Of Abnormal Things Chapter C

Kyuhyun menatap wajah Sungmin yang tertidur, nafasnya berhembus pelan dan teratur, rautnya mengendur rileks, seolah tak pernah ada beban atau rasa lelah yang biasa tampak saat Sungmin terjaga.

Disclaimer      : Kyuhyun and Sungmin belongs to each other.

Pairing            : KyuMin

Rating             : PG-15

Warning         : MPreg, Anak dibawah umur ga boleh baca! *author ga ngaca*

 

Summary       : Kyuhyun menginginkan seorang keturunan dari Sungmin. Dan ia mendapatkan caranya. Hanya saja… Kyuhyun tidak pernah memperhitungkan konsekuensi dari semua hal diluar nalar ini.

a/n                  : Setelah bertahun-tahun saya terjembab di dalam kubang nista dunia MPreg, ditambah lagi hobi saya di bidang sadisme dan psychotic, jadilah fanfic ini. xDD

oOoOoOoOoOo

Of Abnormal Things © Lee Sunmiina

oOoOoOoOoOo

“….dari mana?” tanya Sungmin samar. Ia berbisik pelan sekali, Kyuhyun tidak mendengarnya dengan jelas.

“Apa yang darimana??”

“Darimana keluarnya?”

“Apanya??”

“Bayinya!” desis Sungmin. Ia tidak bisa bicara dengan nada normal, itu menguras energi dan membuat kepalanya berdenyut nyeri.

“Hah?” Kyuhyun tertegun. Mulutnya menganga lebar, tercekat mendengar pertanyaan Sungmin. Betapa bodohnya! Kyuhyun tidak pernah memikirkan tentang hal itu.

‘Akan keluar dari mana??’ Kyuhyun bertanya dalam hati. Itu hal yang membingungkan mengingat Sungmin masih seorang namja. Ramuan yang diberikan bibi Jung hanya berkhasiat untuk membuat Sungmin mengandung.  Ya, ramuan dalam botol kayu berwarna hitam itu.

Mata Kyuhyun membulat saat ia mengingat sesuatu.

BOTOLNYA!!

Astaga! Dimana ia menaruh botol ramuan itu?!!

“Kyuhyun?” panggil Sungmin pelan karena hening, Kyuhyun tidak menjawab pertanyaannya dan hanya diam sejak tadi.

“Ya, hyung?” Kyuhyun merespon, namun pandangan dan pikirannya entah berada di mana.

“..bayinya, pasti lahir lewat operasi caesar kan?” Suara Sungmin sayup-sayup melemah, nyaris tidak terdengar.

Kyuhyun terdiam sejenak, bimbang untuk mengatakannya atau tidak. Tapi Sungmin harus tahu, “Tidak, hyung…” Kyuhyun menelan ludah. “Bibi Jung bilang kalau orang lain tidak boleh melihatmu atau bicara padamu selama kau hamil. Dan.. dan tidak boleh ada campur tangan medis sedikit apapun.. Itu pantangannya.” jelas Kyuhyun getir.

Kyuhyun menggigit bibir. Bagaimana bisa ia melupakan hal sepenting ini??! Bagaimana jika Sungmin berpikir macam-macam?? Kyuhyun tidak ingin menambah beban pikiran Sungmin, karena itu ia buru-buru menambahkan, “Tapi—tapi bibi Jung berjanji membantu proses kelahirannya! Hyung tenang saja.” Kyuhyun memeluk pinggang Sungmin erat saat mengucapkannya. Kyuhyun berbohong, bibi Jung tidak pernah bilang akan membantunya untuk yang kedua kali. Dan hal itu menambah beban di hati Kyuhyun, sepuluh kali lipat.

Sungmin diam. Tidak bergeming atau merespon kata-kata Kyuhyun.

“Hyung?” Kyuhyun melirik wajah Sungmin. Sungmin tidak menjawab, kedua matanya terpejam. Kyuhyun melambaikan tangannya di depan wajah Sungmin. Tidak ada respon. Mungkin Sungmin sudah terlelap sejak tadi dan ia tidak mendengarkan kata-kata Kyuhyun.

Kyuhyun menatap wajah Sungmin yang tertidur, nafasnya berhembus pelan dan teratur, rautnya mengendur rileks, seolah tak pernah ada beban atau rasa lelah yang biasa tampak saat Sungmin terjaga.

Kyuhyun membelai pipi porselen itu. Saat lembut pipi Sungmin bertemu dengan kulit jemarinya, sebersit pedih menggores hati Kyuhyun. Kyuhyun memang tidak merasakan sakit dan lelah yang ditanggung Sungmin sekarang. Tapi Kyuhyun tahu, ia bisa melihatnya. Lewat sepasang mata yang kian hari semakin sayu dan lewat suara Sungmin yang berbisik lemah.

Kyuhyun mengusap pipi itu dengan punggung tangannya, lembut dan —dingin… Cahaya hangat yang biasa tampak di wajah Sungmin rasanya semakin memudar dari hari ke hari. Kyuhyun jarang melihat Sungmin tersenyum akhir-akhir ini.

Kyuhyun menyadarinya.. Sejak Sungmin meminum ramuan dari bibi Jung, sejak Sungmin mengandung, perlahan semua hal berubah.

Kyuhyun menggigit bibir, sebersit rasa sesal melintas di dadanya.

Mungkin memang sebaiknya mereka tidak melakukan semua ini sejak awal. Mungkin akan lebih baik jadinya kalau Kyuhyun tidak memulainya.

“Ingat Cho, kau tidak bisa menghentikannya saat sekali kau memulainya.”

Sekarang Kyuhyun mengerti apa maksud ucapan bibi Jung waktu itu. Dan karena Kyuhyun mengerti, Kyuhyun tahu ia tidak bisa menghentikan semua ini. Jalan keluar satu-satunya adalah menyelesaikan apa yang dimulainya dulu. Kyuhyun bersedia mempertanggungjawabkan semua ini dengan segenap nyawanya. Kyuhyun sudah berjanji untuk tidak memaafkan dirinya kalau sampai terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada Sungmin.

Lalu bayinya akan lahir darimana??

‘Simpan botol ini untuk digunakan saat masanya tiba.. Sisanya lakukan sebagaimana mestinya.’

Kyuhyun baru ingat pesan bibi Jung waktu itu. Botol kayu itu pasti ada hubungannya dengan masalah ini! Apa mungkin botol itu bisa membantu persalinan Sungmin??

Rasanya Kyuhyun ingin membenturkan kepalanya ke tembok. Kenapa ia begitu bodoh?! Ia belum tahu botol itu benar-benar akan membantu atau tidak, tapi botol itu sudah lenyap entah kemana!

oOoOoOoOoOo

Kyuhyun terjaga malam itu. Ia melirik jam kelinci bergigi besar di atas meja dengan mata mengantuk. Masih jam 3 pagi, mungkin Kyuhyun terbangun karena ia tidur terlalu sore tadi. Karena kemarin ia pusing memikirkan botol yang hilang, Kyuhyun memutuskan untuk ikut tidur di sisi Sungmin dan mencari botolnya besok pagi.

Kyuhyun mengulurkan tangannya, bermaksud memeluk tubuh Sungmin yang pasti masih terlelap disisinya. Ia mengayunkan lengannya, berusaha mencari tubuh Sungmin tanpa membuka mata.

Kosong. Kyuhyun menepuk-nepuk beberapa kali. Benar, ternyata hanya bedcover!

“Hyung?” Kyuhyun mengucek matanya agar dapat melihat dengan jelas. Sungmin tidak ada di tempat tidur! Kyuhyun bangun, ia melangkah mendekati pintu kamar mandi.

“Hyung?” panggilnya lagi. Tidak ada jawaban. Pintu kamar mandi terbuka dan tidak ada orang di dalamnya.

Kyuhyun melangkah keluar kamar. Ia mulai panik sekarang.

“Hyung??”

Lampu dapur menyala. Kyuhyun melangkah kesana dengan kening berkerut.

Sesosok pemuda dengan piyama berdiri di depan lemari es yang terbuka pintunya.

Kyuhyun tersenyum saat ia menemukan Sungmin.

“Hyung? Kau sedang apa?” tanya Kyuhyun seraya mendekat. Sungmin tidak menjawab, ia sibuk memakan sesuatu dari dalam kulkas. Kyuhyun baru akan menepuk pundak Sungmin, namun pandangannya terkunci pada benda yang sedang dimakan Sungmin.

Kyuhyun tercekat. Matanya membulat shock.

“HYUNG!! JANGAN DIMAKAN!! KAU BISA SAKIT!!” Kyuhyun menjerit panik. Ia menghempas tangan Sungmin hingga benda yang dipengang Sungmin tadi jatuh ke lantai. “Kenapa kau makan daging mentah??!! Kalau kau sakit bagaimana??” Tanpa sadar, Kyuhyun membentak-bentak Sungmin di depan wajahnya. Nafas Kyuhyun menderu. Kyuhyun membentak Sungmin karena terkejut dan takut dengan apa yang dilihatnya tadi.

Sungmin menatap Kyuhyun dengan wajah shock. Kyuhyun tidak pernah membentaknya, tidak pernah separah ini. Sungmin melangkah mundur, menjauhi Kyuhyun. Matanya yang mulai basah menatap nanar kemana-mana, berusaha menghindari mata Kyuhyun.

“Hyung.. Hyung.. Maaf, aku tidak bermaksud membentakmu.” Suara Kyuhyun melembut. Ia menatap Sungmin dengan raut menyesal. Kyuhyun mengulurkan tangannya dan melangkah mendekati Sungmin.

Sungmin berhenti. Punggungnya bertemu dengan dinding dapur. Tubuh Sungmin terlalu lemas untuk berusaha kabur dan akhirnya Sungmin hanya bisa diam saat Kyuhyun mencoba memeluknya.

“Maaf.. maaf..” bisik Kyuhyun pelan ditelinga Sungmin. Entah Kyuhyun meminta maaf untuk kesalahannya telah membentak Sungmin, atau untuk kesalahan yang lain..

“Kenapa kau makan daging mentah, hyung? Kalau kau lapar kenapa tidak membangunkan aku?” Kyuhyun bertanya lembut sembari membelai kepala Sungmin yang mulai tenang. Kyuhyun tidak peduli ia duduk meleseh di atas lantai dapur, ia hanya peduli pada Sungmin yang sekarang duduk di atas pangkuannya.

Sungmin menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Energinya tidak tersisa bahkan hanya untuk mengangkat kepala. “Aku lapar Kyu.. Aku mau makan daging,” ucap Sungmin, nyaris tanpa suara. Nafas Sungmin yang memberat berhembus hangat di leher Kyuhyun. “Tapi kau tampak lelah sekali.”

Kyuhyun berdecak. “Kan sudah kubilang, hyung. Kalau ada apa-apa bangunkan saja aku, apapun itu.” Kyuhyun tidak berniat menanyakan persoalan Sungmin yang memakan daging mentah tadi lebih lanjut. Ia tahu itu hal yang ganjil, namun ekspresi Sungmin biasa saja, karena itu Kyuhyun tidak mau membahasnya.

“Masih mau makan daging, hyung? Kucarikan sekarang ya?”

Sungmin menggeleng. “Jangan pergi. Jangan kemana-mana.” Cengkraman Sungmin di kaus Kyuhyun mengerat. “Aku mau tidur. Tuntun aku, Kyu..”

oOoOoOoOoOo

TBC

RnR pwease :3

23 thoughts on “Of Abnormal Things Chapter C

  1. mrinl says:

    jadi takut anak yang dikandung min itu anak suzana >,<. kenapa aku berasa ff ini pendek yah, author??? *untung sudah tamat kalau enggak pasti ku dem0 XXD~* canda doang kok ^^V. mau lanjut ke chap, selnjutnya😄, Fighting auhtor ^^9.
    author mau tanya : kok, chap ini linknya beda sendiri yah ==a

  2. lidya21 says:

    qooh, lo buat minnie makan apa?
    da ging men tah?? huu jahat lo #ditimpukpakekulkas
    si sungmin kok jadi begitu sih qooh? aish penasaraaaan. lanjuut ke chap D eheheheh😀

  3. guixianstan says:

    Ya ampun O.O sumpah makin penasaran sama ceritanya :< ini ming kenapa? Huweeee T.T huftttt pengen nangis bacanya ;_; hikseuuuu kasian sama ming oppa T.T gak tega ngeliatnya ;;

    last, keep writting^^

  4. O.O sungmin makan daging mentah?? Kenapa dia jadi kaya yg kesetanan makan?? Kaget aku bacanya

    tuh kan kyu, tanggung jawab loe udah buat minnie menderita#nunjuk2 kyu#kyu: yee, orang authornya yg buat ceritanya-sambil noyor-

    huwaaa…yg sabar ya sungmin~~

  5. Terselubung says:

    Ya ampuuuuuun tuuh kan pasti ada apa2 sama bayi mereka masak makan daging mentaaah #hoeeeeks miing semogakau baik2 sajaaa😥

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s