Of Abnormal Things Chapter B

Sungmin menatap Kyuhyun kecewa, lalu ia menunduk sambil menggigit bibir. Keinginannya benar-benar kuat, rasanya dadanya akan membuncah kalau Kyuhyun tidak bisa memberikannya susu sekarang. Sungmin mencengkeram perutnya yang terasa makin melilit, ia menangis tertahan. Sungmin tidak bermaksud bersikap kekanak-kanakan di depan Kyuhyun, tapi airmata itu keluar begitu saja. Dadanya sesak.

Disclaimer      : Kyuhyun and Sungmin belongs to each other.

Pairing            : KyuMin

Rating             : PG-15

Warning         : MPreg, Anak dibawah umur ga boleh baca! *author ga ngaca*

 

Summary       : Kyuhyun menginginkan seorang keturunan dari Sungmin. Dan ia mendapatkan caranya. Hanya saja… Kyuhyun tidak pernah memperhitungkan konsekuensi dari semua hal diluar nalar ini.

a/n                  : Setelah bertahun-tahun saya terjembab di dalam kubang nista dunia MPreg, ditambah lagi hobi saya di bidang sadisme dan psychotic, jadilah fanfic ini. xDD

oOoOoOoOoOo

Of Abnormal Things © Lee Sunmiina

oOoOoOoOoOo

Kyuhyun duduk di pinggir tempat tidur, menunggu Sungmin dengan sabar. Sesekali ia mengetuk-ngetukan kakinya ke lantai kamar. Gugup. Seperti menunggu pengumuman kelulusan ujian.

“Semoga hasilnya positif,” doa Kyuhyun dalam hati.

Entah Tuhan atau Iblis yang mendengar doa Kyuhyun saat itu..

Kyuhyun refleks mendongkak saat ia mendengar suara derik pintu kamar mandi terbuka. Sungmin berdiri disana, berpegang pada bingkai pintu dengan ekspresinya yang tidak terbaca.

“Kyu..” Sungmin mengangkat lima testpack yang digenggamnya dengan gemetar.

“Hyung? Bagaimana?” Kyuhyun bergegas mendekati Sungmin. Ia menyipitkan matanya. Testpack pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima menunjukkan hasil yang sama.

Dua buah garis berwarna merah yang berarti..

POSITIF!!

Mata Kyuhyun membulat. Ia tidak tahu harus memberikan reaksi seperti apa, rasanya tubuh Kyuhyun bertindak di luar perintah otaknya.

Kyuhyun menghambur memeluk Sungmin. Tanpa sadar Kyuhyun mulai menciumi seluruh wajah istrinya, berkali-kali. Ia membopong Sungmin –bridal style, dan seperti adegan klise di film-film lama, Kyuhyun menggendong Sungmin sambil sesekali berputar. Perasaan bahagia, senang, lega, dan khawatir campur aduk di dadanya, kata ‘terimakasih’ dan ‘akhirnya’ terus tergumam tanpa suara dari bibir Kyuhyun.

“Kyuhyun! Kyuhyun! Kepalaku masih sakit nih!!” protes Sungmin membuyarkan ritual kebahagiaan Kyuhyun. Sungmin cemberut, meskipun begitu ia tetap tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Sungmin tertawa melihat Kyuhyun yang tersenyum dengan tampang bodohnya. Rasa nyeri di kepalanya menghilang sejenak saat ia melihat Kyuhyun tertawa lepas, begitu bahagia.

“Ah, mianhae chagiya,” Kyuhyun membaringkan Sungmin di tempat tidur dengan sangat hati-hati. Lantas ia sendiri berbaring di sisi Sungmin. “Kau tidak boleh lelah, hyung. Kau juga Kyuhyun Junior,” Kyuhyun mengecup perut Sungmin yang memang mulai membesar di bagian bawahnya. Senyum bodoh tidak lepas dari wajah Kyuhyun.

Sungmin memukul kepala Kyuhyun melihat tingkah dan ekspresi bodoh yang dibuat Kyuhyun. Ia menghapus firasat buruk yang terus mengintainya dengan menatap senyum lebar di wajah Kyuhyun. Setidaknya Kyuhyun bahagia, untuk saat ini.

“Kyu..”

“Hnn?”

“Aku lapar, hehe.”

oOoOoOo

Kyuhyun hanya bisa menggeleng takjub. Ia tidak bisa berkedip dari pemandangan Sungmin dengan ayam gorengnya. Ahem, maksudnya Sungmin yang sedang memakan ayam gorengnya.

Kyuhyun melongo. Sudah habis empat porsi normal dan Sungmin masih belum berhenti mengunyah ayam di piring yang kelima. Bukan hanya itu, masih ada beberapa makanan yang lain. Ditambah dua pudding coklat, satu cup es krim, kentang goreng, dan beberapa gelas minuman. Kyuhyun sendiri heran kemana perginya semua makanan itu setelah masuk ke dalam bibir mungil Sungmin.

Mereka tengah bersantai di ruang tengah. Sungmin duduk dibawah, diatas karpet merah, bersandar pada kaki-kaki sofa sambil serius menatap layar TV. Sedang Kyuhyun sibuk memperhatikan pemuda yang duduk disisinya itu..

Kyuhyun melirik ke arah perut Sungmin dengan hati-hati. Dua bulan berlalu sejak mereka mengetahui soal kehamilan Sungmin. Dan ini terhitung empat bulan sejak malam purnama itu –malam saat Sungmin meminum ramuan dari bibi Jung. Kyuhyun sudah memperkirakannya sejak lama, jadi setidaknya sekarang kandungan Sungmin sudah berada di minggu ke enam belas. Tapi ada satu hal yang mengganjal di hati Kyuhyun. Perut Sungmin yang membesar tidak tampak seperti berusia empat bulan, lebih seperti berusia –enam bulan.

Sungmin tampak tidak menyadarinya, tapi Kyuhyun juga takut mengatakannya pada Sungmin. Ia tidak ingin istrinya khawatir dan mempengaruhi kesehatannya.

Tidak sekalipun mereka memeriksakan kehamilan Sungmin ke dokter, klinik kecil, atau apapun yang berhubungan dengan dunia medis.

Kyuhyun melarang Sungmin keluar rumah atau menunjukkan diri di depan umum. Jangan sampai orang lain mengetahui tentang kehamilan –ganjil— Sungmin, apalagi kalau sampai tercium oleh media massa. Kyuhyun tidak ingin Sungmin masuk Headline koran pagi hari dengan judul ‘First Korean Pregnant Man’.

“Kyuhyun?”

Kyuhyun terkesiap, ia mendongkak begitu Sungmin memanggilnya. “Ya, hyung?”

“Kau tidak makan? Tidak lapar?” Sungmin menawarkan ayam di tangannya sambil berkedip cute. Kyuhyun menjawab dengan gelengan dan seulas senyum.

“Aku masih kenyang, hyung.”

“Kalau begitu punyamu untukku ya??” Sungmin menatap Kyuhyun dengan mata berbinar-binar. Kyuhyun tertawa melihatnya. Karena tidak bisa menolak, Kyuhyun hanya mengangguk tanpa berfikir panjang.

“Habiskan, hyung. Kau harus dapat banyak asupan gizi, biar bayi kita sehat nantinya..” Kyuhyun mendorong piring makannya ke arah Sungmin yang langsung diterima dengan senang hati oleh sang Bunnyboy itu.

Kyuhyun terkikik pelan melihat dua gigi kelinci yang muncul saat Sungmin tersenyum lebar. Ia tidak bisa menahan tangannya untuk mengusap kepala Sungmin.

“Hyung, pelan-pelan makannya,” Kyuhyun berniat mengusap noda di pinggir bibir Sungmin dengan telunjuknya, namun ia menarik kembali tangannya. Bibir merah itu menggodanya. Kyuhyun tersenyum mesum, lalu  mendekatkan diri ke arah Sungmin.

“Hyung?” Kyuhyun menarik wajah itu.

“Hmm?” Sungmin masih sibuk mengunyah. Kini mereka saling bertatapan, dan..

CUP!

Kyuhyun mencium bibir ranum itu, lalu menjilat noda yang ada di pinggir bibir Sungmin.

Sungmin melotot saat Kyuhyun bermaksud untuk menariknya lebih dekat. Sungmin memberontak, berusaha menjauh dari Kyuhyun. Ia mencium sesuatu yang tidak enak.

“KYUUUH!! Menyingkir! Kau bau!” Sungmin menahan nafas sambil beringsut menjauh dari Kyuhyun.

Kyuhyun melotot mendengarnya. “Bau?? Aku baru mandi kok!” ucap Kyuhyun dengan nada kesal. Ia menciumi bajunya berkali-kali, berusaha mencari sumber bau yang dikatakan Sungmin. “Ga bau kok! Lagipula aku kan pakai pafrum!”

“Ya berarti parfumnya yang bau!! Jangan dekat-dekat! Mandi lagi sana!!” Sungmin berteriak-teriak memperingatkan Kyuhyun untuk menjauh  saat Kyuhyun bermaksud mendekatinya.

Kyuhyun mendengus kesal. Sungmin sudah menghilang di balik kamar dan mengunci pintunya dari dalam. Kyuhyun melepas kausnya, berkali-kali memastikan bau macam apa yang membuat Sungmin marah-marah seperti itu. Tapi tidak ada, bajunya tidak bau.

“Sungmin hyung kenapa sih? Biasanya juga dia tidak protes kalau aku pakai parfum ini..” keluh Kyuhyun sambil melangkah ke kamar tamu.

Ia terpaksa mandi disana, daripada Sungmin tidak mau mendekatinya.

oOoOoOoOoOo

Kyuhyun menggeliat, matanya berat untuk terbuka.

“Kyu! Kyuhyun! Banguuuun!”

Kyuhyun berbalik, mengubah posisi tidurnya. Tapi seseorang terus mengguncang tubuh Kyuhyun. Dan suara yang sangat familiar itu terus memanggil Kyuhyun, memaksanya untuk bangun.

“Kyuhyuuun!! Banguuun! Hiks!”

Mendengar suara tangis, mata Kyuhyun spontan terbuka. “Aish, hyuuung. Ada apa sih!” dumel Kyuhyun setengah mengantuk. Ia pulang lembur malam ini, tubuhnya butuh istirahat dan Sungmin sudah mengganggu tidurnya. Padahal ia baru tidur dua jam yang lalu! Aish!

“Kyu?” panggil Sungmin setengah berbisik. Ia merasa tidak enak karena sudah mengganggu istirahat Kyuhyun. Tapi perutnya terasa melilit, ia tidak bisa tidur dan terpaksa membangunkan Kyuhyun.

“Iyaya, hyung?” Kyuhyun bangun, ke posisi duduk. Dilihatnya Sungmin sedikit gemetar. Kyuhyun merangkul bahu Sungmin, merasa menyesal sudah membentak istrinya.

Sungmin menggigit bibir. “Aku lapar, buatkan aku susu~” pinta Sungmin hati-hati.

“Aish,” Kyuhyun bangun dengan terpaksa. Ia mengucek matanya berkali-kali, berusaha menghilangkan rasa kantuk dan lelahnya sambil berlalu ke dapur. Sungmin mengikutinya dari belakang.

“Yah, susumu habis hyung,” Kyuhyun menunjukkan kotak susu yang sudah kosong itu kepada Sungmin yang sedang duduk bertopang dagu di meja makan. “Jadi gimana nih? Kubuatkan teh hangat saja ya?” tawar Kyuhyun. Sungmin cemberut, ia menggeleng kuat-kuat.

“Aku maunya susu. Belikan sekarang Kyuhyunnieee~~” Sungmin merajuk manja, tapi kali ini rajukan Sungmin tidak mempan terhadap Kyuhyun. Karena faktor lelah dan mengantuk, permintaan Sungmin di malam buta ini justru membuat Kyuhyun kesal.

“Aish, hyung, Ini sudah malam! Aku lelah, ngantuk, mau tidur! Lagipula mau cari dimana malam-malam begini? Besok saja ya??” Kyuhyun berkata dengan nada yang sedikit memaksa.

Sungmin menatap Kyuhyun kecewa, lalu ia menunduk sambil menggigit bibir. Keinginannya benar-benar kuat, rasanya dadanya akan membuncah kalau Kyuhyun tidak bisa memberikannya susu sekarang. Sungmin mencengkeram perutnya yang terasa makin melilit, ia menangis tertahan. Sungmin tidak bermaksud bersikap kekanak-kanakan di depan Kyuhyun, tapi airmata itu keluar begitu saja. Dadanya sesak.

Kyuhyun mendesah menyaksikan itu. Ia kalah. Kyuhyun tidak tega melihat Sungmin yang meringkuk –memeluk perutnya sambil menangis tertahan. Ia merentangkan tangannya lalu perlahan beringsut memeluk Sungmin. “Ssshh, hyung. Mianhae, akan kucarikan susu sekarang. Jangan menangis lagi ya.”

Sungmin mengangguk di tengah isak. Ia balas memeluk Kyuhyun, meski sedikit terhalang dengan perutnya yang sudah membesar.

“Ssshh, jangan menangis lagi,” Kyuhyun membelai kepala Sungmin dan menuntunnya keruang tengah. “Hyung tunggu disini sementara aku mencarikan susu untukmu, oke?”

Sungmin mengangguk sambil sesekali terisak. Kyuhyun membantu Sungmin duduk diatas sofa. Ia menyalakan TV untuk menemani Sungmin selama ia pergi membeli susu.

“Hyung, aku pergi dulu ya,” Kyuhyun sudah mengganti pakaiannya. Ia mengecup bibir Sungmin sekilas,  dan berlalu ke bagasi.

“Hati-hati Kyu!” Tadinya Sungmin bermaksud mengatakannya dengan agak keras agar Kyuhyun mendengarnya, tapi yang keluar dari bibirnya hanya bisikan. Seolah energinya terkuras karena menangis tadi. Sungmin menghiraukan perasaan buruk yang melintas didadanya. Karena mengantuk, Sungmin berbaring di sofa dan mulai memejamkan matanya. Membiarkan TV di hadapannya tetap menyala.

oOoOoOoOoOo

Kyuhyun membuka pintu rumahnya setelah memastikan gerbang depan sudah terkunci.

Kyuhyun masuk ke dalam. Ditangannya sudah ada barang yang dipesan Sungmin tadi.

Ia baru akan mengunci pintu depan saat terdengar suara aneh dari dalam. Kyuhyun buru-buru mengunci pintunya dan melangkah ke arah ruang tengah. Semakin Kyuhyun mendekati ruang tengah, suara itu semakin jelas terdengar, suara seseorang yang familiar di telinga Kyuhyun sedang menangis terisak.

SUNGMIN!

Kyuhyun menghambur panik. Ia melempar bungkusan susu di tangannya ke meja telpon.

Betapa terkejutnya Kyuhyun saat ia melihat Sungmin meringkuk dilantai. Menangis terisak sambil memeluk dirinya sendiri.

“Hyung! Hyung?! Ada apa??” Kyuhyun mencoba mengangkat tubuh Sungmin ke dalam pelukannya. Sungmin tidak merespon, ia masih tergugu dan menolak untuk membuka mata. “Hyung! Ini aku! Hyung? Ada apa?”

Sungmin mengenali suara itu. Ia memberanikan diri untuk membuka matanya dan menatap siapapun yang tengah memeluknya kini. Dan saat ia menemukan Kyuhyun tengah memeluknya dan memandangnya dengan mata khawatir, Sungmin menghambur memeluk Kyuhyun. “Kyu!!” Sungmin masih menangis meskipun perasaannya sedikit lega.

“Hyung? Ada apa??” Kyuhyun bertanya khawatir. Sejak tadi Sungmin tidak menjawab pertanyaannya. Apa yang terjadi sebenarnya? Apa ada perampok yang masuk saat ia pergi tadi??

“Kyuhyun—“ Sungmin terisak di dada Kyuhyun. “A-aku mim-mpi bur-uk.” racau Sungmin ketakutan. Ia memeluk Kyuhyun erat, seolah apa yang ada di mimpinya tadi masih mengintai dirinya di sekitar sini.

“Tenang hyung, ada aku.” Kyuhyun mengusap punggung Sungmin, cara itu selalu ampuh untuk menenangkan Sungmin yang sedang menangis.

Kyuhyun mengangkat tubuh Sungmin dan membawanya ke kamar. Kyuhyun berjalan dengan hati-hati, mengingat Sungmin yang semakin berat di bulan ketujuh kehamilannya.

Dan diameter perut Sungmin yang hampir menyamai usia kandungan di bulan kesembilan terkadang memancing Kyuhyun untuk berfikir tentang kemungkinan-kemungkinan buruk. Kyuhyun segera menggeleng kuat-kuat, ia tidak boleh berfikir macam-macam.

‘Mungkin anak kami kembar, karena itu perut Sungmin hyung tampak lebih besar dari ukuran normalnya,’ hibur Kyuhyun dalam hati. Kyuhyun berusaha mengusir prasangka-prasangka buruk yang terus terngiang di kepalanya. Namun kata-kata bibi Jung waktu itu seolah terpahat kuat di hati Kyuhyun.

‘Apa yang seharusnya tidak terjadi akan membawa akibat buruk..’

 

Kyuhyun menelan ludah. Ia menatap wajah Sungmin dengan perasaan iba. Bibirnya membisikkan kata ‘maaf’ tanpa suara. Kalau sesuatu yang buruk sampai menimpa Sungmin, Kyuhyun tidak akan pernah memaafkan dirinya. Seumur hidup.

“Hyung, masih mau minum susu?” Kyuhyun membaringkan tubuh Sungmin dengan hati-hati. Ia mengusap peluh di kening Sungmin.

Sungmin menggeleng lemas, masih dengan mata yang terpejam. “Jangan kemana-mana, Kyu..” bisiknya serak. “Peluk aku.”

Kyuhyun menurutinya. Ia berbaring di sisi Sungmin dan memeluk tubuh rapuh itu dari belakang. Tidak ada yang bicara setelah itu. Belaian tangan Kyuhyun di perutnya seolah menjadi lullaby yang mengantar Sungmin kembali terlelap.

oOoOoOoOoOo

“Hyung, wajahmu pucat,” tegur Kyuhyun pada sosok pemuda yang sedang duduk memejamkan mata di sebuah ayunan bambu.

Sungmin membuka matanya. Ia tersenyum melihat Kyuhyun dengan raut khawatirnya, berdiri di sisi ayunan. “Kyu? Kau sudah pulang? Maaf aku tidak mendengarmu masuk..” suara Sungmin berbisik tanpa energi. Ia memejamkan matanya lagi. Berharap angin yang bertiup dari pepohonan beranda belakang akan turut mengusap sedikit rasa lelahnya.

“Kau sudah makan?” tanya Kyuhyun lagi. Sungmin hanya mengangguk sekali.

Kening Kyuhyun mengerut khawatir. Jelas sekali ia melihat kantung hitam di kedua mata Sungmin. “Apa semalam kau tidak tidur, hyung?” Kyuhyun mengulurkan kedua tangannya untuk mengangkat tubuh Sungmin. Kyuhyun terkejut. Ia mengerahkan segenap tenaganya tapi tubuh Sungmin tetap tidak terangkat.

“Tidak usah menggendongku, Kyu.” Sungmin tertawa pelan, tapi itu lebih tampak seperti ringisan di mata Kyuhyun. “Tuntun saja aku.”

Kyuhyun menurut. Ia memapah Sungmin masuk ke dalam rumah.

“Buka dulu bajumu, Kyu. Salin dulu.” Sungmin mengingatkan dengan suara pelan. Tapi Kyuhyun masih bisa mendengarnya. Kyuhyun sudah terbiasa untuk mendengar dan mengerti maksud ucapan Sungmin, meski selama sebulan terakhir ini Sungmin selalu berbicara dengan suara pelan.

“Kau belum menjawabku, hyung. Apa semalam kau tidak tidur? Kantung matamu menghitam..” tanya Kyuhyun sambil melepas kemejanya. Ia menatap Sungmin yang terbaring di atas tempat tidur, tidak bergeming.

“Aku tidak bisa tidur. Punggungku sakit,” jawab Sungmin dengan berbisik.

Kyuhyun menghela nafas. Ia mendekat lalu bersimpuh di depan wajah Sungmin.

“Kenapa tidak bilang padaku?” Kyuhyun mengusap rambut  yang menutupi kening Sungmin. Hatinya sedih sekali melihat wajah lelah Sungmin.

“Kau juga lelah. Aku tidak mau membangunkanmu,” jawab Sungmin lugu. Bibirnya mengerucut maju.

“Aish! Pokoknya lain kali kalau ada apa-apa kau harus membangunkan aku! Apapun itu! Mengerti hyung??” tegas Kyuhyun dengan wajah serius, namun disambut kikikan pelan oleh Sungmin.

“Aish! Malah ketawa!” lenguh Kyuhyun sembari menggelitiki pinggang Sungmin, bermaksud membuat istrinya sebal.

Tapi Sungmin tidak bergeming.

Kyuhyun tertegun.

Sungmin tidak merespon. Padahal biasanya Sungmin mudah merasa geli kalau Kyuhyun menggelitikinya sedikit saja.

Kyuhyun memeluk Sungmin dari belakang, tidak berniat untuk bercanda lagi. Pikirannya keruh, dipenuhi dengan prasangka-prasangka dan kekhawatiran.

“Kyuhyun?” bisik Sungmin, tanpa bergeming.

“Hnn?”

“….dari mana?” ucap Sungmin samar. Ia berbisik pelan sekali, Kyuhyun tidak mendengarnya dengan jelas.

“Apa yang darimana??”

“Darimana keluarnya?”

“Apanya??”

“Bayinya!” desis Sungmin. Ia tidak bisa bicara dengan nada normal. Itu menguras energi dan membuat kepalanya berdenyut nyeri.

“Hah?” Kyuhyun tertegun, mulutnya menganga lebar. Ia tercekat mendengar pertanyaan Sungmin. Betapa bodohnya! Kyuhyun tidak pernah memikirkan tentang hal itu.

‘Akan keluar dari mana??’ Kyuhyun bertanya dalam hati. Itu hal yang membingungkan mengingat Sungmin masih seorang namja. Ramuan yang diberikan bibi Jung hanya berkhasiat untuk membuat Sungmin mengandung.  Ya, ramuan dalam botol kayu berwarna hitam itu.

Mata Kyuhyun membulat saat ia mengingat sesuatu.

BOTOLNYA!!

Astaga! Dimana ia menaruh botol ramuan itu?!!

oOoOoOoOo

TBC!

RnR pwease? :3

Kissu readers

:******

23 thoughts on “Of Abnormal Things Chapter B

  1. Dian EunhyukieYesungie kyumineunhaelforeverSuju says:

    WHAT THE HELL????????????
    Sumpah bkin deg degan deh bcanya…
    sya cma bsa stu kta…|
    AWESOME….
    FF nya mantep…
    lanjut chap. c >>>>>>>>>>>>>>>>

  2. yaiks… lagi penasaran baca chapter B nya udah disuruh tidur.. -_- padahal kan baru setengah.. huweeee… mianhae author.. commennt nya dilanjut dilain waktu yah.. #plakkk

    Mianhae.. -_-

  3. haeyaelf says:

    Dasar kyu ceroboh..
    Lupa kan naruh dimana botolnya –”

    kasian umin TT
    bener juga kata umin, mau keluar darimana bayinya ._.?

  4. mrinl says:

    huah, keren *0* (Y). entah karena ffnya yang memang keren XD~ atau karena aura authornya yang horor #plak. terakhir-terakhirnya nyeremin jadi takut ming mengandung anak alien *inget yang tentacle boyfriend* >,<. pokoknya keren deh author, Fighting ^^9. soal cerita semuanya pas, mulai dari typo~alurnya ^^

  5. fairylee says:

    ya ampuuuuin fikiranku dh kmana2 nh, kmgknan bruk yg bkal terjdi..???? andweee jgn smpe terjdi hal buruuukkk…

  6. yaniey137 says:

    sbnr.a nih chapter gag ada adegan* menyeramkan .. cm knp aku baca.a deg*n ya ..
    pertanyaan ming yg polos .. hahaha
    knp jg kyu gag manggil dokter pribadi kek,, kan kasian ming ..

  7. guixianstan says:

    What the.. OvO

    KYAAA KYUHYUN OwO wkwkwkwk sempet ngakak pas baca adegan ‘kyuhyun tersenyum dengan bodohnya’ xDDDDD omg sebenernya kenapa ming hamil lebih besar tapi :OOO penasaraaaaan!! ><

    keep writting ne!^^

  8. Yoon Eun Kyo says:

    ommona, kyuppa lupa naruh botol ramuannya dimna?
    itu kenapa sungminnya?
    jangan2 sungmin meninggal lagi pas ngelahirin anaknya… ><

  9. Dri mna kluarnya? Buset dah pngen ngakak pas Min nanyainnya.. *digampar bolak balik*
    Nahloh Kyu, dikemanain botolnya..
    Kn Kyu blg klo perut Min mmbuncit trlalu gede klo dibandingin yg sharusnya, itu krna emg anaknya bkal kmbar atau gmna?
    Lanjut baca ya.

  10. Duar…
    Nah loh…botolnya kemana~#ikut2an panik-ngerusuhin kyuhyun-

    kasian sungmin, dia jadi harus nanggung beban segede itu, mana kehamilannya terbilang ga normal lagi
    hukseu~

  11. Terselubung says:

    Aaah ngerii bangeeet, jangan2 anaknya makan sungmin(?) lagii kok gede githu -_- makannya ming juga kayak monster, botol itu masih berguna ga? Dan dimana naruhnya.. Aigoo~ sungminku..

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s