Kitty-Kitty, Baby! – Chapter 2

Pairing : Kyumin, other to come

Rate : T/PG for this chapter

Warning : Kitten!Min, BL/Yaoi, MPreg.

Disclaimer : Kyumin sepenuhnya milik saya dicerita ini, hahaha!

Kitty-kitty Baby

Whoever You Master, Please Take Me Home.’

Kyuhyun memandangi isi surat itu tidak percaya. Apa-apaan ini? Tidak mungkin mutan ini dibuang tuannya, kan? Kalaupun majikannya sudah bosan, mutan ini pasti akan laku dijual dengan harga tinggi. Membuang peliharaan semahal ini terkesan… Janggal.

Bagaimanapun cantiknya makhluk ini, Kyuhyun tetap berpikir kritis. Tidak mungkin mutan yang tampak terpelihara ini dibuang begitu saja. Kemungkinan besar mutan ini bermasalah. Ilegal? Benda prostitusi? Atau mungkin makhluk ini kabur dari majikannya? Tapi kertas ini… Tidak mungkin Sungmin yang menulisnya sendiri… Aish. Apapun itu alasannya, Kyuhyun tetap tidak berani mengambil resiko. Berada berdua dengan mutan ini di tempat umum saja sudah cukup beresiko.

Mutan belia bernama Sungmin ini sekarang menunduk sambil mencengkeram kaus di bagian dada Kyuhyun, seolah ingin memeluk namun merasa takut.

Kyuhyun mengeluh risih. Ia meraup tangan Sungmin, bermaksud menarik tangan mutan itu lepas dari kausnya namun sekali lagi, saat Kyuhyun merasakan betapa dinginnya tangan Sungmin, Kyuhyun urung melaksanakan niatnya. Kyuhyun menggigit bibir, entah mengapa tiba-tiba merasa iba. Padahal ia dijuluki Setan Paling Tega Sedunia oleh sepupu-sepupunya. Namun hanya dengan melihat Sungmin gemetar sambil terus berusaha menempel padanya, Kyuhyun merasa perasaannya melembut tiba-tiba. Entah kenapa tiba-tiba timbul perasaan bahwa ia memang tidak bisa meninggalkan mutan ini sendirian.

Sekujur tubuh mutan ini menggigil hebat, gemeretak gigi dan suara ‘unggg’ lemah terdengar samar dari bibirnya. Kyuhyun bahkan bisa mendengar suara napasnya yang terputus-putus. Mungkin kalau Kyuhyun meninggalkannya sekarang dan mutan ini tidak bertemu dengan siapapun lagi sampai besok hari… Kyuhyun yakin mutan ini akan mati kedinginan.

“Ya Tuhan… Anak zaman sekarang…”

Kyuhyun tersentak. Suara barusan nyaris saja membuat jantungnya copot. Sepasang sejoli lewat di depan halte bus sambil berjalan kaki. Begitu melihat ke arah pasangan itu, baru Kyuhyun sadar kalau hujan sudah reda sejak tadi. Mereka berjalan kaki tengah malam saat cuaca dingin begini… Dua orang ini pasti pasangan miskin.

“Anak muda jaman sekarang tidak malu berbuat mesum di tempat umum. Dan lihat itu. Oh, Tuhan… Menggunakan lingerie di saat dingin begini. Majikan sinting! Kasihan sekali pet-nya sayang. Ckck!” si wanita bermaksud berbisik-bisik, namun sepertinya ia sengaja tidak menahan suara karena memang berniat menyindir.

Kyuhyun melotot. Jadi ini salahnya, eh? Mendengar komentar barusan Kyuhyun tanpa sadar melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin, lalu dipeluknya tubuh mutan itu seolah ingin menunjukkan image ‘majikan baik’. Namun sepertinya maksud Kyuhyun di salah artikan oleh dua pasangan miskin itu.

“Ya ampun, dia mau ‘make-out’ di halte skybus, sayang… Kita harus mencobanya lain kali,” timpal si pria.

Kyuhyun mendelik kesal. Cukup! Ia sudah tidak tahan mendengar komentar mengesalkan itu. Pasangan tadi sudah berlalu agak jauh. Kyuhyun sudah berniat meninggalkan mutan ini sendiri, tidak peduli lagi apapun yang akan terjadi padanya karena Kyuhyun benar-benar tidak ingin mengambil resiko. Namun baru saja Kyuhyun berdiri, Sungmin menarik kausnya erat dan yang lebih parahnya lagi… Sepasang kekasih lain berjalan semakin mendekati halte.

Kyuhyun merasa terdesak. Entah kenapa otak jeniusnya tiba-tiba sulit berfungsi. Yang ada di pikirannya sekarang hanya menghindar. Menghindar dari omongan orang-orang mesum yang menyindirnya mesum.

Tanpa berpikir panjang, Kyuhyun merangkul bahu Sungmin yang memang sejak tadi menolak menjauh darinya. Dan sebelum pasangan lain sempat berkomentar macam-macam atas penampilan Sungmin, Kyuhyun sudah menuntunnya pergi dengan langkah terburu-buru.

Kyuhyun membanting pintu apartemennya kasar. Tidak peduli perbuatannya barusan mengejutkan mutan yang sekarang berdiri di sisi pintu. Kyuhyun terlalu frustasi sekarang. Seohyun sudah pulang sejak tadi dan meninggalkan pintu apartemennya terbuka lebar-lebar. Beruntungnya, tidak ada orang iseng yang masuk. Dan sialnya sekarang…

Kenapa Kyuhyun harus membawa mutan asing ini pulang ke apartemennya? Bagaimana kalau ia terkena masalah gara-gara ini? Ish!

“Unggg…” Sungmin bergumam kecil, suaranya barusan lebih terdengar seperti dengungan tidak bermakna. Makhluk malang itu memeluk tubuhnya sendiri, berusaha sekuat mungkin menahan keluhan meskipun dari sorot matanya Sungmin tampak sudah tidak tahan. Mungkin pusing dan kedinginan. Biar bagaimanapun mutan memiliki antibodi yang hampir sama seperti manusia, bahkan mungkin untuk ukuran Sungmin, daya tahan tubuhnya bisa lebih lemah dari mutan biasa.

Kyuhyun berdecak, ia baru mengingat kalau pakaian Sungmin basah kuyup dan sekarang mutan itu sukses membasahi karpet di lantai ruang tamunya. Bagus sekali.

“Ish, kenapa kau merepotkan sekali sih…” tanpa sadar Kyuhyun mendumal. Tentu saja kalimat barusan terdengar sampai ke telinga Sungmin meskipun telinga kucingnya kuyup dan sedikit tertekuk. Sungmin menggigit bibir lalu tertunduk takut. Bukan karena ia tidak mengerti ucapan Kyuhyun. Ia mengerti sekali, namun tidak sanggup menjawab. Karena memang tidak ada kata-kata yang sanggup terlontar dari kerongkongannya. Sungmin hanya diam membisu, kepalanya tertunduk dan sekujur tubuhnya gemetar. Kini campuran antara takut dan kedinginan.

Kyuhyun mendesah. Entah kenapa ada sebersit rasa sesal karena telah berbicara kasar seperti tadi. Tidak sanggup menatap Sungmin yang tertunduk dan menggigil dalam diam, Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk melangkah masuk ke kamarnya. Meninggalkan Sungmin sendirian dan kedinginan di ruang tamu

Sungmin memandangi punggung Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca. Setelah pemuda itu menghilang di balik kamar, Sungmin hanya bisa memandangi lantai dengan nanar. Perasaan beku itu kembali menyergapnya. Sungmin memeluk tubuhnya erat-erat, kakinya melangkah mundur, berusaha mencari tempat bersandar. Dan saat punggungnya bertemu dengan dinding ruang tamu, tubuh Sungmin merosot turun. Mutan belia itu meringkuk memeluk tubuhnya sendiri. Pusing dan sesak di dadanya begitu menyiksa.

Sungmin senang saat berada dekat dengan pemuda tadi, rasanya menenangkan dan damai. Namun tetap ada sebersit ketakutan yang terus terngiang di kepala Sungmin. Sepertinya pemuda tadi tidak begitu suka ia berada di sini. Bagaimana kalau pemuda tadi melaporkan keberadaan Sungmin? Bagaimana kalau ia harus kembali pada majikan lamanya?

Sungmin termenung. Diam-diam, dua bulir air mata mengalir di sudut mata kanannya. Masih dalam hening, tanpa suara.

“Uhuk,” Sungmin menutup mulutnya sambil terbatuk. Dada dan kerongkongannya panas seperti terbakar. Ditatapnya nanar bercak darah yang tersisa di telapak tangan kanannya, tangan yang baru saja digunakannya untuk menutup mulut. Sungmin mengecap asin darah yang masih tersisa dimulutnya, bersamaan saat sesuatu yang hangat turut mengalir keluar dari hidungnya yang mungil.

“Sungmin-ah…”

Sungmin tersentak. Segera ia menunduk dan buru-buru diusapnya darah yang mengalir dari hidungnya dengan punggung tangan, lalu Sungmin membersihkan sisa noda darah itu dengan mengusap telapak tangannya ke lingerie hitam yang ia kenakan. Hilang sudah bekasnya, meski masih tersisa rona merah di atas bibir Sungmin, Kyuhyun pasti akan mengiranya sebagai efek cuaca dingin.

“Aku tidak punya baju dengan ukuranmu, jadi pakai ini saja…” Kyuhyun menyerahkan kaus lengan pendek berwarna putih miliknya dan sepotong celana training. Itu adalah pakaian berukuran terkecil di apartemen ini, mungkin akan sedikit pas untuk Sungmin.

Sungmin memandangi pakaian pemberian Kyuhyun dengan wajah sumringah. Ia mengangguk patuh, lalu bermaksud membuka resleting lingerienya saat tiba-tiba Kyuhyun berteriak…

“EH! EH! KAU MAU APA?”

Sungmin tersentak saat Kyuhyun membentaknya. Spontan ia menunduk dan tangannya gemetar. Pemuda ini memintanya untuk mengganti baju, kan? Apa barusan ia melakukan kesalahan? Memikirkan kemungkinan telah melakukan kesalahan membuat Sungmin menunduk, bahunya bergetar. Mutan itu menggigit bibir untuk menahan tangis ketakutan. Apa pemuda ini akan memukulnya karena melakukan kesalahan?

“Ini, tutup dulu tubuhmu dengan ini.” Kyuhyun melempar selimut tebal ke arah Sungmin sebelum berbalik memunggungi mutan itu. “Jangan sembarangan membuka baju, Sungmin-ah…” perintahnya lembut. Kyuhyun lupa kalau menghadapi seekor pet, mutan, tidak bisa dengan sikap kasar membentak-bentak.

Mereka makhluk rapuh, harus diperlakukan dengan lembut.’ Kyuhyun mendesah saat tiba-tiba ia teringat kata-kata Zhoumi-hyung’nya yang pernah memelihara mutan hamster. Beberapa sepupunya sempat memelihara mutan, bahkan ada yang memelihara makhluk mutasi ini sampai sekarang. Hankyung-hyung, Zhoumi-hyung, Yesung-hyung…

Eh!

Iya!

Alis Kyuhyun naik. Tidak berguna sekali otak jeniusnya ini. Kenapa ia baru ingat sekarang! Ia bisa menelpon salah satu hyungnya untuk meminta bantuan!

Kyuhyun berlari ke kamarnya, diraihnya handphone yang tergeletak di meja rias, lalu Kyuhyun buru-buru kembali ke ruang tamu.

Sungmin sudah selesai mengganti pakaiannya. Lingerienya yang basah kuyup tergeletak di lantai. Ia sibuk mengerat-ngerat selimut milik Kyuhyun untuk menghangatkan tubuhnya yang masih sedikit kedinginan.

Kyuhyun memandangi Sungmin dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Hampir seluruh tubuh mutan ini dibalut selimut, namun Kyuhyun masih bisa melihat sedikit. Sepertinya pakaian yang ia berikan masih terlalu longgar untuk Sungmin. Aih. Yasudahlah.

Kyuhyun membuka flip handphonenya, belum sempat mendial nomor siapapun, ia kembali mengerjap. Makhluk setengah kucing ini sekarang malah sibuk bermain dengan selimut biru tebal milik Kyuhyun. Mungkin karena motif beruang-beruang kecil yang ada di sana menarik perhatian Sungmin. Sungguh, pemandangan Sungmin yang dengan polosnya bergumul dengan selimut. Lalu telinga kucing yang sudah kering dan kini bergerak-gerak reflek. Imut sekali…

“Ish!” Kyuhyun tersadar, lalu menggeleng heran. Kucing mahal memang menarik perhatian, komentarnya dalam hati.

Kyuhyun memilah beberapa nomor. Ia menarik napas panjang sebelum menekan tombol ‘call’.

“Yeoboseyo, hyung?”

Sungmin tercenung mendengar kalimat barusan. Ia berhenti bermain dan mendongkak menatap Kyuhyun. Matanya membulat shock saat ia sadar Kyuhyun tengah memegang handphone. Tentu saja Sungmin tahu Kyuhyun sedang menghubungi seseorang. Masalahnya sekarang. Siapa yang dihubungi Kyuhyun. Apa…

“Hyung, tolong ke apartemenku sekarang!”

Sungmin melotot. Kesimpulan pendek itu sampai ke otak kucingnya. Mata hitamnya yang besar membulat makin besar.

“NYAO!” Sungmin berlari menyambar Kyuhyun sampai mereka terjatuh dan berguling di lantai. Handphone Kyuhyun terlempar jauh dan bunyi ‘krak’ terdengar menandakan benda itu baru saja menabrak sesuatu.

“Um… Nyao~” Sungmin menunduk, memendam wajahnya di dada Kyuhyun, antara takut dan merasa bersalah.

Kyuhyun melotot. Hatinya ikut hancur saat ia memandangi handphone miliknya yang sekarang juga sudah hancur. Tadi X-Box portable miliknya, lalu sekarang… The Next G-8, arloji merangkap handphone yang dibelinya dengan tabungan sendiri…

Kyuhyun nyaris berkaca-kaca memikirkan hal itu. Tiga bulan susah payah menabung tanpa bantuan uang ayahnya. Dan sekarang… Usahanya terbuang sia-sia.

“YA TUHAAAAAAN!” Kyuhyun bangkit dengan murka, dihempasnya tubuh Sungmin menjauh. Suara retak-retak amarah di kepalanya berhasil menutup telinga Kyuhyun dari desis suara lain, desis suara Sungmin yang kesakitan saat tubuhnya terhempas ke lantai. Lagi-lagi, darah segar mengalir dari hidung mungil mutan itu.

“Unggg…” Sungmin memejamkan matanya rapat-rapat. Ia menunduk sambil menutupi hidungnya, siap menerima hantaman atau pukulan apapun yang akan diberikan Kyuhyun padanya. Namun tidak ada. Saat Sungmin membuka mata, ia justru melihat Kyuhyun melangkah menjauh. Sepertinya Kyuhyun tidak berniat dekat-dekat lagi dengannya. Sungmin meringis sedih memikirkan ini. Ia beringsut mundur, memojok dan meringkuk di sudut ruangan.

*_._._._._._._.*

Kyuhyun melangkah murka, ia kembali ke kamar untuk mengorek-orek isi lemari besarnya yang terbenam ke dalam tembok. Diperiksanya setiap laci dan setiap sudut. Begitu Kyuhyun menangkap ujung benda yang tengah dicarinya, Kyuhyun menghela nafas. Diraihnya gelang hitam yang tergeletak di atas tumpukan pakaian.

Lebih baik kupakai di sini dari pada mutan itu merusaknya lagi,’ pikir Kyuhyun dalam hati sembari melilitkan gelang itu di tangannya. Kyuhyun menekan tombol bawah gelang, dan layar X-touch muncul menutupi telapak tangannya.

“Kenapa Zhoumi-hyung bisa tahan memelihara mutan sih?” bisik Kyuhyun setengah mengeluh. Dipilahnya beberapa kontak. Sebenarnya Kyuhyun ingin meminta pertolongan pada Zhoumi yang lebih profesional menangani mutan peliharaan, tapi rasanya tidak mungkin. Hyungnya tidak mungkin mau repot berkendara di malam hari dari China ke Korea, terlebih saat cuaca tidak mendukung seperti ini. Dan Hankyung-hyung juga tidak mungkin datang. Bukan tidak mungkin sih, Kyuhyun yang tidak ingin Hankyung datang. Karena mengundang Hankyung sama artinya dengan mengundang Heechul. BIG NO NO.

Jadi, tidak ada pilihan lain…

Klik!

Oi, Kyuhyun. Tumben menghubungiku?’ Ilusi wajah tampan berkepala besar muncul di telapak tangan Kyuhyun. Ekspresinya tidak enak, dan sesekali ia menyahut ‘Iya sayang tunggu sebentar,’ pada suara-suara makian yang terdengar di belakang.

Kyuhyun menyeringai. Sepertinya ia kenal pemilik suara itu. “Kau sedang berkelahi dengan Wookie-hyung, ya? Hehehe,” godanya. Namun sebisa mungkin Kyuhyun menahan niatnya untuk mengejek Yesung lebih jauh. Bisa-bisa nanti hyung-nya ini menolak membantu kalau Kyuhyun mengejeknya.

Aish! Cepat katakan apa maumu, Cho!’

Kyuhyun tersenyum imut. Sebisa mungkin memamerkan senyum manisnya meskipun Yesung malah berseru mencibir. ‘Jangan pasang wajah seperti itu, Magnae! Iyukh! Menjijikan!’

Kyuhyun mengabaikan komentar barusan. Kini ia sedang berusaha menunjukkan fail puppy eyes-nya. “Hyung, tolong ke rumahku sekarang.Please?”

Hah? Malam-malam begini? Untuk apaaa?’

Please-please-please, hyung? Ada urusan yang penting sekali, nanti kujelaskan di sini.”

Ogah! Katakan dulu ada apa!’

“Aish, hyung. Merepotkan sekali sih!”

Kau yang merepotkan, tolol!’

Kyuhyun mengeram, ia benci melakukan hal yang bertele-tele. Sejurus kemudian seringai muncul di wajahnya. Selalu ada cara untuk mempercepat urusan. Khu khu khu~

“Hyung, kutunggu kau sepuluh menit di apartemenku! Lewat dari sepuluh menit, bersiap saja… Wookie-hyung pasti senang melihat fotomu yang telanjang bersama mutan puppy itu, nyihihi.”

WHAT? SIALAN KAU CHO KY—’

Flip!

Kyuhyun memutus komunikasi mereka. Ia mengembalikan Bracelet-Gphone miliknya ke dalam lemari lalu tertawa bahagia. Penderitaan orang lain selalu berhasil menyenangkan hatinya, apalagi kalau yang ia buat menderita itu Kim Jong Woon, kakak sepupunya sendiri. Maka, makin berlipat-lipatlah kebahagiaan seorang Cho Kyuhyun.

*_._._._._._._.*

Selesai menghubungi Yesung, Kyuhyun berlalu ke dapur untuk memasak sesuatu. Beruntungnya ia tinggal di apartemen mewah ini, cukup masukkan makanan instan ke dalam oven, dan Kyuhyun tidak perlu repot-repot menghancurkan dapur.

Kyuhyun mengendus harum makanan instan yang tersaji di depannya. Nasi panas yang mengepul dengan kuah kari dan potongan daging panggang. Bagus sekali, biasanya Kyuhyun memesan makanan keluar. Dan hari ini… Ia terpaksa mengeluarkan tenaga untuk menyiapkan makanan. Demi kucing nakal itu! Kalau ditanya kenapa Kyuhyun mau repot-repot memasak untuk orang lain sedangkan memasak untuk dirinya sendiri pun ia malas… Jawabannya sederhana. Kyuhyun tidak akan membiarkan seekor mutan tanpa asal-usul mati kelaparan di ruang tamu apartemennya, masalah akan tambah runyam. Tapi apapun itu, pokoknya kucing terlantar itu berhutang budi besar padanya! Kyuhyun menyeringai lagi.

Kyuhyun membawa sepiring nasi dan sebotol airputih dengan tangan telanjang ke ruang tamu. Seumur-umur baru kali ini ia melakukan pekerjaan sepele seperti ini (secara cuma-cuma) untuk orang lain. Kyuhyun jadi berpikir kalau-kalau ia harus menampung mutan itu sedikit lebih lama, tidak mungkin kan ia akan melayani segala hal yang dibutuhkan seekor kucing mutan! Demi apapun! Walaupun Kyuhyun akan mengusahakan bagaimanapun caranya mutan itu harus kembali ke asalnya, hal ini tetap membuat Kyuhyun berpikir untuk menabung lagi. Mungkin dalam tiga bulan ia bisa membeli sebuah Maidroit untuk mengerjakan hal-hal sepele seperti ini.

Kyuhyun berjalan ke arah ruang tamu. Tanpa sadar, baru saja ia berpikir untuk menabung dan mengeluarkan uangnya demi membeli Maidroit, sebuah robot pembantu untuk melayani Sungmin. Kyuhyun yang luar biasa pelit soal menggunakan uang gaji kerja sambilannya, ini malah tiba-tiba terpikir untuk membeli barang mahal demi seekor kucing mutan. Really, sesuatu.

“Oi, Sungmin-ah!” panggil Kyuhyun sembari mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruang tamu. Mata Kyuhyun menyipit dan keningnya bertaut saat dilihatnya Sungmin meringkuk di sudut ruangan. Kyuhyun meletakkan piring dan botol di tangannya ke atas meja sebelum akhirnya melangkah mendekati Sungmin.

“Sungmin-ah?” panggil Kyuhyun lagi, kini suaranya melembut.

Mutan itu tidak merespon meskipun Kyuhyun memanggilnya beberapa kali. Kepalanya tertunduk bertumpu di lutut dengan kedua tangan menutup mulut.

“M-min?” Kyuhyun mencolek kepala Sungmin, namun mutan itu tetap tidak memberi respon. Akhirnya, karena tidak sabar, ia mengangkat kening itu dan betapa terkejutnya Kyuhyun…

Tangan mutan itu jatuh terkulai, darah kental tergenang di bagian telapaknya. Kyuhyun tercekat menyaksikan darah segar terus mengalir dari hidung mungil dan sudut bibir Sungmin. Wajah cantik itu kini sepucat mayat dan kotor dipenuhi darah.

*_._._._._._._.*

Panik! Kyuhyun menepuk wajah Sungmin dengan panik. “Sungmin-ah? Oi! Sungmin-ah!” panggil Kyuhyun gugup. Namun mutan itu masih tidak merespon. Begitu Kyuhyun menyenggol bahunya, tubuh Sungmin justru oleng ke depan dan jatuh ke dalam pelukan Kyuhyun. Bagus, sekarang darahnya mengotori tshirt biru yang dikenakan Kyuhyun.

“Oh, Tuhaaan! Mutan mati di apartemenku dan aku yang akan kena getahnya!” keluh Kyuhyun panik. Dengan gugup Kyuhyun meraih lengan Sungmin, digenggamnya pergelangan tangan mutan itu dan ditekannya urat nadi di sana.

Nyut! Nyut! Denyut bukti kehidupan itu terasa di jempol Kyuhyun.

Sungmin masih hidup! Nadinya masih berdenyut!

Kyuhyun bersorak lega. Setidaknya sekarang ia bisa lega. Mutan ini harus segera mendapatkan pertolongan atau ia benar-benar mati dan itu akan menjadi musibah besar bagi Kyuhyun.

Dengan gesit, Kyuhyun menyelipkan kedua lengannya di bawah lutut dan punggung Sungmin. Lalu, hup!

Kyuhyun bersorak. Tubuh ini terangkat! Padahal biasanya Kyuhyun yang kerempeng selalu kesulitan mengangkat barang berat. Tapi ini? Mengangkat seekor mutan! Such a great job of The great Cho Kyuhyun!

Kyuhyun masih sempat memuji dirinya sendiri meskipun sebenarnya ia sanggup menggendong Sungmin karena tubuh mutan itu yang memang luar biasa ringan.

Kyuhyun membopong tubuh dalam gendongannya ke ruang tengah, dibaringkannya Sungmin hati-hati ke atas matras portabel yang biasa digunakan Kyuhyun untuk bersantai. Setelah itu, Kyuhyun meraih bantal mungil untuk diselipkan ke bawah leher Sungmin. Mencegah darah dari hidung dan bibir mutan itu merembes kemana-mana.

Kyuhyun mendesah. Buru-buru ia berlalu ke dapur mencari air hangat dan handuk bersih. Seumur-umur baru kali ini Kyuhyun dihadapkan dengan keadaan seperti ini. Ia bahkan tidak pernah mengurus orang sakit, demi apapun!

“Kenapa kau ini merepotkan sekali, sih?” keluh Kyuhyun sembari mengusap wajah Sungmin canggung. Kyuhyun mencelupkan ujung handuknya ke air hangat dan mulai membersihkan darah di wajah Sungmin. Noda darah tetap tidak bisa menutupi kecantikan mutan yang terbaring di bawah Kyuhyun ini.

Kyuhyun tersenyum sedih. Baru ia sadar kalau raut mutan ini sepucat mayat. Kyuhyun benar-benar khawatir sekarang. Apa yang harus dilakukannya kalau mutan ini benar-benar mati di sini? Memanggil polisi untuk menanganinya? Ide bagus. Dan wajah Kyuhyun dipastikan ada diheadline koran keesokan harinya.

TING! TONG!

Kyuhyun yang masih sibuk memandangi wajah Sungmin tersentak begitu mendengar suara bel. Tanpa bertanya pun, Kyuhyun tahu siapa yang sekarang sedang berdiri di luar pintu apartemennya.

Kyuhyun melompat lalu berlari girang. Buru-buru dibukanya pintu depan sembari tersenyum sumringah. Pertolongan datang!

“YESUNG HYUUUUUNG!” Kyuhyun memanggil nama kakaknya dengan penuh haru.

“Woi! Lepaskan aku, Cho Kyuhyun!” teriak Yesung gerah sembari berusaha melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun.

Mungkin Kyuhyun tidak akan sadar dan keterusan memeluk Yesung saking bahagianya, namun saat sepasang mata menatapnya dengan aura mengerikan, Kyuhyun buru-buru melepas Yesung lalu tersenyum canggung.

“W-Wookie-hyung!” sapa Kyuhyun sok ramah pada sosok pemuda kecil yang berdiri di belakang Yesung. Kyuhyun memaksakan senyum manis pada Ryeowook yang masih memasang tampang keruh, sedikit merinding mengingat Ryeowook masih dalam keadaan bad mood.

“Hyung, cepat masuk!” Kyuhyun menarik Yesung dan Ryeowook masuk. Ia sempat melongok keluar, memastikan keadaan lorong apartemen sebelum mengunci pintu. “Hyung, langsung ke ruang tengah!”

Yesung berdecak. Belum apa-apa Magnae Evil ini sudah berani memerintah. “Tsk! Kau mau apa menyuruhku kemari malam-malam, heh?” Yesung mengulurkan tangannya bermaksud merangkul Ryeowook, namun naas, kekasihnya itu menepis tangan Yesung sembari mencibir‘Jangan sentuh aku!’

Kyuhyun mendesah, “Lihat sendiri, hyung…” jawabnya dari belakang Yesung.

“Hyungie—” Ryeowook membeku di tempatnya berdiri, tangannya terulur ke depan Yesung, menahan kekasihnya untuk tidak melangkah lebih jauh.

Bukan sekali dua kali Yesung dan Ryeowook berkunjung ke apartemen ini, karena itu bagi mereka tempat ini cukup familiar. Yesung juga tahu betul kalau sepupunya ini tinggal sendiri. Karena itu, Yesung sempat tercengang begitu melihat seseorang –bukan! Seekor mutan terbaring di atas matras di ruang tengah apartemen Kyuhyun.

“What the— Sejak kapan kau punya pet, Cho!” Yesung melotot memandangi raut cantik mutan itu. Mutan secantik ini, pasti harganya mahal! Dan seorang Cho Kyuhyun yang irit tidak mungkin punya cukup uang untuk membeli peliharaan elit seperti ini. Tidak mungkin juga Kyuhyun meminta uang pada ayahnya. Tidak mungkin! Yesung menggeleng tidak percaya, namun gelengan itu punya arti yang berbeda di mata Ryeowook. Menurut Ryeowook, kekasihnya menggelengkan kepala seperti orang yang tengah terpesona…

PLETAK!

Tidak tanggung-tanggung Ryeowook menempeleng kepala Yesung.

“Awww, sakit huny-huny!” Yesung mengeluh manja, namun bukan belas kasihan, justru satu jitakan lagi mendarat di kepalanya.

“Bukan milikku, hyung,” jawab Kyuhyun seraya menggiring kedua tamunya mendekati Sungmin. “Aku menemukannya tadi, di halte bus.”

“Tidak mungkin! Lihat wajahnya! Mungkin dia tersesat atau lepas dari pengawasan majikannya.” Yesung menunjuk-nunjuk wajah Sungmin, nyaris menyentuh kulit mulus itu kalau saja Ryeowook tidak buru-buru menampik tangannya.

“Mungkin,” Kyuhyun mengangguk setuju. Ia juga sempat berpikir begitu, terlebih Sungmin masih mengenakan collar. ”

“Lalu kenapa kau bawa pulang, bodoh?”

“Aku tidak membawanya pulang, hyung! Dia yang menempel padaku!”

“Tidak mungkin, kau pasti melihatnya di jalan sendirian lalu mengambil kesempatan untuk membawanya karena dia cantik! Iya, kan? Sudah mengaku sajalah Cho Kyuhyun mesum!”

“Aku tidak mesum, kepala besar!”

“Cho Kyuhyun iblis mesum!”

“Aku tidak mesum!”

“Mesum!”

“Tidak!”

“Mesuuum!”

“Tidaaak!”

“DIAAAAAM!” Ryeowook berteriak murka.

Dan Yesung-Kyuhyun pun bungkam, mencari aman daripada Ryeowook semakin murka pada mereka.

“Bodoh! Kenapa malah berkelahi, sih? Seperti banci saja!” bentak Ryeowook kejam. Ia sibuk memeriksa mutan ini sejak tadi, kepalanya nyaris pecah mendengarkan pertengkaran tidak bermutu antara Kyuhyun dan Yesung. “Lihat! Anak ini demam!” ujar Ryeowook sembari mengecek temperatur Sungmin dengan punggung tangannya. “Aku lihat semburat merah di atas bibirnya, dia pasti mimisan tadi!” tebak Ryeowook sepenuhnya benar.

Kyuhyun mengangguk. “Dari bibir dan hidungnya mengeluarkan darah, sudah kubersihkan tadi,” jawabnya setengah berbisik.

“Aish! Benar kan! Cepat carikan kompres, Kyu!” perintah Ryeowook tegas. “Dan Yesungie, telpon dokter! Sekarang!”

“Oke, baby~”

Kyuhyun baru akan bangkit untuk mencari kompres instan, namun begitu mendengar perintah terakhir Ryeowook, matanya melotot panik. Buru-buru direbutnya handphone Yesung, “Tidak, hyung! Jangan telpon siapapun!”

“Kyu! Biarkan Yesung menelpon dokter! Kalau kau memikirkan biayanya, biar nanti aku yang bayar!” ujar Ryeowook sembari mencibir betapa kikirnya Kyuhyun.

“Bukan soal uang, hyung. Kalian mau aku jadi headline koran besok?”

Ryeowook dan Yesung tertegun. Benar juga, sepertinya memanggil dokter ke apartemen Kyuhyun adalah ide buruk. Kyuhyun sebagai putra tunggal keluarga Cho pasti menjadi perhatian media. Kalau ada orang lain yang tahu, bukan tidak mungkin keberadaan mutan sakit ini jadi gosip tak sedap untuk menjatuhkan nama Kyuhyun.

“Uh, benar juga.” Yesung mengangguk membenarkan ucapan Kyuhyun. Meskipun sepertinya Ryeowook masih kurang setuju.

“Lalu harus bagaimana? Mutan ini sakit, harus segera diobati…” Ryeowook memandangi wajah Sungmin dengan raut sendu. Dipijatnya lengan kurus Sungmin dan sesekali diusapnya keringat yang membanjir di kening Sungmin.

“Karena itu aku memanggil kalian. Aku juga bingung, hyung.”

“Sebentar… Pertama, kau dapat mutan ini darimana? Kenapa kau berani sekali membawanya pulang?” Yesung bertanya, bingung.

“Aku menemukannya di halte. Sendirian, menggigil kedinginan, dan menempel padaku mati-matian. Terlebih, dia sakit, kan? Mungkin kalau kutinggalkan di sana dan tidak ada yang menemukan dia sampai besok, makhluk ini tidak akan bertahan sampai pagi,” jelas Kyuhyun sembari mengangkat bahu. Kyuhyun sendiri bingung kenapa ia berani membawa makhluk ini pulang ke rumahnya. Beruntung tadi keadaan di luar sangat sepi, hanya satu dua pasangan yang berlalu dan tampaknya setengah mabuk. Kalau tidak, pasti sudah ada yang mengambil kesempatan memfoto Kyuhyun bersama Sungmin untuk dijual ke media. “Jadi yah… Entah kenapa akhirnya malah kubawa pulang.”

“Wow, aku baru tahu Cho Kyuhyun punya rasa belas kasih,” ejek Yesung dan alhasil, satu jitakan lagi mendarat di kepalanya.

“Diam, Sungie!”

“Hueee! Mianhae, hunny~”

“Tidak apa-apa, Kyu. Tindakanmu benar, hyung akan membantu. Tenang saja.” Ryeowook tersenyum manis. Seratus delapan puluh derajat terbalik dari sikapnya ke Yesung tadi. “Kau tidak bertanya pada anak ini, namanya? Asalnya dari mana?”

Kyuhyun menggeleng. Ia baru sadar kalau Sungmin dari tadi belum bicara sedikitpun selain mengucapkan ‘Unggg’ dan ‘NYAO!’

“Aku lihat namanya ada di bandul kalung itu,” jawab Kyuhyun sembari menunjuk collar yang sedikit tertutup kerah tshirt yang kelewat longgar di tubuh Sungmin. “Dia tidak bicara sejak tadi. Mungkin lapar, atau lemas?”

Kening Yesung mengerut, bingung.”Tidak bicara? Biasanya pet sangat rewel…”

Sekali lagi, Kyuhyun mengangkat bahu. “Dia menggunakan lingerie saat aku menemukannya. Baru tadi aku menyuruhnya ganti baju dengan tshirt lamaku.”

“Lingerie?” Yesung tampak berpikir. Ia ikut duduk di sisi Ryeowook untuk memperhatikan mutan ini lebih dekat. Yesung pernah memelihara mutan, puppy jenis pet rumahan. Semesum apapun Yesung, ia tidak pernah menyuruh pet-nya menggunakan lingerie. Terlebih, di luar rumah? Dan saat cuaca sedingin ini! Manusia macam apa yang tega menyuruh mutannya melakukan itu!

Kening Yesung mengernyit lebih dalam. Yesung mengusap bandul emas dengan ukiran ‘SUNGMIN’ besar di bagian depannya. Jadi nama mutan ini Sungmin, eh? Yesung mengusap permukaan collar itu lalu memutuskan untuk melepasnya dari leher Sungmin. Collar berbahan kulit dan bandul emas, bisa dipastikan pemilik mutan ini bukan orang biasa. Dilihat dari penampilannya dan penjelasan Kyuhyun tentang ‘lingerie’, satu kesimpulan muncul di otak Yesung.

Apa mungkin mutan ini sex-doll? Mutan-seks?

“Kau menyuruhnya ganti, kan? Lihat sesuatu yang mencurigakan di tubuhnya?” Yesung menatap Kyuhyun dengan ekspresi menginterogasi.

Kyuhyun mendelik, “A-aku tidak melihat apapun! Dia mengganti bajunya sendiri dan aku tidak mengintip!” cecarnya buru-buru.

“Aish, kenapa panik sekali sih? Aku kan cuma bertanya.” Yesung mencibir. Kali ini ia dan kekasihnya saling bertukar pandang. “Kau mengerti apa maksudnya kan, Wookie-baby?”

“Ne…” Ryeowook mengangguk lalu berpaling pada Kyuhyun. “Kyu, coba tahan tubuhnya sedikit. Aku mau memeriksa sesuatu.”

Kyuhyun menurut. Ia ikut duduk di atas matras, berhadapan dengan Yesung.

“Angkat sedikit, tahan bagian bahu saja.”

Kyuhyun melakukannya. Ia bergerak hati-hati, menyelipkan tangannya di ketiak Sungmin dan mulai mengubah posisi tidur mutan itu menyamping.

“Sungi, buka bajunya.”

W-what?” Kyuhyun mendelik kaget, namun ia tidak bisa memprotes lebih jauh karena Ryeowook tampak begitu serius saat Yesung perlahan-lahan melepas tshrit longgar yang dikenakan Sungmin dengan mudahnya.

Tshirt itu perlahan terangkat, menyibak bagian punggung dan perut Sungmin yang putih pucat bercampur semburat merah. Saat tshirt itu tersibak sepenuhnya, tiga pasang mata di ruangan itu ikut mendelik shock.

Gurat merah dan memar kebiruan tampak jelas memenuhi sekujur punggung dan perut Sungmin. Beberapa nyaris samar seperti luka lama. Beberapa tampak baru, masih merah bercampur semburat darah.

TBC

25 thoughts on “Kitty-Kitty, Baby! – Chapter 2

  1. vyan says:

    huweeeee what happen 2 minnie???
    +ra,e aja nih fic..lanjut ke berikutnya y sun..jd penasaran pemilik sungmin sblmnya..

  2. Anisaaa says:

    Poor ming, pasti majikannya dulu nyiksa dia habis2an yaa
    udah dicambukin, diperkosa kayak gitu
    eh, eonni nanti kalo ming tinggal sama kyu, gimana kalo seo ke apato kyu? Apa sungmin bakalan menderita lagi? Seo kan masih jadi tunangannya kyu?

  3. Aku kira Ming sakit karena kehujanan itu aja, n wkt bc penjelasan kl Ming demam, aku jd tenang

    Tp… x____x oh… bagian akhir membuatku membeku tiba2

    Ming bekas disiksa kah? Pantas aja dia nggak mau kembali ke majikannya yg lama

    Oh Ming T.T

  4. dasar kyu ,,,, kalau tdk mau ngerawatnya sini biar saya saja….
    disini kyu jadi orang yang pelit,evil,mesum,pervert,
    tapi paling kebangetan tuh pelitnya^^^^
    bener-bener rasanya pengen meluk umin deh, dia kasihan banget sih😦
    siapa yang sdh tega nyiksa dia?

  5. nukie says:

    siapapun majikanny minta d bacok -_- tega skaliii.apa majikanny seorang psikopat (o.o?)

    btw pngn bgt nampol kyu pas bagian “Penderitaan orang lain selalu berhasil menyenangkan hatinya, apalagi kalau yang ia buat menderita itu Kim Jong Woon, kakak sepupunya sendiri. Maka, makin berlipat- lipatlah kebahagiaan seorang Cho Kyuhyun.” -______-

  6. Kasian Min ;A; jahat banget majikannya >”< Min semanis itu kenapa disiksa coba W('A'w) aiish.. Penasaran siapa majikan Min *asah golok(?)*

    syuuu~ /terbang/

  7. kyuma0403 says:

    Ming disiksa sama majikan yg sebelumnya kah??
    trus knpa Ming bisa kabur??
    kasihan banget Mingnya….😦

    lanjut chingu….

  8. Yaampuunnnn. Itu apaan sungminnya kasian banget badannya memar terus biru2??? Kok bisa?? Atau jangan2 dia dipukulin ?? Sama siapa?? Itu abang kyu nya kok pelit banget ya rasanya?? Hahaha,lucu juga bayanginnya. Oke min,aku lanjut baca ke next chapter yaaa

  9. 010132joy says:

    Kyu jangan kasar2 knapa sih lembut dikit donk kasian mingnya jd takutkan
    Ming knapa kok badannya banyak luka memar, kyu dsini kyanya pelit bgt y apa dperhitungkan ckck
    msa ming jd muttan sex doll sih jngan donk tega bgt yg jdiin ming ky gitu
    chap 3 ….

  10. Apa yang terjadi sama Ming ?? Aishh.. penasaran..
    Sifat Kyu bener-bener seenaknya, tapi lucu juga pas Kyu ama ming diliatin orang-orang di halte.. heheheh..
    Oke, lanjut ke chapter berikutnya..

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s