Cursed Crown | Chapter 3

Sungmin mengerang tak senang, merasakan gerah dan panas mendekap tubuh lelahnya. Bocah itu ingin melanjutkan tidurnya, ia masih mengantuk sebenarnya. Namun gerah ini sudah keterlaluan dan rasanya Sungmin ingin berteriak-teriak memanggil pelayan untuk membawakan air dingin. Ia sempat menggeliat. Kesana, dan kemari. Berusaha kabur dari suhu panas yang terasa begitu melekat di sekujur tubuhnya. Namun anehnya ia tidak bisa bergerak kemanapun. Sesuatu seakan menguncinya untuk tetap berbaring miring di atas tempat tidur. Dan hal itu menimbulkan rasa penasaran Sungmin. Lebih anehnya lagi, hawa panas ini menimbulkan suara. Suara yang persis sama seperti dengkuran Siwon-hyung. Sungmin makin merasa risih terlebih saat hembus panas itu menerpa keningnya lagi. Bocah belia itu dengan cepat membuka matanya. Ia melotot melihat dua tangan mendekap perutnya.

“HUWAAAAAA!”

Kyuhyun berjengit dan spontan terbangun dari tidur nyenyaknya. Butuh beberapa saat untuknya mengumpulkan segenap kesadaran, Kyuhyun baru mengingat kejadian semalam begitu ia merasakan pemberontakan. Tunggu, ini bukan sekedar pemberontakan. Bocah ini bahkan menjerit-jerit seperti kesetanan, jeritan melengkingnya memang membantu Kyuhyun sadar dengan cepat, tapi teriakan yang menyakiti telinga itu membuat Kyuhyun merasa kesal.

“HUWAAAAAAAA! AAAAAAA!” Sungmin berteriak dan mengguncang-guncang tangan yang memeluk perutnya, meminta untuk di lepaskan namun Kyuhyun justru mendekap punggung telanjang remaja itu makin erat ke tubuhnya.

“Y-yah! Ada apa? Sudah kubilang aku tidak akan memakanmu, kan!”

“LEPASKAN AKU AHJUSSI! PANAS TAHU! PANAS!” protes Sungmin setengah berteriak. Ia menendang-nendang kaki Kyuhyun dan begitu sadar hal itu tidak berefek apapun, Sungmin beralih ke tangan Kyuhyun yang melingkar di perutnya dan menggigit daging berbulu itu sekuat tenaga.

“ARGH!” Kyuhyun memekik kesakitan dan refleks mendorong tubuh Sungmin menjauh. Ia meringis dan memencet bekas gigitan Sungmin dengan darah yang mulai merembes. Kyuhyun mengeram rendah, mulai merasa kesal terlebih saat bocah Snowelf itu malah berkacak pinggang di hadapannya.

“Ahjussi kenapa tidur di kamarku! Cepat turun dari sana!” titah Sungmin sembari memelototkan matanya, sebisa mungkin terlihat galak.

Kyuhyun melongo mendengarnya, tiba-tiba merasa shock melihat Sungmin mendengus dengan begitu berani ke arahnya. Bocah itu bahkan meninggikan nada bicaranya. Dan tunggu! Bukankah baru saja bocah ini membentaknya? Kyuhyun mendelik murka. Tidak pernah ada satu orangpun membentak Cho Kyuhyun selama empat puluh tahun masa hidupnya! Tidak seorangpun bahkan ayahnya sendiri.

“Kau pikir ini kamar siapa, bocah?” Kyuhyun duduk tegap dan balas menantang Sungmin dengan seringai di wajahnya.

“Ini kamarku! Pelayan tidak boleh tidur di dalam kamarku!”

Kyuhyun makin mendelik, “KAU SEBUT AKU APA?!”

“Pelayan! Kalau berisik terus nanti kupotong lidahmu!”

Kyuhyun tercekat, tidak bisa menjawab sentakan kurang ajar itu. Ia terlalu terkejut mendengar kalimat kasar itu meluncur dengan mudahnya dari bibir mungil nan merah Sungmin. Oh, sampai tadi malam ia masih menganggap kalau bocah ini adalah makhluk yang perlu ia lindungi. Makhluk manis berwajah cantik yang akan menangis tiap seseorang bermaksud mendekatinya. Kyuhyun bahkan menyamakan bocah sial ini dengan putrinya, sekarang Kyuhyun akan mencabut ucapannya kemarin.

“C-cepat turun!” gertak Sungmin meski suaranya sendiri sedikit bergetar. Sungmin merengut sebal, sesungguhnya merasa takut namun sebisa mungkin ia menutupinya dengan berkacak pinggang. Sesaat Sungmin teringat dengan makian yang pernah terlontar dari bibir ayahnya, putra raja tidak seharusnya cengeng. Mungkin karena sikap cengeng dan keadaan fisiknya yang seringkali jatuh sakit, ayahanda memutuskan untuk membuangnya ke rumah monster. Tapi mungkin kalau Sungmin bisa menahan tangis dan menjadi pangeran yang keren seperti Siwon-hyung, ayahnya akan mengubah keputusan dan membawanya kembali ke Hviturland.

“L-lihat apa ahjussi!” sentak Sungmin galak saat Kyuhyun terus memandangnya tajam. Bocah itu hanya mundur dua langkah, tapi ia tidak akan menangis. Walaupun matanya terasa panas, Sungmin menahannya mati-matian. Sudah cukup kemarin saja monster-monster di kerajaan ini menganggapnya sebagai pangeran yang cengeng.

“Hah. Harusnya kubiarkan saja kau mati karena demam semalam.” Gumam Kyuhyun lebih pada dirinya sendiri.

Melihat Kyuhyun yang hanya diam memandanginya, akhirnya Sungmin merasa kesal sendiri. Bagaimanapun caranya ia harus membuat ahjussi ini keluar dari kamar. “Kenapa masih duduk disana! Cepat bangun dan ambilkan makanan untukku!”

Kyuhyun mendengus, ingin sekali mengiris telinga cantik remaja ini. Tapi tentu Kyuhyun tidak ingin ayahnya kecewa, sepotong telinga bisa membuat kerajaannya berperang dengan Hviturland.

“Makan saja apa yang ada di meja.” Tunjuk Kyuhyun dengan dagunya.

Sungmin mengikuti arah yang ditunjuk Kyuhyun, ia melotot melihat bertumpuk-tumpuk makanan tergeletak di atas meja, beberapa berserakan di atas lantai. Tidak bisa, pokoknya ahjussi ini harus pergi! Lagipula berani sekali orang ini menyuruhnya memakan makanan yang berantakan itu?

“A-aku mau makanan baru yang hangat! Cepat ahjussi, bawakan untukku atau aku tidak mau makan dan sakit lambungku kumat, lalu aku bisa mati disini! Cepat ahjussi!” Sungmin berusaha terdengar sepanik mungkin. Tapi Kyuhyun malah terkekeh mendengarnya, pangeran Werewolf itu menyeringai dengan wajah mengejek.

“Matilah…” ujar Kyuhyun sekenanya.

Wajah Sungmin memucat mendengar ucapan Kyuhyun. Ia menunduk, tidak bisa menahan buncahan di dalam dadanya lebih lama. Bibir bawahnya bergetar dan kedua tangannya mengepal. Melihat pemandangan itu lama-lama Kyuhyun merasa tidak tahan.

“Aye! Aye! Aye! Kuambilkan makanan hangat untukmu. Diam disitu atau kau yang akan kumakan.” Kyuhyun mengalah dan melangkah keluar, toh ayahnya tidak akan suka kalau Kyuhyun sampai ketahuan membuat bocah Snowelf ini menangis. Dan Kyuhyun juga tidak tahan mendengar tangisannya.

Kyuhyun sempat melihat bocah itu gemetaran saat ia menutup pintu kamar. Ah, sepertinya ia salah bicara. Tapi sesekali, bocah kurang ajar seperti Sungmin harus digertak sedikit.

Sampai di dapur, Kyuhyun baru sadar merasa direpotkan. Seumur-umur baru hari ini ia pergi mengambilkan makanan untuk orang lain, dengan di perintah lebih tepatnya.

“Bawakan makanan itu sampai ke depan kamarku.” seru Kyuhyun pada pelayan yang sejak tadi mondar-mandir menuruti permintaannya. Kyuhyun sendiri bingung kenapa ia harus repot-repot memilihkan makanan untuk Sungmin. Padahal ada banyak pelayan yang bisa menyiapkan sarapan tanpa harus pusing-pusing memikirkan selera lidah peri. Tapi yasudahlah, Kyuhyun hanya berdumal dalam hati dan melangkah kembali ke kamarnya. Seorang pelayan mengekor di belakang Kyuhyun dan mulai bertanya-tanya, kenapa Pangeran Tunggal yang berwatak keras itu mau berjalan jauh-jauh dari kamar ke dapur lalu kembali lagi ke kamarnya.

“Disini saja,” Kyuhyun menahan langkah pelayan di belakangnya sebelum mencapai pintu kamar. “Sekarang pergilah. Lanjutkan pekerjaanmu.”

“Ye, Yang Mulia.” pelayan itu membungkuk dan segera melaksanakan perintah Kyuhyun, kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat terputus.

Kyuhyun menahan nampan makanan itu di tangan kirinya, ia membuka pintu kamarnya yang rusak dan mendesah saat bongkahan kayu itu justru jatuh menghantam lantai. Pintu itu lebih tepat disebut gantungan kamar. Kyuhyun bahkan merusaknya hanya dengan dua jari. Diam-diam Kyuhyun mencatat dalam kepala untuk menyuruh orang memperbaiki benda ini nanti, lebih bagus lagi kalau pintunya diganti dengan baja.

“Sungmin-ah.” panggil Kyuhyun sembari melangkah masuk, keningnya mengerut tatkala suasana sepi itu menyambutnya. Kyuhyun meletakkan nampan berisi makanan hangat itu di atas meja, lalu ia memutar pandangan, mencari-cari sosok Sungmin di setiap sudut kamar bahkan hingga ke kolong tempat tidur. Namun Sungmin tidak berada di manapun, jendela yang terbuka seakan menjawab kebingungan Kyuhyun.

“Cih.” Kyuhyun mengumpat, ia menengok keadaan di luar melalui jendela. Sepatu kecil tergeletak di atas rumput tanpa pasangannya, Kyuhyun langsung mengenalinya sebagai milik Sungmin. Meski Kyuhyun sedikit bertanya-tanya bagaimana caranya bocah pendek itu bisa memanjat jendela yang ia yakin kalau Sungmin memang keluar melalui jendela. Dan dimanapun bocah itu berada sekarang, berjalan keluar sendirian dengan bau tubuhnya yang menggoda itu…

Kyuhyun tidak ingin bertanggung jawab lebih dari ini.

“Bocah tengik.” umpat Kyuhyun sembari ikut melompat dari jendela.

oOoOoOo

.

.

.

oOoOoOo

“Makan tuh sandalku, ahjussi sialan!” maki Sungmin dengan suara pelan.

Setelah membuang sandalnya keluar jendela, ia mengendap-endap keluar kamar melalui pintu. Beberapa kali Sungmin nyaris berpapasan dengan penghuni istana, tapi beruntung ada banyak pot tanaman besar yang tentu cukup untuk menutupi tubuhnya. Sungmin bahkan menahan napasnya saat beberapa kali ada pelayan yang menengok kesana kemari, seakan menyadari kehadirannya dan nyaris menemukannya!

“Haaah!” Sungmin menghela napas panjang, begitu lega saat kakinya sudah menapak keluar istana. Sinar matahari yang terik menyambutnya dan dengan senang hati Sungmin melangkah menyambut kebebasan. Meski kebebasan itu terasa sedikit jauh.

Sungmin harus menahan suara dan mengendap di bawah dinding, di balik tanaman-tanaman di taman untuk bersembunyi dari puluhan tukang kebun dan penjaga. Sungmin juga merangkak hingga baju kesayangannya ini kotor dari pinggang hingga ke kaki.

“Huh.” keluh Sungmin saat melihat noda di dekat bahunya. Begitu mencapai tempat yang rindang dan dipenuhi pepohonan, Sungmin menghentikan perjalanannya dan beristirahat sejenak. Sudah satu jam Sungmin merayap dan tidak sekalipun ia menemukan gerbang atau minimal pintu kecil sebagai jalan keluar. Sungmin mulai mengeluhkan besarnya istana yang membuat kakinya terasa keram. Tapi ia tidak bisa berhenti di sana, selesai memijat kedua kaki dan tangannya, Sungmin kembali merayap di bawah dinding. Lama-kelamaan makin tidak peduli dengan dahan pohon yang melukai lengan dan mengotori bajunya.

Sungmin terkikik senang saat ia merasa melihat sebuah gerbang kecil dari sela-sela dedaunan. Semakin dekat, ia semakin yakin kalau yang dilihatnya itu memang pintu keluar.

“Yeah!” Sungmin berdiri dan memekik girang melihat pintu itu. Tanpa mempedulikan sekitarnya, Pangeran Snowelf itu langsung saja berlari meraih kebebasannya, meski lagi-lagi Sungmin harus kecewa karena gerbang itu dirantai dan terkunci.

Sungmin merengut, memukul-mukul gembok pintu itu hingga menimbulkan bunyi gemercing yang sedikit rusuh. Sungmin tidak menyadarinya sama sekali, perbuatannya itu mengusik penjaga gerbang yang tengah tertidur tak jauh dari sana.

Sungmin menarik napas dalam-dalam, lalu mengangguk yakin. ‘Tidak, gerbang ini tidak terlalu tinggi untuk didaki.’ Ujarnya menyemangati diri sendiri.

Sungmin baru memasang satu kakinya untuk memanjat, saat bayangan besar menutupi tubuhnya hingga keluar gerbang. Bayangan aneh yang berasal tepat dari belakangnya. Makluk setinggi lima kaki, bersayap, berkepala tiga, dan tentu saja… siap mengoyak tubuh kecil Sungmin hingga ke tulang dan dagingnya.

oOoOoOo

.

.

.

oOoOoOo

Kyuhyun terus berusaha mengendus jejak Sungmin, hingga insting membawanya melangkah ke istana belakang. Aroma tubuh bocah Snowelf itu terasa makin pekat, dan Kyuhyun bahkan mencium aroma ketakutan mengambang di udara.

“Oh, shit.” Kyuhyun mendelik dan mempercepat langkahnya. Oh, ia baru ingat makhluk yang dipelihara di belakang istana. Makhluk yang tentu saja tidak ramah, dan bukan sesuatu yang enak dipandang mata.

“Jangan mati dulu, bocah.” umpat Kyuhyun setengah berlari, nyaris-nyaris mengubah wujudnya menjadi serigala. Di tengah bolong begini! Itu pemborosan energi dan Kyuhyun tidak akan mengorbankan hal itu dua kali demi seorang bocah Snowelf kurang ajar! Beruntung langkah Kyuhyun sudah menapaki taman istana belakang. Tapi sialnya… Suara tangislah yang menyambut Kyuhyun sesampainya ia disana.

“Sungmin-ah?” Kyuhyun mendelik dan refleks memanggil nama itu. Suara tangis dan jerit ketakutan itu bercampur dengan auman singa dan kikikan burung. Kyuhyun sudah tidak bisa memilih lagi mana yang terdengar lebih menyebalkan. Tapi setidaknya, pemandangan yang ia lihat selanjutnya sedikit meluluhkan hati Kyuhyun.

Sungmin tersungkur di atas tanah, kakinya terluka dan darah merembes dari sana. Memar dan lecet memenuhi kedua lengan kurusnya. Mungkin luka-luka itu yang membuat si PangeranSnowelf manja ini tidak bisa beranjak kemanapun, lebih-lebih untuk lari menjauhi Chimera yang terus saja mengaum dan mengikik ke arahnya. Satu meter lagi, kalau tidak dihalangi oleh rantai baja yang mengikat kakinya, Chimera itu pasti sudah melumat habis tubuh kecil Sungmin.

“Sungmin-ah!” Kyuhyun tersentak saat makhluk berkepala tiga itu mulai berayun ke kanan dan ke kiri, itu aba-aba… Tepat sebelum kepala naga di ujung kiri mengambil alih posisi dan membuka mulutnya lebar-lebar.

“Berhenti, Kim!” seru Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah memasang badan di depan Sungmin. Tangan kanannya menghalau tinggi hingga menyentuh bawah bibir si kepala harimau. Kalaupun terlambat, hal terburuknya adalah ia harus rela mendapatkan luka bakar demi melindungi bocah Snowelf manja, atau parahnya, ia harus kehilangan satu lengannya. Namun beruntung, suara hentakan Kyuhyun menjadi sesuatu yang familiar dan membuat makhluk ganas itu membungkuk patuh. Kyuhyun mendengus kuat-kuat, berusaha mempertemukan tatapannya dengan Harimau yang berada di tengah. Ketiganya menunduk, namun saat salah satunya mendongak, Kyuhyun mengunci tatapan mereka.

Seakan membaca perintah di mata Kyuhyun, makhluk itu melangkah mundur. Sayapnya berkibas pelan lalu mengatup, sebelum ia duduk tenang seperti seekor anjing jinak di depan kandangnya.

Sungmin yang hanya bisa menyaksikan semua kejadian itu sembari menahan napas, kini tersedak dan kembali menangis tersedu-sedu. “A-ajussi! A-ahjuss—” Sungmin meratap dan tergagap, dua tangannya terulur keatas, seakan meminta satu pelukan hangat.

“Hhhh!” Kyuhyun mengeluh, meski alih-alih ia memeluk tubuh kecil itu dan mengusap punggungnya dengan lembut. “Sssh! Sudahlah, kalau kau menangis terus nanti makhluk itu bangun lagi.” Ancam Kyuhyun yang sukses membuat Sungmin bungkam, mati-matian menahan suara tangisnya dengan membekap mulut.

“Sudah kubilang jangan pergi kemanapun, kan? Ini hasilnya kalau kau tidak menurut pada ucapanku.” ujar Kyuhyun lembut. Kyuhyun hanya bisa menghela napas, Sungmin mengangguk panik dan terus menggigil dalam pelukannya. Entah mendapat bisikan darimana, Kyuhyun memutuskan untuk mengecup kening Sungmin, yang tampaknya mampu menenangkan Snowelfmuda itu.

“H-hiks!”

Kyuhyun melepas pelukan mereka meski tangan Sungmin terus menggenggam erat lengannya seakan tidak mau terpisahkan. Ia berbalik, menyodorkan punggungnya lalu berkata, “Sekarang kita kembali ke kamar, dan jangan berbuat nakal lagi.”

Sungmin mengangguk sekenanya, tidak bisa menjawab dan hanya tergugu pelan. Suara tangis Sungmin meninggi saat ia mencoba untuk berdiri. Seluruh kakinya terasa sakit terlebih darah di bawah sana, darahnya sendiri, membuat Sungmin menggigil makin panik. Tubuhnya terhuyung ke depan, tepat menyambar punggung Kyuhyun yang dengan sigap menangkapnya dan menggendongnya kembali ke dalam istana.

Eomma…”

Kyuhyun menghela napas. Bocah itu menangis di balik punggungnya dan mulai meratap memanggil ibunya yang berada jauh di Hviturland. Kyuhyun tidak ingin meladeninya, karena siapa yang tahu, kalau ia salah bicara sedikit, suara tangis bocah itu bisa naik beberapa oktaf dan Kyuhyun sungguh-sungguh tidak menginginkannya.

“Duduk disini.” ujar Kyuhyun sembari menggiring Sungmin untuk duduk di atas kursi. Bocah Snowelf itu menurut kali ini, ia duduk patuh meski diselingi isak tangis.

“A-aku ingin pulang ah-ahjussi.” Sungmin mengucek matanya yang basah, mulai lelah menangis, namun jawaban Kyuhyun selanjutnya justru membuatnya menangis lebih kencang daripada tadi.

“Tidak boleh.”

“HUEEEE! AKU INGIN PULANG, EOMMAAAA!”

Kyuhyun berdecak, lalu menggeleng memutuskan untuk mengabaikan Sungmin. Toh kalau lelah bocah ini akan diam dengan sendirinya.

“Yah! Yah! Makan dulu, lanjutkan lagi tangisanmu itu nanti.”

Ratapan Sungmin berubah menjadi isak pelan saat Kyuhyun menyodorkan senampan makanan hangat di depannya. Bocah Snowelf itu berkedip lugu dan bernapas tersendat-sendat, ia mendongak menatap Kyuhyun lalu menunduk menatap makanan yang tampak begitu lezat.

“Kau bisa makan sendiri, kan?” tanya Kyuhyun setengah menuduh. Oh, jangan bilang kalau pangeran manja ini juga harus disuapi. Kyuhyun menyerah karena seumur hidup ia belum pernah menyuapi makhluk apapun kecuali monster-monster peliharaannya.

Beruntungnya, Sungmin mengangguk dan meraih sendoknya dengan lemah. Bocah itu mulai menyuap makanan ke dalam mulutnya, isakan kecil masih terdengar sesekali, diantara kunyahan dan tegukan air.

Kyuhyun hanya bisa memperhatikan pangeran kecil itu hingga semua makanan di atas nampan habis dilahapnya. Hanya satu piring yang tidak disentuh Sungmin, piring yang berisi sayur-sayuran tumis dan salad. Kening Kyuhyun mengerut heran.

“Kenapa sayurnya tidak dimakan?” Bukannya Peri suka makan tumbuhan? Tapi Kyuhyun tidak melontarkan pertanyaan terakhir, itu terlalu rasis dan stereotype.

Sungmin mengendikkan bahunya, lalu kembali mengucek matanya yang sembab dan mulai terasa gatal. “Tidak suka.” jawabnya singkat.

Kyuhyun mendengus. Bocah manja. “Habiskan sayuranmu, bocah!” seru Kyuhyun memaksa. Sungmin tersentak dan matanya kembali berkaca-kaca.

“Tidak mau! Aku mau pulang, hueeee!”

“Aish! Lagi!” Kyuhyun mengeluh kesal. Kini setelah makan dan mengisi energinya, suara tangis Sungmin makin kuat dan memekakkan telinga. Wajah Kyuhyun mengerut masam, dan makin masam lagi saat nada penuh perintah terlontar dari bibir merah Sungmin.

“Antarkan aku pulang ahjussi bodoh, sekarang!”

“Pulang saja sendiri dengan menunggang Chimera!” sentak Kyuhyun kesal, dan sukses membuat tangis Sungmin berubah menjadi raungan.

“Yah! Y-yah!” rasanya Kyuhyun ingin membekap mulut itu, tapi Kyuhyun menahan hasratnya. Sebelah tangannya bisa membunuh pangeran Snowelf ini, dan Kyuhyun tidak menginginkannya. Tapi Kyuhyun jauh lebih tidak menginginkan suara tangisan ada di dalam kamarnya. “Diam, Sungmin-ah!”

Oh tidak. Itu justru membuat Sungmin meratap makin ekstrim dan mulai memukuli Kyuhyun dengan tangan kecil dan kedua kakinya.

“Antarkan aku pulang! Antarkan aku pulang! Pulang! Pulang! Pulang!”

“Y-yah! Yah! Berhenti bocah sial!” pekik Kyuhyun, kesulitan untuk menghindari pukulan Sungmin sekaligus menahan hasratnya untuk tidak menghantam tubuh kecil itu secara bersamaan. “Baiklah! Baiklah! Aku akan mengantarmu pulang! Kalau Raja mengizinkannya!” akhirnya Kyuhyun mengalah sembari melindungi kepalanya dari pukulan Sungmin yang entah sejak kapan sudah berdiri di atas kursi dan menyejajarkan tinggi mereka.

Sungmin berhenti memukul, tangisnya sedikit mereda saat bocah itu menggigit bibir dengan mata yang masih sembab berkaca-kaca. “B-benarkah, ahjussi?”

“Ya! Ya! Kalau Raja mengizinkannya!” Kyuhyun melempar masalah ini untuk ayahnya, ia sudah lelah meladeni permintaan pulang Sungmin. Ia juga takut salah bicara karena itu biarkan saja Raja yang memutuskan.

Tapi sepertinya bagi Sungmin, jawaban Kyuhyun seakan sudah mutlak akan terjadi. Ia bahkan sudah mengingat jawaban itu sebagai sebuah janji. “B-benarkah? H-hiks. H-HUEEEE AHJUSSIII!”

Kyuhyun tersentak kaget saat tiba-tiba Sungmin menghambur memeluknya. Kyuhyun mengumpat dalam hati meski tangannya bergerak lembut mengusap kepala Sungmin.

Bocah tengik.’

oOoOoOo

.

.

.

oOoOoOo

“Y-Youngwoon-ah…” Permaisuri cantik itu mendesah pelah, membisikkan nama asli sang raja Radourland saat bibir nakal raja itu mengecup daerah sensitif di sekitar lehernya. Pakaiannya yang tebal itu sudah cukup berantakan karena tangan yang menggerayangi tubuhnya.

Kangin tersenyum kepada lelaki berkulit pucat itu sebelum mengecup bibir merahnya perlahan.

“Appa, aku masuk!” Sang permaisuri tersentak kaget begitu pintu bangunan pribadi raja terbuka kasar, tapi Kangin tidak. Kyuhyun berdiri di depan ruangan itu dengan angkuh. Cukup kaget melihat adegan yang sedikit intim antara ayahnya dan permaisuri kedua itu.

“Appa, aku ingin bicara.” Katanya sembari mendengus jijik dan menutup pintu itu dari luar. Kangin hanya menghela napas melihat tingkah putranya, sedangkan permaisurinya sibuk membenahi pakaian. Raja Radourland itu mengecup permaisurinya sekali lagi sebelum pamit dan melangkah keluar.

“Jadi, apa yang mengganggu hati Putra Mahkota kerajaanku ini sampai ia datang menemuiku? Sungmin sudah sembuh, kah?”

Kyuhyun memasang tampang jijik mendengar pertanyaan ayahnya. Memang dia hampir tidak pernah datang ke tempat ini lagi sejak Ibu mereka meninggal. Kalau bukan karena Sungmin, dia tidak akan menginjak tempat ini seperti sekarang.

Lagipula untuk apa dia kesini?

Untuk melihat ayahnya bercumbu ria dengan permaisuri barunya seperti tadi? HAH!

“Terlalu sehat malah. Dia merengek terus minta pulang!” Kyuhyun mendengus sebal. “Sudahlah, Appa. Biarkan saja dia pulang. Akan kuantar sendiri dia ke Hviturland dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga mereka.” Kangin memasang ekspresi datar dan memperhatikan putra kesayangannya itu. Kyuhyun bahkan berdecih dan merasa tidak nyaman saat Kangin tidak berkata apa-apa dan hanya memandangi wajahnya saja.

Cih… harusnya aku tidak usah kesini saja. Sudah pasti akan begini…’ gerutunya dalam hati.

“Kyuhyun-ah, apa kau sadar dengan ucapanmu itu?” Kangin berbisik pelan dan melipat kedua tangannya di depan dada. Tentu Kangin tidak akan murka, karena ia mengenal putranya dengan begitu baik. Kangin yakin bahwa Kyuhyun tidak sepenuhnya serius dan tahu betul konsekuensi dari perbuatannya kalau mereka sampai sungguh-sungguh memulangkan Pangeran Snowelf itu.

“Aish! Kalau begitu berikan saja dia kepada orang lain, Appa! Aku tidak punya waktu untuk mengurusi bocah tengik sepertinya!” omel Kyuhyun yang separuhnya merasa kecewa. Mengembalikan calon mate tanpa alasan apapun adalah penghinaan bagi keluarga yang bersangkutan. Oke—Kyuhyun sebenarnya punya segudang alasan, yang pasti akan bisa diterima kedua belah pihak. Kangin yang sudah bisa menduganya hanya terkekeh ringan.

“Memangnya apa yang kau sibukkan setiap hari? Berlatih perang? Membantu pekerjaan kerajaan? Membantu menteri-menteriku?” Sang raja terkekeh geli menyindir putranya yang sedang memandang wajah ayahnya dengan kesal dan malu.

“Baiklah, baiklah! Aku memang tidak sibuk, tapi aku tidak mau dijodohkan dengan bocah itu, Appa! Rasanya bukan seperti memiliki pasangan, malah jadi pengasuh anak! Aku bukan lelaki mesum yang menyukai anak-anak, Appa. Apalagi bocah seperti dia—manja, cengeng, angkuh, tidak sopan… Appa tahu? Dia memanggilku pelayan tadi pagi!”

Bukannya kaget, Kangin malah tertawa.

“Kau benar, Kyu. Dia terdengar sehat bagiku.”

“Lalu dia kabur saat aku pergi ke dapur. Dia hampir mati dibunuh chimera karena bermaksud kabur melalui gerbang belakang!” Kyuhyun memotong bagian cerita bahwa dia diperintah Sungmin untuk mengambil makanan dan dia menurutinya. Tawa sang raja mereda menjadi senyum simpul.

“Itu karena kau tidak menandainya, Kyu. Kalau kau lakukan, Chimera tidak akan menyentuhnya. Kemanapun dia melangkah di tempat ini sangatlah berbahaya selagi dia belum ditandai. Lalu bagaimana keadaannya sekarang?”

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya dengan heran.

“Kau terdengar seperti tidak peduli pada hidupnya. Sebenarnya apa tujuanmu, Appa?” Raja itu menenggak soju di cawannya.

“Mungkin bagimu terlihat begitu, tapi aku sangat khawatir. Apalagi kau tidak kunjung memutuskan kapan akan menandainya. Dia bisa mati kapan saja, Kyu.” Kim Kangin berbohong. Sebenarnya dia tidak peduli pada bocah Snowelf itu. Tidak, sampai bocah itu benar-benar menjadi mate Kyuhyun. Sebelum itu terjadi, dia tidak begitu peduli jika terjadi perang antara Radourland dan Hviturland karena kematian bocah itu. Lagipula alasannya membawa bocah itu menjadi mate putranya hanyalah agar ia mendapatkan cucu laki-laki. Namun tidak ada orang yang perlu tahu hal ini agar tidak ada yang menyakiti bocah itu.

“Appa, kami butuh waktu. Lain halnya jika yang kau jodohkan denganku tidak memiliki masalah dengan psikologi. Lagipula kenapa harus dia? Kalaupun harus Snowelf, bukankah dia punya banyak saudara—Hyung-hyungnya yang lain?” Putra mahkota itu memperbaiki posisi duduknya. Kangin menoleh lagi ke arah Kyuhyun lalu menghembuskan napas berat.

“Kyuhyun, kau tahu kan keadaan antara Radourland dan Hviturland? Kita memang tidak bermusuhan, tapi juga tidak beraliansi. Hubungan kita dengan negeri es itu sangat kaku. Yunho sendiri sebenarnya belum mempercayai kita. Saat aku datang melamar salah satu anaknya untukmu, dia tidak memberikan pilihan lain selain Sungmin, putra bungsunya.” Raja berbadan besar itu menenggak minumannya lagi. Kyuhyun tidak berkata apa-apa karena merasa bahwa ayahnya belum selesai berbicara.

“…Sebenarnya ada rumor yang beredar bahwa putra sulung Yunho memiliki perasaan romantis terhadap Sungmin. Sepertinya banyak pelayan yang telah mengetahuinya, tapi tidak berani mengatakan apa-apa. Yunho murka saat dia memergoki sendiri kedua anaknya itu sedang berciuman.”

Mata Kyuhyun spontan terbelalak.

“APA?!” Kyuhyun sampai bingung ingin mengatakan apa.

“T-tapi! Adiknya sendiri?!” Si bungsu terbata-bata dan tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya. Bocah lugu, cengeng, dan manja itu bisa berciuman dengan hyungnya sendiri?! Tapi Kyuhyun tidak menyalahkan Sungmin. Dia malah merasa sangat marah kepada kakak yang seharusnya menjaga Sungmin, bukan mengajarkannya yang tidak-tidak!

“Selain itu, sepertinya Yunho membenci putra bungsunya da menyalahkan Sungmin atas kematian istrinya. Karena itu aku berharap dengan adanya pernikahan antara kau dan Sungmin akan memperbaiki hubungan baik antara kedua kerajaan ini.”

“Appa, kau benar-benar… Aish! Bocah itu bahkan mungkin sudah tidak perawan lagi!” Kyuhyun mendesah kesal.

“Omo? Kyu, kau cemburu?” Kangin menyeringai.

“Bukan begitu!” Lelaki berambut ikal itu membantah keras.

“Tenang saja, Kyu. Dia masih perawan. Begitu kau sudah menandainya, kau akan tahu perbedaannya. Hahahahaa!” Kangin tertawa senang sedangkan Kyuhyun mendengus lelah, wajah pangeran itu makin merona.

“Arasso, araso! Lalu aku harus bagaimana kalau dia meminta pulang?!” Dia kembali menanyakan tujuan awalnya karena dia sudah tidak tahan lagi berbicara dengan ayahnya lebih lama.

“Buat dia lengah Kyu. Karena kondisi mentalnya masih seperti anak-anak, kau harus memperlakukan dia seperti anak-anak. Ajak dia bermain, rebut hatinya dengan menjadi temannya. Buatlah dia senang. Berikan apa saja, tapi jangan turuti dia jika dia meminta pulang.”

Kyuhyun menggaruk kepalanya, bingung. Membayangkannya saja sudah merepotkan. Kangin menepuk-nepuk punggungnya. Tidak berapa lama, dia melihat istri ayahnya datang menghampiri mereka dan membawakan soju lagi. Kyuhyun membuang muka begitu lelaki itu tersenyum lembut kepadanya.

Bicara soal hal buruk, Kyuhyun harus mengakui kalau permaisuri kedua ini nyaris mendekati sempurna, dia sangat cantik dan baik hati. Senyumnya yang lembut dan keibuan itu menggelitik hati Kyuhyun, seolah mengingatkannya kepada ibunya sendiri. Tapi Kyuhyun tidak menyukai hal itu.

Dia juga tidak menyukai orang ini.

Satu hal yang membuat orang ini tampak begitu hina di matanya.

Satu hal yang membuatnya tidak bisa menerima orang ini sampai kapanpun apalagi memaafkannya.

Orang yang telah membuat ibunya jatuh sakit dan meninggal karena ayahnya yang bodoh ini mencintai orang lain tanpa mempedulikan permaisurinya sendiri—ibu anak-anaknya. Jika ada yang harus disalahkan, maka orang inilah pelakunya. Harusnya ia tidak mengganggu rumah tangga orangtuanya. Harusnya ia menjauh karena Kangin sudah menikah dan memiliki anak-anak. Memang, Kangin adalah seorang raja. Dia pasti tertarik karena tahta ayahnya sehingga tidak mau meninggalkannya. Orang ini tidak ada bedanya dengan orang-orang rendahan di luar sana.

“Aku pamit, Appa.” Kyuhyun mendengus sebal ke arah lain dan cepat-cepat berdiri sebelum permaisuri ayahnya berada terlalu dekat dengannya.

“Wait, Kyu! YAH—” Kangin hendak menghardik anaknya yang tidak sopan itu, tetapi tangan lembut yang menyentuh bahunya membuatnya berhenti dan menoleh ke arah malaikat cantiknya itu. Lelaki itu menggeleng lemah dan meletakkan nampan yang dibawanya di bawah. Ia duduk di sebelah suaminya sambil melihat ke bawah sebentar, lalu mendongak lagi, menatap suaminya dengan senyum berlesung pipi-nya yang indah dan mencoba untuk terlihat baik-baik saja. Namun permaisurinya itu tidak dapat menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca itu dari Kangin.

“Hahh… Dia masih saja seperti itu, sangat tidak sopan kepadamu.” Kangin mengomel lalu membawa tangannya untuk mengusap pipi orang yang dicintainya itu.

“Maafkan dia ne, Jungsu-ah?” Lelaki berambut cokelat gelap itu menggeleng lemah dan memegang tangan besar di pipinya itu dengan tangannya sendiri.

“Tidak. Tidak apa-apa, Youngwoon-ah…” Mata sendu itu tidak bisa menyembunyikan kesedihannya di balik senyumnya.

oOoOoOo

.

.

.

oOoOoOo

“Ahjussi! Kau bilang akan mengantarku pulang! Kau pembohong!” Sungmin merengek begitu melihat Kyuhyun datang ke kamar keesokan harinya.

“Yah, jangan panggil aku ahjussi! Panggil aku hyung!” Putra mahkota itu melipat tangannya di depan dada dengan arogan.

“Tidak mau! Kau kan sudah tua, kalau tua itu panggilnya ahjussi!” Kyuhyun mendelik kesal ke arah bocah kurang ajar itu. Tapi sesaat kemudian kekesalannya berubah menjadi tawa.

“Oh? Jadi begitu? Ya sudah. Tadinya ahjussi tua ini ingin membawamu jalan-jalan keluar, tapi ahjussi tidak mau berteman dengan bocah tidak sopan sepertimu. Di sini saja terus sampai kau bosan!” Kyuhyun berbalik arah dan melangkah santai keluar dengan wajah licik.

“Aa—T-tunggu!” Kyuhyun menyeringai menang ketika Sungmin terdengar panik dan menyuruhnya berhenti. Kyuhyun memang berhenti, tapi ia tidak berbalik. Ia masih senang memunggungi pangeran Snowelf manja itu.

“Apa lagi pangeran kecil?” Kyuhyun terkekeh tanpa suara karena Sungmin tidak bisa melihat kemenangan di wajahnya.

“M-memangnya kita mau kemana?” Tanya Sungmin dengan nada sedikit angkuh.

“Hmmm?” Kyuhyun memutar otaknya dengan cepat. Kira-kira tempat apa yang akan disukai bocah ini ya?

“Nggg…. Aku… aku tadinya ingin mengajakmu melihat-lihat kelinci di taman belakang.” Kyuhyun mengintip reaksi Sungmin dengan menoleh sedikit.

“Kelinci? Bunny?!” Kyuhyun tersenyum dalam hati melihat mata besar itu berbinar-binar penuh semangat. Sungmin melompat turun dari tempat tidur Kyuhyun dan berteriak dengan semangat.

“AKU MAUUUU!”

Kyuhyun mencibir, pura-pura jual mahal dengan membuang muka.

“Tidak mau! Ahjussi tidak mau mengajakmu. Kita kan bukan teman!” Dia membalikkan punggungnya lagi ke Sungmin.

“Ahjussiiiiiii!” Rengek Sungmin sembari menghentak-hentak kaki.

“Tidak mau.” Kyuhyun membuang muka lagi.

“Ahjuss—Hyuuuuunggg~” Rengeknya lagi, namun dengan nada merayu dan lebih manja. Kyuhyun menahan senyum dibibirnya dan menoleh sedikit.

“Apa?!” tanyanya seketus mungkin.

“Aku mau pergi ke sanaaaaaaaaaaa!” Bibir Sungmin merucut maju.

“Kau harus minta maaf dulu padaku.” Kyuhyun menantang bocah sombong itu. Sungmin terlihat tidak terima tapi tidak bisa berkata apa-apa. Dia merengek dan menggigit bibir bawahnya. Sungmin tidak suka mengatakan maaf. Maaf hanya diucapkan oleh orang yang derajatnya rendah.

“Kalau tidak mau aku pergi yaa…”

“AAA~ Baiklah hyung! Aku minta maaaaff… Bawa aku jalan-jalaaan! Aku bosan di kamar jelek ini!” Pintanya sambil menarik-narik ujung jubah Kyuhyun yang berwarna putih itu. Satu urat kesal memang muncul di jidat Kyuhyun, tapi ia menghela napas sambil tertawa. Berusaha mengingat-ingat pesan ayahnya.

‘Bocah sial ini…’ bisiknya dalam hati.

“Sini! Ikuti aku!” Sungmin tertawa girang dan mengikuti langkah besar kyuhyun dengan kaki pendeknya.

Gemas karena langkah Sungmin yang terlalu pendek, akhirnya Kyuhyun menawarkan punggung yang tentu dengan senang hati diterima oleh Sungmin. Pangeran keren lebih suka menunggang kuda daripada berjalan kaki, suatu ketika Sungmin mengatakannya pada Kyuhyun. Kyuhyun nyaris marah, namun emosinya tertelan tatkala ia melihat Sungmin melompat dengan girang dari gendongannya dan mulai mengejar sekumpulan kelinci –awalnya tidak berada di sana, Kyuhyun yang menyiapkannya, di halaman belakang. Dan pada saat Snowelfitu bermain dengan makhluk-makhluk kecil berbulu putih itu, Kyuhyun melihat Sungmin yang sebenarnya—lugu, ceria, dan sangat manis. ‘Topeng’ yang dipakainya sudah terjatuh dan terlupakan.

“Kalau kau menurut dan tidak menyusahkanku, kau akan kubawa jalan-jalan ke festival juga.” Janjinya kepada bocah yang sedang menggendong kelinci belang hitam putih itu.

“BENAR HYUNG?!” Sungmin menurunkan kelinci itu dan memeluk kaki panjang Kyuhyun seperti anak kecil yang menanti didongengkan. Meskipun tidak sesuai dengan umurnya, tapi Sungmin cukup manis untuk disangka seperti anak berusia lima tahun. Oke ini berlebihan.

Kyuhyun berpura-pura memasang wajah masam, namun senyumnya tak mampu ditahan saat Sungmin terlihat begitu senang. Kyuhyun mengusap kepala Sungmin, memainkan rambut yang halus itu dan mengangguk. “Kita akan jalan-jalan ke festival minggu ini.”

oOoOoOo

.

.

.

oOoOoOo

Kyuhyun berjalan santai di antara keramaian kota, jalan-jalan dipenuhi berbagai ras yang ingin mengunjungi festival musim panas tahun itu. Berbagai ras siluman Radourlad dan beberapa pendatang dari negeri lain berkumpul di tanah perbatasan ini setiap tahunnya di musim panas. Tempat ini adalah tempat teraman yang dijaga oleh petugas keamanan Radourland, dikelola oleh cabang kerajaan utama di negeri ini. Kyuhyun cukup takjub dengan kinerja mereka yang mampu menyisakan paling tidak satu tempat yang damai di tanah merah itu.

Sungmin mengikuti dengan langkah kecil dan cepat, berusaha mengimbangi langkah besar Kyuhyun yang tengah balik memandangnya dengan senyum tipis. Mata sungmin yang bulat besar dan berwarna coklat itu berputar, memperhatikan sekeliling dengan ekspresi kagum.

Kyuhyun sempat penasaran, ‘Apa leher kecilnya itu tidak pegal melihat kesana kemari sejak tadi?’

Dan benar saja, Kyuhyun terkejut melihat Sungmin yang terhuyung lemas dan nyaris jatuh tersungkur. Beruntung mereka berjalan beriringan, hingga Kyuhyun tanpa kesulitan mampu menangkap tubuh kecil Sungmin dan memeluknya protektif.

“Kau kenapa, Sungmin-ah? Masih ada yang sakit?” Kyuhyun sempat menyesali keputusannya membawa keluar bocah yang baru saja sembuh itu.

“U-unnn! Sedikit pusing karena terlalu banyak yang harus dilihat!” ujarnya bersemangat, berusaha menutupi kerutan di wajahnya. Kyuhyun sempat tidak percaya, karena itu ia memilih untuk menuntun tangan Sungmin dan menggiringnya ke jalan yang lebih lenggang.

“Makanya jangan terlalu semangat seperti itu. Pelan-pelan saja, kalau kau mau akan kutemani melihat semua yang ada disini.” Sungmin mendongak ke arah Kyuhyun dengan mata berbinar.

“Be-benar yaa, Hyung!”

Kyuhyun menelan ludah. Tawa riang Sungmin menggelitik hatinya. Selama ini yang dilihatnya hanya wajah angkuh Sungmin, atau wajah ngototnya yang memaksa diantarkan pulang, atau wajahnya yang memerah karena menangis. Kyuhyun sudah terlalu hafal tapi kali ini… Senyum itu sedikit membekas dihatinya. Kyuhyun sendiri merasa heran kenapa ia ikut senang saat bocah itu tertawa kegiranan. Jemari rapuh Sungmin terasa begitu pas menggenggam tangannya yang lebih besar. Sungmin yang penuh semangat, terus menarik Kyuhyun kesana-kemari mengelilingi seluruh wilayah festival.

Kyuhyun sadar saat Sungmin tampak berdiri sedikit lama di beberapa stand, memperhatikan koina—sejenis makhluk air warna-warni yang sedang ditangkap oleh sepasang pemuda pemudi, balon udara sihir warna-warni. Dan yang paling lama, Sungmin seakan membeku berdiri di depan stand permen kapas yang memajang banyak harumanis merah muda.

Sepertinya tinggal di negeri salju Htivurland sangat hampa sekali. Apa Sungmin tidak pernah melihat warna lain selain hitam dan putih? Kyuhyun sedikit merunduk di sebelah anak yang bengong itu, lalu tersenyum jahil.

“Kau belum pernah mencoba permen kapas?” Sungmin sedikit kaget mendengar suara Kyuhyun di sebelah telinganya.

“Permen kapas? Yang seperti awan itu?” Sungmin menunjuk ke arah kembang gula merah mudah yang terjejer di stand itu. Kyuhyun mengangguk.

“Mau coba, Sungmin-ah?”

“E-EH? …Boleh?”

Kyuhyun hanya tersenyum simpul, ia mendatangi stand kecil itu membeli satu gulali. Sebenarnya Kyuhyun ingin membelikan Sungmin satu benda dari setiap stand yang ada di sini, tapi apa kata keluarganya, terutama ayahnya nanti ketika mereka pulang kembali ke kerajaan? Memalukan sekali.

Bocah Snowelf itu menggenggam tangkai permen yang diberikan Kyuhyun lalu tertawa senang. Kyuhyun menelan ludah lagi saat kata ‘menggemaskan’ terlitas di dalam benaknya.

“Terima kasih hyung!” Sungmin berjinjit, dan Kyuhyun secara refleks menunduk, membiarkan bocah Snowelf itu memeluk leher dan mencium bibirnya; sesuatu yang selalu dia lakukan untuk menunjukkan rasa sayangnya kepada eomma dan hyung-nya. Kyuhyun sedikit terkejut, tidak menyangka akan mendapat kecupan singkat itu. Namun Kyuhyun juga tidak menolaknya, ia malah membalas pelukan bocah negri salju itu. Ada debar aneh di dalam dadanya, namun Kyuhyun dengan keras mengabaikan hal itu.

“Ini warna apa?” Sungmin bertanya lugu.

“Ini namanya warna merah muda, beberapa menyebutnya warna pink.”

“Ping? Aku suka warna ping.” Sungmin memutuskan sembari menggigit gulali itu.

“Enaaak!”

Kyuhyun berdecak. Memang untuk ukuran anak usia 14 tahun, Sungmin memiliki mental yang lebih kekanakan lagi. Umumnya anak seusia Sungmin sudah mulai bersikap dewasa dan mencari pasangan hidupnya, bahkan merasa malu menunjukkan rasa sayang kepada keluarganya seperti cara Sungmin memeluknya tadi. Bagaimana mungkin ayahnya menyuruh Kyuhyun menodai pemuda lugu dan polos seperti Sungmin ini? Sungmin bahkan tidak tahu untuk apa dia di bawa kemari. Jika saja ayahnya menunda pernikahan mereka paling tidak lima atau tiga tahun lagi saja, menunggu Sungmin tumbuh lebih dewasa dan terbiasa dengan negeri ini. Mungkin Kyuhyun tidak akan merasa segalau ini menghadapi kewajibannya itu.

Tapi rasanya itu tidak mungkin. Ayahnya yang tua dan ngotot itu pasti akan memaksanya menikahi Sungmin tahun ini.

Mereka melanjutkan perjalanan dengan bergandeng tangan. Meski kali ini Sungmin memimpin arah perjalanan kemanapun yang ia mau sembari bertanya ini dan itu. Kyuhyun merasa jengah, sejujurnya. Namun ia bersabar karena Sungmin tidak pernah seceria ini sebelumnya, bahkan saat mereka bermain dengan kelinci. Apalagi ini pengalaman pertama baginya ke tempat seperti ini. Sungmin yang awalnya hanya melihat-lihat akhirnya ngotot meminta Kyuhyun membelikannya satu benda yang sangat menarik perhatiannya: boneka bunny merah muda yang tingginya hampir sama dengan bocah itu.

“Aish, Sungmin-ah! Buat apa benda itu? Itu untuk anak perempuan!” muka Kyuhyun sedikit memerah karena malu dengan rengekan manja Sungmin yang membuat beberapa siluman melirik ke arah mereka.

Hyuuuuuunggg… Aku mau ituuuuuu… pokoknya aku mauuuuu!” Bocah berambut hitam itu menarik-narik ujung pakaian Kyuhyun. Penjualnya yang berbau seperti siluman kelinci itu tersenyum lembut, membiarkan Sungmin memeluk bonekanya yang ternyata memang terlihat manis dan cocok di samping Sungmin.

Kyuhyun berdecak, pura-pura kesal.

“Awas ya, tidak boleh minta apa-apa lagi!”

Sungmin mengangguk senang dan memeluk bunny-nya erat-erat ketika melihat Kyuhyun membayar boneka itu untuknya. Membawa pulang Sungmin dengan bunny itu saja sudah bikin malu, apalagi yang akan diminta bocah ini? Wajah Kyuhyun memerah saat ia membayangkan cemooh yang mungkin akan dilontarkan sang ayah.

Saat mereka melalui salah satu jalur di ujung, orang-orang tengah berlari ke arah keramaian di depan kuil dan berkumpul di sana.

“Ada apa itu?” Kyuhyun bertanya pada dirinya sendiri.

‘Jangan-jangan ada kecelakaan?’ Kyuhyun sudah lama sekali tidak ke festival ini. Ia berusaha mengingat stand apa yang biasanya berdiri di depan kuil itu. Kyuhyun mencium bau darah dan langsung menyadari hal macam apa yang terjadi di depan sana.

“Ayo pergi, Sungmin-ah… Sungmin-ah?!” Pemuda itu tidak menemukan Sungmin yang biasanya selalu berdiri di sisinya. Kyuhyun melihat sekelilingnya panik—ke belakang, ke samping kanan dan kiri, dan juga ke arah keramaian itu—jantungnya berdegup kencang dan cemas. Begitu banyak orang disini.

Apa dia diculik? Atau terbawa kerumunan ramai itu?

Belum sempat Kyuhyun melangkah, ia mendengar teriakan Sungmin dari arah keramaian kuil. Kyuhyun bergegas mendekati arah teriakan Sungmin yang terdengar semakin histeris.

AKAN KUBUNUH MEREKA KALAU MENYENTUHNYA SEUJUNG JARIPUN!’ Kyuhyun menggeram tanpa sadar. Taringnya memanjang, mata serigalanya bersinar. Pangeran itu mendorong siapapun yang menghalangi jalannya sampai dia melihat pangeran kecil Snowelfnya, terduduk di tanah dan menangis gemetaran. Bunny yang dipeluknya kotor terkena debu tanah, Sungmin memeluknya erat seolah seluruh hidupnya bertumpu disana.

Di hadapan Sungmin, tampak seekor kerbau yang tengah disantap hidup-hidup oleh pengunjung festival sebagai persembahan acara. Para siluman yang ada di situ menghentikan aktivitasnya dan melihat ke arah sumber keributan yang tak lain adalah Snowelf muda itu.

Di depan kuil. Kerumunan siluman berkumpul menyantap seekor kerbau hidup-hidup. Hewan malang itu menggelepar di atas tanah, perutnya terkoyak dan isi organ tubuhnya berceceran. Kyuhyun dengan panik segera memeluk Sungmin dan menghalangi pandangannya. Pemandangan tadi sudah cukup dan pasti akan menjadi mimpi buruk bagi pangeran Snowelf ini. Kyuhyun membimbing Sungmin untuk bangun, meski ia bisa bernapas lega karena Sungmin tidak terluka sedikitpun.

Tapi Kyuhyun harus segera membawa pergi pangeranSnowelf yang berbau harum ini, atau mereka akan semakin memancing kerumunan orang. Kyuhyun membopong Snowelf yang gemetaran itu dengan aura yang sedikit mengintimidasi, sebelum pergi meninggalkan festival.

Sial… Sekarang mereka pasti tahu siapa aku.’ Umpatnya dalam hati. Kyuhyun memang tidak suka mengekspos dirinya dan lebih memilih berjalan kemanapun seperti layaknya masyarakat biasa.

Sungmin masih sesenggukan di bahu Kyuhyun, dipeluknya erat bunny yang berdebu itu. Sungmin sedikit menenang karena hangat tubuh Kyuhyun memancarkan rasa aman baginya. Sungmin memeluk leher Kyuhyun makin erat lagi.

Tidak mungkin lanjut jalan-jalan lagi. Sebaiknya pulang saja.’

Kyuhyun tidak punya pilihan kecuali menggendong Sungmin pulang sore itu.


oOoOoOo

tebesehhhh!

oOoOoOo


 

17 thoughts on “Cursed Crown | Chapter 3

  1. sha says:

    kya kya~~~~ si kuyu udah mulai suka ya sama Ming?? ecieh si abang evil.. bilang aja cinta bang :p

    next next…..

  2. Hehehehe~~Ming bisa berani jga ya ngebentak si Kyu,,,Kyu kyakx udah mulai terbiasa ma Ming udah mulai bisa khawatir sama ming,,,gak lama lgi kayakx udah suka beneran ma ming,,,kereeeennnn ^^b

  3. kyuma0403 says:

    Ya amupuuunnn MIIIINNNNGGGG…. dirimu manja banget… kn jadinya KYU kelihatan tua banget gitu… errrrrrrrrr….

    kyu disini ngelindungin MING banget, itu dia lakukan karena nganggep MING apa?? udah mulai suka kah? atau masih kebayang2 ma anaknya??

    lanjut chingu….>>

  4. Lee Min Chan says:

    Ecieee . .
    Kyu blm apa” udah protektif bget k Ming . Mskpun alesannya always gegara appanya sihh . . .
    Pnasaran ama background(?) kluarganya Ming .knp dia smpe di buang , pnasaran jga sma perasaannya Kyu k Ming . . .😀

  5. Ahrin says:

    yayaya, kyu cepet dong tandain sungmin hahaha
    biar sungmin enak kesana kemari gk takut bkal disantap sama makhluk” buas itu…heheh
    lanjuuut

  6. vyan says:

    omona… sweet kyu…
    Love this chap.. byk Kyu n Min-nya
    tapi si Min ko cengeng amat yah…untung Kyu-nya super duper baek…
    Min shock deh liat siluman makan kerbau idup2.. makanya Min jgn jauh2 dr Kyu hihihihihih..

  7. shanty kyuminnie arashi says:

    Sungmin berani bgt bentak2 kyu bgtu… hahaahahah…. pura2 kuat kyanya….
    Dan anehnya knp kyu malah menuruti apa yg sungmin minta…
    Apa bener hanya karena kyu g mau denger tangisan sungmin lg ????
    Tp lucu dan aq seneng dengan sungmin yg sudah mulai g takut sama kyu….

    Apa sungmin bener2 g tau knp dia d bawa k kerajaan serigala itu ???
    Dan ternyata umur kyu d sni 40 thun…
    Jauh bener sama ming….

    Cusss part 4

  8. loveKyu says:

    ooh umur kyu 40th yah..tua bgt

    geli waktu baca ini : Bukannya Peri suka makan tumbuhan? Tapi Kyuhyun tidak melontarkan pertanyaan terakhir, itu terlalu rasis dan stereotype…warewolf tau etika ttg rasisme jg

  9. Rhaya says:

    Hahaha😀 Dipanggil pelayan ya?
    Kasian kyu, turun kasta dari putra mahkota jadi pelayan, drastis banget..
    Sungmin udah mulai takluk sama kyu..😀
    daebak!!
    Kyu mulai perhatian..😀
    skinship pertama😀

    Go to next chapter

  10. sungmin hebohbya bang ya , gara” gak nrutin kata kyu hampir kebakar dah tuh kulit mulus. ecieee kyu oppa cemburu eciee #hadeh. fighting for me to next chap hohoho

  11. 010132joy says:

    Haha pagi” kyu udah dbikin mencak” sma ming dpanggil pelayan sma ahjussi lg ckck
    ming bner” masih bocah dg semua klakuannya, kyu jd udah ky pngasuhnya aja dr pd calon matenya hehe sabar aja kyu
    omo ming brani cium kyu dbibir lg kkk kyu lngsung diem ga bisa ngmong
    jarak umur ming sma kyu jauh bgt y kyu 40 th ming 14 th, aigo kyu jd pedo donk
    ga suka kangin appa dia cuma mkirin kpntingan sendiri sma ga mau tau slain pengin punya cucu laki” huh
    baca lgi chap brikutnya ….

  12. Ya ampun umin,galak bener yaa. Abang kyu kok baik banget mau nurutin umin. Ckckck. Jangan2 pertanda sesuatu. Huahaha. Oke min,aku lanjut baca yaw

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s