SEDLUPUS – Chapter 4

“Semua werewolf lahir dengan cuping seperti itu. Hingga kami beranjak dewasa, dengan sendirinya telinga berbulu itu akan menghilang. Henry imut-mu akan berubah menjadi werewolf sempurna. Dengan tubuh besar, kekar, berbulu, dan bertaring yang haus akan darah dan daging manusia.”

Pairing : Kyumin
Genre : Fantasy, Romance
Rate : T/PG untuk chapter ini.
Warning : Mpreg, YAOI
Disclaimer : Kyumin milik KYUMIN SHIPPER!


oOoOoOo

SEDLUPUS

oOoOoOo

Kyuhyun mendengus. Sambil bergumam ia membanting tubuhnya ke atas kursi. Matanya lekat memandang malam di balik jendela. Langit di wilayah ini tak pernah berbintang. Para tetua tetap menjaga cakrawala di tempat ini selalu dalam keadaan gelap. Mencegah keingintahuan manusia akan tempat ini, kerajaan terpencil –Sedlupus— di balik sihir dan kegelapan Bhutan. Kyuhyun sendiri yang selalu memastikan, wilayah ini tetap aman dan tak terjamah manusia.

“Tsk.” Kyuhyun berdecih.

Sekarang predikat tak terjamah itu sudah tercoreng. Ia sendiri yang membawa manusia masuk kemari. Setelah puluhan tahun tempat ini bersih dari sentuhan manusia. Kini, Sungmin menjadi manusia –hidup— pertama yang masuk bahkan tinggal di Sedlupus ini. Sebelum Sungmin, semua manusia yang ada di wilayah ini bisa masuk kemari dalam keadaan mati –dipersiapkan untuk dijadikan santapan kaum Kyuhyun sendiri. Namun Kyuhyun tidak pernah menyesal membawa Sungmin kemari. Satu-satunya penyesalan yang ia punya adalah –membahayakan nyawa Sungmin dengan memaksanya tinggal di sarang werewolf. Tapi toh Kyuhyun sudah bersumpah, ia akan menjaga Sungmin dan tidak akan membiarkan siapapun melukai Sungminnya. Tidak ada makhluk di atas bumi ini yang bisa lari dari taring dan cakar Kyuhyun kalau mereka sampai berani menyentuh Sungmin. Tidak akan.

Kyuhyun tersenyum lagi. Tentu, ia akan melindungi Sungmin. Ia akan memberikan segalanya hanya agar Sungmin membalas perasaannya. Bahkan sejak saat pertama Kyuhyun melihat Sungmin di Seoul, satu tahun yang lalu, Kyuhyun sudah merasa kalau pemuda ini yang akan menjadi tempat ia menyerahkan segalanya. Hanya dengan mengendus bau tubuh Sungmin, Kyuhyun tahu kalau pemuda pendek itu memang ditakdirkan untuknya. Mate yang selalu ditunggu oleh setiap serigala.

Namun sayangnya, Sungmin bahkan tidak mengerti sama sekali akan perasaan Kyuhyun.

Hari ini pun, pemuda imut itu sama sekali tidak memandangnya. Terkadang hanya dari sikap acuh Sungmin, Kyuhyun tahu kalau pemuda itu berpura-pura menganggapnya tak ada.

Dan hal ini… Semakin menambah beban Kyuhyun.

Ia sangat lelah hari ini. Begitu banyak pekerjaan yang harus ia tuntaskan. Tapi Kyuhyun bahkan tidak bisa tidur, tidak saat ia terus terpikirkan tentang Sungmin.

Hari ini, tujuh hari menjelang purnama.

Dan sebelum purnama tiba, Kyuhyun harus lekas menandai Sungmin. Sebelum pemuda itu membawa tanda Mate di tubuhnya, nyawanya akan selalu terancam. Terlebih membiarkan Sungmin berkeliaran di dalam kastil penuh werewolf yang lapar akan daging manusia –Kyuhyun tidak sanggup membayangkannya. Ia tidak bisa terus memastikan keselamatan nyawa Sungmin saat dirinya berada di luar kastil. Tapi jika pemuda itu sudah memiliki tanda Mate bersamanya, serigala manapun di dunia tidak akan berani menyentuh Sungmin.

Ya. Kyuhyun harus menandai Sungmin minggu ini juga, sebelum purnama tiba. Ia tidak bisa mengambil resiko saat purnama tiba. Selama purnama ia akan kehilangan 90% kewarasannya. Sebanyak 90% pula kemungkinan ia akan melukai Sungmin. Kyuhyun bahkan tidak berani membayangkannya.

“Hah.” Kyuhyun mendengus. Ia bersandar sambil menutup matanya, lengannya tersilang ke atas kepala. “Kenapa kau begitu sulit untuk ditaklukan, Sungmin-ah…” lirih Kyuhyun.

7 hari. Kyuhyun benar-benar harus menandai Sungmin dalam 7 hari.

Dengan rela.

Atau terpaksa.

 oOoOoOoO

“Aduuuuh—“

“Kyahahahahaha!” Sungmin tertawa renyah. Tanpa mempedulikan ringis kesakitan dari remaja mungil yang kini tengah ia siksa, ia terus saja menarik-narik cuping kucing –menurutnya itu cuping kucing— dari kepala remaja mungil tadi.

Bukan berarti karena tubuhnya yang mungil, remaja itu tak sanggup menyingkir. Ia bahkan bisa melempar Sungmin dengan satu tangan. Toh Sungmin hanya manusia biasa. Tapi setiap kali remaja itu berusaha membebaskan diri dari Sungmin, niatnya akan urung saat lirikan tajam Jungmo melayang ke arahnya seolah melarangnya untuk pergi.

“Tahanlah sedikit, Henry-yah. Tunggu sampai Alpha datang— Toh dia senang padamu.” Jungmo terkekeh. Sambil berdiri bersandar ke dinding, ia mengawasi Sungmin yang asyik bermain dengan Henry –meski sebaliknya, Henry tampak risih dan ingin cepat-cepat pergi dari sini.

Sungmin melirik Jungmo dari sudut matanya. Barusan orang ini mengatakan sesuatu yang tidak ia mengerti, tapi Sungmin tidak peduli. Perhatiannya kembali pada remaja bercuping kucing yang sangaaat menggemaskan ini—

Dua bulan sudah Sungmin berada di tempat mengerikan ini, namun baru kali ini ia menemukan hiburan yang benar-benar manis dan menggemaskan. Kenapa tidak sejak dulu saja Kyuhyun gila itu mengirimkan bocah imut ini? Setidaknya ia jadi tidak terlalu bosan, kan!

“Hiiiiih!” Sungmin menarik cuping kucing itu dengan gemas. Lalu dicubitnya kedua pipi gembul Henry. “Ayo, mengeong pus~ pus~” desak Sungmin seenaknya.

Henry melotot, tentu ia mengerti apa maksud ‘Pus~ pus~’ yang dikatakan Sungmin barusan. Pemuda ini menyuruhnya untuk mengeong. Sialan! Ia bukan kucing!

“Grawrrrr—“ Henry mengeram rendah, lalu menyeringai menunjukkan deretan giginya yang runcing.  “Gurk— gurk!” Henry menggonggong di depan wajah Sungmin, bermaksud menakut-nakuti pemuda manusia itu. Namun bukannya takut—

“Kubilang kan mengeong, bukan menggonggong!” Sungmin yang denial mencubit pipi Henry makin kuat. Lalu ditariknya cuping berbulu itu sekali lagi. “Ayo mengeong!”

“A-aduuuh! Sakiiit!” Henry meringis, ia menatap Jungmo dengan pandangan memelas. “Jungmo-hyung, tolong aku!”

Namun Jungmo sama sekali tidak bergerak, pemuda itu malah tertawa terbahak-bahak.

“Siapa namamu, adik kucing?” tanya Sungmin tiba-tiba. Tentu saja ia tidak mendapat jawaban langsung.  Karena baik Jungmo maupun Henry sama-sama tidak mengerti dengan bahasa yang digunakan Sungmin.

“Siapa namamu?” tanya Sungmin lagi, kali ini rautnya mengerut kecewa. Sejak tadi bocah kucing ini sama sekali tidak menunjukkan sikap bersahabat. Dan itu membuatnya sedih.

“Kau marah, ya? Sakit, ya?” Sungmin merengut, sedih. Ia mengusap-usap cuping Henry sambil bergumam ‘Maaf’.

Henry melongo. Wajah Sungmin yang tiba-tiba melembut entah kenapa membuat Henry luluh—

“Cantiknya…” bisik Henry terpesona.

“Dia bertanya padamu, Henry. Dan jangan memandangi calon Mate-ku seperti itu,”suara Kyuhyun tiba-tiba menyela. Membuat semua kepala di ruangan itu berpaling ke arah pintu. Disana Kyuhyun berdiri sambil bersilang lengan. Seringai di wajahnya seolah mengatakan kalau ia sudah berada di sana sejak lama.

“A-Alpha-nim…” Henry tersenyum canggung. Ia beringsut mundur sembari berusaha melepaskan tangan Sungmin dari wajah dan kepalanya. Namun Sungmin bergerak lebih cepat, nyaris membuat Henry terkena serangan jantung hanya dengan sebuah pelukan. Ya, Sungmin buru-buru memeluk tubuh kecil Henry , mendekap kepala bercuping kucing itu erat ke dadanya.

Baik Kyuhyun, Jungmo, maupun Henry. Ketiganya tercekat melihat tindakan tak terduga Sungmin. Terlebih Kyuhyun. Kalau pandangan bisa membunuh, Henry yakin kepalanya pasti sudah berlubang karena dipandangi dengan begitu tajam oleh Kyuhyun. Namun Henry juga tidak berniat untuk beranjak, sorot menakutkan Kyuhyun ditambah hangat dada Sungmin membuatnya makin linglung.

“Mau apa kau?” sentak Sungmin galak, ia melotot ke arah Kyuhyun.

Seringai di wajah Kyuhyun menghilang, ekspresinya berubah datar. Sejak pertama ia membawa Sungmin kemari, pemuda itu memang tidak pernah bersikap ramah padanya. Namun Kyuhyun juga tidak bisa terbiasa. Sejak awal ia memang tak suka dibentak oleh siapapun. Seratus tahun dalam hidupnya, belum pernah ada satu makhluk pun yang berani menantang dengan memandang langsung ke dalam matanya. Dan disini Sungmin –seorang pemuda manusia yang wajah dan tubuhnya pun tak jauh berbeda dari gadis remaja— berani membentak dan menatapnya dengan sorot menantang.

“Aku ingin menjenguk calon mate-ku, apa itu salah?”

“Siapa calon mate-mu, hah?”

“Tentu saja kau—“

“Cih!” Sungmin menyahut sinis, dan sikap itu benar-benar melukai hati Kyuhyun. Wajahnya yang datar tampak semakin mengeruh saja. Jungmo dan Henry bahkan mulai khawatir. Siapapun di dalam Sedlupus ini tahu, menantang Kyuhyun bukanlah tindakan bijak, lebih-lebih membuatnya marah. Meskipun Kyuhyun tampak mati-matian bersabar –tetap saja ekspresi sang Alpha membuat hati Jungmo dan Henry berdesir.

Kyuhyun menghela nafas, menekan habis emosinya kembali ke kerongkongan. “Kau bertanya siapa namanya kan? Dia Henry, sepupuku.“ Kyuhyun mengalihkan topik.

Sungmin mendengarnya, namun ia tidak mempedulikan Kyuhyun —sama sekali. Sungmin justru kembali beralih ke Henry, dikatupnya wajah cute itu sembari berucap, “Henry? Kenapa tidak bilang dari tadi siiih~” Sungmin mencubit hidung mancung Henry gemas. Sebenarnya hati Sungmin berdesir, ia tahu Kyuhyun tengah memandang tajam ke arahnya. Namun Sungmin berusaha menyibukkan diri, berbincang dengan Henry meski pada akhirnya lebih seperti ia berbicara pada dirinya sendiri.

“Kenapa Kyuhyun tak seimut dirimu sih~ Kalau dia imut sepertimu, mungkin saja aku mau dengannya—“ sindir Sungmin dengan suara pelan, ditariknya lembut cuping berbulu Henry. Lagi-lagi tangannya terlalu gatal untuk diam.

“Imut?” Kyuhyun terkekeh hambar, ekspresi dan matanya tidak menyampaikan apapun selain kengerian. “Paling lambat juga… Tiga tahun lagi cuping itu akan menghilang.” sambungnya sarkatis. Sungmin meliriknya sinis sembari bergumam, “Kau hanya iri.”

“Aku? Iri?” Kyuhyun mendengus. “Semua werewolf lahir dengan cuping seperti itu. Hingga kami beranjak dewasa, dengan sendirinya telinga berbulu itu akan menghilang. Henry imut-mu akan berubah menjadi werewolf sempurna. Dengan tubuh besar, kekar, berbulu, dan bertaring yang haus akan darah dan daging manusia.”

Sungmin tertegun mendengarnya.

Haus akan darah dan daging manusia…

Perlahan-lahan tangan Sungmin beranjak turun. Dipandanginya wajah Henry lekat-lekat, lalu ia menggeleng tidak percaya. Tidak ada yang lain selain garis manis dan kepolosan disana. Bagaimana mungkin makhluk semanis ini memangsa manusia???

“Biarkan Henry pergi, Sungmin-ah.” Kyuhyun menekan kalimatnya, meski lagi-lagi Sungmin mengabaikan dirinya. ”Mo, antar Henry ke kamarnya. Ini sudah larut.”  titah Kyuhyun mutlak dan Jungmo melaksanakannya dengan sigap.

Kini di ruangan itu hanya tersisa Kyuhyun dan Sungmin dalam kesunyian masing-masing. Kyuhyun masih berdiri tiga meter dari Sungmin yang duduk termenung di lantai.

“Aku ingin pulang.” ujar Sungmin tiba-tiba, ia duduk membelakangi Kyuhyun. Pandangannya menerawang keluar jendela.

“Tidak bisa.” jawab Kyuhyun mutlak.

“KENAPA TIDAK?” Sungmin berdiri, murka. Rautnya mengeras, ia melangkah emosi ke arah Kyuhyun, berjinjit untuk mengerat kerah pakaian pemuda serigala itu lalu berteriak menantang, “AKU INGIN PULANG! Kau pikir siapa dirimu, hah?”

“Kau ingin pulang kemana? Ke rumah terkutuk itu? Sadarlah Sungmin-ah, kau hanya diperbudak keluarga tirimu. Mereka hanya membutuhkan gaji kerjamu, hasil jerih payahmu dan ka—“

PLAK!!!

Sungmin berhasil membungkam Kyuhyun. Dengan sebuah tamparan.

“Tahu apa kau?” desis Sungmin menantang. Matanya berkilat merah dan sedikit basah. Sinar dimatanya tidak menunjukkan hal lain, hanya kebencian. Siluman ini tidak tahu apa-apa, beraninya Kyuhyun menjelek-jelekkan keluarga Sungmin didepan wajahnya.

Kyuhyun mengusap pipi kirinya yang terasa panas dan pedih. Baru kali ini ada seseorang yang berani menampar dan berteriak tepat di depan wajahnya.

Kyuhyun mengeram. Amarah yang berhasil ia telan rasanya kembali naik ke kerongkongan.

“Jangan pancing amarahku Sungmin-ah…” bisik Kyuhyun lirih, mati-matian ia berusaha menahan emosinya yang semakin lama semakin meluap. Kyuhyun tidak terbiasa untuk bersabar, ia selalu melampiaskan amarahnya. Namun tidak kali ini. Meski sulit, Kyuhyun mati-matian menjaga kestabilan emosinya. Kalau sampai ia lepas kendali…

Sungmin bisa mati.

Pemuda bertubuh tinggi besar itu menundukkan wajah, agar Sungmin bisa melihat dengan jelas dan menatap langsung ke dalam matanya. “Jangan tantang aku—“

Sungmin bergeming. Hatinya berdesir. Bulu kuduknya merinding. Namun pemuda itu tetap menjaga keangkuhannya. Ia mendongak menantang Kyuhyun, menyeringai menunjukkan kalau ia sama sekali tidak takut pada ancaman pemuda serigala ini. Sungmin sudah pasrah. Hidup atau mati. Daripada terus tinggal di tempat ini, sepertinya mati menjadi pilihan yang lebih baik.

“Dasar monster siluman terkutuk,” belum cukup memaki, Sungmin kembali melayangkan tangannya dan—

PLAK!!!

Kini pipi kanan Kyuhyun ikut memerah. Kyuhyun tertegun. Tamparan itu seolah menyadarkannya dari rasa shock.

Monster siluman terkutuk.

Nafas pemuda serigala itu berhembus menderu. Beraninya!

Sungmin menyeringai penuh kemenangan. Merasa puas sudah berhasil membuat Kyuhyun marah. Ia mendengus senang. Namun secepat itu pula, Sungmin menyesali kenekatannya.

BRUGH!!!

Sungmin merintih. Kepalanya berkunang-kunang. Entah bagaimana awalnya, kini tubuhnya menempel rekat ke dinding, sepertinya ia barusaja menghantam dinding dengan keras. Sungmin merasa tulang punggungnya remuk.

Sungmin merintih lagi, tidak secuil pun kata ‘aduh’ berhasil keluar dari bibirnya saat untuk bernapas pun ia kesulitan. Lima jemari Kyuhyun mengerat—mencekik lehernya—memastikan  ia tetap tersangkut tinggi di dinding.

“Uhkk—“

Kyuhyun mengeram. Warna matanya berubah semerah darah. Bulu-bulu lembut bermunculan di sekitar wajahnya, lalu merembet ke leher dan memenuhi tangan. Kuku jemari Kyuhyun memanjang, sedikit demi sedikit melukai kulit leher Sungmin.

“Ngggh! Nggghhh—“ Sungmin bernapas terengah-engah. Susah payah ia berusaha memberontak, menendang-nendang dengan lemah. Energinya terkuras habis saat ia bahkan  tidak bisa mendapatkan oksigen. Airmatanya mengalir deras, darah dari lehernya perlahan mengotori kerah baju yang ia kenakan. Pupil hitam matanya mulai naik ke atas.

Sungmin nyaris kehilangan kesadaran saat Kyuhyun melemparnya ke atas tempat tidur dan berteriak garang.

“KAU MENANTANGKU!”

Sungmin menjerit kesakitan, tidak sanggup berbaring dengan punggung menempel di kasur. Rasa sakit ini membuatnya refleks meringkuk.

Dengan tergesa-gesa Sungmin menghirup sebanyak mungkin udara. Ia mengira amarah Kyuhyun akan berhenti sampai disitu, cukup dengan darah dan memar di lehernya juga tulang punggung yang patah.

Namun dugaannya salah besar.

Kyuhyun terus mengeram, lalu mencabik pakaiannya sendiri.

Dengan mata sayu, Sungmin melihat bagaimana bulu-bulu tumbuh dengan cepat memenuhi dada Kyuhyun. Wajah itu tetap tampak seperti Kyuhyun, tidak sepenuhnya berubah, taringnya bahkan tidak muncul sama sekali. Namun hanya dengan melihat jemari runcing dan punggung Kyuhyun yang membungkuk dan perlahan membesar—

Cukup membuat Sungmin ingin mati saja.

Namun sepertinya, mati menjadi pilihan yang terlalu bagus sampai-sampai Sungmin tidak diizinkan untuk memilihnya.

“Grawrrrr—“ Kyuhyun mengeram, ia mengendus-endus situasi di sekitarnya.

Kyuhyun mencium bau darah, ketakutan, dan harum tubuh Sungmin. Masih berada 50 % dalam batas kewarasannya, Kyuhyun mati-matian menahan tenaga. Namun dalam keadaan begini, ia sudah tidak bisa mundur lagi.

Kyuhyun melompat ke atas tempat tidur, menidih tubuh Sungmin dan menahan kedua tangan pemuda itu di atas kepala. Telinga Kyuhyun bergerak-gerik saat ia mendengar suara rintihan, suara Sungmin. Itu suara rintihan Sungmin. Namun instingnya untuk bercampur sudah terlalu kuat. Kyuhyun hanya mengendurkan cengkraman tangannya, lalu ia mulai menjilati wajah Sungmin.

Sungmin merintih, meringis, dan menangis tanpa suara. Punggung dan lehernya serasa mati rasa. Ia merasa betapa tidak masuk akal untuk tetap bertahan hidup dalam perasaan mati seperti ini. Sungmin bisa merasakan basah darah mengalir dari pergelangan tangannya. Sungguh, ia berharap untuk bisa jatuh pingsan dan mati sekalian. Namun hangat saliva Kyuhyun semakin menahan Sungmin untuk terus tersadar.

Kyuhyun mengaum dengan suara tertahan, seolah khawatir akan ada werewolf lain yang mendengar suaranya yang tengah bercampur dengan matenya.

Kyuhyun menunduk, memandangi wajah Sungmin lewat pupil merahnya. Ia mengusap wajah Sungmin perlahan… perlahan… Lalu Kyuhyun kembali mengaum.

Sungmin bahkan tidak sempat berkedip, saat Kyuhyun mencabik seluruh pakaiannya dengan paksa. Melucutinya hingga ia terpuruk disana dalam keadaan telanjang.

“Akhh—“ Sungmin tersentak. Kalau ia masih bisa merasakan sesuatu dari punggung dan lehernya, satu-satunya hal yang ia rasakan adalah sakit. Pedih tidak terkira. Sungmin menangis lagi. Lidah Kyuhyun beranjak ke leher, membersihkan ceceran darah yang terus mengalir dan bersambung ke dada Sungmin.

Sungmin menggigil, setiap jengkal kulit yang dilalui saliva hangat Kyuhyun kembali berubah dingin saat daging lunak itu meninggalkan tempat sebelumnya. Sungmin bisa merasakan betapa seluruh bulu kuduknya meremang, merinding saat lidah Kyuhyun mencapai puting di dadanya. Lidah hangat itu berputar lincah disekitar puting Sungmin, bergerak lembut dari puting kanan ke puting kirinya. Membuatnya mengejang sekali, lalu tidak merespon karena rasa sakit yang mengalahkan kehangatan lidah Kyuhyun.

Masih terus berlanjut, Kyuhyun tidak membiarkan sejengkal pun kulit dada, perut dan tangan Sungmin tetap kering. Ia menjilati setiap jengkal, setiap inci kulit putih Sungmin yang belum pernah tersentuh sebelumnya.

Sungmin menggigil, menggeliat, berusaha melepaskan diri dari cengkraman Kyuhyun. Namun tentu saja, Sungmin bahkan tidak bisa lepas dari cengkraman satu tangan Kyuhyun. Sampai akhirnya Sungmin berhasil mengumpulkan tenaga. Masih dengan terisak, Sungmin memberontak dengan menendang-nendang Kyuhyun. Paha, betis, namun Kyuhyun sama sekali tidak bergeming. Sampai akhirnya Sungmin tidak sengaja menendang selangkangan Kyuhyun. Dan—

Wrong move.

Kyuhyun berhenti menjilati Sungmin. Ia beranjak, menyejajarkan posisinya dengan wajah tepat di atas wajah Sungmin. Mata Kyuhyun berkilat tajam, ia memandang Sungmin sembari mengeram rendah –jiwa serigala Kyuhyun perlahan menguasai kewarasannya. Kyuhyun membuka mulutnya lebar –beruntungnya bagian itu belum berubah menjadi moncong, meski jumlah liurnya meningkat dan terus menetes tepat di pipi Sungmin.

Taring-taring Kyuhyun gemertak beradu, nafasnya menderu. Kyuhyun menuduk, mendekatkan wajahnya ke wajah Sungmin lalu menggonggong liar. Sungmin menutup matanya rapat-rapat, ia bahkan terlalu takut untuk mengeluarkan suara. Pemuda itu menangis dengan mata terpejam dan mulut bungkam.

Rasanya tidak ada yang jauh lebih buruk, Sungmin seolah bisa membaca apa yang akan terjadi selanjutnya. Saat Kyuhyun melepas cengkramannya dan dua tangan pemuda serigala itu sudah berubah posisi. Satu menahan bahu Sungmin, dan yang lain mengangkat satu kaki Sungmin.

Dengan tidak sabar, Kyuhyun melucuti celananya sendiri yang sejak tadi masih menempel di tubuhnya.

Sekarang, dua pemuda berbeda bangsa itu sama-sama dalam keadaan telanjang. Sungmin meringis melihat alat Kyuhyun yang menegang dengan ukuran yang bahkan belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

Rasanya ingin menjerit, Sungmin tahu apa yang ingin dilakukan oleh Kyuhyun. Terlebih saat Kyuhyun menekuk kedua kakinya dan memaksanya tetap berada di posisi itu.

“Jangan— Jangan Kyuhyun! Sadarlah, Kyu! Kyuhyun!” tangis Sungmin teredam oleh geraman Kyuhyun. Mati-matian Sungmin berusaha untuk mengatup kedua kakinya, untuk menutupi kedua bagian privatenya yang terekspos. Dengan segala harga dirinya yang tersisa, Sungmin memberontak, berusaha menarik kakinya dari tangan Kyuhyun. Namun tanpa sengaja, Sungmin menendang wajah Kyuhyun saat ia berusaha memberontak. Membuat pemuda serigala itu mengeram makin kuat.

Kyuhyun menggerung, lalu menarik kedua kaki Sungmin hingga seluruh bagian tubuhnya ikut tertarik, nyaris terperosok jatuh dari tempat tidur kalau saja Kyuhyun tidak cepat menahannya. Kali ini Kyuhyun sudah tidak segan-segan lagi, ia mengerahkan tenaganya untuk menahan pemberontakan Sungmin. Tidak peduli bahu Sungmin mulai memar. Kyuhyun menahan kaki kanan Sungmin dengan kaki kirinya, lalu mengangkat kaki kiri Sungmin ke atas dengan paksa.

“Jungmo! Jungmo tolong aku!!!” teriak Sungmin putus asa. Dengan tangan kirinya yang masih terbebas, Sungmin berusaha menutupi lubang privatenya.

Kyuhyun menampik tangan Sungmin dan kembali menahan kedua tangan pemuda itu di atas kepala. Lama-kelamaan merasa kesal atas pemberontakan Sungmin, membuat Kyuhyun ingin menyelesaikan ini dengan cepat.

Tanpa persiapan, bahkan tanpa menunggu Sungmin menghela nafasnya. Dengan satu sentakan, Kyuhyun mendorong alatnya masuk ke dalam lubang Sungmin.

Sungmin berteriak. Rasanya seperti tercabik-cabik, terbelah menjadi dua tanpa bisa menggambarkan bagaimana rasanya. Airmatanya kering. Suaranya serak.

Kyuhyun bergerak maju dan mundur, keluar dan masuk tanpa mengabaikan Sungmin yang mengejang beberapa saat, lalu tubuh mungil itu terdiam.

Mata Sungmin tetap terbuka. Tuhan terlalu jahat untuk tidak membiarkannya mati malam itu.

Pemuda itu bergeming dan memandang kosong ke atap ruangan.  Sungmin tidak lagi menangis, tidak lagi bersuara, dan tidak lagi bergerak. Bahkan saat Kyuhyun mengeluarkan spermanya tepat di prostat Sungmin.

Pemuda itu hanya membeku.

oOoOoOo

Tebeceh

oOoOoOo

KOMEN WOY!

23 thoughts on “SEDLUPUS – Chapter 4

  1. imnida says:

    Buset dah.. Pinter bangeeeettt…nge-cut cerita’a. 100 thumbs up..
    Lanjoottt,,lanjoottt..
    Eh iya, mau tnya dong. Itu werewolf yg ngerti bhasa manusia (bhasa sungmin), cuma si kyuhyun doang ya??
    Trus kalo sesama werewolf ngobrol, sungmin paham ga, bhasa mereka??

  2. ya ampuuuuunnn…
    FFnya TBC DI WAKTU YANG SANGAT TIDAK TEPAAAATTT!!! ;;___;;
    *emosi*
    aduuuuuh setelah menunggu sekian bulan akhirnya dipublish jugaaaaa…
    ming makanya jangan sok kuat gitu!! toh akhirnya kyu yang menang.. hahahaaha
    *ketawa setan*
    ayoayoayo next chap jangan biarkan para readers setia karatan nunggunya :”)
    bikin ming semakin menderita!!! wks
    hwaiting, ne??😄

  3. Yool LeeMinmin says:

    Omo! Kyuhyun maen kasar *O*/

    Padangan Sungmin kosong, udah mati rasa kayanya, ga cuma tubuh, jiwanya juga pasti udah ga disitu lagi.

    Kyuhyun sebenernya baik kan, Sungmin aja yg keras kepala, iya aja udah, Kyuhyun pasti pake nc slow motion😀

    Sumfah, rindu bgt ff-mu, tulisannya, kata2nya makin tambah rapih, terlebih aku sangat merindukan TC, buka kuncinya napa😦

  4. seseorang137 says:

    YAAAA !!!!!!!!! Sekian lama~ Aku menunggu~ #plakk
    yaa !!!! author-ssii !!! beneran,moodku jadi brubah drastis sjak gk sengaja liat blogmu,dan liat ff sedlupus..
    dan ternyata udah update lagi !!
    aaaa~ rasanya nano-nano,,aku sampe jungkir balik d kasur+teriak2 gaje !! xD
    author-sii tahukah anda saya sangat memfavorite’kan ff ini, aku sampe bulukan nunggunya.. T.T prnah putus asa(?) juga,
    & smuanya trbayar tuntas stelah mengetahui chapter selanjutnya,😀 dan trakhir,update chap dpan jangan pke LAMA !!!
    #maksa

  5. mita sarang-MIN says:

    gilakkkkkkkkkk~~~~ bener bener nkin penasaran!!!! annyeong ne~ reader baru,😀
    Ceritanya keren sangat author-ssi, entar ada orang ketiganya enggak??? hhe
    semangat lanjut ne, saya tunggu :3

  6. Akhirnya publish juga…..
    Ngakak pas dibagian Henry….
    Sedih pas dibagian sungmin keras kepala…. Ohgosh….. Sungmin kasihan…. Kyu kayak kesetanan gitu… Ahhh makin keren…. Lanjut yaaa ☺

  7. Heeni says:

    wah keren thor, kyu jangan kasar jdi ming tambah gak suka. karakter sungmin disini sma keras kepala kyak kyu. coba pas di TC sungmin mah takut bgt sama kyu yg marah2. i;ll wait for the next chap thor

  8. Kuro_Hime says:

    aduuhh,,,,,min,,,,
    Min punya gw lu apain kyu,,*d bakar massa*

    Btw,,,cerita awal kyu ketemu min gmn sih?
    si kyu cm liat min truz fall in love gitu
    Ato ad ceritanya sendiri

    Truz latar belakangnya min gmn?
    Penasaran,,,,penasaran,,,,
    D tunggu lanjutannya,,,siepp

  9. miss ming says:

    pinter banget nge-cut nya….
    ceritanya 1122 sama the concubine,,, ming yg ga tau apa2, tiba2 disuruh -coret- dipaksa jadi pasangannya kyu…
    ada masa lalu misterius juga antara kyu dan min…..

    SEMANGAT LANJUTTTT,,,NEEEE….

  10. winecouple says:

    Eonni!!!! Asik Sedlupus update!!!! Kitty kitty baby juga Eon update dong, TC bukaaaaaa!~

    Kok Ama ngerasa bete ya baca chap4 ini. Kyu kasar ih dasar werewolf!=))) dan apaan itu TBC pas lagi rame. NC kurang hot! Ming desahannya manaaaaah!
    Em, ini berapa words ya Eon? bacanya serasa pendek bgttttttttttttt

    Errr, kok Mochi ada disitu? perasaan udah Ama kunci kandangnya deh:-P

    Eonni banyakin KyuMin moment yaaaaah nanti, TC sama Kitty kitty baby jugaaa. Updatenya jangan lama yah. Semuanya cepet yaaaah. Banyak mau ngelpak aja Ama-nya😄

    Udah ah, maap yak komen geje. Pengen komen panjang tapi ntar aja di TC ah~
    Pokoknya gasabar baca FF karya Eonni lagi! Makasih updatenyaaa<3 jangan sampe hiatus ampe setahun lg yaaah (2012-2013). Updatenya cepeet yah.

    Makasih!!!!! ({})

    Sign,
    Ama
    twitter: @AmaHOHOHO
    facebook: Rahma 'Ama' Maulani
    email: rahma.ama.maulani@gmail.com

  11. Lgy asik” bca mlah tebeceh~~aduh Minna bkin pnasaran aja~~tpi tetep keren kok ceritax..daebak..tpi q pnsarn awalx Kyu ktemu Ming tuh gmna ya? ntar ad side storyx gak sist?..wuaaaaahhhhh penasaran bangeeeeettt ma next chapx..><

  12. sps_jjm_jhh says:

    huaaa.
    kenapa harus ada kata To Be Countinue di dunia ini.?
    itu adalah kalimat yang paling mengesalkan di didunia ini.
    dan lagi kau meletakan kalimat itu di saat yang tidak tepat eon.

    huaaaaa. Suamiku baru muncul udah di siksa. ya allah kasian sekali dirimu Yeobo. udah jarang muncul, eh sekalinya muncul cuma jadi cameo dan di siksa.?

    eih ngomong* gag kebayang gimana Henry bertransformasi dari wajah imut seperti itu menjadi kekar, besar, errr berbulu dan bertaring.?
    aigooo. Henry. ckckxk

  13. DestyElfishyClouds says:

    Kyu evil yg kesetanan (?) dipertemukan dengan Umin yg keras kepala T.T jadi bentrok gila2an begini huhu

  14. Dina dindra dini says:

    Astaga, kejam banget si kyu perkosa ming kaya gitu. Kyu pasti nyesel setengah mati setelah sadar udah melukai ming dgn brutal. . .

  15. Aku baca sedlupus part ini bener2 kyk nggak napas

    Baca wkt Kyu marah itu aku ikut bergidik ngeri, terasa banget kemarahannya, dan astaga, Ming berani banget x(

    Kyu, sadar atau tidak sadar itu, menandai mate-nya? O__o

    Whoa~ lanjutannya bener2 nggak sabar eonni xDD kutunggu yaaaa ♥

  16. woaaa kyu nya anarkis..minnie selallu saja ditindas disiksa dan jd pihak yg plg terintimidasi,,tp sejujurnya cerita ini jd tambh keren krn itu,,lanjuuuuuttt

  17. vyan says:

    duh… why TBC pas lg rame….
    si min terlalu jual mahal ama kyu…pdhl kyu udh baek gt..
    gmn nih nasibnya min stlh ini

    lanjut …

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s