Kitty-Kitty, Baby! – Chapter 6

Sungmin menyendok es krimnya dan makan dengan tenang. Ia bahkan tidak rewel lagi walaupun Kyuhyun berkali-kali menghilang dari pandangannya. Seperti anak baik yang menurut saat harus ditinggal ibunya bekerja…
Well, abaikan perumpamaan ini.

Pairing : Kyumin, other to come
Rate : T/PG for this chapter
Warning : Kitten!Min, Kikir!Kyu, BL/Yaoi, MPreg.
Disclaimer : Kyumin sepenuhnya milik saya dicerita ini, hahaha!

A/N : Karena fanfic ini mau dibuat seringan mungkin, alur cerita sengaja diperlambat, buat yang kurang berkenan boleh klik back. Kyumin pairing till the end. Don’t Like Don’t Read!

Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5,

Previous Chapter –

“Ah, ya! Aku juga harus bekerja nih, aku titip Sungmin disini ya, hyung!” ujar Kyuhyun mengambil kesempatan, ia buru-buru melepas tangan Sungmin dari pinggangnya dan sebisa mungkin mengabaikan tampang memelas dan mata berkaca-kaca dari mutan itu.

“Yah, Cho! Kita sudah membicarakannya kan! Aku juga sudah bilang pada Yesung, kau akan membawa Sungmin setiap bekerja!”

“M-Mwo?”

“Kau akan membawa serta Sungmin ke kafe, Cho! SETIAP HARI!”

“W-WHAT?”

*_._._._._._._.*

Kitty-kitty Baby

Chapter 6

No Touch! Kyuhyun Master, is Minnie’s!

*_._._._._._._.*

“H-hyung! Yang benar saja! Kau pikir aku mau main-main, apa? Aku ini mau bekerja, hyung!” protes Kyuhyun tidak terima. Sungmin yang berdiri di belakang Kyuhyun sedikit berjengit saat mendengar majikan barunya ini membentak. Meskipun bukan ditujukan pada dirinya, tetap saja, Sungmin menciut, meremas lengan Kyuhyun dengan kepala tertunduk.

“Kita sudah membicarakannya semalam, Cho! Aku juga sudah mengatakannya pada Ryeowook dan Yesung, mereka saja tidak keberatan kenapa kau yang ribut?”

“T-tapi! Bagaimana kalau Sungmin tidak mau lepas dariku? Bagaimana aku bisa bekerja nanti!” Kyuhyun melirik Sungmin jengkel, ia sudah bisa membayangkan bagaimana mutan manja ini merengek dan mati-matian menempel padanya sedangkan ia harus menjalankan tugas kesana-kemari sebagai pelayan kafe.

“Tidak mau tahu! Pokoknya jaga Sungmin selama 24 jam!” Heechul melotot sambil menunjuk-nunjuk wajah sepupu iparnya. “Kalau kau berani meninggalkannya di jalan…” suara Heechul mengecil, bibirnya naik membentuk seringai jahat. “Kau akan tahu akibatnya!”

BLAM!

Kyuhyun tercekat dengan mulut menganga lebar, tidak sanggup berkata-kata saat pintu mansion itu membanting tepat di depan wajahnya. Kyuhyun dan Sungmin berdiri canggung di depan mansion Hangeng, Kyuhyun masih melongo sedangkan Sungmin tidak berani menyela. Kesadaran Kyuhyun belum terkumpul sepenuhnya saat pintu mansion kembali terbuka.

Krieeet…

Pintu hanya terbuka sedikit, cukup bagi kepala Hangeng menyembul dari dalam.

“Jangan terlalu dipikirkan Kyu, Heechul hanya sedikit moody karena Sungmin masih menolak disentuhnya. Tenang saja, kalau Sungmin sudah sedikit terbiasa, kau boleh menitipkannya disini sesekali. Oke? Good luck, dongsaengi~”

BLAM!


*_._._._._._._.*


Dan disinilah Kyuhyun sekarang, di sebrang jalan, di depan bangunan terbuka dengan gaya manis yang stylist. Kona Beans. Berdiri, masih dengan wajah jengkel.

Coba kalau tadi Hangeng menawarkan tumpangan, ia pasti tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar ongkos Sky Bus!

Haisssh!

“Kyunggg~” Sungmin memanggil Kyuhyun meski samar dengan suara mendengung. Mereka tengah bergandengan tangan di sebrang jalan tepat di depan Kona Beans. Dan yang membuat Sungmin heran, Kyuhyun tidak juga mengajaknya masuk ke dalam. Padahal ini sudah mulai jam kerja. Hufh.

Sungmin mengayun-ayun tangan Kyuhyun, bermaksud menarik perhatian majikan mudanya ini. Namun malangnya mutan manis ini, Kyuhyun malah menampiknya dengan ekspresi galak.

“Diam, Min! Jangan ganggu aku! Aku sedang berpikir!

“Uuung~” karena ketakutan, Sungmin menunduk dalam-dalam. Ia nyaris menangis namun ditahannya kuat-kuat buncahan panas airmatanya yang sudah menggenang. Kyuhyun sepertinya marah sekali, harusnya ia tidak ikut kemari. Tapi di sisi lain, Sungmin tidak ingin ditinggalkan Kyuhyun, ia ingin ikut Kyuhyun kemanapun majikannya pergi.

Kyuhyun masih sibuk mengawasi keadaan kafe dari luar. Ini sudah jam 11 dan pelanggan mulai ramai memenuhi Kona Beans. Sebagian besar kerumunan pelanggan itu adalah gadis-gadis muda dan remaja SMA. Sebenarnya ia bisa saja segera masuk kesana dan menjalankan tugasnya. Namun Kyuhyun mengurungkan niatnya. Dari luar, tampak terjadi sedikit kericuhan di dalam Kona Beans. Sebenarnya hal ini biasa terjadi, yang membuat Kyuhyun sedikit bergidik, hanya ada tiga pelayan yang melayani fangirl-fangirl itu. Donghae, Eunhyuk, dan Jinki. Kyuhyun bukan orang bodoh yang berani melemparkan tubuhnya ke kerumunan hiu-hiu lapar itu –Well, abaikan perumpamaan yang berlebihan ini.

Kembali ke permasalahan awal kita.

Kemana Changmin, Minho, Jonghyun dan yang lainnya?

Kyuhyun mendengus. Apa mereka tidak tahu, terlambat sepuluh menit saja, pelayan-pelayan yang lain yang akan jadi bulan-bulanan fangirl-fangirl frustasi itu!

“Aisssh!” Kyuhyun mengacak rambutnya, sekarang bingung harus bagaimana. Ia tidak berani masuk. Seiblis apapun dirinya, Kyuhyun tidak sanggup menghadapi ratusan fangirl yang berkerumun dan berebut ingin menyentuh tubuhnya.

“Bagaimana ini? Issh!”

Mendengar keluhan barusan, Sungmin mendongkak, dengan mata membulat polos ia mengawasi Kyuhyun yang tengah ‘risau’ ini. Sebenarnya Sungmin ingin sekali membantu, tapi Kyuhyun sedang galak begini… Ia jadi tidak berani menyela sama sekali.

“Hoi, Kyuhyun!”

Kyuhyun dan Sungmin refleks menengok ke kanan, ke arah sumber suara barusan. Di samping Kyuhyun kini, berdiri seorang pemuda pendek bertubuh kekar. Dengan tas selempang, mengenakan jeans dan tshirt longgar, pemuda ini tampak begitu santai.

“Jjong!” Kyuhyun mendelik, hampir-hampir menempeleng rekan kerjanya ini saking kesalnya. “Lihat pakaianmu! Kau pikir jam berapa sekarang!”

“Masih jam 11.” Jonghyun terkekeh, wajahnya sumringah, sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah. Padahal ini bukan sekali dua kali ia terlambat datang bekerja. Tapi lihat sekarang! Jonghyun mengawasi Kyuhyun dari ujung rambut ke ujung kaki. Kyuhyun belum mengenakan seragam kerja, tumben sekali rekannya yang paling teladan ini terlambat datang kerja.

“Lihat dirimu sendiri, Kyu! Kau sendiri terlambat! Kenapa tidak masuk? Malah berdiri disini, dasar bodoh!” ejek Jonghyun sembari memandang dengan mata mencibir. Kyuhyun tidak menggubrisnya, ia hanya merengut dan menunjuk ke arah Kona Beans dengan dagunya.

“Lihat sendiri! Aku tidak mau bunuh diri!”

Alis Jonghyun naik. Tentu saja ia bisa melihat keadaan di dalam kafe. Dinding kaca transparan itu menunjukkan dengan jelas betapa ricuhnya suasana di dalam Kona Beans sekarang. Dari sini Jonghyun menerka-nerka, tangan siapa itu yang menyembul sambil memengangi nampan di tengah kerumunan gadis remaja. Sepertinya Donghae, atau Eunhyuk.

“Aku juga tidak mau bunuh diri, Kyu. Ayo lewat pintu belakang.” Jonghyun baru akan turun ke jalan, bermaksud menyebrang. Namun ia urung dan berbalik sekali lagi. “Lagipula bodoh sekali sih, kenapa tidak sejak tadi lewat belakang, huh?”

Kyuhyun baru ingin menyela dengan beralasan bahwa ia pekerja teladan dan tidak akan pernah masuk kerja lewat pintu belakang, namun urung karena mata Jonghyun sendiri sudah tidak tertuju ke arahnya.

“L-loh? Ini siapa Kyu?” Jonghyun menunjuk sosok bercuping kucing yang bersembunyi di belakang tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun hanya melirik Sungmin sebentar, mutan yang sempat terlupakan itu meremas lengannya ketakutan, membuat Kyuhyun memutar bola matanya malas. Awas saja kalau mutan ini menangis di pinggir jalan!

“Oh my God, jadi kau menabung mati-matian demi makhluk ini?” Jonghyun terpesona, senyum mesum terkembang di wajahnya. Mutan bukan peliharaan murah. Biaya perawatannya saja melebihi gaji kerja mereka. Dan mutan secantik ini? Tampaknya Kyuhyun sedang banyak uang, ternyata inilah tujuan Kyuhyun selama ini menabung dan bersikap kelewat irit. Jonghyun mengambil kesimpulan sendiri.

Jujur, Jonghyun bukan tidak pernah melihat mutan. Tentu sering, di majalah, TV, atau di jalan kalau kebetulan ada majikan kaya raya yang mengajak mutannya jalan-jalan. Tapi seumur hidup… Jonghyun belum pernah menyentuh mereka. Sepertinya cuping runcing itu imut sekali…

“Jangan pegang, Jjong! Dia cengeng! Kalau sampai dia menangis gara-gara kau, kau yang harus mengurusnya!” ujar Kyuhyun refleks sembari menunjuk-nunjuk wajah Jonghyun, tidak sadar apa yang baru saja dikatakannya membuat Jonghyun tersenyum makin mesum. Kyuhyun jadi menyesal berkata begitu.

“Mengurusnya? Oke, biar aku yang mengurusnya kalau kau tidak mau. Kemari kucing kecil, puss puss~” Jonghyun bermaksud mengusap kepala Sungmin, namun Kyuhyun buru-buru menampik tangannya.

“Sudah kubilang jangan sentuh, Jjong!”

“Aih, kau bilang aku yang harus mengurusnya~” Jonghyun pura-pura kecewa, sekali lagi bermaksud meraih mutan itu, namun Kyuhyun buru-buru merentangkan tangannya untuk menghalangi Jonghyun.

“Jjong!” bentak Kyuhyun murka.

“H-hiks—” Sungmin menggigit bibirnya, dua isak berhasil lolos meskipun Sungmin sudah berusaha keras untuk menahannya. Apa barusan orang ini mau mengambilnya dari Kyuhyun? Dan yang lebih parahnya… Kyuhyun yang menawarkan duluan!

T-tidak! Minnie tidak mau!

Sungmin makin tersedu memikirkan kemungkinan Kyuhyun memberikan dirinya pada orang ini. Ia memeluk dan memendam wajahnya di punggung Kyuhyun. Pokoknya ia tidak mau berpisah dari Kyuhyun! Tidak mau! Tidak lagi!

“Aish, kan!” Kyuhyun mendengus, disentuhnya dua tangan mungil yang melingkar di perutnya. Tampaknya Sungmin tidak akan mau melepaskan pelukannya sekarang. Kyuhyun bermaksud melepas pelukan Sungmin barusan, dengan lembut, namun mutan itu justru semakin mengerat perut Kyuhyun, membuat Kyuhyun kesulitan bernapas.

“Dia benar-benar menangis, Kyu? Aku hanya bercanda, kok!”

Kyuhyun menyerah, membiarkan Sungmin menangis di punggung dan terus memeluknya. Sekarang suara tangis Sungmin dan pemandangan melodrama ini makin memancing perhatian orang-orang.

“Aish, sudahlah. Ayo masuk lewat belakang, sekarang!”


*_._._._._._._.*


“Cepatlah, Jinki! Berikan spatula itu padaku, kau bantu Donghae dan Eunhyuk di depan!”

“T-tidak mau! Biar aku saja yang masak, kau saja yang bantu melayani di depan!”

“JINKI!”

“A-aish! Iya-iya!”

Kyuhyun menciut. Ia baru akan memutar kenop pintu namun suara bentakan Ryeowook bahkan menembus sampai keluar, pintu besi pun tidak menjadi halangan.

“Haha, kau takut Kyu? Hahahaha.”

“Cerewet! Kau saja yang buka!” Kyuhyun mendengus. Ia mundur perlahan, takut mutan di balik tubuhnya tersandung dan jatuh. Sungmin masih memeluk Kyuhyun erat dari belakang, seperti anak kera yang menempel pada induknya.

“Ehehehe,” Jonghyun terkekeh lalu memutar kenop pintu. Setidaknya dalam hal ini, ia jauh lebih pengalaman dari Kyuhyun. Hampir setiap hari Jonghyun diceramahi Ryeowook dan sepertinya ia sudah cukup kebal sekarang. Hanya sepertinya sih. Karena begitu pintu belakang terbuka…

“JONGHYUN! KYUHYUN!”

Baik Kyuhyun atau Jonghyun sama-sama mengkerut.

*_._._._._._._.*

Ryeowook mencacah daging dengan kesal. Nyaris saja ia menampik maidroit yang tengah membawa keranjang sayuran dan tidak sengaja menyenggol lengannya. Nyaris! Untung tidak terjadi. Ryeowook harus kehilangan dua ribu dollar kalau ia sampai merusak maidroitnya sendiri.

Ryeowook menggerung samar. Emosinya sudah sampai ke ubun-ubun. Ia sampai harus turun tangan dan memasak di dapur begini, karyawan-karyawannya memang keterlaluan! Mereka kira sudah jam berapa ini! Saat jam sibuk begini malah hanya tiga karyawan yang datang!

Cklik—

Ryeowook mendelik, cukup familiar dengan suasana ini. Dapur yang sibuk dan tiba-tiba terdengar suara pintu belakang terbuka. Siapa lagi kalau bukan…

“JONGHYUN!” teriak Ryeowook murka. Sudah cukup ia sabar menghadapi satu karyawan bandel ini! Dan Ryeowook semakin mendelik saat ditangkapnya sosok kurus jangkung berdiri di belakang Jonghyun.

“KYUHYUN!”

Ryeowook melempar spatulanya murka, dan sialnya tidak tepat sasaran. Benda malang itu mendarat di sisi pintu, membuat dua sosok yang berdiri di sana hanya bisa mematung tanpa suara. Takut bergerak apalagi menyela.

“CEPAT KEMARI! KALIAN PIKIR JAM BERAPA INI?”

“M-mianhae, hyung~” Kyuhyun dan Jonghyun mencicit, sama-sama maju dengan langkah was-was. Takut kalau-kalau mereka akan dilempari dengan benda lain.

Ryeowook masih sibuk melotot saat telinganya menangkap suara aneh berasal dari belakang Kyuhyun. Seperti suara isak samar. Suara yang cukup familiar…

Kening Ryeowook mengkerut, ia baru sadar kalau ada dua tangan melingkar di perut Kyuhyun. Rasanya ia bisa menebak siapa itu…

“Sungmin-ah?”

Begitu Ryeowook memanggil nama itu, tangan yang melingkar di perut Kyuhyun berjengit dan mengerat.

“Oh Tuhanku, Sungmin-ah—” raut Ryeowook melunak, merasa tidak enak hati karena membentak-bentak karyawannya di depan Sungmin. Mutan malang itu pasti ketakutan.

“Cepat ganti bajumu Jonghyun,” perintah Ryeowook sembari melangkah mendekati Kyuhyun.

Jonghyun yang diberi perintah begitu dengan senang hati melaksanakannya. Entah siapa mutan bernama Sungmin ini, pokoknya ia telah menyelamatkan hidup Jonghyun. Jonghyun terkekeh senang.

“Ganti bajumu, Kyu. Biar aku yang jaga Sungmin.” Ryeowook meraih tangan Sungmin, namun mutan itu berjengit dan menggerung, seolah menolak disentuh.

“See? Aku tidak bisa ganti baju. Mutan ini tidak mau melepaskan aku. Silahkan saja kalau hyung bisa menariknya.” Kyuhyun mendesah malas. Ia menggoyang-goyangkan pinggulnya, dengan maksud agar Sungmin menyerah dan melepaskannya. Namun sia-sia, mutan itu menempel padanya seperti bayi kera.

“Tck!” Ryeowook berdecak, prihatin. “Yasudah, pakai baju itu saja. Ganti nanti saja tidak apa-apa.”

Kyuhyun mencibir, kesal. Bukan masalah seragam atau pakaian, masalahnya kalau mutan ini terus menempel padanya, bagaimana cara ia bergerak kesana-kemari melayani pelanggan?

“Aku tidak bisa bekerja kalau begini caranya!”

“Kau bilang apa, Kyu? Hmmm?”

“E-eh, tidak hyung. Hehe.”


*_._._._._._._.*


Kyuhyun berjalan dengan langkah berat. Bagaimana tidak? Sungmin masih kukuh menempel di punggungnya. Kyuhyun sudah berhasil menggunakan seragam kerja, namun tetap saja, ia merasa seperti harus menyeret beban kemana-mana. Aish.

“Sungmin-ah, ayo lepas. Aku mau kerja nih. Nanti kau tunggu di meja kasir ya?”

“Unggg!” Sungmin menggeleng keukeuh. Hidung mancungnya bergesekan dengan punggung Kyuhyun, tanpa sadar tindakan kecilnya itu membuat majikannya merinding.

“H-haish! Geli!” Kyuhyun mengibas-ngibaskan tubuhnya, namun tetap saja Sungmin kukuh menempel erat padanya.

Kyuhyun berdecih. Tidak lagi mencoba mengusir Sungmin, karena makin ia berusaha mengusir Sungmin, mutan ini justru makin memeluknya sampai sesak. Kyuhyun menghela nafas. Ia memegangi kenop pintu, sekali lagi menghela nafas sebelum memutarnya…

“JONGHYUN-OPPA, KYAAAAA!”

“DONGHAE-OPPA, AKU MAU PESANANKU DIBAWA DONGHAE OPPA!”

“EUNHYUK-OPPA! EUNHYUK-OPPA!”

Kyuhyun mengernyit, telinganya sakit. Baru saja ia membuka pintu yang menyambung kafe depan dengan ruang karyawan, dan suara teriakan para remaja sudah menyambutnya gegap-gempita. Kyuhyun berdecak, mengawasi riuh remaja-remaja itu dari balik etalase kasir. Wajar sih kalau suasananya sericuh ini. Dengan ditangani 9 pelayan pun para pengunjung masih suka menimbulkan kerusuhan, apalagi hari ini? Karyawan Kona Beans yang tampak hanya dirinya, Eunhyuk, Donghae, Onew, dan Jonghyun. Ckck!

“Jangan pasang ekspresi begitu, Kyu. Sudah jelek tambah jelek saja wajahmu itu, hahaha.”

Kyuhyun berdecih. Diliriknya Yesung yang duduk di meja kasir dengan tatapan sinis. “Aish, hyung! Berisik!”

“Ahahaha,” Yesung tertawa puas, cukup bahagia karena sejak kemarin berhasil menindas sepupu iblisnya ini. Kurang lebih dengan kehadiran Sungmin, Yesung jadi sedikit mengalami kemajuan. Karena mutan itu ia jadi bisa menjahili Kyuhyun, berbeda dari biasanya dimana ia yang jadi bulan-bulanan kejahilan Kyuhyun. Dan ngomong-ngomong soal Sungmin…

Kening Yesung mengernyit, ia melirik bingung ke arah sepasang tangan yang melingkar di perut Kyuhyun. “Siapa itu? Sungmin?”

“Hmmm~” Kyuhyun mengangguk malas. Ia sedikit memiringkan tubuhnya, bermaksud menunjukkan pada Yesung sosok mutan yang tengah menempel di punggungnya. “Tidak mau lepas, sejak tadi…” ujarnya malas.

“Oooh— Ahahahahaha.” Yesung tertawa sembari mengangguk-angguk mengerti.

“Yesungie—” Ryeowook keluar dari ruang karyawan dengan electro-note kecil di tangannya. Pemuda berperawakan kecil itu sedikit terkejut melihat Sungmin yang masih tetap memendam diri di punggung Kyuhyun. Meski alih-alih, pemuda itu tetap tersenyum lembut pada Sungmin yang diam-diam mengintip dari sela seragam Kyuhyun.

Ryeowook menyuruh Yesung untuk berdiri, lalu ia menepuk-nepuk kursi yang sebelumnya diduduki Yesung. “Sungmin-ah. Kemari!” ajaknya riang.

Sungmin masih memeluk dan menempelkan pipinya di punggung Kyuhyun. Ia memandangi Ryeowook sejenak dengan ekspresi takut-takut, lalu menggeleng enggan.

Ryeowook merengut sedih. Tapi secepat mungkin ia menyembunyikannya dengan beralih pada Yesung, “Yesungie, barusan appa menelpon. Kau disuruh datang ke kantor. Sekarang.”

“Tidak apa-apa kau disini sendirian?”

“Aku tidak sendirian sayang, ada Kyuhyun dan yang lainnya.” Ryeowook tersenyum. “Aku bisa handle semuanya, sudah sana pergi! Appa menunggumu daritadi.”

“Oh, oke.” Tanpa bertanya lebih jauh, Yesung meraih jaketnya yang tergantung di punggung kursi, meraih wajah tunangannya, mengecupnya singkat, sebelum melangkah meninggalkan Kona Beans.

“Hyung… Jadi bagaimana nih? Aku tidak bisa kerja kalau begini caranya,” keluh Kyuhyun tiba-tiba.

“Yasudah, tidak usah kerja dulu tidak apa-apa. Atau kau ajak saja Sungmin ke ruanganku.”

Kyuhyun merengut mendengarnya.

“Tenang saja, gajimu tidak akan berkurang. Aku bukan orang kejam, Kyuhyun.”

“Bukan masalah itu, hyung—” Kyuhyun merengut lagi. Sungmin sedikit melonggarkan pelukannya, sambil sesekali melirik wajah Kyuhyun, lalu ikut-ikutan merengut. Ekspresi suram Kyuhyun tampak seperti kesedihan yang meluap-luap di mata Sungmin.

“Aku tidak enak kalau begini caranya. Digaji tanpa bekerja…”

Mata Sungmin membulat. Ia mengerti apa maksud kalimat barusan. Kurang lebih… Apa karena dirinya Kyuhyun jadi merasa tidak enak? Karena Kyuhyun harus menemaninya dan Kyuhyun jadi merasa digaji tanpa bekerja?

Bibir Sungmin terlipat maju. Wajahnya sendu.

“Tidak, Kyu. Kuanggap kau bekerja dengan menemani Sungmin-ah. Oke?” Ryeowook tersenyum lembut. Berusaha membuat sepupu iparnya mengerti, namun Kyuhyun adalah Kyuhyun. Keras pada pendiriannya sendiri.

“Aish. Tidak bisa, hyung.” Kyuhyun memutar pandangannya, dan matanya berhenti di sudut Kona Beans. Kios kecil dengan aksen manis dan tema girly-pink berdiri di sana, satu sisi menghadap ke dalam Kona Beans dan satu sisi menghadap ke luar. Kios mungil yang didirikan di dalam Kona Beans dengan dua sisi dilingkari etalase dan kulkas-kulkas geret. Kios es krim. Biasanya Changmin berdiri disana sebagai penjaganya, tapi kali ini…

“Loh? Kios es krim kita tutup hari ini?” tanya Kyuhyun bingung. Suaranya barusan ikut menyadarkan Sungmin. Mutan itu mengintip dari balik lengan Kyuhyun, matanya lurus tertuju ke kios es krim yang jelas-jelas tutup hari ini.

“Ya, Changmin sedang cuti tiga minggu. Kakaknya menikah di Jepang.”

“What?” Kyuhyun terkejut, dan Sungmin pun ikut terkejut.

“Tiga minggu? Dia pikir dia itu mau cuti bulan madu, apa?” keluh Kyuhyun jengkel. Ryeowook hanya tertawa-tawa menanggapinya.

Baik Ryeowook atau Kyuhyun sama-sama tidak sadar, Sungmin melirik sendu ke arah kios es krim itu.

Changmin? Maxie? Cuti?

Sungmin memiringkan kepalanya dan berpikir keras.

“Aha! Bagaimana kalau aku yang jaga kios es krim? Aku tidak perlu mondar-mandir kan?” ujar Kyuhyun tiba-tiba, wajahnya langsung berseri-seri mengingat ia tetap bisa menerima gaji dengan jalan jujur.

Namun sayang… Ryeowook menggeleng. “Jangan, Kyu. Kau tidak biasa menjaga kios es krim.”

“Aish, terus aku harus bagaimana?” Kyuhyun melenguh. Menjaga kios es krim pun tidak boleh! Bukan karena Ryeowook tidak percaya pada kemampuan bekerja Kyuhyun, pasti gara-gara mutan cengeng ini!

Kyuhyun mendengus, baru akan menggoyang-goyangkan punggungnya lagi, namun rasanya… beban di punggungnya berkurang. “Eh—?”

Kyuhyun dan Ryeowook sama-sama terkesiap. Tanpa perlawanan dan paksaan, Sungmin melepas pelukannya. Tangan mutan itu jatuh terkulai. Ia mundur dua langkah, masih dengan ekspresi sendu ia melirik kios es krim dari balik tubuh Kyuhyun.

“Kau mau es krim, Sungmin-ah?” Ryeowook memandang Sungmin dengan tatapan lembut. Ia tersenyum manis sebelum kembali menawarkan, “Kau mau es krim?”

Sungmin termenung sejenak, memandangi wajah Ryeowook dengan sorot kosong. Ia memalingkan wajahnya lagi, kembali ke arah kios es krim itu sebelum mengangguk lemah.

“Good. Kau mau rasa apa, Sungmin-ah? Strawberry? Coklat? Vanilla? Atau yang lain?” tanya Ryeowook lagi. Senyumnya makin merekah, setidaknya kali ini Sungmin merespon.

Sungmin tidak bisa menjawab. Ia menggigit bibirnya dan menunduk gugup. Sekeras apapun ia berusaha untuk menjawab, yang keluar dari bibirnya hanya gerungan samar. Sungmin mengerat ujung lengan bajunya frustasi. Nyaris saja ia menangis saking kesalnya, namun saat Sungmin menyadari kaus pinknya berlengan panjang… Mata Sungmin membulat.

“Ung!” Sungmin menyodorkan tangannya yang tertutup lengan kaus hampir sampai ke ujung jari. Dengan mata membulat semangat, mutan itu menarik-narik ujung lengan kausnya.

“Strawberry?” tebak Ryeowook dengan senyum dan kening mengerut.

“Ung!” Sungmin mengangguk antusias.

Ryeowook terkekeh senang, sebenarnya ia ingin mencubit pipi Sungmin karena gemas. Namun urung mengingat sikap Sungmin yang terlalu waspada.

“Kyuhyun ah, ambilkan es krim untuk Sungmin. Strawberry, lima skop.”

“Oke, hyung!” Kyuhyun segera melaksanakan perintah Ryeowook.

Ryeowook tersenyum, meski sedikit heran kenapa kali ini Sungmin tidak keberatan ditinggalkan Kyuhyun berdua dengan dirinya disini. Apa Sungmin sudah mulai percaya padanya?

“Sungmin-ah, kemari…”

Sungmin berjengit kaget, baru saja Ryeowook menyentuh lengannya. Namun anehnya, meskipun tidak berniat mendekat, kali ini Sungmin sudah tidak begitu canggung berada di dekat pemuda cantik ini. Kali ini Sungmin berani memandangi wajah Ryeowook dengan ekspresi ingin tahu.

Ryeowook menepuk-nepuk kursi disisinya. “Duduk disini, dari sini kita berdua tidak akan kelihatan pelanggan loh,” ajaknya lagi sembari menunjuk etalase tinggi yang membatasi ruang kasir. Memang tempat mereka sekarang dikelilingi etalase tinggi dengan meja kasir berada di ujungnya. Karena etalase dengan penutup terbuat dari kaca dua sisi, Ryeowook dapat mengawasi keadaan Kona Beans tanpa seorangpun pengunjung dan pelanggan menyadari keberadaannya.

Sungmin menggembungkan pipinya, wajahnya ragu. Meski alih-alih, ia mendekati Ryeowook dan perlahan duduk disisinya walaupun masih sedikit menjaga jarak.

Ryeowook tersenyum senang. Sungmin menunjukkan kemajuan. Entah tebakan Ryeowook benar atau salah, Sungmin sedikit luluh dengan es krim. Mungkin setelah pulang dari sini, Ryeowook akan langsung berkunjung ke rumah Heechul. Ia ingin membagi tips mendekati Sungmin, pasti hyungnya akan senang sekali!

“Sungmin-ah, kausmu manis sekali~” puji Ryeowook saat ia menyadari Sungmin mengenakan kaus pink berlengan panjang dengan gambar Marie-Cat di bagian depan, ditambah celana jeans ketat yang juga berwarna pink dan ekor Sungmin yang bergerak antusias kesana-kemari. Ryeowook menahan hasratnya untuk tidak mencubit pipi merah Sungmin. Apalagi rambut mutan ini sekarang dicat pirang, dan collar berbulu pink yang melingkar renggang di lehernya itu… Duuuh!

Ryeowook menggigit bibirnya. Mati-matian berusaha menahan tangannya yang gatal ingin memeluk mutan imut ini. Tahan Ryeowook… Tahaaan! Baru saja mutan ini menunjukkan tanda-tanda bersahabat, Ryeowook tidak akan menghancurkan kesempatan itu.

Sungmin tersenyum senang saat Ryeowook memuji kausnya barusan. Ia berkedip dan matanya berkilat bahagia, lalu ditariknya collar pink yang melingkar di lehernya ke arah atas, seolah bermaksud memamerkannya pada Ryeowook. “Unggg!” dengungnya antusias.

“Ya ampuuun! Manis sekali Sungmin-ah. Lain kali kupinjam ya!” Ryeowook berpura-pura ingin meraih collar itu, namun Sungmin buru-buru menutupinya dengan tangan dan menggeleng enggan.

“Nggg!”

“Ahahaha, hanya bercanda, Sungminnie!”

*_._._._._._._.*

Terhitung sejak sepuluh menit terakhir, mata kucing Sungmin bergerak kesana kemari, mengawasi para pelayan tampan yang berlalu-lalang dari balik meja kasir. Dari sini, Sungmin bisa mengintip mereka dengan nyaman, karena sepertinya tidak ada yang menyadari keberadaannya. Tubuh Sungmin tertutup meja kasir hampir sepenuhnya.

Jonghyun, Minho, Onew, Eunhyuk, Donghae, dan Kyuhyun sibuk berlalu-lalang. Semua membawa nampan minuman, bill, atau makanan. Tidak heran, karena pegawai-pegawai berwajah aduhai ini, kafe milik Yesung tidak pernah sepi setiap harinya. Hampir 90% pelanggan tetap mereka adalah wanita. 75% gadis-gadis remaja dan sisanya para ahjumma genit.

Sungmin menyendok es krimnya dan makan dengan tenang. Ia bahkan tidak rewel lagi walaupun Kyuhyun berkali-kali hilang dari pandangannya. Seperti anak baik yang menurut saat harus ditinggal ibunya bekerja…
Well, abaikan perumpamaan ini.

Setidaknya itulah yang terjadi selama beberapa menit awal. Sungmin masih tenang sampai satu kerusuhan (yang sebenarnya biasa untuk semua pegawai di sini) terjadi.

“KYUHYUN OPPA, TAMPAN SEKALI HARI INI!”

“KESINI KYUHYUN OPPA! KESINI!”

“KYAAA! AKU DULUAN! AKU DULUAN!”

Sungmin mendelik. Ekornya berayun liar. Sekelompok gadis berkerumun di sekeliling Kyuhyun. Kyuhyun sendiri tidak bisa pergi kemana-mana karena gadis-gadis itu berdiri melingkarinya. Beberapa berusaha menyentuh, meskipun Kyuhyun dengan lihai mengelak.

“KYAAAA! KYUHYUN OPPA JEONGMAL SARANGHAE!

M-MWO?

Sungmin tersedak, kali ini ia benar-benar tidak bisa berkedip. Dengan mulut menganga, es krim lumer dan menetes dari ujung bibirnya.

Berani sekali! Mengatakan itu pada Kyuhyun-nya Minnie!

“AKU BAWAKAN COKLAT COOKIES UNTUK KYUHYUN-OPPA!” seorang gadis mencuat dari kerumunan itu dan berdiri di depan Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam, sesaat. Dan Sungmin tidak memikirkan hal lain selain berharap kalau Kyuhyun akan menolaknya. Kyuhyun tidak boleh mengambil cookies itu!

‘Minnie bisa membuatkan banyak untuk Kyuhyun!’

Namun sepertinya, Sungmin masih belum terbiasa dengan karakter seorang Cho Kyuhyun. Kyuhyun yang irit tidak akan menyia-nyiakan makanan gratis!

“Ah, ya! Gomawoyo, ne?” Kyuhyun sigap mengambil kotak kue itu tanpa membiarkan gadis tadi menyentuh tangannya.

‘H-hung!’ Sungmin menghentakkan kakinya, matanya berkaca-kaca.

“KYUHYUN OPPA! KYUHYUN OPPA! LIHAT, AKU BAWAKAN SAPU TANGAN UNTUK MENGUSAP KERINGATMU! AYO KEMARI, KAU PASTI LELAH BEKERJA DARI TADI!” Seorang gadis lain muncul, dengan kasar mendorong gadis lainnya agar ia mendapat akses lebih luas. Dan tanpa bisa dicegah oleh siapapun, gadis itu kini sudah berdiri dekat di depan Kyuhyun, lalu tanpa izin ia mengusap kening Kyuhyun dengan sapu tangan pink miliknya.

Sungguh. Sungmin tidak tahan lagi. Ia berdiri refleks, pipinya sudah basah oleh airmata. “H-hiks!”

“Kyuhyun oppa jadi pacarku saja, ne?”

Kali ini, Sungmin benar-benar tidak bisa berdiam diri. Entah ada badai apa, mutan itu tidak lagi peduli dengan suasana sekelilingnya, atau betapa menakutkannya orang-orang asing itu di matanya. Siapa peduli? Kyuhyun miliknya!

Satu! Dua!
Sungmin melangkah menghentak-hentak, karena bibirnya tidak bisa memaki, biar saja kakinya yang melampiaskan amarah. Ia berjalan ke arah Kyuhyun, ekornya berkibas liar. Meskipun tubuh Sungmin tidak dapat berdusta dan tetap gemetar saat bahunya sempat bertabrakan dengan gadis-gadis yang berkerumun di sekitar Kyuhyun. Namun tetap, dengan nekat, Sungmin menerobos kerumunan itu. Tidak membiarkan satupun orang menyadari kehadiran tubuh mungilnya dan…

HUP!

Sungmin memeluk Kyuhyun dari belakang, kelewat erat sampai Kyuhyun tersentak dan hampir menjatuhkan nampannya.

“Arrr!” Sungmin menggerung samar, balas menatap wajah para gadis yang terkaget-kaget itu dengan ekspresi yang sebisa mungkin dibuat sangar. Sesekali melotot, lalu menggertakkan giginya seperti mengancam. Namun sepertinya, para gadis itu memberi respon tidak seperti yang diharapkan Sungmin.

“KYAAAA! INI SIAPAAAA? NEOMU-NEOMU KYEOTA!”

“CUUUUTEEEEE!”

“AKU MAU CUBIT! AKU MAU CUBIT!”

“KYAAAAAA! AKU DULUAN! AKU DULUAN!”

TBC!

Sungmin jadi rebutan dah, bawa pulang aja deh biar ga lecet *seret Minnie, dibacok Kyuhyun*

68 thoughts on “Kitty-Kitty, Baby! – Chapter 6

  1. miss ming says:

    waaw, seru..seru..temanya gabungan coffe prince dan fantastic 4 atau x-men ya..
    oiya yg masalah polling ttg choi itu, hmm, jungmo trax masuk nominasinya ga?? hehehe
    misterinya dapet, alur drama kyuminnya juga menarik.

    punya satu persamaan dengan TC, misteri di mana seolah2 sungmin udah pernah ketemu kyuhyun sebelumnya, atau sebaliknya

    oiya, wookie itu pet-nya yesung bkn?

    nb: aku minta PW TC 19&20 dong

    • Lee Sunmiina says:

      Wkwk, kayaknya kalo Fantactic 4 sama X-Men gak deh. Soalnya disini ga ada action😄
      Mau ngevote Jungmo? Boleh sih. Walaupun udah dapet orangnya juga, wkwk.

      Sebaliknya, kalo di TC Sungmin yang lupa, disini Kyuhyun yang gak nyadar, lol.

      Bukan bukan, Wookie bukan pet. Dia manusia kok, tapi Yesung emang pernah melihara Pet🙂

  2. winecoup134 says:

    ihihihi min min.. saking imutnya dirimu sih ckck
    malah pada nyerbu tuh wkwk

    oya chingu, kapan master nya min muncul :O
    penasaraaaaaan >.<

    lanjuut thor gogogo

  3. maria says:

    omoo.. Ayo dilanjut lg.. ^^

    btw, knp sungmin ga bs ngomong? Heechul kan bs ngomong. Trus, klo mutan sm manusia pny anak, anaknya mutan ato manusia? Hehehe..
    Ceritanya ringan tp ttp bikin penasaran. Author-nim fighting!! Smoga updatenya segera muncul..

    • Lee Sunmiina says:

      Iya, mutan bisa ngomong kok. Cuma kasus Sungmin aja yang beda… Haduh, saya juga bingung nanti anaknya bakal jadi mutan, manusia, atau campuran. Nanti dipikir2 lagi deh😄
      Mianhae kalo ceritanya ngebosenin, semoga ga bosen komen ya🙂

  4. AzhieLeann says:

    oalah…ternyata yg nulis fic ini kak Fiqooh to…
    baru tau. dulu sempet baca di ffn tp kayaknya bukan lee sunmiina yg nulis, sempet gak apdet lama juga sih…tp bagus kok ceritanya, aku suka.
    btw, kak TC kapan nih?? nungguin sampe garing aku!! kurang apaan lagi sih kak?? udah perfect aku yakin. ayo dog di buka!! klo gak kasih aku PW nya,,, jebbbaaaalllll….

    • Lee Sunmiina says:

      Masih sampah dek chapter 19 sama 20, makanya mau ditambal dulu. Ga mau ngecewain lagi kayak chapter 16, 17, sama 18. Sampah semua tuh😦

  5. Yool LeeMinmin says:

    Ini Kitty Kitty, Baby! sama SEDLUPUS pindah kesini?

    Perhatian, perhatian, untuk authornya diharap dua ff ini dilanjutin, terutama yg Kitty Kitty, Baby! Itu gimana nasib Sungmin? Entar di rape2 sama yeoja2 centil itu dah T^T

  6. vyan says:

    woah.. minnie emg terlalu cute hehehehehe..
    asal jgn diapa2in aja minnienya..
    ditunggu lanjutannya sun.. +pw chap 19 n 20 dr the concubine..
    udh ga sbr baca ni..

  7. Amaterasu Uchiha says:

    Wah mymini min it so cute~

    Aku suka thor Sama cerita nya bagus!, tapi kasihan sungmin, abis keguguran ya ?
    Hmmm Choi ya ? Pasti Siwon !

    Oke Lanjut and Update cepat ya !

    Ayo Semangat !
    😉

  8. jennifer sinta prabowo says:

    aigo minnie,,, km luluh karna ga mau repotin kyu ya…. baiknya,,,, emmm kayaknya bakal ada idola baru d H&G nih,,, satu-satunya idola mutan di situ, hati-hati ya minnie,,, pipimu bisa habis d cubit-in ama tuh fansgirl

  9. vin says:

    LOL! i really enjoy this AU best.
    Min is so cute. Can’t ignore your work with this one. Damn this fic is ROCK!
    I love this so fucking much. and you make this with bahasa, cute one.. not alay. xD
    Thank you for making this. I never comment on your fic before (the concubine) and don’t really care if I can’t get the pass for the next chap.
    But this one worth it. I’ll crave more for this!
    Cute sungmin is my weakness. and you make it so fluffy. Two thumbs up! ^^

    • Lee Sunmiina says:

      I’ll give you anyway😉
      Because maybe I’ll unlock the next chap. Don’t care if people do not comment there.

  10. weny hwonwon says:

    ohh sepertinya dulu udah pernah baca fic ini..
    tapi lupa,, udah kelamaan banget,,

    gaaahh.. kitty min is supeeeer cuteeeeeeeeeeeeeeeee..

  11. somebody says:

    baca ff ini jd keinget fantasy couple. yg sungmin pasangan sama anak kecil mirip kucing, namanya minyoung. Lucu^^
    sungmin,,minyoung,,NYAO…!!
    kyeopta^^

  12. yoora says:

    jadi kyu yg ga sadar udah pernah ketemu ming ? ._.
    kapan mereka ketemu ?? aaahhh gue pengen mutan kaya ming~ sun beliin xDD
    itu kafe g roboh apa kalo pengunjungnya model gitu semuaa deuuuh -_-”
    ming nekat asli~ wkwkwk
    kalo kyumin punya anak jadi campuran manusia – mutan dong ._.
    w nyesek kalo inget ming keguguran~ majikan dia siapaaa sih ?? -_-” iyaa majikan ming sama heenim yg dulu masih ada hubunganya dong (?) ???!!!!
    request sun … please jangan bang kuda yg jadi majikan ming yg dulu .. yg laen aja yaaah yg lebih keceeh~ bosen w ama tu kuda /ups xDD lanjuuuuut !! ._.

  13. Anisaaa says:

    Eonni saya mau doong mutan kayak ming, dibungkus yaah karetnya 2 #ditabok *emang nasi bungkus?*
    haha mian, ini gara2 kangen sama nasi padang depan skolah #curcol *gak ada hubungannya*
    aigoooo, neomu kyeopta neeee, ah jadi pengen liat gambarnya deeh
    sakit kepala saya ngebayangin gimana ming di cerita ini soalnya kecampur sama imajinasi pelajaran dimensi 3 #mabokmtk

  14. aku pengen punya mutan kaia sungmin…
    hahaha😄
    ato sungmin aku bwa plg aja…
    buahahaha……
    sumpah ni anak gemesin bngt… >.<
    nah lo,ming jd rbtan para gadis centil noh

    LANJOT!!!

  15. WeniGiggs says:

    eh~~~~ jd minie cuma perlu disogok ice cream toh. wah chullie bisa jingkrak2 kegirangan kalo udah tau clue nya naklukin minie. hihhihihi

  16. ganiajri says:

    Ya ampuuuun
    kyu pelit bener ya kaya taro di poor prince -.-‘
    jangan2 dia juga bs denger gemrincing duit tuuuh… 11 12 ma tuan krab bener deh!
    Moga2 ini fic lanjut
    amiiiiin

  17. Tifamin says:

    uwaaaaaaaa… udah lama ga baca fict ini lagi. suka banget sama fict ini, pasti umin umma imut2 gitu :3
    pingin cepet2 liat kyu tunduk ke umma :3

    ayo lanjut thor, btw dipanggil siapa nih? enggak enak mau manggil author terus😀

  18. Wah, baguslah, Ming sdh mulai bs menerima keberadaan Wookie
    Ming mikir apa ttg Changmin? Ada hub-nya?
    Wkt Ming mau menandai (?) kepemilikannya pd Kyu, eh,,, malah dia yg menarik perhatian org lain😄 Ming memang sungguh imut :3

    Ngga sabar chap 7nya😀

  19. pumpkins says:

    ff ini aq suka min, pa lg krakter sungmin yg cengeng tp tetep manis dan kyuhyun yg kasar dan pemarah tp sbenarnya pnyayang.
    Kpn mau d lanjutkan min??

  20. Hhm.. Sudah lama ga baca fanficnya Sun… Demi apa ngebayangin Ming pasti ngegemesin banget.. Nempel terus. Aduh kangen baca fanficnya Sun. Dan.. kebetulan nemu. Bakal rajin mampir nih..

    Merinding bayangin Ming ngegerung sambil meluk Kyu >///< Siap-siap diterkam yeoja haus keimutan(?)

    Bacanya mundur nih jadi masih clueless hohoho Mpreg kah?

  21. KYAAAAAA…..
    JANGAN SENTUH MING….
    lanjut… lanjut…lanjut… lanjut… lanjut… lanjut… lanjut…. d lanjut y….

    aq jg uda baca d ffn tapi masi sampai chap ini jg…
    d lanjut y… plissssssssssssssssssssssssssssssssssssssss………

  22. lidya21 says:

    qooh, jujur gue kurang suka sama karakter umin yg manja sama si kyuhyun yg tiba2 baik. mereka berdua kan evil😀 tapi ga tau kenapa gue suka sama ceritanya. lanjut terus qooh. i lope yuu😀

  23. sha says:

    waah. Ternyata Ming luluh gara2 es krim. Kkk
    . Ming cemburuan eoy..
    . Oh ya.. Choi majikannya Ming? T.O.P aja thor, marganya choi kan dia.. Tpi cocok kayaknya dia.. Muka2 sadisnya top banget #eh
    . Lanjuuut thor…🙂

  24. kkkk~
    Ming jadi rebutan aigooo~ >. <
    imut banget nih mutan (≧▽≦)づ jadi pengen punya ._. *dor*
    yang kaya Ming ._.*plakk* yang semanis, selucu, seimut Ming ._. *jeder*
    huum~ '_')a <—ngebayangin
    kkk~YumyMing *Q* (???) *dimutlasi author*

    oke siip~ m(_ _)m /duduk bertapa(?)/
    ditunggu ne next storynya~~ (♡⌣♡ʃƪ)
    cemungutt authoor~ \(´▽`)/

  25. minniegals says:

    Annyong.. Reader yg paling udzur ngikutin sampe sini..
    (.̮)‎​​ђёђё(.̮)‎​​ђёђё.

    Emang ya.. Kalo ming pasang tampang serrm jadi nya y gitu.. Gak sesuai modal dan aset milik nya..
    Jangan kan sungminnie.. Qt juga luluh kalo d kasih eskrim..plus d kyuhyun *nah lohh

    Oehh okeeh langung to the point tanpa basah basuh. And No shy-shy.. Fiqooooohhhhhhhhh…. Minta PW nya concubine 19 n 20 yaaaahhhhh.. Udah gak nahan nih.. Ne.. Ne.,ne.

  26. ryys says:

    wkwkwkwkw bang uminn sini aq kasi eskrim strawberry /berharap bisa deketin umin hhahaha
    malah jadi umin yg dikrebutin😀

  27. Heeni says:

    baca chap 6 ni buat ngilangin galau gegara mubank, eh sekarang jdix penasaran nunggu next chapx…….uming unyuk2 bgt sih.

  28. kyuma0403 says:

    HWAAAAAAAAAAAAAAAAA…..
    sungmin salah langkah, niat menyelamat Kyu malah dia yang jadi rebutan….
    kasihan Minie…. kira-kira, apa yg bakal Kyu lakuin buat nyelametin Ming ya???
    Ming kan masih takut ma orang lain???

    penasaran….. Lanjut chingu…. Please…..

  29. Ahrin says:

    kyaaaa, seru banget crita.y….
    sungmin pst langsung shock d kelilingi fans.y kyuhyun… penasaran ma kelanjutan.y… keep writing author

  30. Akhirnya sungmin mau juga kawanan selain sama abang kyu. Ya ampun gak bisa ngebayangin seimut apa umin pake baju pink terus pake bandul pink diatmabah lagi rambut nya pirang. Mimisan deh x-x Aku masih heran,itu uminnya bisu ya min? Soalnya semua dia pake bahasa isyarat. Yauda deh min,aku lanjut baca yaaa

  31. 010132joy says:

    Akhirnya ming bisa lepas sebentar dr kyu biar pake iming2 ice cream kkk wook bruntung bsa lbih deket sma ming
    ming ga bisa ngmong gra2 majikan yg trdahulu y? Ugh tndang aja
    ming dsini umurnya brapa sih kok kyanya masih anak2 bgt y
    haha ming cemburu tuh sma fansnya kyu dia ga mau ada orang lain yg deket2 kyu apalagi punya mksud ngambil kyu kkk
    kyu mah trima2 aja yg pnting gratis ga prlu ngeluarin duit ck pelitttt

  32. Pelanggan di cafe brutal.. kaya yang lagi berebut pembagian sembako, wkwkwkwk
    Ming kaya hantu yang ngintilin mulu kyu, mana nempel di punggung lagi. untung aja bisa di iming2 ama ice cream.
    Sungmin cemburu liat kyu dikerubuti ama fansnya, tapi malah jadi berbalik mereka yang antusias liat ming.. wkwkwkkw

  33. cho minhyun says:

    Athornim awalnya ya pas baca warningnya yg bagian “kikir!kyu” aku kira “kikir” itu bahasa jepang atau istilah apa gitu. Ga kepikiran saama sekali ternyata itu kikir dalam arti sebenernya wkwkwk

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s