Kitty-Kitty Baby! – Chapter 7

HUP!

Sungmin memeluk Kyuhyun dari belakang, kelewat erat sampai Kyuhyun tersentak dan hampir menjatuhkan nampannya.

“Arrr!” Sungmin menggerung samar, balas menatap wajah para gadis yang terkaget-kaget itu dengan ekspresi yang sebisa mungkin dibuat sangar. Sesekali ia melotot, lalu menggertakkan giginya seperti mengancam. Namun apa daya, para gadis itu memberi respon tidak seperti yang diharapkan Sungmin…

“KYAAAA!!! INI SIAPAAAA? NEOMU-NEOMU KYEOPTA!”

“CUUUUTEEEEE!!!”

“AKU MAU CUBIT! AKU MAU CUBIT!”

“KYAAAAAA! AKU DULUAN! AKU DULUAN!”

 

“W-whoa!” Kyuhyun nyaris jatuh, ia mundur dengan terhuyung-huyung saat para gadis itu justru berebut untuk menyentuh Sungmin.

 

“Uh-uh— uuung!” Sungmin mengerut, nyalinya ciut begitu puluhan tangan itu berebut untuk dapat menyentuh sekujur tubuhnya. Ia mundur ketakutan, bersembunyi di belakang tubuh Kyuhyun sembari mencengkeram kaus Kyuhyun erat-erat. Namun tentu saja, hal itu tidak bisa melindunginya. Beberapa— ah tidak, ada banyak. Banyak sekali tangan yang berhasil meraba tubuhnya. Dari ujung kepala, pipi, telinga, punggung, hingga ke bokong. Rabaan demi rabaan itu kian meliar di sekitar selangkangan dan bokongnya. Sungmin tersentak, dadanya sesak. Hidupnya seperti berada di ambang batas. Ada sekelebat memori kelam yang kembali dalam kepalanya saat puluhan tangan itu menyentuhnya dengan kasar dan memaksa. Namun Sungmin tidak bisa berbuat apapun untuk menghentikan itu, ia bahkan tidak bisa menyingkir apalagi melawan.

 

 

“U-UWAAAAA!!!” dan tangis sang mutan pun pecah, di antara riuh para gadis yang tidak peduli dan tetap berebut kesempatan untuk dapat menyentuh kulit mulus Sungmin.

 

Kyuhyun kelimpungan. Kepalanya berdengung-dengung. Pusing mendengar teriakan para fangirls, tangis Sungmin, dan bahkan suaranya sendiri yang teredam oleh bising keramaian. Apalagi saat ia merasakan tubuh Sungmin yang gemetar hebat dan seolah bertumpu sepenuhnya pada dirinya.

 

Oh, tidak… Tidak. Jangan bilang kalau mutan ini akan pingsan lagi. Oh, please!

 

Kyuhyun merentangkan tangannya, mengerahkan seluruh tenaga dan berusaha menghalau para fangirl itu dengan kedua tangan kurusnya. Namun apa mau dikata. Ia sendiri bahkan sampai terhuyung kesana kemari karena dorongan monster-monster berseragam SMA ini.

 

“YAH! HENTIKAAAAN!!!” Ryeowook muncul dan berteriak murka. Pemuda bertubuh pendek itu berusaha menerobos ke dalam kerumunan, dengan pengeras suara di tangan kanan dan spatula di tangan kirinya. “YAH! BERHENTI!!! BERHENTI KUBILANG BERHENTI!”

 

Berhasil! Para gadis itu sedikit demi sedikit mundur untuk menghindar dari acungan spatula dan teriakan melengking Ryeowook yang semakin memekik saja lewat pengeras suara.

 

“TOKO DITUTUP! SILAHKAN KELUAR! KELUAR! KELUAAAAR!!!” jerit Ryeowook dengan pengeras suara yang teracung tinggi-tinggi.

 

Ryeowook menggiring mereka dengan bantuan Jonghyun, Donghae, dan Eunhyuk. Gadis-gadis itu mundur keluar, sesekali terdengar sorak demi sorak kekecewaan meski alih-alih mereka tetap melangkah keluar toko.

 

Begitu toko mulai senyap dan suara riuh samar-samar menjauh, Eunhyuk dan Donghae refleks mengunci pintu bersamaan. Jonghyun dan Jinki mundur, jiwanya seolah masih berada di awang-awang.

 

“Haaah! Apa-apaan itu tadi?” Eunhyuk bernapas tersengal-sengal, ia bersandar di pintu sambil memegangi dadanya. Jantungnya masih berdegup kencang. Gila, ini bahkan lebih mengerikan dari insiden saat Kyuhyun pertama kali menjadi karyawan disini.

 

Ryeowook hanya menggeleng heran, lalu menghela nafas. Ia memutar pandangannya, nyaris pingsan melihat keadaan tokonya yang seolah baru saja disambangi perampok. Meja-meja bergelimpangan, beberapa kursi patah, piring dan gelas –yang untungnya terbuat dari bahan keramik— berserakan di lantai. Lebih beruntung lagi etalase toko dan barang-barang mahal lainnya tidak tersentuh, hanya bagian tengah toko yang tampak begitu berantakan. Pasti karena puluhan gadis itu mengerumuni Sungmin tadi— Ah! Ia baru ingat! Sungmin!

 

Ryeowook berpaling, dan tercekat saat ditemukannya mutan itu terpekur di lantai, bersama Kyuhyun yang menyerah dan membiarkan Sungmin duduk di pangkuannya. Sungmin meringkuk, matanya terpejam, tubuhnya gemetar hebat, mati-matian ia memeluk Kyuhyun –berusaha berada sedekat mungkin dengan majikannya. Sungmin mencicit, menahan isak tangis dengan menggigit bibirnya sekuat mungkin –hingga bulir darah merembes setetes demi setetes…

 

“Y-yah! Sungmin-ah? Sungmin-ah!” Ryeowook berseru panik, tidak peduli lagi kalau mutan itu akan menyingkir dan menolak keberadaannya, Ryeowook mengguncang-guncang Sungmin, menepuk-nepuk wajahnya dan memaksanya untuk mendongak, “Berhenti, jangan gigit bibirmu, yah! Yah!”

 

Seolah mengerti situasi, orang-orang di dalam toko beranjak menolong Ryeowook. Eunhyuk buru-buru menyerahkan kain di tangannya kepada Ryeowook. Sedangkan Kyuhyun dan Donghae menahan tubuh Sungmin yang masih memberontak. Jinki menahan kaki, sedangkan Jonghyun menahan kepala mutan itu, dan Ryeowook berusaha menyelipkan kain di tangannya ke dalam mulut Sungmin.

 

Namun hal itu tidak memenangkan Sungmin. Merasakan banyak tangan menyentuhnya, Sungmin justru semakin memberontak, nafasnya tersengal-sengal seolah sesuatu tengah menerornya. Ia berusaha menyingkir dari semua tangan yang menahannya, meski gagal dan akhirnya mutan itu hanya sanggup terisak dengan mulut tersumpal.

 

“Nggh—“ Sungmin menggigit kain yang menahan suaranya, seolah merasa familiar berada dalam posisi ini. Airmatanya mengalir makin deras. Sungmin berhenti memberontak lalu memalingkan wajah, seolah pasrah pada apapun yang akan terjadi padanya.

 

Sejak tadi memperhatikan respon Sungmin, Ryeowook menyadari sesuatu. Ia menampik tangan semua karyawannya, lalu berbisik, “Lepas tangan kalian —lepaskan dia.”

 

Sungmin berjengit setiap satu tangan beranjak dari tubuhnya. Begitu kedua tangan dan kakinya terbebas, mutan itu meringkuk memeluk tubuhnya sendiri. Lalu menangis dalam kebingungan. Kenapa tidak terjadi sesuatu? Atau… belum?

 

“Sungmin-ah… Tenang, ne?”  Ryeowook berbisik lembut. Ia beringsut, begitu hati-hati saat diraihnya tangan Sungmin. Mutan itu tersentak, meskipun kali ini ia tidak menarik tangannya. Melihat respon itu, Ryeowook memberanikan diri untuk menarik tangan Sungmin, membimbingnya untuk duduk. “Tenang, ne? Ada Kyuhyun disini, ada aku disini. Tenang.”

 

Ryeowook menarik kain yang menyumpal mulut Sungmin, dan meringis melihat bercak-bercak darah mengotori kain itu. “Sungmin-ah…”

 

Sungmin berjengit, gemetar meski alih-alih ia tergoda untuk membuka matanya. Suara lembut itu seakan menghapus ketakutannya sedikit demi sedikit.

 

 

“Ngg— hik,” dengan sisa-sisa isak itu, Sungmin membuka matanya perlahan-lahan. Mutan itu menahan nafas, siap menerima apapun meskipun dalam hati Sungmin merasa kali ini ia tidak akan menerima tamparan atau pukulan. Perasaannya mengatakan begitu. Begitu Sungmin mendongak dengan mata sembab yang terbuka lebar, bukan wajah penuh amarah Master Seunghyun, justru senyum lembut dan ekspresi hangat menyambutnya.

 

Dan seketika itu, Sungmin menghambur memeluk Ryeowook.  Mutan itu memendam wajahnya di ceruk leher Ryeowook dan menangis mengaduh-aduh. Menunjuk-nunjuk ke segala arah seolah mengadukan nasib sialnya hari ini.

 

Puas memeluk Ryeowook, Sungmin beranjak. Kini duduk begitu dekat di depan pemuda yang sama pendeknya dengan dirinya itu. “Ungh! Ungh!” tunjuknya entah kemana. “Ahng! Ihng! Arrrh!” Sungmin menggerak-gerakkan tangannya, membentuk isyarat ini dan itu. Menceritakan dengan panik dan terbata-bata, dengan bahasa sekenanya.

 

Ryeowook yang sejak tadi membeku perlahan-lahan menyunggingkan senyum lembutnya kembali, ia hanya bisa tertegun saat Sungmin tiba-tiba memeluknya tadi. Sungguh-sungguh-sungguh tidak percaya dan sama sekali tidak menyangka. Sungmin baru saja memeluknya, tanpa dipaksa. Dan kini mutan itu duduk begitu dekat, mengadu padanya dengan bahasa yang tidak ia mengerti. Namun siapa yang peduli. Ryeowook hanya bisa mengangguk-angguk, berpura-pura mengerti. Matanya berkaca-kaca. Ia mengusap wajah Sungmin, membiarkan mutan itu terus bercerita sambil terisak-isak.

 

“Nde, nde, Sungmin-ah.”

 

 

oOoOoOoOo

 

 

“Makanya jangan sok jagoan!” bentak Kyuhyun, masih merasa dongkol meskipun sedikit iba melihat Sungmin yang dikeroyok pelanggan-pelanggan ganas Kona Beans tadi. Sedikit iba, hanya sedikit. Lebih banyak kesalnya. Karena tingkah kekanakan Sungmin, seragam kerjanya jadi rombang-rambeng seperti ini.

 

“Aaaah—“ Sungmin merengut sedih, ekspesinya suram seolah tangisnya rawan pecah kapan saja. Ia memeluk Ryeowook dari samping, dan memandangi pemuda itu dengan mata memelas yang hanya butuh seper sepuluh detik, meluluhkan hati Ryeowook yang juga sama rapuhnya.

 

“Berisik, Kyuhyun!” Ryeowook melotot, mengancam Kyuhyun hanya dengan delikan mautnya yang selalu sukses membuat sepupu ipar nan kikirnya itu bungkam. “Sssh, Sungmin-ah. Kalau Kyuhyun nakal, nanti aku yang akan memukul bokongnya! Ne?”

 

“Ah!” Sungmin mendongak kaget, memandang Ryeowook makin memelas lalu menggeleng panik. Ia menunjuk Kyuhyun sekali, lalu menggeleng-geleng lagi.

 

“Dia? Tidak boleh dipukul?”

 

Sungmin mengangguk.

 

“Tapi dia nakal!”

 

“Uhnggg—“ Sungmin menggerung pelan. Mutan itu menggeleng-geleng lemah, memohon dengan segenap ekspresi manis yang mampu ia curahkan.

 

“Haah— Yasudahlah,” Ryeowook mengalah, meski sedikit tidak ikhlas. Ia kembali mengusap kepala Sungmin, sukses membuat mutan kucing itu memeluknya makin erat. Kucing suka dibelai, tentu saja ia akan semakin rekat pada Ryeowook.

 

Kyuhyun mendengus, ia baru akan kembali ke depan untuk membantu teman-temannya membereskan puing-puing (?) toko, saat Ryeowook memanggilnya lagi.

“Hei, Kyuhyun.” Ryeowook menyeringai. Seketika itu, Kyuhyun membeku di tempatnya. Merasa heran sekaligus ketakutan, kenapa wajah secantik itu bisa tampak lebih mengerikan daripada iblis di saat-saat tertentu.

 

Ryeowook tersenyum begitu manis. Sungmin masih memeluknya, meskipun tatapan mutan itu tercurah seluruhnya pada Kyuhyun. Sungmin sama sekali tidak menyadarinya saat bibir Ryeowook bergerak-gerik tanpa suara.

 

“Kali-ini-kau-kuampuni, Kyuhyun.”

 

Cukup. Hanya itu dan Kyuhyun tidak sanggup berlama-lama berada di ruang karyawan. Dengan  gugup, ia berbalik dan pergi dari sana.

 

 

oOoOoOoOo

 

 

Pukul 17.50, senja hari namun matahari belum terbenam sepenuhnya. Setelah meja-meja dan kursi dibenahi, piring-piring dan barang berserakan di lantai dibersihkan. Seluruh karyawan –yang hadir hari itu- beserta pemilik Kona Beans, berkumpul di dalam toko.

Meskipun  dengan insiden mengerikan tadi siang, hari ini berakhir dengan menyenangkan. Menyenangkan bagi Ryeowook karena Sungmin berhasil luluh padanya, menyenangkan bagi karyawan lain karena tiba-tiba Ryeowook mengumumkan libur toko selama dua hari, menyenangkan bagi Sungmin karena Ryeowook berjanji mengajaknya jalan-jalan dua hari ke depan, juga menyenangkan bagi Kyuhyun karena Ryeowook juga berjanji tidak akan ada potongan gaji meskipun libur kerja.

 

Senja ini, semuanya berkumpul karena Ryeowook belum dijemput oleh Yesung. Dan seluruh karyawan terpaksa menemaninya, sampai sang Boss pulang barulah rakyat jelata seperti mereka diperbolehkan pulang juga.

 

“Ah, ya!” Ryeowook teringat sesuatu, ia merangkul Sungmin yang masih sibuk dengan lolipopnya. “Aku belum mengenalkanmu dengan mereka semua.”

 

Donghae, Eunhyuk, Jinki, dan Jonghyun yang awalnya sibuk bercanda satu sama lain, kini serius memperhatikan Ryeowook. Sebenarnya sejak awal mereka berempat juga saling bergantian melirik Sungmin. Mencuri pandang untuk dapat melihat seseorang yang berwajah cantik, manis, sekaligus imut yang jarang-jarang bisa dilihat secara langsung seperti ini. Sedangkan Kyuhyun… Kyuhyun hanya berpaling sebentar, sebelum kembali sibuk menghitung lembar uang beserta koin-koin receh miliknya.

 

“Sungmin-ah, yang ini— Lee Jinki. Kami biasa memanggilnya Onew.” Ryeowook menunjuk seseorang yang duduk paling pojok dari sebelah kirinya.

 

“Hai,” Jinki tersenyum canggung sembari melambaikan tangannya. Sungmin mendongak sebentar, mengerjap, lalu kembali sibuk menjilati permennya. Mutan itu hanya diam –tidak peduli saat Ryeowook mulai menyebutkan nama karyawannya satu persatu.

 

“Yang ini, Donghae—“

 

“Hai, Sungmin-ah,”

 

“Slurrrp…”

 

“Eunhyuk—“

 

“Salam kenal, Sungmin-ah~”

 

“Nyem…. Nyem…”

 

“Dan yang ini, Jonghyun!” Ryeowook menunjuk orang terakhir yang duduk di sisi Kyuhyun dan tersenyum genit ke arah Sungmin.

 

“Uuuh!” Sungmin mengerut, antara takut dan marah dipandangi dengan genit seperti itu. Ia beringsut, menarik kursinya mundur dan bersembunyi di belakang Ryeowook.

Ryeowook yang melihat itu pun spontan terkejut, lalu melotot pada Jonghyun yang sama kagetnya diperlakukan seperti itu.

 

“Kau apakan dia, hah?”

 

“A-aku tidak berbuat apa-apa, hyung! Senyum manis apa salahnya, deh?”

 

“Huh!” sungut Ryeowook. Meski ekspresi muramnya hanya sesaat, berganti dengan senyum manis saat ia berpaling pada Sungmin. “Kau sudah kenal semuanya ‘kan Sungmin-ah?” Ryeowook bertanya lembut, meski hanya dijawab dengan angguk ogah-ogahan dari Sungmin.

 

Sungmin masih menjilati permennya, meski diam-diam ia melirik Kyuhyun dari sudut matanya. Kyuhyun sama sekali tidak bergeming dari tempat duduknya, begitu serius menghitung lembar-lembar uang dan koin tanpa memedulikan Sungmin sama sekali.

 

“Reernnng—“ Sungmin menarik ujung kemeja Ryeowook, meminta perhatian yang tentu dengan mudah ia dapatkan.

 

“Ya, Sungmin-ah?”

 

“Uhung?” Sungmin mengangkat dagunya, seolah menunjuk ke arah Kyuhyun. Bertanya kenapa hanya nama Kyuhyun yang belum disebutkan dari seluruh orang di ruangan ini.

 

“Dia?”

 

“Uhung,” Sungmin mengangguk semangat.

 

“Kenapa dia?”

 

Sungmin cemberut. Ryeowook tidak mengerti maksudnya. Akhirnya ia menunjuk satu persatu seluruh orang yang dikenalkan Ryeowook tadi.

 

Kyuhyun hanya mendongak sesaat, melirik Ryeowook dan Sungmin yang tengah berkomunikasi meski dengan susah payah. Lalu ia kembali menunduk tidak tertarik. Meskipun kedua orang itu kini tengah menunjuk-nunjuk dan membicarakan dirinya, lembar-lembar dan koin uang yang ada di hadapannya ini tampak lebih menarik.

 

“Ung! Ung! Ung! Ung!” Sungmin menunjuk Jinki, Donghae, Eunhyuk, lalu Jonghyun. Dan terakhir, ia menunjuk Kyuhyun, “Uhng?” sembari mengangkat dagu ke arah Ryeowook.

 

Ryeowook tertawa. Mulai mengerti maksud pesan yang ingin disampaikan oleh Sungmin. Apa mutan ini tersinggung karena hanya nama Kyuhyun yang tidak ia sebutkan tadi? Lagipula untuk apa dikenalkan kalau mutan ini saja seolah menjadikan Kyuhyun sebagai separuh belahan jiwanya?

 

“Namanya?” Ryeowook bertanya lagi, dan dijawab oleh angguk antusias Sungmin.

 

“Kau tahu siapa namanya?” pancing Ryeowook yang memang tidak berniat menjawab Sungmin.

 

Sungmin menurunkan permennya, menelan ludah dan dengan susah payah melafalkan nama yang sebenarnya terpatri jelas dalam kepalanya.

 

“Kyunggg—“ dan Sungmin pun menunduk, tersenyum malu-malu. Meskipun suaranya mendengung tidak jelas, tetap saja ada nuansa dan gejolak aneh saat ia menyebutkannya. Namun sayang, Kyuhyun benar-benar mengabaikannya.

 

“Kyungg!” Sungmin merengut, suaranya merajuk. Lalu mutan itu menghentakkan kakinya kesal. “Yuuung!” Sungmin baru akan beranjak mendekati Kyuhyun, namun gerakannya terhenti. Bukan, bukan karena tangan Ryeowook yang menahannya.

 

Namun sesuatu di luar sana… Sosok tinggi bermantel bulu dengan sorot mata tajam yang bertemu pandang dengan Sungmin…

 

Sungmin tercekat. Ia membeku di tempatnya berdiri. Seakan tidak mendengar apapun kecuali suara degub jantungnya sendiri. Sungmin mendelik, dengan pandangan yang terus mengikuti langkah demi langkah sosok itu, hingga menghilang dan tak tampak dari jendela toko.

 

Sungmin tersungkur. Tidak sanggup menahan beban tubuhnya untuk berdiri lebih lama. Memori demi memori kelam kembali menyergapnya, kali ini dengan lebih ganas dari sebelumnya. Sorot mata itu, sorot mata yang dipenuhi amarah… Sorot mata yang ia kenal dengan jelas, terpatri dengan paksa di dalam hatinya.

 

Master Seunghyun. Choi Seunghyun.

 

“Aah! Aah!” Sungmin mengerat rambutnya, suara-suara aneh itu kembali berdengung di dalam kepalanya. Pusing, nyeri, takut, dan segalanya seakan menekan Sungmin sampai ke batas kesanggupannya. Bahkan untuk bernapas pun sulit. Untuk mengatakan ‘jangan’ pun ia tak sanggup. Sungmin sudah terlalu mati rasa saat orang-orang dengan panik menolongnya, berusaha mengembalikan kewarasannya. Namun, suara Master Choi menariknya semakin dalam. Semakin sakit.

 

“Aaaaaakh!!!”

 

 

.

.

.

oOoOoOo

Tebeseeeh!

oOoOoOo

.

.

.

 

Sedikit ya? Saya tahu, kok T_T

Ini kayak pemanasan gitu loh karena ff enih nih udah lama banget ga saya pikirin. Jadi agak dingin mau ngelanjutinnya gimana. Maapin yak, jangan lupa review yak ceman-ceman. *cium-cium*

 

38 thoughts on “Kitty-Kitty Baby! – Chapter 7

  1. DestyElfishyClouds says:

    Dulu pernah baca ff ini juga di ffn.. aaaaa..ternyata udh dilanjuttttt..

    Sungmin kenapa itu???? aaaa. penasarannnn.. tambah penasaran

  2. shanty kyuminnie arashi says:

    Astagaaaaa… Sungmin sampe k kerubungin ky lalat sama fangirl2 itu…
    Dan kyu sama sekali ky ga perduli…

    Agak mengejutkan jg ternyata sungmin bisa luluh sama wookie…
    Tpi setidaknya ad yang bisa bersikap manis dan d terima sama ming tanpa paksaan..

    Kyuhyun bener2 deh…
    Masih belum tertarik jg sama sungmin apa ya?? Hadeeuuuhhh.

    Ming ngeliat “pemiliknya” yang lama aja sampe ky bgtu…
    Mudah2an ming ga knpa2…

    Oya aq bc ff nie dr part 1 pe 6 tpi baca dan komennya d grup dlu.. Waktu km pke username vanessa liliputri apa y klo ga salah…
    Dan aq seneng bget akhirnya ff nie d lanjut…
    Dan aq dah kirim pesan minta PW TC part 19 dan 20 sama TC side storynya klo boleh… Aq jg dah komen ko… Kirim k shantykyumin@yanoo.com

    Txs ^^

  3. Waktu baca part di kitty kitty baby aku selalu nggk bs napas Dx

    Fans kyu dan pengunjung kona beans lainnya menyeramkan hueee T T *peluk ming*

    untung wook mengusir mereka, meskipun telat T.T

    selamat utk wook yg sdh berhasl mendekati ming :3

    Ming imut2 wkt mnyebut nama kyu xD kyuunngg~

    tp itu dikacaukan oleh master lamanya ming akkhh Dx akhirnya masternya menemukan ming? andweeee

    smoga semua berhasil melindungi minnie TnT

    eonni selalu kutunggu lanjutannya, hwaiting😀

  4. mitamin says:

    Choi seunghyun udh tw ming berada donk….
    Wookie ma kyu hrs extra ngejagain ming tuch..
    Jgn mpe ming dculikkkkkkkkkk

  5. radila wisnuputri says:

    lanjutin jeball.. huweee..
    pengen tau kelanjutannya gimana.. huhuhu
    btw, cast masternya sungmin imut diganti ya.. gapapa sih. siwon kasian. hhehe
    sungmin imuuuutttt.. mau aku pelihara dirumah..

  6. radila wisnuputri says:

    lanjutin pleaseeee.. huhuhu.. sungmin imutku kasiaan..
    btw, cast masternya sungmin ganti ya? tp gpp sih, siwon kasian kalo disuruh jahat2 melulu. hhe
    update fatser juseyeoo….. jebaaaalllll

  7. Ozairina says:

    Namun, suara Master Fiqoh menariknya semakin dalam. Semakin sakit. “Aaaaaakh! Kenapa tebeseh?!” Njuuut, Lanjuuutt~~
    XDD OKEHSIP!

  8. devina says:

    Itu minnie pngsan y pas yg sblom tbc??ato cmn histeris??
    Cute bgt sungmin
    Ngk bsa byngin..
    Kyi cuek bgt dee
    Srius bgt lgi ngtung uangnya
    Haha

  9. Berarti Choi Seunghyun uda tau dmn ming berada donk ????
    apa ming akan d ambil lagi truss d jadiin sex dolls lg ???
    kyaaaa…. andweeee…

    kyu kau harus melindungi ming.. arra ???

    lanjuuuuuuuuutttttt….

  10. Afgrekyu says:

    No coment deh! /slaps^^V
    thumbs up for you fiqooh! daebak… dan ternyata tebakan saya benar, bukan siwon yg jadi majikan ming dulu kkk.
    lanjutttt lanjuttt!!!

  11. seiqas says:

    Kyaaa…
    Kyu, kenapa kamu ga peduli ama Ming??
    kenapa disaat-saat min udah agak tenang, master lamanya muncul??!
    Semoga min bisa selamat dari master lamanya dan Kyu bisa ngeliat min deh…
    amin…..
    lanjutin ya eonnie…

  12. sayyidati says:

    baru sempet baca sekarang >___<
    umin walaupun jadi kucing tapi cewek cewek tetep aja pada histeris semuaaa waktu ngeliatnya ._.
    jadi jadi majikan sungmin yang jahat bukan si choi yang itu toh hmhm
    kasian sungminya pasti trauma gitu yaa~
    ayo ayoooo lanjut😄

  13. ughhhh~~aq ngebayangin tingkahx Ming tuh jdi gemes sndri…imut bgt pastix…ini Sungmin udah bsa adaptasi sma lngkungan brux eh masterx yg lma muncul~~mna si Kyu msh cuek lgy..ckckckck bner” nih bocah evil~~

  14. sha says:

    ouwooooo~~~ udah tau noh masternya.. ckckck -_-
    si kuyu tetep aja pelit, mikirin duit mulu -_- *dibunuh Kyu* hahah😀
    akhirnya wokkie dapet perhatian ming😀
    lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut🙂

  15. seneng banget sama cerita yang satu ini, sungmin-nya kiyuuuuuuuuuut kkkk….tapi meskipun kiyut dan penakut (kadang-kadang) ternyata dia bisa juga galak kalo kyuhyun dipeluk2 yang laen kkkk…
    tengkyu update-nya, ditunggu kelanjutannya😀

  16. diboo says:

    oohh kkyyuuungg masih cuek bebek aja sama ming😦
    cepet sadar dong kyuuung~~~~

    seunghyun udah muncul! waduuhh ming mau diambil lagikah? andwaeeee >_<

    keep writing ^^

  17. vyan says:

    huweeeee ketauan ama seunghyun..
    uminnya gmn donk????
    mana kyu-nya cuek bgt lg..
    untung ada wookie..n jonghyun jgn geni2 ama umin
    umin cm milik kyu

  18. JihanVY says:

    Sungmin pingsan tuh… Aduh kyu tlongin doong:(
    Malah si sungmin diliat sma seunghyun pula…

    Haduh.. Pnasaran, pnasaran *gigitin guling
    Unnie lanjutin unn, dh gk sbar nih
    Jgn lma2 ya unn:)

  19. Rizkiyeonhae says:

    Stelah skian lama, slalu tiap ksempatan cek di ffn ato wp akhirnya fic ini apdet jugak! Kyaaaaaaa😄

    aku suka bgt kalo dlm fic itu ada makhluk asing*?*
    ehh..kyu sgitunya ya cinta ma duit -_-

  20. Ahrin says:

    kyaaaa, sungmin pingsan lg? kasian.y dirimu sungmin, penasaran bgmn sih kejam.y seunghyun nyiksa sungmin…keep wrting author

  21. Master mu dtg nak , aroma aroma perng udh kecium nih.. Aduh choi choi.
    Kak aku udh foloiw twitter kaka hehe follback ya kak twitter aku @atikaameliaR makasih^^

  22. Rhaya says:

    Sun..!
    Knpa musti tebeseh😦
    lg asik2 baca juga.. :3
    jadi yg bikin minnie kyk gni itu seunghyun?😮
    jgn bilang seunghyun mau ambil minnie..
    BIG NO!!

    Go to next chapter..

  23. Wahhh,ternyata T.O.P!!! Ya ampun,itu karakternya ngena banget. Umin harus disembunyiin ni biar gak diambil sama top. Aku baca next chapter ya min

  24. 010132joy says:

    Hooo akhirnya sang master muncul yg trnyata seunghyun ugh udah liat ming dsitu lg jngan sampe ming dbawa lg lha
    ming niatnya mau nakutin fans kyu malah dia sendiri yg klah aduh jngan nekat mkanya
    hehe kyu ga cemburu tuh ming peluk2 wook ky gitu, wooknya seneng bgt akhirnya bisa deketin ming apalagi bisa peluk dg kmauan ming sendiri
    ah itu ming trakhir knapa? Pingsan kah smoga aja ga apa2 ntar klo sadar ck

  25. Aigo… siapa yang sungmin lihat ? Choi kah ?
    Padahal udah seru ming mulai berinteraksi sama yang lainnya, tapi si kyu kaga berubah masih aja galak sama mutan semanis sungmin. geezzz.. semakin penasaran.

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s