Of Abnormal Things Chapter A

“You want a baby, don’t you? Our baby, our blood and flesh,” ucap Kyuhyun meyakinkan Sungmin. Sungmin hanya mengangguk lemah sebagai respon. Ia juga ingin memiliki keturunan, seperti Kyuhyun. Namun entah mengapa firasat buruknya makin menguat. Tapi sebagai seorang kekasih yang baik, Sungmin tak ingin mengecewakan Kyuhyun.

Disclaimer      : Kyuhyun and Sungmin belongs to each other.

Pairing            : KyuMin

Rating             : PG-15

Warning         : MPreg, Anak dibawah umur ga boleh baca! *author ga ngaca*

 

Summary       : Kyuhyun menginginkan seorang keturunan dari Sungmin. Dan ia mendapatkan caranya. Hanya saja… Kyuhyun tidak pernah memperhitungkan konsekuensi dari semua hal diluar nalar ini.

a/n                  : Setelah bertahun-tahun saya terjembab di dalam kubang nista dunia MPreg, ditambah lagi hobi saya di bidang sadisme dan psychotic, jadilah fanfic ini. xDD

oOoOoOoOoOo

Of Abnormal Things © Lee Sunmiina

oOoOoOoOoOo

Mobil mereka berhenti sejak lima menit yang lalu, namun dua sosok di dalam mobil itu belum juga bergeming dari sana. Di balik kaca mobil itu, mereka memperhatikan sebuah rumah tua, bergaya Korea kuno abad 18-an.

Rumah itu tampak tidak terurus; rumput dan ilalang tumbuh tinggi dan menjalar disekitarnya, dindingnya juga tampak kusam, jaring laba-laba bertebaran dan aura kelam yang menyeruak dari sana menambah kesan menyeramkan bagi siapapun yang melihat rumah ini.

Sungmin sendiri bingung. Apa benar ada orang yang mau tinggal disana?

“Kyu? Aku tidak yakin ada orang yang tinggal di rumah itu.” Sungmin berbisik takut disisi Kyuhyun.

“Kita tidak akan tahu kalau belum mencobanya, kan hyung? Lagipula sejak dulu rumah ini memang begini. Tidak pernah diurus oleh bibi Jung.” Kyuhyun ingat sekali, terakhir kali ia masuk ke rumah itu..

13 tahun yang lalu –saat ia masih berusia 10 tahun— ia berkunjung kesini bersama ibunya. Kalau bukan karena dipaksa, Kyuhyun kecil tidak akan pernah mau masuk kesana. Dan saat itu Kyuhyun kecil menemukan emosi yang sama dari raut wajah ibunya. Kyuhyun yakin, kalau bukan karena ingin menyampaikan berita soal kematian kakeknya ke bibi Jung, Ny. Cho tidak akan pernah sudi masuk kerumah si nenek sihir Jung…

Tidak banyak yang berubah, hanya.. rumah ini tampak makin menyeramkan di mata Kyuhyun.

“Kyuhyun?” Sungmin mencengkeram lengan Kyuhyun erat, seolah menginginkan kekasihnya tetap tinggal di mobil, tidak turun atau masuk ke rumah menyeramkan itu.

“Kyuhyun? Apa kau yakin?” suara Sungmin makin mengecil. Ia menanyakan hal yang sama sejak tadi. Apa Kyuhyun yakin ia benar-benar ingin melakukan ini??

“Hyung, kita sudah membicarakannya kan? Dan kau sudah setuju kemarin.” Kyuhyun menatap mata Sungmin lembut. Ia mengusap pipi Sungmin perlahan, seolah memberi asuransi untuk semua prasangka negatif dalam hati Sungmin. Namun kepala Sungmin makin menunduk, ia makin ragu dengan keputusannya. Sungmin merasa sesuatu yang buruk –sangat buruk— tengah menantinya di dalam sana.

“Hyung, tatap aku..” Kyuhyun mengangkat dagu Sungmin, berusaha membuat Bunnyboy itu menatap lurus ke dalam matanya. Ia ingin Sungmin melihat satu keyakinan di dalam matanya.

“You want a baby, don’t you? Our baby, our blood and flesh,” ucap Kyuhyun meyakinkan Sungmin. Sungmin hanya mengangguk lemah sebagai respon. Ia juga ingin memiliki keturunan, seperti Kyuhyun. Namun entah mengapa firasat buruknya makin menguat. Tapi sebagai seorang kekasih yang baik, Sungmin tak ingin mengecewakan Kyuhyun.

“Percaya padaku hyung.. Semua akan baik-baik saja. Semuanya akan berjalan seperti apa yang kita rencanakan.” Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin, erat.

Sungmin balas menatap mata coklat itu, dan perlahan keraguannya sirna. Ia percaya pada Kyuhyun. Tentu saja ia percaya pada orang yang dicintainya.

“Kyu? Boleh aku tinggal di mobil?” Sungmin bertanya takut, sambil sedikit melirik rumah tua itu dari balik kaca mobil.

Kyuhyun menghela nafas, ia tampak berfikir sejenak lalu mengangguk. “Yasudah, kunci dari dalam, ya hyung..” Kyuhyun mengecup bibir Sungmin sekilas, lalu keluar dari mobil dan bergegas menuju rumah tua di sebrang jalan.

oOoOoOo

“Permisi.. Bibi Jung?” Kyuhyun mengetuk pintu itu untuk kesekian kalinya. Sesekali ia berbalik untuk melambai dan tersenyum ke arah jendela mobilnya.

“Bibi Jung?!” Kyuhyun mengetuk makin kuat, hingga ia mendengar suara langkah samar dari dalam rumah itu. “Bibi Jung??”

“Siapa kau?” suara itu muncul dari balik pintu yang masih tertutup, berbisik serak dan samar.

Kyuhyun menelan ludah sebelum menjawab, “Aku Kyuhyun. Putra bungsu keluarga Cho.”

Senyap. Tidak ada jawaban.

“Bibi Jung?”

“Mau apa kau kesini??!” suara serak dari dalam terdengar kesal.

“Aku tidak bermaksud buruk. Bisa buka pintunya? Boleh aku masuk terlebih dulu?” Kyuhyun bertanya, sesopan mungkin, karena bibi Jung orang yang sangat sensitif.

Pintu itu bergeser perlahan, lalu terbuka sedikit. Seorang wanita tua mengintip dari dalam. Matanya menatap tajam dan lurus ke dalam mata Kyuhyun. Kyuhyun berjengit kaget melihat raut keriput yang tengah memandangnya tajam. Ia menelan ludah lagi, lalu perlahan memiringkan tubuhnya dan masuk ke dalam karena pintu yang dibukakan bibi Jung hanya cukup untuk Kyuhyun lalui dengan memiringkan badan.

oOoOoOo

Kyuhyun mengernyit. Ia menahan nafas dan menatap sekelilingnya.

Ruang tamu rumah ini temaram, jendela-jendela tertutup rapat. Mungkin karena itu ruangan ini terasa begitu pengap. Tidak begitu berantakan sebenarnya, perabotan-perabotan tua tersusun rapi, kontras sekali dengan keadaan halaman rumah. Kyuhyun menebak kalau bibi Jung tidak pernah keluar rumah, seperti cenayang yang selalu dipikirkannya. Tersembunyi dan antisosial.

Wanita tua itu berjalan dengan gerakan pelan. Bahunya sudah membungkuk karena usia. Kyuhyun sendiri bingung kenapa semua keluarga dan saudara-saudaranya memanggil wanita ini dengan sebutan ‘Bibi’. Padahal ia adik dari Cho Naara, nenek Kyuhyun.

“Kau memang keturunan Cho..” Bibi Jung menuang teh ke dalam gelas Kyuhyun. “Menatap semua orang dengan tatapan sombong dan angkuh,” sambung bibi Jung lagi. Kyuhyun hanya bergeming sedikit mendengarnya.

“Mau apa kau kesini, huh?” Bibi Jung duduk di kursi yang berhadapan dengan Kyuhyun. Kyuhyun memberanikan diri membalas tatapan tajam Bibi Jung. Tekadnya bulat, demi Sungmin dan dirinya.

“Aku ingin minta tolong.” Kyuhyun menelan ludah, kesulitan mengatakan tujuannya.

“Huh? Tuan muda Cho yang angkuh meminta tolong padaku? Memangnya apa yang bisa diharapkan dari si wanita yang terbuang..” Wanita tua itu bangun, ia menopang berat tubuhnya dengan berpegang pada lengan-lengan kursi. Lalu ia melangkah perlahan, menuju jendela.

“A-aku—aku menginginkan keturunan, bi. Aku tahu kau bisa menolongku,” Kyuhyun mengatakannya dalam satu tarikan nafas. “Aku harap kau mau menolongku.”

“Memangnya ada apa dengan kekasihmu yang ada di dalam mobil itu, huh? Dia mandul dan tidak bisa memberimu keturunan?” Bibi Jung mengintip dari balik jendela. Mata wanita tua itu membulat begitu ia melihat wajah Sungmin di jendela mobil yang terbuka. Sosok yang cantik, namun tidak akan bisa menipu mata tuanya.

“Bukan. Dia na—“

“Namja?” Bibi Jung menyelesaikan kalimat Kyuhyun. “Aku tidak menyangka. Ternyata kalian keluarga Cho memang orang-orang egois tidak berperasaan,” Bibi Jung mengeram pelan, menunjukkan sedikit amarah yang ia redam selama bertahun-tahun. “Kasihan pemuda manis itu..” Wanita itu mengelus bingkai jendelanya lembut seolah ia tengah mengelus wajah porselen Sungmin. “Dia tidak pantas mendapatkan pemuda Cho yang egois..”

Kyuhyun melotot mendengarnya. “Maaf bibi Jung. Aku sedang terburu-buru.” Kyuhyun menekan suaranya, berusaha menahan emosi.

Bibi Jung berbalik menatap Kyuhyun. Kyuhyun bisa melihat kilatan kebencian dari pupil yang mulai memudar itu.

“Dasar pemuda egois! Kau angkuh sama seperti kakekmu!” desis bibi Jung sambil menunjuk-nunjuk wajah Kyuhyun. “Apa kau tahu kenapa Cho tidak pernah menemukan kebahagiaan yang sejati?? Itu karena keangkuhan kalian!! Kalau saja kakekmu tidak melakukan hal itu kami, nama Cho pasti tidak kotor seperti sekarang!!”

“Bibi Jung!” tekan Kyuhyun, memperingati  wanita tua di hadapannya. Emosinya sudah diujung kerongkongan. Kyuhyun tidak ingin bermasalah karena menganiaya seorang nenek tua.

Wajah bibi Jung mengendur, emosinya seolah berbalik 180 derajat. “Tapi karena aku bukan orang angkuh seperti kalian, aku akan membantumu.” Cukup dengan satu kalimat itu, Kyuhyun memutuskan untuk menahan emosinya sedikit lebih lama.

Bibi Jung menghilang ke balik kamarnya, lalu ia kembali setelah beberapa saat. Ia membawa sesuatu di tangannya.

“Kalian keluarga Cho sejak dulu memang suka mengingkari apa yang sudah dituliskan. Apa yang seharusnya tidak terjadi akan membawa akibat buruk..”

Kyuhyun mengabaikan ucapan bibi Jung. Tatapannya tertuju pada botol kecil berwarna hitam yang dibawa bibi Jung. Meski temaram, Kyuhyun bisa melihat kalau botol itu terbuat dari kayu, berukuran segenggaman tangan orang dewasa.

“Campur sedikit rambutmu ke dalam minuman ini dan berikan pada kekasihmu setelah kalian berhubungan di malam purnama, lalu simpan botol ini untuk digunakan saat masanya tiba. Sisanya lakukan sebagaimana mestinya.”

Setelah itu, Kyuhyun mengucapkan terima kasih dan melesat pergi. Ia tidak ingin berlama-lama mendengar dongeng sang nenek sihir tentang kebenciannya dan kisah orang-orang yang angkuh.

Kyuhyun bisa mendengar suara bibi Jung yang mendesis pelan sebelum ia menghilang di balik pintu.

“Ingat Cho, kau tidak bisa menghentikannya saat sekali kau memulainya.”

oOoOoOo

Kyuhyun membanting pintu mobil dan segera menyalakan mesin.

“Kyuhyun? Bagaimana?” Sungmin bertanya gugup. Kyuhyun tersenyum memandang pemuda manis itu, ia mengecup bibirnya sekilas. Tanpa menjawab pertanyaan Sungmin, ia bergegas menginjak pedal gas dan membawa mobilnya enyah dari tempat itu.

“Kyuhyun? Jadi bagaimana? Bibi Jung itu mau membantu?” Sungmin bertanya setelah beberapa saat. Mobil mereka sudah jauh dari desa tempat Bibi Jung tinggal, tapi ini masih separuh perjalanan menuju Seoul.

Kyuhyun mengangguk dengan wajah puas, senyumnya merekah. Tentu saja ia senang, usaha mereka tidak sia-sia.

Sungmin bertepuk tangan senang dan Kyuhyun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mengecup bibir plump itu saat ia melihat sikap cute Sungmin tadi.

“Terus apa yang dikatakan wanita itu? Dia itu siapa sih Kyu? Kau kenal darimana?” berondong Sungmin penasaran.

“Dia tidak bilang apa-apa, hanya beberapa nasihat.” Kyuhyun melirik ke arah Sungmin. Dan sekali lagi ia tidak bisa menahan senyum melihat ekspresi penasaran Sungmin yang –cute.

“Dia itu kakak dari nenekku. Kakekku, penerus keluarga Cho awalnya di jodohkan dengannya. Tapi kakekku mencintai adik bibi Jung, nenekku. Dan memutuskan pertunangannya dengan bibi Jung dan menikahi nenekku. Dia semacam mendendam begitulah. Kau tau?”

Sungmin mengangguk antusias, ia menyimak dengan serius setiap kata-kata Kyuhyun. Dan entah sudah keberapa kalinya untuk hari ini, Kyuhyun tidak bisa menahan diri saat melihat wajah manis kekasihnya. Ia memandang wajah Sungmin dengan senyum bahagia dan Sungmin membalas tatapan Kyuhyun dengan senyum cutenya. Tanpa mereka sadari sebuah truk tengah melaju dari arah yang berlawanan, dan..

DHUARR!! BRUGH!!

KyuMin tewas ditempat kejadian.

*Hueeee, becanda’an doang xDD*

PLAK-PLAK-PLAK *Author digampar bata bolak-balik*

 

Balik ke cerita..

Sungmin mengangguk antusias, menyimak dengan serius setiap kata-kata Kyuhyun.

“Intinya, usaha kita tidak sia-sia, hyung.” Kyuhyun terkekeh. Melihat wajah bahagia Kyuhyun, Sungmin tidak bisa mengingkarinya. Meski masih ada perasaan-perasaan buruk yang mengganjal di dada, Sungmin ikut tersenyum senang.

“Sekarang cium aku hyung.”  Kyuhyun memajukan bibirnya sambil memejamkan mata.

“Hei! Lihat ke jalan! Nyupir yang benar!” Sungmin pura-pura memukul wajah Kyuhyun, ia berusaha mengalihkan mata Kyuhyun dari semburat merah di wajahnya.

“Kalau begitu pipi saja.” Kyuhyun menyodorkan pipinya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan. Dan saat ia merasakan bibir lembut Sungmin menyentuh pipinya, Kyuhyun langsung menengok dan menyambar bibir malang itu.

“KYUHYUN!!”

“HAHAHA!!”

oOoOoOo

“Kyu?” Sungmin bergantian memandang Kyuhyun dan botol di tangan Kyuhyun dengan ragu. “Baunya tidak enak.” Sungmin menggeleng, ia berusaha menjauhkan botol itu dari wajahnya.

“Tahan nafas dan minum pelan-pelan hyung.. Ayo dong,”

Sungmin masih menatap Kyuhyun dengan enggan. Ia ingin menggeleng kuat-kuat, namun melihat sepasang mata penuh harap Kyuhyun…

“Ayo cepat, aku temani..” Kyuhyun menutup tubuh bawah Sungmin yang terekspos dengan selimut bluebabynya. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin, lalu mengeratkan tubuh Sungmin ke dadanya dan memeluk Bunnyboy itu dari belakang.

Mereka duduk dipinggir king size bed, tanpa mengenakan apapun. Hanya selimut tebal yang menutupi tubuh bawah Sungmin, sedang bagian privasi Kyuhyun ditutupi Sungmin yang duduk di depannya.

“Ayo, pelan-pelan,” rayu Kyuhyun lembut. Tangan kirinya kini meremas tangan kiri Sungmin, berusaha memberi support, dan tangan kanannya membantu menggenggam botol kecil itu mendekat ke mulut Sungmin.

Sungmin memejamkan matanya, berusaha mengusir perasaan-perasaan buruk saat botol mungil itu makin mendekat ke mulutnya.

Diluar sedang purnama. Hawa diluar sana pasti dingin sekali, karena sesaat yang lalu Sungmin bisa merasakan angin dingin itu menyelusup masuk ke kamar dan menembus pori-pori kulitnya. Sesaat yang lalu.. Sesaat sebelum cairan kemerahan dari dalam botol itu masuk dan mengalir melewati tenggorokannya.

Setelah itu Sungmin merasa seolah sekujur tubuhnya terbakar. Panas.

Tubuh Sungmin mengejang dalam pelukan Kyuhyun. Lidahnya kelu dan kerongkongannya seperti terbakar, tidak ada kata yang bisa meluncur dari bibir plump yang mulai membiru itu, kecuali desis sakit dan rintihan penuh penderitaan.

Kyuhyun sempat panik melihat Sungmin yang mengejang kesakitan, ia tidak bisa memikirkan yang lain. Kyuhyun berharap kalau ini hanya proses dari cara kerja ramuan itu. Ia memeluk tubuh Sungmin makin erat lalu membaringkan tubuh Sungmin yang masih sesekali mengejang dengan hati-hati.

“Kyuhhh—“ Sungmin berusaha fokus, tatapannya kabur karena airmata menggenang dan mulai membasahi wajahnya.

“Sssshhh, aku disini hyung. Semua akan baik-baik saja. Percaya padaku.” Kyuhyun sendiri tidak yakin dengan apa yang diucapkannya. Apa benar semua akan baik-baik saja??

Kyuhyun merasakan sesak yang sama dirasakan Sungmin.  Hatinya sakit sekali melihat airmata yang mengalir di wajah namja manis itu. Kalau ia bisa, ia ingin menanggung sakit yang dirasakan Sungmin sekarang.

Kyuhyun menarik selimut itu hingga menutupi tubuhnya dan Sungmin yang tidak mengenakan apapun sejak tadi. Kyuhyun membenamkan wajah Sungmin ke dadanya dan memeluknya erat, sedang BunnyBoy itu terus bergetar dalam pelukannya. Kyuhyun mengusap kepala Sungmin sambil menggumamkan beberapa lagu, berharap itu bisa mengurangi  rasa sakit kekasihnya.

Sedikit yang Kyuhyun tahu.. Ramuan itu mulai bekerja, membentuk organ-organ baru yang seharusnya tidak ada dalam tubuh seorang namja.

oOoOoOoOoOo

“Hyung?  Aku kan sudah minta maaf.. Nanti kuganti tiga lusin deh..” rayu Kyuhyun dengan nada memelas sambil menarik-narik lengan Sungmin, meminta perhatian.

Sungmin tidak menjawab, ia hanya menggeleng kuat. Wajahnya dilipat tujuh. Tidak sedikitpun Sungmin berpaling ke arah Kyuhyun, ia terus saja berpura-pura menonton TV.

“Hyung..” Kyuhyun makin merasa bersalah saat ia menangkap genangan di mata Sungmin. Dan rasa bersalah itu makin berlipat ganda saat Kyuhyun melihat Sungmin menggigit bibirnya, berusaha menahan tangis.

Kyuhyun sendiri bingung kenapa Sungmin tiba-tiba jadi sosok yang moody selama seminggu terakhir. Padahal masalahnya sepele! Kyuhyun HANYA memakan coklat  yang disimpan di freezer selama dua minggu! Karena takut coklat itu rusak jika didiamkan terus, tentu saja Kyuhyun memutuskan untuk memakannya. Tapi Kyuhyun tidak tahu kalau keputusannya untuk menghabiskan coklat yang hampir basi itu akan berujung seperti ini…

Didiamkan Sungmin.

Sejak pagi.

Hingga detik ini.

Dan Kyuhyun paling tidak tahan melihat Sungmin yang sedang dalam ngambek mode. Ditambah dengan wajah terluka kekasihnya, maka makin bertumpuk-tumpuklah rasa penyesalan Kyuhyun.

“Hyung, coklat itu kan hampir basi. Kalau kau sampai memakannya dan jatuh sakit, bagaimana?”

Sungmin melotot mendengarnya. “Buktinya kau tidak sakit!!” teriaknya kesal. Airmatanya sudah tumpah ruah. Bagaimana bisa Kyuhyun mengelak dari kesalahannya??! Padahal Sungmin sengaja tidak memakan coklat itu tadi malam, agar ia bisa menikmatinya pagi ini.

Hati Sungmin sakit mengingat kejadian tadi pagi; saat Sungmin kelaparan pagi ini, ia berjalan menuju dapur sambil membayangkan manisnya coklat yang didinginkan di freezer… Sungmin membuka pintu kulkas dengan perasaan berbunga-bunga, tapi apa yang  ia temukan?? Coklat itu hilang!! Dimakan suaminya sendiri.

Tidak ada yang lebih menyedihkan dari itu.

“Jahat!!” akhirnya tangis Sungmin benar-benar pecah. Kyuhyun segera memeluk Sungmin sebelum BunnyBoy ini melakukan hal yang lebih ekstrim. Terakhir kali Kyuhyun membuat istrinya menangis, ia berakhir dengan pipi lebam karena dilempar bola golf. Kyuhyun tidak ingin hal serupa kembali terulang menimpanya.

Sungmin memukul dada Kyuhyun berkali-kali, berusaha menunjukkan rasa kesalnya pada Kyuhyun. Buatnya ini bukan hanya persoalan tentang coklat, tapi perasaan seorang istri yang terluka!

“Jeongmal mianhae chagiyaaa. Kuganti dengan apapun. Cake? Pudding? Es krim stroberi??” Kyuhyun menarik tubuh Sungmin makin mendekat. Ia memeluk Sungmin erat sambil mengusap punggung istrinya, berusaha menenangkan Sungmin.

Sungmin membenamkan wajahnya di dada Kyuhyun dan balas memeluk Kyuhyun. Tangisnya mulai mereda, berganti dengan isak dan racauan samar dari bibir mungil itu. “…aku mau es krim stroberi. Sekarang!”

Kyuhyun tersenyum, “Siap tuan putri!” lalu membuka flip handphonenya dan memesan es krim secara delivery.

oOoOoOoOoOo

“Pelan-pelan hyung makannya..” Kyuhyun mengusap noda eskrim di pinggir bibir Sungmin dengan penuh perhatian. Sungmin bergeming, tidak menghiraukan Kyuhyun, ia serius menonton kartun sambil melahap es krim ditangannya.

Kyuhyun memperhatikan suap demi suap es krim yang masuk ke mulut Sungmin. Sungmin sudah menghabiskan dua cup es krim berukuran besar, dan Bunnyboy itu masih belum berhenti menyuapkan es krim ke dalam mulutnya.

“Hyung, kau sudah menghabiskan tiga cup. Sudah-sudah, untuk besok lagi ya..” Kyuhyun berusaha mencegah Sungmin yang ingin membuka cup es krim ke-empat.

“Tapi aku masih mau Kyuu~~” Sungmin merajuk.

“Jangan hyung. Nanti kau sakit perut!” Kyuhyun menekan suaranya.

Sungmin menatap Kyuhyun dengan mata yang berkata-kaca. Kyuhyun menelan ludah.

“Yasudah! Ini yang terakhir. Sisanya untuk besok.” Kyuhyun menyerah, ia tidak akan bisa melawan mata Sungmin yang tengah memelas. Kyuhyun bangkit dengan membawa tiga cup es krim yang masih utuh untuk disimpan di lemari es.

“Boleh kuganti channelnya, hyung?” Kyuhyun sudah memegang remote, siap untuk mengganti acara kartun anak-anak yang sedang tampil di TV. Namun Sungmin menggeleng kuat-kuat, ia berbalik menatap Kyuhyun yang duduk disofa dengan sendok yang masih tersangkut di mulutnya. Kyuhyun meletakkan kembali remote di tangannya sambil mendesah kecewa.

Kyuhyun tidak menyukai acara kartun anak-anak, karena itu ia lebih memilih memperhatikan Sungmin. Kyuhyun tersenyum setiap kali Sungmin menunjukkan ekspresi cutenya. Semakin memperhatikan Sungmin, Kyuhyun tiba-tiba teringat sesuatu…

Akhir-akhir ini mood istrinya selalu jelek, mudah emosi dan menangis karena hal sepele. Kyuhyun juga memperhatikan pola makan Sungmin yang belakangan ini terkesan –rakus. Padahal Kyuhyun tahu sekali, Sungmin itu orang yang paling memperhatikan bentuk tubuh. Sampai beratnya naik sedikit saja, Sungmin pasti kelimpungan setengah mati. Hnggg..

Apa mungkin Sungmin…

Lamunan Kyuhyun terpecah saat Sungmin berpaling kearahnya sambil mengatup mulut dengan tangan kanannya dan tangan kirinya mencengkeram perut.

“Hyung? Ada apa??” Kyuhyun bertanya, khawatir.

Sungmin tidak sempat menjawab, ia berlari menuju kamar mandi. Perutnya bergejolak dan sesuatu seolah naik ke kerongkongannya dan memaksa untuk keluar.

“Hyung??!” Kyuhyun bergegas mengikuti Sungmin. Ia membuka pintu kamar mandi lebar-lebar. “Sudah kubilang kan, jangan terlalu banyak makan es—“ Kyuhyun terkesiap, jelas sekali ia melihat wajah Sungmin yang memerah karena berusaha memuntahkan apapun yang ada di perutnya. Tapi tidak ada yang keluar, tidak ada apapun selain saliva yang mengalir dari bibir Sungmin.

Kyuhyun memijat tengkuk Sungmin perlahan, sebelah tangannya menopang dada Sungmin.

Sungmin masih berusaha memuntahkan isi perutnya. Isak tangis mulai terdengar. Dua tangan Sungmin bertumpu pada pinggiran wastafel untuk menopang tubuhnya yang terasa kian memberat.

Sungmin mengusap sisa-sisa saliva di bibirnya dengan punggung tangan. Kepalanya seperti berputar, pusing dan nyeri.

“Kyuhh—“ Sungmin baru akan berbalik, namun tubuhnya benar-benar memberat dan sulit sekali  untuknya menjaga keseimbangan.

Kyuhyun refleks menangkap tubuh Sungmin yang oleng.

“HYUNG!!”

oOoOoOoOoOo

Kyuhyun membawa mobilnya melalui jalan besar kota Seoul tanpa arah. Sungmin duduk di sisinya, masih tidak sadarkan diri. Awalnya Kyuhyun ingin membawa Sungmin ke Rumah Sakit.namun ada satu hal yang mengganjal di dadanya. Hal itu membuatnya ragu untuk membawa istrinya ke Rumah Sakit.

Bagaimana kalau dugaannya ternyata benar? Melihat keadaan Sungmin akhir-akhir ini, bagaimana jika Sungmin benar-benar..

…hamil?

Kalau perkiraannya benar, maka pergi ke Rumah sakit adalah keputusan yang sangat tidak tepat.

Kyuhyun melirik sebuah minimarket di sisi jalan. Tanpa pikir panjang, ia memarkir mobilnya dan masuk ke sana.

oOoOoOoOoOo

Sungmin membuka matanya. Sungmin mengerjap beberapa kali sebelum ia benar-benar  sanggup memperhatikan suasana di sekitarnya.

Pink. Dinding-dinding berwarna pink. Sungmin tidur dibawah selimut babyblue. Lalu tatapan Sungmin beralih pada lemari dengan tiga pintu, komputer, dan beberapa bunny yang tergeletak manis di atas kepalanya. Tempat yang sangat familiar..

“Kyuhyun,” panggil Sungmin serak. Sungmin memejamkan matanya lagi, kepalanya masih berdenyut nyeri.

“Hyung? Aku disini.” Kyuhyun meraih tangan Sungmin dan menggenggamnya erat.

“Kyu, sakit..” Sungmin mengeluh lagi, ia berbisik dengan suara serak, sekujur tubuhnya melemas.

Kyuhyun mengusap rambut Sungmin “Ssh.. Tidak apa-apa.”

“Kita ke dokter saja, Kyu~” rengek Sungmin.

“Jangan, hyung. Kita harus memastikan sesuatu dulu..”

Kening Sungmin mengerut mendengar ucapan Kyuhyun. Ia membuka matanya dan menatap Kyuhyun dengan raut bertanya. “Memastikan apa?”

“Ini.” Kyuhyun membuka kantong plastik putih yang tergeletak di sisi meja, lalu mengeluarkan satu testpack. “Kalau hasilnya negatif, kita ke dokter. Itu berarti kau memang benar-benar sakit,” jelas Kyuhyun. “Tapi kalau hasilnya positif.. Kita tidak perlu ke dokter..” Kyuhyun mengeluarkan 4 benda yang sama dari kantong plastik itu. Kelimanya harus digunakan, karena mereka harus mendapatkan hasil yang akurat –tanpa bantuan medis.

“Aku coba sekarang! Akh!” Kepala Sungmin berdenyut kuat saat ia bermaksud untuk bangun. Kyuhyun refleks membantu Sungmin bangun dari tempat tidur. Ia memapah Sungmin sampai ke depan pintu kamar mandi.

“Biar aku sendiri Kyu,” Sungmin berusaha menopang dirinya dengan berpegang pada dinding kamar mandi.

“Tapi hyung—“

“Sudah keluar sana, dasar pervert!”

Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa menurut saat Sungmin mendorongnya keluar dari kamar mandi.

Kyuhyun tertawa saat Sungmin mengunci pintu kamar mandi dari dalam. “Kenapa sih, hyung? Seperti aku mau berbuat macam-macam saja,” Kyuhyun berkata kuat-kuat, agar Sungmin bisa mendengarnya dari dalam. “Lagipula kalau aku mau macam-macam kan sudah sah!”

Kyuhyun duduk di pinggir tempat tidur, menunggu Sungmin dengan sabar. Sesekali ia mengetuk-ngetukan kakinya ke lantai kamar. Gugup. Seperti menunggu pengumuman kelulusan ujian.

“Semoga hasilnya positif,” doa Kyuhyun dalam hati.

Entah Tuhan atau Iblis yang mendengar doa Kyuhyun saat itu..

Kyuhyun refleks mendongkak saat ia mendengar suara derik pintu kamar mandi terbuka. Sungmin berdiri disana, berpegang pada daun pintu dengan ekspresinya tidak terbaca.

“Kyu..” Sungmin mengangkat lima testpack yang digenggamnya dengan gemetar.

oOoOoOoOoOo

TBC

RnR please~

25 thoughts on “Of Abnormal Things Chapter A

  1. Dian EunhyukieYesungie kyumineunhaelforeverSuju says:

    komennya di mana ini??? di sni aja kh?? klo iya…
    DASAR KYU PERVERT!!! umin mau cek hsil test pack aja msa pk eikut” sgala..hahaha..
    ih..Umin sama Bibi Jung itu knp sih..kok sdh memperkirakan keadaannya bkalan jdi bruk…
    Lnjut cpa. B >>>>>>>>>>>

  2. mrinl says:

    *o*. keren benget , kyaaa akhirnya aku bisa baca ff author satu ini yang mengandung unsur humor kekekekekeke~ , akhirnya ming hamil #plak. belum juga diketahui ==”. berhubung aku sibuk kak XDD~, aku lanjut ke part selanjutnya yah? nyahahahaha~ soal ffnya, menurutku semuanya pas (Y). dari typo *yang enggak ada* sampai alurnya yang enggak kecepetan dan kelambatan ^^*jangan ngapung(?) ne? XXD~. Fighting ^^9

  3. rena_kim says:

    annyeongggggggg
    rena imnida, salam kenal ya ak reader baru loh d’sini

    ff n ceritanya daebakkkkkkkk bngt thor ak suka deh
    tp ak koment d’part terakhir ya??????
    kejar target soalnya hehehehehehe

    mianhae author yg baik😉

  4. lidya21 says:

    qooh, lo harus jawab pertanyaan gue, “organ-organ baru yang seharusnya tidak ada dalam tubuh seorang namja” itu apa tah? #pasangmukesokpolos ahahaha😀

  5. guixianstan says:

    Omona O.O

    Bibi Jung sebenernya dendam kenapa😮 yaampun aku kira ketabrak truk beneran -3- hahh aku dapet cerita ini waktu nyari epep kyumin xD awalnya penasaran gara-gara judulnya kkkk ;3 pas aku buka dan baca jeng jeng jeng ceritanya seru xD okeh! Saya mau lanjut baca :3 keep writting!^^

  6. Yoon Eun Kyo says:

    kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,, minnie hamill…. argh cho kyu hyun, kau benar2.. minaa~si ff mu keren sekali,,,, aq lanjt ke chapter 2 ya,,,, ><

  7. omo~~ tu bibi jung serem amat yak, apalagi rumahnya, hiiyy ga kebayang tu rumahnya kaya apa#lumayan buat acara uji nyali

    waduh, tu sungmin ko kaya yg lagi ngidam ya, mana sempet ngalamin morning sick
    jangan2 sungmin beneran hamil

  8. Terselubung says:

    Baaaah author otaknya dari apa siiih? Bisa githu punya ide briliant beginii :O sampe mangap gue wkwkwk efek obatnya serem dan ming kalo ngidam bahayaaa. Hayoo itu hasilnya apa hayooo -,- cuus next chap ~~~

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s