Cursed Crown | Chapter 2

Ket:

Hviturland: Tanah Putih. Negeri di utara yang tertutup salju abadi. Hampir seluruh penghuninya merupakan bangsa peri. Dipimpin oleh Ras Snowelf— peri salju.

Radourland: Tanah Merah. Negeri tropis yang menguasai barat dan membelah khatulistiwa, wilayahnya terluas. Penghuninya adalah bangsa peralihan/siluman penjelmaan binatang karnivora. Negeri ini dipimpin oleh Ras Werewolf.

Svarturland: Tanah Hitam. Negeri timur yang terdiri dari rawa, rimba, lembah, gua, gurun pasir, dan gunung berapi. Tanah tandus yang dihuni oleh bangsa Monster; Orc, Troll, Ogre, . Negeri ini dipimpin oleh Ras Ogre.

Graentland: Tanah Hijau. Tanah subur yang menjadi tempat tinggal bagi bangsa peralihan/siluman penjelmaan binatang herbivora dan bangsa manusia yang saling bersandingan. Negeri ini dipimpin oleh Ras manusia.

Blarland: Tanah Biru. Tanah yang sebagian besar terdiri dari perairan. Samudra, laut, danau, sungai, dataran basah, dan tanah di pesisir. Penghuninya adalah seluruh bangsa air. Duyung, kraken, fishman, etc. Negeri ini dipimpin oleh Ras Duyung.


.

.

.

oOoOoOo

Cursed Crown – Chapter 2

oOoOoOo

.

.

.


Pulanglah sebelum senja, atau kau akan menyesal. Kau yang akan menyesal, anakku.”

Kyuhyun mendengus. Merasa kesal pada dirinya sendiri. Padahal ia sudah bertekad untuk mengabaikan bocah Snowelf itu. Mereka baru bertemu hari ini dan Kyuhyun tidak punya kewajiban apapun terhadapnya. Namun aneh. Ancaman sang ayah terus saja berkelebat dalam benaknya. Sial. Kenapa ia harus peduli?

Kyuhyun menendang batu kecil di bawah kakinya, bermaksud melampiaskan amarah. Masih tidak percaya kalau dirinya benar-benar terpengaruh. Dan lihat sekarang…

Kyuhyun berdecih, mengejek dirinya sendiri.

Senja belum tiba dan Kyuhyun sudah berdiri di depan benteng Istana. Secuil perasaan dalam hatinya terus mendorong Kyuhyun untuk masuk ke dalam, namun di sisi lain… Ego menahan langkahnya.

“Tidak perlu malu, Kyu.”

Kyuhyun tersentak, kaget mendengar suara yang tiba-tiba muncul di belakangnya. Tapi tanpa perlu berpaling, ia tahu siapa pemilik suara itu.

“Appa yakin kau sudah gatal ingin melihat calon istrimu, ne? Masuklah, dia sudah ada di kamarmu.”

Kyuhyun mendengus, hanya membalas ucapan ayahnya dengan wajah ‘Apasih?’ sembari berlalu, bermaksud menghindari sindiran-sindiran Kangin lebih lanjut.

Namun tidak semudah itu, Kangin menyeringai sebelum kembali bicara—

“Kakak-kakakmu sedang memberi salam pada pangeran itu. Bersabarlah sedikit, lima atau sepuluh menit lagi.”

Kyuhyun terhenyak, melotot, dan dengan cepat berbalik memandang ayahnya. “Kau biarkan noona menemui bocah itu?”

“Huh? Memangnya kenapa?” Kangin berpura-pura bingung. Meski dalam hati bersorak melihat respon putranya, terlebih saat Kyuhyun makin melotot –shock.

“Aish—” Kyuhyun berdecih, sudah tidak bernapsu meladeni ayahnya. Namun entah kenapa dadanya berdegup gugup, meski dengan lihai Kyuhyun menutupinya dengan memasang ekspresi jijik. “Kenapa harus kamarku? Kalau mereka mengunyah daging bocah itu di atas ranjangku, bagaimana?” ujar Kyuhyun beralasan sebelum ia berlari menuju kamarnya.

Kangin tersenyum. Membiarkan putranya berlari masuk ke dalam istana. Namun satu yang tidak diketahui Kyuhyun. Bahwa Kangin mengenal putranya lebih dari siapapun. Ia tahu, karena itu Kangin terkekeh.

“Benarkah kamar dan ranjangmu yang kau khawatirkan, Kyuhyun-ah?” ujarnya pada diri sendiri. Lalu Kangin beranjak, mengikuti langkah putranya yang sudah menghilang masuk ke dalam istana.

Kangin menyeringai lagi. Ia sudah bertekad, rencananya tidak akan menunggu. Semua harus berjalan dimulai sejak malam ini.


.

.

.

oOoOoOo

.

.

.


BRAK!

Kyuhyun membanting pintu kamarnya kuat-kuat. Sebulir keringat mengalir di pelipisnya. Perlahan, bulu-bulu lebat yang memenuhi sekujur tubuhnya menyusut, lalu lenyap. Ia tidak kelelahan meski harus berlari menuju kamarnya yang terletak jauh di dalam istana, tentu kalau ia melakukannya dalam wujud serigala. Dan Kyuhyun sendiri bingung, kenapa ia harus berubah wujud demi mencapai kamarnya yang dengan lebih cepat dan hanya untuk menemukan—

“Loh?”

Kening Kyuhyun mengerut. Bingung saat hening kamar menyambutnya, meski samar terdengar suara isak tangis dari ranjang yang tertutup kelambu. Sembari melongok kesana-kemari, mencari tetes darah atau sisa-sisa penyiksaan, Kyuhyun mendekat. Berjalan menuju ranjangnya.

Dan disana, di sudut ranjang, sosok kecil meringkuk memeluk tubuhnya sendiri. Kyuhyun menelan ludah. Entah mengapa merasa lega begitu menemukan pangeran Snowelf itu masih bersuara dengan tubuh yang UTUH. Tanpa kehilangan apapun kecuali mantel tebalnya.

Kyuhyun berdecak, dan tampaknya suaranya barusan mengusik pangeran kecil yang tengah asik menangis itu. Meski bocah itu tidakmengangkat kepalanya sama sekali, Sungmin hanya beringsut mundur dan memeluk dirinya sendiri makin erat.

Sadar bahwa dirinya telah tertipu, Kyuhyun mendengus. Merasa kesal sekaligus malu. Harusnya ia tahu kalau sang ayah hanya bermaksud untuk memancing reaksinya, dan dengan bodohnya Kyuhyun terjebak. Meski tidak ingin mengakuinya, Kyuhyun juga tidak bisa mengingkari desir itu. Desir dan ketakutan yang tiba-tiba muncul saat ia mendengar bahwa bocah ini tengah bersama kakak-kakak perempuannya yang bertangan dingin. Apalagi bayangan tubuh mungil dan wajah cantik itu tercabik, terkoyak, dan di santap secara mengenaskan –Tentu terlahir sebagai bangsa pemakan daging yang berdarah dingin, Kyuhyun sudah terbiasa dengan semua itu. Tapi untuk kali ini… Urgh. Ia bahkan tidak sanggup memikirkannya.

Dan setelah menemukan bahwa pangeran kecil ini masih utuh dan hidup, meski tampaknya tidak dalam mood yang baik. Kyuhyun merasa sedikit lega. Ia berbalik, bermaksud untuk meninggalkan ruangan ini.

Biar saja ia tidur di kamar lain, hari ini, atau selanjutnya, atau sampai kapanpun juga. Tapi Kyuhyun tidak akan menyentuh bocah itu. Tidak meskipun ayahnya kelak menangis darah dan memohon padanya. Lagipula kenapa ayahnya yang bodoh itu tidak bisa memilih calon mate yang lebih tepat untuknya? Setidaknya dengan usia yang layak untuk disetubuhi, mungkin hati Kyuhyun akan sedikit luluh untuk menuruti keinginan ayahnya yang ingin memiliki cucu laki-laki. Tapi kali ini… Kyuhyun tidak akan sanggup melakukannya, tidak saat ia membayangkannya melakukan hal itu dengan putrinya sendiri.

Kyuhyun sudah akan keluar, namun belum sempat saat pintu tiba-tiba ditutup dari luar.

KREK!

Kyuhyun melotot, makin tercekat lagi saat didengarnya samar suara komat-kamit dari luar kamar. Itu suara cenayang istana. Dan samar Kyuhyun mendengar suara ayahnya juga yang sibuk menyuruh ini dan itu pada sang cenayang.

“Oh, tidak.” Dengan panik, Kyuhyun berusaha membuka pintu kamarnya, meski nihil. Pintu itu sama sekali tidak bergeming. Seolah pintu berbahan kayu itu berubah menjadi bongkahan besi, sama sekali tidak bisa digerakkan.

Mencari alternatif lain, Kyuhyun segera berbalik dan menyeringai saat ditemukannya jendela masih dalam keadaan terbuka. Namun belum lagi ia melangkah setapak pun dan—

BLAM!

Jendela kamar menyusul tertutup secara sendirinya.

“Sial!” Kyuhyun berseru kesal, refleks dihantamnya pintu dengan sekuat tenaga. Namun tetap saja pintu itu tidak bergeming, justru suara lain yang muncul merespon tindakan Kyuhyun.

“Uhng!”

Kyuhyun menghela napas. Diliriknya sosok yang tampak samar dari balik kelambu.

Tubuh kecil itu tampak gemetar, tangisnya menyusut dan berubah menjadi cicit-cicit kecil. Seolah takut orang lain akan mendengar suara tangisnya, seolah takut seseorang akan datang untuknya dan sialnya benar saja—

Kyuhyun membuka tirai itu, membuat Sungmin tersentak dan refleks menyembunyikan wajahnya. Isak tangisnya kembali terdengar, mengeras tak tertahan. Sungmin meringkuk, berusaha melindungi dirinya sendiri dengan memeluk kedua lengan hingga kuku-kukunya menancap dan meninggalkan luka di kulitnya yang mulus.

“Hah, diamlah. Aku tidak akan memakanmu. Tubuhmu yang kecil itu tidak akan membuatku kenyang.” Kyuhyun berucap datar, lalu kembali menutup tirai ranjangnya dengan kasar. Bocah ini mengira bahwa Kyuhyun akan memakannya, Kyuhyun bisa mencium bau ketakutan yang terasa begitu kental di dalam ruangan ini.

Dan entah kenapa ia merasa kesal saat tahu Sungmin menganggapnya sedemikian buruk. Lebih kesal lagi saat bocah itu terus menunjukkan rasa ketakutan berlebih terhadapnya. Rasa takut yang berbau manis, meski Kyuhyun dengan mudah mengabaikan insting hewaninya.

Sembari menghela nafas, Kyuhyun duduk dengan lesu di kursi yang bersebrangan dengan ranjangnya. Dari sini ia bisa melihat jelas siluet tubuh bocah itu meski dihalangi oleh tirai. Begitu kecil, begitu rapuh, dan tampak begitu manis.

Suara tangis lamat-lamat menghilang, berganti dengan kesunyian kamar. Mungkin bocah itu sudah kelelahan, menangis dan gemetaran selama berjam-jam pun pasti menguras energi. Hingga setengah jam berlalu, dan tidak ada suara lain yang terdengar kecuali lolongan anjing dan suara jangkrik. Kyuhyun tergelitik untuk bangun, entah angin apa yang membawanya mendekat. Seolah ada sesuatu yang menariknya hingga Kyuhyun berdiri begitu dekat di sisi ranjang, lalu disingkapnya tirai tipis itu…

Tidak ada respon, tidak ada suara tangis, tidak ada bau ketakutan, atau gemertak gigi yang saling beradu. Bocah itu masih pada posisinya semula, meski kini tampak lebih tenang dan tidak bersuara, tertidur dalam posisi duduk meringkuk. Dan hati Kyuhyun berdesir. Ada gejolak aneh yang menggelitik perasaannya. Rasa rindunya pada sosok khayal seorang anak perempuan yang mungkin jika masih hidup sampai sekarang –pasti telah tumbuh sebesar ini.

Kyuhyun tersenyum sedih. Lama dipandanginya tubuh yang meringkuk itu dengan senyum lembut mengembang di wajahnya, sebuah senyum kerinduan. Lalu setelah lama berpikir dan memutuskan, Kyuhyun beringsut naik ke atas ranjang. Mendekati Sungmin dengan hati-hati, berusaha untuk tidak mengusik tidur remaja tanggung itu.

Sembari menahan napas, Kyuhyun membopong tubuh Sungmin. Berusaha menidurkan tubuh kecil itu di atas ranjang besarnya, memosisikannya senyaman dan seaman mungkin. Kyuhyun meluruskan kedua kaki pendek itu dan begitu hati-hati saat menarik lengannya dari tengkuk Sungmin. Tak lupa ditariknya selimut untuk melindungi tubuh Sungmin dari hawa dingin malam yang menusuk. Dan kini, pangeran Snowelf itu tertidur nyaman dengan posisi yang layak. Setidaknya ini jauh lebih enak dipandang. Kyuhyun tersenyum puas.

Sebenarnya Kyuhyun sudah berniat untuk kembali ke kursi, toh malam ini ia akan tidur disana. –Hanya pembaca cerita ini yang begitu mesum berharap Kyuhyun akan tidur di atas ranjang bersama Sungmin, tapi maaf saja, cerita masih panjang.— Namun Kyuhyun membeku di tempatnya bediri begitu ia menatap wajah pulas itu. Kyuhyun tidak akan berdusta pada dirinya sendiri, ia memang terpesona pada paras cantik seorang pangeran Snowelf yang baru kali ini bisa dilihatnya dalam jarak tak lebih dari satu meter. Siang tadi hanya sekilas ia melirik Sungmin, dan disini, ia bisa melihat dengan jelas. Tidak salah kalau bangsa mereka bernama Snowelf, karena lihat saja makhluk ini… Kulitnya begitu putih dan halus, sekaligus dingin. Seperti bulir salju yang baru saja turun dari langit.

Tapi tetap saja. Kyuhyun menggeleng. Tetap saja peri salju yang ini terlalu muda untuknya, semakin lama Kyuhyun menatapnya, semakin jelas ia merasakan gambaran wajah mendiang putrinya.

Lama Kyuhyun memuaskan diri menikmati pemandangan wajah Sungmin, bernostalgia dan mengandai-andaikan wajah putrinya— sampai ia menyadari sesuatu.

Kening Kyuhyun mengerut. Ia menunduk, menyibak rambut yang menutupi sebelah telinga Sungmin.

“Eh?” Kyuhyun terkesiap. Merasa aneh dengan bentuk telinga pangeran Snowelf itu. Kalau tidak salah ingat, hampir semua telinga bangsa peri sedikit meruncing di bagian atasnya. Tapi telinga Sungmin… Tampak biasa. Seperti telinga manusia, seperti telinga bangsa peralihan yang tidak dalam wujud hewani. Telinga mungil itu tidak meruncing di bagian atasnya. Tapi ia berani bersumpah, tidak mungkin insting penciumannya keliru. Ia mencium bau khas bangsa peri menguar dari tubuh Sungmin. Tidak salah lagi, Sungmin memang berasal dari bangsa Peri. Bagaimana mungkin ia bisa diakui sebagai Pangeran Hviturland kalau tidak memiliki darah peri? Atau mungkin ada beberapa orang dari bangsa peri yang tidak memiliki telinga runcing, untuk menandakan sesuatu mungkin?

Kyuhyun mengendikkan bahu, berhenti memusingkannya karena hal itu hanya akan membuatnya semakin bingung saja. Kali ini tanpa berpikir dua kali, sebelum ia kembali tergoda untuk berlama-lama memandangi wajah Sungmin, Kyuhyun berbalik dan segera kembali duduk di kursinya. Baru Kyuhyun sadar, kalau meja di hadapannya penuh dengan nampan-nampan makanan yang masih terisi penuh tanpa tersentuh sedikit pun.

Kyuhyun menghela napas. Ayahnya benar-benar merencanakan semua ini.


.

.

.

oOoOoOo

.

.

.


Begitu matahari tenggelam, keluarga besar kerajaan Radourland berkumpul di ruang makan yang sangat luas. Ruangan mewah itu didominasi oleh warna merah dengan beberapa sentuhan putih pada taplak meja dan kursinya. Kangin sang Raja beserta kelima putri dan menantunya, dan juga cucu-cucunya duduk di kursi mereka masing-masing. Tampak sepasang kursi kosong yang ada di ruangan itu; milik Kyuhyun dan orang yang akan jadi pasangannya.

“Mulai besok, semua makanan harus dalam keadaan matang dan sediakan menu-menu yang disukai bangsa peri.” Kangin berkata kepada kepala pelayan mereka dengan suara yang cukup keras, sengaja menarik perhatian anak-anak dan menantunya yang hadir di sini. Sang raja memang melakukannya untuk memancing seperti apa respon yang akan diberika oleh anak-menantunya, dan sesuai dugaannya, umumnya mereka berdecih dan mendesah tak senang.

“Appa! Kalau mau menyediakan menu peri, bisa-bisa kita memakan bunga nanti! Aku tidak mau makan bunga!” Jessica merespon paling cepat.

“Snowelf makan bunga? Pffft—!” Salah seorang menantu Kangin kelepasan berkomentar dan disikut oleh istrinya.

“Aku tidak mengatakan bahwa kau harus makan makanan snowelf itu kan, Jessica?”

Anak gadisnya itu merajuk.

“Tapi bayangkan saja Appa! Hidangan bunga dan buah di meja ini akan mengganggu selera makan kita dengan bau yang menjijikkan itu! Bisa-bisa makanan kita juga jadi berbau dan terasa seperti itu! Mana dagingnya disajikan dengan matang pula!”

Tidak seorangpun menantunya yang berkomentar, namun Kangin bisa menebak bahwa mereka juga sependapat dengan Jessica.

“Appa, aku mengerti dengan keputusanmu. Tapi kasihan kan anak-anak ini, mereka belum mengerti tentang hal ini.” Victoria mengelus kepala putri bungsunya yang berumur empat tahun dan duduk di sebelahnya. Kangin menghela nafas dengan sabar.

“Tidak ada pilihan lain Victoria. Tidak mungkin kita membiarkan dia makan sendirian di pojok dengan meja terpisah. Sebagai orang tua, kalian harus mencoba menjelaskan kepada anak-anak kalian bahwa calon istri Kyuhyun itu sedikit berbeda selera dengan kita.” Kangin bisa melihat Jessica yang mencibir dan menggerutu dari sudut matanya.

Huh… bawa sial saja bocah manja itu!’ Gerutu Jessica kepada seorang kakak di sebelahnya. Kangin berdehem untuk mengambil perhatian mereka lagi.

“Aku akan tegaskan lagi kepada kalian bahwa Snowelf yang bernama Sungmin akan segera menjadi bagian dari keluarga besar kita. Tentunya dia tidak akan makan malam semeja dengan kita sebelum Kyuhyun mengklaim anak itu sebagai pasangannya. Aku harap kalian bisa menerima dia sebagai keluarga kita dengan sikap yang baik tanpa memandang asal-usulnya. Bersikaplah dewasa.” Perintah Kangin adalah mutlak, mereka semua tahu bahwa dibalik nada bicara yang bijak dan ramah itu tetap ada sosok kuat seorang raja serigala yang tidak suka ditentang.

Meskipun Jessica dan anak-anak perempuan yang lainnya terkadang berani berkomentar, tapi mereka tahu hanya sampai sebatas itu. Kangin tidak mudah dipengaruhi oleh pendapat orang lain, bahkan bujuk rayu manja putri-putri kandungnya sama sekali tidak berefek pada dirinya. Kecuali Kyuhyun—sang putra mahkota kesayangan Kangin, hanya kata-kata Kyuhyun lah yang mungkin akan dipertimbangkan oleh sang raja.

“Jangan lupa, sebagai bagian dari keluarga Radourland dan karena Pangeran Snowelf itu sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga kita, hukuman bagi orang yang mencoba melukai atau mencelakakan Sungmin yang akan menjadi istri putra mahkota—tetap berlaku sebagaimana biasanya.” Kangin memandang keras kepada keluarga besarnya seolah mengancam.

Hukuman mati.

Mereka semua paham benar soal itu.

Tiba-tiba makanan mereka terasa hambar. Keluarga yang hadir di sana hanya saling melirik satu sama lain tanpa membantah keputusan sang raja. Cucu-cucu raja yang masih kecil dan tidak mengerti apa yang mereka bicarakan melanjutkan makan dan gelak tawa mereka. Suasana tegang yang hanya dirasakan orang dewasa itu mencair ketika Kangin tiba-tiba tertawa hangat.

“Hahahahaa! Kenapa raut muka kalian jadi tegang begitu? Mari lanjutkan makan malam kita.” Kangin mengangkat gelas wine-nya ke atas. Gerakan dibalas oleh para menantu dan anaknya dengan senyum kaku dan canggung.


.

.

.

oOoOoOo

.

.

.


Kyuhyun mengerjap, lalu meremas tengkuknya sesaat. Tidak biasanya ia terbangun dengan rasa pegal di sekujur tubuh. Dan yang paling parah, lehernya keram. Setelah beberapa kali mengerjap lagi, Kyuhyun benar-benar tersadar. Ia beringsut bangkit, baru teringat kalau dirinya semalaman tidur dengan posisi duduk dan hanya bersandarkan kursi.

“Hoahm,” Kyuhyun menguap, masih sedikit merasa lelah. Ia mengacak rambutnya sendiri, sebelum memutar pandangan. Kamarnya sedikit temaram dengan penerangan cahaya yang semakin lama semakin meredup. Namun Kyuhyun tahu, dari baunya, ini sudah menjelang pagi. Tapi kenapa jendela masih tertutup? Apa ayahnya belum menyuruh cenayang untuk melepaskan mantra yang mereka pasang semalam?

Kyuhyun menghela napas. Ia melempar pandangan ke arah tempat tidur. Bocah Snowelf itu masih tergeletak tak bergerak disana. Dan hal itu membuat Kyuhyun sedikit merasa lega, setidaknya ia tidak harus mendengarkan suara tangis dan mencium bau ketakutan di pagi buta seperti ini.

Awalnya Kyuhyun sudah malas untuk bangun dari kursi itu. Karena bangun pun ia tidak bisa pergi ke manapun. Pintu dan jendela terkunci. Yeah, sejak semalam dan Kyuhyun yakin kedua jalan keluar itu masih terkunci sampai sekarang. Tapi entah kenapa pada akhirnya Kyuhyun bangun juga, ia melangkah lambat mendekati jendela. Iseng mendorongnya dan—

FLAP!

Kyuhyun melotot kaget.

Jendela itu terbuka!

Sinar matahari pagi langsung saja masuk dan menerangi ruang kamarnya. Kyuhyun tersenyum senang, lalu menghirup napas sedalam-dalamnya. Ia memang selalu menyukai udara pagi, terangnya pagi hari selalu menyembunyikan kelam kenyataan tanah merah ini saat malam hari menjelang. Lama Kyuhyun berdiam diri di sana, menikmati kicau burung dan bau rerumputan yang jauh namun tetap tertangkap oleh indera penciumannya. Hingga ia merasakan sesuatu. Kyuhyun berkedip. Hawa aneh mengganjal dalam batinnya. Sebentar, ia mengendus-endus, lalu saat menyadarinya…

Kyuhyun buru-buru berbalik, lalu dalam satu kedipan mata, ia sudah berdiri tepat di sisi ranjang.

Kenapa ia tidak menyadarinya sejak tadi?

Kyuhyun menunduk, ia sempat tertegun memandangi tubuh mungil yang menggigil itu. Kedua mata itu masih terpejam, rautnya pucat dan keringat mengalir deras membasahi sekujur wajah juga leher Sungmin.

Kyuhyun menelan ludahnya susah payah. Ada desir aneh yang berbisik padanya untuk berjongkok dan memeriksa keadaan bocah itu. Dan tanpa ia sadari, Kyuhyun tidak melawan desir aneh itu sama sekali. Dengan gugup, Kyuhyun meraih tangan Sungmin yang jauh lebih kecil dari tangannya.

Baru jemarinya yang menyentuh kulit telapak tangan Sungmin, dan Kyuhyun sudah mendelik. Dingin. Tangan ini dingin sekali.

“Oh, astaga…” desis Kyuhyun yang dengan panik langsung merengkuh tubuh Sungmin, memeriksa kening dan leher bocah itu lalu berdecih. Panas sekali. Belum lagi racauan tak jelas dari bibir mungil itu yang terus membisikkan kata ‘Eomma’ dengan bibir gemetar.

Kyuhyun mendengus tidak kuat lalu membaringkan tubuh Sungmin kembali dengan hati-hati. Ia sama sekali tak sadar kalau sejak tadi dirinya menggenggam tangan Sungmin erat. Ada ketakutan aneh yang membuncah di dadanya. Panik bercampur takut. Kyuhyun tidak ingin mengakuinya sebagai rasa kekhawatiran. Meski pada akhirnya Kyuhyun benar-benar nekat melakukan apapun demi menolong bocah ini.

“Tunggulah disini bocah.” Kyuhyun mengusap kening Sungmin sekali lagi, sebelah tangannya menggenggam tangan mungil pangeran Snowelf itu, seolah bermaksud menyalurkan kekuatannya untuk membuat Sungmin bertahan.

Lalu tanpa menyia-nyiakan waktu, Kyuhyun segera melesat keluar kamar. Mendobrak pintunya tanpa peduli kalau pintu itu memang sudah tidak terkunci lagi.


.

.

.

oOoOoOo

.

.

.


“Tabib!”

Suara Kyuhyun menggema hingga ke balai istana.

“TABIB!” Kyuhyun berteriak lagi, hingga ia muncul tepat di tengah balai istana yang ramai dan baru sadar kalau teriakannya menarik perhatian semua orang. Namun Kyuhyun tidak peduli, ia bahkan tidak peduli kalau dirinya baru saja menyela sebuah pertemuan penting. Dari ibu tiri hingga seluruh saudara kandung dan kakak iparnya bahkan ikut berkumpul. Kyuhyun tidak lagi sempat bertanya kenapa ia tidak diajak dalam pertemuan yang tampak begitu penting ini, yang terpikirkan di dalam otaknya hanya…

“Appa, aku pinjam satu tabibmu. Bocah itu demam parah! Tubuhnya seperti mendidih!” adu Kyuhyun panik lalu tersadar kalau ia baru saja berbuat tidak sopan di tengah pertemuan seformal ini. Kyuhyun membungkuk hormat pada ayahnya yang duduk di atas singgasana sebelum mengulang permintaannya lagi, kali ini dengan nada yang lebih sopan. “Appa, bocah itu demam parah. Izinkan aku meminjam satu tabibmu.”

Kangin yang awalnya terkejut melihat kedatangan Kyuhyun yang tiba-tiba dan begitu serabutan, kini hanya mengangguk-angguk mengerti. Tanpa berpikir dua kali Raja itu mengangkat satu tangannya lalu memerintahkan, “Tabib Hong, tolong ikuti putraku sekarang. Sembuhkan pangeran Snowelf itu dengan segenap kemampuanmu.”

Seorang pria paruh baya bertubuh tambun yang duduk di atas lantai bersama mentri lainnya tiba-tiba berdiri, memenuhi perintah sang raja.

“Siap, yang Mulia. Hamba mohon diri…” Tabib itu membungkuk hormat pada Kangin. Ia mengisyaratka pada dua asistennya yang berada di belakang untuk turut serta bersamanya, sebelum melangkah mengikuti Kyuhyun yang lagi-lagi lupa bersikap sopan.

Putra Mahkota Kerajaan Merah itu langsung saja berbalik saat mendapat izin dari ayahnya, mungkin lupa untuk mengucapkan terima kasih. Namun kelalaian Kyuhyun tidak membuat sang Raja marah. Kangin justru menyeringai senang. Namun lagi-lagi, satu dua putrinya mengganggu kesenangan Kangin saat itu.

“Lihat, belum apa-apa pangeran kecil itu sudah merepotkan kita, appa.” Yoona berdecih sinis, lalu Victoria dengan cepat menimpali. “Sudah kubilang Appa salah memilih pasangan untuk Kyuhyun. Pangeran itu terlalu manja, lemah baik fisik dan mentalnya. Bagaimana bisa appa memilih calon ratu dengan mental yang terbelakang—”

Kangin mendelik kesal pada keduanya. “Diam kalian!” bentaknya berang, sontak membuat seisi balai yang awalnya saling berbisik-bisik kembali hening. Tak satupun orang berani bersuara setelah itu, semua orang terlalu takut untuk menyela raja yang sedang kesal. Suasana begitu tegang, namun dengan cepat pula Raja mencairkannya dengan terkekeh tiba-tiba.

Kangin tersenyum secara misterius. Lalu berpaling pada permaisurinya dan berkata, “Sudah lama aku tidak melihat Kyuhyun yang se-antusias itu…”


.

.

.

oOoOoOo

.

.

.


“Cepatlah tabib Hong,” desis Kyuhyun tidak sabar. Terpaksa ia melambatkan langkahnya untuk mengimbangi langkah tabib Hong.

“M-maaf, tuanku.” bisik tabib paruh baya itu, sedikit takut melihat ekspresi keruh di wajah Pangeran Mahkota. Tapi apa daya, ia mana sanggup menandingi langkah Kyuhyun dengan tubuhnya yang gemuk dan pendek ini. Tabib Hong hanya mampu melangkah tergopoh-gopoh sembari menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh. Pangeran yang makin tidak sabar kini menggiring punggungnya, menuntut sang tabib untuk melangkah lebih cepat.

Dua orang asisten pria yang berada di belakang pun hanya bisa mengikuti langkah Kyuhyun dengan gugup, masing-masing mereka membawa satu tas besar berisi obat-obatan dan alat kedokteran.

Sampai di lorong menuju kamarnya, mata Kyuhyun menyipit. Terheran-heran melihat segerombol pelayan berkerubung di depan pintu kamarnya yang memang tidak tertutup. Mereka berusaha melongok ke dalam meski tidak berani melangkah masuk sejengkal pun, siapapun tidak akan berani kalau tahu itu kamar Kyuhyun. Namun sesuatu yang berada di dalam kamar seperti tengah memancing mereka untuk berkerumun di sana. Kyuhyun sempat curiga pada awalnya, namun ada hal yang lebih penting dan membuat Kyuhyun mengabaikan tingkah aneh para pelayan itu.

“Sedang apa kalian!” hardik Kyuhyun berang, spontan membuat para pelayan itu tersentak.

Kaget melihat Pangeran besar Radourland berdiri disana dan melotot bengis ke arah mereka, para pelayan itu refleks mundur sembari membungkuk-bungkuk pada Kyuhyun.

“Cepat minggir!”

Tanpa berpikir lagi, para pelayan itu membungkuk sedalam-dalamnya, ketakutan setengah mati. Tidak ingin berurusan dengan Kyuhyun yang tengah kesal, mereka langsung berbalik dan pergi dengan terbirit-birit. Bahkan wangi daging yang menguar dari dalam kamar pangeran segera saja terasa hambar, tentu saja nyawa lebih penting daripada sepotong daging yang enak.

Kyuhyun hanya mendengus, ia melenggang masuk ke dalam kamarnya dengan Tabib Hong dan dua asisten tadi mengikuti dari belakang.

Kyuhyun menyikap tirai ranjang, lalu mendengus melihat tubuh Sungmin yang kian menggigil. Ia sempat meremas tangan mungil yang dingin itu lalu memeriksa keningnya sekali lagi. Dan Kyuhyun segera mendesah putus asa.

“Cepat periksa dia, tabib Hong!” titah Kyuhyun tak sabar. Walau tanpa disuruh pun, tabib Hong sejak tadi sibuk mencari-cari sesuatu di dalam tas obat-obatannya. Kyuhyun mengawasi tabib paruh baya itu, meski sebagian besar perhatiannya tercurah pada sosok Sungmin yang menggigil di atas tempat tidur.

Kyuhyun bahkan tidak menyadarinya, saat tabib Hong yang gugup sesekali mencuri pandang ke arah Sungmin. Hidung besarnya samar bergerak-gerik. Tabib Hong menelan ludah, bersusah payah mempertahankan rasa manusiawinya saat berada sedekat ini dengan Sungmin.

Bau daging yang harum menguar dari tubuh bocah Snowelf ini, membuat tabib Hong dengan gugup mengangkat tangan mungil Sungmin, lalu mati-matian menahan hasrat untuk menjilati kulit yang tampak begitu putih dan transparan itu. Tidak ketika Pangeran Mahkota ada disini.

“T-tangannya dingin sekali tuanku!” seru tabib Hong dengan ekspresi yang sebisa mungkin terlihat panik. “Hamba harus menanganinya segera.”

“Tentu. Cepat atasi,” Kyuhyun mengangguk-angguk. Setia berdiri disana untuk terus mengawasi proses penyembuhan bocah itu. Ia memang berniat untuk menunggui tabib Hong yang akan melaksanakan tugasnya, namun tabib itu menggeleng-geleng gugup.

“A-ano, b-bisakah tuanku keluar sebentar?” bisik tabib Hong sedikit tidak yakin dengan permintaannya. Baru kali ini ia memerintah seorang pangeran. Lebih-lebih seorang Pangeran Mahkota.

“Kenapa aku harus keluar?” kening Kyuhyun mengerut, tak rela.

“Maafkan hamba, tuanku. Tapi hamba tidak bisa berkonsentrasi dan melakukan penyembuhan dengan cepat jika diawasi banyak orang.” Kali ini kebohongan itu meluncur makin fasih dari bibir tabib Hong. Kyuhyun bahkan tidak menyadarinya sama sekali dan hanya mengangguk paham.

Meski sedikit tidak rela, Kyuhyun memandangi wajah pucat Sungmin sekali lagi.

“Cepat selesaikan tugasmu, aku tunggu di luar.” ujar Kyuhyun sebelum berbalik dan melangkah keluar. Ia sempat mendengar suara desis tabib Hong yang juga mengusir dua asistennya keluar. Tanpa berpaling, Kyuhyun hanya melirik dan mengerutkan keningnya, sedikit merasa heran dengan sikap tabib Hong hari ini.

KREK.

Kyuhyun mendelik, ia berbalik memandangi pintu kamarnya yang dikunci dari dalam dengan terheran-heran. Kenapa harus dikunci?

“Apa biasanya tabib Hong memang menangani pasien sendirian?” Kyuhyun beralih pada dua asisten tabib Hong yang berdiri jauh darinya, sepertinya mereka sengaja menjaga jarak.

Awalnya dua pemuda yang ternyata kembar itu saling bertukar pandang gugup, merasa takut saat tiba-tiba diajak bicara oleh Pangeran Mahkota. Hingga akhirnya salah satu dari mereka memutuskan untuk bersua dan menjawab, “T-tidak tuanku. Mungkin sakit yang diderita pasien kali ini lebih parah dari biasanya.”

Kyuhyun mengangguk-angguk mengerti, meski masih merasa tidak yakin. Entah mungkin rasa tidak sabar dalam hatinya yang membuat Kyuhyun terus-terusan merasa was-was. Tapi kali ini ia sungguh-sungguh merasa janggal. Kyuhyun jadi teringat pada gerombolan pelayan yang tadi berkerumun di depan kamarnya.

Apa yang mereka lakukan?

Kyuhyun mendongak memandangi langit-langit lorong sembari termenung. Rasanya ia familiar dengan kejadian seperti ini. Meski tidak terlalu sama. Tapi rasanya dulu sekali… Ini pernah terjadi. Kalau tidak salah sebelum ia menandai istrinya dulu, banyak pelayan yang mencuri-curi kesempatan untuk mendekati istrinya. Bahkan kakak-kakak perempuan dan saudara iparnya juga melakukan itu. Meski tidak ada kejadian fatal yang terjadi, namun Kyuhyun ingat. Istrinya mengatakan sesuatu saat itu. Tentang kemungkinan para pelayan dan saudara-saudara Kyuhyun melakukan hal-hal aneh itu karena istrinya berasal dari ras manusia. Dan hasrat hewani kaum di tanah ini secara refleks mengendus bau mangsa yang menguar dari tubuh Bora. Karena Kyuhyun sendiri tidak merasakannya, ia masih tidak mengerti tentang permasalahan itu sampai sekarang.

Apa hal itu juga berlaku pada Snowelf?

Pertanyaan itu tiba-tiba muncul dalam benak Kyuhyun dan seketika…

Kyuhyun mendelik sadar.

“Oh, sial.” desis Kyuhyun sembari berbalik. Tanpa ba-bi-bu lagi, Kyuhyun menendang pintu kamarnya hingga benda malang itu mendobrak terbuka.

Tabib Hong tersentak karena keributan yang dibuat Kyuhyun dan segera berhenti dari aktivitas yang dilakukannya sejak tadi. Namun terlambat, Kyuhyun terlanjur melihatnya. Saat tabib Hong mengulum telapak tangan Sungmin lamat-lamat dari ujung jarinya hingga ke pangkal lengan, mengecap dan mendesah nikmat…

Rasanya Kyuhyun sudah lupa kapan terakhir kali ia merasakan amarah. Tapi begitu ia tersadar, tubuh tabib Hong sudah melayang menghantam dinding. Lalu tabib paruh baya itu tersungkur ke lantai. Napas Kyuhyun menderu mengingat bagaimana bayangan yang baru saja disaksikannya tadi. Tabib tua ini menjilati tangan mungil Sungmin seolah bersiap untuk melahapnya kapan saja…

“Beraninya kau!” raung Kyuhyun berang, ia mengangkat tubuh tambun itu tinggi-tinggi dengan satu tangan. Kalau ia mau, tubuh gendut ini bisa dengan mudahnya ia cabik dan potong hanya dengan kuku dan giginya.

“Ampun tuanku, ampun! Hamba pantas mati tuanku!” pekik tabib Hong ketakutan, suaranya tercekat karena kerah bajunya dicengkeram begitu erat. Kakinya hanya melayang-layang tanpa mampu menyentuh lantai. Sesaat, tabib tua itu merasa mautnya sudah berada di ujung kepala. Melihat mata merah dan ekspresi geram yang tak pernah ada di wajah pangeran Kyuhyun. Tabib Hong sudah berkomat-kamit untuk menjemput kematiannya. Namun tiba-tiba tubuhnya melayang lagi, kali ini membentur pintu.

“Aaaah!” tabib Hong meringkuk, merintih kesakitan. Ia yakin sekali tulang punggung dan lengannya patah beberapa. Namun hal itu tidak terlalu penting sekarang.

“Pergi dari sini. Hukumanmu menyusul nanti.” Seru Kyuhyun sembari menendang tubuh itu tanpa ampun, meski ini masih jauh lebih baik karena Kyuhyun sudah menahan amarahnya seminim mungkin.

Meski Kyuhyun sudah muak dan menginginkan sosok tambun itu segera lenyap dari pandangannya, namun tentu tabib Hong tidak bisa pergi begitu saja. Untuk bergerak pun ia kesulitan.

Kyuhyun mendengus lalu menunjuk dua pemuda kembar yang sejak tadi berdiri ketakutan tanpa berani membantu majikan mereka.

“Kau. Bawa dia pergi dari sini,” tunjuk Kyuhyun pada salah satunya. “Dan kau. Bawakan aku air hangat dan kain. CEPAT!”

Keduanya membungkuk patuh, lalu dengan gugup menggerakkan tubuh mereka yang gemetaran untuk segera melaksanakan perintah Kyuhyun.

“Sial,” umpat Kyuhyun lagi. Ia berbalik untuk mengecek seluruh bagian tubuh Sungmin. Tidak ada yang menghilang kecuali telapak tangan kanannya yang basah oleh liur tabib Hong. Kyuhyun mendengus jijik begitu hidungnya mengendus aroma liur di tangan mungil itu.

“Kau benar-benar tidak bisa ditinggal sedirian, bocah.” cibirnya sembari merendam telapak tangan Sungmin ke dalam teko yang terisi penuh air. Meski terus mendengus dan mencibir, Kyuhyun dengan telaten membasuh telapak tangan Sungmin. Membersihkannya hingga aroma tak sedap tadi benar-benar tak terendus lagi.

“T-tuanku…”

Kyuhyun mendongak. Pemuda yang diperintahnya tadi benar-benar kembali dengan cepat. Membawa sebaskom air hangat dan kain bersih, berdiri di depan pintu dengan kaki yang gemetaran. Baju lusuhnya basah di bagian perut, Kyuhyun yakin pemuda ini berlari-lari sambil membawa baskom air yang ditumpukan ke tubuhnya.

Kyuhyun terkekeh, merasa iba pada pemuda yang tidak tahu apa-apa dan harus melihat dirinya dalam mode murka. “Sudah pergi sana.” ujarnya dengan senyum tipis yang dibalas dengan bungkukan dalam oleh pemuda tadi.

Setelah pemuda itu pergi, Kyuhyun menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam meski hal itu tidak terlalu berpengaruh. Kunci pintu kamar ini sudah rusak karena dobrakan kakinya tadi. Namun Kyuhyun tetap iseng meletakkan kursi ke belakang pintu, meski sesungguhnya ia yakin tidak akan ada seorangpun yang masuk. Termasuk ayahnya.

Tapi Kyuhyun hanya ingin memastikan tidak ada seorangpun yang akan masuk kemari, karena ia akan malu sekali jika orang lain melihat hal macam apa yang akan dilakukannya nanti—

Kyuhyun meletakkan baskom air itu di bawah ranjang. Lalu pangeran bermata coklat itu menanggalkan pakaiannya hingga ia duduk disana dengan bertelanjang dada. Matanya tak lepas memandangi Sungmin yang entah kenapa sama sekali tidak terbangun setelah keributan tadi. Mungki bocah ini benar-benar demam parah sampai-sampai ia tidak mendengar kerusuhan yang begitu memekakkan telinga. Bocah ini benar-benar sakit tapi Kyuhyun juga sudah tidak percaya lagi untuk menyerahkan bocah ini pada tabib manapun juga.

Tidak ada cara lain. Kyuhyun menelan ludah. Ia melepas satu demi satu pengait baju Sungmin dari yang terbawah. Perlahan-lahan kulit perut yang putih mulus itu terekspos. Hingga seluruh pakaian atas Sungmin tanggal dan kini mereka berdua sama-sama bertelanjang dada. Bedanya… Tubuh Kyuhyun jauh lebih berbentuk daripada tubuh Sungmin yang dengan jelas menunjukkan bahwa bocah itu memang masih anak-anak. Mulus, putih, dan ramping.

Kyuhyun menggeleng dengan mata terpejam. Tidak percaya pada apa yang baru saja melitas di kepalanya. Ia terpaksa melakukan ini. Ya, Kyuhyuh hanya terpaksa. Tidak ada niat buruk lain.

“Aku terpaksa melakukannya. Kau yang berhutang padaku, bocah.” Kyuhyun membela dirinya sendiri.

Kyuhyun memeras kain yang kini basah oleh air hangat, lalu diusapnya lembut kening Sungmin dengan kain itu. “Biar kuanggap ini sebagai kesempatan bagiku merasakan seperti apa rasanya mengurus putriku yang sudah tiada.” lirih Kyuhyun dalam hati.

Kyuhyun melipat kain itu dan meletakkannya di atas kening Sungmin. Hanya hal-hal seperti ini yang ia ketahui tentang bagaimana caranya menangani demam. Ini pun ia pelajari dari mendiang istrinya…

Bora…

Kyuhyun tersenyum sedih, ia membaringkan tubuhnya tepat di sisi Sungmin. Dengan gugup Kyuhyun beringsut mendekat dan meraih tubuh kecil itu ke dalam pelukannya. Lalu perlahan-lahan, Kyuhyun mendekap Sungmin makin erat. Mempertemukan dada bidangnya dengan punggung telanjang Sungmin yang panas karena demam. Kyuhyun mendesis lalu memejamkan matanya.

“Untung kau laki-laki, kalau putriku sendiri mana bisa begini…” cibirnya lagi seraya menahan kain pengompres agar tetap menempel di kening Sungmin.


.

.

.

oOoOoOo

tebeseeeeeh!

oOoOoOo

.

.

.


 

 

31 thoughts on “Cursed Crown | Chapter 2

  1. Ayu Fitria II says:

    Aku udh Baca juga di FFn…
    Baca di blog juga ahhh ehehehhehe
    Omigat….. Getar getaran cinta kyuhyun ke Sungmin udh mulai terasa ulalaaaaaa~
    Istri dan anak kyuhyun meninggal karna apa yaaa? Ahh makin pernasaran, lanjuttt yaaaa u,u

  2. ryys says:

    O.O aku liat loo kyuu😛
    umin saking ketakutannya mpe kyk gitu /hugumin
    cepet sembuh yaa kan uda dirawat sama dr. kyu🙂
    lanjuttt

  3. ??? says:

    Hei kamu.. Aku salut sama kamu. Kamu salah satu author ter-konsisten, yg karya-nya pernah aku baca. FF2 kamu tuh khas bgt gaya-nya. Awal cerita (chapter 1-2) langsung masuk permukaan konflik. Chapter berikutnya baru pengenalan tokoh pembantu, sekaligus cerita sampingan.
    Menurut aku, sebenernya kalo untuk cerita multi chapter, konflik itu paling ga ada di pertengahan cerita. Biar ga bingung mau ngebahas apa di tengah2 cerita. Kan kalo kamu udah keluarin konfliknya di awal cerita, kesannya dari tengah sampe ke akhir cerita cuma ngulur waktu aja.
    Tapi ya, terserah kamu juga sih, karya2 kamu. Ya ga..?? Hehehe.. Cuma saran aja sih, tapi review seperti ini bukan yang kamu butuhkan..?
    Thx🙂

  4. Yool LeeMinmin says:

    Suka banget sama karakter Kyuhyun disini, keras tapi penuh perhatian. Lucu banget waktu Kangin ngerjain anaknya sendiri dan bodohnya Kyuhyun percaya, ah bilang aja udah mulai suka sama Sungmin. Bener kata Kangin, ngapain maluuuuu~😀

    Sungmin sakit, Kyuhyun heboh, wajarlah ya namanya juga cintah hihihihi~ entar Sungmin kenapa-kenapa kan Kyuhyun juga yang bakalan sidih.

    Kangin kok baik banget ke Sungmin ya, sampe segitunya. Kayaknya emang niat banget Sungmin jadi menantunya #pasang janur kuning sama tenda #nikahin Kyumin

  5. Fast update beneran XDDD dan serunya astaganaga😄
    Aku nggak napas bacanya, melotot terus dari awal sampai akhir (dan skg mata terasa buram hiks)

    Kyu sudah merasakan sesuatu kpd Ming heum? *kedip kedip mata* suka banget deh sama kepanikan Kyu wkt Kangin bilang saudara2nya menyapa Ming😄
    Jujur aja, aku kurang suka sama saudara2 Kyu -_- mereka menganggap Ming gimana gitu Dx

    Waktu baca di bagian tabib Hong, mataku benar2 melotot lebar. Untung, just in time, beberapa detik sebelum tabib Hong melakukan sesuatu yang melukai uri Ming Dx

    Ming bertelinga seperti manusia, itukah yang membuat Sungmin di’buang’ atau ‘diberikan’ pd Radourland?

    Pingin deh cepat2 Kyu menandai Sungmin supaya Sungmin nggak dalam bahaya lagi T.T

    Kyu merawat Sungmin~! Hyaaaaa XDDD cara yang dipakai Kyuhyun apa benar bisa menyembuhkan demam Sungmin? O,o
    Semoga berhasil dan Kyu cepat luluh pada Sungmin T.T

    Miina-eonni dan dndthechat-eonni… selalu kutunggu kelanjutan dari fic ini ^^ Hwaiting😀

  6. JihanVY says:

    Wah… Keren bgt thor:)
    Jdi gk sbar nungguin chapter slanjutnya,
    Usahain jgn lma2 chapter slanjutnya ya thor:D

  7. vyan says:

    kyaaaaaa…. seneng bgt d ama karakternya kyu yg perhatian bgt…
    umin sbnrnya bangsa manusia apa peri c???
    kl manusia ko bs tersesat di dunia peri?
    kl peri ko ga runcing kupingnya…
    kanginnya lc bgt c… segt sygnya ama kyu hehehehe
    lnjtannya dtgg bgt bgt bgt… hehehehe

  8. songhyekyung says:

    ini beneran keren.. suka sama karakternya kyuhyun oppa disini.. akag penasaran sih kisah masa lalunya kyuhyun oppa sama bora unnie.. next chapter jangan lama” ya.. ditunggu lho..

  9. lenyclouds says:

    aku udah baca sih ni ff tapi di ffn. Hehehe komen lagi disini ah… :p
    Masih banyak misteri kenapa sungmin ‘dibuang’ di negri lain? Apakah sungmin memiliki sesuatu? *gaya feni rose* lol😀

  10. lenyclouds says:

    sungmin dijilat2 sama tabib???? Tidaaaakkk!!! Untung kyuhyun langsung bertindak tegas!
    Sungmin sakit gara2 ketakutan ato gimana? Kasihan banget… Semoga kyu nggak nganggep sungmin kaya anaknya… Gara2 seumuran, tiap kali kyu liatin ming selalu keinget anaknya -.-
    Astagaaaahhh… Kyu, jangan pernah ninggalin Ming… Ntar dia dimangsa noona2 kamu gimana coba?😦

  11. kyuma0403 says:

    Ming bener2 masuk ke kandang srigala…
    ditinggal bentat aja udah mau dimakan…
    KYU harus waspada tu…
    Kyu koq nganggep ming putrinya??
    apa kyu bakalan suka ma Ming sebagai matenya??

    lanjut lanjut>>>

  12. Ahrin says:

    kyaaa, kyuhyun ganas bener yah klo.ngelihat ad org nyalitin sungmin…
    daebak, cerita.y menarik, pembawaan.y jga bgus jd gk bosan baca.y…
    lanjuuuut

  13. shanty kyuminnie arashi says:

    Karakter kyu d sni aq suka…..
    Tegas keras tp ga tegaan jg…
    Dan yg pasti dia jg dh mulai menunjukkan perhatiannya sama ming..
    Apa kyu bener2 suka sama ming ???
    Mudah2an cie iya…
    Tinggal naklukin hatinya sungmin dh….

    Itu sodara2 perempuannya kyu gtu bgt….
    Ga suka bgt sama sungmin…
    Tuh tabib berani bgt berbuat bgtu sama ming…
    Masih untung dia ga d bunuh sama kyu yg lg emosi…..

    Cuss part 3

  14. Wow_aprili says:

    putrinya kyuhyun udah meninggal toh kasiahan…
    eh si tabib tadi dari jepang ya ‘ A–ano” jadi inget lee seung gi di gu family book hehe

  15. Rhaya says:

    Kangin nya evil ya?😀
    ngejebak anak nya segala.. :3
    tu kakak2nya kyu pada ganas :3
    sungmin sakit karena stres kah??😮
    hebat buat kyu yg dengan gamblang nya, nunjukin rasa perhatian dia ke sungmin..
    Like this FF..🙂

    go to next chapter

  16. hallo.. saya reader baru disini . salam kenal kak🙂 lgi googling nyari ff eh ketemu sama ff ini jadi baca deh #curhat . ffnya bagus kak kyuhyun opaa malu malu tapi sweet jiahhh.. support bgt sama yg kangin appa lakuin buat kyumin hohoho lanjutkan kangin appa. berhubung ff ini saya liat udh sampai chap 12 jadi saya akan baca trs dan ninggalin comment #semngatbuataku -__- oh iya kak chap 1 mana ya gak ketemu. terimakasih

  17. 010132joy says:

    Owh mndiang istri kyu bora trus knapa smpe istri-anak kyu mninggal? Dimakan sma saudaranya atau sakit?
    itu tabibnya ga mikir y brani nyicipin ming ck ga takut nyawanya melayang? Makan aja yg dpikirin dasar gendut
    kyu biar acuh tp tetep kasih prhatian sma ming biar pake dalih mndiang anaknya tp kyanya emang kyu udah punya rsa ke ming cuma ga sdar aja hehe
    Smua noonanya kyu ga suka ming sih ntar jd ancaman buat ming
    lanjut chap …

  18. Tabib nya cari kesempatan banget yaa,gak takut resikonya apa. Itu abang kyu kok co cuittzz banget. Iih iri deh. Oke aku lanjut baca yaa min

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s