LIFT BIRTH – Part 1

Sungmin mendengus. Kalau saja ia tidak ingat sedang mengandung, pemuda bertubuh kecil itu pasti sudah melangkah kasar sambil menghentak-hentak, merutuk pada semua orang dan benda yang berpapasan dengannya. Baru tadi malam, ia dan suaminya berdamai setelah dua hari Sungmin merajuk habis-habisan. Sungmin sudah memaafkan Kyuhyun, sungguh! Tapi itu tadi malam, pengampunannya ikut sirna saat Kyuhyun menghilang dari kamar mereka hari ini –sejak pagi buta tadi.

“Apa susahnya sih ambil cuti seminggu saja?” Sungmin mendengus, tanpa sadar bibirnya mengerucut maju. Rasanya ingin menangis saking kesalnya. Ia sudah nyaris ‘overdue’, bahkan dokter sudah mengingatkan kalau waktu kelahiran putri mereka mungkin di minggu-minggu ini. Dan hebatnya, Kyuhyun masih ngotot berangkat kerja setiap hari dengan alasan banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan dan ia berjanji akan pulang cepat demi Sungmin.

“Demi aku, katanya! Dasar pembohong!” Sekali lagi, Sungmin mengeluh, tanpa sadar ia menghentakkan kakinya sekali, dan segera disesalinya karena perbuatan cerobohnya itu membuat perutnya langsung berdenyut nyeri.

“Uuuh~” Sungmin menopang tubuhnya dengan berpegang ke dinding lorong apartemen, tangan kanannya refleks mengusap-usap perut, membuat hoodie besar yang dikenakannya ikut meliuk menunjukkan ukuran asli perut Sungmin yang awalnya sedikit tersamarkan. Sungmin menggigit bibirnya sambil meringis pelan. Dua hari terakhir ini sakit yang menderanya terasa tidak biasa, tapi Sungmin terus-terusan mengabaikannya.

“Anda baik-baik saja, tuan?” seseorang bertanya dari belakang. Sungmin berbalik, masih sambil meringis dan memegangi bawah perutnya saat ia berhadapan dengan seorang pemuda bertubuh tinggi menjulang dan… berwajah tampan.

Sungmin memejamkan matanya sebentar, saat sakit diperutnya berangsur-angsur menghilang, ia menggeleng lemah sebagai jawaban. Jujur, Sungmin menyukai pria tampan bertubuh besar, tapi ia sedang tidak mood sekarang. Sungmin kembali berdiri tanpa bertopang pada apapun, ia melanjutkan langkahnya menuju lift di ujung koridor –sama sekali tidak mempedulikan pemuda tadi.

Tanpa menengok, Sungmin tahu kalau pemuda tadi ikut melangkah dibelakangnya. Sama seperti dirinya, pemuda tadi pasti bermaksud menuju lift. Karena itu Sungmin tidak mungkin memarahinya meskipun moodnya benar-benar jelek dan ingin sekali ia berteriak-teriak di wajah pemuda tadi untuk tidak mengikuti langkahnya. Sungmin menahan emosinya, pada awalnya… Sampai ia menyadari kalau pemuda tadi terus-terusan memandang ke arahnya.

“Lihat apa? Tidak pernah melihat orang hamil, hah?!” bentak Sungmin ketus, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda keramahan, berbeda sekali dari Sungmin yang biasanya.

Pemuda tampan tadi hanya menggeleng, lalu tersenyum manis. Raut wajahnya menunjukkan kalau ia adalah pemuda penyabar. “Bukan. Melihat anda, aku jadi ingat ‘hyung’ku. Kemarin ia baru saja melahirkan, bayinya cantik sekali,” jawab pemuda itu sembari menekan tombol panah bawah dan pintu lift tertutup. Sungmin terdiam, sambil merengut kesal ia mengusap-usap perutnya, mencoba mengabaikan tatapan aneh dari pemuda di sisinya.

Sekali lagi, pemuda tampan tadi melirik ke arah Sungmin, lalu tersenyum. Antara kagum dan terpesona. Tentu di masa ini, pemuda-pemuda mengandung bukan lagi penampakan aneh. Tapi tetap saja, bagi Siwon, pemuda-pemuda yang bersedia mengandung sama mulianya seperti seorang ibu –wanita. Makin mulia lagi saat pemuda itu secantik sosok yang ada di sisinya ini.

Sayang sekali ia sudah menikah… Siwon tersenyum masam. Lengan panjang hoodie yang dikenakan pemuda mungil ini sama sekali tidak menyembunyikan cincin emas yang melingkar di jari manisnya. Ditambah lagi dengan ekspresi tidak bersahabat pemuda mungil ini… Siwon makin merasa canggung untuk memulai obrolan. Dan berakhirlah mereka dalam kesunyian lift, yang terdengar hanya suara samar mesin lift tiap kali satu lantai terlewati. Sunyi sekali… Sampai tiba-tiba…

DREK!

Dua orang di dalam lift itu spontan berpegang ke belakang lift saat lift berhenti tiba-tiba. Siwon melotot kaget, sama seperti Sungmin. Mereka sama-sama melirik tombol lampu yang masih menunjukkan angka 9.

Sungmin dengan gugup menekan semua tombol di sisi pintu lift. Namun tidak terjadi apapun. Jangankan bergerak, pintu lift ini pun menolak untuk terbuka. “Kenapa ini? Liftnya kenapa?”

“Tenang— sebentar,” Siwon meremas bahu pemuda itu –bermaksud menenangkannya. Ia bergegas menekan tombol ’emergency’, berusaha tersambung dengan petugas lift.

Sekali… Dua kali… Tidak ada jawaban.

Siwon memandang tombol-tombol di hadapannya tegang. Lalu ia berbalik melirik Sungmin yang sekarang bersandar lemas ke dinding lift. Memang Siwon sudah biasa bertemu dengan pemuda hamil, namun terjebak di dalam lift bersama seorang pemuda yang tampak ‘overdue’… Demi Tuhan baru kali ini!

“Sepertinya kita harus menunggu sampai petugas lift menjawab…” Siwon berbisik, bermaksud menenangkan suasana meski ia sendiri merasa tegang luar biasa.

“Nggghhh!”

Suara rintihan barusan mengejutkan Siwon. Pemuda lajang bertubuh jangkung itu menelan ludah gugup. Ia tidak berani berbalik, awalnya, tapi saat suara rintihan sakit itu makin mengeras, hati malaikat Siwon tergugah –tidak mungkin ia sanggup mengabaikannya.

Ya Tuhan, jangan bilang prediksi terburuknya jadi kenyataan…

Siwon memalingkan kepalanya gugup.

Dipojok lift, duduk dilantai sambil bersandar kebelakang –sang pemuda mungil yang tadi sempat menarik perhatian Siwon. Raut ketus yang tadi menghiasi wajahnya sudah berubah menjadi ringisan penuh derita. Pemuda itu mencengkeram perutnya. Kedua kakinya bergetar. Ia tertunduk, meringis, lalu mendesis. Sungguh pemandangan yang benar-benar menggungah simpati seorang anak Tuhan macam Siwon.

Sungmin bernapas tersendat-sendat. Sambil mencengkeram bawah perutnya, Sungmin merutuk dan mencaci seseorang diantara nafas beratnya.

“K-kau baik-baik saja?” Siwon bertanya gugup. Ia mengulurkan tangan bermaksud menawarkan bantuan, namun tanpa diduga-duga, pemuda mungil itu menampik uluran tangannya sambil merutuk.

“APA AKU KELIHATAN BAIK-BAIK SAJA, BODOH?!” umpatnya sembari terengah-engah.

“E-eh, t-tidak sih—” sahut Siwon pelan, setengah berbisik. Ia benar-benar bingung harus melakukan apa. Pemuda ini bahkan tidak membiarkan Siwon menyentuhnya, bagaimana Siwon bisa menolong?

Sungmin memutar bola matanya. Diantara dadanya yang naik-turun lelah, Sungmin masih sempat berkomentar dalam hati, mengritik betapa penampilan luar pemuda di hadapannya ini tidak serasi dengan sikap lembeknya. Sungmin mendengus, ia membuka mulut –bermaksud mencibir namun bukan komentar pedas yang keluar, justru desisan pedih yang meluncur dari bibirnya.

“Arrrhhh!” Sungmin nyaris menjerit, mulas dan perih di perutnya menjalar makin kuat. Urat-urat di sekitar pinggang dan selangkangannya mengencang, membuat Sungmin harus membungkuk sambil mencengkeram perutnya erat. Sungmin bernafas makin terengah-engah.

Siwon menunduk, ia tidak bisa mengabaikan suara gemercik air saat ia mengangkat dan menapakkan sepatunya ke lantai lift. Sebanyak ini… tidak mungkin air seni kan? Jangan bilang genangan air ini…

KETUBAN!

Dua pemuda di dalam lift itu sama-sama melotot shock, mereka memandang air keruh yang menggenang di lantai dengan wajah horror.

Sungmin nyaris menangis saat ia menyadari basah dan hangat itu berasal dari dirinya, terus merembes dari balik jeans longgar yang dikenakannya dan mengalir lalu menggenang di lantai lift tempat ia terduduk.

“Oh, Tuhan. Jangan sekarang…” desis Sungmin, terisak tanpa airmata. Padahal dokter mengatakan kalau ia harus melahirkan melalui caecar. Karena jalur keluar miliknya terlalu rapuh, dokter sudah menyarankan jalan terbaik adalah caecar. Melalui operasi dimana Sungmin tidak akan merasakan sakit sama sekali. Sungmin tentu bahagia sekali mengingat saran ini, tapi di dalam situasi seperti ini… Terjebak di dalam lift bersama pemuda bertubuh kekar yang tidak bisa diandalkan sama sekali…

Sungmin tidak bisa berharap banyak. Petugas lift yang makan gaji buta, dan HEI! INI KAN APARTEMEN MEWAH! KENAPA BISA TERJADI HAL SEPERTI INI SIH?! T_T Sungmin benar-benar pasrah sekarang…

TAPI! Kalaupun harus melahirkan secara normal, Sungmin tidak rela melalui situasi ini sendirian. DEMI TUHAN IA TIDAK RELA! Setidaknya Kyuhyun harus ikut tersiksa saat ia terpaksa melahirkan secara normal!

Buru-buru Sungmin menarik keluar ponselnya, untung benda kecil itu tidak ikut basah meski Sungmin meletakannya di saku jeans. Setelah bersusah payah mendial nomor yang benar, beberapa saat terdengar suara seseorang menjawab di sebrang telpon.

“Chagiya? Mianhae tadi aku pergi sebentar. Aku harus lewat tangga nih, tunggu di kamar sebentar lagi aku sampai. Oh, ya… Jangan menyusul dan jangan naik lift dulu ya!”

Sungmin tidak mendengarkan ucapan suaminya barusan. Ia menarik napas kuat-kuat, dengan emosi membara dan sedikit tenaga yang tersisa, Sungmin menjerit dengan suara melengking –mengejutkan Siwon sekaligus orang di sebrang sana.

“PABOYA CHO KYUHYUN! AKU TERJEBAK DI DALAM LIFT DAN SEMUA INI SALAHMU!”

Wow, Sungmin sendiri heran dari mana datangnya tenaga barusan. Yang pasti ia senang bisa meluapkan emosinya sekarang.

“KELUARKAN AKU SEKARANG ATAU KUBUNUH KAU, CHO KYUHYUUUUUN!”

“Ch-chagiy—”

DUAKH!

Sungmin membanting ponselnya tanpa pikir panjang. Benda malang itu menghantam pintu lift dan jatuh remuk di lantai. Baru setelah benda itu remuk… Sungmin sadar kalau ponsel itu satu-satunya cara ia tetap bisa berkomunikasi dengan Kyuhyun. Tapi masabodo, Sungmin benar-benar emosi sekarang. Menahan sakit sambil mendengar suara menyebalkan Kyuhyun sudah cukup baginya. Ia bahkan tidak sempat merutuk lagi karena sakit diperutnya kembali menghantamnya tiba-tiba, tidak memberi kesempatan padanya untuk mencaci lebih jauh.

Siwon memandang ponsel yang remuk di dekat kakinya dengan perasaan berdesir. Orang-orang mengandung itu mulia, ia tahu karena itu ada di dalam kitab suci. Tapi di alkitab tidak dijelaskan tentang ini… Siwon tidak tahu kalau orang hamil semengerikan ini.

Siwon makin bingung sekarang. Ini situasi yang benar-benar tidak terduga. Terjebak di dalam lift, bersama seorang pemuda mood swing yang akan melahirkan, ditambah lagi… Tidak ada pertolongan lain! Setidaknya itu pemikiran awal Siwon, sampai terdengar suara petugas dari radio lift… dan Siwon tahu kalau pertolongan Tuhan itu selalu ada di saat hambaNya membutuhkan.

“Maaf untuk ketidaknyamanannya, tuan. Lift macet selama beberapa saat, kami sedang berusaha memperbaikinya segera. Dan karena kalian terjebak di antara lantai delapan dan sembilan, mohon maaf karena mungkin akan memakan waktu lebih lama untuk mengeluarkan kalian. Dari kamera kami melihat seseorang duduk di pojok lift… Apa dia pingsan? Atau kesulitan bernapas?”

Siwon mengerjap, ia mengatur nafasnya, sebisa mungkin tampak tenang sebelum menyahut, “Disini ada yang mengalami kontraksi, air ketubannya pecah. Tolong kirimkan bantuan segera. Sekarang!”

“E-eh? Apa yang terjadi disana, tuan?”

Sungmin melenguh murka. Habis sudah kesabarannya. “ADA ORANG YANG MAU MELAHIRKAN DISINI, CEPAT KIRIM BANTUAN BODOOOOH!”

Nguuuung—

Siwon tertegun dan suara petugas di sebrang tiba-tiba menghilang.

“CEPAT KIRIM BANTUAN ATAU KUBUNUH KALIAAAAAAN!”

“K-kami mengerti. kami kesana sekarang, tunggu sebentar.” –TUT

Usai menjerit, Sungmin kembali meringis dan mengeluh, merutuki nasibnya. Kali ini Sungmin sudah tidak sanggup bersandar ke dinding lift. Ia memiringkan tubuhnya perlahan-lahan, lalu berbaring miring di lantai lift yang dingin, masih sambil meringis dan mencengkeram perut.

Siwon melengos, ia memandang Sungmin dengan wajah pasrah. Barusan ia mendengar kalimat ‘Kubunuh kalian’… Apa ia termasuk ke dalamnya? O_O
Oh Tuhan, dosa apa dia sampai harus terjebak dalam situasi seperti ini?

 

oOoOoOo

TBC

26 thoughts on “LIFT BIRTH – Part 1

  1. Kaget juga pas sudah selesai baca n komen… Ada fic baru dr fiqooh eonni xD

    ~

    Astaga… Hamil? Terjebak dalam lift? Air ketuban pecah? O____O

    *melotot lebar2*

    Siwon kelihatannya nggk bs ngapa2in menghadapi Ming ‘yg susah didekati’ x_x

    *lari ke part selanjutnya*

  2. Lee Min Chan says:

    Wowww . .
    Sungmin kejem banget di sini ??
    Kkk ~

    author ssi , annyeong . . ^.^)/
    sbnernya aku bukan readers bru d sini , tp udh lama jadi Siders*jujur
    dan sekarag udah nyoba buat review . . Mianhae . .

    Siwon dia pasrah baget di sini , bner kata sungmin dia sedikit ? Um , lembek . . *dibomsiwonest
    tapi itu mungkin sialnya sungmin jga kali yaa . .
    Udh d buat badmood sma suaminya , k jebak + ngelahirin d lift . .

    Miina shii ~
    gimana caranya buat dpet PW the Concubine ??

    Keep Writhing !!😀
    HWAITHING !!
    \(^_^)9

  3. vyan says:

    Wkwkwkkwkwk… uminnya ok bgt..
    kasian siwonnya.. tp ngerti d derita org mau ngelahirin..lgan jln2 kmn sih c kyu ini???

  4. huwaaaa Kyuppa keterlaluaaannn…
    Omoooo SungminMma mengerikaannn
    wkwkwkwkwk…. kasiaan Wonppa jd sasaran Umiin… kkkkkk
    bacanya q jd bngung mw kasian pa mw ngakakkk😀
    baguus Eonn

    aokikumiko

  5. Annyeong haseyo, reader baru disini, bangapseumnida😀

    Wooww…akhirnya aku nemu ff indonesia genre mpreg-birth, dan aku suka banget sama yg genre beginian#jarang2 dapet yg b.indo, biasanya b.inggris#rudet
    jadi maap banget ya thor kalo aku commentnya yg ada genre mpregnya
    hehehe#ditimpuk sendal

    omo…itu sungmin harus ngelahirin di lift#PETUGAS MANA HEH???
    Bertahanlah sungmin umma~~ >:o

    aduh, gimana nih kelanjutannya??#langsung tancap ke chap2

  6. blacksmile says:

    slm kenal ak reader bru dsni.
    ugh. . . .akhrny stlh ubek2 google ktmu almat wp ny.
    ming gualak bnr ya,lnjt next chap.

  7. Terselubung says:

    Siwoon kkkkkk~ sebagai anak tuhan harus rela menolong dan Tabah(?) apalagi yg mau lairan sungmin. Itung2 pan bisa grepe2 min dikit #dibekepKyu. Min jadi sadis githu pas hamil -,- cuusnext part

  8. Wow_aprili says:

    sungmin galak juga ya…. pake ngancem segala… kasian tu si siwon udah keringet dingin…
    yang sabar ya ming tarik nafas …. buang…. tarikkkk,,,, buang….
    *plak ditimpuk Sungmin….

  9. avni avni says:

    eh? ntu ming mau nglahirin d LiFT gtu.. trus gk ada cwe cuma ada siwon.. yah ampunnnnn ntu gimana.. gimana.. huwa abng won pasti bngung bngt ntu.. hahahahaha

  10. nanda says:

    Yaampuuun emosi org yang mau melahirkan? Hahaha sumpah sungminnya kejem disini kasian sekali siwon yg terjebak dalam lift dengab sungmin yg ngamuk ngamuk sabar yaah won oppa *nepuk punggung siwon* hahaha
    Ditunggu the concubine re writenyaaa ^_^b

  11. whatchokyulate says:

    Bunny galak bner, rage mode on ya eomma? Hhe…. kasian won *tumben nih aku iba ma ni kuda #duagggh

    Next~

  12. Wakaka… sungmin kalo ngamu syeremm ne…
    Hahaa… awas tuh little cho ntar d potong xD
    Kasian Wonpa kena damprat minnie juga…
    Next .. chap 2

  13. KyunnieKyunnie says:

    Astaga Kyunnie! Udah tau istri lo lg bunting malah kelayaban gitu ckck
    Siwon, lakukan sesuatu!
    Aku suka banget sama karakter Sungmin yg kayak gini hoho

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s