Sedlupus – Chapter 6

Kalau saja ia berada di suasana yang berbeda, kondisi yang berbeda, tempat yang berbeda, Sungmin pasti merasa kalau purnama di luar sana begitu indah. Sayang tempat mengerikan yang menaunginya selama nyaris empat bulan terakhir terus saja menyayatkan mimpi-mimpi buruk yang baru setiap harinya. Andai saja ia tidak pernah berada di tempat ini… Kalau ia tidak pernah tahu Werewolf itu nyata, mungkin Sungmin akan memandang purnama di atas sana dengan cara yang berbeda. Menganguminya, menatapnya lama dengan rasa terpesona. Tapi tidak kali ini.

Sinar purnama yang menyinari malam di luar sana tampak mencekam. Rasa-rasanya Sungmin ingin berteriak menolak kalau saja cahaya itu sampai merangkak mendekati mata kakinya. Terang sinarnya terasa menyakitnya, menyayat sembilu dalam hatinya setiap kali cahaya itu beranjak menyusup lewat jendela besar kamar yang tidak lagi terjeruji. Kyuhyun melepas seluruh jeruji besi jendela ini agar katanya, Sungmin bisa memandang indah keluar kala pagi memeluk. Atau saat purnama menguasai malam setiap beberapa pekan.

Tapi tidak sekalipun… Sungmin merasakan satu kebahagiaan selama ia tinggal di tempat ini. Setelah kejahatan Kyuhyun yang membekas seperti bau busuk di dalam batinnya… Semua yang ia rasakan hanya kesengsaraan, dan rindu akan pulang. Mungkin Kyuhyun berpikir bahwa ia tidak akan pernah berniat untuk kabur lagi, tidak setelah apa yang pernah ditunjukkan Kyuhyun padanya. Sesuatu, segerombol, sepenjuru besar ancaman yang menunggu di luar sana. Kawanan serigala lapar dan hewan buas yang mengintai…

Tidak ada tempat teraman selain berada di sisiku’

Begitu yang selalu diucapkan Kyuhyun padanya. Meski seringkali Sungmin terdiam dan berpura-pura menganggap pemudaWerewolf itu tak ada, tentu saja ia tidak bisa mencegah telinganya untuk tidak mendengar. Mungkin memang benar, Kyuhyun melindunginya dari ancaman di luar sana. Tapi satu hal yang paling menakutkan, Kyuhyun tidak akan bisa melindungi Sungmin dari dirinya sendiri. Kyuhyun tidak akan bisa melindungi Sungmin dari Kyuhyun lain yang tersembunyi di balik iris coklat matanya.

Dan hal itu semakin meruntuhkan keberanian Sungmin untuk bertahan. Tidak bisa menyombongkan egonya lagi, satu-satunya yang ia inginkan hanya pulang. Ucapan Kyuhyun mengikis dari keyakinannya tentang arti sebuah perlindungan. Ia bahkan tidak mempercayai pemuda serigala itu sejak awal sekali. Tapi Sungmin tidak diberi pilihan. Dan setelah apa yang terlanjur terjadi, Sungmin semakin membencinya dan mulai berpikir macam-macam tentang kesempatan-kesempatan.

Seperti beberapa purnama yang pernah dilaluinya disini, Sungmin selalu mempelajarinya. Ia mengamati seluruhnya dan mulai memikirkan banyak hal. Mengingat bagaimana tempat ini terasa sepi hingga puluhan mil setiap kali purnama tiba. Beberapa pelayan dan prajurit, tentu saja, berjaga di istana tanpa henti. Mengerjakan tugas mereka dengan sebaik-baiknya meski tetap saja, Sungmin menyadari perbedaannya. Jarang terdengar suara perbincangan seolah penghuni istana ini menikmati datangnya purnama dengan kesunyian. Kecuali suara lolongan werewolf dan siluman-siluman di luar sana, kesunyian ini menjadi pilihan yang terasa begitu menjanjikan setelah kematian.

Dan Kyuhyun…

Pria yang dibencinya itu tidak pernah ada saat purnama tiba. Entah apa yang dilakukannya, Sungmin tidak peduli. Tapi hal itu semakin terasa pasti. Kyuhyun menghilang tepat tiga hari setiap pekan purnama datang. Sehari sebelum purnama naik dan sehari setelahnya. Seakan jenjang waktu yang lumayan lama itu menjanjikannya kebebasan.

Bukan sekali, dua kali, Sungmin memikirkan pilihan untuk kabur dari sini. Tapi dibalik rasa takut dan traumanya yang mengerat hati, ia mati-matian berpikir tentang banyak kemungkinan yang akan menyambutnya saat ia melarikan diri nanti. Berusaha mempersiapkannya meski semua itu tidak menjamin keselamatan. Taruhan nyawanya selalu membuat Sungmin berpikir dua kali untuk tidak memijakkan kaki keluar jendela terlebih saat malam hari. Namun anehnya. Malam ini juga terasa berbeda.

Sinar purnama dan angin malam di luar sana membisikkan sesuatu yang lain. Suara lolongan terdengar mencekam. Tapi rasanya ia sudah terbiasa. Sekali mengusap tanda biru di bahunya, entah kenapa Sungmin merasa tenang. Seakan sesuatu menjamin nyawanya setidaknya dari terkaman seluruh ras yang sebangsa dengan Kyuhyun. Serigala.

Kyuhyun bahkan pernah membawa seekor serigala besar bertaring mengerikan yang dengan anehnya, membungkuk patuh setelah sesaat mengendus aroma tubuh Sungmin. Seakan hewan itu mencium hal lain dari tubuhnya, Sungmin segera menyadari semua itu berhubungan dengan malam mengerikan yang pernah dilaluinya –saat Kyuhyun dengan biadabnya menggarap tubuhnya, meninggalkan tanda memar yang tak pernah hilang tepat di bahu kirinya. Sejak saat itu, tidak seekorpun serigala tampak berbahaya jika ia berada di dekat mereka.

Dan bodohnya… mungkin pemuda siluman itu tidak pernah menyadari… ia menunjukkan sesuatu yang membuat Sungmin semakin percaya bahwa presentase keberhasilannya untuk kabur bertambah dua kali lipat.

Untuk kesekian kalinya, Sungmin mendongak menatap bulat purnama di atas sana. Seakan menelisik celah, mencari kepastian. Ia berkonsentrasi mendengarkan lolongan serigala di luar sana, yang anehnya… kali ini terasa seperti lantunan nada yang menuntunnya untuk pulang.


.

oOoOoOo

.


“Kau serius mau melakukan ini, Kyuhyun-ah?”

“Ya.” Kyuhyun bergumam sebelum memastikan kembali gelang baja yang ia persiapkan sebelumnya sudah terpasang sempurna di kedua pergelangan lengannya. Kyuhyun bukan tidak menyadari, Jungmo tengah menatapnya lirih. Kyuhyun hanya tidak tahu bagaimana ia harus merespon tatapan sendu sahabatnya itu.

“Tanganmu akan putus kalau kau terus-terus menggunakan benda itu di pergelangan tanganmu, Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun terkekeh mendengarnya. “Putus?” gelaknya setengah bercanda. “Selama ini belum pernah terjadi kan?”

“Belum. Belum terjadi.” Jungmo mendengus. “Apa tidak cukup dengan mengurung diri saja? Aku bahkan masih belum setuju sepenuhnya soal itu. Dan ditambah dengan gelang baja dan rantai-rantai—”

“Aku harus melakukannya, Jungmo-yah.”

“Kalian sudah menjadi mate, demi Valar!”

“Hal itu tidak mencegahku bermuat macam-macam. Sudahlah, aku malas membahas hal ini.” Kyuhyun berbalik, jengah sekaligus kecewa. Kenapa tidak sekalipun Jungmo mendukung hubungannya dengan Sungmin? Ia kembali mengusap gelang baja itu, benda itu sudah terpasang sempurna, tapi masih ada satu kekhawatiran yang terasa begitu mengancam dalam hatinya. “Kau begitu membencinya, Jungmo-yah?” suara Kyuhyun melirih. Ia tidak ingin menatap Jungmo saat sahabatnya itu menjawab nanti, tapi nyatanya, Jungmo memang tidak menjawab sama sekali.

Kyuhyun meremas pahatan baja bertabur sihir itu dengan penuh hikmat. Seharusnya… benda ini hanya dipakaikan pada para tahanan berbahaya. Dan sekarang, Kyuhyun selalu masuk ke dalam kelompok itu setiap kali purnama tiba. Ia terlalu berbahaya untuk berkeliaran di sekitar Mate-nya.

Kyuhyun menghela napas dan melirik Jungmo dari sudut matanya, pemuda itu memang tidak bergeming sama sekali. Ia terus berdiri seperti patung dan Kyuhyun bukan tidak tahu apa maksudnya. Sahabatnya itu tengah kesal, marah, dan sudah pasti emosi itu ditujukan kepadanya.

“Jangan jauh-jauh dariku. Aku hanya ingin menengok Sungmin sebentar, tolong lakukan apapun kalau sesuatu yang tidak diinginkan terjadi nanti.”

Jungmo mendengus. “Ye, Alpha-nim.”

Kyuhyun hanya diam dan melangkah keluar kamar, meski respon patuh itu terdengar lebih menjengkelkan dari biasanya.


.

oOoOoOo

.


Kyuhyun tidak ingat kapan terakhir kali ia saling berdiam diri dengan Jungmo. Mungkin puluhan tahun lalu, saat hati mereka masih sama kekanakannya, masih begitu tinggi egonya, saat mereka masih seringkali berkelahi karena hal-hal kecil. Saat-saat yang terasa sudah berlalu begitu lama. Dan seiring waktu, Jungmo berubah menjadi sosok dewasa yang kerap mengalah dan Kyuhyun juga ikut beranjak menjadi sosok yang tidak lagi gemar mencari perkara.

Dan saat harus saling berdiam diri lagi seperti saat ini, suasana ini terasa begitu asing. Kyuhyun ingin sekali memulai perbincangan, tapi tentu saja mereka berdua sadar betul, Jungmo tidak menyukai Sungmin dan Kyuhyun tidak suka kalau sahabatnya itu berbicara buruk tentang Sungmin-nya. Jadi lebih baik mereka terus saling berdiam diri saja. Setidaknya Kyuhyun berhasil mempertahankan sikap diam-nya hingga ia membuka pintu kamar Sungmin dan disambut oleh kesunyian.

“Sungmin-ah?” panggil Kyuhyun pelan, keningnya mengernyit saat kekosongan kamar menyambutnya. Jungmo ikut masuk, mengekor di belakangnya dan ikut memutar pandangan kesana kemari. Tapi sosok yang mereka cari tidak tampak seujung batang hidungpun. Dan Kyuhyun mulai panik.

“Sungmin-ah!” Kyuhyun berseru lagi, ia membanting pintu kamar mandi dan mengeram emosi saat tak ditemukannya siapapun di dalam sana. Kyuhyun berbalik lagi, melirik kesal ke arah Jungmo yang hanya berdiam diri di dekat pintu. Sahabatnya itu bahkan tidak berniat membantu sama sekali, hanya melirik kesana kemari dan berdecak seakan Sungmin yang menghilang bukan perkara besar baginya. Setidaknya itu memang bukan perkara besar bagi Jungmo, tapi bagi Kyuhyun—

Kyuhyun bahkan tidak tahu perasaan macam apa yang lebih mengusik daripada rasa panik. Dan hal itulah yang dirasakannya sekarang.

“Kau menyesal membuka jeruji jendela kamar ini?”

“Diam, Jungmo! Bantu aku mencarinya!”

Kyuhyun bersumpah untuk mencekik leher sahabatnya kalau saja ia sampai mendengar suara kekehan. Tapi beruntungnya, Jungmo bekerja sama dengan baik dan segera membantunya mencari Sungmin tanpa berkomentar lagi.

Keduanya berpencar ke berbagai arah. Setelah menggeledah seluruh isi kamar dan mengecek ulang lorong hingga ke balairung istana, keduanya saling setuju dalam diam. Bahwa Sungmin sudah berhasil melarikan diri lewat jendela kamarnya sendiri. Jejak aroma tubuhnya masih mengembang samar di udara, berpendar di bawah jendela kamar namun Kyuhyun dalam kepanikan luar biasa –kesulitan melacak kemana arah perginya aroma tubuh Sungmin.

“Menyebar! Pergi ke utara, selatan, dan tenggara!” Kyuhyun mengangkat jarinya, menunjuk ke berbagai arah dan memerintahkan selusin prajurit untuk berpencar mencari Mate-nya. Pinus-pinus yang tinggi membentang dan melingkari kastil sedikit menghalangi sinar bulan untuk menerobos masuk ke pekarangan depan kastil, tapi hal itu tidak lantas menghalangi Kyuhyun untuk membuat keputusan sebaik mungkin.

“Aku ke barat, dan kau ke timur.” Kyuhyun bergumam pada Jungmo sebelum berlari menyusup ke balik kawanan pinus dan menghilang di dalam hutan. Meninggalkan sahabatnya yang sempat tercenung sebentar sebelum beranjak pergi ke arah yang berlawanan.

Kyuhyun mengerang, nalurinya berbisik kuat bahwa Sungmin memang benar-benar menghilang ke arah barat. Tapi untuk memastikan dua kali, ia perlu bantuan Jungmo untuk mengecek arah yang berlawanan dan beberapa prajurit lain ikut dikerahkan ke berbagai mata angin. Sungmin pasti baru melalui jalan ini, aroma tubuhnya masih samar tersisa, Sungmin tidak mungkin berada jauh dari kawasannya. Setidaknya itu harapan Kyuhyun, karena ia tidak berani memikirkan seperti apa jadinya kalau Sungmin sampai melangkah keluar dari perbatasan wilayahnya.


.

oOoOoOo

.


Lari. Lari. Lari. Tidak lagi peduli pada fisiknya yang mulai menggigil dan mengeluh, Sungmin terus memacu langkahnya lurus. Menerobos semak-semak, tanah lengket, memijak ranting-ranting dan bebatuan tajam.

Rasa sakit di bawah telapak kakinya seakan sudah lenyap entah kemana. Mati rasa. Sungmin nyaris merasa dirinya tengah melayang-layang diudara, otaknya hanya memerintah untuk bergerak, bergerak, menjauh, sedangkan kakinya terus melangkah seperti roda yang berputar bengkok dan rapuh. Dengan napas terengah, Sungmin tidak lagi peduli kalau ia sampai jatuh dan terperosok ke tebing. Bahkan jalanan di depannya tidak terlihat jelas. Kegelapan ini nyaris pekat, ia tidak akan heran kalau dirinya sampai terperosok masuk ke dalam lubang atau jatuh dan mati di bawah jurang.

Tapi setidaknya, kematian itu tampak lebih menjanjikan baginya. Suara lolongan serigala semakin terdengar sayup-sayup menjauh, memberikan sedikit kepuasan hati bagi Sungmin bahwa dirinya memang sudah berada jauh dari sarang monster bernama Kyuhyun.

Ia sudah berada jauh. Jauh. Hanya cukup bertahan sedikit lagi dan ia pasti bisa pulang. Sungmin mencoba tersenyum senang, namun ringisan lah yang terbentuk di wajahnya. Langkah kakinya mulai bergerak lamban, sandal kulit yang tadi dikenakannya sudah melayang entah kemana. Kakinya yang bertelanjang penuh dengan lumpur dan luka-luka. Tapi Sungmin tidak lagi sempat mengeluhkannya, saat ia menatap lurus dan suara sungai yang mengalir lirih menyambutnya di depan sana.

Tepat di sana, sungai yang memantulkan hitamnya cakrawala membentang panjang. Airnya yang mengalir dangkal membuat Sungmin tidak perlu berpikir dua kali untuk segera mencelupkan kedua kakinya ke dalam sana. Seperti oasis di tengah padang pasir, Sungmin melenguh senang saat dinginnya air sungai menyentuh kulitnya hingga ke lutut. Meskipun ia tidak akan berdusta bahwa dinginnya air itu lebih dingin lagi dari es, Sungmin tetap tidak berniat untuk beranjak dan justru membungkukkan badannya untuk membilas wajah dan minum dari air sungai itu. Lumpur-lumpur yang mengotori sekujur kakinya ikut hanyut terbilas habis.

Sungmin beranjak lagi, tidak berniat untuk berhenti sampai disini. Ia berdiri, melangkah lambat-lambat untuk menyebrangi sungai dangkal berarus sedang ini. Dengan kepala tertunduk ia memperhatikan, air sungai yang mulai membasahi nyaris seluruh bagian celananya.

Tanpa memperhatikan keadaan sekitarnya sama sekali, Sungmin menyebrangi sungai itu begitu saja, sama sekali tidak menyadari sepasang mata merah yang berkilat dan terus mengawasinya hingga ia keluar dari sungai. Sama sekali tidak menyadari kesalahan besar yang sudah dilakukannya begitu ia memutuskan untuk melangkah menyebrangi sungai.

Well, well… Apa yang kutemukan disini?”

Sungmin tersentak kaget, ia refleks mundur dan nyaris memijak lagi ke dalam sungai kalau saja dua tangan dingin itu tidak menariknya maju dan menghempasnya ke atas rerumputan basah.

“Harum manis pemuda manusia.”

Dengan panik, Sungmin merangkak mundur. Suasana gelap ini tidak membantunya sama sekali, ditambah dengan pusing dan sakit di sekujur tubuhnya, Sungmin kesulitan untuk memfokuskan pandangan dan hanya mampu menangkap siluet tinggi seorang wanita di hadapannya. Dan sosok itu mampu bergerak lebih leluasa dibandingkan dengan dirinya yang bahkan kesulitan untuk bernapas.

“Hmm, dan harum apa lagi ini? Familiar sekali—” Entah sejak kapan, makhluk itu sudah berjongkok di hadapannya, mengulurkan satu jari untuk mengusap pipi Sungmin. “Harum tubuh Alpha Kyuhyun. Kau bukan manusia sembarangan, eh?”

Sungmin menampik tangan itu dengan emosi. Nama yang baru saja terucap dari bibir wanita dihadapannya ini seakan menyulutkan kembali api amarah dalam hatinya. Meskipun ada ketakutan yang sama besar bergejolak jauh di dalam dadanya, Sungmin menolak untuk tampak rapuh. Paling juga makhluk ini hanya satu diantara banyak peliharaan serigala Kyuhyun. Dan untuk diungkit kembali, bukankan seluruh ras Kyuhyun sudah tidak bisa menyakitinya lagi?

“Pergi! Jangan ganggu aku!”

Tapi sosok itu tidak bergeming. Suara kekeh tawanya terdengar makin menakutkan di tengah kegelapan hutan. “Tidak semudah itu. Kau sudah melewati perbatasan, nona besar.”

Sungmin menahan napas, ia baru menyadari jemari yang tadi mengusap wajahnya berkuku panjang dan tajam. Dan wajah itu… taring itu… di bawah temaram pencahayaan bulan, Sungmin melihat sosok lain yang sama sekali berbeda dari serigala.

“Alpha Kyuhyun akan membayar mahal seluruh dosa-dosanya, disini, lewat dirimu.”


.

oOoOoOo

Tebeseeeeh!

oOoOoOo

.


Ada yang inget sama saya? Ada yang kangen sama saya? Oh gak ada? Okebai *melipir pergi*

 

16 thoughts on “Sedlupus – Chapter 6

  1. shanty kyuminnie arashi says:

    Komennya ke potong…

    Padahal sungmin ga tau apa yg kyu lakukan buat selalu bisa bersama ming tanpa menyakiti ming….

    Terus sekarang sebenarnya sungmin itu ada d mana????
    Apa itu bukan kawasan daerah kyuhyun lg ????
    Terus siapa yg ming temuin d pelariannya itu ????

    Lanjuuuutttt….
    Update kilatttt….

  2. vyan says:

    aku…aku..aku inget n kangen ama kamu sun…
    apalagi fanfic kamu😀

    ahirnya lanjutan… hehehehehe setelah ditunggu-tunggu

    min ditangkep ama siapa n ras apa??
    min sih aneh2 aja.. udah aman ama kyu..
    dirawat ama kyu.. masih kekeuh pgn pulang ke dunia manusia???

    lanjutannya sun…

  3. Ahrin says:

    waaaa, tbc lageee
    aku ingat eon, ingat banget mlah hehehe
    wah, cwe itu spa ya? umin mau diapaain tuh. Kyuhyun ayo cpat dtang.
    Lanjutanx asap ya eon hehehe

  4. Kang SangHee says:

    udah baca chap ini sua kali knp pengen baca lagi -_-
    sungmin kenapa ngeyel nak/? jangan kavur kabur napa? kasian bang kyu.
    itu yang terakhir macam vampire? musuh kyu?
    venazaran ane/?

  5. sungmin nyari perkara yaqin . . Pati masalah’y tambah besar n masalah pali9 utama q akan sa9at penasaran kelanjutan’y coz pasti’y akan lma

  6. bluemi magnifico says:

    huaaaaa kangen banget sama semua fanfic bikinan eonni
    sedlupus, cursed crown, kitty kitty baby. 3 cerita yang suka buat aku hanyut.
    eonni emmm soal chapter 12 sama sedlupus chapter 6 boleh minta password ga eonni ?

  7. author, aku suka sama semua cerita kamu.. bikin penasaran semuanya..
    itu gimana nanti sungminnya.. duh tangan kyu dirantai lagi gimana mau nyelamatin sungminnya..
    lantuh cepet yah author soalnya aku penasaran banget.. ^^

  8. yeminmine says:

    Sungmin alay nih pake kabur kabur an segala.. ish ngeselin beud #plok. Eon aku udah baca ch lainnya di ffn. Jadi aku review ch ini aja ya? Ehehehe fighting!

  9. Oktavia Liauw says:

    Anjirrr disini chap yang paling ane suka♥
    ih sungmin pake segala kabur dari kyuhyun-_- ditangkep musuhnya kyuhyun kan!!

  10. kyumin says:

    Autor aku reader baru numpang baca yaa…..
    Crita nya seru banget cursed crown sedlupus lanjut donk chap depan nya jangan lama lama ini kan hampir 1 tahun penasaran nie dari chap sebelum nya
    Semangat yaaa autor

  11. luv kyumin says:

    huwaaaa napa si mimin kabur segala sih hehe mian sun unni aku ripiunya disini di ch ini soalnya yg ch sblum-sblumnya di ffn kk~

    unni ini kapan akan dilanjut eoh aku udah jmuran nunggunya trnyta udah sthun jg dtnggu lnjtannya unni aku ska bngt ff unni ganbatte!!!

  12. Farida Sariyanti says:

    Kakk…ff a ngak di lanjut yaa??😥 udahh hampir 3 tahunn..gxx sabarrrrtr sekalii menunggu..he..he..he..kasih kabar kabarr ne..anyeong..trtus berkarya

  13. Suuunnn ff ini lanjutannya kemanaaaa?? Ayolaahh jangan berhentiin ini aku suka banget sama ini. Kalau dulu sih first, tapi pas udah baca the concumbine ini jadi yang kedua.tapi aku masih nunggu nunggu iniiiiii. Masih penasaran dan gemes dan dan banyak hal dari end di chapter ini yang bikin pengen banget banget baget continue reading. Yesyesyes?? Lanjut donggggg. Beneran deh especially ini sama the concumbine lanjut yaaahhh dua ff ini yang paling bikin gelundungaaaaaaannnnn.

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s