Cursed Crown | Chapter 5

Ket:

Hviturland: Tanah Putih. Negeri di utara yang tertutup salju abadi. Hampir seluruh penghuninya merupakan bangsa peri. Dipimpin oleh Ras Snowelf— peri salju.

Radourland: Tanah Merah. Negeri tropis yang menguasai barat dan membelah khatulistiwa, wilayahnya terluas. Penghuninya adalah bangsa peralihan/siluman penjelmaan binatang karnivora. Negeri ini dipimpin oleh Ras Werewolf.

Svarturland: Tanah Hitam. Negeri timur yang terdiri dari rawa, rimba, lembah, gua, gurun pasir, dan gunung berapi. Tanah tandus yang dihuni oleh bangsa Monster; Orc, Troll, Ogre. Negeri ini dipimpin oleh Ras Ogre.

Graentland: Tanah Hijau. Tanah subur yang menjadi tempat tinggal bagi bangsa peralihan/siluman penjelmaan binatang herbivora dan bangsa manusia yang saling bersandingan. Negeri ini dipimpin oleh Ras manusia.

Blarland: Tanah Biru. Tanah yang sebagian besar terdiri dari perairan. Samudra, laut, danau, sungai, dataran basah, dan tanah di pesisir. Penghuninya adalah seluruh bangsa air. Duyung, kraken, fishman, etc. Negeri ini dipimpin oleh Ras Duyung.


.

.

.

oOoOoOo

CURSED CROWN

oOoOoOo

.

.

.


Sampai kapan kau akan terus di sampingnya? Sebagai calon raja berikutnya, kau yakin akan berada di sampingnya setiap saat setiap detik?

Kyuhyun membanting pintu kamarnya, sudah tidak ingat lagi kalau terakhir kali ia meninggalkan kamar ini… Sungmin sedang tertidur lelap. Kalimat sang appa terus saja terngiang di dalam kepalanya. Terlebih begitu ia memijakkan kaki ke dalam kamar, aroma wangi menguar dalam sekejap. Dengan indra penciuman kelewat tajam, aroma lavender itu seakan menusuk hingga ke dalam otaknya. Kyuhyun merasa napasnya seketika tercekat.

Sial. Ia benar-benar sudah termakan jebakan Raja.

Kyuhyun mengeram, baru akan memburu sumber aroma lavender itu. Namun suara erangan dari arah ranjang sontak membuatnya membeku sesaat.

Begitu Kyuhyun melangkah lambat mendekati tempat tidur… pemandangan yang paling tidak diharapkannya –terjadi juga.

Sosok kecil Sungmin menggeliat dan meringkuk, tampak begitu gelisah. Sekujur tubuhnya menggigil. Matanya terpejam erat namun rona merah menutup sempurna warna wajahnya yang putih itu. Baju yang dikenakannya basah oleh keringat. Kyuhyun tercekat, matanya membulat. Sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Namun saat Sungmin bernapas terengah dan mulai menggapai-gapai ke atas—

“K-Kyu-hyuungg—”

Tubuh Kyuhyun melesat refleks.

“Sungmin-ah!” Kyuhyun memekik panik, direngkuhnya tubuh Sungmin dengan protektif. Sekujur tubuh pemuda itu terasa panas saat kulit mereka bertemu. Kyuhyun menyeka keringat di kening Sungmin dan lagi-lagi dibuat meringis karena suhu wajah Sungmin terasa seakan membakar telapak tangannya.

Kyuhyun menghela napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri namun hal itu justru membuatnya semakin panik. Kepala Sungmin terkulai di dadanya, napasnya berat dan terputus-putus.

“H-Hyungaa—” Sungmin merintih. Dikeratnya pakaian Kyuhyun sekuat tenaga, seakan mencoba mencari kesejukan dengan merekatkan tubuhnya ke tubuh lain. “Pan-nasss!”

Kyuhyun terlalu bingung, yang bisa dilakukannya hanya menyeka leher panas Sungmin berkali-kali. Ia sudah mencoba berbagai cara. Mengelus dada Sungmin, meniupi wajah dan lehernya, berbisik lembut… Namun Sungmin menggeliat semakin gelisah dan mulai mengerat-erat kerah bajunya sendiri, ingin menanggalkan segalanya. Tubuhnya serasa dipanggang di tengah bara api, dan usahanya untuk melepaskan baju itu terus gagal karena telapak tangannya sendiri seakan mati rasa.

“A-aah! Hyuuung! H-hiks!” Sungmin mengerang frustasi, lalu memukul-mukul dada Kyuhyun dengan lemah. Airmatanya yang meleleh dan melintas di pipinya ikut terasa seperti tetesan air mendidih. Sungmin bernapas terengah. Mencoba meraup udara sebanyak-banyaknya, ia membuka bibirnya yang gemetaran.

“Apa yang ada di dalam mulutmu?” Kyuhyun berseru kaget. Melihat sesuatu yang pekat dan lengket tersisih di tengah-tengah lidah Sungmin, membuatnya panik dan refleks memasukkan telunjuknya ke dalam mulut bocah itu. Shit, umpat Kyuhyun. Bahkan lidah dan saliva Sungmin terasa begitu panas di ujung jarinya.

“Keluarkan! Keluarkan Sungmin-ah!” paksa Kyuhyun sembari menyeka lendir coklat itu hingga ia yakin tidak ada benda asing lain di dalam mulut Sungmin-nya.

“Ungg—” Sungmin menggerung risih. Nyaris muntah saat jemari panjang Kyuhyun merogoh-rogoh mulutnya dengan paksa. “Hiks—”

“Sssh, hyung disini.” bisik Kyuhyun lembut sembari membaringkan Sungmin dengan hati-hati. Kyuhyun menanggalkan tiga kancing baju Sungmin, berpikir kalau hal itu akan sedikit mengurangi penderitaan Pangeran Snowelfnya. Namun tidak, Sungmin masih terus menggeliat dan menggerung. Tampak begitu menderita hingga Kyuhyun nyaris lupa untuk berkedip dan ingin ikut bergelinding di lantai saking frustasinya.

“Hyung! Hyuuung!” keluh Sungmin tidak tahan, tentu saja Kyuhyun juga ikut-ikutan tidak tahan.

“Y-yah! Aish!” pekik Kyuhyun sembari menjambak rambutnya bingung. Apa yang harus dilakukannya? Ia bahkan tidak tahu perangsang macam apa yang dikirimkan ayahnya kepada Sungmin. Satu-satunya jalan adalah meminta pertolongan ahli.

“Jangan kemanapun, kucarikan tabib untukmu!” Kyuhyun bergegas meraih pintu, namun belum sejengkal pun kakinya melangkah keluar, kalimat yang terucap begitu santai dari mulut raja kembali terngiang di kepalanya.

“…Sekarang saja kau tidak bersamanya kan?”

Kyuhyun mendelik, helaan napasnya terdengar makin berat.

Benar. Hanya sepuluh menit ia meninggalkan Sungmin, dan bocah ini berhasil dicekoki perangsang tanpa sepengetahuannya.

Kyuhyun mengerat pintu kamarnya kuat-kuat. Memorinya kembali ke masa-masa awal Sungmin datang kemari… Saat seorang tabib tambun nyaris memakan lengan kecil Sungmin-nya…

BRAK!

Tanpa berpikir dua kali, Kyuhyun membanting pintu kamarnya dan memastikan pintu yang sudah berganti menjadi besi itu terkunci rapat.

“Uuung! Panas hyung-ah, hiks—” Sungmin berguling kesana-kemari. “Panaaas!”

“Tenang sebentar, Sungmin-ah. Kucarikan sesuatu untukmu.” Kyuhyun menyeka keringat di tengkuk Sungmin, sebelum berbalik dan dengan terburu-buru meraih lemari-lemari yang berjejer di dekat jendela. Ia memeriksa seluruh buku yang tersusun rapi di dalam rak-rak, setiap kali melihat cover yang tidak sesuai dengan ekspektasinya, Kyuhyun akan melemparnya dan kembali sibuk memeriksa buku lain.

Seingatnya, ia menyimpan beberapa buku pengobatan di kamar ini. Namun sejauh ini hingga seluruh buku-bukunya berhamburan di atas lantai, ia hanya menemukan dua buah dan itu pun tidak menjamin sama sekali. Kyuhyun hanya mengedip empat kali, dan ia tahu tidak ada info berguna dari dua buah buku tipis ini. Kyuhyun menyobek keduanya dengan emosi.

“Sial! Kemana!” serunya kesal sembari menendang buku-buku yang berserakan di lantai.

Kyuhyun menggerung, berkacak pinggang dan berusaha memutar otaknya. Ayo! Ayo! Ayo! Kyuhyun menyemangati dirinya, berusaha mencari jalan keluar. Namun nihil! Opsinya kali ini adalah jalan buntu. Seakan terbayang kembali dengan paksaan ayahnya… Kyuhyun menelan ludah susah payah.

Setubuhi Sungmin atau bocah ini akan sekarat karena siksaan obat perangsang.

“Aaaaarggh!” Kyuhyun berteriak frustasi dan menjambak rambutnya sendiri.

Oke, kalau ini keinginan ayahnya. Kyuhyun BUKAN akan menurutinya. Tapi ia punya cara lain untuk menolong Sungmin. Snowelf ini hanya perlu sesuatu untuk menghilangkan efek obat perangsang itu, dan kalau keadaan memaksa Kyuhyun merebut kesuciannya… Bukan berarti Kyuhyun juga harus menyerah pasrah dan menyakiti Sungmin. Tidak, bocah ini bahkan terlalu manja untuk dipaksa mengandung di usianya yang masih belia.

Kyuhyun menunduk memandangi tangannya yang gemetar, lalu pandangannya beralih pada tubuh Sungmin yang masih menggeliat kesana-kemari seakan penuh dengan penderitaan.

Aku bisa menolongnya hanya dengan jari.’ bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Bermodalkan nekat, Kyuhyun bertekad untuk menolong Sungmin hanya dengan jarinya. Persetan soal hasratnya sendiri, ia bisa menahan diri. Kalau perlu, ia akan menahan napas dan memejamkan mata hingga Sungmin terlelap tenang nanti. Tapi saat bermaksud melaksanakan misi penyelamatannya, Kyuhyun menunduk. Langkahnya memberat. Aneh…

Kenapa… Tubuhnya ikut terasa panas?

Kyuhyun menyeka sebulir keringat yang mengalir dari kening dan melintas di ujung hidung mancungnya. Semakin lama, hawa panas itu terasa semakin membara dan sialnya… panas itu berasal dari dalam tubuhnya. Kyuhyun tercekat, sesuatu seakan menghantam memorinya.

LAVENDER!

“FUCK!” Kyuhyun mengumpat, bisa-bisanya ia melupakan hal paling mencurigakan sejak masuk ke kamar ini. Sontak Kyuhyun mendongak, pupil coklatnya yang beralih keemasan sedikit berkilat. Dengan mata itu, ia memang melihat kabut yang samar menyelimuti udara. Jadi itu…

“Fuckfuckfuck.” Kyuhyun mengeram marah. Butuh beberapa saat untuknya menenangkan diri. Kalau sampai emosinya melonjak tiba-tiba, Kyuhyun tidak ingin membayangkan hal apa yang mungkin diperbuatnya dalam keadaan tidak sadar.

Diliriknya sosok Sungmin yang terbaring di atas ranjang, suara napas terputus-putus dan erangan lemah bocah itu semakin membuatnya merasa bersalah. Sekarang ia harus berpikir jernih, demi Sungmin…

Namun semakin lama menghirup aroma ini… Kyuhyun merasa semakin kesulitan mengendalikan diri. Tangannya sedikit gemetar, apapun itu yang menghasilkan aroma lavender dan asap kasat mata ini… Kyuhyun yakin benda itu bertanggung jawab atas kondisinya –dan Sungmin.

Dengan kemampuan mengendusnya, tidak perlu waktu lama bagi Kyuhyun untuk menemukan benda itu. Sebuah lilin panjang yang sudah meleleh separuhnya, Kyuhyun jadi mengerti kenapa Sungmin terus menggeliat penuh derita seperti itu. Karena ia juga merasakannya sendiri.

Appa—arrrh!” Kyuhyun mengeram marah, merasa kesal kenapa ayahnya bisa menemukan benda seperti ini. Ditariknya lilin itu dari bawah ranjang dengan emosi, lalu diremasnya sumbu yang masih menyulutkan api.

Belum puas memadamkan lilin itu, Kyuhyun meremas dan membantingnya jauh-jauh. Dan Kyuhyun juga tidak berhenti sampai disana. Kepalanya berputar, mengawasi keadaan kamar, melirik kesana-kemari, memastikan sudut-sudut dan mulai mencurigai semua benda yang ada di dalam kamarnya sendiri. Entah dimana di dalam kamar ini… Ayahnya pasti memasang jebakan lain.

“Hyuuung~” suara erangan Sungmin memecah konsentrasi Kyuhyun. Pangeran bermata coklat itu mendesah sedih, kini ia juga mencurigai pakaian yang dikenakan Sungmin. “Hyuuuung!”

“Sssh!” Kyuhyun mengangkat tubuh itu dengan hati-hati, dan mulai melepas pengait baju Sungmin sekaligus. Ah, bukan melepas. Kyuhyun merobek baju Sungmin, karena itu lebih cepat. Ia menanggalkan jubahnya sendiri dan buru-buru melapisi bagian atas tubuh Sungmin yang terekspos, satu-satunya benda yang tidak dicurigainya adalah apapun yang sedari pagi menempel di tubuhnya. Dan ya, sama artinya Kyuhyun juga mencurigai seluruh pakaian bawah Sungmin. Karena itu Kyuhyun segera menanggalkannya, beruntung jubah selututnya berhasil melindungi tubuh Sungmin hingga ke mata kaki.

“Panasss, hyuuung! Panaass!” Sungmin menggeliat tak sabar, tapi setidaknya rasa sakitnya sedikit berkurang saat Kyuhyun-hyung membantunya melepaskan pakaian. Tapi sayang, Kyuhyun-hyung kembali menyelimutinya dengan kain yang lebih tebal. Sungmin melenguh tak suka, mulai memberontak dan berusaha menurunkan jubah panjang yang menyelimuti tubuhnya.

“Yaaah! Jangan dilepas!” Kyuhyun berseru panik, buru-buru mengamankan kembali posisi jubah yang melindungi tubuh Sungmin. Ia melotot shock saat kaki Sungmin kembali berulah dan jubahnya tersikap hingga ke pangkal paha. Kaki putih itu terekspos hingga ke selangkangan, sontak membuat Kyuhyun merona heboh.

“Kau ini, Hahhh!” Kyuhyun meraup tubuh Sungmin dan menggendongnya erat-erat ke dada, bermaksud mencegah pemberontakan bocah itu kalau nanti Sungmin berniat menyikap tubuhnya lagi.

Sedikit kesulitan saat harus memutar kenop pintu, Kyuhyun akhirnya berhasil keluar dari kamarnya dan melangkah tergesa-gesa. Beberapa pelayan berpapasan dan membungkuk hormat, meskipun nyaris semuanya akan kembali memandangi punggung Kyuhyun dengan kening bertaut.

Siapa yang tidak curiga? Putra Mahkota yang terkenal cuek dan jarang bicara itu tiba-tiba melintas tanpa jubah kebesarannya, menggendong Pangeran Snowelf yang menggeliat dan mendesah-desah tidak karuan. Orang-orang itu mulai bertanya-tanya, apa yang dilakukan Pangeran pada calon istrinya? Bocah yang bahkan belum genap lima belas tahun…

Seseorang bahkan dengan berani melamun dan berpikir lama— Hei, kalau sekedar menduga-duga tanpa bersuara, Pangeran juga tidak akan mendengarnya kan? Tapi sepertinya, Pangeran menyadari sosoknya yang merenung di sisi lorong.

“Hei, kau!”

Pelayan itu tersentak kaget, segera terbangun dari lamunannya dan buru-buru membungkuk minta ampun saat Kyuhyun melotot ke arahnya. Wajah pangeran begitu merah, pelayan itu bahkan sudah siap memikirkan seperti apa ia akan dihukum mati besok. Tapi tidak, Pangeran tidak menyerukan akhir hidupnya. Putra Makhkota hanya menunjuk sesuatu dengan dagunya, yang segera diikuti pelayan itu dengan tergesa-gesa.

“Y-ya, tuanku?”

“Bukakan pintu kamar itu.” perintah Kyuhyun sembari melangkah menuju satu pintu kamar yang tertutup, satu yang berada di ujung lorong dan jarang dilalui orang-orang. Kamar tamu yang hanya digunakan pada saat-saat tertentu.

Tanpa bertanya lagi, pelayan itu membungkuk-bungkuk sembari membukakan pintu yang diminta Kyuhyun. Hingga pangeran melangkah masuk ke dalam kamar, pelayan itu masih saja membungkuk hormat.

“Pergilah, kalau ada yang bertanya. Bilang saja aku menggunakan kamar ini.”

BLAM.

Kyuhyun melenguh. Ditatapnya Sungmin yang tengah kesulitan bernapas. Ada iba dan kesal yang bercampur di dalam hatinya. Kyuhyun tidak tega melihat Sungmin menderita tapi ia juga merasa kesal, kenapa ia harus repot-repot mengurusi bocah ini?

“Sekarang kau membuatku tampak memalukan,” keluh Kyuhyun sembari membaringkan Sungmin di atas ranjang.

“Hyuuung!”

Kyuhyun menahan napasnya. Melihat bocah berkulit pucah itu menggeliat kepanasan dan tersengal-sengal membuatnya semakin gugup. Wajah Sungmin semakin memerah dan peluh seakan mengguyur sekujur tubuhnya. Kyuhyun tidak tahu harus berbuat apa lagi, saat Sungmin menyepak jauh-jauh jubah tebal yang melindunginya, tidak peduli meskipun sekujur tubuhnya kini terekspos sempurna tanpa sehelai benang pun di hadapan Putra Mahkota.

Kyuhyun tidak bergerak, merasa percuma menyelimuti tubuh polos Sungmin karena sebentar lagi ia harus— Argh!

Apa yang dipikirkannya barusan?

Kyuhyun menjambak rambutnya, semakin lama merasa ikut kesulitan bernapas. Seolah efek wewangian itu juga merebak di dalam ruangan ini.

Tapi tidak mungkin kan ayahnya tahu kalau dia akan pindah kemari?

Pangeran bungsu itu memandang gugup ke arah Sungmin, peluh ikut menetes membasahi wajahnya. Kyuhyun menganga tanpa sadar dan seolah tidak mampu menghalangi matanya untuk tidak melirik ke bawah, menatap lekat ke arah junior Sungmin yang sudah menegang dan memerah, bahkan mulai mengeluarkan cairan.

Kyuhyun cukup kaget. Meskipun tahu sang ayah memaksanya menandai Sungmin, ia hanya tidak menyangka Sungmin sudah cukup umur untuk mengalami fenomena fisik itu.

“Panas hyung! Tolong akuuu!”

Kyuhyun mendelik saat Sungmin mulai mencakar-cakar lehernya sendiri, meninggalkan garis-garis panjang kemerahan di sepanjang lehernya yang putih. Buru-buru ditahannya kedua lengan bocah itu agar Sungmin berhenti menyakiti dirinya sendiri.

“Y-yah! Kau sudah gila? Jangan mencakar dirimu sendiri! Ka-kau kepanasan kan? Sini biar kubuat lebih dingin. Fuuuuuhh! Fuuuuh! Bagaimana?”

Seperti orang bodoh, Kyuhyun meniup-niup tengkuk Snowelf muda itu, bermaksud mengurangi penderitaan Sungmin dengan caranya sendiri. Tapi Sungmin malah merengek dan makin menggeliat.

Karena frustasi tidak bisa menggaruk kulitnya, Sungmin memutar pinggangnya dan menggosokkan bagian privatnya ke pinggang Kyuhyun yang duduk di sampingnya. Membuat Kyuhyun terbelalak dan kontan merona merah. Erangan Sungmin bahkan sudah berubah menjadi desah-desah frustasi. Kyuhyun segera memutar tubuh Sungmin dan mendorongnya menjauh. Namun saat ia lengah, Sungmin tiba-tiba bangun dan spontan merengkuh leher Putra Mahkota. Dan seolah dibimbing oleh insting belaka —ia mulai mengecup leher Kyuhyun dengan membabi buta.

Kecupan serampangan dari bocah itu seakan memberikan sengatan listrik yang mengalir ke sekujur tubuh Kyuhyun—terutama ke selatan.

“Y-YAH! Sungmin!”

Dengan tangan gemetar, Kyuhyun melepaskan rengkuhan Sungmin dengan kasar. Tubuh bocah itu terbanting ke atas ranjang dan Kyuhyun segera menyesali perbuatannya.

Dengan mata terpejam, Sungmin merintih sedih karena penolakan Kyuhyun. Dua tetes airmata meleleh di pipinya. Sungmin menggeliat lagi, berusaha menutupi bagian privatnya dengan bingung—tidak tahu harus melakukan apa untuk menghilangkan rasa gatal dan tidak nyaman yang merongrong di bawah sana. Pangeran muda itu merengek, menggigiti seprai dengan frustasi sembari memunggungi Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun…

Kyuhyun belum berniat untuk melakukan apapun. Berkali-kali ia harus menelan ludah, memegangi lehernya saat suara degub jantungnya yang memburu seakan terdengar hingga ke gendang telinganya. Kyuhyun mundur, mengambil sedikit jarak aman kalau-kalau Sungmin berniat menyerang lagi. Ia merutuk dalam hati, bocah ini sudah berhasil membangunkan miliknya di bawah sana. Tapi Kyuhyun bukan pedofil! Mana mungkin dia tergoda oleh bocah ini!

Apa karena dia sudah lama tidak bercinta? Atau karena wewangian bodoh itu?

Kyuhyun sadar bahwa efek lavender itu belum sepenuhnya menghilang. Tubuhnya seperti ditelan bara api. Hanya dengan memijat tengkuk sama sekali tidak mengurangi penderitaannya. Hanya begini, Kyuhyun sudah tidak tahan… Lalu penderitaan macam apa yang dirasakan Sungmin saat ini?

Mendengar suara isak tangis Sungmin yang desperate, Kyuhyun semakin merasa bersalah. Tapi ia juga tidak tahu harus melakukan apa. Apa lebih baik ia mengajak Sungmin berendam di dalam air dingin? Kyuhyun bermaksud menawarkan hal itu saat tiba-tiba Sungmin berbisik lirih—

Si-Siwon-hyuung…”

Kyuhyun melotot. Siapa itu Siwon?

Ia tidak yakin pernah mendengar nama itu.

Tapi Sungmin memanggilnya hyung?

Atau jangan-jangan itu nama Putra Mahkota Hviturland yang pernah diceritakan Appa?—orang gila yang ingin menyentuh adik kandungnya sendiri?

Kenapa Sungmin memanggilnya?

Jadi Sungmin menginginkan bantuan Siwon-hyung-nya ini karena Kyuhyun tidak mau menyentuhnya? HAH!

Tiba-tiba putra bungsu itu merasa kesal. Apa-apaan! Sungmin sudah berada disini, kenapa ia masih saja mengingat lelaki brengsek itu?

“Yah, jangan panggil dia lagi, Sungmin-ah. Aku yang akan menolongmu.”

Kyuhyun menarik bahu ramping itu hingga Sungmin berbaring menghadapnya. Lalu ditampiknya tangan Sungmin dari bawah sana. Perlahan dan penuh hati-hati, Kyuhyun menyentuh junior Sungmin yang lebih kecil dari miliknya (A/N dndthecat: =..= ya iyalah lebih kecil! 14 taun bro!) dan menggosoknya perlahan. Kyuhyun menahan napas mendengar erangan senang Sungmin.

Laaahhhghhiii hyuuungg~” Sungmin bahkan mengangkat-angkat pinggulnya, mengisyaratkan agar Kyuhyun menggerakkan tangannya lebih cepat.

“Ngghhh… di sini hyuuungg… di sini gataaaal!” Rengeknya lagi.

SHIT.

Apa bocah ini tahu apa yang sedang ia lakukan?

Kyuhyun mempercepat gerakan tangannya meski tetap berhati-hati agar tidak melukai organ penting itu. Dengan gemetaran, satu dua jarinya menjamah ke bawah bola Sungmin. Sedikit sulit dan membuatnya ragu, namun Kyuhyun tetap merunduk untuk melihat ke bawah sana.

Kyuhyun tidak mengerti banyak, tapi tentu saja ia mengetahui fakta bahwa seluruh Ras Snowelf hanya memiliki satu gender. Dan organ kewanitaan mereka –Kyuhyun bahkan tidak tahu harus menyebutnya apa—berada di antara penis dan organ ekresi. Ia bahkan pernah mendengar lelucon kakak-kakaknya yang mengatakan kalau Hviturland itu negara banci, dan tentu saja hal itu membuat Raja mengomeli seluruh putra-putrinya. Padahal Kyuhyun tidak ikut-ikutan.

Tapi jujur saja, baru kali ini Kyuhyun melihatnya sendiri.

Begitu ia menyingkirkan jemari Sungmin yang sejak tadi sibuk bersemayam di bawah testis, Kyuhyun memang melihatnya… Di balik bola sensitif itu, ada lubang kecil yang tampak begitu rapuh, memerah dan basah, cukup basah hingga Kyuhyun menelan ludah melihatnya.

Merasa takut melukai Sungmin, Kyuhyun hanya bisa meremas jemarinya. Namun untuk sesaat, suara erangan bocah ini terdengar begitu sensual dan menggema di dalam kepalanya. Seakan tidak bisa berpikir jernih, Kyuhyun refleks mendorong telunjuknya memasuki liang kecil itu.

Kyuhyun melenguh. Sempit dan panas. Tidak ada perlawanan, saat telunjuknya masuk ke dalam sana. Sungmin justru mengerang senang dan mendorong tangan Kyuhyun agar bergerak semakin dalam—

Haaahhh! Di situ hyung! Gataaal… Garuuuk~”

Sial. Kyuhyun menyeka peluh di dahinya dengan punggung tangan. Bocah ini seolah mengerti hal macam apa yang baru saja diucapkannya. Sungmin bahkan memejamkan matanya erat-erat, menggeleng ke kanan dan ke kiri memaksa Kyuhyun bergerak makin kuat.

Tapi tentu saja, Kyuhyun tidak menurutinya. Tidak boleh, ia tidak boleh lepas kontrol. Namun bulu kuduknya meremang, hanya telunjuknya yang berada di dalam sana dan Kyuhyun sontak merinding merasakan sensasi berbeda ini. Sebentar lagi… Kyuhyun merasa dirinya akan gila sebentar lagi. Ia harus bertahan di posisi ini sedangkan miliknya sendiri sudah menegang menyakitkan di bawah sana.

Tapi Kyuhyun berhasil mengendalikan dirinya. Meski ia masih merutuk dalam hati karena kesal—bagaimana mungkin bocah yang baru lahir kemarin ini bisa begitu vokal?! Desahan-desahan Sungmin sukses membuat sahabatnya di bawah sana semakin meronta meminta dilepaskan. Sekali lagi Kyuhyun merutuk, kali ini ia memaki ayahnya sendiri dan mulai mengoper semua kesalahan pada lilin lavender di kamarnya.

Kalau tidak, seorang Cho Kyuhyun tidak akan merasa terangsang melihat tubuh bocah yang bahkan tidak lebih tua dari mendiang putrinya –setidaknya itu pemikiran Kyuhyun.

Entah untuk keberapa kalinya, Kyuhyun menyeka keringat di keningnya yang seakan mengalir tiada habisnya. Panas sekali… punggungnya seperti terbakar. Tanpa sadar Kyuhyun menanggalkan kaus miliknya sendiri dan mulai mengipas-ngipas lehernya dengan telapak tangan. Sesekali ia memijat miliknya sendiri sembari terus berusaha memuaskan Sungmin.

Melihat apa yang dilakukan Kyuhyun, Sungmin secara refleks menirunya. Ia memijat miliknya sendiri dan menyentak senang saat sadar gerakan tangannya bisa mengurangi rasa panas dan gatal yang melanda tubuhnya. Ada sensasi aneh yang berkumpul di bawah perutnya saat jemari panjang Kyuhyun-hyung-nya bergerak makin cepat.

Bocaaahh… cepatlah datang!’ Geram Kyuhyun dalam hati. Makin mempercepat gerakan jarinya agar dia segera mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan urusannya sendiri di kamar mandi.

“Lagi hyung!”

Kyuhyun mendelik kaget, ia menunduk tidak percaya.

“La… lagi?!”

Sungmin menggangguk tidak sabaran.

Kyuhyun yang merasakan dinding dalam Sungmin memanas dan beradaptasi dengan cepat, terpaksa menuruti kemauan Pangeran Snowelf ini; menambahkan dua jari lagi ke dalam sana—hingga tiga jarinya berdesakan memenuhi liang reproduksi Sungmin.

Sungmin meringis, membuat Kyuhyun khawatir dan mengira dirinya telah melukai bocah ini. Namun Pangeran Snowelf itu malah merengek lebih parah saat Kyuhyun menarik jemarinya keluar. Sungmin menangis dan menggeliat karena bukannya mereda—rasa gatal itu malah bertambah makin parah.

AAhhh… hyuuungg… Jebal!”

Tangis dan raungan Sungmin semakin menjadi-jadi, bocah itu menendang-nendang ke arah Kyuhyun dan dengan kasar berniat memasukkan seluruh bagian telapak tangannya ke dalam tubuhnya sendiri. Kyuhyun menggeram, segera menampik tangan Sungmin dan terpaksa memasukkan kembali jarinya—benar-benar frustasi karena sedikit lagi saja… sebentar lagi… miliknya sendiri akan segera datang.

Kenapa lama sekali? Bocah ini masih perawan kan!’ Kemudian terbesit di pikiran Kyuhyunapa mungkin Sungmin memerlukan foreplay untuk membantunya? Haish, kenapa ia tidak memikirkannya sejak tadi?

Kyuhyun memandangi bibir Sungmin yang merah merekah. Haruskah dia mencium bocah ini seperti dia mencium seorang wanita? Aish—tidak ada waktu untuk berpikir! Yang penting adalah segera selesaikan semua ini! Kyuhyun menurunkan lehernya dan nyaris mencium bibir itu saat tiba-tiba ia mengingat—

Coklat!

“Haish!” Kyuhyun mengerang kesal. Beruntung ia belum sempat menyesap bibir Sungmin. Tidak ada yang tahu efek macam apa yang ditimbulkan benda berwarna coklat itu. Kyuhyun tidak berani mengambil resiko. Meski hasrat memaksanya untuk menyerang bibir Sungmin… Tapi akal sehatnya berkata lain.

Tidak. Kyuhyun menunduk, menelan ludah susah payah dan berusaha mengalihkan pandangannya kemana-mana. Lebih baik ia memulainya di tempat lain, dimanapun asal bukan di bibir Sungmin. Kyuhyun sempat memandangi leher dan tubuh mulus Sungmin, menemukan opsi untuknya memulai foreplay.

Tanpa berpikir lagi, Kyuhyun menunduk dan segera menyesap leher Sungmin. Menjilat dan menggigit lahan mulus itu hingga menyisakan jejak-jejak keunguan yang tampak kontras di atas kulit putih Sungmin. Bibir Kyuhyun bergerak giat, menjelajahi tengkuk, leher, hingga dada Snowelf muda ini sedangkan kedua tangannya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

Kyuhyun terlalu tenggelam, dan dengan remehnya mengabaikan asam yang terecap di ujung lidahnya. Ia sempat merasa curiga namun akal sehatnya seakan mengikis sedikit demi sedikit.

Dengan berat Kyuhyun mengakui, membayangkan miliknya menggantikan tiga jari di bawah sana sudah membuatnya merinding. Dan pemikiran gila itu semakin meraja-lela, berubah menjadi niat saat entah kenapa, Kyuhyun tidak lagi merasa sungkan menjelajahi tubuh manis ini. Ya—manis. Terasa manis sampai-sampai membekukan lidah lelaki dewasa itu. Kyuhyun tak berpikir lagi, saat perlahan lidahnya bergerak turun menggoda puting dada Sungmin yang menegang. Semakin turun, melewati perut dan selangkangan Sungmin sebelum kembali ke atas.

Kyuhyun menyesap bibir yang sempat ditinggalkannya tadi. Matanya terpejam, beban di dalam hatinya seakan terangkat. Tidak ada apapun di dalam kepalanya, selain insting yang menuntunnya untuk mengklaim bibir Sungmin, mengklaim semua yang mampu terjamah olehnya. Terlebih saat bocah dibawahnya merespon dengan aktif.

Kyuhyun bahkan tidak sadar saat tubuhnya sudah berpindah, mengekang Sungmin dari atas dan menggantikan jemarinya di bawah sana dengan juniornya sendiri. Rintihan Sungmin tidak membuatnya berhenti. Kyuhyun hanya bergerak melambat, mengisi penuh liang kecil itu dengan miliknya. Menyisakan sedikit nalurinya untuk bergerak lembut, menunggu hingga Snowelf itu mampu menyesuaikan diri.

Sungmin merintih kesakitan, airmatanya mengalir bercucuran. Namun ia tidak meminta Kyuhyun untuk berhenti. Benda itu—apapun itu yang ada di bawah sana berhasil mengusir panas dan gatal yang menyiksanya sedari tadi.

Sakit. Namun Sungmin tidak ingin Kyuhyun-hyung-nya berhenti.

“U-uh—” Kyuhyun bergerak keluar perlahan, sebelum kembali memasuki liang kecil itu dan terus mengulanginya hingga kedua tubuh mereka menyatu.

Menemukan pleasure spot Snowelf kecil itu bukanlah hal sulit baginya. Suara desahan Sungmin seakan membutakan Kyuhyun. Entah sudah berapa kali ia membasahi organ matingSnowelf itu dengan spermanya. Entah. Kyuhyun bahkan tidak sadar saat ia menggigit leher Sungmin, menyesap darah peri yang terasa begitu manis, dan meninggalkan jejak matedisana.

Kyuhyun terbangun dengan Sungmin yang tertidur nyaman dalam dekapannya. Aroma seksual dan rasa lengket di sekujur tubuh mereka yang bertelanjang bulat, seakan menjadi jejak dan jawaban yang sontak membuat Kyuhyun tercekat.

Kyuhyun beringsut menjauh. Degub jantungnya bergemuruh. Pemandangan di atas ranjang itu seakan menuding ke arahnya.

Sungmin berbaring disana, kulit pucatnya itu dipenuhi jejak-jejak ciuman, terutama di daerah leher dan dada. Hampir terlihat menjijikkan seperti penyakit. Dan yang paling membuat Kyuhyun frustasi adalah…

Jejak gigitan yang terlihat mencolok di leher Sungmin. Tampak segar dengan jejak darah kering disana. Kyuhyun tidak bisa mengingatnya, tapi ia yakin… Dirinyalah yang meninggalkan tanda mate itu. Tapi—

W-wae—” Kyuhyun menarik rambutnya frustasi.

Kenapa ia kalah dari dirinya sendiri? Kenapa ia mengingkari janjinya untuk tidak menodai bocah ini?

Kyuhyun berdiri ketakutan dan menjauh dari ranjang, menjauh dari Sungmin. Matanya memanas. Putra Mahkota itu menggeleng tidak percaya; kecewa dan marah pada dirinya sendiri.

Awalnya Kyuhyun marah dan merasa kecewa pada ayahnya. Ingin rasanya ia pergi ke kamar raja sekarang –tidak peduli meskipun telanjang, Kyuhyun ingin mencekik leher orang tua sialan itu sampai mati, atau mungkin membunuh permaisuri kesayangannya itu di depan mata raja. Tapi tidak mungkin. Karena ia yang melakukan ini. Kyuhyun terlibat di dalamnya. Kyuhyun yang meninggalkan jejak mate itu disana. Ia gagal menepati janjinya.

Kyuhyun merasa malu—malu pada dirinya sendiri, malu pada janjinya, malu pada mendiang istri dan putrinya…

Malu kepada Sungmin.

Apa yang akan dikatakan Sungmin padanya nanti?

Bocah ini hanya korban perbuatan ayahnya, bertindak karena efek perangsang –tidak lebih. Sedangkan Kyuhyun… Ia yang berada disini seharusnya bisa memahami situasi, bukan terjebak bersama didalamnya.

Apa Sungmin akan memandangnya seperti seorang penjahat? Pemerkosa?

Hanya membayangkannya saja, Kyuhyun merasa tertekan. Semua kemungkinan buruk itu melintas dan memenuhi pikirannya. Membuatnya makin panik.

Kyuhyun segera memungut pakaiannya dan mengenakannya serampangan. Tidak peduli kalau baju itu kotor dan lengket –ia hanya ingin menghindar dari semua ini.

Kyuhyun melirik Sungmin sekali lagi, wajahnya berubah sendu tatkala melihat bocah itu tertidur pulas tanpa mengetahui hal kejam apa yang baru saja menimpanya. Tidak ingin berpikir dua kali, Kyuhyun segera berbalik, meninggalkan ruangan itu tanpa menoleh ke belakang lagi.

.

oOoOoOo

.

 

Waktu makan pagi memang tidak seramai saat makan siang atau makan malam. Seringkali ada beberapa anggota kerajaan yang tidak hadir pada pagi hari. Sebagian lebih suka jika makanannya diantarkan ke kamar mereka. Sebagian bahkan tidak suka sarapan pagi sama sekali. Ya, seperti Cho Kyuhyun. Meskipun kali ini, Leeteuk juga tidak hadir di meja makan pagi itu. Setelah ‘aktivitas’nya dengan Kangin kemarin malam, Leeteuk memilih untuk menghabiskan sarapan di kamarnya saja. Setidaknya itu lebih baik daripada menantu dan anak-anak tirinya memandang langkah pincangnya dengan penuh curiga.

Leeteuk masih sibuk mengiris daging di atas piringnya, namun tentu saja ia tahu, seseorang menyelinap masuk ke dalam kamar.

“Youngwoon-ah? Kalian sudah selesai makan?” Leeteuk meletakkan nampan makanannya di meja. Kangin mengangguk dan duduk di sebelahnya.

“Lalu kenapa kembali ke sini? Tidak langsung bertemu menteri-menterimu?”

“Apa aku tidak boleh menjenguk istriku dulu? Aku belum memberikan ciuman pagiku untuk Permaisuri.”

Leeteuk tertawa kecil mendengar suara kekanakan Kangin dan perhatiannya yang berlebihan itu. Lagipula itu bukan pertama kalinya mereka bercinta.

“Kau bersikap seperti pria yang baru saja melepas keperjakaannya, Youngwoon-ah. Ingat umurmu,” gelak Leeteuk sembari mencubit hidung suaminya. Sesaat kemudian, Leeteuk memiringkan kepalanya –merasa heran melihat tingkah raja dan senyum bahagianya itu. “Kau ingin mengatakan sesuatu, Youngwoon-ah?”

“Kyuhyun tidak ikut makan pagi.” Kangin berbisik dan tersenyum lagi.

“Lalu?” kening Leeteuk bertaut. “Memang biasanya begitu kan?”

“Tidak, Jungsu-ah… Kali ini berbeda. Dia pasti sudah menandai Sungmin tadi malam.” Kangin berucap begitu yakin, dikecupnya lagi pipi permaisuri.

Leeteuk buru-buru mendorong wajah suaminya, mata coklatnya yang teduh membulat kaget.

“Ta-tapi kau tahu darimana? Apa Kyu bilang begitu tadi malam?”

“Umm— Tidak.” Kangin berpura-pura berpikir lalu menggeleng polos. “Kau ingat saat Kyuhyun datang semalam?”

Leeteuk mengangguk, wajahnya gelisah.

“Aku sudah menyuruh dua pelayan menaruh lilin pengantin di dalam kamarnya saat Kyuhyun pergi.”

Leeteuk terdiam sebentar, berpikir keras saat suaminya menyebutkan kata ‘Lilin Pengantin’ dan matanya membulat makin besar, tatkala ia mengingat malam pernikahannya bersama Kangin di dalam kamar yang dipenuhi aroma lavender.

“Mwo?! Youngwoon-ah, kenapa kau lakukan hal itu?” Leeteuk membentak dan memukul bahu Kangin. Tidak percaya dengan apa yang baru saja diperbuat suaminya. Begitu pula dengan Kangin, Kangin tidak percaya permaisurinya yang lembut ini baru saja membentak dan memukulnya. Itu bukan reaksi yang telah ia prediksi, ia menyangka kalau Leeteuk juga akan turut senang mendengar ide gilanya ini. Tapi tidak, ekspresi Leeteuk tidak menunjukkan apapun kecuali kekesalan.

“Wae, chagiya? Kalau tidak dibantu begitu hubungan mereka tidak akan berkembang!”

Leeteuk tidak menjawabnya, wajahnya mengeruh. Masih merasa kesal. Ia ingin bangun dan keluar kamar, tapi Kangin bergelayut manja dan memeluk pinggang rampingnya.

“Ayolah chagiya… Aku sudah tidak sabar lagi, Kyuhyun tidak akan menandainya kalau tidak dipaksa dan itu sama artinya kelahiran pangeran kecilku akan makin tertunda!”

Leeteuk menghela napas. Ingin memukul kepala suaminya lagi tapi mendengar alasan itu… Perasaannya justru luluh. Benar, ia pun menginginkan pangeran kecil hadir di tengah-tengah kerajaan.

Tapi bukan seperti ini, aish.

“Lalu bagaimana keadaan Sungmin? Kau sudah mengecek mereka?” Lelaki berambut cokelat panjang itu semakin cemas, ia berusaha melepaskan pelukan suaminya. Tapi Kangin justru terkekeh dan mendekapnya makin erat.

“Tidak, biarkan saja mereka seharian ini, sayang. Aku sudah menyuruh pelayan menjauhi bangunan di sekitar kamar Kyuhyun.”

Kangin mencoba mengecup perut Leeteuk, namun sang permaisuri bersikeras melepaskan diri.

“Seharusnya tidak perlu seperti itu, Youngwoon-ah. Bagaimana kalau Kyuhyun tidak bisa menahan diri sepertimu? Kondisi Sungmin juga…” Leeteuk sedikit mendorong Kangin menjauh darinya dan berdiri pelan-pelan. Kangin menggenggam jari-jari lentiknya itu, menolak untuk melepaskannya.

“Kau mau kemana Jungsu-ah?”

“Aku akan melihat keadaan Sungmin.”

Mendengar itu, Kangin melepaskan tangan istrinya dengan tidak rela. Melihatnya berjalan keluar kamar dengan tertatih-tatih saja, Kangin kembali menghela napas –tidak tega. Ia terpaksa mengikuti langkah Leeteuk.

“Seharusnya kita tidak mengganggu mereka. Bagaimana kalau ternyata mereka masih bercinta?” Kangin membujuk Leeteuk.

“Youngwoon-ah, kita tetap harus memastikan keadaan mereka. Bagaimana kalau lilin perangsang itu justru menyakiti Sungmin? Aku saja masih ingat seperti apa rasanya!”

Kangin ingin merajuk mendengar keluhan istrinya, tapi alih-alih bibirnya justru terkunci. Ia terpaksa mengikuti langkah Leeteuk tanpa protes lagi, membuntutinya seperti seekor anak anjing yang malang saat Leeteuk memutar langkah dari dapur dan kembali lagi ke lorong selatan.

Melihat langkah pincang Leeteuk, Kangin nyaris saja meraup pinggang istrinya dan membopongnya seperti pengantin. Tapi tidak, istrinya yang cantik ini bisa-bisa semakin mengamuk dan menyerangnya dengan nampan makanan.

“Youngwoon-ah…” Leeteuk berbisik takut. Mendapati pintu kamar Kyuhyun yang terbuka separuhnya, Leeteuk dan Kangin saling bertukar pandang. Wangi lavender yang familiar itu masih tercium dan menyeruak keluar, membuat Leeteuk menutup hidung dan mulutnya dengan lengan bajunya yang panjang.

Kangin melenggang santai ke dalam kamar, seolah tidak terpengaruh dengan sisa aroma yang masih menyengat itu.

“Sungmin-ah? Kyuhyun-an?” Kening Raja mengerut, heran melihat ranjang yang kosong, bahkan tidak ada tanda-tanda darah atau apapun. Lalu Kangin memutar pandangannya lagi, mencoba menemukan dua sosok yang ia cari-cari. Siapa yang tahu kan? Mereka menjadi liar semalam dan memutuskan untuk bercinta di pojok ruangan atau di mana-mana. Namun nihil. Semakin dicari-cari ke seluruh sudut dan bahkan kamar mandi, Kangin semakin menyadari kalau kamar ini benar-benar kosong ditinggalkan pemiliknya.

“Mereka tidak ada di sini!” ujar Kangin cemas sembari menarik lengan istrinya menjauhi kamar. Namun begitu mereka keluar, Kangin tertegun. Wewangian tadi memang sempat mengganggu indera penciumannya, terasa aneh karena aromanya menghambur ke luar dan seperti jejak… Aroma itu membawa mereka ke arah lain.

“Kesini!” seru Kangin sembari menarik istrinya ke sudut lorong. Leeteuk yang mendengar kegelisahan dalam suara Kangin, mencoba untuk tidak bertanya lebih jauh. Kangin membawanya melangkah memasuki satu kamar yang terletak di ujung. Dan begitu Kangin membuka pintunya, Leeteuk sontak terhenyak. Suaranya tercekat di kerongkongan saat Kangin dengan panik menghambur masuk.

“Sungmin-ah!”

Di sisi ranjang, Leeteuk melihat Sungmin menelungkup di atas lantai. Tampaknya bocah itu terjatuh dari tempat tidur dan hanya sekilas melihat, Leeteuk tahu kalau Sungmin tidak mengenakan apapun kecuali selimut yang menyelimuti pinggang dan bagian bawah tubuhnya.

Mendengar namanya dipanggil, Sungmin mendongak perlahan. Suara ringisannya yang sejak tadi tertahan kini berubah menjadi isak pelan saat tahu orang yang berdiri di depan pintu bukanlah Kyuhyun.

“H-hyung…” cicitnya pelan. Sungmin mengerut, mengerat selimutnya ketakutan. Ia tidak ingin orang lain datang kemari selain Kyuhyun. Dia mau hyung-nya! Tapi sejak bangun, Sungmin tidak menemukan Kyuhyun dimana-mana. Ia bahkan sudah menunggu, satu jam, dua jam, menahan haus dan lapar yang menderanya tapi Kyuhyun tidak kunjung datang. Sekujur tubuhnya lemas, kepalanya pusing. Semuanya terasa sakit –pinggang, perut, selangkangan, paha, dan bagian di bawah sana. Sungmin bahkan tidak sanggup bergerak, tubuhnya oleng dan jatuh tersungkur di atas lantai saat ia memaksakan diri untuk bangun.

Snowelf itu menggigit bibirnya kuat-kuat, mencoba menahan tangisnya tapi melihat dua sosok asing itu membuat matanya makin berkaca-kaca. Kalau ada eomma disini, mungkin Sungmin sudah akan merengek dan menangis. Tapi tidak ada eomma disini, ia hanya memiliki Kyuhyun-hyung-nya. Dan sekarang, Kyuhyun-hyung juga menghilang entah kemana.

“Ah! Kyuhyun-hyung!” Sungmin meraung ketakutan dan memukuli dada Kangin dengan lemah, berusaha menghindar saat raja mengangkat tubuhnya.

“C-chagi,” Kangin mendelik kaget, melihat jejak gigitan yang perlahan berubah keunguan di leher Snowelf muda itu, sudah cukup baginya—

“Panggil tabib sekarang!” Kangin berseru panik, Leeteuk mengangguk gugup dan buru-buru berbalik, keluar dengan langkah tergopoh-gopoh.

“HYUNG!” Sungmin meraung dan terisak-isak. Tubuhnya terkulai di dalam gendongan raja, tapi tangan kecil itu tidak berhenti memberontak, menghabiskan seluruh tenaganya untuk melawan. “KYUHYUN-HYUNG!”

.

oOoOoOo

TBC

oOoOoOo

.

A/N: Yakkk… sampai di sini dulu karena ternyata scene di chapter ini jauh lebih panjang dari yang kami duga.

Dndthecat: bagi yang berpuasa, tolong ya jangan baca beginian di siang hari (telat juga bilangnya udah ampe TBC) kalau perlu selesai baca langsung mandi wajib sono =w= berasa dosa bikin lemon yang dibaca anak sekolahan *sok tua* mana bulan puasa lagi. Ini semua karena Sun *lirik Miinalee*

Miinalee: *ga terima* Padahal polosan aku daripada Dee…

Dndthecat: Masa sih? Yg ngebet minta NC di chapter ini dirimu bukan? -_-

Miinalee: Yang bikin siapa?

Dndthecat: Yang nyuruh siapa?

Miinalee: O_O *kicep* AKU SUDAH TIDAK POLOS LAGIIII!!!!

Dndthecat: Baru sadar… ‘_’

Miinalee: BAGAIMANA INIIIIII!? AKU SUDAH TIDAK POLOS LAGIIIIIIII!!!! *histeris*

Dndthecat: ‘_’

Miinalee: HUAAA! MIMIIIIII!!!! AYO BIKIN ANAAAA-*disumpel*

Dndthecat: *sumpel Sun* Tolong tinggalkan review ya🙂

 

22 thoughts on “Cursed Crown | Chapter 5

  1. Woaaaaahhhhh~~~untung hari ini lgi gak puasa gw,,mau pause dlu bcax tpi udah nanggung jdi lanjut aj,,hhehehehehe,,,ternyata Kyu gak bisa ngelawan efek dri obat perangsang itu,,dan akhirx dia nandain Sungmin,,,yeaaaayyyyy,,,
    tpi napa ming ditinggalin,,Kyu nih suka ngambil keputusan sndri,,pdahal ming sedih bgt nyariin Kyu hyungx,,issshhhh,,,Kyu kmna lgi tuhhh
    penasaran bgt ma next chapx,,,,,^_______^

  2. sha says:

    untung saya sudah buka ini, haha😀
    si Kuyu bikin gregetan deh.. knapa pake alesan janju segala coba.. kalo Ming kenapa2 tendang nih :p

    tu knapa Kangin manggil tabib sgala? tinggal panggil bange evil deh

    lanjut lanjuuut😀

  3. Yool LeeMinmin says:

    BC-nya nampol beneeeer hehehehe~ ga terlalu fulgar tapi bisa bikim keringetan yg baca😀 Jempol buat ide Kangin, klo ga gini kapan lagi noh Kyuhyun nandain Sungmin ekekekeke~

  4. Yool LeeMinmin says:

    NC-nya nampol beneeeer hehehehe~ ga terlalu fulgar tapi bisa bikim keringetan yg baca😀 Jempol buat ide Kangin, klo ga gini kapan lagi noh Kyuhyun nandain Sungmin ekekekeke~

  5. doraemon081293 says:

    Kamarnya kyu sama umin kan besar. Kok kyu ikut kepanasaan juga sih. #lupa hidupkan AC . Kalo umin sih wajar kepanasaan kan di olesin minyak *gak negrti ciusss
    Emang wangi lavender bisa nge-rangsang ya …
    Empat jempol buat kyu. Hebat … bisa nahan nafsu gitu. So sweet :*
    Hahah …kyu cemburu eoh. Akhirnya …..??? sesuatu
    Iya sih hot NC-nya. Tapi maho. Buat FF GS dong min …. Tapi ff kyumin aja.
    Si Umin punya kelamin ganda ya …. Seruuu. Tapi lebih seru kalo di buat GS
    Jejak mate? Sedih … kyu udah yadongan gitu sama sungmin masih inget ama mendiang istrinya. *nangis sambil mandi ujan
    Hahaha … parah tuh kangin. Sampe buat leeteuk berjalan agak pincang😀
    Teganya si kyu… si umin di tinggal. Habis manis sepah di buang.

  6. kyuma0403 says:

    KangIn tega bgt ke Ming… kasihan Mingnya…
    tp akhirnya ditandai juga ma KYU….
    berarti Ming udh g bisa lg direbut Siwon kn ya?? YEEEYYYY!!!
    tp koq ditinggal gtu aja ma KYU?? kasihan Mingnya…. Selama ini dia kn cuma deket ma Kyu aja…

    penasaran chingu…
    ditunggu kelanjutannya….. :))

  7. Lee Min Chan says:

    Uyeah !!
    Kyu udah nandain Ming . Tpi ngerasa ngenes + kasian jga sama Kyu . .
    D ff nya unni yg ini . Para appa knp jdi jahat + pemaksa smw ne . . -__-

  8. Ahrin says:

    hahaha, akhirnya. kyuhyun good job. tp kmu kmna kyu ninggalin sungmin gtu ajah…kasian tuh sungmin..ckck
    can’t wait for the next part….
    author fighting…

  9. vyan says:

    woahh.. too hot.. but I like it hahahahahaha
    Lanjutannya mauuuu….
    ga sabar.. pengen baca lagi…
    ngomong2 si Kyu kemana? ko Uminnya ditinggalkan gt aja sihhh…

  10. fiqoh2606 says:

    wahhh… akhirnya ditandain juga sama kyu wkwk
    tapi itu kyuhyunnya kemana??? kasian ming ketakutan tuh jadinya
    ga sabar nunggu next chapter
    semangat kak ngetiknya. 파이팅!!!

  11. Adelia Santi says:

    gyaaaaaaaaaaaaaa*histeriss* astagaaaaa akhirnya Gyu menandai Minggggggggg…..
    Ta.. Tapi.. Knpa Gyu mlah pergi meninggalkan Ming? Meninggalkn Ming stlah Gyu menodai Ming?*bahasagueribetamat* Gyuuu jahat bgt shhhhhh*cekikGyu*
    Hahhhhh.. Kasihan Ming>< trus apa hub. Nya Ming ma Siwon yah?
    Aishhhhhh… Sebenarnya Gyu it cinta or gak sh ma Ming?
    Tingkah Gyu it yg bkin ak sebel nhhh.. Di tunggu lanjutannyaaa.. Sadlupus kapan di update?
    Ya Tuhannnnn.. Adegan NC-nyaaa.. Sukses bkin aku panas dingin*gigitbantal* tp aku suka loh.. Krna lebh"soft"dn gk bgt terkesan vulgar^^

  12. shanty kyuminnie arashi says:

    Untung bcanya pas bulan puasanya udahan…. hehhehehheehhe…..

    Euuummmmm….. akhirnya kyu bener2 ngelakuin itu sama ming…..
    Ternyata pengaruh lilin sama cokelatnya mantap bgt ya…
    Sampe kyu akhirnya ga bisa menahan dirinya lg….

    Tp knp kyu malah pergi gtu aja….
    Kasian ming… pasti dia ketakutan bgt….
    Akhirnya ming bener2 d tandai sama kyu…

    Lanjut lg….

  13. Rhaya says:

    Kagak kuat baca NC nya v.v
    hot ye?
    kyuhyun kmna? Biasanya suka ada kalo sungmin manggil:/
    i like this story🙂

    go to next chapter

  14. 010132joy says:

    Ehhh kyumin nc??? Kyu kmu mnodai anak dbawah umur mskipun pngaruh obat prangsang tp kan tetep aja ckck, udah gitu paginya kabur lg aduh ga tnggung jwb nih kyu
    kangin appa jhat teganya dia kasih ming obat perangsang ga peduli ming masih anak2 cuma pengin cpet2 dapet cucu laki2 huh dasar raja egois
    trus itu kyunya kabur kmana lg ga mikirin mingnya gimana dia tinggalin gitu aja
    Apa yg trjadi? Lanjut bacaaaa ….

  15. Ya ampun kangin gak ada kerjaan banget yaa. Kasian abang kyu. Tapi jangan ninggalin gitu aja si umin,kan kasian. Okedeh min,aku lanjut baca yaa

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s