Painful on Loving You – Chapter 1

Main Pair: KyuMin, YunChul, more comes

Warning: One-side love, MPreg(Past and Later), YAOI

.

.

.

.

Aku terlahir dalam relung jiwa yang dingin

Besar dan tumbuh dalam kehampaan dan airmata

Hingga tiba satu waktu dimana ia membuka pintu gerbang hatiku yang terantai

Memasukinya, menjadi penghuni dan bercahaya di dalamnya

Dia sosok yang selalu hadir dalam mimpiku, membawa lentera temaram dan membacakan doa untuk cintaku…

Tapi kala aku terbangun dari mimpi indah itu…

Yang kutemukan hanyalah hampa dan semu, karena aku tahu…

Aku telah jatuh cinta pada orang yang seharusnya tidak kucintai.

Namun, aku tak kan kalah oleh badai itu!

Meski ia memiliki cinta yang lain, meski aku hanyalah bulir pasir baginya…

Meski aku akan terus terluka, meski airmataku tak henti berderai tiap aku menatapnya..

Hanya dia…

Hanya dia yang akan dan selalu kucintai…

.

.

.

Painful on Loving You

Presented by Miinalee

.

.

.

Dua mata kecil itu berkedip, mengintip dari sela pintu yang sedikit terbuka. Jemari mungilnya berderet muncul, mengerat daun pintu saat terdengar teriakan demi teriakan yang saling sahut-menyahut. Sejujurnya dari lantai ini, ia tidak bisa melihat apapun. Riuh rusuh itu berasal dari lantai bawah, namun tubuh kecil itu terlalu takut untuk keluar dari kamarnya dan mencari tahu apa yang terjadi di bawah sana.

Awalnya, ia berniat untuk tetap bersembunyi di dalam kamar. Namun semakin familiar suara yang terdengar olehnya, semakin pula tubuh kecil itu gemetar karena penasaran. Dengan ragu-ragu ia melangkahkan kakinya keluar pintu.

Aku sudah tidak tahan!”

Aku juga sudah tidak tahan denganmu!”

Langkah bocah itu terhenti. Matanya membulat kaget.

Itu suara appa. Dan eomma! Eomma sudah pulang!’ Batinnya girang seraya mempercepat langkah kakinya. Namun semakin ia mendekat ke tangga, semakin jelas pula teriakan kedua orangtuanya.

Kau pikir aku tidak tahu?! Menghamburkan uang demi mencari pelacur dan anak harammu itu!”

Dia bukan pelacur, sialan! Kau sendiri yang memilihnya! Bahkan belum sempat ia melahirkan anakku, kau sudah mengusirnya dari sini!

Tentu saja! Untuk apa lagi dia ada disini saat aku sudah mengandung Sungmin!”

Sungmin-Sungmin-Sungmin saja alasanmu! Anak itu juga anakku!”

Mendengar namanya diteriakkan, Sungmin mengerut, langkahnya berubah mundur. Ayahnya tidak pernah membentak, terlebih padanya –tidak pernah sama sekali. Namun beberapa bulan terakhir, ayah dan ibunya akan saling melotot dan berteriak. Menyerukan kata pelacur, anak haram, dan terkadang namanya juga ikut tersebut.

Sungmin kembali ke dalam kamarnya. Dikuncinya pintu dengan rapat agar suara teriakan diluar sana tidak masuk sampai ke dalam. Ia jatuh terduduk dan bersandar pada sisi tempat tidur. Tubuhnya gemetar. Seragam putih-biru dengan motif kotak-kotak lengkap dengan dasi mungil berwarna hitam yang ia kenakan –dengan penuh kebanggaan— hari ini, tak ayal ikut basah saat tubuh mungilnya mulai menggigil. Keringat dingin mengucur dari kening dan seluruh tubuhnya. Membasahi wajah dan kerah putih yang ia kenakan.

Bocah kecil itu menunduk, memandangi dua telapak tangannya yang kini ikut kuyup oleh keringat. Perlahan, ia merasa gerah dan pusing. Ingin rasanya ia berbaring dan tidur. Tapi ditahannya kuat-kuat keinginan itu. Sudah seminggu ia tidak masuk sekolah. Dan kalau begini terus, bisa-bisa ia tinggal kelas dan berpisah dari Kyuhyun! Andwae!

“Sungmin-ah?”

Sungmin mendongak saat seseorang mengetuk pintu kamarnya. Astaga. Itu pasti Kim Ahjumma!

“Sungmin-ah kau sudah siap? Sebentar lagi Tuan Besar akan siap berangkat.”

Sungmin berdiri gugup, buru-buru ditanggalkannya seragam yang ia kenakan.

“T-tunggu, Ahjumma! Aku belum selesai mandi!”

.

.

.

-.-.-.-KyuMin-.-.-.-

.

.

.

“Semuanya sudah siap?”

Sungmin mengangguk.

“Kotak pensil, buku Sejarah, dan buku Matematika?”

Sungmin mengangguk lagi.

“Oke, Ahjumma letakkan kotak bekalmu di dalam tas. Jangan lupa menghabiskannya, ya?”

Lagi-lagi, Sungmin mengangguk. Semangatnya sudah kembali, meskipun ia masih sedikit lesu dan merasa kurang fit. Namun bayangan dirinya yang akan bertemu dengan Kyuhyun hari ini, membuat semangatnya kembali meluap.

Sembari dituntun oleh Kim Ahjumma, Sungmin menuruni anak tangga lambat-lambat. Kim Ahjumma mengusap kepalanya lembut saat ia bersenandung kecil sambil tersenyum cerah. Namun senyum itu tidak bertahan lama, saat suara orangtuanya kembali menyela kebahagiaan Sungmin.

“Aku sudah lelah, Yun! Apa sulitnya hidup bersama anak dan istri sahmu?!”

Sungmin menatap ekspresi ibunya yang memelas. Saat itu juga, ia tidak sanggup untuk tersenyum.

“Aku juga lelah! Pergi saja kalau kau mau!” sentak Yunho sembari berpaling, bermaksud untuk melangkah keluar. Namun dengan cepat istrinya menarik tangan Yunho.

“Lepaskan aku, Heechul!”

Heechul meringis, ada pedih saat Yunho memanggilnya dengan ‘Heechul’. Selama lima belas tahun pernikahan mereka, baru kali ini suaminya memanggilnya dengan nama. Tapi bukan lagi makian yang keluar dari bibir Heechul, ia menahan diri karena ada Sungmin disini.

“Kau tidak mau mengantar Sungmin, huh?”

“Tsk!” Yunho menampik tangan Heechul. “Suruh saja Yong-sshi mengantarnya! Aku sudah terlambat!” ujarnya ketus sembari berlalu keluar rumah.

Heechul mendesah sedih. Ia berbalik dan bertemu dengan tatapan kosong putranya, dua mata mungil itu berkaca-kaca.

E-eomma?”

Heechul menunduk, dikatupnya wajah mungil Sungmin. “Appa sedang sibuk. Jangan sedih, ne?”

“Heechul-sshi…” Kim Seohyun menatap Heechul sendu.

“Tidak apa-apa, Hyun.” Heechul tersenyum hambar. Dipeluknya tubuh Sungmin. Sambil mengusap punggung putra kecilnya, ia menghapus bersih dua bulir airmatanya yang jatuh.

.

.

.

-.-. .-.-.-

.

.

.

“—Jadi untuk mencari keliling lingkaran—”

Sungmin mencoret-coret buku catatannya, menggambar porroro –menurutnya itu porroro— yang tidak berbentuk sama sekali, lalu mendesah bosan. Suara seongsaenim didepan sana terdengar seperti dengungan nyamuk. Berisik dan menyebalkan.

Ia melirik ke kanan, lalu tersenyum melihat ekspresi serius teman kecilnya yang berkacamata tebal.

“Sssh! Kyuhyunnie~” bisiknya sembari menggapai-gapai meja Kyuhyun.

Kyuhyun mendengarnya, namun bocah itu hanya diam dan terus memandang serius ke depan.

“Kyuhyunnie~” panggil Sungmin lagi, kali ini dengan sedikit lebih keras. Ia mengulanginya beberapa kali sambil terus menggapai-gapai meja Kyuhyun dengan ujung pensilnya.

Senyum Sungmin mengembang. Ia nyaris melompat kegirangan saat akhirnya ia berhasil membuat Kyuhyun berpaling ke arahnya.

“Apa?” tanya Kyuhyun ketus. Raut Kyuhyun mengeras marah. Namun Sungmin mengabaikannya saat Kyuhyun balik memandang dengan sorot kesal. Senyum di wajah manisnya tetap mengembang.

“Temani aku. Bosan sekali, nih,” ujar Sungmin setengah berbisik-bisik. “Bagaimana kalau kita mengobrol saja?”

“Haish!” dengus Kyuhyun. Tanpa mengabaikan Sungmin, ia kembali ke posisi awalnya. Duduk rapi dengan pandangan lurus dan serius memperhatikan seongsaenim.

Sungmin menghela nafas kecewa. Sambil menghentak sebal, ia ikut kembali duduk ke posisinya semula. Kyuhyun! Selalu saja sulit diajak bicara! Padahal sudah seminggu mereka tidak bertemu. Apa Kyuhyun tidak rindu padanya, ya?

Sungmin menutup buku catatannya, sudah tidak bernafsu untuk mencorat-coret apapun lagi. Ia bahkan tidak mengerti apa yang dijelaskan seongsaenim hari ini. Awas saja kalau nilai ujian matematikanya Nol lagi… Haah! Padahal tahun ini usianya menginjak di angka 10. Satu tahun lebih tua dari teman-teman sekelasnya dan dua tahun lebih tua dari Kyuhyun. Khusus untuk kasus Kyuhyun, ia memang masuk Sekolah Dasar lebih awal. Dengan otak yang lebih dari memadai, Kyuhyun bisa menjadi siswa terpintar di kelas. Berbeda sekali dengan dirinya…

Sungmin mendesah, malu bahkan hanya untuk mengingat ia pernah tinggal kelas selama satu tahun.

Tapi satu hal yang tidak disesali Sungmin ketika ia tinggal kelas. Karena hal memalukan ini, ia jadi bisa sekelas dengan Kyuhyun! Yay!

Sungmin terkikik sendiri. Mengingat saat pertama kali ia bertemu dengan Kyuhyun. Meskipun menjadi yang tertua di kelas, bukan berarti semua orang tahu kalau Sungmin sudah berusia 10 tahun. Jika dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya dan bahkan dengan Kyuhyun yang dua tahun lebih muda dari dirinya, Sungmin memiliki tubuh yang jauh lebih mungil. Ia pendek, dan wajahnya seperti anak perempuan. Bahkan tidak jarang teman-temannya mengejek dan mem-bullynya.

Kyuhyun adalah teman pertamanya. Dua tahun yang lalu, Kyuhyun bahkan menolongnya dari bully kakak kelas. Padahal saat itu Kyuhyun masih duduk di kelas satu dan ia di kelas dua. Tapi Kyuhyun tidak takut membelanya dari bully kakak kelas tiga.

Meskipun terkadang Kyuhyun bersikap dingin dan acuh padanya. Sungmin tak pernah bosan melekat pada bocah berkacamata itu. Karena baginya… Kyuhyun adalah guardian angel, pangeran yang selalu ada dalam dongeng-dongeng yang ia baca.

Lebih luar biasa lagi saat Sungmin tahu orangtua Kyuhyun –Yesung Ahjussi dan Ryeowook Ahjumma– adalah teman baik ayahnya. Semalaman ia berjingkrak di atas tempat tidur saking senangnya. Lalu berendam bersama Mr. Duck dan Porroro sambil merencanakan jadwal bermainnya kalau suatu saat Kyuhyun main ke rumahnya bersama Yesung Ahjussi dan RyeowookAhjumma. Ia bahkan berencana untuk merayu ayahnya agar Kyuhyun bisa menginap semalam. Namun naas, saat pagi ia jatuh sakit karena kelelahan bersenang-senang, dan terpaksa membolos sekolah.

Sungmin terkikik lagi. Wajahnya merona kala ia mengingat saat-saat ia mengganggu Kyuhyun. Wajah kesal Kyuhyun selalu tampak manis. Cute.

Rasanya ia ingin mencubit pipi tirus itu tapi tidak mungkin karena Kyuhyun pasti akan sangat marah jika ia melakukannya.

“Hei, Kyuhyunnie~”

“Apasih? Aku sedang memperhatikan.”

Appa dan Eommaku bertengkar tadi pagi.”

“Bukan urusanku.”

Sungmin merengut, kecewa. Namun secepat itu juga senyum kembali terkembang di wajahnya. Tentu ia tidak akan menyerah untuk mengajak Kyuhyun berbicara.

“Hei, Kyu…”

“Hmm!”

“Nanti kita pulang bersama, ya?” ajak Sungmin sambil tersenyum lebar. Matanya berbinar penuh harap.

“Maaf hyung, aku ingin pulang dengan berjalan kaki. Bersama Changmin-hyung.”

“Aku ikut—”

“Tidak! Nanti kau pingsan lagi seperti minggu kemarin. Itu menyusahkan, tahu!”

“Tapi—”

“POKOKNYA TIDAK!” kehabisan kesabaran, Kyuhyun berdiri menggebrak meja.

“YAH! KIM KYUHYUN!”

Sungmin mengerut, bungkam. Ia kembali ke posisi lurusnya saat seongsaenim berjalan marah ke arah mereka.

“Sial.” umpat Kyuhyun pelan.

Sungmin memandang Kyuhyun dengan ekspresi menyesal. Namun bocah berkacamata itu sama sekali tidak berpaling padanya lagi. Tengkuknya mengeras, jelas sekali kalau ia benar-benar marah. Berkali-kali Sungmin membisikkan maaf dengan pandangan memelas.

“Nakal sekali! Berisik saat seongsaenim menjelaskan. Silahkan tunggu di luar sampai bel pulang, Kim Kyuhyun!”

“Margaku, Cho. Bukan Kim.” lenguh Kyuhyun sebelum melangkah keluar kelas.

“Ad-duh!” Sungmin menepuk keningnya.

Kali ini. Kyuhyun pasti benar-benar marah padanya.

.

.

.

-.-. .-.-.-

.

.

.

Eomma? Kim Ahjumma?” Belum masuk ke dalam rumah, Sungmin sudah berteriak dari luar. Ia melepas sepatunya asal, lalu dilemparnya sembarangan. Ia sudah tidak sabar bercerita tentang hari ini. Sungmin sudah cukup resah, galau, dan merasa bersalah sekali. Hari ini karena dirinya, Kyuhyun diusir dari kelas. Eomma dan Kim Ahjumma harus tahu, mereka pasti bisa memberinya solusi dari permasalahan ini.

Eomma?” panggilnya lagi. Diliriknya kesana kemari. Namun ruang tamu dan seluruh ruangan di lantai bawah begitu sepi. Hanya dua pelayan yang ia temui di dapur dan ia malas bertanya pada mereka.

Sungmin meletakkan tasnya di sofa dan baru akan melepas dasi, saat terdengar suara ribut dari kamar orangtuanya.

PRANG!

Sungmin tersentak. Itu suara pecahan kaca.

Ia melepas dasinya lamat-lamat sambil terus memperhatikan pintu kamar orangtuanya.

BRAK!

Pintu itu membanting terbuka. Sungmin yang terkejut reflek mundur dari posisinya semula.

Dari sana, ibunya keluar sembari menarik koper besar. Sungmin mendekat, dan kini terlihat jelas wajah sembab ibunya.

“Heechul-ah—”

Sungmin berpaling, kali ini ayahnya keluar dari kamar. Wajahnya terlihat lelah. Ia bahkan masih mengenakan kemeja kerjanya yang basah berpeluh.

“Kau ingin aku pergi kan? Baik! Aku pergi!” cecar Heechul sembari menangis.

“Aku tidak serius mengatakannya— Kita bisa bicarakan ini, ayolah.”

“Kalau begitu berjanjilah untuk berhenti mencari mereka.” Heechul berbalik, ia menatap Yunho dengan mata merah yang berkilat menantang.

Yunho mendengus, lalu menggeleng. “Tidak mungkin! Dia membawa anakku! Mereka juga penting bagiku.”

Dan hanya itu. Itu cukup untuk meluluh-lantakkan dunia seorang Jung Heechul. Sebulir airmata berlinang lagi, lalu mengalir dan menetes dari ujung hidung Heechul.

“Oh, begitu?” ujarnya sembari terkekeh hambar. Kali ini ia tidak tersedu. Rasanya segalanya sudah lenyap, berganti dengan bulir-bulir airmata yang mengalir pelan.

“Kalau begitu hiduplah dengan mereka. Aku dan Sungmin akan pergi malam ini juga.” tegas Heechul sembari berbalik cepat, dengan gesit ia berjalan ke arah putra semata wayangnya. Digendongnya Sungmin sembari berusaha melangkah keluar rumah dengan tergopoh-gopoh. Namun sial, langkah gesit Heechul tetap tidak akan membawanya pergi dari Yunho.

“Apa-apaan kau? Sungmin anakku, kau tidak akan pernah membawanya keluar dari rumah ini!” Yunho merebut Sungmin dari gendongan istrinya. Sedangkan Sungmin… Bocah itu terlalu bingung untuk merespon, ia hanya bisa memandangi kedua wajah itu saat kedua orangtuanya kukuh memperebutkan dirinya.

“Berikan Sungmin, padaku! Dia anakku!”

“Dia juga anakku!”

“Berikan!”

Heechul dan Yunho masih terus saling berebut Sungmin, sampai akhirnya sebuah tangis pun pecah. Sungmin menangis dalam gendongan Yunho, biru memar bekas tarik menarik kedua orangtuanya tampak samar dari lengan mungilnya.

“Seohyun! Yonghwa!” panggil Yunho dengan suara menggelegar. Yonghwa dan Seohyun yang sejak tadi menahan diri untuk keluar, akhirnya muncul sesuai dengan panggilan majikan mereka.

“Seohyun, bawa Sungmin ke kamarnya. Dan Yong, tarik Heechul keluar.” perintah Yunho mutlak. Seohyun gemetar, ragu untuk menuruti perintah Yunho. Ia memandang iba ke arah Heechul yang memberontak dari genggaman Yonghwa.

“Seo!” sentak Yunho kesal. Melihat Seohyun tidak juga merespon perintahnya, Yunho menurunkan Sungmin. Ia ikut menahan Heechul sembari menukar perintah. “Yong, kau bawa Sungmin ke kamarnya dan kunci dari luar. Biar aku yang mengurus Heechul.”

Heechul melotot marah, matanya sudah semerah darah. “Kau tidak bisa melakukan ini padaku, Jung Yunho! Sungmin anakku!” teriak Heechul murka sembari berusaha mengejar Yonghwa.

“Kau tidak boleh kembali sampai kau menyadari kesalahanmu.”

“Oh, jadi aku yang bersalah, huh?”

Yunho mendesah, tanpa menjawab. Ia hanya menarik Heechul keluar rumah, menggiringnya menuju gerbang terluar tanpa mengabaikan pukulan dan makian Heechul.

“Sungmin anakku, Jung Yunho!” Heechul masih berteriak.

Namun kali ini, Yunho benar-benar akan bersikap tegas.

.

.

.

TBC

.

.

.

32 thoughts on “Painful on Loving You – Chapter 1

  1. Kim Min Ah says:

    Jaejongkah yang dicari Yunho???
    Hiks tega ,,, kenapa harus nyakiti My Heenim
    NNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNOOOOOOOOOOOOOOOOOO

    FIGHTING!!! Lanjut terus….

  2. ??? says:

    Another ff..

    Masih terlalu awal buat review, blom keliatan karakter2 & konflik-nya. Next chapter, maybe..

    I guess kyuhyun & sungmin are brothers, from same father but different mother.. I don’t know.. Well, go on

  3. Yool LeeMinmin says:

    Apa ini? Ini apa? Kenapa Cungmin jadi lebutaaaaan #bawa lari Cungmin

    Tumben bawa cerita drama keluarga gini, tapi kayanya bakalan nyesek terus rumit juga. Yunho istri sah Heechul, tapi punya istri selain Heechul (Jaejoong kayanya). Terus disini kenapa Kyuhyun jutek gitu ke Sungmin? Kenapa juga Kyuhyun dipanggil Kim?

  4. Masih.. agak bingung
    Otaku yang bagaimana atau… pokoknya yg cursed crown menurutku malah lebih gampang dimengerti -.-v

    Jd Ming suka pd Kyu, sedangkan Kyu lebih cenderung kesal pd Sungmin.
    Yunho dan Heechul bertengkar, dan Yunho jg mencari ‘orang yang lain’, yg membawa anaknya.
    Akankah orang itu ada hubungannya dengan Kyuhyun?

  5. ftaleee says:

    tring..tring..tring..tring..
    tanda2 tanya brmunculan di skitar kepala ku kak..

    okeh..itu awal2 ny dbuat mncintai yg tdk shrusnya..
    jd apkah kyu ankny yunho yg dcri2nya?
    incest donk ya..
    tp kyu kn anknya yewook..
    msak iya yunho ngamili ryeowook?
    atw omma kyu itu jaejoong trus kyu dtitipi ke yewook?
    emgnya yg dcari yunho itu jaejoong n kyu?
    kyaaa..aq nebaknya asal..

    ugh kakak..
    aq pnsaraaaaaan..
    dtngu lnjutannya yaaa..

  6. gyumin88 says:

    kyuhyun…marganya cho? Bukan kim.. Lalu dia bukan anak kandungnya yewook dong? Yunho nyari jeje kah?😄 lnjut🙂

  7. vyan says:

    apa yg terjadi dgn keluarganya umin???
    kasian uminnya
    n kyu kok cuek bgt c ama umin.. kan kasian umin…
    please continue…

  8. Chan_Moody says:

    Wahhh… Heechul dan yunho mau pisah dan ming tinggal ma yunho.. Kasihan ming harus pisah ma ibunya. Jadi ming punya saudara anak dari perempuan lain yang diusir heechul..

    Kenapa kyu gak mau dipanggil KIM tapi CHO
    Si kyu dingin banget nih ma ming ..

    Lanjuutt ^^ ..

    Ikut baca lagi hehehe..

  9. songhyekyung says:

    waw.. pasti itu yang dicari yunho oppa jaejoong oppa deh.. ini jugag keren.. lucu aja bayangin sungmin oppa masih kecil.. tp kasian jugag sih.. penasaran banget ama kisah masa lalunya yunho hechul dan mungkin jaejoong.. hehe.. aku menunggu kelanjutannya.. jangan lama” ya..

  10. Lee Min Chan says:

    Omoo~ . . .
    Ini sad ?? T,T
    jgan sad un , yunho tega bget di sini . . .
    Gk tega bca pas ada Heechulny . . T,T

  11. 137 says:

    YunChuuuuuul ㅠㅠ
    Kasiaaaan sungmiiiin ;~~~;
    Kalo yunchul mang gak sayang satu sama lain terus kenapa mereka nikaaaaah ;_____;

  12. Minnie says:

    Udh lama banget g baca ff dsni
    kali’a bca sedih banget, g prnh tega kl ngebayangin ortu berantem plus rebutan anak
    jadi ikutan sedih

  13. shanty kyuminnie arashi says:

    Yg d cari yunho itu siapa ??
    Itu knp sungmin jd rebutan gtu…??
    Yunho sama heechul ribut terus ….
    Trus knp kyu jutek bgt sama ming ???
    Aq masih bingung…
    Lanjut lg deh….

  14. Oke. Berhubung ini genre aman buat bulan puasa jdi kita lanjutkan hehehe
    Kyu jgn cuek gitu napa kasihan tuh ming.. Marganya cho iya tau tau tpinya aku penasaran hueeee

  15. minhyun says:

    kek nya ff nya dah lama yah? tapi baru baca aq >◆< ok lanjutt… kek nya hidup minnir disini kasian😦 ish kyu jutek nya ama minnie ku

  16. KyunnieKyunnie says:

    Hiks chap awal aja udah begini.. Kenapa Sungmin lg yg menderita?! Huwee
    Eh, btw. Judulnya nyindir aku banget hahaa
    Keep writing!

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s