ia sendiri heran.. Bagaimana bisa ia berharap kalau itu hanya mimpi atau Kyuhyun hanya bercanda?

 

Semua terlalu jelas, dan itu tidak memberi kesempatan bagi Sungmin untuk berharap macam-macam.

 

Sungmin memejamkan matanya sambil bersandar kebelakang. Ia mengusap perutnya dengan gerakan memutar, berusaha merasakan keberadaan makhluk kecil yang tetap membuatnya bertahan.

 

Kyuhyun junior. Kyumin kecil. Tapi tidak sekarang. Bayi ini hanya memiliki dirinya, karena itu Sungmin harus berjuang. Sungmin akan bertahan hidup demi Kyu- maksudnya Sungmin kecil.

 

Sungmin tersenyum, sudah terbayang dalam angannya bagaimana jika bayinya telah lahir.

 

Gadis kecil. Seperti itulah bayangannya.

 

Sudah lama Sungmin bermimpi memiliki seorang bayi prempuan. Dan Tuhan mengabulkan doanya. Ia hamil dengan statusnya tetap sebagai namja. Tuhan memberikan keajaiban dari suatu ketiadaan. Meski Sungmin harus menebusnya dengan hal yang paling berharga..

 

“Uh..” Sungmin mengerang pelan. Kepalanya nyeri. Sungmin bangun bangun dengan susah payah. Bermaksud untuk memanggil maid.

 

Namun pandangannya mengabur dan mulai tidak fokus. Sungmin menahan nafas. Kepalanya berdenyut makin nyeri saat BunnyBoy itu memaksakan diri untuk melangkah.

 

Sungmin menopang tubuhnya dengan berpegang pada meja rias. Namun kedua kaki itu bergetar dan tidak menuruti kehendak Sungmin. Saat kepalanya makin memberat,  jantungnya berdegub keras. Tubuh lemah itu oleng dan—

 

“DUK!”

 

 

oOoOoOoOo

Sudah lewat 3 hari sejak kejadian itu. Dan malam itu adalah saat terakhir kalinya Kyuhyun melihat Sungmin. Malam setelah ia menyadari kesalahannya yang terfatal. Malam dimana untuk pertama kalinya Kyuhyun menyadari betapa pentingnya eksistensi Sungmin dalam hidupnya.

 

“SHIT!”

Tidak cukup dengan seratus kali menyumpah serapah, Kyuhyun meraih vas bunga diatas meja dan melemparnya ke dinding hingga benda malang itu hancur berkeping-keping.

Entah itu pelampiasan amarahnya pada Ryeowook, atau pelampiasan amarah Kyuhyun pada dirinya sendiri.

 

Semua ini salahnya –dan Ryeowook. Sejak awal merekalah yang memulai kekacauan. Tapi Kyuhyun menutup mata dan justru menyalahkan Sungmin. Sekarang Kyuhyun tidak bisa memutar balik waktu untuk menghapus kesalahannya. Sudah terlambat..

 

Setiap kali mengingat insiden Ryeowook dan Yesung tadi malam, satu benda hancur ditangannya. Dan setiap kali mengingat Sungmin..

 

Sungmin..

 

“ARRRGGH!”

 

BUGH!

BUGH!

 

Kyuhyun menghantam tembok dengan kepalan tangannya. Tidak peduli memar dan luka akan bertambah disana. Selama sakit di tangannya bisa mengalihkan sesuatu yang terus berdenyut nyeri di dadanya.

 

Kamar ini –kamar tempatnya berbagi dengan Sungmin— tampak sangat mengenaskan. Benda-benda hancur berserakan di lantai. Dan tempat tidur Kyuhyun.. –tidak terungkapkan. Hanya tempat tidur Sungmin yang masih rapi seperti semula.

 

Jangankan untuk menyentuhnya, hanya untuk memandang bed mungil dengan selimut pink itu pun Kyuhyun merasa sakit.

 

Seolah ada sesuatu yang menghantam wajahnya kuat..

 

Hanya dengan melihat warna pink, Kyuhyun kembali teringat pada raut pucat Sungmin di malam ia meninggalkan BunnyBoy itu.

 

Sekali lagi Kyuhyun memaki dirinya dalam hati.

 

Dimana Minnie dan apa yang sedang dilakukannya sekarang?

Kyuhyun terduduk lesu dan menyandarkan kepalanya ke dinding.

Melihat Leeteuk yang bersikap tenang-tenang saja, Kyuhyun yakin kalau Leeteuk pasti sudah tahu Sungmin berada dimana dan bagaimana keadaannya. Namun Kyuhyun tidak  berani bertanya pada Leeteuk.

 

Bukankah ia sendiri yang meninggalkan Sungmin? Mungkin saja kini Sungmin membencinya. Sangat membencinya.

 

Lama Kyuhyun diam ditempatnya, hingga ia bergeming sedikit karena suara ribut-ribut dari luar. Kyuhyun berniat untuk mengabaikannya, namun gagal saat ia mendengar seseorang menyebut nama Sungmin berkali-kali.

 

“Sungmin masuk rumah sakit. Aku mau kesana sekarang,” Suara panik Leeteuk. Disusul dengan suara Kangin. “Kita tunggu yang lain, hyung.”

 

Sungmin masuk rumah sakit??

Mata Kyuhyun membulat kaget.

 

Kyuhyun membuka pintu kamarnya buru-buru, wajah piasnya bergantian menatap Kangin dan Leeteuk. “Aku ikut.”

 

 

oOoOoOoOo

Siwon baru sampai di rumahnya setelah lebih dari sejam ia keluar.

Aish. Padahal ia berjanji hanya pergi selama 15 menit!

 

Siwon segera masuk ke dalam dan melangkah cepat menuju kamarnya. Ia hanya pergi selama satu jam memang, tapi entah kenapa sebersit khawatir melintas di dadanya.

 

“Sungmin-hyung?” Siwon mengetuk pintu kamar tempat Sungmin beristirahat.

 

Sunyi. Tak ada jawaban.

 

Siwon membeku. Apa mungkin Minnie sedang tidur?

 

Siwon mengetuk lagi. Ia membuka pintu tanpa menunggu jawaban dari dalam.

 

Kosong.

 

Kening Siwon mengerut saat ia tidak menemukan Sungmin diatas tempat tidurnya.

 

“Min-hyung?” Kening Siwon berkerut khawatir. Sungmin tidak mungkin pergi kemana-mana kan?

 

Siwon melangkah mendekati tempat tidurnya. Ia melirik ke arah kamar mandi dan mendesah kecewa saat ia menemukan pintu itu terbuka –tidak ada seorangpun di dalamnya.

 

Siwon melangkah ke sisi tempat tidur, dekat meja rias, bermaksud mendekat ke jendela kamar. Namun mata Siwon terkunci pada sosok yang tergeletak di bawah meja rias.

 

Siwon tercekat. Matanya membulat horror pada sosok tubuh yang tergeletak tidak sadarkan diri itu.

 

Sungmin!

 

Siwon menghambur memeluk kepala Sungmin yang bersimba darah.

“Minnie!” Tangan kekar itu gemetar saat ia mengangkat wajah Sungmin. Pucat. Genangan darah membasahi lantai dan terus mengalir dari luka di kening Sungmin.

 

Apa yang terjadi??

Dada Siwon berdegub panik. Ia memberanikan diri mengusap darah yang mengotori pipi putih itu. Siwon tidak sadar, sebulir airmatanya jatuh saat yelapak tangannya bertemu dengan dingin wajah  Sungmin.

 

Siwon meraih ponsel di sakunya dengan tangan gemetar.

 

Bep.

 

‘Won?’ Terdengar suara Leeteuk di sebrang.

 

Siwon menatap wajah pucat Sungmin sekali lagi. Dua tangannya gemetar. Sesak rasanya melihat mata itu terpejam dengan merah darah mengalir dari keningnya..

 

‘Won? Kenapa diam? Ada apa??’

 

Siwon menarik nafas, berusaha mengumpulkan segenap jiwanya yang hilang tadi.

 

“Te-teuk-hyung? Tolong ke rumah sakit s-sekarang. Sungmin–”

 

oOoOoOoOo

 

Tbc..

 

Yang udah baca, tinggalkan feedbaaaaack~~

 

33 thoughts on “Love Like This – Chapter 1

  1. Nhaa Joonie says:

    aku nangis..
    nyesek banget, kyu jahat eaa ma minnie.. setelah minnie pergi ajja baru menyesal, ukh pengen bejek2 kyu deh.. *dibejek duluan ma minnie

  2. kiannielf says:

    waaaaa ini pernah di published di ffn kn sebelumnyaaa?hhi tp ana ga bosen bacanya kok😄 jinjayoo..

    ntr ana comment chapt keduanya lg hhi xp

  3. nene says:

    KYU KAU KEJAAAAMMM :@
    ARRRGGHH tuh kan akhirnya nyesel, rasain lo, rasain!! berani2 nya nyakitin ming
    hiks… hikss

  4. rena_kim says:

    aishhhhhhh kyu knpa jahat bngt sih sama sungmin????
    tega bngt bohongin perasaan sungmin, bnr2 jahat deh padahal kan minnie lagi hamil anaknya kyu😦

    tp sungmin baik2 aja kan????????
    smoga deh semua baik2 aja amiennnnnnnnn o:)

  5. hana says:

    hm, rumit ni crta. penuh sandiwara, hiahaha
    N jg penyesalan emg slalu dtg trlmbat ya.

    Kynya siwon bakalan jd pghlg kyumin nih. Kyu fighting, dptkn minnie lg😀

  6. qq says:

    owmaigaaattt kyu jahatbeutt ma sungmin,,tenyta min udh hamil anak kyu
    udah berbuat yg iya2 malah kyu bilang selama ini cuma pacaran pura2. apaan tuh,,pura2 kok udh bikin Min hamil:/

  7. kyuminniewine says:

    nyesek senyesek2nyaaaaaaa,
    kyu dafuq T_____T jahat sama sungmin opaaaaa huhu😦
    udah sama siwon aja kamu oppa, baik siwon #lahhhh
    duh thor, next ah, semangat yaaah😀

  8. FOR THE GOD SAKE, INI BENER – BENER HEAVY ANGST !!! kyyaa~ kyu jahat banget ama ming, katany gak suka tapi di bikin hamil. aiissh kyu!

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s