Xiànzhì Shìjiè – Chapter 2

“Makanya jangan kebanyakan baca fanfic, Minnie-yah!” Kyuhyun mengacak rambut Sungmin gemas.

Disclaimer      : All character in my stories are belongs to themself

Pairing            : None for now

Rating             : PG-13

 

a/n                  : Saya ga ngerti bahasa Cina dan saya sudah sangat frustasi soal judul fanfic ini, jadi itu tuh yang diatas nyari di Google Translate. Maapin yah kalo ternyata salah atau gramatical error.. =__=”

 

 

oOoOoOoOoOo

o

O

o

 

Xiànzhì Shìjiè © Lee Sunmiina

o

O

o

O

o

O

o

oOoOoOoOoOo

 

Sungmin menghela nafas. Kecewa.

“Beneran, hyung. Aku mana bisa baca Piyin. Han gege nih yang jago..” Pemuda berpipi tembem itu mengedikkan bahunya. Henry mengembalikan lempengan orange itu pada pemiliknya.

“Terus aku harus cari Hangeng-hyung gitu? Demi baca beginian doang.. Yang benar saja..” Sungmin menunduk, suaranya mengecil. Sebenarnya topik ‘Hangeng’ bukanlah hal sensitif bagi semua member Super Junior –kecuali Heechul sih. Tapi tetap saja.. Ada sebersit sedih bercampur rindu yang melintas saat Sungmin mendengar nama itu.

Henry menggigit bibir, menyesal. Ia menyadari arti dari sikap diam Sungmin. Harusnya ia tidak membawa-bawa nama Hangeng tadi..

Sunyi sejenak. Hinga terdengar Henry angkat suara –mengalihkan pebicaraan.

“Dapat benda ini darimana, hyung?” Henry mengelus permukaan benda itu. Mulai tertarik. “Sepertinya antik.. Dilihat dari ukirannya.”

Sungmin menggeleng, “Ini punya Kyuhyun, tapi sudah dibuang. Jadi sekarang benda ini milikku, hehe.” Sungmin nyengir lebar.

Henry tidak bisa menahan gerak reflek tangannya begitu ia melihat Sungmin tersenyum –kelewat— cute. Ia mencubit kedua pipi Sungmin, tidak sadar kalau dialah yang menjadi dongsaeng disini –bukan Sungmin.

Sungmin mengeluh pelan. Bibirnya yang mengerucut maju sukses membuat Henry menerawang makin jauh ke dalam matanya. Namun alih-alih menjauh, Sungmin membiarkan Henry mencubit pipinya. Dan perlahan cubitan itu berubah menjadi belaian lembut yang menggiring mereka makin mendekatkan wajah.

“Hyung..” Entah kenapa, dari jarak sedekat ini Sungmin tampak makin menawan.

“Mochi..” Pipi Sungmin memerah. Ia tidak tahu kenapa Henry yang biasanya tampak cute bisa kelihatan –setampan ini..

“Hyung..” Suara Henry makin merendah, ke titik desah. Ia menatap Sungmin dalam seolah meminta izin dari hyungnya. Sungmin terdiam –diamnya memberi izin. Perlahan bibir mereka mendekat satu sama lain..

Dan…

PLAK!! BRUGH!! BUAKH!! TRANG!! PRANG!! CTARR!! JDUM!!

(backsound film perang)

*Author dihajar massa, dan sekarat di tangan KyuMin shipper*

Haha, bercandaan. Well, kita lupakan scene HenMin tadi. Balik ke cerita — >

Sungmin menggeleng, “Ini punya Kyuhyun, tapi sudah dibuang. Jadi sekarang benda ini milikku, hehe.” Sungmin nyengir lebar, “Menurutmu ini apa?”

“Benda ini kelihatan seperti pembatas buku ya?” Henry menduga-duga. Dilihat dari ukuran dan bentuknya. Kata ‘pembatas buku’ lah yang terlintas di kepala  Henry.

Sungmin mengangguk, mengiyakan ucapan Henry. “Awalnya aku juga berfikir begitu sih.. Tapi lihat!” Sungmin menunjuk ukiran dan sebuah lambang aneh di lempengan itu, “Agak berlebihan untuk hiasan pembatas buku, ya kan?”

Henry tersenyum. Benar kata Sungmin, ukiran ini terlalu berlebihan untuk sebuah pembatas buku. Tapi entah kenapa, firasatnya kuat mengatakan kalau benda ini memang sebuah pembatas buku, sesuai dugaannya, “Lihat hyung..” Henry memutar lempengan itu menghadap ke Sungmin, “Ini adalah lambang kebangsawanan negri Shu.. Biasanya ada di lencana jendral atau keluarga kerajaan.” Henry tersenyum melihat Sungmin yang mendengarkannya dengan antusias, “Kau tahu? Orang yang membawa lencana dengan lambang ini di masa dinasti Han, bisa keluar masuk kerajaan dengan mudah loh!” jelas Henry panjang lebar. Sungmin hanya manggut-manggut, walau sebenarnya ia tidak mengerti sama sekali. Negri Shu? Apa itu? Ia bahkan baru mendengar nama itu sekarang.

“Terus, kamu tau dari mana? Bukannya mochi-chi-chi dari kecil ga sekolah di China?” Sungmin bertanya penasaran.

Henry menatap Sungmin dengan cengiran lebar di wajahnya. “Pernah dengar Kisah Tiga Negara, ga?”

Sungmin menggeleng. Tapi diam-diam ia kagum dengan pengetahuan Henry. Hebat kan? Tidak sekolah di China tapi tahu banyak soal sejarahnya!

“Kalau begitu hyung harus nonton filmnya, soalnya aku tahu dari sana.. Hehe..”

Awalnya Sungmin melongo mendengar kata-kata Henry. Setelah ia benar-benar mengerti apa maksudnya, tangan Sungmin refleks melayang dan..

PLAK!!

“Adududuh, hyung! Kenapa aku di pukul?!” Henry memegangi keningnya yang berdenyut-denyut nyeri sambil memandang Sungmin dengan mata ‘Apa-apaan sih??’

“Dasar! Kukira beneran! Ternyata cuma film!” Sungmin mendengus sebal. Ia bangun dan berjalan keluar kamar sambil cemberut. Padahal ia sudah terlanjur terkagum-kagum pada Henry! Huh!

“Ih! Film itu diangkat dari roman yang diambil dari referensi dan literatur sejarah resmi China! Kemungkinan faktanya kan 70%!” sungut Henry tidak mau disalahkan. Tapi Sungmin tidak sempat mendengarnya. Ia sudah menghilang keluar kamar.

oOoOoOo

Aneh, ya? Saat jadwalnya sedang padat, rasanya mau mati dan ingin cepat-cepat libur. Tapi saat Sungmin mendapat jatah free schedulenya seperti hari ini, ia justru merasa bosan setengah mati. Jadi apa maunya, sih??

‘Apa aku main ke Sukira saja ya?’ Tiba-tiba terbesit ide di kepala Sungmin. Apalagi bintang tamu hari ini kan Minho dan Yoogeun yang unyu-unyu itu!! Ditambah dengan Eunhyuk dan Leeteuk-hyung yang hobi membanyol.. Aaaahh!! Pasti ramai banget! Bakal hilang deh penat di hati!

Sungmin sudah begitu bahagia memikirkan rencananya untuk main ke Sukira. Tapi ia teringat pesan Leeteuk tadi pagi..

‘Habis makan langsung tidur, Minnie! Nanti kau sakit lagi!’ Begitulah pesan Leeteuk pagi tadi sebelum ia pergi.

Karena kurang tidur dan terlalu kelelahan, Sungmin jatuh sakit beberapa hari yang lalu. Dan akhirnya ia diberi kerenggangan untuk beristirahat dan dibebaskan dari semua jadwal selama 3 hari penuh. Di mulai dari hari ini.

Sebagai sosok yang kita kenal.. Seorang Lee Sungmin justru akan merasa pegal bercampur gatal-gatal kalau ia tidak bekerja selama sehari saja. Sedangkan tidak ada yang bisa dikerjakan di sini. Dapur dan seluruh dorm sudah mengkilap berkat jasa Yue Ajumma dan Ryeowook.

Sungmin menghentakkan kakinya sebal. Kalau ia sampai memaksakan diri pergi ke Sukira, yang ada justru Leeteuk mengomelinya habis-habisan. Dan ujung-ujungnya Sungmin hanya akan diantar pulang. Huh, buyar semua (rencana) kebahagiaan Sungmin..

Karena tidak ada pilihan lain, Sungmin kembali ke kamarnya. Semoga ada sesuatu yang bisa dikerjakan di kamar.

Kalau tidak ada terpaksa…

“KYUHYUNNIEEEE!!!” Tanpa aba-aba, Sungmin langsung melompat ke kasur Kyuhyun dan dengan sukses membuat sang Evil Prince itu berjengit kaget.

“HYUNG APA-APAAN SIH?! Aku kaget nih!” Kyuhyun berseru marah. Sungmin cemberut dan membalas tatapan kesal Kyuhyun dengan menjulurkan lidahnya.

“Haish!” Kyuhyun kembali ke posisi galaunya tadi lalu menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.

“Kyukyu, temani aku ngobrol please, please, please~” Sungmin menguncang-guncang tubuh Kyuhyun.

“Hngg..”

“Kyu! Kyu! Kyu!” Sekarang Sungmin berusaha menarik selimut Kyuhyun.

“HAISH, HYUNG!! Sekali lagi menggangguku, jangan harap aku mau bicara padamu lagi!!” bentak Kyuhyun kesal. Kali ini Sungmin langsung bungkam. Ia hanya termenung di sana saat Kyuhyun berbalik dan kembali ke posisinya semula. Entah kenapa ada sebersit nyeri di dada Sungmin saat Kyuhyun membentaknya tadi. Padahal Kyuhyun sudah sering bicara kasar padanya, tapi kali ini..

Kalau hanya karena mengganggu sedikit Sungmin terancam tidak akan ditegur oleh Kyuhyun. Itu berarti –itu berarti ia bukan orang penting di hati Kyuhyun, kan?

Sungmin mengatup bibirnya rapat-rapat. Tidak berani mengatakan apapun lagi. Namun alih-alih menjauh dari Kyuhyun, Sungmin justru membaringkan diri di sisi dongsaengnya itu dan memastikan ia tidak menyentuh Kyuhyun. Mungkin saja hanya menyentuh bisa mengganggu Kyuhyun kan?

Kyuhyun terdiam di balik selimutnya. Ia menggigit bibir, diam-diam menyesal karena telah membentak-bentak Sungmin. Mungkin saja Sungmin hanya bermaksud menghiburnya.. Tapi Kyuhyun justru membuat Sweet Pumpkin itu sebagai bulan-bulanan kekesalannya.

Dan menyadari Sungmin yang hanya diam sejak tadi. Rasa bersalah Kyuhyun makin menjadi-jadi.

“Hyung..” panggil Kyuhyun.

“Ya?”

“Apa arti piyin yang ada di benda itu? Sudah bertanya pada Henry?” tanya Kyuhyun lembut. Sebenarnya Kyuhyun tidak benar-benar ingin tahu. Hanya basa-basi agar ia bisa bicara dengan Sungmin.

“Oh, ini..” Sungmin teringat dengan benda tadi. Ia mengeluarkan pembatas buku –yang masih dugaan— itu dari dalam kantongnya. “Hah, katanya Henry tidak bisa baca piyin. Jadi belum tahu deh apa maksud tulisan ini…” Sungmin meraba ukiran piyin yang ada di permukaan benda itu.

Kyuhyun membalik badannya, kini ia berhadap-hadapan dengan Sungmin.

“Ck, sudah kuduga tidak ada gunanya..” bisik Kyuhyun sinis. Kyuhyun hanya memperhatikan. Ia tidak tertarik untuk menyentuh benda itu.

“Eh, tapi indah kok Kyu. Kan bisa dipakai untuk pembatas buku.” protes Sungmin.

“Ngomong-ngomong, ini dapat dari mana?” Tanya Sungmin penasaran.

Kyuhyun memutar bola matanya. Agak ilfeel kalau mengingat dari mana ia mendapatkan benda itu.

“Dari seorang nenek tua penjual barang antik. Tahu-tahu ia memanggilku dan memberikan benda itu di jalan.” jawab Kyuhyun. Sungmin mengangguk-angguk mendengarnya.

“Namanya bibi Jung.” Tidak penting sebenarnya, tapi Kyuhyun merasa perlu memberi tahu nama nenek tua itu pada Sungmin.

“Hah?! Bibi Jung?!” tanya Sungmin shock. Matanya membulat takut.

“Eh? Memangnya ada apa dengan nama itu, hyung?” Kyuhyun bertanya kebingungan. Jangan bilang Sungmin kenal dengan nenek tua itu.

“B-bibi Jung itu dukun menyeramkan, Kyu! Masa aku dibuat hamil dan melahirkan olehnya! Terus aku dibuat transgender jadi yeoja!” Sungmin bercerita dengan berapi-api.

Kyuhyun menelan ludah mendengarnya. Ujung bibir Kyuhyun naik. Kyuhyun menyipitkan matanya. Dikiranya apa.. Ternyata hanya kebiasaan buruk Sungmin.. Ck!

Ia benar-benar heran dengan cara pikir Hyungnya ini.. Sudah 25 tahun tapi masih sepolos bocah 12 tahun! Ck! Kyuhyun jadi merasa bertanggung jawab untuk menjaga Sungmin.

“Makanya jangan kebanyakan baca fanfic, Minnie-yah!” Kyuhyun mengacak rambut Sungmin gemas.

“Hehe, kan hanya mengisi waktu luang Kyu~” elak Sungmin dengan cengiran lebar,

“Dan panggil aku Hyung!” Ekspresi Sungmin berubah seketika –menjadi sok tegas— saat mengatakannya.

“Hngg.. Iya-iya, Minnie-yah~” ucap Kyuhyun sengaja.

“Nah!” Seru Sungmin sebal. ‘Magnae kurang ajar! Huh!’ Sungut Sungmin dalam hati. Namun akhirnya ia malah ikut tertawa begitu melihat Kyuhyun tertawa senang. Setidaknya Kyuhyun sudah melupakan persoalan PSP tercintanya.

“Mau tidur disini, hyung?” tawar Kyuhyun. Ia merapat ke tembok dan memberikan ruang lebih untuk Sungmin.

Sungmin tidak menjawab. Tadi ia tidak sengaja menyentuh pinggiran pembatas buku di tangannya. Terasa kering namun lembut, seperti terbuat dari bahan kulit.

Kini Sungmin malah sibuk memperhatikan pinggiran pembatas buku itu, merabanya di sana-sini dan menekannya hingga..

KLEK!

Benda itu terbelah menjadi dua.

“Eh?” Mata Sungmin membulat kaget. Kyuhyun hanya mengangkat alis, tidak peduli.

Awalnya Sungmin mengira kalau ia telah merusak benda itu. Tapi setelah diperhatikan.. Ukiran di setiap belahan benda itu berbeda. Lambang bulat –yang dikatakan Henry sebagai lambang kerajaan— tetap sama dan ada di kedua belahan. Tapi ukiran piyinnya berbeda..

“Wah.. Ternyata ada dua, Kyu!” teriak Sungmin excited. Ia menempelkan kedua lempengan itu menjadi satu, seperti semula. Dan seperti yang ia duga, kedua benda itu menempel –saling menarik— seperti ada magnet di dalamnya. Padahal Sungmin yakin pembatas buku itu sepenuhnya terbuat dari bahan kayu.

“Kalau begitu.. Satu untukmu, satu untukku!” seru Sungmin senang. Ia menyodorkan satu pembatas buku pada Kyuhyun.

Keren kan? Kedua pembatas itu bisa bersatu saat didekatkan. Dan Sungmin berharap dengan saling memiliki benda ini, hal yang sama akan terjadi diantara dirinya dan Kyuhyun. Menjadi satu..

“Sudah-sudah, sekarang tidur ya? Nanti aku kena marah Leeteuk-hyung nih! Aku kan disuruh jagain hyung~” ucap Kyuhyun tanpa menghiraukan lempengan kayu itu. Ia bermaksud memeluk pinggang hyungnya, namun Sungmin memberontak.

Kyuhyun menelan ludah saat Sungmin memandangnya dengan mata sedih.

“Jadi kau tidak mau? Kupikir biar kita punya stuff yang sama.. Seperti jam dan kaus hijau itu, Kyu..” lirih Sungmin sedih. Yang otomatis membuat isi kepala Kyuhyun blank seketika.

Kyuhyun tidak pernah bermaksud membuat Sungmin sedih. Tapi terkadang ia bersikap di luar kendali, dan tidak jarang melukai hati Sungmin.

“Aku kan tidak bilang kalau aku tidak mau, hyung,” elak Kyuhyun. Ia bangun dan duduk diatas tempat tidurnya. Sungmin melakukan hal yang sama. Mereka duduk bersila diatas tempat tidur Kyuhyun, saling berhadapan.

“Mana sini!” Kyuhyun mengambil kedua pembatas itu dari tangan Sungmin.

“Biar kutunjukkan bagaimana cara pakainya,” canda Kyuhyun. Ia meraih sebuah komik dari atas meja.

Sungmin terkikik mendengar ucapan Kyuhyun. Ia ingin protes, Sungmin bukan orang bodoh yang tidak tahu bagaimana cara menggunakan sebuah pembatas buku. Tapi Sungmin tidak melakukannya, ia hanya diam memperhatikan semua gerak-gerik Kyuhyun.

“Begini nih, kita baca dulu bukunya..” Kyuhyun membuka lembar halaman komik itu secara asal. “Terus kalo kita tidak sempat membacanya sampai selesai, selipkan benda ini di halaman terakhir yang kita baca.” Kyuhyun melakukannya, ia meyelipkan pembatas buku itu di halaman tengah komik, “Terus ditutup, deh! Selesai!” jelas Kyuhyun panjang lebar dengan nada bicara seorang guru TK. Ia meletakkan komik itu didepan kakinya. Diantara dia dan Sungmin.

Sungmin tertawa. Sesaat yang lalu ia terluka dengan sikap Kyuhyun, tapi setelah itu Magnae Setan ini pasti bisa membuatnya kembali ceria.

“Hyung—“ ucapan Kyuhyun terpotong. Ia baru akan mengangkat tangan untuk mengusap pipi Sungmin, tapi gerakan Kyuhyun terhenti karena tempat tidurnya berguncang. Tidak! Bingkai-bingkai bergoyang dan benda-benda bergetar. Kamarnya yang berguncang! Gempa bumi!

Kyuhyun refleks menarik tangan Sungmin dan bermaksud membawanya keluar kamar. Tapi tubuhnya seperti terjebak! Kyuhyun tidak bisa menggerakkan kedua kakinya. Ia beralih ke Sungmin dan menemukan ekspresi ketakutan di wajah BunnyBoy itu. Sungmin juga tidak bisa bergerak!

Kyuhyun tidak mengerti apa yang terjadi. Yang bisa dilakukannya hanya mengulurkan tangan dan memeluk Sungmin.  Kyuhyun melakukan apa yang dilakukan Sungmin. Memejamkan mata dan berharap guncangan ini segera berakhir.

Getaran itu semakin menguat. Sungmin yang ketakutan membenamkan wajahnya di dada Kyuhyun. Ia panik tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Gempa bumi sehebat ini dan mereka terjebak di dalam kamar! Tidak bisa bergerak! Sungmin berpikir apa Henry sudah keluar dorm?? Apa member yang lain sudah menyelamatkan diri?? Apa hanya dirinya dan Kyuhyun yang masih terjebak di tengah gempa ini?? Lalu.. Lalu bagaimana kalau mereka mati?!

Sungmin bergidik sendiri memikirkan itu. Ia tidak mau mati! Tidak sekarang! Tapi kalau Sungmin memang ditakdirkan untuk mati sekarang… Setidaknya ia mati bersama Kyuhyun.

Guncangan itu berhenti tiba-tiba secepat ia datang.

Sungmin masih belum berani membuka matanya.

Apa aku sudah mati? Kenapa tidak sakit?? Apa proses mati memang secepat itu?? Tanpa rasa sakit??

 

Sekelebat pertanyaan terngiang di kepala Sungmin.

Lalu Kyuhyun?? Kyuhyun??!

Sungmin baru akan panik, tapi ia menyadari sepasang tangan masih memeluknya erat.

“Kyu?” Panggil Sungmin takut. Mungkin saja kan mereka sudah mati dan sekarang berada di surga bersama-sama??

“Ya?”

Mendengar Kyuhyun merespon, Sungmin memberanikan diri untuk membuka matanya dan memutar pandangan.

Terang. Dan semuanya putih! Putih!

ARRGGHHH!!

Sungmin benar-benar panik sekarang. Dia hanya bercanda soal pemikiran tadi! Sungmin masih berharap tadi itu hanya gempa kecil dan mereka masih berada di kamar mereka.

Tapi ini!

Jangan bilang ini di surga!!

Mata Sungmin mulai berkaca-kaca. Jadi ia sudah mati kan?? Hiks.. Padahal ia belum sempat membeli kelinci berbulu pink di toko dekat dorm. Dia juga belum sempat mencubit pipi Yoogeun! Sungmin masih meninggalkan setumpuk pakaian kotor di klosetnya.. Padahal ia berharap bisa mati dengan tenang, tanpa meninggalkan sedikitpun noda apalagi pakaian kotor!

“Kyu, hiks.. Ini dimana? Jangan bilang ini di surga.. A-apa kita sudah mati??” Sungmin menangis sambil mengatup wajahnya dengan kedua tangan.

Kyuhyun hanya menggeleng dengan tatapan kosong. Mereka duduk di sebuah tempat serupa lapangan dengan lantai putih dan suasana yang terang. Ia tidak punya niat untuk bergerak atau pergi kemanapun. Kyuhyun terlalu shock –ia termenung beberapa saat sebelum sebuah suara mengusik mereka.

“Hey! You yow!”

Kyuhyun dan Sungmin mendongkak.

Dalam jarak tiga meter dari mereka, berdiri seorang pemuda berambut merah. Ia mengenakan hakama berwarna hitam. Wajahnya penuh tato dan ia membawa sebilah pedang kayu.

TBC

oOoOoOoOo

Hehe, ayo tebak siapa si ‘Laki-laki berambut merah’ itu??

Yang udah baca, jangan lupa tinggalin jejak yah!

Saranghae~

Kissu readers~

:**

19 thoughts on “Xiànzhì Shìjiè – Chapter 2

  1. flufyacha says:

    td baca chap.3 dulu baru baca chap.2 , makanya bingung sendiri ha..ha…
    jd gara2 sebuah pembatas buku mereka ke dunia lain?

  2. uwaaaaah… Sungmin menggemaskaaaaan!! #peluksungmin
    huwaaah!! Otakku penuh spekulasi!!
    Wah.. Kayaknya benar itu abarai..#lirik komen diatas
    huwah penasaran!!
    Ah! Aku lupa! Aku belum komen di abnormal things, Pdhl uda baca di ffn.. Dulu bgt tapi.

  3. fairylee says:

    gyaaa kyumin kalian tersesat d dunia manaaa….?? ish minimin tgkah mu ntu bkin gemezzzzz dh…
    nexttttt…

  4. bluemi magnifico says:

    kebayang kyu lagi di dunia blech trus berpelukan sama kyu oppa kekekekeke
    gimana ya, klo sisi feminim sungmin di sini di ilangin dikit.
    kyu sama sungmin belajar samurai kece kayanya
    imut sama ganteng. apalagi matanya si evil kekekeke
    trus pake baju bangsawan*lupa namanya okee aku terlalu berimajinasi ekekeke

    semangat eonni ‘fighting!’

  5. minhyun says:

    wahhh… seru😀 ikh tingkah minnie disni imut bnget >_< pngen gigit pipi nya😄 kyumim jga so sweeatt bnget ♡ apakah kyumin msuk kedunia komic

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s