Curse – Chapter 1

Squel Of Abnormal Things – Babak baru keabnormalan yang menimpa keluarga Cho…

Disclaimer      : Kyuhyun and Sungmin belongs to each other.

Pairing            : KyuMin

Rating             : PG-15

Warning         : Genderswitch, Past!MPreg, Original Character

A/n                  : Author jadi tokoh utama! Ga suka ga usah bacaaaaa!

 

 

 

oOoOoOoOoOo

Of Abnormal Things | Season 2

Curse © Lee Sunmiina

oOoOoOoOoOo

 

 

“Hueeee!! Ummaaa!!”

 

Seorang gadis kecil menangis sambil menarik-narik lengan baju ibunya. Rambut coklat lembutnya yang dikepang dua berayun kesana-kemari seiring ia menghentak-hentakkan kakinya ke lantai –antara kesal dan kecewa.

 

“Adenya jangan dibawa pelgi hueeeeee!!!” Gadis kecil itu menangis makin kencang. Airmata sudah membanjir dan membasahi sepanjang pipinya. Tangan kecilnya sibuk menunjuk-nunjuk balita yang berada dalam gendongan seorang wanita cantik berpostur mungil.

 

Sungmin menatap putrinya dengan kening yang mengerut iba. Ia mengangkat tubuh Miina –meski awalnya Miina memberontak kesal— lalu memeluk putrinya erat.

“Sunshine kan sudah main dengan Minwoo dari pagi, sayang.. Sekarang Minwoo harus pulang dengan Wookie Ajumma.” ucap Sungmin lembut, berusaha memberi pengertian pada putrinya.

 

Miina memandang wajah ibunya dengan mata berkaca-kaca. Padahal ia baru akan mengajak Minwoo menonton ulang Finding Nemo untuk yang ke-sepuluh kalinya, tapi Ryeowook Adjumma datang dan tahu-tahu membawa adik kecil kesayangan Miina. Kalau Minwoo pulang, ia akan main dengan siapa?

“Hiks…” Bahu mungil itu bergetar. Meski tidak menangis meraung-raung lagi, sosok kecil Miina yang sedang terisak sambil menutup wajah tentu mengundang simpati siapapun yang melihatnya.

 

Ryeowook bertukar pandang dengan Sungmin. Merasa saling tidak enak hati.

 

“Besok Minwoo main kesini lagi kok, sayang.. Iya kan, Wookie Adjumma?”

 

Ryeowook mengangguk dan tersenyum.

“Besok Adjumma belikan es krim stroberi, oke?” Ryeowook mengulurkan tangannya, mengusap pipi chubby Miina dan menyeka beberapa bulir airmata yang masih tersisa di wajah gadis kecil itu. “Sssh, jangan menangis lagi dong~ Nanti Minwoo ikut-ikutan sedih nih, sayang..”

 

Mendengar itu Miina mendongkak dan langsung bertemu pandang dengan sepasang mata hitam Minwoo yang menatapnya heran sejak tadi. Wajah balita itu datar-datar saja, tapi sosok Miina memandang hal lain. Ia menganggap serius ucapan Ryeowook. Di mata Miina, Minwoo tampak ikut-ikutan sedih seperti dirinya.

Jadi Miina mengusap airmatanya menggunakan punggung tangan dengan gerakan seimut-imutnya. Tentu saja ia tidak boleh bersedih hati kalau itu akan membuat Minwoo ikut-ikutan sedih. Jadi ini keputusan Miina, ia akan membiarkan Minwoo pergi..

Well, terkesan berlebihan memang. Tapi begitulah anak-anak.

 

“Hu’uh.” Miina mengangguk dengan wajah tegar.

 

Sungmin dan Ryeowook tersenyum melihat sikap Miina. Dua ibu itu saling bertukar ciuman pipi sebelum Ryeowook melangkah pergi.

 

“Bilang ‘Daa-daa’ pada Wookie Adjumma dan Minwoo, Sunshine~” Sungmin mengangkat tangan putrinya dan melambai-lambaikan tangan kecil itu ke arah Ryeowook yang melangkah makin menjauh.

 

Miina tidak bergeming. Padahal ia sudah mencoba tampak tegar, tapi semakin langkah Ryeowook menjauh, bibir mungil Miina makin bergetar. Mata Miina menghangat seiring menghilangnya Ryeowook dan Minwoo keluar pagar.

 

“Hueeeeee!!! Minwooooooo!!!” tangis Miina kembali pecah. Gadis kecil itu memeluk leher Sungmin dan menumpahkan semua sedih hatinya di bahu ibunya.

 

“Ssshh, eh-eh Sunshine~ kok malah nangis lagi..” Sungmin mengusap sayang punggung kecil Miina. Ia buru-buru menutup pintu dan melangkah masuk ke ruang tengah.

 

“Main sama Umma saja, ya?” tawar Sungmin lembut. Tapi Miina tidak menjawab. Gadis kecil itu masih menenggelamkan wajahnya di leher Sungmin, terlalu menghayati kesedihannya.

 

Sungmin menjatuhkan diri di sofa ruang tengah, masih dengan Miina yang menempel erat padanya. Dua tangan mungil itu melingkar di lehernya dan dua kaki Miina menelungkup erat di pinggangnya. Sungmin hanya mengusap punggung putrinya sambil bernyanyi lembut. Biasanya Miina akan sedikit tenang saat Kyuhyun atau Sungmin menyanyikan sebuah lagu dengan nada lembut.

 

Sungmin sudah terlalu terbiasa dengan kejadian-kejadian seperti ini. Hampir tiga kali seminggu Miina akan menangis meraung-raung saat Ryeowook datang untuk menjemput putranya yang dititipkan di rumah ini. Miina sangat menyayangi putra tunggal keluarga Kim. Perlu waktu lama untuk merayu Miina agar ia membiarkan Minwoo pulang bersama ibunya, itupun setelah melalui protes bercampur tangis dari gadis kecil Cho ini.

 

Sungmin tersenyum saat ia mengingat sesuatu..

 

Miina memang menuruni hampir semua sifat Kyuhyun. Dari yang buruk sampai yang baik. Dari sejahil-jahilnya sampai kejeniusan ayahnya, semua menurun pada putri mereka. Tapi Sungmin menemukan dua hal khas dirinya yang menurun pada Miina.

 

Cerewet. Dan cengeng.

 

Sudah terbayang betapa sulitnya meladeni putri kecil keluarga Cho yang menuruti sifat kolaborasi kedua orangtuanya ini. Jahil, banyak akal, cerewet, dan cengeng. Disaster sekaligus anugerah bagi Sungmin dan Kyuhyun.

 

Sungmin menunduk karena isakan Miina sudah tidak terdengar lagi. Kepala kecil itu bersandar tenang di dada Sungmin, nafasnya berhembus lembut.

Seperti biasa, gadis kecil ini akan tertidur karena kelelahan setelah menangis.

 

Sungmin mengusap kepala putrinya lalu mengecupnya sayang.

“Kita tunggu Appa di kamar saja ya, sayang..” bisik Sungmin lembut, lebih kepada dirinya sendiri.

 

 

oOoOoOoOo

 

 

Kyuhyun melepas sepatu dan kaus kakinya lalu meletakkannya dengan rapi di rak sepatu.

Hhh, Sungmin cerewet sekali kalau sudah membawa-bawa persoalan kebersihan. Kyuhyun tidak mau istrinya yang cantik itu bersungut-sungut marah hanya karena sepatu dan sandal yang berantakan di ruang depan.

Sejak Sungmin berubah menjadi wanita.. Kyuhyun juga harus berubah menjadi lebih rajin. Kyuhyun membiasakan dirinya untuk menjaga kerapihan dan kebersihan rumah.

 

“Minnie?” panggil Kyuhyun sembari melangkah masuk.

 

“Di ruang tengah, Kyu~” sahut seseorang dari dalam.

 

Kyuhyun tersenyum mendengar suara lembut yang familiar itu.

Biasanya di jam-jam seperti ini Sungmin akan menunggu kedatangannya dengan duduk di depan TV. Sedangkan Miina sudah tertidur nyenyak di kamarnya sendiri.

 

Kyuhyun mendekati sosok yang sedang duduk membelakanginya di sofa ruang tengah. Tadinya Kyuhyun bermaksud memeluk leher Sungmin dari belakang, tapi melihat seorang gadis kecil duduk diatas karpet bulu dengan setumpuk boneka dan mainan lainnya berserakan di dekat kakinya.. Gerakan Kyuhyun tertahan.

 

“Loh? Sunshine? Kok belum tidur?” tanya Kyuhyun heran. Gadis kecil itu hanya bergeming, bahkan sepertinya ia tidak sadar dengan kedatangan ayahnya.

Konsentrasinya masih tertuju penuh pada mainan-mainan yang berserakan di sekitar kakinya.

 

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya ke sofa –tepat disisi Sungmin.

 

“Sunshine baru bangun tidur, Kyu. Makanya sekarang dia masih terjaga seperti ini..” jelas Sungmin masih dengan pandangan yang terkunci ke arah Miina. TV diruang tengah dibiarkan menyala begitu saja, karena Sungmin memperhatikan setiap gerak-gerik putri semata-wayangnya itu sejak tadi –tanpa sedetikpun mengalihkan pandangan.

 

“Biar kutebak,” Kyuhyun merangkul bahu Sungmin. “Pasti gara-gara Sunshine menangis saat Minwoo dibawa pulang, kan?” ujar Kyuhyun senang karena yakin tebakannya 100 % tepat. Sungmin hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya. Sesuatu yang ganjil tengah berlangsung di depan mata mereka. Sungmin menyadarinya, namun tidak dengan Kyuhyun. Tampaknya Kyuhyun masih belum mengerti arti dari sikap diam istrinya.

 

Kyuhyun bergerak maju, bermaksud mengecup pipi istrinya. Namun gagal karena Sungmin mengelak dan menahan bibir Kyuhyun dengan tangannya.

 

“Kyuhyun!” tegur Sungmin dengan nada tertahan. Diremasnya paha Kyuhyun, gemas dengan sikap lambat suaminya. “Lihat putrimu!” desis Sungmin kesal.

 

Kyuhyun mendengus kecewa meski tidak ada niat untuk protes. Ia hanya menuruti kata-kata Sungmin.

“Kyuhyun…” bisik Sungmin takut. Remasan tangannya di paha Kyuhyun menguat. “Sunshine, sedang bicara dengan siapa?” Sungmin memandang nanar kearah Miina. Gadis kecil itu masih asyik bermain, sesekali diangkatnya boneka-boneka yang berceceran di lantai. Lalu dengan gerakan yang sangat jelas, Miina menawarkan boneka itu pada udara kosong di depannya sambil berbicara seolah-olah di sana duduk seseorang yang tengah mendengarkan ia berceloteh ria.

 

Kening Kyuhyun mengerut. Jujur, ia juga heran melihat sikap Miina. Tapi sebagai seorang Cho yang selalu berpikiran logis, Kyuhyun memandang semua itu dengan cara yang berbeda dari Sungmin.

 

“Minnie..” Kyuhyun berbisik horror di telinga istrinya, “Kau tau apa artinya itu?” masih dengan nada ngeri yang dibuat-buat.

 

Sungmin menggeleng ketakutan. Dua matanya tidak bisa beralih dari Miina. Entah kenapa bulu kuduknya meremang sejak tadi. Meski cerdas, tidak biasanya putri kecilnya itu berbicara sendiri.

 

Kyuhyun menggigit bibir, menahan tawa yang nyaris keluar dari kerongkongannya.

 

Sungmin memang orang yang mudah digoda. Dan jiwa jahil abadi dalam diri Kyuhyun tentu tidak akan menyia-nyiakan hal ini.

 

“Itu artinya…” Tangan Kyuhyun menyelinap ke pinggang Sungmin, merangkul lalu membawa tubuh ramping itu berhadapan dengannya.

“Itu artinya Sunshine ingin punya adik. Dia kesepian, Minnie..” Kyuhyun tersenyum genit lalu menyambar bibir Sungmin.

 

Sungmin melotot kesal dan memberontak keluar dari rengkuhan suaminya.

 

“Kyuhyun! Aku serius!”

 

“Aku juga serius, Minnie.” sahut Kyuhyun sembari mengubah gaya bicaranya. Sekarang Kyuhyun dan Sungmin saling berhadapan dan saling melempar raut serius.

 

“Sunshine sudah hampir 4 tahun. Tentu saja dia kesepian, Minnie.. Masa kau tidak mengerti kenapa Sunshine selalu menangis kalau Minwoo dibawa pulang Wookie?” jelas Kyuhyun panjang lebar dengan wajah meyakinkan.

 

Sungmin tertegun mendengarnya. Wajahnya mulai mengendur dan pandangan matanya melunak.

 

Benar juga..

 

Mungkin Sunshine memang kesepian..

 

Sebenarnya mereka sudah pernah membicarakan persoalan ‘Adik untuk Miina’ beberapa kali, tapi perbincangan itu selalu berakhir dengan keputusan yang menggantung. Sungmin akan berusaha mengalihkan pembicaraan setiap kali mereka membahas hal ini.

 

“T-tapi kan ada aku, Kyu..” elak Sungmin gugup. Pandangannya mulai nanar kemana-mana.

 

Benar, kan? Bagi Sungmin, Miina sudah cukup. Lebih dari cukup untuk mengisi kekosongan di antara relung hubungannya dengan Kyuhyun. Tentu saja dengan begitu Miina juga akan merasa cukup tanpa kehadiran seorang adik, kan?

 

Kyuhyun menghela nafas melihat reaksi Sungmin.

 

Kyuhyun mengerti.

 

Sungmin masih belum bisa melupakan pengalaman mengerikan saat ia melahirkan Miina dulu. Tapi, bukankah ini sudah saatnya mereka melupakan semua kenangan buruk di masa lalu? Ini adalah saat dimana mereka harus menatap lurus kedepan, pada masa depan.

 

“Minnie, dengar..” Kyuhyun mengangkat dagu Sungmin agar wanita yang dicintainya itu bisa menatap lurus ke dalam matanya.

“Sunshine membutuhkan figur lain, selain seorang ayah atau seorang ibu. Ia membutuhkan sosok yang bisa menjadi tempat untuk ia berbagi seperti Minwoo.” Kyuhyun menjelaskan perlahan-lahan. Ia menatap istrinya lembut, agar Sungmin bisa melihat kebenaran di dalam matanya. “Dia masih anak-anak, Minnie.. Sunshine punya dunianya sendiri yang tidak bisa kita masuki. Kau tidak mungkin memaksakan pemikiran orang dewasa pada putrimu yang masih berusia 4 tahun, kan?”

 

Ucapan telak Kyuhyun benar-benar membuat Sungmin bungkam. Kyuhyun berhasil. Setiap kata-katanya berhasil masuk dan menggugah hati Sungmin.

 

“A-aku pikirkan dulu, Kyu..” Sungmin berujar lirih –lebih seperti mengelak. Ia beranjak mendekati Miina lalu mulai memunguti mainan putrinya satu-persatu.

 

“Sudah malam sayang.. Ayo tidur.”

 

Kyuhyun tersenyum mendengar suara feminim Sungmin. Rasanya ia ingin menyambar istrinya yang kelewatan cantik ini di sini saat ini juga. Tapi Kyuhyun menahan diri. Mengingat masih ada Miina di sini dan Sungmin masih belum siap menerima persoalan ‘Adik baru untuk Miina’.

 

 

 

 

 

TBC

oOoOoOoOo

Yang udah baca, review pwease :3

 

51 thoughts on “Curse – Chapter 1

  1. Aaaaaaaah CURSEEEEEE !!!!!!
    Aku udah lama nunggu kelanjutan FF ini ka😉
    Kapan chapter ke-2 nya??
    Aku udah baca yang ini ..

    Merinding waktu baca Miina ngomong sendiri , tp langsung sweatdrop waktu baca reaksi Kyu ==’
    Astaga Kyu tetep aja pervert . hahaha

    Oh ya , aku tunggu kelanjutannya ka!
    Keep hwaiting! ^^d

  2. Q udah bc di ffn juga onn,tp bgs bgt,ihh..ngomong2 miina ngomong ama sapa y?minnie mau buat adik buat miina g y?
    *penasaran*

    Di tunggu lanjutanya onn ^^

    Hwaiting^^

  3. shywona september says:

    Ku seneng “The Abnormal Things” ada kelanjutannya.Bolehkah aku minta password tuk FF THE ABNORMAL THINGS HAPPY ENDING VERSION NYA,please! Email ku Shywona.September@gmail.com Thank’s n sorry selalu merepotkan author! Kalau sampai dibuat drama pasti seru bangeut.

  4. aokikumiko says:

    Eonnie!!!!! ru tw nee crax biar bs comment msti ol d lappy *GUBRAKK
    kyaaa curse 1 chappy 2x jngn lma2 yy Eonn*dtimpuk*
    q daftar jd de2kx miina nma korea min young*promosi#pletaak! dlmpar sndal*

    lha eonn passwordx q lwat mna?? lwat fb or e-mail? low e-mail
    ke: fiekhaimoeth@ymail.com / aokikumiko@ymail.com

    tak tggu next chapp n story😀

  5. babak baru kehidupn kyumin, mau tau kelanjutn y tp capt 2 y d protk, n pw yg perna fiqooh kasi gak berlaku. Gak mau dia k buka protk x. Pwnya ganti lagi y sun?
    Q ska bgt dgn kalimt kyu yg ini, terkesn dewasa bgt dia.
    “Sunshine membutuhkan figur lain,
    selain seorang ayah atau seorang ibu. Ia
    membutuhkan sosok yang bisa menjadi
    tempat untuk ia berbagi seperti
    Minwoo.” Kyuhyun menjelaskan
    perlahan-lahan. Ia menatap istrinya lembut, agar Sungmin bisa melihat
    kebenaran di dalam matanya. “Dia
    masih anak-anak, Minnie.. Sunshine
    punya dunianya sendiri yang tidak bisa
    kita masuki. Kau tidak mungkin
    memaksakan pemikiran orang dewasa pada putrimu yang masih berusia 4
    tahun, kan?”

  6. dewikitagawa says:

    minna kok aneh gtu sih….
    hiii ngeri…eh kyumin emang selama 4 tahun gak pernah buat anak yah…kok umin gak hamil lgy…???

  7. Yool Lee says:

    Jiahahaha. .si evil yadongny akut bngt.
    Ehh~ tp gpp deh, lnjutkn Kyu smga misi mu berhasil *reader yadong parah jg* mwahahahaha *ketawa evil*

  8. Daru Sapphire Blue says:

    Huaaaaa……..
    Akhirnya katamu jga blog.nya…
    Fic.nya bgus ak ska bgt…
    Apalagi genre.nya family….

    Hmmm…. Miina maen siapa tu…..
    Jangan2…..

  9. lho! Lho! Yang ini aku blum
    baca…T-T
    kelewat
    miina menggemaskan! Melebihi
    az! #dibankai az
    apalagi bayangin pipinya yang
    dialiri airmata, dan di hapus
    tangan lembut minnie…
    Huhuhu imajinasiku bener2 jalan
    waktu baca .
    wah.. Kyu ngrayu biar bisa ncan
    tuh.. Hahaha. Geli juga bacanya.
    Ermmm… Minwoo kecil2 uda
    keren ya hohoho #
    hugkissminwoo
    lanjut chap 2 ya…^^

  10. kyuni says:

    aku suka cerita ini tp kenapa semua di protec ya,minta pasword curse 3 ya kamu pintar cerita yn menarik.maaf mungkin bahasanya g gaul.maklum sudah mami-mami.sy tau suju dr anakku.

  11. byul says:

    wahh ketinggalan jaman nih aku baru baca fanfic ini hari ini…hahaha pas lagi liat-liat di paman google

    ceritanya bikin geliii

  12. Miss A7X says:

    Jangan gunakan tanda baca secara berlebihan. Penggunaan tanda seru lebih dari satu justru merusak standar baku. Jika itu dimaksudkan untuk membangun rasa emosi yang kuat, tetap tidak perlu, karena tanda seru itu sendiri sudah berfungsi untuk menggambarkan kesungguhan dan rasa emosi yang kuat.

    Kata “ibu” dalam aksara Hangul ditulis “엄마” secara fonetik dibaca “eomma” bukan “umma”.

    Jangan gunakan spasi sebelum dan sesudah tanda pisah em (—).

    Sebaiknya gunakan huruf miring untuk menulis setiap alih aksara ataupun kata yang tak baku. Ini merupakan bagian penting dalam tata bahasa Indonesia.

    • “Sunshine kan sudah main dengan Minwoo dari pagi, sayang.. Sekarang Minwoo harus pulang dengan Wookie Ajumma.”

    Dalam konteks kalimat di atas, kata “sayang” merupakan kata ganti yang digunakan untuk memanggil Miina, itu berarti kata “sayang” adalah kata sapaan, dan kata sapaan harus diawali dengan huruf kapital.

    Tulislah tanda elipsis dengan tiga titik (…), bukan dua titik (..).

    • Miina memandang wajah ibunya dengan mata berkaca-kaca. Padahal ia baru akan mengajak Minwoo menonton ulang Finding Nemo untuk yang ke-sepuluh kalinya,

    “ke-sepuluh” seharusnya ditulis ke-10. Karena tanda hubung ini hanya bisa dipakai untuk merangkaikan “ke-” dengan angka atau “ke-” dengan kata yang diawali huruf kapital.

    Kata “bibi” atau “tante” dalam aksara Hangul ditulis “아줌마” secara fonetik dibaca “ajumma” bukan “adjumma”. Saya lihat Anda menulisnya dengan benar di paragraf awal, tapi tidak ada konsistensi. Satu kali Anda menulis dengan benar lalu selanjutnya salah!

    Anda tahu kalau saya baru mengomentari seperdelapan dari chapter ini, tapi saya rasa ini cukup. Saya sudah terlalu pusing dengan cara menulis Anda yang berantakan. Walaupun begitu, jangan berkecil hati, karena bagaimanapun, tulisan Anda masih lebih baik dibandingkan beberapa benda yang teronggok di fandom Screenplays. Bahkan penggunaan EyD di fanfic ini masih lebih baik daripada fanfic berjudul No Other Like You milik Sebastian Mamoru.

    Tapi kenapa saya memilih dia sebagai “Terbaik Ketiga” dalam jajaran author favorit saya? Pasti Anda berpikir begitu bukan?

    Jawabannya karena fanfic tersebut punya sesuatu yang menarik. Ide cerita dan alurnya ringan tapi tetap menarik. Inilah point penting yang dicari oleh setiap penikmat fanfiction. Tidak perlu mencari tema berat, asalkan menarik, saya rasa itu sudah cukup.

    Af13knight dan Sebastian Mamoru hadir dengan fanfic bertema ringan namun menarik. Lalu Ichinikyuu Rin dan Nurama Nurmala, mereka bisa mengolah fanfiction bertema berat menjadi sesuatu yang menarik. Sementara Maki Kisaragi, dia selalu membuat saya gemas dengan kemampuan menulisnya yang berkembang pesat. Tulisannya yang sekarang hampir tanpa cacat, dan setiap selesai membaca tulisannya, selalu ada sesuatu yang berkesan yang membuat saya ingin membaca kelanjutan ceritanya.

    Kenapa saya menyebut mereka dalam komentar saya? Jawabannya…

    Karena saya merasa Anda juga punya potensi.

    Di chapter ini saya belum melihat ada sesuatu yang menarik, tapi semoga saja ada hal menarik di chapter depan. Dan semoga saja “The Concubine” lebih baik dari ini.

    Signed,
    A7X

  13. dama wings says:

    Baru nyadar..

    setelah baca..
    itu#NGELIRIK COMENT DIATAS…

    Itu siapa yach -__-a
    Kok manteb amat Commentnya panjang amat, Guru Bahasa Indonesia yach -_-!!) #plakkk..

    Kembali fokue ke cerita…

    FF dengan cerita kesederhanaan keluaga…
    BAGUSdan nyaman..#ngelirik sinis yang diatas…

    Cerita yang g perlu terlalu ribet Nyantai kok…

    AUTHOR semangat ne…
    Kritikan itu bentuk kepedulian reader…
    ^_^//

  14. ShippoChan says:

    Aq reader bru, slam knal..
    Ada apa dg msa llu Sungmin wkt mlhirkn Miina..
    Ksihan Miina ksepian bgt, biar aq tmenin ja ya sni sni #plak mnghyal#
    ..
    Aq pnsaran ma wjah cntikny Sungmin jk jd yeoja tp aq udh bs byangin ce, g bgtu sush byangin krn Sungmin udh imut bgt..
    Mian tlat komentny pdhl ff km udh dr thn kmren tp aq tauny brusn..

  15. mrinl says:

    aku baru ‘ngeh’ kalau ming jadi yeoja, jadi GS dong author? aduh, makaning aku masih suka ming lagi, jangan-jangan aku suka permpuan #plak . amit-amit#
    lanjut ke next chap yah~ XDDD~. Fightign ^^9

  16. guixianstan says:

    Miina udah gede udah butuh adik:3 kkkk😄 jadi lucu sendiri kalo ngebayangin sifat miina😄 kkk ming kenapa belum mau buat adik buat miina u.u padahal kan kalo buat adik ada nc’-‘ *eh ._.v hahahaha XDDDD aduh ceritanya bagus:3 keep writting^^

  17. Untuk Miss A7x saya tidak menyangka bahwa anda akan datang kembali utk mendewakan diri anda di dunia FF. Saya tau,Maki Kisaragi itu adalah anda. Jika anda ingin berpromosi tentang diri anda,lebih baik tdk usah seperti itu. FF ini menurut saya sudah bgs dalam penulisan. Tdk saya sangka setelah anda kebakaran jenggot menghapus semua situs anda,kini anda kembali utk tetap mendewakan diri anda sendiri a.k.a maki kisaragi. Jangan anda pikir readers itu bodoh!!

  18. belum baca ff yang sebelumnya.. tp malah udah baca ini dulu😀

    miinanya ngomong sendiri bikin merinding..
    *ehem lirik kyu -> bisa aja manfaatin miina buat bikin dede baru😀

  19. Aaaaa aku baru tau wp nya unni.. Ternyata masih ad author kyumin yg blum ku bc ffnya😀
    aaaa kyumin sosweet family.. Kluarga yg harmoniss^^ bener tuhh miina butuh adek minnie umma.. Ayo buat dgm appa kyu~~
    Minwoo?? Namja apa yeoja tuh?? U,u pasti imut kaya wooki umma^^

  20. Terselubung says:

    Hohoho minaa bicara ama siapaaa??? :O Janjangan dia bisa liat sesuatu lagiii.. Iya ming minna pengen adeeek :3 dibikinin dong wkwkwkwkwk

  21. mayy says:

    aku udah baca ini di ffn tapi tetep aja mau baca lagi disini.
    ga sabar nungguin lanjutannya.
    dan author aku ga ngerti nih gimana caranya biar bisa baca of abnormal things, padahal udah dapet pw nya tapi tetep ga bisa. sedih banget ini akunya author.

  22. avni avni says:

    knpa aq gk bsa buka ff sbelum sequel ini. tp koq gk ada ff-a. kyu bner2 deh… tp bner juga sih yg d bilng kyu. hahaha

  23. whatchokyulate says:

    Curse pan jdulnya? Msa aj miina dikutuk, kasian *usap pala author chii #plakkk
    Bang epil mah ttp j pikirannya kesitu ==
    Orang lgi horor horor juga gitu weeee
    tp ayo bang aku dukung habisi sungmin #buaggggh

    Kyanya seru punya anak kya miina
    gbkalan sepi eh rumah *^*

  24. bluemi magnifico says:

    omo aku heran sama miina siapa uncle yang diliatnya (?)
    jangan jangan bisa liat hal yang kasat mata
    atau bisa jadi juga itu hayalan miina
    huaaa mina kenapa
    maaf sungmin, kali ini aku tak membelamu (eooni/ oopa)
    aku lebih mendukung kyu oppa untuk bikin adik buat miina
    dari terigu pun tak apa kekeke

  25. kyuminlove says:

    rasanya cepet banget bacanya,, tapi ceritanya seru hanya saja aku masih bingung ini yang bener ming itu namja atau yeoja?? ah kepo mian..
    dan mian juga baru ikut komentar soalnya baru baca malam ini heheheeee author eonni fighting😀

  26. Risukaaa says:

    Haloooo~
    saya baru baca ff ini, tapi agak bingung ya. Itu apa mksudnya umin dulu cowok? Terus transgender? Hehe masih belum mudeng(?). Izin baca ya🙂

  27. hanacho says:

    aku merinding pas bca bagian miina bicara sendiri….
    pas sendirian dan tengah malam….
    huuwwaa….
    oemma…..
    #ngumpet di ketek kyu

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s