Xiànzhì Shìjiè – Chapter 1

“Kyu? Dapat dari mana, nih?” Sungmin meraba benda itu sesaat. Indah. Terbuat dari anyaman bambu dan terdapat ukiran aksara Cina dan sebuah lambang aneh. Sungmin tidak mengerti maksudnya, tapi itu pasti memiliki arti tersendiri. Sungmin mengamati benda itu sekali lagi. Dilihat dari bentuk dan ukurannya.. “Kok mirip pembatas buku ya..” tanya Sungmin pada diri sendiri.Disclaimer      : All character in my stories are belongs to themself

Pairing            : None for now

Rating             : PG-13

 

a/n                  : Saya ga ngerti bahasa Cina dan saya sudah sangat frustasi soal judul fanfic ini, jadi itu tuh yang diatas nyari di Google Translate. Maapin yah kalo ternyata salah atau gramatical error.. =__=”

 

 

oOoOoOoOoOo

o

O

o

 

Xiànzhì Shìjiè © Lee Sunmiina

o

O

o

O

o

O

o

oOoOoOoOoOo

 

 

 

Langit tampak cerah siang itu –seharusnya— kalau saja sosok pemuda beraura iblis itu tidak memasang raut keruh dan pandangan membunuh ke semua orang yang berpapasan dengannya di jalan. Rasanya cuaca tiba-tiba tampak mendung, mengiringi aura suram pemuda yang sebenarnya berwajah tampan itu. Semua orang yang kebetulan berpapasan dengannya secara refleks menjauh, dan memastikan jarak mereka berada dalam radius yang aman.

“Grrrhhh! Harusnya kubunuh saja penjaga etalase toko tadi! Sudah jelas-jelas aku boking PSP itu dari minggu lalu! Kenapa malah dijual ke orang lain sih?! Shit!” dumel si pemuda sambil menunduk dan mengepalkan tangannya. Ia berharap ada seseorang di jalan ini yang mencari masalah dengannya, jadi ia punya alasan untuk memukul wajah orang itu dan mentransfer semua amarah yang sudah menumpuk di kepalan tangannya.

Pemuda itu berjalan sambil menendang apapun yang menghalangi langkahnya. Kerikil, batu kecil, kaleng kosong, atau apapun yang bisa ditendang tanpa menyakiti kakinya sendiri. Ia benar-benar berada pada puncak kekesalannya!

Bagaimana tidak?! Kau susah-payah menabung selama dua minggu untuk membeli barang yang BENAR-BENAR KAU IDAMKAN dan sudah kau boking, –Kau pasti merasa aman karena sudah membokingnya kan? Tapi saat kau kembali untuk mengklaim barang itu dengan hati berbunga-bunga, barang yang kau dambakan sudah menghilang. Dijual ke orang lain!

Hanya satu hal yang diinginkan pemuda itu setelah mengetahui barang idamannya dijual ke orang lain..

GRRRHHH!!!! BUNUH!!

“Hei pemuda..” Seorang nenek –begitu berani— menyapa pemuda beraura iblis tadi.

Pemuda itu tidak bergeming, tidak menengok atau menghentikan langkahnya. Ia memang berharap seseorang datang untuk mencari masalah agar ia bisa memukul wajahnya. Tapi tidak nenek-nenek, please. Iblis juga masih tahu tata-krama.

“Sopan sekali pemuda.” Nenek itu terkekeh, “Singgahlah sebentar Cho Kyuhyun..”

Langkah pemuda itu terhenti seketika.

Apa ia tidak salah dengar tadi??

Seseorang memanggil namanya!

Apa nenek tua itu yang memanggil namanya??

Kyuhyun berpaling. Ia melirik nenek tua yang duduk meleseh di pinggir jalan. Di hadapannya berjejer rapi barang dagangan yang terdiri dari benda-benda antik dan aneh. Kyuhyun mengamati nenek itu dari atas kepalanya hingga ke semua barang dagangannya. Apa nenek ini yang baru saja memanggil namanya? Tapi Kyuhyun merasa tidak mengenal sosok wanita tua ini..

“Apa yang kau lihat, pemuda? Kau kagum dengan kecantikanku?” tanya nenek itu dengan nada genit. Ia mengedipkan sebelah matanya yang hampir tertutup kelopak yang sudah keriput, lalu  mengangkat satu kakinya dan memasang pose sok seksi yang –menjijikan.

 

“Yeikh..” Kyuhyun mengedikkan bahu sekali sambil memasang tampang ‘Apasih??’ ke arah nenek itu.

“Singgahlah sebentar, Kyuhyun.. Tampaknya kau sedang kesal, fufu..” Nenek itu menepuk-nepuk bantal kecil disisinya, mempersilahkan Kyuhyun untuk duduk.

Karena penasaran darimana nenek tua ini bisa mengenalnya, Kyuhyun mendekat. Tapi tidak bersedia duduk di sisi nenek itu. Yeikh, mau apa dia kalau nenek itu tiba-tiba memeluknya?? Pemuda tampan macam dia dipeluk nenek tua di pinggir jalan?! Meleseh pula! Di tengah keramaian!

Kalau sampai terjadi, itu akan jadi aib seumur hidup bagi Kyuhyun.

“Minum?” Nenek itu menyodorkan gelas teh –miliknya. Kyuhyun menggeleng cepat-cepat dengan wajah jijik.

“Namaku Jung. Kau bisa memanggilku bibi Jung. Atau noona Jung kalau kau mau,” nenek tua itu mengedipkan matanya lagi.

Hidung Kyuhyun mengerut, pertanda ia merasa ‘Ilfeel’. Rasanya Kyuhyun ingin muntah melihat nenek tua ini bersikap seperti seorang gadis cantik yang masih belia.

Apa katanya tadi? Bibi Jung?

Kening Kyuhyun mengerut. Rasa-rasanya ia mengenal nama itu.. Hmm… Dimana ya?

“Aku mau menawarkan barang daganganku, pemuda. Siapa tahu diantaranya ada yang menarik perhatianmu..” tawar nenek itu sambil menunjukkan barang dagangannya satu-persatu.

Kyuhyun menggeleng. Ia hanya ingin tahu, darimana nenek ini bisa mengenalnya?

“Nenek kenal aku dari mana?” As always, seorang Cho Kyuhyun selalu to-the-point.

“Hah?” Bibi Jung melongo beberapa saat, lalu ia tertawa terbahak-bahak seolah pertanyaan Kyuhyun adalah pertanyaan paling bodoh sedunia, “Cho Kyuhyun Super Junior, jahat sekali kau ini! Mentang-mentang aku nenek tua bukan berarti aku tidak tahu dengan mode dan berita terbaru negaraku!”

DOENG!

Mendengar jawaban itu, rasanya Kyuhyun ingin membenturkan kepalanya ke tembok terdekat. Sampai mati.

Kenapa ia tidak terpikir ke sana sih?? Seorang nenek tua mengenalnya dan tiba-tiba memanggil namanya di tengah jalan.. Karena apalagi kalau bukan karena posisinya sebagai idola terkenal di Korea??

Kyuhyun mendengus kesal. Merasa tidak memiliki kepentingan yang lain, Kyuhyun memutar langkahnya dan bermaksud untuk pergi.

“Hei, tunggu dulu pemuda!” Lagi-lagi nenek itu membuat Kyuhyun harus menghentikan langkahnya dan berbalik.

“Apalagi sih, Bi?” sungut Kyuhyun kesal.

Bibi Jung tersenyum “Kenapa terburu-buru begitu sih…” Ia merogoh sesuatu dari dalam tas anyaman bambunya, “Kau ini sombong sekali. Tapi kumaafkan karena kau tampan..” Bibi Jung masih sibuk mencari sesuatu dari dalam tasnya. “Ah! Ketemu!” serunya senang. Bibi Jung mengeluarkan benda yang dicarinya sejak tadi.

Sebuah lempengan anyaman bambu berwarna oranye pudar. Mungkin ukurannya sekitar 12×5 cm. Kyuhyun tidak begitu tertarik untuk memperhatikan benda itu lebih jauh. Tapi ia sempat melongo sebentar saat bibi Jung menyodorkan benda itu padanya.

“Ambilah, kau akan menyukai benda ini.” Bibi Jung tersenyum dengan raut meyakinkan.

Tapi Kyuhyun menggeleng, “Aku tidak tertarik membeli benda antik seperti itu,” tolaknya sehalus mungkin.

“Tidak.. Ini untukmu, tidak usah bayar. Ambilah,” sodor bibi Jung lagi, “Kau pasti akan lebih menyukainya daripada benda kotak bersinar dan berisik yang tidak kau dapatkan tadi..”

Kyuhyun makin melongo mendengarnya. Apa yang dimaksud bibi Jung sebagai ‘benda kotak bersinar yang berisik’ itu PSP? Lagipula darimana nenek tua ini tahu soal PSP yang tidak didapatkan Kyuhyun hari ini??

Setelah bergelut sebentar dengan hatinya, Kyuhyun memutuskan untuk menerima benda yang disodorkan bibi Jung. Kyuhyun mengucapkan terima kasih dan buru-buru pergi dari tempat itu dengan setumpuk keanehan yang mengganjal di dadanya.

oOoOoOo

Kyuhyun membanting pintu kamarnya dari dalam.

Melihat wajah kusut Kyuhyun, Sungmin tidak dapat menahan dirinya untuk bertanya.

“Kyu? Gimana? Dapet barangnya?” Sungmin langsung memberondong Kyuhyun dengan pertanyaan begitu Magnae Setan itu masuk ke kamar mereka.

Kyuhyun hanya menggeleng lesu, lalu membanting tubuhnya ke tempat tidur dan menutup wajahnya dengan bantal.

“Gwenchanayo?” tanya Sungmin khawatir. Ia berusaha menarik bantal itu dari wajah Kyuhyun. Jangan bilang Magnae Iblis ini sedang menangis! Kalau benar begitu, Sungmin harus mempersiapkan kamera handphonenya.

“Hyung! Apaan sih! Orang lagi sedih nih!” protes Kyuhyun kesal sambil menarik kembali bantalnya. Sungmin mendesah kecewa.

“Gwenchanayo, Kyu? Kau tidak mau cerita padaku?” lirih Sungmin pura-pura sedih.  Ia melirik ke tangan dan bagian tubuh Kyuhyun.

Mana PSPnya? Apa mungkin…

Sungmin sudah bisa menebak apa yang terjadi hanya dengan melihat wajah suram Kyuhyun.

“Mana PSPnya, Kyu?” Sungmin iseng bertanya. Mengingat sikap buruk Kyuhyun saat ia sedang kesal. Sungmin menebak hanya dengusan atau ‘Hnggg’ yang keluar dari bibir Kyuhyun sebagai jawaban.

“Kyu~~”

“Aish, hyung! Aku tidak mendapatkan barangnya! Penjaga tokonya menjual PSP itu ke orang lain. Puas?”

“Ih, aku kan cuma bertanya, Kyu.. Gitu doang marah…” ujar Sungmin sambil mengacak rambut Kyuhyun, “Lagian ga dapet PSP udah kayak diputusin pacar! Haha.”

“Sudah diam! Aku mau tidur!” Sungut Kyuhyun lalu kembali menutup wajahnya dengan bantal.

Sungmin tertawa melihat respon Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya mendengus kesal, ia mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya.

Sungmin melihatnya, saat Kyuhyun melempar sesuatu ke dalam kotak sampah.

“Apa itu yang kau buang, Kyu?” Sungmin melirik ke dalam kotak sampah. Keningnya mengernyit melihat benda tipis berwarna oranye itu. Bukan seperti benda yang tidak terpakai lagi..

Entah kenapa, ada sesuatu yang menarik dari benda itu. Sungmin tampak berfikir dan mengamatinya sejenak. Akhirnya, Sungmin memungutnya.

“Kyu? Dapat dari mana, nih?” Sungmin meraba benda itu sesaat. Indah. Terbuat dari anyaman bambu dan terdapat ukiran aksara Cina dan sebuah lambang aneh. Sungmin tidak mengerti maksudnya, tapi itu pasti memiliki arti tersendiri. Sungmin mengamati benda itu sekali lagi. Dilihat dari bentuk dan ukurannya.. “Kok mirip pembatas buku ya..” tanya Sungmin pada diri sendiri.

“Kyuu?? Ini artinya apa sih? Kau pintar bahasa mandarin kan??” Sungmin mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun –meminta perhatian dari sosok yang tengah galau itu.

“Gatau hyuuuuung! Aku ga pernah belajar baca Piyin! Udah pergi sana, aku mau tidur!” Kyuhyun menendang-nendang dengan sikap kekanakan, member isyarat pada Sungmin untuk tidak mengganggunya lagi.

“Aish. Aku kan cuma nanya, kalo ga tau ya ga usah marah-marah…” dumel Sungmin. Ia berjalan ke luar kamar, “Aku tanya Mochi aja deh, mumpung dia ada disini..” Dan Sungmin lenyap keluar kamar.

oOoOoOoOo

Tbc!

RnR please

 

20 thoughts on “Xiànzhì Shìjiè – Chapter 1

  1. wkwkwk dasar si Evil maniak PSP! sampe segitunya sih.. LOL

    ah, iya.. sebelumnya salam kenal!!! ^^ aku udah sering jadi reader ficmu sejak di Screenplay. tapi gak pernah review.. hehe.. mian.. xp

    ini bakal jadi supranatural juga, kah? itu benda yang dikasih ke Kyu punya kekuatan apa? penasaran!!! >o<
    yah.. kenapa yang chapter 2 diproteksi? u,u
    lanjutin the concubin dong!!!!

  2. Hallo..q reader di ffn,tp g pernah review,mianhe,mulai skarang q pasti coment koq..^v^,hihihi kyu lucu kay gt aja marah,kayak anak kecil..

    Oo y lanjutanya y concubine kalau bisa jangan di proteksi dong ^^

    Hwaiting ^^

  3. flufyacha says:

    kyu ngga dpt psp udah ngambek kaya’ orng yg diputusin ama pacarnya, jd gimana jadinya kalau kyu diputusin ama umin? apa kata kyu? dan apa kata umin? da……..n apa kata dunia? wk…wk…wk… (umin pasti senang kyu ngga dpt pspnya, soalnya kalau kyu dpt psp pasti umin dicuekin dan diduakan ama psp.)

  4. wah. Kyu ngambek gara2 gak dapet psp.. Wah ntu bibi jung kaya nya pernah denger.. Haha yang ngasih kyu jamu biar sungmin hamil itu kah?? *mian kalo salah* misterius banget ntuh bibi2..
    Buat tahu2 aja ni.. Tulisan mandarin itu hanzi… Piyin itu goresan..
    Aku ga sabar baca lanjutannya..>w</

  5. kireinasweet says:

    Haiyah gaemgyu…sesuai dgn namamu mau sampai kapan pun tetep hidup dgn game.

    Ga takut apa mata tmbh jd ky panda gara2 main mlulu.

    Author arti judul yg cerita yg ini apa? Jeongmal mollayooo…

  6. fairylee says:

    wkwkwkwk ttagis bgt nsibmu kyu dah nabung mpe 2minggu p trnyata kksih tercintamu dah diambil org laen…..
    kira2 bnda pa tuh yg dkasih bibi jung????

  7. bluemi magnifico says:

    kekekeke padahal tonjok aja nenek nenek itu
    dijamin kyu bakal di amuk masa hahahha
    ngebayanginnya – wajah gantengnya pasti ancur *senyum evil

    kyu jangan gitu sama sungmin, nanti di cuekin balik baru nyesel
    penasarannnya itu , tulisannya apa sih? satu baris aja disana tapi tak ada buat penasan readers aja kekekekek

  8. Chokyuchild says:

    Haloo.. aku readers baru..
    ijin baca karyamu yaa..
    oh iya..
    maaf aku harus copy ff kamu, soalnya aku ga punya hp ato komputer buat baca ff dirumah. jadi aku harus ke warnet. kalo baca di warnet semua kelamaan kan? jadinya yaah copy aja.
    ff km keceeee semuaa..

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s