Kitty-Kitty, Baby! – Chapter 4

Pairing : Kyumin, other to come

Rate : T/PG for this chapter

Warning : Kitten!Min, Kikir!Kyu, BL/Yaoi, MPreg.

Disclaimer : Kyumin sepenuhnya milik saya dicerita ini, hahaha!

A/N : Karena versi ini mau dibuat seringan mungkin, alur cerita sengaja diperlambat, buat yang kurang berkenan boleh klik back. Kyumin pairing till the end. Don’t Like Don’t Read.

 

*_._._._._._._.*

Kitty-kitty Baby 

Seoul malam hari saat musim hujan tak ubahnya seperti saat salju turun. Dingiiiin. Kyuhyun merapatkan jaketnya, padahal mereka sekarang berada di dalam mobil Yesung. Tapi rasanya dingin di luar sana sudah berhasil menyelinap masuk ke dalam mobil. Ditambah dengan dingin AC mobil yang tidak boleh dikecilkan oleh Ryeowook, brrrr. Kyuhyun nyaris menggigil kedinginan.

Kyuhyun melirik ke samping, ke arah Sungmin yang tengah menunduk sambil mengerat bajunya sendiri. Bukan, pandangan Kyuhyun sebenarnya bukan tertuju pada Sungmin, tapi justru tertuju ke arah jaket biru yang dikenakan Sungmin. Ah! Andai Kyuhyun yang menggunakan jaket tebal nan mahal itu! Dia pasti tidak kedinginan sekarang!

Kyuhyun mendengus. Ia memalingkan pandangannya ke luar jendela. Daripada ia bertambah kesal dan melampiaskannya pada mutan cengeng ini, lebih baik ia memandangi jalan sepi dan satu dua mobil yang melayang berlalu-lalang di luar sana. Kyuhyun tidak berani mengambil resiko kalau Sungmin sampai menangis gara-gara dirinya. Grrrh! Coba tidak ada Ryeowook di sini!

“Uhmm~”

Kyuhyun berjengit kaget, tangan Sungmin menyelinap ke pinggangnya. Sejak tadi Sungmin memang terus menempel pada Kyuhyun dan sesekali menyender di lengan Kyuhyun. Mungkin karena takut akan dimarahi, mutan itu berusaha menahan diri untuk tidak bergumul atau mengeluh. Namun di sini terlalu dingin, Sungmin sudah tidak tahan sampai akhirnya…

Mutan itu beringsut makin merapat dan tanpa malu-malu memeluk Kyuhyun erat-erat.

“Ngghh~” Sungmin berusaha mencari tempat untuk membenamkan wajahnya. Meskipun Kyuhyun berjingkat risih, Kyuhyun tidak menjauh sehingga Sungmin tidak perlu kesulitan untuk memeluk Kyuhyun.

“Aish, hush! Hush! Min! Lepaskan aku!” bisik Kyuhyun risih.

Yesung yang tengah mengendarai mobil sedikit terusik dan melirik dari spion tengah. Keningnya berkerut kala ia melihat Kyuhyun yang bergerak risih dan Sungmin yang memeluk sepupunya erat-erat.

“Ada apa, Kyu?” pertanyaan Yesung yang tiba-tiba ikut memancing Ryeowook menengok ke belakang.

Hyung– risiiiih, dia tidak mau melepas aku, nih!”

Yesung melirik dua bocah di jok belakang yang tengah rusuh bergumul itu, yang satu berusaha merapat dan yang satu berusaha menghindar. Sambil terus berusaha fokus ke jalan di depannya, Yesung mengawasi Sungmin dengan kening berkerut. Mutan itu memang sedikit menggigil. Karena wajahnya sudah terbenam penuh di bahu Kyuhyun, Yesung hanya menangkap sebelah telinga kucing Sungmin yang terlipat mengatup.

“Peluk saja Kyu, mungkin Sungmin kedinginan. Biasanya memang ada mutan yang tidak cocok dengan AC kendaraan…”

“Tidak cocok dengan AC mobil?” Ryeowook bertanya bingung. Pipinya menggembung begitu Yesung mengangguk cepat tanpa berpaling dari jalan di depan mereka. “Kenapa tidak bilang?” ujarnya kesal sembari buru-buru menutup semua lubang AC yang ada di mobil.

“Kan kubilang memang ada beberapa, bukan semua.”

Kyuhyun merengut, baru saja ia ingin mengeluh, ‘Ya tidak perlu semua AC di tutup, kan? Pengap, hyung!’ tapi Kyuhyun menelan kembali protesnya.

“Cih,” cibir Kyuhyun dongkol. Di tatapnya Sungmin yang sudah tergolek lemas di lengannya dengan wajah kesal. Belum apa-apa, mutan ini sudah mengambil posisi Magnae miliknya. Hey! Yang harusnya dimanjakan itu kan Kyuhyun! Bukan seekor mutan kucing yang antah berantah asal-usulnya!

“Kita sampai.” Yesung menghentikan mobilnya di depan pagar tinggi yang menutupi sebuah bangunan besar di belakangnya. Ryeowook melongok keluar, ia hanya sanggup menggigit bibir saat dilihatnya semua lampu di luar rumah Heechul padam.

“Kenapa gelap sekali, apa Heechul-hyung sudah tidur?”

“Ah masa? Kan kita sudah menelpon tadi.” Yesung ikut-ikutan melongok dari dalam mobilnya. “Kyu, coba kau keluar. Panggil Heechul-hyung.”

Kyuhyun menggerutu. “Tidak bisa, hyung. Nanti kucing ini menangis lagi kalau kubangunkan!” ujar Kyuhyun beralasan sembari menunjuk kepala Sungmin dengan dagunya. Mutan itu memang tengah bersandar tenang di bahu Kyuhyun, matanya terpejam rapat dan nafasnya berhembus lembut.

“Aish, yasudah aku saja!” Ryeowook mengalah meski setengah tidak ikhlas. Pemuda mungil itu turun dari mobil, namun baru dua langkah dipijaknya, suasana gelap di luar mobil seolah terasa makin mencekam. Ryeowook mengerut takut, tanpa pikir panjang ia memutar langkah dan kembali masuk ke dalam mobil.

“Loh? Kenapa, baby?”

Ryeowook terkekeh malu. “Aku takut Sungie-baby, di luar gelap sekali~ Kau saja yang turun oke?” ujar Ryeowook tersipu, ia buru-buru mengunci pintu mobil di sisinya, kalau-kalau barusan ada hantu yang naksir padanya dan bermaksud masuk juga ke dalam mobil.

Yesung berdecak lalu menggeleng heran. Sebenarnya wajah malu bercampur takut Ryeowook sangat menggemaskan, membuat Yesung tergoda untuk mencium bibir ranum itu. Namun Yesung buru-buru mengusir hasratnya. Sekarang bukan saatnya untuk bermesraan di dalam mobil.

“Yasudah,” ujarnya mengalah lalu turun dari mobil.

Di jok belakang, Kyuhyun menjulurkan lidahnya saat Ryeowook tidak melihat. Sejak tadi bibirnya bergerak-gerik, mencibir tanpa suara.

Beraninya marah-marah, tapi disuruh keluar mobil sendirian saja takut!’ ejek Kyuhyun dalam hati, tanpa sadar pemuda itu mencibir sambil menepuk-nepuk kepala Sungmin dengan sayang. Seolah sedang melullabykan anaknya, Kyuhyun merangkul kepala Sungmin dan menepuk-nepuk kepala kucing yang bersandar nyaman di dadanya itu sambil terus mencibir Ryeowook.

Sedangkan korban cibiran Kyuhyun di jok depan masih tidak sadar. Lebih baik Ryeowook tidak sadar atau Kyuhyun akan masuk koran dengan wajah babak belur besok pagi.

Ryeowook membungkuk, ia memperhatikan Yesung yang tengah mengobrol lewat kamera income di sisi pagar rumah. Tidak sampai lima menit, lampu di depan pagar menyala terang dan gerbang terbuka otomatis.

Yesung melangkah santai kembali ke dalam mobil. Ia menyalakan mesin lalu menyeringai jahil dari spion tengah, “Siap-siap untuk menggendong kucing itu lagi, Kyu. Kau bilang dia akan menangis kalau dibangunkan, kan?”

Kyuhyun mendelik. “E-EH!” namun boomerang kata-katanya sendiri sudah terlanjur kembali pada Kyuhyun. Ckck.


*_._._._._._._.*


HYUNG-AAAAH!” Kyuhyun berteriak-teriak kalap. Ia menghentak-hentakkan sambil menggerutu jengkel. Beban berat seekor mutan yang tertidur di punggungnya membuat Kyuhyun makin kesal karena pintu mansion Hangeng tidak kunjung terbuka.

“Sabar, Kyuhyun! Berisik sekali sih!”

“Biar saja, punggungku sudah serasa mau patah, HYUNG-AAAAAH!” Kyuhyun melepas satu tangannya yang menopang tubuh Sungmin untuk menggedor-gedor pintu. Tentu saja gerakan rusuh Kyuhyun membuat mutan dalam gendongannya sedikit terusik.

Sungmin bergumam samar. Lebih seperti mengeluh. Seolah berada di luar sadar, sambil terpejam mutan itu bergerak naik, mencari posisi aman dalam gendongan Kyuhyun. Ia makin mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Kyuhyun. Masih dengan mata terpejam.

“E-eh! Eh!” Kyuhyun menggerak-gerakkan Sungmin, berusaha membuat mutan itu menyingkirkan wajahnya di bagian sensitif itu. Rasanya seperti tersengat listrik, Kyuhyun merinding saat bibir dingin Sungmin bersentuhan dengan kulit lehernya. “M-Min! Lepas! Lepas! Geli, gaaaah!”

BRAKK!

“BERISIK SEKALI MAGNAE CHO!” pintu mansion pun membanting terbuka. Seekor mutan dewasa berdiri dengan ekspresi kesal terukir di wajahnya. Telinga kucing yang berukuran lebih besar dari milik Sungmin mengacung tinggi. Piyama pink yang ia kenakan tidak menghalangi gerak-gerik ekornya yang terus meliuk cepat.

Yesung menelan ludah. Ia tahu apa artinya kalau seekor mutan menggerakkan ekornya dengan cepat seperti itu. Kalau tidak marah, gugup, atau ketakutan. Dan sepertinya Heechul tidak sedang gugup atau ketakutan sekarang.

“Berani sekali membuat keributan di mansionku!” seru Heechul dengan suara menggelegar, kontan membuat tiga pemuda di depan pintu itu ciut seketika dan seekor mutan di punggung Kyuhyun terbangun dari tidurnya.

“Ngggh!” Sungmin bergumul risih, mencoba kembali beristirahat namun suasana yang tidak nyaman membuatnya tidak bisa kembali tidur. “Huuungh!” marah karena merasa diganggu, Sungmin mulai menarik-narik jaket Kyuhyun dan meraung dengan suara parau. Bermaksud menyampaikan kalau ia butuh istirahat dan ingin tidur, sekarang di punggung Kyuhyun!

“A- Aish!” Kyuhyun mengeluh, putus asa karena tidak bisa membenahi pakaiannya yang berantakan karena ditarik-tarik oleh Sungmin.

“Loh?” Heechul melongo, bingung. Ia baru akan marah-marah sambil menunjuk-nunjuk wajah Kyuhyun tadi. Namun amarahnya lenyap seketika saat dilihatnya kepala hitam dan telinga kucing menyembul dari balik punggung Kyuhyun. “Mutan?” bisiknya makin bingung.

“Hyung, biarkan kami masuk dulu!”

“E-eh? Iya, iya. Ayo cepat masuk!”


*_._._._._._._.*


Heechul tidak bermaksud melakukannya. Tapi ia tidak bisa menahan diri untuk tidak melotot saat ia memperhatikan sosok mutan yang tengah berusaha bersembunyi di belakang Kyuhyun. Memang, Heechul masih sedikit kesal pada sepupu iparnya ini. Tapi tidak begitu dengan mutan kecil yang tampak begitu rapuh ini, beberapa kali Heechul mencoba meraih kepala mutan itu namun dengan cepat pula Sungmin menghindar dan bersembunyi di balik tubuh tinggi Kyuhyun.

“Kau apakan dia, Cho! Kenapa dia ketakutan begitu!” desis Heechul makin kesal saat ia tidak kunjung berhasil meraih Sungmin.

Kyuhyun menelan ludah susah payah. Sekarang di ruang tengah yang megah ini, dirinya, Sungmin, Yesung, Ryeowook, Heechul, dan Hangeng berkumpul dalam suasana yang lumayan canggung. Semua hanya diam saat Heechul sibuk mengomeli Kyuhyun.

“D-dia yang tidak mau lepas dariku, hyung! Aku tidak melakukan apa-apa!” ujar Kyuhyun membela diri. Frustasi karena terus-terusan di salahkan.

“Aish!” Heechul tidak bisa mengomel lagi, karena jujur, ia juga sedikit iba melihat Sungmin yang tampak makin ketakutan saat ia marah-marah tadi. Terlebih saat bibir mutan itu berubah sedikit pucat dan menggigil kedinginan. Heechul berbalik menghadap suaminya, tanpa ada yang tahu, sepasang suami istri itu saling melempar senyum sedih. “Hannie-ah, suruh Paman Kim membuat segelas coklat panas.”

“Ne, Chullie-ah~” Hangeng tersenyum dan mengangguk, ia mengangkat lengan kanan dengan arloji yang melingkar indah. Dengan sapuan pelan, layar X-touch muncul di atas arloji itu.

Flip!

Ye, Tuan Tan?’

“Paman, tolong buatkan empat gelas coklat panas lalu antar ke ruang tengah, ne?”

Ye, Tuan.’

Flip!

Hangeng menutup arlojinya dan fokus pada suasana di ruang tengah. Heechul belum lanjut bicara, semua tampak takut untuk menyela sehingga suasana canggung itu semakin terasa canggung saja.

“Kenapa bisa mutan ini tidak mau lepas dari Kyuhyun? Kau bilang baru menemukannya tadi kan?” Heechul yang akhirnya memecah suasana hening di ruangan ini. Ia berujar dengan nada lebih lembut, mungkin lelah karena terus-terusan marah-marah, atau mungkin karena ia tidak ingin menakuti Sungmin.

Kyuhyun mengangkat bahu. Tentu saja ia tidak tahu kenapa Sungmin ngotot untuk terus menempel padanya! Itu bukan salah Kyuhyun!

“Oh iya, hyung.” Yesung menyela. Ia mengeluarkan sesuatu dari balik jaket hitam yang dikenakannya. Sebuah collar, berbandul emas. Collarmilik Sungmin. Yesung memutuskan untuk melepasnya tadi, karena ia melihat ada bekas luka juga di leher Sungmin. Mungkin karena iritasi atau terlalu sering memakai collar ini. Dengan yakin, Yesung menyerahkan benda itu ke tangan Heechul. “Lihat ini… Perhatikan bandulnya,” ujarnya sembari menunjuk bandul emas berbentuk koin besar itu.

Heechul memperhatikan collar itu dengan seksama. Ia sempat membolak-balik bandulnya, sampai sebuah ukiran di bagian belakang koin emas itu membuat mata Heechul mendelik seketika.

“Kami sempat menemukan luka-luka di punggung dan sekujur perut Sungmin. Di leher juga. Dan jangan lupakan sikap mutan ini yang terlalu antisipasif. Ia menolak disentuh siapapun selain Kyuhyun.” Yesung melirik ekspresi Heechul dengan tertarik. Ia sudah menduga reaksi Heechul akan seperti ini. Yesung hanya memastikan, ia tidak tahu pasti kelompok mana pemilik lambang itu. Yang pasti… Yesung tahu pemilik Sungmin bukan dari kelompok orang sembarangan. “Bagaimana menurutmu, hyung?”

Heechul masih mengusap lambang yang terukir di balik bandul itu dengan penuh penghayatan. Tentu saja mata kucing Heechul tidak akan pernah melupakan lambang kotor ini. Spiral kecil dengan satu garis yang melintas ditengahnya, dengan taburan pasir berlian dan tidak lupa nama ‘Sungmin’ terpatri di bawah lambang itu.

“Choi…” bisik Heechul setengah mengeram. Ia melirik Hangeng dengan wajah stoik, tanpa ekspresi. Pasangan itu saling melempar pandangan mengerti sebelum Heechul kembali beralih pada adik-adik iparnya. “Jangan sampai ada yang melihat collar ini. Sementara, biar aku yang menyimpannya.”

Yesung hanya mengangguk, tanpa bertanya. Ia tahu Heechul dan Hangeng lah yang paling mampu mengatasi masalah ini. Tidak ada yang perlu diragukan.

“Loh, t-tapi, hyung?” Kyuhyun melongo bingung. “Kalau collarnya diambil, bagaimana cara kita mengembalikan mutan ini!”

Heechul memutar bola matanya. “Diam Cho. Aku tidak bilang kita akan mengembalikan Sungmin pada majikannya.”

“Tapi hyung—” Kyuhyun bungkam, tidak sanggup melanjutkan kata-katanya karena death glare Heechul selalu berhasil membuatnya bungkam. Tidak heran Ryeowook jadi segalak ini karena ia berguru pada Heechul.

Heechul mendengus pada Kyuhyun sebelum alih-alih ekspresi kesalnya berubah menjadi ekspresi cantik yang menyerupai seorang malaikat. “Aku ingin melihat lukanya. Bolehkah?” ujarnya sembari tersenyum manis pada Sungmin.

“Kemari anak manis…” Heechul mengulurkan tangannya, namun tidak tersambut karena Sungmin sudah buru-buru memeluk Kyuhyun untuk meminta perlindungan. “Lihat telingaku?” Heechul tersenyum makin manis sembari bermain-main dengan telinga dan mengayunkan ekornya. “Aku sama sepertimu, bagaimana kalau kau panggil aku hyung? Heechul-hyung? Kemari Sungminnie~”

“Unggg!” Sungmin mengeong pelan lalu menggeleng cepat, mutan itu nyaris menangis saat hampir saja Heechul menyentuh lengannya.

“Sepertinya dia tidak mau disentuh, Chullie-ah,” Hangeng berusaha menahan istrinya. Ia mengerti kalau Heechul sedang emosional sekarang, ingatan-ingatan lama itu pasti kembali dan membuat Heechul menjadi sensitive seperti ini.

“Dia meraung setiap kali aku mencoba menyentuhnya,” tambah Ryeowook dengan raut prihatin, disambut dengan Yesung yang mengangguk mengiyakan.

“Coba suruh Kyuhyun bawa mutan ini ke kamar tamu kita, akan kutelpon dokter Jjong sekarang.” Hangeng menepuk pundak istrinya, mereka saling melempar senyum sedih sebelum Heechul mengangguk. “Aku mau mutan ini diselamatkan, Hannie-yah. Aku mau dia bebas,” bisik Heechul lirih.

“Sabarlah chagi… Kita akan menyelamatkannya, seperti saat aku menyelamatkanmu dari sana.”


*_._._._._._._.*


Suasana di salah satu kamar tamu mansion Chinese Han kini ricuh. Ada suara isak tangis, ada bentak memerintah, ada juga seruan marah-marah. Semua bercampur ricuh sampai-sampai pemilik mansion ini sendiri –Hangeng bingung harus melakukan apa.

“Berani sekali kau membentaknya, Cho Kyuhyun!” suara Heechul membahana murka.

Kyuhyun mendengus. “Kalau tidak dibentak dia tidak akan menurut!” belanya lagi. Ia kesal terus-terusan disalahkan. Bagaimana dokter bisa memeriksa kalau Sungmin sendiri terus menempel pada Kyuhyun seperti koala!

“Tidak perlu membentak, kan!” seru Heechul tidak mau kalah. Entah kenapa hatinya terasa sakit saat melihat Sungmin begitu keras kepala menempel pada Kyuhyun, sekasar apapun Kyuhyun membentaknya. Mutan malang itu hanya terisak dan memejamkan mata rapat-rapat sambil terus memeluk lengan Kyuhyun, menyerahkan segala-galanya seolah Kyuhyun adalah tempat terakhirnya untuk berlindung. Pemandangan memilukan yang mengingatkannya dengan satu kenangan pahit masa lalu. Heechul menggigit bibir, berusaha menahan luapan panas yang menjalar di dadanya.

“Chullie-ah,” akhirnya Hangeng turun tangan. Pria China itu meremas bahu Heechul, bermaksud menenangkan emosi istrinya. “Jangan berteriak-teriak. Kalian menakuti Sungmin.”

Heechul terkesiap. Ia baru menyadari kalau Sungmin tengah memeluk lengan Kyuhyun dengan tubuh gemetar. Suara isaknya mulai mereda, namun pemandangan justru bertambah miris karena mutan itu kini terbatuk-batuk seolah kehabisan airmata.

“Jangan ikuti emosimu, Kyu. Ingat pesanku tadi…” Yesung ikut bicara. Ryeowook yang berdiri di belakangnya hanya bisa diam dan meremas tangan Yesung.

“Kau mau minum Sungminnie-chagi?” Heechul masih berusaha, menyodorkan segelas coklat panas pada Sungmin. Namun untuk kesekian kalinya, mutan kecil itu masih terus menolak Heechul.

“Sudah chagiya…” cegah Hangeng sembari menarik lengan Heechul. Ia mengambil alih gelas coklat yang ada di tangan Heechul dan menyerahkannya pada Kyuhyun. “Biar Kyuhyun yang merayunya.”

Hangeng tidak ingin istrinya sakit hati karena terlalu terbawa emosi. Ia mengerti kalau Heechul seperti tengah mengenang masa lalunya sendiri. Tapi Hangeng tidak akan membiarkan Heechul mengingatnya terlalu jauh, masa lalu suram itu cukup ditimbun dalam-dalam dan tidak untuk kembali dikenang-kenang.

“Sabar chagiya…” Hangeng mengecup titik sensitif di leher Heechul dan sedikit mengelus cuping kucing istrinya, membuat emosi mutan dewasa itu sedikit mereda dan Heechul pun makin meleleh dalam pangkuannya.

Mereka berdua–tidak, semua orang di dalam kamar menonton dalam diam. Bagaimana Kyuhyun yang dengan canggungnya berusaha mengendalikan Sungmin.

Kyuhyun berusaha menenangkan Sungmin dengan membiarkan mutan itu memeluknya sedikit lebih lama. Terbukti, Sungmin sudah jauh lebih tenang dan tidak gemetaran seperti tadi. Suara tangis juga sudah tidak terdengar lagi, berganti dengan isak kecil yang sedikit teredam karena Sungmin memendam wajahnya dalam-dalam di dada Kyuhyun.

Dengan gugup, Kyuhyun mengangkat tangan kirinya untuk mengelus kepala Sungmin. Tangan kanannya masih memegang gelas berisi coklat hangat. “M-Min, minum dulu, oke?” rayunya canggung. Meskipun terdengar kaku, tapi tampaknya suara Kyuhyun yang sengaja dilembut-lembutkan itu berhasil menggugah Sungmin.

Mutan itu membuka wajahnya, masih sambil bersandar di dada Kyuhyun. Ia mendongkak, memandangi wajah Kyuhyun dengan ekspresi sendu dan mata sembab yang berkaca-kaca. Membuat Kyuhyun semakin kelabakan namun dengan cepat pula Kyuhyun mengatasinya.

Berusaha setenang mungkin, Kyuhyun mendekatkan bibir gelas ke mulut Sungmin. Ia sempat tercekat, karena tanpa diduga, mutan itu membuka mulutnya, dengan patuh meneguk coklat hangat itu perlahan-lahan, masih dengan nafas berat. Semua orang di kamar itu menyaksikan dengan takjub, bagaimana mutan ini begitu menurut pada Kyuhyun hanya dengan kalimat pura-pura yang sengaja dilembut-lembutkan, saat Heechul sendiri terus-terusan ditolak meskipun ia bermaksud menolong Sungmin dengan hati tulus.

“Sudah?” Kyuhyun bertanya lembut saat Sungmin berhenti meneguk coklat yang masih tersisa seperempat gelas itu. Mutan itu hanya berkedip lemah, membuat Kyuhyun menelan ludah susah payah karena jantungnya tiba-tiba bedegub kencang. Kyuhyun memandangi noda coklat di pinggir bibir Sungmin dengan perasaan berdesir, entah kenapa bibirnya juga tiba-tiba berkedut. Kyuhyun membersihkan noda itu dengan telunjuknya sendiri. Sungguh, untuk kali ini ia tidak terpaksa atau berpura-pura. Jemarinya seolah bergerak sendiri tanpa perintah, seolah jemari ini merasa risih melihat noda mengotori wajah porselen Sungmin.

“Sekarang biarkan Dokter memeriksamu, oke?” Kyuhyun berusaha memasang senyum manis, namun senyumnya langsung menghilang karena Sungmin menggeleng kuat-kuat dan kembali memendam wajahnya di dada Kyuhyun.

“Aish!” Kyuhyun melempar pandangan mengeluh pada Hangeng dan Yesung. Meski kali ini tidak disertai umpatan atau bentakan, ya, Kyuhyun hanya mengeluh kecil.

Yesung mendesah prihatin. “Mungkin ia tidak mau suasana ramai. Bagaimana kalau kita semua keluar, biarkan Kyuhyun dan Jjong-sshi yang tinggal di sini bersama Sungmin?”

Namun Heechul menggeleng tegas. “Aku mau di sini.”

“Chagi…”

“Pokoknya aku mau disini. Titik.”

Pada akhirnya, tidak ada yang bisa menentang keputusan Heechul. Kalau ia tinggal di kamar ini, sama artinya Hangeng akan tinggal juga. Hangeng tersenyum sedih ke arah Yesung. Seakan mengerti maksudnya, Yesung hanya mengangguk sembari merangkul Ryeowook. “Kita keluar, Baby-Wook.”

Meski enggan, Ryeowook menurut dan membiarkan Yesung menggiringnya keluar kamar. Untuk yang terakhir kali, Ryeowook melirik Sungmin dengan raut sendu sebelum akhirnya ia menghilang di balik pintu.

“Sekarang?” Kyuhyun bertanya ragu, ia memandang Hangeng dan Heechul yang sejak tadi terus mengawasi keadaan Sungmin. Mutan ini mulai tenang sekarang. Mungkin benar kata Yesung, suasana ricuh yang membuat Sungmin gelisah dan ketakutan seperti tadi.

“Sekarang.” Heechul mengangguk mantap. Ia melirik dokter Jjong yang sejak tadi berdiri di pojok kamar tanpa ikut campur saat pertengkaran sempat terjadi di ruangan ini. Tanpa diperintah, dokter setengah baya itu mengerti. Ia melangkah mendekat, awalnya hanya duduk di pinggir tempat tidur. Dan seperti dokter professional pada umumnya, dokter Jjong mendekati Sungmin perlahan, karena kemungkinan Sungmin akan kembali histeris kalau ia bergerak terlalu terburu-buru.

“Coba Sungminnie, biarkan aku melihat lenganmu. Boleh, kan?” Dokter Jjong berucap lembut, ia mengulurkan tangannya pada Sungmin. Namun belum juga sejengkal dokter itu menyentuh Sungmin, mutan itu sudah meraung histeris.

“Ingggh!” Sungmin menarik jaket Kyuhyun. Antara gelisah, jengkel, dan ketakutan ia berjuang untuk memeluk Kyuhyun dengan segenap tenanganya. Padahal sejak tadi ia sudah mengisyaratkan kalau ia tidak ingin disentuh! Tapi kenapa tidak ada satupun yang mengerti! Dokter, dan Sungmin benar-benar benci dokter. Ia tidak akan pernah membiarkan orang-orang berseragam putih itu menyentuhnya lagi! Tidak akan pernah lagi!

“H-hyung?” Kyuhyun memelas pada Hangeng. Tanpa bisa berbuat apa-apa, akhirnya Kyuhyun hanya bisa melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin dan sesekali mengusap punggung kurus itu.

“Sulit sekali. Sepertinya kita terpaksa harus membiusnya…” ujar dokter Jjong putus asa. Ia mengeluarkan jarum bersih yang masih terbungkus plastik dari dalam saku seragamnya.

“Yasudah, lagipula kenapa tidak sejak tadi, sih?” Heechul menghentakkan kakinya jengkel.

“Tidak boleh kalau tidak benar-benar terpaksa. Kondisi mutan ini masih sangat lemah, sebisa mungkin aku akan mengusahakan obat berdosis rendah untuknya,” jelas dokter Jjong sembari beringsut mendekati Sungmin. Ia mengisyaratkan Kyuhyun untuk menjegal gerakan Sungmin, berjaga-jaga kalau mutan itu kembali memberontak.

“Pegang dia, Kyuhyun-sshi.”

Sungmin melotot horror saat laki-laki berseragam putih ini beringsut makin mendekat padanya. Ia terisak lagi dan kembali menarik-narik tshirtKyuhyun lebih kuat, berusaha meminta bantuan. Sungmin sungguh-sungguh-sungguh tidak ingin dokter ini berada di dekatnya!

“Gyuhhhh—” Sungmin menggerung samar. Ia ingin menjeritkan nama Kyuhyun namun satu kata ‘Kyu’ itu seolah tersangkut di kerongkongannya. Akhirnya Sungmin hanya bisa memandangi Kyuhyun dengan mata memelas, berharap majikan barunya ini mengerti arti kilatan sedih di matanya. Namun sepertinya, Sungmin harus kecewa kali ini. Karena bukan melindungi dirinya, Kyuhyun justru memeluk Sungmin erat dengan maksud menjegal gerakannya.

“Gyhhh—” Sungmin benar-benar tidak bisa bergerak karena Kyuhyun mendekapnya erat-erat. Belum sempat memberontak, Sungmin tersentak karena sesuatu menusuk bahunya, membuat kepalanya berkunang-kunang dan pandangannya sedikit mengabur. Sungmin limbung ke arah Kyuhyun.

Meskipun sedikit panik, Kyuhyun bergerak sigap, menangkap tubuh limbung Sungmin dan mendekapnya makin erat.

“Tidurkan dia, Kyuhyun-sshi.”

Kyuhyun menurut. Ia menidurkan Sungmin di atas king size bed

Heechul memperhatikan dalam diam. Ia meremas tangan Hangeng seraya berbisik lirih, “Apa tidak apa-apa?”

“Tenang saja, Chullie-ah…” Hangeng mengecup punggung tangan istrinya, biasanya hal itu selalu berhasil menenangkan Heechul yang gelisah.

“Ne… Kalau aku mengurus anak ini, kau tidak akan keberatan kan Hannie-yah?” tanya Heechul setengah berbisik dengan mata menerawang. Ia masih serius mengawasi Dokter pribadi Hangeng yang sekarang sedang memeriksa luka-luka di perut Sungmin, namun pikirannya kini sudah melayang kemana-mana.

“Ne, tentu saja boleh. Tapi kita tidak bisa terburu-buru begitu, sayang. Kau lihat bagaimana mutan ini menolak semua orang, kan?”

Heechul tersenyum miris. “Tentu aku melihatnya,” jawabnya masih dengan berbisik. “Seperti aku dulu, kan, Hannie-yah?”

“Hush, jangan diingat-ingat lagi, chagi…” Hangeng memeluk Heechul dari belakang, mereka duduk berpangkuan, di sofa kecil dekat jendela, masih sambil mengawasi dokter Jjong yang sekarang tampak makin serius dengan luka-luka di dada Sungmin.

“Ini masih baru… Mungkin sekita seminggu yang lalu,” ujar dokter Jjong tiba-tiba. Semua orang di dalam kamar fokus memperhatikan ucapannya saat ia menunjuk beberapa luka yang masih merah di pinggir perut Sungmin. “Ada luka sayatan, cambuk, sampai luka bakar karena puntung rokok…” jelasnya setengah mengeram, ada amarah terdengar di sela kalimatnya.

Bukan sekali dua kali dokter Jjong mengatasi mutan-mutan yang terluka karena disiksa oleh majikan mereka, menjadi dokter khusus di Lembaga Perlindungan Mutan milik Hangeng, tentu membuat Jjong mau tidak mau menghadapi mutan-mutan dengan kasus ini hampir setiap harinya. Tapi jujur, sepertinya ini yang terparah setelah kasus Heechul dua belas tahun lalu.

Kening dokter Jjong mengerut, ia menekan nadi dan beberapa bagian di bawah perut Sungmin, seolah berusaha memastikan sesuatu. “Aku ragu, mungkin sebaiknya kita bawa Sungmin ke klinikku besok…”

“Ragu? Ada apa Jjong! Ada apa dengan mutan ini?” Heechul bertanya panik, ia bermaksud bangun namun Hangeng menahannya.

Kyuhyun hanya bisa diam, setengah tercengang. Di luar sadar ia tengah meremas tangan kanan Sungmin erat.

“Sepertinya, mutan ini baru saja keguguran…”

“HAH?”

“WHAT?”

To Be Continued…

*_._._._._._._.*

Saya takut dihajar masa ._.

Kabooooooooooor!😄

29 thoughts on “Kitty-Kitty, Baby! – Chapter 4

  1. Chinguuuu….
    Aq udah baca n komen Kitty kitty,baby! & Sedlupus d FFN hehe…
    Aq ga tau klo ternyata authornya lee sunmina..^^’

    Btw kpn dilanjutin ke2 ffnya chingu? Bnyk yg nungguin tuh d FFN..😉

  2. Anisaaa says:

    Haah? Keguguran? Kok bisa???
    Ming keguguran karena dia stres atau emang digugurin secara paksa sama majikannya? Makanya dia benci dokter? Aigooo ming, kasian sekali nasibmu

  3. Hah? Heechul jg mutan? Surprise!! *pegang jantung*
    Heechul dulunya jg spt Ming? Suprise kedua :O
    & surprise ketiga, Ming keguguran? *mata seakan-akan menggelinding ke tanah*

  4. choi…..siwon????
    dan ternyata heechul juga seorang mutan, dan pernah mengalami hal serupa dengan yg dialami umin… bahkan sepertinya dengan orang yang sama…..
    ngga kebayang siksaan apa yang dialami umin sampai segitu takutnya disentuh sama orang :(…
    dan…… umin KEGUGURAN?????

  5. sha says:

    choi? Wonnie kah itu? Kudaaa dasar, jahat bner sama ming :3
    . Ming imut banget kalo sama Kyuu
    . Dulu chullie juga dari tempat choi kah?
    . Nextttt..

  6. kegusuran ? ヽ(゜ロ゜;)ノ *plakk *ditabok author* wah.. mutan nya bisa hamil juga ternyata ( ゜O ゜) dan…. keguguran ? hng.. kasian Min (―˛―)

    eh.. tunggu dulu.. itu heechul mutan juga ? tapi bisa bicaraa~ ._. dan……
    ah.. daripada banyak tanya lagi.. lebih baiik sayaaa.. syuuuu~ /ngesot(?)/

  7. yaniey137 says:

    hah~ keguguran ????? brrti dia diperkosa majikan.a ya .. apa gmn ihk,,
    aku penasaran sm ming,, mutan itu sprti apa sih .. kucing ??? ko heechul nikah sm hankyung .. brrti mutan itu besar donk

  8. kyuma0403 says:

    hweeeeeeeee……
    keguguran???
    ya ampun…. jahat bgt pemiliknya yg dulu…. siapa sih sebenernya mereka….

    penasaran….

  9. Astagaaaa…astagaaa. Siapa sih yg tega banget ngelakuin itu sama min nya??? What,sungmin pernah keguguran??? Jangan2 Choi yg di bandul sungmin ya yg nyiksa sungmin?? Ya ampun,heechul juga mutan ternyata. Yauda deh,aku lanjut baca yaa

  10. Rhaya says:

    Choi? Choi apa?
    Chullie jd mutan? Dia pasti cute nya minta ampun..😀

    kyuhyun bsa jg bersikap manis sma sungmin🙂

  11. 010132joy says:

    Hahhhh keguguran??? Yg bner aja siapa yg udah bikin hamil sma kguguran jg aigoo
    itu choi choi siapa yg dmaksud chullie? Choi siwon kah atau choi yg lain huh awas aja klo ntar ketauan siapa yg bikin ming ky gitu ugh
    hehe chullie mutan jg y, jd mutan atau manusia dia tetep aja sangar kkk
    kasian jg kyu dsini jd dsalahin terus biasanya jd magnae tengil skarang jd tertindas haha
    kyu lembut dikit aja ke ming pasti ga bkal dmarahin terus deh
    lanjut chap 5 …

  12. What ?? keguguran ?? Sungmin ??
    Terus Choi itu siapa ? Siwon ? Adeuh.. sungmin trauma berat deh kayaknya, tapi kok sungmin bisa nempel banget sama kyu ?
    Heechul juga mutan, terus ada hubungan apa dia sama Choi ?
    Aahhh.. beneran bikin penasaran, lanjut aja ke chap berikutnya ya.

  13. waduh choi yg mana nih????? hikssss kasian banget ming,??? tega banget sih majikan ming pe keguguran gt. ayo kyu kamu harus lindungin ming,,,, heechul mutan jg ya tp kok ming gak bisa ngomong wae???

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s