Of Abnormal Things – Sad Ending Version

“Kau menginginkan satu nyawa, seorang bayi, dari hal yang tidak seharusnya… Maka harus ada nyawa lain yang menjadi gantinya.”

Disclaimer      : Kyuhyun and Sungmin belongs to each other.

Pairing            : KyuMin

Rating             : PG-15

Warning         : MPreg, Anak dibawah umur ga boleh baca! *author ga ngaca*

 

Summary       : Kyuhyun menginginkan seorang keturunan dari Sungmin. Dan ia mendapatkan caranya. Hanya saja… Kyuhyun tidak pernah memperhitungkan konsekuensi dari semua hal diluar nalar ini.

A/n                  : PERHATIAN!! CHAPTER INI ADALAH ENDING VERSI PERTAMA, SAD ENDING!! YANG GA SUKA SAD ENDING MENDING JANGAN BACA CHAPTER INI!! Bacanya besok aja pas saya udah post ending versi 2 *mau bikin 2 ending*

Maap kalo ada beberapa kurangan dalam ff ini, terutama yang berhubungan dengan kedokteran dsb.. dsb.. dsb.. Saya ini anak IPS, huhu. Rada-rada bingung sama hal begituan. Yang nanya soal kuliah, saya SMA aja belum tamat.. Masih 16 taun, kelas 2 SMA mau naik-naikan kelas 3 nih.. *nangis dipojokan* Dikira tua nih T__T

*kelamaan ngoceh, disambit golok*

 

yaudahlah, cekidot aja nih~~

oOoOoOoOoOo

Of Abnormal Things © Lee Sunmiina

oOoOoOoOoOo

Sungmin mengatur nafas dan memberanikan diri untuk bertanya. “Me-memangnya untuk apa?”

“Tentu saja untuk membantu persalinanmu.”

Mendengar itu, Sungmin tercekat. Jawaban Kyuhyun membuat kepalanya berputar makin pusing, dan sesaat kemudian Sungmin mulai terisak.

Kyuhyun berpaling, ia memandang Sungmin bingung saat Bunnyboy itu menangis makin kuat.

Sungmin menarik rambutnya frustasi, sakit dikepalanya terasa makin kuat setelah mendengar jawaban Kyuhyun. Kyuhyun tidak pernah berpesan padanya untuk menyimpan botol menyeramkan itu.

“A-aku membuangnya, Kyu..”

Kyuhyun tertegun, gerakan tangannya terhenti. Ia berpaling menatap Sungmin yang terus tergugu dan sedikit berharap kalau Sungmin hanya bercanda. Tapi tidak! Kalau untuk berbicara pun Sungmin harus berusaha susah payah, tidak mungkin Sungmin menyia-nyiakan tenaganya untuk bercanda tentang hal tidak lucu seperti ini.

Kyuhyun masih membeku ditempatnya, sekarang ia tidak tahu harus berbuat –atau berkata apa. Kali ini iblis benar-benar sudah mematahkan dua kaki Kyuhyun. Ia tersuruk. Berada di ambang paksa untuk menyerah.

“Kau tidak bilang ap-pa-apa pad-daku, so-soal botol it-tuh,” ucap Sungmin tersendat di sela isak. Matanya terpejam. Sungmin berada di tengah batas sadarnya, di antara bertahan mati-matian untuk tetap terjaga, atau menyerah pada rasa sakit dan terhempas –mungkin untuk selama-lamanya.

Kyuhyun menarik nafas panjang. Ia berusaha mengumpulkan sisa-sisa kesadarannya dan mencoba untuk tampak tenang. “Kenapa dibuang hyung??” tanyanya dengan nada lemah.

Sungmin menggeleng kesakitan. Kedua tangannya meremas bantal. Ia menggigit bibir sambil memejamkan matanya rapat-rapat, berharap itu akan mengusir sedikit rasa sakitnya yang makin menjadi-jadi –dan membantunya untuk bertahan, sebentar lagi.

“—rumah sakit, Kyuhyun..” rintih Sungmin, mengharap sedikit iba Kyuhyun atas penderitaannya. Bahkan terlintas ide putus asa di benak Sungmin. Mati. Mungkin itu jauh lebih baik –daripada berada dalam posisi tersiksa seperti ini.

Namun Kyuhyun menggeleng, rumah sakit adalah pilihan terakhir—yang paling buruk, yang paling dihindari Kyuhyun. “Aku akan kerumah bibi Jung sekarang, aku akan memohon padanya untuk membantu.” Kyuhyun bangkit, bermaksud untuk bersiap-siap, namun ia lebih tampak seperti orang yang ling-lung dan kehilangan tempat berpegang. “Kau tidak boleh ke rumah sakit hyung, tidak boleh,” racau Kyuhyun ketakutan. Ia sudah memegang kunci mobilnya, bersiap untuk pergi.

Sungmin ingin menangis sekuat-kuatnya mendengar ucapan Kyuhyun. Bibi Jung?! Jarak antara SEOUL dengan desa terpencil itu hampir 3 jam perjalanan!! Dan Kyuhyun bilang ia akan pergi kesana sekarang??

Hah! Tidak akan!

Lebih baik mati daripada harus bertahan dengan keadaan begini sampai 3 jam kedepan.

“Jangan kemana-mana Kyuhyun. Sejengkal saja kau mencoba keluar, aku akan bunuh diri disini.” bisikan Sungmin yang terdengar serius dan mengancam berhasil menghentikan langkah Kyuhyun saat itu juga.

“Mau bagaimana lagi, hyung? Aku harus bagaimana?” Kyuhyun berbalik, putus asa.

“Bawa aku ke rumah sakit, sekarang..” Itu pilihan terakhir untuk Sungmin, Kyuhyun tidak boleh menolaknya.

“Tapi bibi Jung bilang—“

“BIBI JUNG!! BIBI JUNG!! KENAPA KAU TIDAK MAU MENDENGARKAN AKU SEKALI SAJA, CHO KYUHYUN??!” teriak Sungmin sekuat tenaga. Ia mengangkat sedikit tubuhnya, bertopang dengan menyikut bantal. Sungmin tidak peduli lagi kepalanya akan berdenyut makin gila atau nafasnya mungkin terhenti saat itu juga. Kata-kata Kyuhyun menarik-ulur kesabarannya. Sudah cukup!

“Kenapa kau begitu percaya padanya?! Padahal kau sendiri yang bilang kalau bibi Jung masih mendendam pada keluarga Cho!!” Sungmin menarik nafas lagi. “Bagaimana kalau ia berdusta?! Mungkin saja ia bermaksud buruk dengan melarang-larang kita pergi ke rumah sakit!!”

Kyuhyun hanya diam. Ia membeku di tempatnya berpijak. Seolah kata-kata yang keluar dari bibir pucat Sungmin menghantam langsung ke jantungnya, membuatnya sulit untuk bernafas.

“Bagaimana kalau ia menginginkan ganti atas dendamnya selama bertahun-tahun?” bisik Sungmin nanar. “Bagaimana –bagaimana kalau ia menginginkan kematianku?”

Mata Kyuhyun membulat shock. Semua kata-kata Sungmin sudah masuk ke dalam hati Kyuhyun. Memang benar kan? Bodoh sekali ia selama ini?? Bagaimana kalau semua yang dikatakan Sungmin benar adanya?? Ia tidak pernah tahu apa yang direncanakan nenek sihir itu nun jauh dari rumahnya.

“Mianhae, hyung. Kita ke rumah sakit sekarang,” Kyuhyun menghapus dua bulir airmatanya yang menetes, lalu membantu Sungmin melepas pakaiannya dan berkemas. “Aku telpon Leeteuk-hyung dulu..”

oOoOoOoOoOo

“Kyuhyun, kenapa diam saja?!” Leeteuk mengeram pelan, menatap tajam ke arah Kyuhyun yang mengacuhkannya sejak tadi. Bagaimana bisa mereka menyembunyikan hal sepenting ini darinya?! Selama hampir setahun! Leeteuk tidak habis pikir kenapa Sungmin mau melakukan hal bodoh macam ini! Dan lebih tidak habis pikir dengan Kyuhyun –yang menyuruh adiknya melakukan hal gila ini. Kalau sampai terjadi sesuatu –yang tidak diinginkan pada Sungmin, Leeteuk bersumpah untuk merusak sisa hidup Kyuhyun.

“Hyung! Kita bicarakan nanti, setelah keadaan lebih tenang. Oke?!” Setelah mengatakan itu, Kyuhyun kembali ke posisi duduknya. Menunduk, menopang kepalanya dengan kedua tangan. Lalu kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri. Perasaan khawatir, takut, dan menyesal bercampur aduk di dadanya.

Kyuhyun refleks berdiri saat pintu ruang operasi terbuka. Seorang dokter keluar dari sana.

Sungmin dibawa ke ruang bedah setengah jam yang lalu. Apa operasinya memang secepat itu??

 

Benak Kyuhyun terus bertanya-tanya, dan ia mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk –terburuk.

Apa mungkin Sungmin??

“Kerabat Cho Sungmin-sshi?” Dokter itu bertanya. Memandang Kyuhyun dan Leeteuk secara bergantian.

“Saya!” Kyuhyun dan Leeteuk menjawab serempak. Lalu mereka saling bertukar pandang. Leeteuk dengan raut kesal dan Kyuhyun dengan wajah khawatir.

“Kalau begitu tolong ikuti saya. Ada yang perlu saya bicarakan –tentang keadaan Sungmin-sshi.” Dokter itu mengisyaratkan kepada mereka untuk mengikutinya.

“Silahkan duduk,” Isyarat dokter itu, mempersilahkan keduanya untuk duduk di kursi yang sudah disediakan. Tepat berhadapan dengan meja sang dokter.

“Operasinya baru akan dimulai. Dokternya baru saja datang,” ucap dokter itu sambil menatap layar handphonenya. Leeteuk dan Kyuhyun memandang dokter itu bingung. Dokternya baru datang?? Lalu yang duduk dihadapan mereka ini siapa? Cleaning service, hah??

“Karena ini kasus langka, saya tidak berani melaksanakan operasi itu tanpa bantuan para professional,” jelas dokter itu lagi.

“Tapi kemungkinan berhasilnya, besar kan..” Leeteuk melirik nametag yang dikenakan dokter itu, “..dokter Yoochun?”

Raut dokter itu berubah mendengar pertanyaan Leeteuk. Wajahnya tampak murung. Ia menggeleng. “Dua puluh persen.”

Kyuhyun menelan ludah mendengarnya. Inilah hal terburuk yang diperkirakannya. Dua puluh berbanding delapan puluh. 1:4, kesempatan yang dimiliki Sungmin untuk bertahan.

Leeteuk menunduk lesu di sisi Kyuhyun. Tidak ada yang bisa dilakukan, hanya berdoa dan berharap. Semoga Tuhan atau siapapun mendengar permohonan kecilnya –biarkan Sungmin tetap hidup.

“Yang membuat saya riskan, kenapa keadaan Sungmin-sshi ini baru diperiksakan sekarang?” Kening  Yoochun mengerut heran. “Beberapa organ di dalam tubuh Sungmin-sshi lebih tampak seperti kelainan. Rahim, uterus, dan beberapa organ lainnya. Organ-organ itu ada, namun tidak sempurna. Harusnya bagian-bagan abnormal itu diangkat sejak dini, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.” Dokter itu mengedikkan bahunya.

Leeteuk melempar pandangan geram ke arah Kyuhyun. Seolah menodongkan semua kesalahan pada Kyuhyun.

Kyuhyun tidak bisa menjawabnya. Bibirnya kelu. Ia hanya menggeleng dengan tatapan kosong.

“Harusnya operasi dilaksanakan tiga bulan yang lalu,”

Mendengar kata-kata dokter Yoochun, Leeteuk melotot dan Kyuhyun tercekat.

“Mungkin karena tidak ada jalur –ehem— keluar, bayi itu bertahan didalam perut Sungmin-sshi selama 51 minggu. Ini jelas sangat berbahaya bagi Sungmin-sshi maupun bayinya.”

Mata Kyuhyun membulat. Apa ia tidak salah dengar?? 51 minggu?? Usia kehamilan Sungmin 43 minggu! Kyuhyun yakin sekali. Tidak mungkin perhitungannya salah kan??

Tapi mengingat awal mula kehamilan Sungmin yang memang tidak wajar..

Kenapa ukuran perut Sungmin tidak normal, tubuhnya yang makin kurus dan melemah. Rasa sakit juga lelah yang dialami Sungmin, Dan semuanya! Pertanyaan Kyuhyun selama ini terjawab satu demi satu.

Kyuhyun benar-benar tidak menyangka… Bibi Jung tidak pernah memberitahu kalau situasi dan usia kehamilan pada namja akan berbeda. Dan dengan bodohnya ia mempercayai semua ucapan bibi Jung sampai kini –kalau saja Sungmin tidak bersusah-payah menyadarkannya dengan sisa-sisa energi yang dimiliki Sungmin.

“51 minggu?! Itu lebih dari setahun kan?!” Leeteuk tidak bisa menahan emosinya lagi. Ia menatap Kyuhyun geram.

Kyuhyun hanya duduk membeku disana. Ia membiarkan satu-dua pukulan dari Leeteuk mendarat di wajahnya. Kyuhyun tidak mencoba melawan atau menyingkir, Kyuhyun menyadari, ia pantas menerimanya.

oOoOoOoOoOo

Kyuhyun mengelus lebam di rahang dan bawah matanya. Nyeri. Tapi ia tidak menyesal. Kyuhyun tidak marah, Leeteuk berhak melakukannya. Kyuhyun rela menyerahkan apapun, kalau itu bisa menggantikan kesalahannya, kalau itu bisa memutar balik waktu dan menghapus semua tindakan bodohnya. Bahkan kalau dengan menyerahkan jiwanya pada iblis akan dapat mengembalikan Sungmin secara utuh –Kyuhyun bersedia melakukannya. Apapun. Asal Sungmin kembali padanya.

Kyuhyun mendongkak. Sudah hampir tiga jam lebih Sungmin berada di dalam ruang operasi itu, berjuang melawan maut yang terus mengintai. Kyuhyun menatap punggung Leeteuk yang berdiri membelakanginya. Hampir sejam Leeteuk berdiri disana, menatap beberapa dokter yang berjuang menyelamatkan nyawa Sungmin dari balik jendela ruang operasi.

Kyuhyun mengerti. Pasti Leeteuk masih berat untuk menerimanya. Kyuhyun bisa mengerti kalau nanti Leeteuk tidak akan memaafkannya, karena Sungmin adik tersayang Leeteuk –satu-satunya keluarga Leeteuk yang tersisa. Kyuhyun juga sangat mengerti kalau suatu saat nanti –jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi— Leeteuk memburunya sampai ke ujung dunia dan meminta nyawanya sebagai ganti.

“Cho..”

Kyuhyun mendongkak. Ia mengenal suara itu. Suara wanita tua yang berbisik serak dan menggema. Kyuhyun memutar pandangannya, berusaha mencari sumber suara.

Di sana, berpegang pada dinding diujung koridor, berdiri sesosok wanita tua. Dengan hanbok tua dan wajah keras. Tatapan tajamnya menatap lurus ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun menahan nafas. “Bibi Jung..” bisiknya lalu berdiri dan bergegas mendekati sosok wanita tua itu.

“Aku sudah bilang jangan bawa dia ke rumah sakit..” desis bibi Jung.

Kyuhyun mengepalkan tangannya, berusaha menahan emosi. Apa lagi mau wanita tua ini?? Apa masih belum cukup juga penderitaan yang mereka alami??

“Apa aku harus percaya padamu?! Karena kau Sungmin menderita seperti sekarang, nenek tua!” Kyuhyun berteriak tertahan. Ia tidak ingin menumpahkan emosinya di tempat yang tenang seperti rumah sakit.

Bibi Jung membalas tatapan Kyuhyun, matanya berkilat tajam. “Kenapa menyalahkan aku sekarang, Cho? Kau sudah menyetujui semua konsekuensinya sebelum kau memulai semua ini..”

“Tapi kau tidak pernah mengatakan kalau konsekuensinya akan seperti ini!” Kyuhyun berseru geram. Ia tidak dapat menahan emosinya lagi. Sungmin berjuang melawan kematian di dalam sana, dan semua itu dimulai dari ramuan sialan milik nenek tua ini! “Harusnya Sungmin melahirkan di bulan ketujuh! Kau tidak memberitahu kalau kehamilan pada namja akan secepat itu!”

Beberapa orang yang berlalu lalang memandang Kyuhyun dengan tatapan heran –beberapa ketakutan. Rumah sakit memang tempat untuk orang-orang yang sakit dan terganggu kesehatannya. Tapi pemandangan seorang pemuda tampan, bertubuh tegap dan kelihatan sangat sehat –sedang berbicara dan berseru sendirian tanpa lawan bicara di ujung koridor, tentu akan menjadi tontonan ganjil yang memancing orang mengedikkan bahu dan bergegas menjauh.

“Salahmu sendiri kan? Aku ingin menjelaskannya waktu itu.. Tapi kau sudah terburu-buru pergi seolah aku ini makhluk menjijikan yang harus cepat dijauhi!” Bibi Jung mendongkak, menantang Kyuhyun dengan matanya yang menyalak. “Lagipula seharusnya kau sudah tahu.. Bukankan semua pemuda Cho jenius?” ejek bibi Jung dengan nada memuji yang dibuat-buat. “Kau menginginkan satu nyawa, seorang bayi, dari hal yang tidak seharusnya.. Maka harus ada nyawa lain sebagai gantinya..”

Mendengar itu, kaki Kyuhyun bergetar lemas. Ia jatuh terduduk. Tersuruk –tidak dapat menopang berat tubuhnya.

Kyuhyun menutup wajahnya dan tergugu. Ia duduk bersandar pada dinding koridor, tidak peduli menit atau jam ia habiskan dengan keadaan menyedihkan seperti itu.

Menyesal pun percuma, semuanya sudah terlambat. Tidak ada waktu yang bisa diputar ulang seberti sebongkah jam dinding yang rusak.

Kyuhyun merasa berada di antara batas sadar dan mimpi, antara percaya dan tidak. Tapi kenyataan memaksa masuk ke alam sadar Kyuhyun saat Leeteuk berjalan mendekatinya. Ia menggendong dan mendekap sesuatu dekat ke dadanya.

Kyuhyun mendongkak. Tatapannya bertemu dengan sepasang mata lebam Leeteuk.

“Putrimu…” lirih Leeteuk ditengah isak. Kyuhyun mengulurkan tangannya dan menerima bundelan itu.

Pandangan Kyuhyun terkunci.

Mata mungil itu terpejam rapat, nafas kecil berhembus teratur dari hidung mungilnya. Kyuhyun membuka selimut yang membalut tubuh mungil bayi itu, memastikan sesuatu. Dada, perut, tangan, kaki, dan tubuh belakang. Kyuhyun menghela nafas lega saat tidak ditemukannya keganjilan apapun dari bayi yang ada di dekapannya. Bayi ini tampak begitu cantik, dan sempurna –kecuali besarnya yang memang tidak normal untuk ukuran tubuh bayi  yang baru lahir.

Kyuhyun tidak bisa mengalihkan dunianya dari wajah tenang sang bayi yang sedang tertidur pulas, dibalut selimut tebal berwarna pink. Kyuhyun mengecup kening putrinya sekilas, takut gerakan sayang itu akan membangunkan bayinya –bayi yang sudah lama ia nantikan kehadirannya.. Buah hatinya dengan Sungmin. Sungmin..

Mata Kyuhyun membulat, kenyataan menampar wajah Kyuhyun saat itu juga. Ia berpaling, menatap Leeteuk dengan mata berharap. Tidak ada yang bicara saat itu, mereka berkomunikasi lewat gerakan wajah dan isyarat.

‘Kumohon..’ Kyuhyun mengiba dalam hati. Ia berharap dari hatinya yang terdalam. Semoga Tuhan mendengar harapannya. Tapi tidak, Tuhan tidak mendengarnya kali ini. Tuhan marah padanya..

..Leeteuk menggeleng..

Leeteuk membekap mulutnya menahan isak. Ia jatuh terduduk di sisi Kyuhyun. Tubuhnya makin bergetar saat ia melihat wajah tenang bayi yang tertidur pulas dalam pelukan Kyuhyun.

Tanpa sepatah katapun, Kyuhyun tahu apa artinya. Lewat gerakan dan sikap Leeteuk..

Firasat terburuknya menjadi kenyataan..

Sekarang hanya ada dia dan bayinya, tanpa Sungmin..

Kyuhyun menunduk saat bayi itu menggeliat dalam pelukannya. Bayi itu menatapnya dengan pandangan ingin tahu. Kyuhyun merasa dadanya membuncah pedih saat ia menemukan sepasang mata coklat bulat yang bersinar, dan bibir plump Sungmin terukir di sana. Kyuhyun bisa merasakan matanya kembali hangat dan kabur. Dipeluknya tubuh mungil itu makin erat. Ia membisikkan lullaby lembut, entah bermaksud menidurkan bayinya atau menghibur luka hatinya sendiri.

oOoOoOo

END

Yang mau baca versi happy bilang ya??

Revieeeeeeeew, pleaseeeeee!!

47 thoughts on “Of Abnormal Things – Sad Ending Version

  1. flufyacha says:

    wah..mewek deh jadinya, knp umin harus mati sih? kyu harus tanggung jawab sama aq gara2 dia umin meninggal…
    bibi jun ternyata memang jahat,

  2. Aku udah baca FF ini untuk yang ke-4 kalinya . hehehe :’)
    Tapi beneran , dari semua FF Yaoi M-Preg yang pernah aku baca , FF ini yang paling aku suka ^^d

    Emosi di chapter ini kuat banget , bisa ngebayangin kalo di posisi mereka ;(
    Sebenernya aku ga terlalu suka yang Sad Ending ini , bikin nangis sih.heheh
    Kak , aku mau baca yang Happy Ending lagi dong ..
    Boleh? Cara dapetin PW-nya gimana ka?

  3. WhiteViolin says:

    udah pernah baca di FFn sebelumnya… dan waktu tu saya sampe nangus sesenggukan…
    tadi waktu lait masterlist, iseng pengen baca lagi, dan tetep dah mewek gini hasilnya… T___T

  4. Dian EunhyukieYesungie kyumineunhaelforeverSuju says:

    Meweekkkkkkkkkkkkkkkkkk sayaaa…..
    liat ver. happy nya ahh…Sungmin…kita sma nih…sma” skit prut..klo kmu krna ada bayi…aku krna ada darah..kwkwkkw…
    Lanjut>>>>>>>>>>>>>>

  5. silverwook says:

    huweeeee,, knapa minnie hruz..*sengguk* itu..*sengguk* #apa coba?
    Q udh bca ianx happy end..*cz gg ada nyali bca ianx sad end dluan* pi dua”y ttp kren thor!! daebakk!! d^o^b

  6. Hesty_ELF says:

    ceritane bagussss…
    terharu.,, hiks, hiks, hiks… #lebay,
    author, q minta pw yang happy ending version doong,..
    pngen tau crita lanjutanee..
    yaaaa…???
    oh yaa, sama yang the concubine chapter 15, 16, dan sterus’aa…!!!
    krim di emailku yaa…??
    hesty_ELF@yahoo.com

    gomawo ^_^🙂

  7. Kya~~~~~~ seru banget.. ceritanya kaya beneran.. tapi kasian amat.. Umin oppa mati#ditabok Kyuhyun oppa..

    aish.. salut untuk mu author..🙂

    please kirimin PW untuk yg happy endingnya ya,, *pinjem puppy eyes nya Umin oppa#plakkk lagi-lagi ditabok Kyuhyun oppa..😛

    nih emailnya : alfsparkyuelf@yahoo.com🙂 Kamsahamnida..🙂

  8. OMG
    super sad ending…hampir nangis
    terlambat udah nangis…

    author kok bisa sih bikin cerita sesedih itu..salut buat author
    mudah-mudahan saya bisa seperti author *ngarep*
    keep writing

  9. hadah rasa na pgn x mira tipuk pala sch cho satu tu ck dasar bukan di dengar na nasehat nenek tu malah main kabur aj sekarang nyesal kan
    dasar appa
    *marah2 lagi dah sch neng satu ne

  10. haeyaelf says:

    Wah sedih sedih sedih *mewek TT
    bibi jung jahat !! ;(
    mimin, aku mau baca yang happy ending version ..
    Kirimin pwnya ke email aku ya min =)
    gumawo, next happy ending version.. Hwaiting!! ^^

  11. lidya21 says:

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………….
    kenapa begini? huwaaaaa T.T
    eetapi gue lanjut ke happy ending dulu deeeeh :3

  12. bellabel says:

    Yah… nyesek.juga baca part ini…
    Tapi bagus kok haha idenya menarik ^^d

    Buat chap yang happy ending, boleh minta PWnya?
    Ditunggu ya, terimakasih =)

  13. thoooor. . </3 you've been hurt my heart </3 ah, but nice story /prokprok /lap ingus /peper /? thor minta password dong. ke twitter aja ya @gloriahanock_ mention yah thoor. im waiting you.

  14. Terselubung says:

    Siaaaal! Thor tanggung jawaab, ganti duit gue buat beli tissue T.T nangis gelindingaaan.. Iyaa ini SAD, bener2 sad.. ASDFGHJKLL perjuangan ming ga sia2 walaupun dia pergi tapi dia mati syahid(?)

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s