Kitty-Kitty, Baby! – Chapter 3

Pairing : Kyumin, other to come

Rate : T/PG for this chapter

Warning : Kitten!Min, Kikir!Kyu, BL/Yaoi, MPreg.

Disclaimer : Kyumin sepenuhnya milik saya dicerita ini, hahaha!

*_._._._._._._.*

Kitty-kitty Baby 

*_._._._._._._.*


Tshirt itu perlahan terangkat, menyibak bagian punggung dan perut Sungmin yang putih pucat bercampur semburat merah. Saat tshirt itu tersibak sepenuhnya, tiga pasang mata di ruangan itu ikut mendelik, shock.

Gurat merah dan memar kebiruan tampak jelas memenuhi sekujur punggung dan perut Sungmin. Beberapa nyaris samar seperti luka lama. Beberapa tampak baru, masih merah bercampur dengan semburat darah.

“Oh… My—” Ryeowook mengatup mulutnya, tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.

Kyuhyun melongo, tercengang. Punggung itu tampak seperti di warnai dengan cat, Kyuhyun tidak percaya ada seseorang dengan wajah serapuh Sungmin menyimpan luka memar sebanyak itu. Tidak mungkin mutan ini habis berkelahi kan? Atau mungkin itu memang bukan luka sungguhan?

“Lebih baik kita panggil dokter sekarang, Kyu!” seru Ryeowook panik.

Kyuhyun menggeleng linglung, ia sendiri bingung harus bagaimana. Kalau mereka memanggil dokter sekarang, nama Kyuhyun yang akan terkena imbasnya. Tapi kalau mereka tidak memanggil juru medis, bisa-bisa mutan ini mati di rumah Kyuhyun! Oh, Tuhan!

“Jangan,” sambung Yesung tiba-tiba. Yesung masih memandangi luka di punggung Sungmin dengan ekspresi serius. Wajahnya memancarkan seolah ia memang mengetahui sesuatu. “Jangan panggil dokter, kita harus memikirkan akibatnya sebelum memutuskan untuk bertindak. Memanggil dokter sama dengan mengorbankan Kyuhyun.”

“Hyung-ah…” Kyuhyun nyaris menangis haru mendengar penjelasan Yesung. Baru kali ini kakak sepupunya ini begitu perhatian dan memikirkan kepentingan Kyuhyun.

“Lalu harus bagaimana, Sungie? Kau lihat luka ini?” Ryeowook menunjuk hati-hati luka bakar yang sedikit lembab di ujung punggung Sungmin. “Mutan ini bisa terinfeksi!”

Yesung juga melihat luka itu, keningnya sedikit mengerut prihatin namun ia masih menggeleng. “Tidak. Lebih baik kita minta bantuan Heechul-hyung. Telpon Hangeng sekarang, Kyu.”

“WHAT?” seru Kyuhyun kaget. “Minta bantuan Heechul-hyung? Itu sih sama buruknya dengan memanggil dokter!”

“Bicara apa, sih? Hanya Heechul-hyung yang bisa mengatasi masalah ini. Kau lihat bandul collarnya? Pemilik mutan ini bukan orang biasa! Tidak boleh ada orang lain yang melihat Sungmin, jadi bantuan Heechul-hyung adalah satu-satunya pilihan kita sekarang,” ujar Yesung panjang lebar. Yesung mendengus, ia yakin sekali mutan ini korban penganiayaan majikannya. Hal seperti ini sudah tidak jarang lagi, meskipun secara sembunyi-sembunyi, di luar sana masih banyak mutan-mutan yang dijadikan sex-dolls dan bulan-bulanan penyiksaan kaum konglomerat.

“Aish!” Kyuhyun melengos pasrah. Tidak bisa berbuat apa-apa saat Ryeowook membuka flip handphonenya, dan tanpa ditanya pun Kyuhyun tahu siapa yang berbicara dengan Ryeowook di sebrang sana.

“Hangeng-hyung dan Heechul-hyung ada di rumah sekarang.”

Yesung mengangguk senang. “Bagus, kita pergi sekarang.”

“Tunggu dulu! Bagaimana caranya kita membawa mutan ini? Masa aku yang gendong?” Kyuhyun melengos dengan wajah malang. Kenapa rasanya kesialannya datang bertubi-tubi, sih?

“Kalau bukan kau siapa lagi yang mau gendong?”

“Ada Yesung-hyung!” teriak Kyuhyun frustasi, tanpa sadar seruan Kyuhyun barusan sedikit mengusik Sungmin. Mutan itu menggeliat pelan, sedikit meringis saat punggungnya bersentuhan dengan matras.

“Unggg—”

Yesung, Ryeowook, dan Kyuhyun spontan beralih ke arah Sungmin, saat mutan manis itu perlahan sadar dan mengerjap lemah.

Sungmin mengerjap-ngerjap, pandangan matanya masih sedikit buram. Ditambah pusing dan nyeri di sekujur punggungnya, Sungmin hanya bisa tergeletak kaku di atas matras empuk yang menopang tubuhnya.

“Yah, dia sudah sadar! Cepat ambil airminum, Kyu!”

Kyuhyun tidak beranjak, ia hanya meraih botol mineral yang tergeletak dekat di kakinya dan menyerahkannya pada Ryeowook. Ingat tadi ia sempat membawakan minum dan makanan instan untuk Sungmin.

“Sungie, topang tubuhnya.”

Yesung belum sempat beranjak untuk melaksanakan perintah Ryeowook, karena mutan itu berjengit kaget dan buru-buru menghindar saat Ryeowook menyentuh lengannya.

“Loh, kenapa?” Ryeowook bertanya bingung, ia baru ingin menarik tangan Sungmin dan mutan itu buru-buru mundur menjauh, ekspresi Sungmin dipenuhi ketakutan dan terror.

Sungmin memeluk dirinya sendiri dan meremas lengannya yang sempat tersentuh Ryeowook tadi. Ketakutan terpancar jelas di wajah pucatnya, seolah sentuhan Ryeowook akan menyakitinya, seolah Ryeowook bermaksud untuk memukulnya karena ia berbuat nakal tadi.

“Unggg—” Sungmin terisak, ia menunduk dalam-dalam dan dengan ling-lung mengawasi keadaan sekitarnya. Ia melihat dua laki-laki, keduanya manusia. Satu orang yang baru saja menyentuhnya dan satu orang lagi beringsut menjauh, seolah memberi jarak. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Kyuhyun di manapun, ini membuat Sungmin makin gemetar ketakutan. Apa Kyuhyun benar-benar tidak mau menampungnya dan membuangnya ke rumah orang lain? Di mana ia sekarang?

Benar. Sepertinya Kyuhyun benar-benar membuangnya. Lagipula siapa juga yang mau menampung mutan seperti Sungmin? Sungmin tersedak di tengah isak, darah segar mengalir dari sudut bibirnya.

Sungmin mundur makin ketakutan, karena Ryeowook tampaknya tidak berniat menyerah. Ryeowook nyaris menangis melihat keadaan mutan ini, ia bahkan tidak pernah memelihara mutan. Tapi tetap saja, siapa yang tega melihat mutan semanis ini gemetar ketakutan lalu terbatuk darah sambil memasang ekspresi seolah seluruh dunia akan menyakitinya?

Sungmin menghela nafas berat, dadanya terasa panas dan kepalanya sedikit berputar– pusing. Saat satu di antara dua pemuda manusia itu berusaha mendekatinya, namun Sungmin mundur ketakutan. Pasti mereka akan menghukumnya sekarang, karena Sungmin sudah berbuat nakal dan mengotori matras ini dengan noda darahnya. Sungmin tidak akan bisa menolak hukuman, ia tidak akan menolak hukuman, tapi setidaknya jangan sekarang… Ia sudah tidak kuat. Tidak…

Pluk!

Sungmin sudah tidak bisa mundur lagi. Punggungnya tertahan sesuatu, bukan tembok, rasanya ini hangat dan bergerak. Seperti… Manusia!

Sungmin bernafas tersendat, pacu jantungnya terasa berat. Rasanya ketakutan itu sudah sampai di kerongkongan, membuat Sungmin terisak makin kuat dan darah kembali mengalir dari hidungnya. Awalnya ia tidak berani berpaling, namun merasa tidak ada respon dari orang di belakangnya, Sungmin memberanikan diri untuk memutar kepalanya. Dan, hola…

Sungmin terkesiap. Pandangannya menghangat karena airmata.

KYUHYUN!

Kalau saja bisa besuara, Sungmin pasti sudah bersorak saking gembiranya. Seolah bergerak refleks, Sungmin memeluk Kyuhyun erat-erat. Ia memendam wajahnya di dada Kyuhyun sambil menangis terisak-isak. Sungmin bahkan sudah tidak peduli kalau nanti Kyuhyun marah dan menghukumnya karena ia sudah mengotori kaus Kyuhyun dengan noda darah dari hidung dan mulutnya. Yang penting ada Kyuhyun di sini, yang penting Kyuhyun tidak membuangnya.

“Uh— hyung, tolong aku?” Kyuhyun menatap Ryeowook dengan pandangan memelas. Sungmin memeluknya terlalu erat, nyaris tidak ada jarak diantara mereka karena dada dan wajah Sungmin sudah menempel sepenuhnya pada Kyuhyun. Kyuhyun sampai kesulitan bernapas.

“S-Sungmin-ah, ayo lepaskan Kyuhyun. Lihat, Kyuhyun jadi kesulitan bernapas,” Ryeowook berusaha merayu Sungmin dan menarik bahunya lembut. Namun semakin Ryeowook menyentuh Sungmin, semakin mutan itu memeluk Kyuhyun erat-erat.

Tidak tahan melihat situasi canggung ini, Yesung akhirnya turun tangan.

“Coba kau yang minta, Kyu. Bilang padanya untuk melepaskanmu.”

Kyuhyun menahan nafas, mulai merasa risih dan sesak. “S-Sungmin, lepaskan aku.”

“Unggg!” Sungmin menggeleng kuat-kuat di dada Kyuhyun.

Yesung menghela nafas. Mutan lamanya bahkan tidak sekeras kepala ini. Tapi biasanya mutan akan menurut pada orang yang disukainya, mungkin saja kan? “Coba suruh dia dengan lebih memerintah, Kyu.”

Kyuhyun mendengus, meski alih-alih mengangguk. Ia sudah terlalu risih sampai akhirnya memutuskan untuk bersikap sedikit kasar.

“Sungmin-ah! Lepaskan aku!” Kyuhyun nyaris mendorong tubuh Sungmin menjauh darinya. Kalau saja Ryeowook tidak menahan tubuh mutan itu dari belakang, Sungmin pasti sudah terpelanting ke lantai.

“KYUHYUN!” Ryeowook berteriak murka. Beruntung ia sigap menahan Sungmin, meski pada akhirnya mutan itu tetap buru-buru menyingkir dari sentuhan Ryeowook, tetap saja… Ryeowook murka!

“Sekali lagi kau bersikap kasar, jangan harap harga dirimu sebagai laki-laki masih utuh sampai besok!” ancam Ryeowook sembari meremas ujung celana Kyuhyun dan melirik ke bagian tengah di antara selangkangan Kyuhyun, berusaha mengisyaratkan ancaman mengerikan itu padadongsaengnya.

“M-mianhae, hyung!” Kyuhyun buru-buru minta maaf, ia membungkuk-sebelum Ryeowook bertambah murka. Sumpah, Kyuhyun tidak mau bermasalah dengan Ryeowook lagi! Kyuhyun membungkuk sopan lalu meraih botol minum yang ada di tangan Ryeowook. “Min, kemari.”

Sejak tadi Ryeowook selalu gagal mendekati Sungmin. Dan ajaibnya, kali ini mutan cantik itu beringsut mendekat pada Kyuhyun. Menuruti kata-kata Kyuhyun meskipun kali ini ia hanya menunduk submisiv dan meremas erat ujung tshirt Kyuhyun. Seolah takut jika tidak melakukannya, Kyuhyun dapat menghilang atau meninggalkannya tiba-tiba.

“Minum ini,” perintah Kyuhyun lembut sembari berusaha membuat Sungmin memegang botol itu sendiri. Namun Sungmin hanya bergeming sambil mendongkak memandangi Kyuhyun, matanya membulat bingung.

“Bodoh, tidak lihat ia masih lemah begitu? Kau yang meminumkannya, Kyu!”

“I-iya, hyung! Aish!” keluh Kyuhyun sembari meraih bahu Sungmin mendekat padanya. Kyuhyun merangkul Sungmin, lalu perlahan ia menawarkan mulut botol yang terbuka itu pada Sungmin. Entah sengaja atau refleks, Sungmin menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun dan perlahan minum dari botol itu. Tangan Sungmin ikut menangkup di atas tangan kanan Kyuhyun yang tengah memegang botol.

Kyuhyun meringis samar, merasakan dinginnya telapak tangan Sungmin bertemu dengan punggung tangannya. Mungkin benar kata Ryeowook, ia harusnya bersikap lebih sabar dan lembut pada mutan ini. Tampaknya mutan ini sangat bergantung padanya, padahal mereka baru bertemu tadi.

Yesung yang sejak tadi hanya memperhatikan mereka, kini tersenyum tipis. Meski samar dan Kyuhyun terkesan kasar, ia bisa melihat setitik perhatian di mata Kyuhyun saat adiknya itu memandang Sungmin.

Ryeowook meraih piring nasi instan yang sudah dingin di sisi matras. Daging dan karinya masih sedikit mengepul, tapi setidaknya ini masih pantas di makan. “Sekarang coba kau tawarkan makanan padanya, Kyu. Dia pasti kelaparan…” ujar Ryeowook dengan raut dan nada keibuan. Kyuhyun menurutinya, ia meraih sesendok nasi dengan daging di ujungnya lalu menyodorkannya ke mulut Sungmin.

Sejenak, Sungmin memandangi sesuap nasi itu dengan wajah enggan. Lalu ia menggeleng kuat-kuat dan kembali membenamkan wajahnya di dada Kyuhyun, membuat Kyuhyun tersentak dan tidak sengaja menumpahkan nasi kari itu ke atas matras.

“Aish!” seru Kyuhyun jengkel.

Ryeowook mendesah prihatin. Sedikit tidak tega melihat sikap Sungmin. “Sudah-sudah, Kyu. Biar aku yang bersihkan,” Ryeowook beranjak untuk mengambil lap dan alat pembersih di dapur. Karena sialnya, di apartemen super mewah ini tidak ada mesin pembersih atau maidroit yang bisa memudahkan pekerjaan kecil seperti ini. Salahkan Kyuhyun yang terlalu kikir untuk membeli hal-hal kecil berfungsi penting seperti mesin atau robot-robot pembersih. Dan sekali lagi salahkan Kyuhyun yang keukeuh tidak mau menggunakan uang bulanan yang diberikan lebih dari cukup oleh ayahnya.

“Jangan dipaksa, Kyu.” Yesung tiba-tiba berujar. “Biasanya mutan makan dengan makanan khusus, atau hanya makan satu dua jenis dari ratusan jenis makanan yang bisa kita makan.”

Kyuhyun merengut. Makanan khusus? Kedengarannya mahal. “Apa mutanmu dulu makan dengan makanan khusus? Makanan khusus apa sih?”

“Mutanku dulu hanya makan daging sapi, tidak mau yang lain. Kupikir karena anjing dan kucing sama-sama karnivora, mungkin makanannya juga tidak jauh-jauh dari daging.”

“Aish, daging. Pasti mahal,” keluh Kyuhyun tidak ikhlas. Bisikan Kyuhyun cukup keras dan terdengar oleh Yesung.

“Aish, kau ini! Kalau kekurangan makanan untuk Sungmin kerumahku saja!” ujar Yesung jengkel. Rasanya ia menggaji karyawan kafenya dengan upah lebih dari layak, termasuk Kyuhyun. Tapi kenapa adik sepupunya bisa sekikir ini sih?

“Hehe, oke hyung! Lagipula aku tidak mungkin lama-lama menampung Sungmin, kan?” Kyuhyun mengatakannya tanpa berpikir, ia hanya mengutarakan apa yang dipikirkannya sejak awal. Karena memang tidak mungkin bagi Kyuhyun untuk menampung seekor mutan terlalu lama. Namun sepertinya, kalimat Kyuhyun barusan membuat Sungmin tiba-tiba tersentak dan refleks menarik kaus di bagian dada Kyuhyun.

“Eh?” Kyuhyun terkejut saat Sungmin tiba-tiba menarik kausnya lalu duduk dipangkuannya. Meskipun merasa risih, Kyuhyun tidak mungkin mengusir Sungmin kali ini. Bisa-bisa Ryeowook mengamuk lagi dan kejantanan Kyuhyun jadi taruhannya.

“Sungmin-ah, ayo turun.” Kyuhyun berusaha membuat Sungmin turun dari pangkuannya dengan mengikuti saran Yesung tadi. Tapi bukannya menurut, Sungmin justru makin erat mencengkeram kaus Kyuhyun.

“Unggg!” Sungmin menggeleng keras kepala. Meskipun kepala mutan itu menunduk, dari bahunya yang bergetar Kyuhyun tahu kalau Sungmin tengah terisak— lagi.

“Aish!” Kyuhyun melenguh, ingin rasanya mencibir betapa cengengnya mutan ini. Sungmin mutan laki-laki, kan? Kenapa cengengnya mengalahkan Seohyun, sih! Tapi cibiran itu hanya berhenti di benak Kyuhyun, karena sekali lagi, Kyuhyun masih sayang nyawanya.

“Mutan itu sensitif, Kyu. Hati-hati saat bicara di depannya,” Yesung tersenyum geli sembari menasehati adik sepupunya.

“Aish! Iya-iya aku tahu, Mimi-ge sudah pernah mengatakannya padaku!” Mau tidak mau, Kyuhyun teringat kembali dengan pesan Zhoumi saat itu. Mutan makhluk sensitif, sekaligus penurut pada majikannya. Dan berhubung Sungmin sedang jinak-jinaknya pada Kyuhyun, tidak ada salahnya Kyuhyun mencoba saran Yesung.

Kyuhyun menyeringai ke arah Yesung. Dengan hati-hati, ia melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin. Tidak terlalu erat karena Kyuhyun bisa menyakiti Sungmin dengan menyentuh luka yang ada di punggungnya. Kyuhyun mengusap rambut Sungmin, lalu turun ke tengkuknya. Biasanya kucing suka dielus kan? Hihi. “Aku akan menampungmu, Min. Asal sekarang kau turun dari pangkuanku, oke?”

Berhasil!

Meskipun tidak mengatakan apapun, Sungmin mengangguk lemah. Perlahan namun pasti mutan itu turun dari pangkuan Kyuhyun meskipun ia masih menolak untuk berjauhan dan tetap mencengkeram kaus Kyuhyun.

“Sial, kau belajar dengan cepat Anak Setan,” cibir Yesung, setengah mendengus menyaksikan Sungmin yang dengan mudahnya menuruti ucapan Kyuhyun hanya dengan sedikit rangkulan dan usapan di kepala.

“Tentu. Aku bocah jenius,” sambung Kyuhyun bangga.

“Kyu? Ini jaketmu, kan? Cepat pakaikan ke Sungmin dan kita pergi ke tempat Heechul-hyung sekarang.” Ryeowook yang tiba-tiba muncul langsung melemparkan jaket biru tua ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun melotot saat jaket biru tua miliknya mendarat di matras. “H-hyung! Tapi ini jaket baruku! Aku baru memakainya sekali dan harganya hampir 100.000 won!” protes Kyuhyun sengit. Namun lagi-lagi, protes Kyuhyun hanya berhenti sampai di situ.

“Cepat pakaikan!” perintah Ryeowook sembari mendelik tak kalah sengit.

Mau tak mau, Kyuhyun menuruti perintah Ryeowook—lagi. “Padahal dia bilang mau membersihkan matrasku, dasar cerewet!” bisik Kyuhyun jengkel. Namun tampaknya cibiran sekecil apapun pasti akan sampai ke telinga neraka Ryeowook.

“KAU BILANG APA TADI?”

“T-tidak, hyung! A-aku bilang, ayo berangkat sekarang!”

*_._._._._._._.*

TBC!

 

28 thoughts on “Kitty-Kitty, Baby! – Chapter 3

  1. Dr penuturan Kyu yg sebelum2nya, Heechul seakan-akan menyeramkan di mata Kyuhyun.. hahaha… Apa yg akan terjadi di sana😀

    Kyu yg biasanya keras jd lebih perhatian gr2 ming… kyaahhh XDDD tp repot juga ya merawat ming.. .___. ah.. lupakan. Kl dpt aku jg mau *plakk*

  2. ha…ha…. wow ternata seorang wook bisa semenyeramkan itu, bahkan bisa mengancam kejantanan seorang evi kyu🙂
    sebaiknya kyu terima nasib, umin bakal nempel terus ke dia… ha…ha… (daripada yg nemepel tunangannya dia🙂 )

  3. nukie says:

    seneng bgt kyu takluk sm wookie
    wookie kau seperti bibi pemilik kos2an yang frustasi anak2 kos’y menunggak berbulan-bulan. bnr2 galaaak xD huahahaha

  4. wew >”< wokkie disini galak amat yaa.. ahya Ming gak bisa bicara ya ? ._.a cuma bisa berdengung(?) gitu ? apa semua mutan kaya gitu ? atau cuma ming doang ? <—banyak tanya ^^a

    syuuu~ /terbang lagi/

  5. ungghh~
    kucing manis macem Ming emang harus d perlakukan istimewa…

    Ming gk mau jauh2 dr kyu,,
    bergantung kok sma setan Ming#plak~

    ngkak wkt scene KyuWook,mereka tengkar mulu,,

    next~

  6. kyuma0403 says:

    aihhhhhh…. imutnyaaaaaa…..
    Kyu kasar bgt sih, kasihan kan Mingnya dibentak terus…….
    Kyu knpa takut banget ke Heechul???
    pasti karakternya melebihi wookie deh….

    lanjut chingu….

  7. Ya allah kyu pelit bgt dah -_- untuk ming nkali bukan yg lain. Ryeowook daebakk disini kak cerewetnya parah hihihi ryeowook aja gitu giman heechul #gak berani bayangin

  8. Min nya kok nurut banget ya sama abang kyu??? Masak karna dia yang nolong? Tapi kan dia oranga asing?? Ryeowook nya ya ampun sesuatu banget ya. Sampe abang kyu nurut gitu. Oke min ,aku baca next chapter yaaa

  9. 010132joy says:

    Haha kyu tumben kalah sma wook, kasian bgt dbentak terus kkk wook galak bgt dsini y
    kyu te2p aja ga bisa lembut dikit aja ke ming huh, ming knapa sih kok nyampe takut bgt liat orang slain kyu
    ck kyu bner2 pelit y nyampe jaket dpinjem aja ga boleh pake kasih tau hrganya sgala aigo
    lanjut bacaaa …

  10. Si kyu galak banget ama Ming, tapi Mingnya nempel banget lagi ama si Kyu.
    Sebenernya apa yang terjadi sama sungmin ? penyiksaaan kah ??
    Hadeuh.. wookie galak banget ama si kyu, kyu ampe mengkerut kaya gitu.. wkwkwkwk

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s