Cursed Crown | Chapter 1

Dunia diciptakan sebagai satu kesatuan pada masa permulaan. Seperti bagian depan dan belakang kertas origami yang putih, dunia ini hanya memiliki satu warna. Akan diwarnai seperti apa dan bagaimana… Makhluk-makhluk bumi lah yang akan mengaturnya dengan akal yang dianugerahkan oleh Dewa.

Lalu mereka mewarnai kertas itu. Dengan standar mereka, sesuatu yang awalnya tidak berwarna akan diwarnai sesuka hati. Dengan standar rendah akal makhluk yang diciptakan oleh Dewa, napsu dan keserakahan muncul mengotori kertas putih itu. Perang dan pertumpahan darah mengawali pewarnaan dunia. Kurun ribuan generasi berlalu, dunia terpecah oleh beban dan tekanan alam. Memisahkan makhluk bumi satu dengan lainnya menjadi lima tanah besar. Kelompok demi kelompok bermunculan, terbagi menjadi kubu-kubu berdasarkan kesamaan warna yang mereka junjung.

Namun perpecahan itu bukanlah akhir dari perselisihan. Pertempuran dan dendam terus berjalan menjadi warisan turun-temurun.

Hviturland, Tanah Utara yang diselimuti salju abadi menjadi tanah milik ras peri. Ribuan tahun Tanah Putih terus berperang dengan Tanah Hitam –Svarturland, Tanah Timur Laut yang dipenuhi oleh kegelapan, terkubur dalam rimba dan rawa-rawa, terisi oleh gua-gua, gurun, dan gunung berapi yang menjadi rumah bagi monster-monster buruk rupa.

Di barat daya dan menghampar Tanah Hijau. Graentland dipenuhi savanna, hutan, dan tanah-tanah subur yang menjadi rumah bagi siluman-siluman yang hidup saling berdampingan dengan Ras manusia. Blarland menguasai wilayah barat laut, meski kekuasaannya meluas hampir ke beberapa samudra. Blarland menjadi pesisir yang dipenuhi dataran basah, lumpur, danau, sungai, dan lautan yang menjadi rumah bagi siluman dan berbagai makhluk air.

Tanah besar terakhir dan terluas adalah Radourland yang menguasai barat dan memotong khatulistiwa dunia. Iklim tropis hampir terjadi sepanjang tahun dengan curah hujan sedang, tanah ini menjadi rumah yang nyaman bagi siluman-siluman pemakan daging. Radourland dipimpin oleh satu kerajaan besar. Guncangan dan konflik tak pernah lepas dari negara pemangsa ini. Tanpa mementingkan aliansi dengan negara lain, Radourland merasa mampu berdiri sebagai negara penguasa dari kelima negara terbesar di dunia. 

.

oOoOoOo

CURSED CROWN

oOoOoOo

.

Kereta berjalan lambat, menyusuri jalanan berbatu yang begitu panjang dan seolah tak berujung. Setelah melewati sungai, hutan, ladang-ladang Snowelf, dan bukit perbatasan, kereta itu menyisiri padang rumput yang menghampar luas. Sapi dan kerbau berkerumun dimana-mana tanpa seorang pun yang mengembala. Sesekali tampak bangkai-bangkai hewan ternak yang tercabik, membusuk, dan dibiarkan begitu saja.

Jelas sekali kalau kini mereka sudah berada di wilayah tetangga.

“Sungmin-sshi, sebentar lagi kita akan sampai di Radourland. Mohon untuk bersiap-siap,” ucap lelaki paruh baya yang tengah mengendarai kereta. Ia berpaling sebentar, melirik tirai hitam yang menutupi pintu kereta sebelum menghela napas. Iba pada nasib Tuan muda-nya.

Begitu tega Raja membuang satu Pangerannya ke Radourland –tanah yang berdarah, dengan hanya diantarkan oleh seorang pengawal lemah seperti dirinya. Terlebih… dengan keadaan psikis sang Pangeran yang— menyedihkan. Ia tidak yakin Pangeran muda ini akan mampu bertahan hidup disini setelah ia meninggalkannya nanti.

Tentu, pengawal itu akan segera kembali ke negaranya setelah ia mengantarkan Sungmin. Tapi ia sendiri tidak yakin. Bagaimana mungkin ia berpikir bisa kembali dari tanah ini dalam keadaan hidup? Meskipun Raja sudah menjanjikan keselamatan bagi nyawanya. Tetap saja…

Sekali lagi ia melirik bangkai sapi dengan rusuk hancur di sisi kanan jalan, sebelum menelan ludah. Perjalanan pulangnya tak akan mudah.

. . .

“Sungmin-sshi, sebentar lagi kita akan sampai di Greateron. Mohon untuk bersiap-siap,” Pria itu mengulangi kata-katanya. Meskipun suara Junghwan terdengar jelas sampai ke dalam kereta,  tidak ada respon, tidak ada jawaban dari pemuda itu. Bahkan tirai di pintu kereta bergerak hanya karena tertiup angin.

Sesaat kemudian, jemari lentik mencuat dari sisi jendela kereta, membukanya perlahan sebelum sepasang mata hitam muncul –mengintip dari dalam. Sungmin –nama pengeran itu— berkedip bingung saat dilihatnya rumput-rumput tumbuh begitu tinggi dan menghampar. Baru kali ini ia melihat tanaman hijau dapat tumbuh meluas di sana-sini. Belum lagi terik matahari dan panas yang baru ini dirasakannya, ditambah bau matahari bercampur busuk dan amis yang menyeruak dari luar.

Terasa begitu berbeda. Begitu asing…

Sungmin menutup jendela kereta dengan terburu-buru, direkatkannya erat tirai itu setiap kali angin bertiup. Pemuda belia itu bersandar gugup, menggenggam erat mantelnya seolah seluruh nyawanya bertumpu disana, seakan merasa terjaga dalam balutan mantel tebal yang sesungguhnya menyiksa dalam cuaca sepanas ini. Namun dengan perasaan kukuh, Sungmin menolak kenyataan bahwa roda kereta tidak lagi berputar di atas tanah negerinya.

Sungmin menutup telinganya, memejamkan matanya, dan meringkuk di dalam kereta, menghalau suara angin dan desauan rumput yang bergoyang, menghindar dari terik matahari yang menyusup dari celah-celah kereta, dan menentang kenyataan. Meski kebohongan itu terasa semakin menyesakkan dada, Sungmin tetap menggeleng. Terus meyakinkan dirinya sendiri.

Ini Tanah Putih —tanah yang membeku selamanya.

Karena itu ia harus mengenakan mantelnya dengan rapi, atau eomma akan marah. Cuaca dingin Hviturland tidak pernah cocok untuk tubuhnya yang lemah, karena itu Sungmin selalu menuruti kata-kata sang eomma: tidak menanggalkan mantel kecuali saat ia berada di dalam kamarnya.

Sungmin mengusap deras keringat yang mengalir di keningnya. Wajahnya basah, sekujur tubuhnya berpeluh. Tapi tidak, ini bukan karena panas matahari. Pasti hari ini ia demam lagi, ya, pasti hanya demam.

Namun tanpa terasa, hangat menggenang di pelupuk matanya. Dan sesak itu runtuh, menjadi airmata setetes demi setetes. Dengan mengatup mulut, Sungmin menahan cicit tangisnya. Napasnya tersengal-sengal, dadanya kembali sesak. Diliriknya ke kanan dan ke kiri dengan bingung. Kenapa tidak ada eomma? Padahal ia merasa sakit saat ini…

“E-eomma—“ panggil Sungmin setengah mencicit. Namun tidak ada jawaban.

“Eomma!” panggilnya lagi, kali ini sembari menghentakkan kaki, setengah frustasi. Dan tetap, tidak ada yang datang. Hinga dua, tiga, puluhan kali Sungmin memanggil ibunya, tidak seorangpun muncul di hadapannya. Tidak ada sosok cantik yang datang memeluknya seperti biasa setiap kali ia meneriakkan ‘eomma’.

Tidak ada.

Kenyataan itu seakan menamparnya, dan Sungmin terlalu takut untuk menghadapinya. Udara yang dihirupnya pun terasa asing dan menyesakkan dada. Bau yang mengembang di udara menandakan betapa jauh jaraknya dari sang ibu sekarang. Sungmin meringkuk, terpuruk, lalu mati-matian berusaha menyembunyikan tubuhnya ke dalam mantel.

“EOMMA!!!”

oOoOoOo

Radourland, Tanah yang Berdarah—begitu orang menyebutnya. Negeri yang dipenuhi oleh para ras siluman  pemakan daging dan jauh dari kata damai karena perang dan perkelahian kerap terjadi antara ras dan kerajaan demi alasan yang beragam. Di dalam kerajaan pemimpin Tanah Merah, satu suara menggema, menggaung di langit-langit singgasana Greateron.

“Lima belas tahun, Kyuhyun! Istri dan anakmu sudah meninggal! Terimalah kenyataan itu!”

Kyuhyun mendelik. Beraninya sang ayah membawa-bawa masalah itu seolah kematian istri dan putrinya adalah perkara remeh. Namun tidak berniat menjawab, Kyuhyun hanya diam. Mengeram kekesalannya dengan bungkam, amarah menyala dari matanya yang menahan emosi. Cukup dengan dengusan, ayahnya pasti tahu kalau ia tidak menyukai perbincangan ini.

Dan benar saja, sang Raja Negeri Merah seolah melunak. Ia menghela napas dan menepuk bahu putra bungsunya, memohon pengertian. Persetan, bahkan kalau ia disuruh bersujud pun, sang Raja rela melakukannya asalkan putranya mau menikah lagi dan menyambung garis penerus kerajaan ini. Apapun, demi mendapatkan cucu laki-laki. Raja Negeri ini rela mekakukan apapun.

“Mengertilah, putraku.” Kangin mendesah. “Kau tidak bisa menjadi raja sebelum memiliki putra…”

“Aku sudah bilang tidak tertarik pada tahta raja. Tawarkan saja pada menantu-menantumu, Appa…” Kyuhyun menjawab pelan, ia sudah bosan pada topik ini.

“Sudah kulakukan sejak lama kalau mereka bisa memberiku cucu laki-laki!” umpat Kangin sembari mendengus. Memang ketujuh anaknya –enam perempuan dan satu laki-laki— sudah menikah dan memberinya belasan cucu. Meski tidak satupun dari mereka berhasil memberinya cucu laki-laki, sampai sekarang. Termasuk Kyuhyun meskipun putri dan istrinya sudah meninggal lima belas tahun yang lalu. Dan kalaupun keenam putrinya yang lain mampu memberikan cucu laki-laki, Kangin tetap tidak rela menyerahkan tahta raja pada menantunya –laki-laki yang bukan darah dagingnya.

Seringkali Kangin bertanya pada dirinya sendiri. Kutukan apa yang diberikan Dewa pada negerinya ini?

“Apa salah kalau seorang Raja mengharapkan putra darah dagingnya sendiri yang menggantikan tahtanya?” lirih Kangin sedih. Ia terduduk lemas di singgasananya, lalu melempar pandangan kosong ke arah lain, kemanapun asal tidak menatap Kyuhyun.

Dan sepertinya, hal itu menyurutkan amarah Kyuhyun. Perlahan simpati dan rasa bersalah muncul dalam hatinya. Mungkin ia memang terlalu keras. Mungkin ia memang memasang benteng yang terlalu tinggi karena masa lalu itu. Mungkin sudah saatnya ia menghancurkan benteng itu.

Kyuhyun menghela napas.

Sudah saatnya ia memandang ke depan dan berusaha membuka lembaran baru hidupnya lagi. Meski sulit, tidak ada salahnya ia berusaha membahagiakan sang Ayah.

Walau masih dengan nada tidak tertarik, Kyuhyun berbalik. Wajahnya sudah melembut dan perlahan ia bertanya. “Berapa umurnya? Pangeran Snowelf itu.”

Kangin melirik putranya, hatinya berbunga-bunga namun sebisa mungkin ia menahan senyum. Kyuhyun tidak akan menerima perjodohan ini semudah itu, terutama kalau putranya tahu—

“Empat belas tahun.” jawab Kangin setengah berbisik, sedikit enggan mengatakannya sekarang.

“EMPAT BELAS TAHUN?” Kyuhyun berseru kaget.

“Appa sudah gila? Bocah itu seusia dengan putriku!”

“Putrimu sudah tiada, Kyuhyun…”

“Tetap saja! Apa-apaan ini? Aku menolak perjodohan ini!”

Mendengar itu, Kangin berdiri, buru-buru menahan putranya sebelum Kyuhyun pergi. Terakhir kali putra bungsunya merajuk, ia menghilang dua minggu dari istana. Dan Kangin tidak bisa membiarkan itu, tidak saat tamunya sudah akan datang sebentar lagi.

“Tidak bisa Kyuhyun. Pangeran Snowelf itu sudah dalam perjalanan, sebentar lagi dia akan sampai. Kau tidak bisa pergi!”

“Appa!” Kyuhyun mendelik, semakin marah mendengar ucapan ayahnya. Namun sang Raja tampak tidak peduli sama sekali. Ekspresi seriusnya kali ini justru seperti mengancam Kyuhyun.

“Dia sudah berada disini. Ingat Kyuhyun, Pangeran itu masih 14 tahun. Secara mental tentu ia masih labil. Dan yang kudengar dari utusan, pemuda itu sakit-sakitan.”

Kyuhyun terkesiap. Bagaimana mungkin ayahnya menjodohkan seorang Snowelf yang masih sangat muda dan pesakitan dengan dirinya, lalu berharap mendapatkan cucu laki-laki? Kyuhyun mengerang, lidahnya kelu.

“Jantung maupun mentalnya lemah. Mungkin penolakanmu ini bisa membunuhnya. Pikir dua kali sebelum kau memutuskan untuk bersikap semaumu pada Pangeran itu, Kyuhyun. Atau sikapmu akan membunuhnya.” Sang Raja menelan ludah lalu berbisik.

“Kau tau apa yang akan terjadi jika kau sampai membunuhnya, kan?”

Kyuhyun membeku. Tidak tahu harus menjawab atau merespon seperti apa. Terlebih saat seorang pengawal istana masuk dengan terburu-buru, membungkuk hormat pada dirinya dan pada Raja, lalu bersimpuh.

“Yang Mulia, utusan dari Valon Hviturland sudah datang. Hanya dengan satu kereta dan satu pengawal.”

Kangin tampak terkejut. Satu kereta dan satu pengawal? Apa Raja Putih sedang bercanda? Atau sepertinya informasi yang dilaporkan mata-matanya benar. Tapi peduli setan. Senyum Kangin tetap mengembang. Biar saja Pangeran itu menjadi Pangeran buangan dari negerinya, yang penting remaja belia itu bisa memberinya cucu laki-laki. Secepatnya.

Kangin mengangkat jubah kebesarannya sebelum melangkah keluar, meninggalkan Kyuhyun yang masih membeku di tempatnya berdiri.

“Biar aku yang menyambutnya.”

oOoOoOo

“Ah! Appa!”

Kangin mengangguk, karena begitu keluar istana, ia disambut oleh  tiga putrinya dan beberapa menantu yang menunggu di luar. Awalnya Raja Merah itu mengira kalau mereka turut tak sabar menanti kedatangan Pangeran Snowelf ini, namun begitu menyadari salah seorang putrinya tengah mengerat kerah mantel pengawal dari Negri Putih itu…

Kangin melotot. Refleks ia memutar pandangan, mencari keberadaan Pangeran Snowelf itu diantara ramai kerumunan pengawal dan anggota kerajaan. Begitu Kangin menemukan sang Pangeran tengah berdiri di sisi kereta, berwajah pias dan gemetar seolah tak sanggup menopang tubuhnya sendiri untuk berdiri dan mungkin akan limbung kapan saja…

Kangin mengeram, dalam hati merutuk kebodohan putrinya.

“Appa, orang ini tidak berguna kan? Boleh kumakan?” Jessica menyeringai, mengangkat tinggi-tinggi tubuh pengawal itu dengan satu tangan. Lalu diendusnya aroma manis yang terpancar dari tubuh peri salju itu, aroma yang lebih manis dari daging manusia. “Daging Snowelf pasti enak—“

Mendengar itu, Sungmin melotot, refleks mundur ketakutan namun langkahnya tertahan begitu punggungnya terantuk roda kereta.

“Lepaskan dia, Jessica!” sentak Kangin pada putrinya.

“Appa!”

“Lepaskan!”

“Kalau begitu tangan kirinya saja. Ia bisa pulang hanya dengan tangan kanan, kan?”

“Jessica! Tunjukan sedikit hormatmu pada negri yang akan menjadi saudara kita!”

Jessica melenguh, kecewa sekaligus kesal. Namun alih-alih tetap dilemparnya tubuh malang Junghwan ke tanah.

“Pergilah, katakan pada Rajamu kalau Pangeran Sungmin sudah sampai disini dengan selamat. Kami akan menjaganya seperti putra kerajaan ini.” Kangin berkata.

Tanpa berpikir dua kali, Junghwan segera bangun. Meski tangannya dingin dan rautnya pucat,  terburu-buru ia menaiki kereta. Namun geraknya tertahan, Junghwan tidak sanggup memecut kudanya untuk berjalan saat tangis Sungmin seolah menahannya untuk pergi.

“A-ahjussi! Jangan pergi ahjussi! Aku takut, jangan tinggalkan aku!” Sungmin meratap, lalu dengan panik berusaha menanjak kereta tanpa tangga itu. Dan sialnya, upaya itu selalu gagal, mantelnya yang panjang dan tebal terus saja membuatnya terpeleset. Tubuh mungil Sungmin nyaris jatuh menghantam tanah, kalau saja Kangin tidak buru-buru menangkapnya, Sungmin pasti sudah tersungkur di halaman istana.

“U-uh!” Merasakan tangan besar merengkuh tubuhnya, Sungmin memberontak panik dan berusaha menjauh dari Kangin. Meski berkali-kali Raja Merah itu menarik tangannya, menghalangi Sungmin mendekati kereta.

“Pangeranmu aman di kerajaan kami. Cepat pergi pengawal!” titah Kangin tegas, ia menahan Sungmin sembari berusaha meminimalisir tenaganya agar tidak melukai tubuh kecil itu.

“Ahjussi!”

Junghwan menelan ludah getir. Tidak tega meninggalkan Pangeran bungsu Hviturland itu di kerajaan Serigala ini. Namun apa daya, ini pun sudah menjadi keputusan Raja Putih. Meski ingin, ia tetap tidak punya wewenang dan kekuatan untuk menyelamatkan Sungmin.

“Maafkan aku, Sungmin-sshi,” bisik Junghwan pada dirinya sendiri. Lalu dengan keyakinan penuh, Junghwan menghela napas dan memecut kudanya kuat-kuat. “Heya!”

Sungmin terkesiap, lalu memberontak semakin hebat. “Ahjussi! Ahjussiiii!” Sungmin berteriak, menjerit, meratap, apapun yang sanggup dilakukannya untuk memanggil Junghwan kembali. Berkali-kali ia berjuang untuk melepaskan lengannya dari genggaman Kangin. Namun apa daya, kekuatannya tidak sebanding dengan tubuh Raja Merah yang tiga kali lebih besar dari dirinya. Pada akhrinya, pangeran muda itu hanya bisa meratap, berlutut sembari tergugu, kedua tangannya masih ditahan oleh Kangin meskipun perlahan-lahan Kangin melepaskannya. Sekarang tidak ada gunanya, kereta Junghwan sudah bergerak jauh lalu menghilang di balik pintu benteng.

“Jangan pergi ahjussi. Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku ahjussi. Ahjussi—“ Sungmin bersimpuh, tertunduk dan membiarkan debu mengotori wajahnya yang basah oleh airmata. Suara tangisnya serak dan mengecil. Masih tidak percaya pengawal pribadinya benar-benar meninggalkan ia di kerajaan monster ini. Sendirian.

“Eomma…” lirih Sungmin kehabisan suara. Rasanya pemandangan disekitarnya mulai mengabur. Sungmin mati-matian menjaga kesadarannya. Ia mengerat rambutnya sendiri, ketakutan setengah mati. Bagaimana kalau para monster ini memakannya selagi ia tidak sadarkan diri?

“Huh, sepertinya Appa salah memilih calon istri untuk Putra Mahkota,” Victoria mendesis, melirik Sungmin yang masih meratap dengan pandangan sinis. “Bisa apa bocah cengeng yang manja ini? Appa mengharapkan keturunan dari bocah kecil— yang aku yakin pasti masih menyusu pada ibunya..” Lalu Victoria tertawa. Orang-orang ikut tertawa bersamanya, namun tidak dengan Kangin. Dan tidak dengan sosok yang sejak tadi berdiri di pintu masuk utama tanpa seorangpun menyadari kehadirannya.

“Victoria!” ancam Kangin sembari mendelik. Victoria terkekeh. Ia memang berhenti bicara, namun bibirnya tetap menyunggingkan senyum melecehkan.

“Kemari, nak. Ayo bangun,” Kangin membimbing Sungmin untuk berdiri, dan anak itu hanya bergeming sesaat, sebelum menolak pertolongan Kangin dan bersusah payah berdiri dengan kekuatannya sendiri.

Kangin hanya tersenyum, tentu sanggup bersabar demi menantu barunya. Demi keturunan laki-laki dalam garis tahtanya. Demi menarik hati Sungmin.

“Lepaskan mantelmu, nak. Bukankah udara disini begitu panas?” Kangin bermaksud menarik mantel yang dikenakan Sungmin, namun Sungmin buru-buru menampik tangan sang Raja lalu menjauh dengan panik. Melihat tubuh besar Raja, wajah Sungmin makin pucat. Masih jelas dalam bayangannya bagaimana seorang wanita negri ini mengangkat tubuh Junghwan dan berkeinginan untuk menyantap pengawalnya itu.

Kangin terkekeh, meski dalam hati merasa kecewa bercampur kesal. Baru kali ini ada seseorang yang berani menampiknya. Tetapi dengan lihai, Kangin menyembunyikan amarahnya. Senyum hangatnya kembali mengembang. “Ayo, tidak perlu takut. Biar Appa yang menunjukkan kamarmu.”

Sungmin berdiri, menurut meskipun tidak membiarkan Kangin menyentuhnya. Dan Kangin membimbing Sungmin berbalik ke arah pintu, menjaga jarak dan berusaha untuk tidak menyentuh punggung kecil itu saat ia bertemu pandang dengan sosok tinggi yang tak lain—

“Oh, Kyuhyun— Kau tertarik juga, rupanya?”

Kyuhyun tidak menjawab ayahnya, wajahnya datar. Hanya sekilas ia melirik wajah Pangeran muda itu. Wajah yang bahkan belum bisa dibilang remaja. Dan sialan.

Kyuhyun mengumpat dalam hati.

Menyesal ia memutuskan untuk keluar, kalau hanya untuk menyaksikan tubuh kecil yang tampak begitu rapuh itu gemetar, mati-matian memberontak, mengiba, dan menjerit untuk tidak ditinggalkan sendiri di tempat asing ini. Kalau tahu begini jadinya, lebih baik Kyuhyun kembali ke kamarnya dan mengunci pintu rapat-rapat. Karena ia tidak pernah tahan dengan hal seperti ini. Isak tangis yang masih tersisa dari bibir merah itu seperti menggelitik hati Kyuhyun, membuatnya tidak tahan berdiri berlama-lama disana. Membuat Kyuhyun terpaksa mengambil langkah untuk menghindari pemandangan dan suara yang menyayat hati itu.

Namun belum jauh kakinya memijak halaman istana, suara sang ayah menahan langkah Kyuhyun.

“Kembalilah sebelum senja, Kyuhyun. Atau dia—“

Lagi— ayahnya akan mengancam lagi. Dan Kyuhyun tidak berbalik sama sekali, ia sudah meneguhkan hati. Bayang-bayang bayi perempuan yang pernah digendongnya lima belas tahun lalu kembali menggelitik hati Kyuhyun. Kalau putrinya masih hidup, mungkin ia sudah setinggi dan secantik Pangeran Snowelf itu. Karena itu Kyuhyun sudah meyakinkan hatinya, kalau memang Pangeran Snowelf itu harus terluka di negri ini, ia sudah bersumpah untuk tidak terlibat.

“Lakukan apa maumu, Appa. Aku tidak peduli,” jawab Kyuhyun setengah berdusta.

“Oh, kau tidak peduli?” Kangin tertawa hambar, tawa yang membuat bulu kuduk Kyuhyun meremang memikirkan kemungkinan yang akan terjadi nanti.

Kangin melangkah masuk, menggiring Sungmin yang tampak makin pasrah dan mengabaikan suasana disekitarnya.

“Kita lihat saja, Kyuhyun-ah. Pulanglah sebelum senja, atau kau akan menyesal. Kau yang akan menyesal, anakku.”

Hanya itu yang terdengar oleh Kyuhyun, sebelum ia berlari meninggalkan istana. Meninggalkan sosok yang hanya ditatapnya sekilas, namun wajah itu terus berkelebat dalam benaknya.

oOoOoOo

To be continue

oOoOoOo

 

39 thoughts on “Cursed Crown | Chapter 1

  1. Yahhh,
    Kagok banget mutusnya ​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    Penasaran gimana lanjutannya.
    Ditunggu dengan tidak sabar.
    Btw,boleh request password buat crita yg laen?
    Rata2 dipassword kemirin pas måü baca.
    ╔═.♥.══════════╗
    t h a n k y o u
    ╚══════════.♥.═╝

  2. Lee Min Chan says:

    Unni ff baru . . .:D
    kaya nya ini cerita nya kea the Concubine , tpi pasti adalah yg beda . . .
    Excited bget un !😀
    jgan lama” update nya ne . .

    Hwaithing !!
    \(^_^)9

  3. winecouple says:

    Asikkk FF baru buat comebak-nya Eonni nih? cieeee senangnya~
    Ama seneng sekaligus sedih nih. Seneng FF baru, sedihnya ntar lama update deh. Merod😛

    5 negara besar di dunia. Ama inget sama Naruto, Eon haha
    Istri Kyuhyun 15 tahun lalu, perempuan atau laki-laki?
    Ama seneng ada Jessica sama Victoria haha
    Cho kyuhyun sok iye deh ga tertarik sama Ming haha. Ah Ming selalu imut kalau takut!
    Kalau Ming sama kya umur anaknya Kyu. Berarti Kyu pedophil dong?== Ahjusshi~

    Yah, FF ini jangan lama ya Eon updatenya. Kan Eonni udah comeback😀 The Concubine part 20 ditunggu pisan! Kitty-kitty baby! sama Sedlupus!

    Sign,
    Ama
    twitter: @AmaHOHOHO
    facebook: Rahma ‘Ama’ Maulani
    email: rahma.ama.maualni@gmail.com

  4. Yool LeeMinmin says:

    Hiks😥 ikutan sedih waktu Sungmin ditinggal pengawalnya. Kenapa Sungmin dibiarin gitu aja dinegara orang, argh! Appa-nya Sungmin ga punya hati banget😦

  5. rii says:

    fic baru lgi trnyata. tp ttp kren ko critanga. kalo umin 14th trus kyuhyun brp thn tuh?? ktnya umurnya umin sma ky anaknya.

  6. cerita baru lagii….
    aku bingung dr mana kak fiqoh dapet aja ide2 cerita bergenre fantasi kayak gini, n ceritanya tuh seru banget nggak kayak ff lainnya, pasti susah bikinnya….
    daebakk dehh….
    dilanjut ya kak, hehehe….

  7. Heeni says:

    Wh baru tw da ff bru lagi, dri chap 1 dh dpet feelx, up datex jgn lma2 ya, bsa2 nnt readerx jd lumut semua nungguinx.

  8. okeeee, kali ini cerita lain dengan setting yg berbeda😀
    tapi aku sukaaa >_<

    hihi, kyu pasti luluh liat keadaan ming yg begitu..
    semoga gak ada yg ganggu ming disana,
    tp kalo gak ada yg ganggu pasti ceritanya ntar langsung end karna gak ada konflik😄

    baru chap satuuu~
    semangat eonni !!! lanjutkan~

  9. jongjinnie wife says:

    authorrr… eee author
    kkkkkkk..

    sempet nangis liat sungmin si gituin..
    tapi g papa deh kalo ketemu kyunnie..

    di tunggu next chap nya ya thor

  10. Hana says:

    Eh, jdulnya d gnti y chinggu. Seingt q kmrn judulnya love me, iya kn? Tp ngk mslh apa aja jdulnya yg pnting isi crtanya.

    Btw, Kpn ff ini d lnjutkn? Aq jg nggu ff mu yg lainnya lho. Jgn hiatus dong chinggu! Terusin crta Sedlupus sm kitty kitty, baby nya ne?!🙂

  11. sayyidati says:

    baru sempet baca sekarang >___<
    asik asik ada ff baru lagi
    paling suka kalau ff fantasy bikinan kamu bahasanya enak dibaca~
    sungmin kelihatan lemah banget yaa jadi kasian lihatnya, semoga sungmin gak menderita menderita banget disini hehe
    di tunggu loh ya lanjutan ff yang lainnya
    semangaaaaaaaaaat

  12. dirakyu says:

    new fanfiction! yay…. *\(^o^)/
    waduh… alamat ff lain lama lanjut neh,kkk~
    no.typo saeng. good ^^B
    fighting!!!!

  13. Eonni, gambar letak kerajaan2 ini sampe kugambar plus kutulis infonya…. biar nggak bingung2 hehe😀

    Dan….
    seperti biasa eonni
    Eonni kalau buat fic selalu buat orang nggak bisa napas Dx
    Lee Sungmin, pangeran Hviturland yang sungguh amat sangat belia, di’buang’ ke Radourland, untuk dinikahi Kyu? mengapa kerajaan Hviturland tega? TTATT apa yg sebenarnya terjadi? T.T

    Okay, aku lanjut ke part selanjutnya T.T

  14. huaaa ternyata ff ini juga di publish disini toh kirain di ffn aja, aku suka banget ceritanya kamu pokoknya jago banget deh buat cerita fantasy, hehehe semangat ya nulisnya

  15. vyan says:

    TBC………..Andwaeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee..
    please continue asap…
    sorry for being demanding… but your story is too interesting hehehehehe…
    lov this story n can’t wait for another chapter

  16. songhyekyung says:

    ini keren.. pas banget aku suka ff fantasy kayak gini.. kasian bgt sungmin oppa, gmana ntar jadinya?? masih muda bgt gitu, masih kecil malahan, udah disuruh punya aanak.. kasihan.. langsung lanjut next part lah..

  17. sha says:

    ceritanya si Kuyu udah punya anak gitu miina?? trus knpa istri sama anaknya mati cobak?? ya syukur deh mereka mati. kalo gak mati gak bisa kyuminan doong /dor/ kkk~~~

    next dlu deh saya….

  18. kyuma0403 says:

    Lama banget g ngunjungin blog ini….
    Annyeong chingu….

    cerita yg chingu sajikan isinya selalu penuh dengan istilah baru dan diriku bingung bacanya gimana….
    tp isinya selalu seru….
    beda umurnya KYU-MIN jauh bgt tu….
    Kyu dulu pernah nikah?? trus istrinya meninggal krna apa ini??

    penasaran… lanjut chingu… >>

  19. shanty kyuminnie arashi says:

    Wah…. kyuhyun umurnya kyanya beda jauh sama ming ya ….
    Penasaran umurnya kyuhyun berapa d sni…
    Ming kasian bgt sakit2an bgtu malah d buang sama ayah nya sendiri …

    Semoga kyu mo terima sungmin…
    Tp sungmin gmn????
    Penasaran….
    Cusss part 2

  20. Wow_aprili says:

    absen dulu,,,,^^
    ya ambruk si Kyuhyun dijodohin ama Ming yang masih 14tahun yah namnya juga pedo!kyu ya hehehe…. okedeh lanjut and update buat author, oh ya mau tanya tapi tolong dijawab ya #maksa ini ff juga di post di ffn kan?? tapi kok capter nya pada gantung ya? gak di publish semua…udah yang penting saya masih pensaran ama kelanjutannya,,, ok lanjut for author..

  21. loveKyu says:

    okey..saat ny review…
    aq reader lama dulu baca ny d ffn…tp entah mengapa skrg g isa buka ffn lagi😦
    baru baca crita ini…penaaran ma crita ny…istri n anak kyu meninggal knp….n knp sungmin d buang keluarga nya….lanjut k chap berikut nya..

    oh y mo tnya ajja…aq ngikutin ff kitty kitty baby…tp chap terakhir d protect..gmn cara dapetin pw ny?? g tercantum alamat email ny

  22. Rhaya says:

    Reader baru here.. ^^
    nemu juga ff kyumin -_-

    astaga😮 14 tahun?
    Yakin thor mau di nikahin?
    Kyu pedophile dong?
    Yang aku heran knpa bisa sungmin diktakan sakit2’an?
    Kayak ny kyu udah tertarik sama sungmin😀

    GO TO NEXT CHAPTER🙂

  23. 010132joy says:

    Annyeong reader baru chingu, ijin bca y? Hehe makasih
    itu ming mksudnya pngeran buangan gmana? Tega bgt sih yg udah buang ming
    masih 14 th udah djodohin sma dharapin kasih anak laki” ckck kangin appa ga slah tuh
    kyu jngan gitu donk msa ming ga dpeduliin sma dtinggal gitu aja jahat bgt, tp kyanya kyu udah ada rasa sma ming? Atau cuma kasian
    ke chap brikutnya …

  24. Wahh,itu uminnya umur berapa ya?? Serasa bocah banget. Masaan umur segitu udah main dijodoh2 in aja. Oke deh min,aku baca next chapter yaa

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s