Kitty-Kitty, Baby! – Chapter 5

Pairing : Kyumin, other to come

Rate : T/PG for this chapter

Warning : Kitten!Min, Kikir!Kyu, BL/Yaoi, MPreg.

Disclaimer : Kyumin sepenuhnya milik saya dicerita ini, hahaha!

A/N : Karena versi ini mau dibuat seringan mungkin, alur cerita sengaja diperlambat, buat yang kurang berkenan boleh klik back. Kyumin pairing till the end. Don’t Like Don’t Read!

*_._._._._._._.*

Kitty-kitty Baby 

 

“Sepertinya, mutan ini baru saja keguguran…” Dokter Jjong menghela nafas sebelum menutup kembali kaus biru Sungmin.

Heechul melotot. Kyuhyun tercekat. Dan Hangeng terkesiap.

“HAH?”

Kyuhyun mendelik, refleks ia langsung memandangi wajah damai Sungmin yang tengah pulas tertidur. Dalam posisi begini, Kyuhyun benar-benar tidak percaya mutan berwajah polos ini pernah… “Keguguran?”

“Ya. Aku belum bisa memastikan. Sebaiknya kita bawa Sungmin ke klinikku besok, aku takut mutan ini mengalami infeksi atau yang lebih parahnya… Organ dalamnya terluka.”

Heechul menggeleng tidak percaya, matanya nanar saat ia mencengkeram lengan Hangeng erat-erat. “Hannie… Yang benar saja?” bisiknya gemetar. Hangeng menggigit bibir, miris. Ia hanya bisa membalas genggaman tangan Heechul, berusaha memberi kekuatan pada istrinya yang tengah kalut ini.

“Bagaimana mungkin? Lihat wajah ini,” Kyuhyun masih tidak percaya, ia menyibak poni Sungmin yang basah oleh keringat, bermaksud menunjukkan lebih jelas tiap guratan wajah itu pada dokter Jjong. “Aku bahkan tidak yakin Sungmin sudah berusia 17 tahun!”

“Sudah 17 tahun atau belum, tetap tidak dapat memungkiri kalau mutan ini benar-benar mutan Sex Doll. Kemungkinan besar majikannya sendiri yang menghamili Sungmin.”

Tidak ada yang membalas. Semua orang di kamar ini tercekat. Terlalu terkesiap. Kyuhyun bahkan tidak sanggup berkedip, ia tertunduk kaku sambil memandangi wajah pucat Sungmin. Tanpa sadar, Kyuhyun mengerat seprai di bawah jarinya, berusaha menyalurkan amarah yang entah kenapa tiba-tiba melintas di dadanya.

“Maksudku… Sebaiknya kita cepat membawa Sungmin ke klinikku, biar aku cepat menanganinya sekaligus membuat laporan kasusnya. Dan kau tahu betul, Geng, Choi bukan kelompok sembarangan,” Jjong melipat tangannya di depan dada, tentu ia tidak akan pernah lupa bagaimana sulitnya saat mereka menangani kasus yang sama. Heechul dan Choi 12 tahun silam. Lembaga di bawah naungan mereka nyaris ditutup paksa karena besarnya kekuatan kelompok Choi. Dan kali ini, tidak boleh terjadi kecerobohan… “Kita harus mempersiapkan segalanya secara matang dan penuh kehati-hatian. Tapi kalau kau masih berniat menolong mutan ini sih, aku tahu ini sangat sulit. Kau mengerti? Kalau kau mau menyerah, kita bisa mengembalikan Sungmin lewat kepolisian.”

“Tidak. Aku— Kita akan menolongnya! Bagaimanapun sulitnya!” Heechul tiba-tiba berdiri, matanya sudah memanas namun ditahannya mati-matian airmata yang sudah membuncah di sana. Bagaimanapun caranya, ia tidak akan membiarkan mutan kecil ini kembali ke bawah cengkraman Choi! Tidak akan!

“Kalau begitu sebaiknya sekarang kita cari solusi untuk menyembunyikan Sungmin sementara waktu.”

Kyuhyun menghela nafas, rasa-rasanya ia bisa membaca arah pembicaraan ini. Sungmin tidak mau lepas darinya dan tampaknya Heechul sekarang lebih menyayangi mutan asing ini ketimbang sepupu iparnya sendiri!

“Jangan bilang aku terlibat!” Protes Kyuhyun itu sukses membuat Heechul mendelik ke arahnya.

“Tentu saja kau terlibat! Kau harus bertanggung jawab! Sungmin mati-matian menempel padamu tidak mungkin tanpa alasan! Mengaku sajalah! Kau apakan dia?”

“Aku tidak melakukan apapun!”

“Tidak mungkin! Kalian pasti pernah bertemu sebelumnya! Kau apakan dia?”

“Sudah kubilang aku tidak pernah bertemu Sungmin!”

“CHO—”

“Sssh! Chullie-ah—” dengan gesit Hangeng bergerak maju, ia membalik tubuh Heechul dan ditariknya turun ke pangkuannya. “Chullie-ah, jangan begitu… Mungkin Kyuhyun memang tidak pernah bertemu Sungmin. Kita tidak bisa menyalahkan Kyuhyun…”

“Tapi Hannie…” Heechul merajuk, wajahnya sendu. Dengan ekor yang berayun liar, Heechul bergelayut manja pada Hangeng. “Tidak mungkin, kan? Mereka pasti pernah bertemu dan Kyuhyun pernah melakukan sesuatu!”

“Sudah kubilang kami tidak pernah bertemu, aish!” Kyuhyun menggerung jengkel. Tangannya sudah mengepal, namun Dokter Jjong buru-buru menahan bahu Kyuhyun, bermaksud meredam amarah pemuda berambut coklat itu.

“Bagaimana kalau kita biarkan Dokter Jjong menyelesaikan tugasnya dulu? Setelah itu kau boleh menghukum Kyuhyun.”

Hyung!”

“Oke!”

“Aish, hyung!” Kyuhyun menjambak rambutnya frustasi. Kalau Dokter Jjong tidak segera menahannya, pasti Kyuhyun sudah melempar kepala Heechul dengan vas bunga terdekat. Namun akhirnya Kyuhyun mengalah, ia diam meski masih sedikit tidak ikhlas.

“Sudahlah, Kyuhyun-sshi. Aku yakin Heechul tidak sungguh-sungguh mau menghukummu.”

“Tsk! Kau tidak kenal siapa Heechul!” keluh Kyuhyun lagi, setengah berbisik karena tidak ingin memperpanjang masalah kalau Heechul sampai mendengarnya.

“Sekarang lanjutkan, Jjong,” ujar Hangeng sembari menepuk-nepuk kepala Heechul yang terbenam di ceruk lehernya. “Aku tidak yakin Sungmin mau dipisahkan dari Kyuhyun, setidaknya untuk sekarang ini. Sedangkan Kyuhyun tidak mungkin mengorbankan kuliah dan pekerjaannya demi menemani Sungmin selama 24 jam penuh.”

Kyuhyun mendengus dan mengangguk semangat. Benar sekali! Tidak mungkin ia mengorbankan kuliah dan mata pencahariannya demi seekor mutan asing ini!

“Itu juga yang kupikirkan, Geng…” balas Dokter Jjong sembari bertolak pinggang.

“Bagaimana kalau mutan ini dititipkan di sini saja? Lagipula Heechul-hyung lebih pengalaman dan tentu di sini fasilitas untuknya serba lengkap!” usul Kyuhyun, sebisa mungkin mengabaikan death glare yang dilempar Heechul ke arahnya.

“Sungmin bahkan tidak mau lepas darimu!” geram Heechul lagi, ia mendelik marah pada Kyuhyun.

“Benar. Kita tidak mungkin memaksanya kalau mutan ini tidak mau. Tapi kita bisa menanyakannya nanti, biar bagaimanapun di sini adalah tempat yang paling aman untuknya.”

Kyuhyun mengangguk dan tersenyum senang, merasa didukung oleh Dokter Jjong.

“Baik. Dia akan tinggal di sini, hanya kalau dia mau. Tapi kalau dia tidak mau, awas saja kalau kau memaksanya, Cho!” ancam Heechul lagi sembari menunjukkan jari tengahnya pada Kyuhyun, membuat Hangeng dan Jjong terkekeh geli dan Kyuhyun sendiri mendengus jengkel.

“Aku berpikir… Mungkin kita bisa mengubah penampilan Sungmin.”

“Maksudnya?” Heechul menatap Jjong bingung, sama halnya seperti Kyuhyun yang ikut-ikutan memandang Dokter Jjong dengan kening bertaut.

“Kita bisa mengecat rambutnya dan membuatkan collar palsu dengan nama Kyuhyun. Mungkin untuk sementara itu bisa sedikit melindungi identitas Sungmin saat ia harus berada di publik.”

Hangeng mengangguk, mengerti. “Dan sebisa mungkin jangan biarkan Sungmin ada di publik. Terlalu berbahaya karena aku yakin salah satu Choi pemilik Sungmin sudah bergerak untuk mencarinya. Aku tahu Choi tidak akan mau repot-repot menghabiskan dana dan tenaga untuk mencari seekor mutan pelarian, tapi setidaknya… Untuk jaga-jaga, mungkin diam-diam majikan mutan ini sedang mencarinya sekarang.”

“Mengecat rambutnya, kalian yakin mutan ini mau? Dia bahkan tidak mau disentuh…” ucapan Kyuhyun spontan membuat semua orang menunduk memandang tubuh Sungmin yang masih tenang terlelap dalam tidurnya. Tampaknya obat bius berkerja kuat sampai Sungmin tidak terbangun meskipun sejak tadi terjadi keributan di ruangan ini.

“Kalau begitu sekarang,” ujar Dokter Jjong. “Kita cat rambutnya sekarang selagi obat biusnya masih bekerja.”


*_._._._._._._.*


“Cih…” Kyuhyun mendengus sambil terus membersihkan tangannya dengan tisu basah. Beginilah kalau mengecat rambut secara manual, lebih-lebih oleh para amatiran. Catnya jadi berantakan kemana-mana.

“Kyu? Sungmin sudah bangun?”

Kyuhyun berbalik, tidak berniat melempar senyum jadi ia hanya meringis ke arah Hangeng yang masuk ke kamar dengan senampan penuh makanan.

“Cat rambutnya sudah kering, lebih baik tarik saja alas kepala Sungmin itu. Pasti kurang nyaman tidur dengan benda itu di bawah kepalanya.”

“Ne, hyung.” Kyuhyun menurut dan segera melaksanakan perintah Hangeng, meski alih-alih ia merengut kesal. Bahkan Hangeng tidak pernah se-perhatian itu pada Kyuhyun. Padahal Kyuhyun sepupunya sendiri!

Hangeng meletakkan nampan makanan itu ke atas meja. Kalau Kyuhyun sedang mood pasti ia bertanya kenapa sepupunya mau repot-repot membawakan nampan itu saat di mansion ini ada puluhan maidroit yang bisa melakukannya. Sayang sekali Kyuhyun sedang tidak mood, jadi ia hanya merengut sembari perlahan-lahan menarik alas silikon di bawah kepala Sungmin.

Kyuhyun terlalu berhati-hati sampai ia tidak sadar kalau baru saja ia memperlakukan mutan ini dengan penuh perhatian. Kening Kyuhyun bertaut, ia memandangi wajah damai Sungmin yang entah kenapa juga membuat hatinya terasa damai. Mutan ini sudah tertidur selama tiga jam lebih, dan atas paksaan semua orang Kyuhyun terpaksa ikut begadang untuk menjaganya. Kyuhyun mencibir saat rasa jengkelnya kembali muncul. Cih, biar saja, dia akan tidur di kafe besok. Persetan kalau Yesung mau marah-marah.

“Makan dulu, Kyu,” tawar Hangeng sembari menyodorkan sepotong sandwich, sandwich yang benar-benar sandwich. Bukan sandwich instan atau boneka berbentuk roti dengan harum daging.

Tanpa berpikir dua kali, Kyuhyun tersenyum senang dan menerima roti itu. “Ne! Gomawo, hyung!” ujarnya sembari menggigit sepotong besar sandwichnya.

Kyuhyun mengunyah sambil menyunggingkan senyum bahagia, sudah lama ia tidak makan makanan yang enak seperti ini. Biasanya ia hanya makan makanan instan, atau merampok makanan rekan kerjanya di kafe. Yah, hitung-hitung untuk mengirit uang.

“Kalau sudah makan, lebih baik kau tidur, Kyu. Tidur saja di sebelah Sungmin, Heechul tidak akan marah.” Hangeng meraih remote kecil di atas meja rias, ditekannya beberapa tombol dan tirai jendela di kamar itu tertutup otomatis. Karena sepertinya Sungmin tidak menunjukkan tanda-tanda akan terbangun sampai beberapa jam kedepan, mala mini, Kyuhyun terpaksa menginap di rumahnya.

“Ne, hyung-ah!” Kyuhyun terkekeh senang. Ia baru saja selesai menghabiskan segelas besar susu dan sekarang sudah mulai mengunyah camilan coklat yang tersedia di atas nampan. Buatnya, kenyang adalah suatu kebahagiaan tersendiri setelah starcraft.

“Aku kembali ke kamar, ne? Kalau butuh apa-apa, gunakan saja maidroit di kamar ini. Aku menyimpan satu di dalam lemari. Atau kau bisa gunakan Virtual-maid itu,” Hangeng terkekeh jahil sembari menunjuk Alfa-phone yang menempel di dinding, tepat di sisi tempat tidur. Kyuhyun mengikuti arah yang ditunjuk Hangeng dengan ekspresi lugu.

“399 untuk Virtual-Sexy-Maid.”

Kyuhyun melotot. “Yah, hyung! Aku masih normal! Dan aku ini tampan! Tidak perlu gadis virtual pun aku bisa dapatkan sepuluh kali yang lebih seksi dan pastinya, NYATA! Buh!”

“Hahahaha! Aku kan cuma menawarkan, Kyu!”

“Aish! Sudah-sudah keluar sana!” Kyuhyun mendorong-dorong Hangeng keluar dari kamar tamu, posisi aneh dimana seharusnya Hangeng lah sebagai pemilik rumah yang mengusir Kyuhyun.

“Aku mau tidur! Jangan ganggu!”

BLAM!

Kyuhyun mengunci pintu dari dalam.


*_._._._._._._.*


Sungmin mengerjap. Rasanya lelah sekali, seperti sudah tertidur selama berhari-hari. Sungmin membuka matanya dan menatap kosong ke depan.

Biru atau hitam?

Gelap dan rasanya berkunang-kunang.

Sungmin memejamkan matanya lagi. Tapi rasanya yang baru saja ia lihat itu kaus, berwarna biru dan terasa familiar. Tuan Muda sangat suka warna biru.

Sungmin bergumul, berusaha mencari kehangatan pada apapun itu yang sekarang tergeletak di sampingnya. Ia balas memeluk sosok yang sekarang terlelap sambil melingkarkan tangan di pinggang Sungmin. Sudah lama sekali ia tidak dipeluk sehangat ini. Terakhir kali, hampir setengah tahun yang lalu, saat Tuan Muda pulang dengan wajah sumringah dan mengajaknya tidur bersama. Hanya tidur, tidak lebih. Saat itu harapan Sungmin kembali hidup, ia merasa kalau Tuan Muda sebenarnya memang menyayanginya. Tuan Muda hanya terlalu banyak pikiran, dan suatu saat nanti pasti Tuan Muda akan kembali seperti dulu lagi. Tapi rasanya harapan itu pupus sedikit demi sedikit, Tuan Muda tidak pernah berubah. Bahkan beberapa hari yang lalu, Tuan Muda tampak marah besar karena darah segar terus mengalir dari balik celana Sungmin.

Sungmin terkesiap. Ia tersentak dan spontan terbangun sepenuhnya. Kesadaran seperti menamparnya telak. Bibirnya gemetar, dengan ketakutan ia berusaha melepaskan diri dari rengkuhan sosok tinggi ini. Baru ia sadar kalau Tuan Muda akan menampar dan memukul saat marah. Dan Tuan Muda pasti sangat marah sekarang!

Sungmin beringsut mundur dan memejamkan matanya rapat-rapat. Sungmin melengkung memeluk tubuhnya sendiri, menanti tamparan atau pukulan yang akan segera datang.

Tapi… Tidak terjadi apa-apa.

“Hoaaaam~”

Dan ini bukan suara tuan muda!

Dengan sedikit memberanikan diri, Sungmin membuka sebelah matanya, bermaksud memastikan meskipun dadanya berdegup gugup. Seseorang sedang menggeliat di atas tempat tidur, lalu menguap, menggeliat lagi, dan menguap lagi. Begitu sosok itu berbalik menghadap Sungmin dengan mata terpejam, baru Sungmin sadar dengan situasi yang sebenarnya.

“UUUNG!” Sungmin melompat dan menerjang tubuh Kyuhyun. Karena terlalu terharu, ia memeluk Kyuhyun erat-erat, mengabaikan gerung tidak nyaman yang berasal dari sosok di bawahnya.

“Miiin! Lepaaas! Sesak, hoi!”

Dan yah… Sungmin tidak peduli.

Hei, mesum! Kau apakan Sungmin? Lepaskan dia dan cepat bangun!’

Kyuhyun tersentak kaget. Ia melirik ke kanan dan menemukan sosok virtual Heechul muncul di samping tempat tidurnya –eh, tempat tidur kamar tamu maksudnya. Sialan, kucing itu memasang kamera di sini. Dan apa dia tidak lihat? Harusnya yang dilepaskan itu Kyuhyun! Bukan Sungmin!

“Hyung, berhentilah mengintip kamar orang! Sudah pergi sana!” balas Kyuhyun jengkel sembari melempar bayangan Heechul dengan bantal. Bayangan itu memburas sedikit, sebelum kembali seperti semula.

Yah! Cho! Berani sekali kau! Cepat bangun dan mandikan Sungmin, laksanakan sekarang atau sesuatu yang buruk akan terjadi padamu!’

FLIP!

“Cih!” Kyuhyun pura-pura meludah, saking jengkelnya. Dan apa katanya tadi?

Memandikan?

“MWO?”

Kyuhyun melotot ke arah Sungmin dan Sungmin membalasnya dengan berkedip lugu.


*_._._._._._._.*


Sungguh. Rasanya Kyuhyun ingin menangis saja.

Pertarungan selesai. Setelah melalui perlawanan dan usaha sengit dari kedua belah pihak. Kyuhyun berhasil memandikan Sungmin. Tentunya dengan bantuan Heechul dan Hangeng, meskipun bantuannya tidak seberapa berarti.

Kyuhyun tidak tahu kalau Mutan —terutama kucing, tidak akan mandi kalau majikannya tidak memaksa. Dan terlebih lagi…

“Hiks…” Kyuhyun pura-pura menangis sembari memandangi luka cakaran yang memenuhi lengannya, meski sebenarnya ia ingin menangis namun tidak setetespun airmata berhasil keluar. Tapi persetan, yang penting ia sedih sekarang! Dan belum lagi cakaran di bahunya dan beberapa di paha! Kaus biru favorit Kyuhyun terpaksa robek compang-camping jadi korbannya! Tidak sekedar itu… “Tanganku yang mulus…” lirihnya lagi.

“Jangan berlebihan, Kyu!” cibir Heechul dan hanya dibalas dengan sungutan oleh Kyuhyun. Namun tentu, Heechul mengabaikannya karena ia tengah sibuk dengan hal yang jauh lebih menyenangkan. Heechul menggenggam sisir kecil, bermaksud mendekati Sungmin dan merapikan rambut baru mutan itu. Hah! Sudah lama sekali Heechul tidak kedatangan tamu wanita atau mutan imut yang bisa didandani sesuka hatinya. Dan ada Sungmin disini sekarang, Heechul tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sebenarnya ia sudah cukup excited melihat Sungmin mengenakan celana dan hoodie lama miliknya. Semua benda berwarna pink itu seolah merekat sempurna di tubuh Sungmin. Perfecto! Tapi Heechul ingin melakukan lebih. Ingin sekali ia mengucir rambut pirang mutan kecil itu dan menautkan pita pink di atasnya.

“Loh? Kenapa?” Heechul merengut, kecewa karena Sungmin justru menjauhinya dan memasang tampang akan menangis. “Aku tidak akan melukaimu! Lihat? Aku cuma mau merapikan rambutmu,” Heechul tersenyum lalu menyodorkan sisir berwarna pink miliknya. Sudah lewat semalam kan? Heechul berharap sekali Sungmin akan sedikit luluh padanya pagi ini. Namun tampaknya Heechul harus kecewa sekali lagi. Mutan itu duduk di kursi yang tepat berada di depan meja rias. Setiap kali Heechul bermaksud mendekat, Sungmin akan menarik kursinya mundur. Mutan itu duduk terbalik disana, punggung kursi yang tinggi hampir berhasil menyembunyikan tubuh kurusnya dari pandangan Heechul.

“Chullie-ah, jangan dipaksa. Biar Kyuhyun yang melakukannya…” Hangeng muncul dari balik pintu dengan kotak hitam di tangannya.

“Aish, hyung! Biar saja Heechul-hyung yang melakukannya, atau suruh mutan itu melakukannya sendiri!”

“Apa! Kau berani menyuruh Sungminnie, huh?”

“Sudah-sudah, kenapa malah berkelahi, sih?” Hangeng melerai mereka sebelum pertengkaran yang lebih parah terjadi. “Lihat Sungmin ketakutan karena kalian!”

Yah, sebenarnya bukan ketakutan sih. Sejak tadi Sungmin memegangi punggung kursi sembari menonton pertengkaran Kyuhyun dan Heechul, ia bergantian memandangi Heechul-Kyuhyun dengan raut bingung. Bukan berarti ia tidak mengerti yang mereka bicarakan, ia hanya bingung apa yang sedang mereka ributkan. Sungmin merengut sedih. Apa ia terlalu menyusahkan sampai Kyuhyun berkelahi terus dengan orang-orang ini?

Kyuhyun menatap Sungmin dengan ekspresi malas. “Bukan salahku, itu gara-gara Heechul-hyung.”

“Yah! Berani sekali menyalahkanku!”

“Aish! Kenapa malah bertengkar lagi!” Hangeng mendelik, bermaksud menunjukkan ekspresi marahnya pada Heechul namun alih-alih takut, istrinya ini justru terkekeh genit melihatnya.

“Hannie-yah, imut sekali siiih~” Heechul mencubit pipi Hangeng dan menciumnya sekilas. Baru saja ia bermaksud mengecup bibir suaminya, Hangeng langsung sigap menahannya. “Nanti saja sayang, masih ada Sungmin disini,” bisiknya seduktif. Heechul cemberut, membuat Hangeng ingin langsung menerjangnya di kamar ini saat ini juga. Namun Hangeng yang bijaksana tidak mungkin melakukannya sekarang. Itu bukan hal yang pantas dilakukan di hadapan orang lain. Untuk mengalihkan nafsunya, Hangeng buru-buru membuka kotak hitam yang dibawanya tadi. Ia mengeluarkan collar pink berbulu dari sana.

“Ah! Collar lamaku!” Heechul bertepuk tangan, senang. Sigap direbutnya collar cantik itu dari tangan Hangeng. Dulu collar ini adalah favoritnya. Berwarna pink dengan bandul indah tanpa nama, hanya ukiran Cho di belakangnya. Dan di atas semua itu, benda ini lembut dan nyaman sekali digunakan. Talinya sedikit kendur, bagian dalamnya terdapat bulu lembut yang mencegah iritasi. Karena itu Heechul sangat memfavoritkannya. Sayang sekarang ia tidak perlu memakai collar lagi…

“Kupikir karena bandulnya tanpa nama, Sungmin bisa menggunakan collar ini sementara kita membuatkan satu yang baru untuknya. Kau tidak keberatan kan, Chullie-ah?”

“Tentu tidak!” jawab Heechul senang. Ia segera mendekati Sungmin, terlalu semangat ingin memasangkan collar manis ini ke leher Sungmin sampai-sampai ia lupa kalau Sungmin bahkan tidak mau didekati oleh siapapun.

“Ungggg—” Sungmin menggeleng, mundur, dan menggerung kecil. Mengisyaratkan bahwa ia tidak ingin didekati Heechul. Tindakan spontan yang membuat Heechul, lagi-lagi, merengut sedih.

“Biar aku yang memasangkan,” Kyuhyun menawarkan diri dan mengambil alih collar itu dari tangan Heechul. Kali ini, tidak seperti dengan Heechul, Sungmin diam membiarkan Kyuhyun mendekatinya.

“Jangan protes,” perintah Kyuhyun dengan suara kecil. Di luar dugaan, mutan itu menurutinya. Ia mendongkak dalam diam, seolah memberi izin pada Kyuhyun untuk memasangkan benda itu di lehernya. Terakhir, Kyuhyun merekatkan bagian belakang collar dan benda itu terpasang manis di leher Sungmin.

“Ihihi,” Sungmin terkikik. Ia memegangi collar itu tanpa berniat untuk melepasnya. Lagipula ia suka warna pink. Namun bulu-bulu lembut itu terasa geli di lehernya. Semakin Sungmin memegangi collarnya, semakin pula bulu-bulu itu bergesekan dengan kulit lehernya. Membuat Sungmin berkali-kali terkekeh karena geli. Mutan itu tidak sadar, tiga pasang mata menatap ke arahnya dengan takjub.

“Apa mutan itu baru saja tertawa?” Heechul melongo, terpesona.

“Kau suka Sungmin-ah?” tanya Hangeng lembut. Merasa namanya dipanggil, Sungmin mendongkak, balas menatap Hangeng sejenak sebelum kembali memeluk Kyuhyun, menyembunyikan wajahnya di perut majikan barunya.

“Kau suka Sungmin-ah?” Kyuhyun mengulangi pertanyaan Hangeng sembari mengusap rambut Sungmin.

Kali ini, karena Kyuhyun yang berbicara, Sungmin mendongkak. Ia memandangi Kyuhyun dengan wajah lugunya sebelum mengangguk dan tertawa senang.

Aigooo! Neomu-neomu kyeopta!” Heechul berjingkat, senang melihat pemandangan Sungmin yang tampak sedikit berbeda pagi ini. Meskipun masih menolak disentuh, setidaknya mutan ini sudah sedikit lebih ceria hari ini.

Hangeng ikut tersenyum melihatnya. Tapi ia ingat Kyuhyun dan terutama mutan ini belum makan sejak semalam. “Akan kupanggil Pak Kim untuk menyiapkan sarapan,” ujarnya sembari melangkah keluar kamar.

“Ngggh!” Sungmin sudah melepas Kyuhyun. Kali ini mutan itu merengut jengkel, berusaha membenahi sesuatu di balik bokongnya. Menyadari ini, Heechul terkekeh senang.

“Aigoooo, imutnyaaa!” Heechul mencubit pipinya sendiri, pelampiasan karena tidak bisa mencubit pipi Sungmin saat ini. “Woi, Cho! Bantu Sungmin mengeluarkan ekornya!”

“Mwo?” Kyuhyun melotot, bergantian memandangi Sungmin dan Heechul dengan tampang bodoh. “Mengeluarkan maksudnya?”

“Celana itu sudah ada lubangnya!” tentu saja, karena celana itu milik Cho Heechul! “Jadi sekarang bantu Sungmin mengeluarkan ekornya!”

“Kenapa sih? Sejak kemarin juga ekornya tidak dikeluarkan…” Kyuhyun menggerutu, dan segera disesalinya karena telinga neraka Heechul tentu langsung mendengar ucapannya.

“Bodoh! Kau kira dia menyukainya? Sejak kemarin Sungmin pasti merasa tidak nyaman dan kau terlalu bodoh untuk menyadarinya! Sekarang lakukan perintahku!” sungut Heechul lagi. Dan kali ini, mau tidak mau Kyuhyun menurutinya.

Jujur, tangan Kyuhyun gemetar sekarang. Bagaimana tidak? Ia dipaksa memasukkan tangannya ke dalam celana Sungmin! Dan mutan ini tampak begitu submisif, rela diperlakukan seperti apapun oleh Kyuhyun. Ia bahkan masih sempat-sempatnya bersandar dan memeluk dada Kyuhyun, seolah memberi jalan untuk majikan barunya melakukan apapun yang ia mau.

Kyuhyun nyaris tersentak, tangan semakin gemetar saat bersentuhan dengan dingin kulit bokong Sungmin.

“Demi Lord Zerg, demi cintaku pada Sarah Kerrigan…” Kyuhyun berdoa dalam hati, menyebut satu persatu nama Tuhannya di starcraft. Berharap itu akan membantunya mengusap sedikit rasa gugup dan sebisa mungkin tidak menyentuh lebih dari ekor Sungmin.

Dengan tangan kanan, Kyuhyun mengarahkan ujung ekor Sungmin ke lubang yang sudah tersedia di celana itu, dan…

SREEET!

Kyuhyun menarik ekor itu keluar dengan tangan kirinya. Membenahinya sedikit dan segera mengeluarkan tangannya setelah semuanya selesai.

“My Lord… My Lord—” Kyuhyun terengah-engah, wajahnya memerah dan dadanya tidak berhenti berdegup kencang.

“Hahaha! Baru begitu saja kau sudah gugup! Buhuuu~ Kukira kau jagoan, Kyu!”

“Tidak ada hubungannya dengan jagoan, hyung!” teriak Kyuhyun murka.


*_._._._._._._.*


“Loh? Yesung dan Wookie-hyung kemana?” Kyuhyun yang baru keluar kamar bertanya bingung. Sungmin yang melangkah di belakangnya pun tak kalah bingungnya, mutan itu memeluk perut Kyuhyun dan menolak melepaskan Kyuhyun.

“Mereka sudah pergi sejak pagi. Yesung harus membuka kafenya, kan?” Hangeng menjawab, sembari menyeruput kopi.

“Ah, ya! Aku juga harus bekerja nih, aku titip Sungmin disini ya, hyung!” ujar Kyuhyun mengambil kesempatan, ia buru-buru melepas tangan Sungmin dari pinggangnya dan sebisa mungkin mengabaikan tampang memelas dan mata berkaca-kaca mutan itu.

“Yah, Cho! Kita sudah membicarakannya kan! Aku juga sudah bilang pada Yesung, kau akan membawa Sungmin setiap bekerja!”

“M-Mwo?”

“Kau akan membawa serta Sungmin ke kafe, Cho! SETIAP HARI!”


*_._._._._._._.*


TBC!

Yaa! Ampun-ampun! TBCnya jangan dirampok lagi! Nanti kalo ga ada TBC saya ga bisa publish, huhu T^T

Oh iya, rencananya Lili mau buat flashback kehidupan Sungmin dengan majikan lamanya. Tapi ceritanya bakal dipisah dari yang ini karena bakal rate-M. Hayo siapa yang mau enceeeee? *semua readers yadong nunjuk* wkwk.

Kalian boleh vote loh, pilih mau siapa yang jadi majikan Sungmin ya? Tapi ga boleh Siwon, karena bang kuda udah mengisi cast lain. Hehe, dia jadi orang baik disini. Bang wonwon kan biaskuuuu! *kissu bang wonwon, dihajar siwonest*

Oh, dan ini nih orang-orang yang ga bisa masuk Vote (semua namja yang udah muncul di chapter-chapter sebelumnya, Changmin, Minho, Jonghyun, Donghae, Zhoumi, Yonghwa)

 

27 thoughts on “Kitty-Kitty, Baby! – Chapter 5

  1. Anisaaa says:

    *tunjuk tangan* saya mauuuu! Kalo enceh mah saya gk pernah nolak haha
    Eonni, kok majikannya ming marah2 ngeliat darah yg ngalir di balik celananya ming? Apa jangan2 dia marah karna ming yang ceroboh karena udah ngehilangin anaknya? Atau dia marah karena kalo ming berdarah2, dia gak bisa muasin napsunya ke ming?
    Gilaaaa, majikannya ming bener2 penuh misteri
    eh iya, saya vote choi dongwook/se7en, abis menurut saya dia megang banget buat peran antagonis hahaha #ditendang

  2. Babykyu says:

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,…. enak banget sih jadi ming #lebey -_-

    next chapter

  3. Ming tambah imut deh, kyahahaha XDD sifat manjanya ke Kyu itu lo… buat gemes😀 mutan mmg ga bisa bicara / krn dia dulunya di…. yah.. tau lah, jd trauma?
    Pasti ngakak deh ngajak ming ke tmpt kerja kyu… krn dia maunya nnempel trs sm kyu😄

  4. umin makin imut aja…….
    heechul pasti sangat sayang sama umin, secara dia pernah ngalamin hal yang sama dengan umin.
    dan disini lagi-lagi poor kyu…… waktu dia masukin tangannya ke dalam celana🙂 umin, kira2 itu tangan merayap kemana-mana tidak yach???? #fikiran yadog kumat

  5. enak banget si kyu ditempelin ama Min muluu( ̄へ ̄)
    kkk~ si kyu ampai keringat dingin gitu ngeluarin ekor Min😄

    yesung aja deh yang jadi majikannya Min (♡⌣♡ʃƪ) yesungkan kesannya agak gimana gitu(???) fufuuu~

    masih belum bisa nerka bentuk collar itu gimana (>. <)a
    author kasih ilustrasi duung~ (´⌣`ʃƪ)

    oke sekiaan~ m(_ _)m syuu~ /lompat indah(?) ke next part/

  6. aigooo~
    ming pzti imut banget wktu ketwa…

    aigoo…aq gemez…

    wkwkwk~
    siap2 aja Cho drimu bkal jd lebih ribet,ung..ung..

    kcian heenim,gk bs pegang ming..

    next~

  7. kyuma0403 says:

    akhirnya…. Ming mulai bisa tersenyum….
    Kyu itu bisa g sih merubah sedikit sikapnya….
    kurangi kadar evilmu Kyu….

    lanjut chingu….

  8. Itu sungminnya kok pasrah dan percaya banget ya sama abang kyu?? Aku heran deh. Lucu banget abang kyu kok malu2 gitu pas ngeluarin ekornya sungmin.Hahahha. Aku lankut baca ya min

  9. Rhaya says:

    Hohoho >o< biasa nya di ff lain kyu itu mesum, tp disini jauh dr kata itu😀

    nah lo sungmin ny nempel mulu, ampe kerja aja mau d bwa..

  10. 010132joy says:

    Kyaaa ming pake serba pink pasti imutnyaaaa ga ketulungan kkk
    kyu biasanya jg mesum seneng aja klo brhubungan sma ming apalagi dsuruh msndiin sma pgang2 buttnya ming kkk pura2 y kyu
    huh untung aja choi yg dmksud bukan won
    ming udah dkasarin sma kyu tp tetep aja nempel ga mau lepas kya koala nmpel sma induknya hehe
    baca lagiii

  11. Ming di make over untuk sedikit nutupin jejak kayaknya, tapi itu loh pas kyu mau nangis tapi ternyata enggak gara2 kena cakaran sungmin bikin ngakak, ngebayangin ekspresinya itu.. hahahaha..
    Penderitaan si pelit Cho masih berlanjut, harus bawa ming ke cafe setiap hari ? ah, terima nasib aja kayaknya..

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s