Kitty-Kitty Baby! Chapter 12

0000prrc

Bangunan di balik gerbang tinggi itu tampak menjulang. Pembatas besi berwarna hitam berkilau secara otomatis terbuka saat cahaya lampu spion terpindai dan dikenali. Dua mobil V Roadster berwarna hitam meluncur masuk dan berhenti tepat di depan jalan setapak yang menuju langsung ke pintu utama mansion.

Bangunan itu sunyi, meski banyak penjaga berdiri di setiap sudut pintu dan jalur masuk. Penjaga-penjaga berjas hitam itu hanya berdiri tegap, mematung terlebih saat pintu mobil terbuka dan seorang pria bertubuh tinggi keluar dari sana— membawa gadis kecil dalam gendongannya, pria itu melangkah tegap melewati para penjaga yang membungkuk untuknya dan melenggang masuk ke dalam mansion.

Tiga bodyguard yang mengikutinya hingga ke ruang tamu berhenti sampai di sana, membiarkan tuan besar mereka disambut oleh para pelayan dan perawat di ruang tengah yang megah dan luas. Dua perawat muda mendekat, mencoba memisahkan gadis kecil itu dari gendongan sang majikan.

“Nona ayo kemari.” Salah satu dari mereka mengulurkan tangan, mencoba mengambil gadis kecil itu dari gendongan ayahnya.

“Uh-hung!” gadis kecil bercuping kucing itu menggerung dan berpaling, menunjukkan penolakan dengan memeluk leher ayahnya. Masih berusaha memenuhi kewajiban mereka sebagai perawat, kedua wanita itu mencoba merayu putri majikan mereka. Meski usaha keduanya diselingi perasaan takut saat sang majikan menatap mereka dingin.

“Yaaah~” gadis itu menampik tangan-tangan semua pelayan, dan bertahan dengan memeluk leher ayahnya makin erat. “Aku mau Daddy sajaaa!” rengeknya dengan mata berkaca-kaca dan bibir gemetar. Sang ayah mendesah, mengisyaratkan para pelayan dan perawat untuk menyingkir.

“Bawakan tisu basah dan kotak obat Jieun untukku. Hari ini biar aku saja.” ujarnya disambut pekikan bahagia Jieun.

“Yeay! Wufyu Daddy!” Jieun bersorak dan memberondong wajah sang ayah dengan ciuman-ciuman kecil. Pria itu tertawa, ia menggoyang Jieun dalam gendongannya dan melangkah berputar menuju ruang makan.

Di sana, makan malam telah siap tapi baik dirinya maupun Jieun sama-sama tidak bernapsu bahkan hanya untuk melirik seluruh makanan itu. Ia duduk di kursi utama, memangku Jieun dan mulai memeriksa keadaan putrinya. Ditariknya celana Jieun naik, mengecek kembali jika barangkali ada luka kecil yang luput oleh matanya saat di mobil tadi. Setelah yakin ia tidak melihat satupun luka di atas kulit putrinya, pria itu mendesah lega, kembali membenahi pakaian Jieun dan memangkunya menghadap depan.

Pelayan datang membawakan kotak besi yang di cat putih, Jieun yang melihatnya sontak mengeluh dan mendongak memelas pada ayahnya lagi.

“Aku tidak mau obat.” Cicitnya dengan bibir terlipat.

Sang ayah tersenyum, dicubitnya hidung kecil yang mancung itu sembari berseloroh, “Oh, boleh. Tapi Jieun tidur dengan ahjumma malam ini.”

Jieun merengut. Tidak bisa mengelak lagi jika ayahnya sudah mengancam sembari tersenyum seperti itu.

“Bagaimana? Jieun pilih Daddy atau Ahjumma?”

Jieun tidak menjawab, ia justru memberengut makin kesal dan hanya mengawasi saat ayahnya mengeluarkan lima botol obat dari kotak itu. Seorang perawat yang berdiri menunggu di sisi meja, dengan gesit menuangkan air mineral ke dalam gelas saat pria itu meliriknya.

Pria itu mengambil satu tablet dari setiap botol, dan menggenggamnya tepat di bawah tengkuk putrinya. Ia mengubah posisi Jieun lagi, memangku tubuh kecil itu miring dengan sedikit berbaring, hingga ia hanya perlu menunduk untuk menatap wajah putrinya dengan jelas. Gadis kecilnya menatapnya sembari mengerjap, berbaring menggunakan lengannya lalu mulai menggumamkan sesuatu yang terdengar seperti keluhan.

Pria itu tersenyum hambar. Ia pun tidak suka memaksa Jieun meminum tablet-tablet menjijikan ini –tapi situasi mengharuskan mereka. Untuk mengurangi penderitaan putrinya, ia selalu mencari berbagai celah. Bahkan dengan melakukan hal-hal sepele sekalipun; memperkecil ukuran obatnya, menambah unsur-unsur perasa. Meski tetap, campuran apapun tidak akan mengubah tablet itu menjadi permen.

“Katakan Aaaa.” Pria itu menyodorkan satu demi satu tablet ke dalam mulut Jieun.

Jieun dengan ogah-ogahan menerimanya, tapi tentu saja gadis kecil itu tidak langsung menelannya. Begitu benda-benda asing itu menyentuh lidahnya, getir pahit dan asam bercampur menjadi satu. Sedikit memaksakan diri, Jieun menelan seluruh tablet itu. Namun dengan sisa getir dan aroma obat dalam mulutnya, Jieun menjerit tak senang dan menarik dasi sang ayah.

“Iyaikh!”

Panik melihat putrinya histeris, pria itu segera menyodorkan air mineral namun Jieun menolaknya.

“Aku mau jus jeruk!” pekiknya dengan lidah terjulur. “Iyaikh!”

Pria itu langsung melirik pelayan di sisinya, “Ambilkan jus jeruk.” Perintahnya dengan nada setengah panik.

Pelayan itu kontan berlari untuk segera melaksanakan permintaan majikannya. Tidak memakan dua puluh detik, ia sudah kembali dengan sebotol jus jeruk yang segera dituangkannya ke dalam gelas.

Masih dengan dada bergemuruh, pria itu membantu putrinya menegak jus jeruk itu perlahan-lahan. Dipijatnya pelan dada Jieun, hingga gadis kecilnya mendengus senang dan membuatnya ikut bernapas lega.

“Yaikh, obat tidak enak.” Jieun menjulurkan lidahnya, lagi.

“Tapi rasanya sudah tidak pahit. Jieun sendiri yang pesan rasa strawberry, ne?”

“Tetap tidak enak! Jieun mau yang rasa permen.”

Pria itu tertawa, dengan gemas dipeluknya Jieun lalu dikecupnya kening mungil itu. “Kalau Jieun sudah sembuh, kau tidak perlu minum obat lagi Princess!”

“Kapan Jieun sembuh?”

Pria itu menelan ludah, hanya mampu membalas tatapan polos putrinya dengan seulas senyum sendu. “Sebentar lagi Jieun sembuh,” balasnya cepat sembari mengecup kening putrinya lagi. “Sekarang ayo makan!”

Jieun melotot. Dengan spontan otak kecilnya berputar mencari celah untuk mengelak dari perintah ayahnya barusan. “Besok daddy pergi, ya? Aku mau ikut.” Dengan lihai Jieun mengalihkan topik makan malam itu. Dibumbui dengan sedikit rengutan di bibir dan sorot memelas ditambah dua cuping mungilnya yang merunduk turun.

Tentu saja, ayahnya spontan luluh dan terlupa pada ucapannya sendiri.

“Daddy harus bekerja untuk Jieun, Jieun tidak bisa ikut.”

“Jieun mau ikut!”

Pria itu mengerutkan keningnya. Heran melihat sikap ngotot Jieun yang tiba-tiba muncul. Tidak biasanya putri kecilnya ini bersikeras meminta ikut dengannya. “Daddy harus bekerja, sayang. Dan Jieun nakal. Daddy akan menghukummu. Tidak ada permen untuk seminggu.”

“H-HUEEE? DADDY!”

“Dan kau, tidak boleh merayu siapapun di rumah ini, princess. Karena daddy akan menghukum siapapun yang memberikan permen untukmu.” Pria itu menyeringai, melihat Jieun yang semakin kalang kabut karena panik.

“Tapi tapi tapi!”

“Tidak ada tapi-tapian, sekarang kita makan malam. Dan Jieun harus makan sayuran!”

“Jieun tidak mau makan! Hiks! Daddy jahat! Huh!” Jieun melipat tangannya dan dengan kesal berpaling dari sang ayah.

Pria itu tertawa, meski sedikit terperangah melihat sikap merajuk putrinya. Dengan mudah ia dapat memutar tubuh Jieun dan memposisikan gadis kecil itu untuk duduk menghadapnya. Semakin besar, Jieun semakin pintar membalas ucapannya. Ia semakin kesulitan mengendalikan Jieun akhir-akhir ini. Terlebih saat putri kecilnya ini dengan sengaja melakukan kesalahan lalu malah balas merajuk alih-alih meminta maaf padanya.

“Kau marah, princess? Harusnya daddy yang marah.”

Jieun mengerutkan keningnya, memasang raut sama yang mewarisi garis wajah keangkuhan ayahnya.

“Jieun marah!” Jieun mendengus, hidungnya mengerut-ngerut dan dua cupingnya tegak berdiri.

Pria itu mendesah. Tidak pernah ada seorangpun menantang kehendaknya, terlebih membalasnya dengan sikap keras yang sama. Sejauh ini, hanya Seunghyun yang berani terang-terangan menunjukkan sikap membangkang di hadapannya. Dan dirinya pun, masih seringkali merasa emosi meladeni adik sepupunya itu. Tapi kalau ada satu orang di dunia ini yang bisa lolos dari amarahnya meski menunjukkan sikap membangkang dan terang-terangan menentangnya…

Maka orang itu adalah putrinya sendiri. Choi Jieun.

“Jieun-aaah?” bisik pria itu dengan suara merajuk yang dibuat-buat. Ia sedikit membungkuk, dengan sengaja menghembuskan napasnya yang panas di atas tengkuk Jieun. Kontan membuat putri semata wayangnya itu berjengit gerah lalu memukul bahunya.

“Aaaah! Jieun sedang marah, Daddy!”

“Jadi Jieun sungguh-sungguh tidak ingin permen?”

“Y-ya!” Jieun memekik panik. ” J-Jieun tidak bilang begitu Daddy!”

“Tidak, Jieun bilang Jieun marah pada Daddy. No Daddy then no candies for a month baby.”

“D-DAD!”

“Katakan dulu, kau putri siapa, Princess?”

“Uh!” Jieun melipat lengannya, bibirnya mengerucut makin maju.

“Baiklah, Daddy tidak akan menelpon Minho ahjussi. Biar kau di rumah saja dengan dokter gigi.”

“Aaah~ Daddy nakal!”

“Daddy memang nakal.”

Jieun mendongak dengan mata berkaca-kaca. Tapi gadis itu menolak mengalah, menolak menangis, meski ia sendiri mulai tidak tahan untuk terus merajuk pada ayahnya.

“Katakan dulu kau putri siapa, Princess Cho-i Ji-eun?”

Jieun masih merengut. Tapi pertahanannya mulai luruh. Ia menunduk dan meremas tangannya.

“Kau putri siapa, nona muda?”

Jieun bersungut, namun alih-alih ia menjawab dengan suara berbisik. “Putri Choi Siwon Daddy.”

“Huh? Daddy tidak dengar, baby.”

“Putri Choi Siwon Daddy! Iiiih!” Jieun menghentak kesal menghadapi kejahilan ayahnya. Namun tingkahnya barusan justru semakin menyenangkan Siwon, membuat pria bertubuh tegap itu terkekeh dan menolak berhenti menjahili putrinya.

“Bagus. Sekarang cium Daddy.”

Jieun menurutinya, meski ia mengecup bibir ayahnya dengan bersungut-sungut.

“Okay, besok biar daddy telpon dokter gigi untukmu, ne!”

“DADDYYYY HUEEE!”

Siwon tertawa, tangis Jieun makin membuatnya gemas. Dikecupnya pipi gembul itu beserta tetes-tetes airmata yang mengalir di wajah Jieun. “Kalau begitu pilih makan malam atau dokter gigi?”

“Jieun tidak lapar, daddy!”

“Tapi Jieun belum makan apapun sejak siang tadi.”

“Pokoknya tidak mau!”

“Jieun-ya?” suara Siwon melirih. Ia memeluk perut putrinya makin erat.

Jieun menggeliat, berusaha mengelak saat ayahnya memangkunya lebih tegap menghadap meja makan. “Tidak mau makan! Tidak mau makan!” pekiknya ngotot.

“Jieun! Berhenti!” Siwon berusaha menjaga posisi putrinya lebih tenang, namun Jieun memberontak makin jengah.

Ia hanya takut Jieun akan terlepas dari rengkuhannya lalu jatuh ke atas lantai. Akhir-akhir ini Siwon semakin kesulitan mengatasi pemberontakan Jieun. Tentu saja ia tidak bisa mencengkeram Jieun terlalu kuat, terakhir kali Siwon melakukannya, ia meninggalkan luka memar di tubuh putrinya dan masih terus disesalinya sampai sekarang.

Tapi di saat-saat seperti ini, Siwon benar-benar berharap ia mampu mengikat tubuh putrinya sendiri dan menjagalnya di atas kursi. Tapi keinginan itu hanya melintas sesaat dan segera diusirnya.

“Tidak mau makan! Tidak mau makaaannn!” Jieun menjerit. Ekor mungilnya berkibas cepat, tanpa sengaja menyentuh gelas di atas meja hingga jatuh dan hancur berkeping-keping.

Siwon melotot melihat kepingan kaca itu berserakan di atas lantai. Terlupa pada batasan Jieun, Siwon mencengkeram bahu putrinya dan membentak kasar. “CHOI JIEUN!”

Suara bentakan itu memang sukses membungkam Jieun. Membekukan gadis kecil itu hingga ke ujung kakinya. Wajah kecil itu mendongak dengan tatapan bulat yang kosong, mulut mungil itu menganga, dan getar-getar kecil di sekujur tubuhnya perlahan berubah menjadi gejolak besar. Menyadarkan Siwon bahwa ia telah melakukan kesalahan yang tidak seharusnya ia lakukan.

“N-no, baby Daddy tidak bermaksud membentakmu. Sssh~” Siwon segera mendekap Jieun ke dadanya. Panik melihat Jieun yang mengejang dengan gigi bergemertak memilukan, Siwon menjagal mulut mungil itu menggunakan jarinya, membiarkan telunjuk dan jari tengahnya tergigit oleh Jieun menembus kuku dan dagingnya. “Jangan gigit lidahmu. Lihat Daddy, lihat daddy Princess—” Siwon mengguncang tubuh Jieun, namun kejang itu tidak juga berhenti.

“Nnggghh!”

“Berikan obat penenang.” Siwon berseru garang, terlalu panik untuk menyadari darah mulai mengalir dari jemarinya. Pelayan muda yang sejak tadi berdiri di sisinya tampak kebingungan. Ia membuka kotak obat Jieun dan mengacak isinya, tidak tahu harus menggunakan yang mana.

“B-berapa tablet tuan?”

“Berikan yang cair! Kau tidak tahu? Apa kerjamu disini?”

“M-maaf tuan! Maaf!” pelayan itu meletakkan kembali botol rohypnol yang diangkatnya barusan, dengan gugup ia kembali mengotak-atik isi kotak obat itu. Namun ia tidak menemukan obat yang dimaksud oleh majikannya. Kotak kayu itu tidak berisi benda lain selain botol-botol berisi tablet obat. Semakin panik ditambah lagi dengan pelototan Siwon yang seakan begitu menuntut ke arahnya, pelayan muda itu berdiri gemetaran. Mencoba mengecek kembali isi kotak obat itu saat keberuntungannya datang.

Seorang perawat senior menghambur masuk ke dapur sembari membawa sebuah penyuntik kecil.

Perawat itu bergidik melihat pemandangan majikannya mengorbankan tangan untuk menahan mulut Jieun. Darah kental itu bahkan merembes keluar hingga ke sudut-sudut bibir mungil Jieun.

Perawat itu tersenyum gugup, mengecek kembali takaran penenang dalam penyuntik kecilnya. Satu kelalaian yang menyangkut Jieun, bukan tidak mungkin akan membuatnya kehilangan nyawa.

Punten —eh, permisi, tuan. Tolong renggangkan lengan nona muda.” Perawat itu berbisik takut saat ia meminta izin atas lengan Jieun.

Siwon membenahi posisi putrinya dan mengangkat lengan Jieun selembut mungkin. Ia mengawasi tanpa berkedip, saat perawat itu menyuntikkan obat penenang ke dalam nadi putrinya.

“Lakukan pelan-pelan, jalang!” tuntut Siwon sembari mendelik. Perawat itu mengangguk gugup dan buru-buru menyelesaikan tugasnya. Tanpa mengatakan apapun, kedua wanita itu membenahi meja dan membungkuk pada Siwon, sebelum keduanya melesat pergi meninggalkan sang majikan.

Obat itu bekerja cepat, menghentikan kejang Jieun dan segera menghantarkan gadis kecil itu ke alam mimpinya. Jieun tampak begitu tenang terlelap dalam dekapan ayahnya. Namun wajah pucat dan bibir biru berbercak darah itu membuat Siwon meringis.

Didekapnya tubuh Jieun erat ke dada. Siwon mengangkat tubuh putrinya dengan lembut, seakan takut membangunkan Jieun saat ia sendiri tahu, obat penenang dengan dosis setinggi itu pasti mampu membuat putrinya terlelap seharian penuh.

Ia membawa Jieun ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuh mungil itu ke atas ranjangnya.

“Kita tidak akan makan malam.” Siwon berbisik, dikecupnya kening Jieun dengan sayang. “Sesuai keinginanmu, sayang.”

.

oOoOoOo

.

“Selamat jalan, Kyuhyun!” supir Skybus itu melambai ke arah seorang penumpang yang baru saja turun. Tapi sapaannya tidak berbalas, pemuda yang melompat turun ke halte itu justru memunggunginya dan sibuk berjingkat mengawasi sesuatu.

Pria paruh baya itu berdecak, sesungguhnya sudah biasa mendapatkan perlakuan sedingin itu dari penumpang langganannya. Tapi kali ini, entah ada setan apa yang membisikannya untuk menjahili Kyuhyun. Kebetulan sekali tidak ada penumpang lain di dalam kendaraan terbang itu. Sembari menyeringai, pria itu mencondongkan kendaraannya, hanya beberapa inchi dari tubuh jangkung Kyuhyun yang masih terpaku berdiri. Lalu tanpa aba-aba, pria itu berteriak dan membawa kendaraannya melesat dengan kecepatan penuh.

“KYUHYUN SAMPAI JUMPA!”

“YAAAHHH!” Kyuhyun memekik kaget. Bus terbang dengan tubuh panjang yang dicat kuning itu melesat tepat di belakang Kyuhyun. Angin kencang yang menghempas di belakangnya sontak membuat bulu kuduknya meremang.

Sedikit saja, sedikit saja kendaraan besar itu meleset —kepalanya pasti sudah terpisah dari tubuhnya ini.

“YAAAAHHHH!” Kyuhyun berteriak marah, menunjuk-nunjuk Skybus yang sudah terbang menjauh. “Sombong sekali! Beberapa minggu lagi aku akan punya mobilku sendiri, ahjussi!” pekiknya emosi, urat-urat biru di lehernya bermunculan saat ia meneriakkan seluruh kalimat itu dalam satu tarikan napas.

Kyuhyun bergidik, masih merasa tegang karena kejahilan super mengerikan itu. Kalau saja tasnya tanpa sengaja tersangkut ke dinding kendaraan itu, ia pasti sudah melayang-layang di langit Seoul siang ini.

“Awas saja ahjussi itu!” Kyuhyun masih bersungut-sungut. Tidak rela dijahili seperti itu. Dengan sedikit menghentak-hentak pemuda itu turun dari halte, lalu berjalan menyusuri trotoar kecil di sisi pemberhentian Skybus.

Sudah satu bulan terakhir Kyuhyun menggunakan jalan ini untuk pulang. Bukan ke apartemennya, melainkan ke mansion besar kakaknya, Hangeng. Satu atau dua kali seminggu ia akan kembali ke apartemennya, hanya untuk mengecek situasi dan mengambil pakaian. Kalau boleh jujur, sebenarnya Kyuhyun merasa hal ini memang sangat merepotkan, lebih-lebih –pemborosan.

Meski sejauh ini, Kyuhyun belum pernah terang-terangan mengeluhkannya. Terakhir kali ia mengeluhkan sesuatu tentang Sungmin, Kyuhyun menjadi bulan-bulanan semua orang. Dibully oleh seluruh rekan dan partnernya sendiri, dan sekarang ditambah Changmin—

Kyuhyun sungguh-sungguh tidak rela diperlakukan seperti itu. Meski di sisi lain, ia juga tidak rela dianggap terlalu perhitungan pada Sungmin.

TAPI! Selama satu bulan terakhir pula semua orang seakan mencoba mencari masalah dengannya! Terus saja membuatnya kesal terlebih sejak ia pindah bersama Sungmin ke mansion Hangeng. Mentang-mentang ia bukan tuan rumah di mansion ini! Dan bukankah seharusnya tamu itu diperlakukan seperti raja?

Tapi apa yang didapatkannya? Lihat saja, baru satu langkah Kyuhyun melenggang masuk melewati pintu— penampakan yang menyambutnya membuat Kyuhyun refleks memekik emosi.

“Yah! Apa yang kalian lakukan!”

Teriakan Kyuhyun itu sontak membuat Ryeowook berjengit, dan mutan yang semula tertidur pulas di pangkuannya ikut tersentak, terbangun dengan kasar. Awalnya, suasana begitu tenang sebelum Kyuhyun datang. Ryeowook duduk bersila di atas permadani bulu dan bersandar ke lengan sofa, sedang Sungmin tertidur pulas dengan posisi meringkuk memeluk paha Ryeowook dan menggunakannya sebagai bantal.

“Kau tidak bisa pelan sedikit ya!” Ryeowook mencicit emosi, ia refleks mengusap-usap kepala Sungmin saat mutan itu memeluk pahanya dengan tegang. Tapi terbangun dengan cara kasar seperti itu, Sungmin tidak lagi bisa memejamkan matanya. Terlebih saat Kyuhyun yang berdiri pongah tak jauh darinya.

“Kyunggg!”

“Kau iri padaku, kan! Karena Sungmin mau tidur di pangkuanku! Dasar Chobrat!” Ryeowook mendesis kesal, sedikit tidak rela saat Sungmin merangkak pindah mendekati Kyuhyun.

Mendengar tuduhan Ryeowook, Kyuhyun kontan mendelik, sempat tergagap karena bingung harus menjawab apa.

“K-kau menyuruhnya tidur di lantai, apa kau tidak tahu biaya laundry itu mahal!” balas Kyuhyun sengit. Kyuhyun bukan lupa pada niatnya untuk mengurangi sikap perhitungan itu demi Sungmin, tapi ia sudah tidak punya alasan lain lagi.

“Ini bukan lantai, Kyuhyun! Karpet ini bersih jauh lebih bersih dari milikmu!”

Kyuhyun menganga, baru akan mengambil napas untuk membalas saat Heechul datang memotong pertengkaran mereka.

“Berisik sekali, uang apa lagi yang kau ributkan, Kyuhyun?” Heechul berjalan menyeret koper besar di belakangnya. Mutan dewasa itu melangkah anggun, ia tampak rapi dengan syal dan jubah glamournya. “Tidak usah berteriak-teriak di rumahku. Uang apapun yang kau ributkan itu, aku akan membayarnya.”

“Hah! Tidak perlu!” Kyuhyun mendengus, makin kesal mendengar tawaran Heechul yang terdengar seperti tantangan di telinganya itu. “Aku bisa membayarnya, kau pikir aku tidak mampu?”

“Kyunggg~” Sungmin merengut, ia memeluk kaki Kyuhyun dan meminta majikan mudanya itu untuk merunduk. Ia tidak ingin mendengar teriakan lagi, terlebih dari Kyuhyun. Tapi Kyuhyun hanya meliriknya sesaat, dan tidak bergeming apalagi meladeninya.

Sungmin menggerung sedih, tanpa tahu alasan dibalik sikap diam Kyuhyun adalah –pemuda itu tengah menahan gemuruh di dadanya, bulu kuduknya meremang saat Sungmin memeluk pahanya dan lengan ramping itu melilit tepat di bawah selangkangannya. Kyuhyun merinding. Sedikit saja lengan itu naik, ia tidak akan bisa menyembunyikan itu— anu— itu— yah pokoknya itu!

Apa-apaan mutan ini! Ini pelecehan!

Kyuhyun bersungut-sungut. Kalau saja ia setega itu, Kyuhyun pasti sudah akan menghempas Sungmin. Sayangnya, ia tidak sekejam itu. Terlebih untuk makhluk man— oke hentikan ini.

“Minnie, ayo siap-siap. Pakai jaketmu.”

Kyuhyun tercenung, makin menganga menatap Heechul yang kini mengenakan kacamata hitamnya sembari bergaya. Ia baru sadar Heechul menyeret-nyeret satu koper besar di belakang tubuhnya. Ditambah dengan beberapa koper lagi yang hadir dibawakan oleh para pelayan dan bodyguard. Lebih dari itu, Hangeng muncul tepat sebelum pertanyaan Kyuhyun terjawab— ikut menyeret satu koper lain dan meletakannya di sisi Heechul.

Kyuhyun melirik pasangan itu, dari ujung kepala hingga ke ujung kaki mereka. Lalu pandangannya bergantian pada lima koper yang mengelilingi Heechul. Dengan cepat, otak jeniusnya membuat satu kesimpulan sembrono.

“Oh, akhirnya kau sadar juga kalau kucing ini merepotkan, hyung?” Kyuhyun terkekeh, menatap Heechul dengan pandangan mengejek. “Kapan sidang perceraiannya dilaksanakan?”

“CHOBRAT!” Heechul menjerit, nyaris melemparkan kacamatanya tepat ke wajah Kyuhyun.

Hangeng terkekeh. Ia merangkul istrinya dan mengecup tengkuk Heechul tanpa mempedulikan pandangan jijik Kyuhyun. “Koper-koper ini milik Heechul, Sungmin, Ryeowook, dan Changmin. Yang terakhir milikmu.”

“HAH?” Kyuhyun tergagap, matanya membulat. Tidak habis pikir pada tingkah pasangan yang sepertinya sudah mulai gangguan jiwa ini. “Apa-apaan, sih!”

“Yah, Chobrat. Kami akan jalan-jalan ke Jeju bersama Sungmin. Kau mau ikut atau tidak?”

Kyuhyun bingung, sempat-sempatnya Heechul menawarkan untuk ikut atau tidak saat pakaiannya bahkan sudah dikemasi dalam satu koper.

“JEJU? SEKARANG?!”

Sungmin ikut berjengit saat Kyuhyun berteriak. Mutan itu memeluk paha Kyuhyun makin erat lalu mendongak bingung, ekornya berkibas cepat saat ia bergantian menatap majikannya dan semua orang.

“Bagaimana dengan kuliahku! Part timeku! Dan tunggu!” Kyuhyun mendelik begitu ia menyadari ucapan Hangeng tadi. “CHANGMIN?! UNTUK APA SI SIALAN ITU IKUT?”

“Kenapa? Aku yang mengajaknya, aku yang mengeluarkan uang, jadi terserah padaku.” Heechul menjulurkan lidahnya lalu tertawa sinis, merasa begitu menang atas Kyuhyun.

“Ada apa? Ada apa?”

Kyuhyun berjengit dan sontak menyingkirkan tangan yang merangkul bahunya. Changmin tiba-tiba datang dari belakangnya dan mengejutkan semua orang –uhm, sebenarnya hanya Kyuhyun yang terkejut.

“Jangan pegang-pegang aku, Maxtron. Singkirkan tangan laknatmu itu.”

“Apa-apaan kau, Kyumblebee! Padahal aku sudah berniat gencatan senjata dengamu!”

“Tidak butuh!”

“Kyuuung!” Sungmin berdiri memeluk Kyuhyun, mencoba menahan tangan majikannya dan menghentikan pertengkaran kecil itu berlanjut.

“Kalau harus ke Jeju, kenapa mengajaknya?” Kyuhyun berdecih. Dalam hati menjerit senang saat Sungmin memeluknya dan wajah Changmin seketika muram.

“Sudahlah, kenapa harus diributkan. Siapa yang diajak dan siapa yang mengajak, yang penting kalian liburan, Kyuhyun~” Hangeng mencoba menengahi.

Ryeowook pun, tampaknya mulai jengah dengan pertengkaran di ruang tamu itu. “Yesung-hyung sudah memberi cuti untukmu dan untuk Max. Tidak ada potongan gaji, tenang saja.” ujarnya menimpali.

Tapi Kyuhyun, belum bisa menerima hal mendadak ini begitu saja. “Aku malas berurusan dengan Mister Cho! Aku harus kuliah!”

“Hah. Aku takut papaaa~” Changmin mencibir.

“Kau!” Kyuhyun mengepalkan tangannya, wajahnya memerah sengit.

“Ayolah Kyuuu! Kami tahu kuliahmu sedang libur sampai dua bulan lagi~ Summer~ Summer~”

“AKU AKAN IKUT KALAU MAXTRON INI DITINGGALKAN!” Kyuhyun mengerutkan hidungnya dengan sinis. Tanpa sadar, tangannya melingkar di pinggang Sungmin dengan protektif. “SHOO~ SHOO~ Sana pergi!”

“KAU BENAR-BENAR MENGINGINKAN PERANG, YA!”

“KYUUUUNGGG!”

“AKU SIAP BERPERANG SEJAK BERABAD YANG LALU, MAXTRON!”

“YAAAAH!” Heechul menjerit. Terlalu emosi dan refleks melemparkan kacamata dan tas tangannya, tepat mengenai dua pemuda yang bertengkar sengit tadi. Hal itu, sukses membungkam semua orang. Sungmin yang kaget atas serangan barusan, sontak memeluk Kyuhyun dan berlindung di balik tubuh majikannya.

“Aww!”

“Ouch!”

“Kenapa berisik sekali! Aku yang punya uang jadi aku yang memutuskan!” Heechul memekik kesal. Ia melangkah menghentak mendekati Kyuhyun dan Max. Gerakannya sontak membuat kedua pemuda itu berjengit mundur, takut. Padahal Heechul maju untuk memungut kacamata dan tas tangannya.

“Kau ikut Max, apapun yang terjadi.” Heechul menunjuk wajah Changmin menggunakan kacamatanya, lalu ia beralih pada Kyuhyun. “Dan kau! Kau tidak mau ikut? Huuh, baiklah! Sayang sekali, padahal aku akan biayai semuanyaa~ Tapi tidak apa, masih ada Ryeowook dan Max. Sungmin juga takluk pada mereka, kan? Kau bukan pawang Sungmin satu-satunya, Kyuuu~” Heechul berujar santai. Ia berbalik untuk mengecup bibir Hangeng. “Ayo Chagi antarkan kami ke bandara.”

“T-tunggu!” Kyuhyun menelan ludah gugup. Ia memeluk Sungmin makin erat seakan tidak rela saat Ryeowook bermaksud memisahkan mutan itu darinya. “Liburan gratis, aku tidak boleh gegabah memutuskan. Biarkan aku berpikir satu jam.”

“Satu jam terlalu lama! Kau punya waktu sepuluh menit, Cho!”

“Y-yah!”

“LIMA MENIT!”

“T-tunggu dulu mutan sial!”

“SEPULUH DETIK!”

“BAIKLAH AKU IKUT! AKU IKUT!”

.

oOoOoOo

.

Dan pertengkaran itu berakhir dengan kekalahan di pihak Kyuhyun. Dua puluh menit dihabiskannya untuk berteriak dan menjerit menjadi sia-sia belaka, karena toh pada akhirnya Kyuhyun hanyalah pihak minoritas yang harus menurut pada kuasa Heechul.

Satu jam setelahnya, mereka berlima (Lima belas jika dihitung bodyguard) sampai di pulau Jeju dengan suasana suram (bagi Kyuhyun).

Kyuhyun tentu saja, tidak berpikir dimana para bodyguard itu akan beristirahat. Tapi lagi-lagi ia dibuat tercengang saat Heechul hanya memesan tiga kamar. Satu untuk mutan bawel itu bersama Ryeowook, satu kamar digunakan Changmin seorang diri, dan artinya satu kamar terakhir akan digunakan oleh—

DIRINYA DAN SUNGMIN!

Anggap ini berlebihan. Karena di mansion Hangeng pun, Kyuhyun sering menggunakan satu kamar bersama Sungmin. Tapi di dalam Villa ini! Di dalam kamar berdinding kayu dengan aroma lavender ini! Kyuhyun tidak menangkap hal lain kecuali suasana sensual yang pekat. Ia yakin sekali ruangan ini adalah kamar khusus untuk pasangan pengantin muda. Pencahayaan yang temaram dan aroma memikat. Sisa tetes-tetes lilin menghiasi lantai dan mangkuk-mangkuk di dinding, hanya menambah kesan mistik ala-ala bulan madu yang membuat Kyuhyun makin merinding.

“Heechul sialan itu benar-benar sialan.” Kyuhyun menghamburkan isi kopernya ke dalam kloset, tanpa peduli untuk merapikannya. Koper Sungmin masih tergeletak di atas ranjang, belum dibuka sejak kedatangannya beberapa menit yang lalu. Kyuhyun juga terlalu malas untuk merapikan barang mutan itu, ia melengang keluar dan melangkah menuju ruang spa yang terletak di sisi kiri Villa, berjarak empat pintu saja dari kamarnya. Beruntung, Heechul sialan itu menyewa satu villa agar liburan mereka kali ini tidak terusik oleh orang lain. Tapi sialnya, Heechul seakan sengaja menyewa Villa yang hanya memiliki tiga kamar berukuran besar.

Sejak awal, Kyuhyun memang sudah curiga pada rencana liburan yang begitu mendadak ini. Dan kecurigaannya terbukti saat langkah Kyuhyun makin mendekat ke pintu ruangan yang ditujunya. Suara tangis tertahan dan pekikan-pekikan Sungmin terdengar hingga keluar ruangan. Saat Kyuhyun mendobrak pintu itu, Sungmin berlari menghambur memeluknya. Mutan itu tidak mengenakan apapun selain celana panjangnya yang sedikit turun melingkari pinggul.

“Kyuuung!” Sungmin menangis terisak dan menyembunyikan wajah di dada Kyuhyun. Mutan itu gemetaran, Kyuhyun refleks memeluknya dan melotot pada semua orang.

“Apa-apaan ini?” Kyuhyun menatap mereka satu persatu. Ada Changmin disana, Heechul, Ryeowook, dan seorang wanita tua yang duduk bersila di tengah ruangan. “Kalian menakutinya.”

Ryeowook berdecak. “Bawa Sungmin kemari, Kyuhyun-ah. Ahjumma ini sedang memeriksa tubuhnya.”

Kyuhyun tidak percaya, awalnya. Ia menunduk menatap kepala Sungmin yang terpedam di dadanya, lalu melirik empat orang yang berkumpul di tengah ruangan. Sebuah mangkuk dengan asap yang mengepul dan botol zaitun tergeletak di hadapan wanita tua itu. Aroma terapi bercampur asap dupa menguar di udara. Tapi sedikit percaya pada suasana itu, Kyuhyun melangkah mendekati semua orang, sedikit menyeret Sungmin yang masih ngotot menyembunyikan wajahnya.

“Dia bukan dokter, apa tidak apa-apa?” Kyuhyun berbisik khawatir. Meski alih-alih, ia ikut duduk bersila dan menggiring Sungmin turun bersamanya.

“Ahjumma Yi ini yang dulu memeriksaku.” Heechul berujar setengah mencibir. “Kau tidak percaya padanya? Lihat, aku masih tetap hidup dan cantik sampai sekarang.”

Bibi Yi terkekeh. Ia menepuk pundak Heechul saat mendengar sirat kesenduan dalam suara mutan itu. “Tidak apa, aku hanya akan memeriksa apakah ada luka dalam di tubuhnya—”

“—Apakah rahimnya mati seperti milikku, atau masih sehat jika ia cukup beruntung.” Heechul memotong ucapan bibi Yi. Suaranya tampak datar, meski bola matanya berputar gugup. “Kita harus mengetahuinya.”

“Apa tidak sebaiknya ke rumah sakit saja?” Kyuhyun masih ragu.

“Besok, kita akan ke rumah sakit Jeju. Di sini jauh lebih aman daripada di Seoul.” Ryeowook mengangkat kipas tangannya, ruangan ini memang cukup pengap dan panas. Tapi bukan untuk mengipasi diri sendiri, Ryeowook mengibaskan benda itu perlahan untuk mengipasi Sungmin. “Tapi sekarang, tolong mengerti Kyuhyun.”

Kyuhyun tidak menjawab. Tapi ia menunduk menatap Sungmin seakan meminta persetujuan. Mutan itu mengerutkan rautnya seakan menunjukkan sikap enggan. Tapi kali ini dengan melibatkan Kyuhyun disana, Sungmin seakan luluh dan menurut meski tubuhnya tetap tegang.

“Rileks Minnie, kau boleh berbaring di pangkuan Kyuhyun, oke?” Ryeowook menggenggam tangan Sungmin, membantu mutan itu berbaring namun kali ini, Sungmin kembali memberikan perlawanan.

Keringat dingin membasahi wajahnya, rambutnya yang pirang ikut kuyup oleh keringatnya sendiri. Suara jeritan itu tertahan, tapi Sungmin terus memberontak terlebih saat tangan bibi Yi menyentuh perutnya yang telanjang.

“U-UNGG!”

Pada akhirnya seluruh tangan harus turun lagi untuk memegangi tubuh Sungmin. Kyuhyun menahan bahu dan memeluk kepalanya, Ryeowook menahan tangan, Changmin menjagal kaki, dan Heechul menahan pinggulnya.

“Tidak apa. Tidak apa. Jangan tegang, jangan ditahan.” Bibi Yi menekan jemarinya tepat di bawah pusar Sungmin. Memijat kulit lembut itu dengan tekanan yang makin lama makin kuat hingga bagian bawah perut Sungmin merongga masuk ke dalam.

Sungmin berjengit. Mutan itu memekik dengan suara tertahan. Menunjukkan dengan jelas lewat ekspresinya, bahwa ia tengah menahan sakit yang luar biasa setiap kali tangan Bibi Yi bergerak di atas perutnya.

“Kyuuunggg! Hiks—” Sungmin mencengkeram lengan Kyuhyun dan berusaha menggerakkan pinggulnya. Tapi semua penjagalan itu membuatnya tak bisa bergerak kemana-mana. Keringat bercampur airmata kuyup membasahi wajah pucatnya, semakin membuatnya tampak kacau.

Tidak ada suara lain terdengar selain isak frustasi Sungmin dan kalimat-kaliman bernada menenangkan Bibi Yi. Ryeowook bahkan terlalu tegang hingga tangannya ikut berkeringat, tapi ia menolak melepaskan sentuhannya dari tubuh Sungmin. Changmin menghela napas dan menguatkan cengkramannya setiap kali Sungmin berjengit dan memekik. Heechul menggigit bibir, seakan mampu merasakan kembali seperti apa sakitnya berada di posisi Sungmin saat ini.

Kyuhyun mencoba merenggangkan pelukannya setiap kali suara tangis Sungmin mengeras, ia tidak ingin menambah rasa sakit di tubuh mutan itu. Kyuhyun sadar saat itu, tangannya ikut gemetar. Ia kembali membenahi posisi bahu Sungmin setiap kali mutan itu merongrong mencoba keluar dari pelukannya.

“Tahan, sedikit lagi.” Bibi Yi menekan tangannya, membawa jarinya berputar mengitari pusar Sungmin lalu turun —terus ke bawah hingga beberapa inchi melewati lingkar pinggang celana Sungmin.

Kyuhyun menelan ludah, mendengar suara tangis Sungmin yang berubah terputus-putus. Ada desir aneh yang tiba-tiba datang melintasi relung dadanya. Pemuda itu berpaling, mencoba menghindar dari pemandangan jari yang menyusup masuk melewati lingkar celana mutannya. Tapi saat Changmin memekik kaget, Kyuhyun ikut mendelik dan sontak mengikuti arah jari sahabatnya.

“I-itu! Darah!”

Kyuhyun terkesiap. Memandang ke arah yang sama dituju oleh mata semua orang. Celana longgar putih yang dikenakan Sungmin saat itu tampak biasa, hingga perlahan garis merah melintas dan merembes membasahi perpotongan selangkangan Sungmin.

Bibi Yi, seakan tidak terganggu sama sekali dengan ketegangan yang mencekam semua orang. Ia masih terus memijat perut Sungmin, menekan daging itu ke bawah seakan menggiring sesuatu turun melintasi rongga pinggul Sungmin.

“Uhhh-NGGG!” Sungmin mengejang, pupil matanya bergerak naik. Kyuhyun tercekat, spontan memeluk kepala mutan itu dan menampik tangan bibi Yi.

“H-Hentikan! Apa yang kau lakukan!” serunya ketakutan. Mencoba melindungi bagian perut Sungmin dari tangan bibi Yi. Heechul nyaris menghardik balik pada Kyuhyun, namun bibi Yi menahan dengan merangkul bahu mutan dewasa itu.

“Tidak apa. Darah itu… biasa.” Bibi Yi menatap Kyuhyun dan tersenyum penuh arti. “Sekarang hanya perlu membersihkannya—”

“Jangan sentuh dia.” Kyuhyun segera menampik bibi Yi sebelum tangan wanita tua itu mendarat lagi di tubuh Sungmin. “Biar aku saja yang membersihkannya.”

Changmin tampak tidak rela, namun ia melepaskan kaki Sungmin dan membiarkan Kyuhyun meraup tubuh mutan itu dalam rengkuhannya. Kyuhyun berusaha berdiri mengangkat Sungmin dalam gendongannya. Meski sesaat tampak kesulitan, Kyuhyun bersikeras menahannya. Ryeowook bangkit dengan tergopoh-gopoh, mengulurkan kedua tangannya seakan takut Kyuhyun akan menjatuhkan Sungmin.

“Biar aku yang membawanya.” Changmin menawarkan diri. Ikut khawatir melihat Kyuhyun menahan napas saat mengangkat tubuh Sungmin.

“Tidak, aku saja.” Kyuhyun menolak sembari mendengus.

“Kau kuat, Kyuhyun?”

Kyuhyun memutar matanya dan mencibir ke arah Heechul. “Tidak lihat otot keren di lenganku ini? Bawel sekali, sih.”

Kyuhyun menggerutu dan berbalik, mempercepat langkahnya dan keluar dari sana sebelum seseorang kembali melontarkan protes. Ryeowook membantu membukakan pintu, dan kembali menutupnya menyisakan empat orang di dalam ruang spa itu.

“Bibi Yi, darah itu darah apa?” Heechul langsung berbalik menghadap bibi Yi begitu Kyuhyun menghilang keluar ruangan. Kening mutan itu bertaut, ekspresinya penuh kekhawatiran. “Aku tidak ingat dulu aku sempat berdarah-darah seperti itu juga.”

“Kau bilang mutan itu baru keguguran akhir-akhir ini?” Bibi Yi balik bertanya, raut dan senyumnya tampak lembut.

Heechul menjawab dengan anggukan. Ia sempat melirik Changmin yang mendengus ketus dan Ryeowook yang kembali duduk bersila di sisinya.

“Janin itu ditarik paksa dari rahimnya, dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Dan masih ada sisa-sisa darah dan daging disana.”

Heechul ternganga. Ia bertukar pandang dengan Changmin. Pemuda itu membalas dengan wajah lesu. Ia tidak ingin mendengar informasi apapun lebih jauh lagi. Tanpa mengatakan apapun, Changmin bangun dan melangkah keluar dari ruangan.

Ryeowook menarik napas, mencoba tidak menelan ludah karena perutnya terasa mual seketika mendengar kalimat bibi Yi. Darah dan sisa daging, mendekam dalam tubuh Sungmin selama lebih dari dua bulan. Ryeowook nyaris memuntahkan isi perutnya membayangkan perasaan Sungmin. Kini ia mengerti kenapa mutan itu kerap kali sakit-sakitan. Selama ini mereka tidak cukup berani memeriksakan keadaan mutan itu secara terang-terangan. Hanya dokter tanpa peralatan canggih rumah sakit, tidak akan cukup menemukan fakta mengerikan ini. Dan sekarang, Ryeowook mengerti kenapa Heechul begitu ngotot mengajak mereka semua berlibur disini.

“A-apa ada hal lain lagi? Bagaimana dengan rahimnya?” Heechul bertanya gugup. Ia meringis meremas perut seakan pertanyaan ini ia lontarkan demi dirinya sendiri.

Tapi senyum bibi Yi, saat itu, membawa kelegaan bagi Heechul dan Ryeowook.

“Rahimnya masih utuh. Hanya butuh perawatan lebih lama lagi, mutan itu akan kembali sehat. Tidak ada komplikasi lain, tenang saja.”

Heechul dan Ryeowook bisa bernapas lega saat itu. Keduanya bertukar senyum tipis sebelum kembali serius menatap bibi Yi.

“Setidaknya kalian harus tetap disini selama delapan minggu.”

Heechul langsung menyetujuinya, tentu saja. Tapi Ryeowook sempat mengkhawatirkan perasaan Kyuhyun. Magnae itu pasti akan memprotes keputusan ini, lagi.

.

oOoOoOo

.

Kyuhyun menatap arloji yang melingkar di tangannya sebelum kembali menatap lurus ke depan. Ia berjalan melewati koridor-koridor luas berhias kaligrafi. Satu minggu berada di sini, cukup mengenalkan Kyuhyun pada seluk beluk villa yang mereka sewa. Kamar-kamar, ruangan, taman, kolam renang, dan yang paling mencengangkan— bar dan rumah bordil kecil terletak tepat dua petak di belakang Villa.

Kyuhyun menghabiskan hari keduanya berada di Jeju untuk mengomeli semua orang. Jauh-jauh mereka datang kemari memang untuk bersenang-senang. Tapi tidak seperti ini. Kyuhyun tidak menyukai kehidupan gemerlap, minuman keras, pelacur, narkoba— Meski Heechul beralasan bahwa mereka hanya menghabiskan waktu dengan menari dan minum-minum sedikit. Oke, soju dan vodka masih bisa ditolelir. Tapi tetap saja!

Kyuhyun tidak menyukainya, tidak pernah mencobanya, dan tidak berniat untuk mencobanya.

Hell! Ia masih delapan belas tahun! Masa depannya yang cerah tidak bisa dirusak begitu saja. Kyuhyun sudah merencanakan dengan matang setiap detail sebelum ia menyambut manis kesuksesannya. Dan sebesar apapun godaan yang ditebarkan Heechul dan Changmin, Kyuhyun masih mampu mempertahankan pendiriannya.

Apa-apaan pula Changmin sialan itu?

Hanya beberapa bulan lebih tua darinya tidak lantas membuat Changmin legal bersenang-senang ditempat itu. Terlebih jika mengingat obsesi Changmin pada Sungmin—

Kyuhyun mengeram. Berani sekali Changmin mengaku-ngaku akan merebut Sungmin darinya! Sedang ia sendiri pergi ke pub dan bersenang-senang dengan wanita lain! Itu lebih ilegal!

Kyuhyun mendengus garang setiap kali mengingat hal itu. Kalau Changmin memang ingin merebut Sungmin darinya, lakukan dengan serius!

“Huh! Awas saja Maxtron sialan itu.” Kyuhyun mengumpat, langkahnya bergerak makin cepat. Lebih baik ia kembali ke kamarnya dan mengecek keadaan Sungmin, ketimbang berlama-lama menemani orang-orang gila itu hanya untuk menerima godaan yang makin tidak tertahankan.

Sekali lagi, Kyuhyun mengecek arlojinya. Sedikit menyesal meninggalkan Sungmin nyaris selama dua jam. Padahal mereka sudah berada disini selama satu minggu, tapi mutan itu tidak juga terbiasa mengingat jam wajibnya meminum obat. Kyuhyun berharap kali ini Sungmin dapat melakukannya sendiri tanpa harus diingatkan, tapi begitu ia sampai di depan kamarnya dan membuka pintu—

Mutan itu duduk bertopang dagu di pinggir ranjang, menatap lurus keluar jendela sembari memainkan remote TV di tangannya.

“Kau sudah minum obatmu belum?”

Suara Kyuhyun sontak mengejutkan mutan itu. Sungmin tersentak dan refleks mengusap tombol power, tanpa sengaja mematikan TV yang sejak tadi menyala dan menemaninya melamun.

“Haish, selalu saja menungguku!” Kyuhyun mengeluh. Melirik botol obat dan segelas air yang masih utuh di atas meja nakas. Padahal sudah berkali-kali ia mengingatkan, dan sepertinya memang Kyuhyun yang harus turun tangan hanya untuk mengatasi perkara sepele seperti itu.

“Minum obatmu tepat waktu! Kau bisa membaca jam tidak?” Kyuhyun kembali melenguh saat Sungmin menjawab keluhannya dengan gelengan polos. Diraihnya gelas air dan lima tablet obat.

“Haduh. Yasudahlah, cepat minum lalu tidur!” Sedikit mendesak, Kyuhyun menyodorkan tablet-tablet itu di depan wajah Sungmin.

Sungmin hanya mengangguk-angguk, menerima obatnya dan menelan semua tablet itu tanpa berkedip. Kyuhyun meringis melihat mutan itu tampak santai melahap semua obatnya lalu meneguk air perlahan-lahan. Seakan-akan tablet-tablet itu tidak memiliki rasa dan bau. Padahal Kyuhyun saja selalu mengerutkan hidung setiap kali mencium aroma pahit yang menguar setiap kali ia membuka botol obat Sungmin.

Selesai meneguk separuh isi gelas, Sungmin menyerahkannya kembali pada Kyuhyun. Mutan itu mendongak, berkedip sekali sebelum terpaku menatap Kyuhyun.

“Lihat apa?” Kyuhyun menelan ludah dan membuang wajah. Ia melangkah mengitari ranjang untuk mengembalikan gelas minum sekaligus menghindari pandangan Sungmin, tapi mutan itu dengan sengaja mengikuti seluruh gerak-geriknya. Membuat Kyuhyun makin gerah dan dengan sinis berkomentar;

“Aku tahu aku tampan sekali, tidak perlu terang-terangan menunjukkannya.”

Sungmin tertawa. Suaranya pelan dan tertahan, tapi Kyuhyun dengan jelas mendengarnya. Sesaat, nada renyah nan lembut itu terdengar seakan menggema ke setiap sudut otaknya. Membuat Kyuhyun terpaku sejenak, menatap Sungmin dengan ekspresi tidak percaya. Kyuhyun segera tersadar dan menggeleng gugup saat Sungmin ikut-ikutan terdiam memandangnya.

“Cepat tidur, Sungmin-ah.” Kyuhyun mendorong-dorong tubuh Sungmin, memaksanya untuk berbaring.

“Kyuuung!” Sungmin sontak menahan tangan Kyuhyun saat pemuda itu selesai menyelimuti tubuhnya dan bermaksud pergi.

“Apa lagi?”

Sungmin menggerung, satu telinganya mengatup turun. Melihat itu, Kyuhyun hanya bisa menghela napas.

“Iya, aku juga mau tidur. Lewat sebelah sana—” Kyuhyun menunjuk ruang kosong di sisi Sungmin. Tentu saja ia harus memutar langkahnya. Tidak mungkin ia naik ke atas ranjang dengan melangkahi tubuh Sungmin. Oh, Kyuhyun merinding membayangkannya.

Dalam suasana sunyi kamar, Kyuhyun bergerak gesit. Melepas kaus kakinya dan ikut memposisikan diri di sisi Sungmin. Seakan sudah mulai terbiasa dengan rutinitas itu, berbagi segala hal di dalam kamar ini dengan Sungmin. Termasuk ruang untuknya beristirahat dan tidur.

Kyuhyun siap memejamkan matanya, meremas selimut yang sama digunakan oleh Sungmin hingga ke lehernya. Sedikit gerah sebenarnya. Tapi Kyuhyun tidak bisa menaikkan suhu AC dengan satu alasan –Sungmin. Tapi ia juga tidak bisa membiarkan tubuhnya terekspos tanpa selimut, Sungmin akan terpancing untuk mendekat dan memeluknya. Terlebih… Akhir-akhir ini Sungmin semakin lancang saja. Mungkin mutan itu berpikir bahwa Kyuhyun adalah bantal gulingnya yang bisa asal diremas dan diraba.

Kyuhyun tidak menginginkan hal itu –tidak tidak. Terakhir kali Kyuhyun mengalaminya, kakinya keram selama berjam-jam karena menahan sesuatu yang menegang dengan memalukan di bawah sana.

Dan malam ini terasa semakin menyebalkan dengan cuaca panas yang tidak biasa. Kyuhyun mengerang kesal, menanggalkan dua kancing teratas piyamanya dan menurunkan selimutnya hingga ke bawah dada. Berharap udara akan bertiup menyejukkan sebagian tubuhnya.

Kyuhyun tidak tahu, bahwa sejak tadi Sungmin berbaring menghadapnya tanpa berniat memejamkan mata. Mutan itu terlena memandangi Kyuhyun dari jarak yang diizinkan oleh majikannya. Tapi posisi mereka, cukup dekat bagi Sungmin untuk dapat menangkap seluk beluk wajah Kyuhyun dengan sejelas-jelasnya.

Wajah tampan dan putih itu –dihiasi oleh lubang-lubang kecil sisa jerawat. Pori-pori di sekitar hidung dan pipinya yang sedikit longgar justru membuat Kyuhyun tampak manis. Sungmin menutup mulutnya dan terkikik. Tapi mutan itu sontak membeku dengan mulut terbuka, saat Kyuhyun dengan risih membuka dua kancing bajunya. Mengekspos sebagian leher dan dada atasnya –tapi bukan itu yang menjadi perhatian Sungmin. Uhm, meski sesaat –memang Ya.

Sungmin mengerjap, memperhatikan dengan seksama bandul kalung yang tergeletak tepat di atas dada Kyuhyun. Bandul batu berwarna jingga, kental seperti langit senja. Keindahannya membuat Sungmin ternganga dan nyaris menyentuhnya –kalau saja, Kyuhyun tidak tersadar dan berpaling, meliriknya dengan heran.

“Ada apa Sungmin-ah? Sudah kubilang cepat tidur!”

Sungmin menggerutu. Tapi ia benar-benar tertarik. Kyuhyun tidak akan marah jika Sungmin menyentuh kalung majikannya sebentar saja.

Kyuhyun menatap tangan Sungmin yang terulur pelan dengan terheran-heran. Tapi begitu ia menyadari arah yang diinginkan mutannya, pemuda itu mendelik kaget dan sontak menampik tangan Sungmin.

“Jangan sentuh itu!” Kyuhyun berseru, spontan menyembunyikan bandul kalungnya dan mengancingkan kembali piyamanya.

Sungmin berjengit mendapat sentakan itu. Dua matanya membulat shock. Sesaat setelah menyadari Kyuhyun baru saja membentaknya –dengan serius—, mutan itu menggigit bibirnya yang gemetar dan mulai terisak pelan.

“H-hiks…”

Kyuhyun melengos, panik melihat Sungmin menangis karena dirinya. Pemuda itu beringsut mendekat dan dengan gugup meraih bahu Sungmin. “S-Sungmin-ah? Kenapa kau sedikit-sedikit menangis sih, haish.”

“HUAAAAA!”

“Y-YA!” Kyuhyun bertambah panik. “Baiklah! Baiklah! Kau boleh melihatnya! Ini, lihat!” Kyuhyun kembali membuka kancing piyamanya dan menarik bandul kalungnya yang panjang ke hadapan Sungmin.

Mutan itu sontak terdiam. Suara isaknya berubah pelan. Sedikit memaksakan diri menahan kembali airmatanya, Sungmin mengerjap dan mendongak menatap Kyuhyun penuh harap. Mutan itu menggigit bibirnya takut-takut, dua cupingnya merunduk turun.

“Lihatlah. Tapi sebentar saja dan jangan sampai lecet.” Kyuhyun melirik kuku panjang Sungmin dengan khawatir. Tapi dengan berkomentar seperti itu, membuat tangan gembul yang nyaris menyentuh bandul kalung Kyuhyun, kembali ditarik mundur. Sungmin merengut dan memberikan aba-aba akan menangis sekali lagi.

“Y-YAH! BAIKLAH KAU BOLEH MELIHATNYA LAMA! LAMAAA SEKALI!” Kyuhyun buru-buru menyerukannya dalam satu tarikan napas. Pemuda itu terengah dan mendelik menatap Sungmin tidak percaya, lebih tidak percaya lagi pada dirinya yang rela mengalah untuk mutan cengeng ini. Padahal nyaris selama delapan tahun terakhir, belum ada tangan lain yang pernah menyentuh benda ini. Benda yang sangat berharga baginya ini.

Sungmin menggerung, menghisap kembali hangat lendir yang memenuhi kerongkongannya. Mutan itu menatap tanpa berkedip, begitu serius memperhatikan bandul jingga itu dan membolak-baliknya, mengusapnya pelan, menghayati lembut dan dingin yang terasa di ujung indra sentuhnya.

Kyuhyun menghela napas, merasa lega tidak lagi mendengar suara isak apapun di kamar ini. Seakan mengerti pada pesona yang dirasakan Sungmin, Kyuhyun ikut menunduk menatap bandul kalungnya. Batu jingga itu mengilap di bawah temaram lampu ruangan.

“Kau menyukainya? Ini milik ibuku.” Bisik Kyuhyun tanpa sadar. “Dia sudah meninggal, delapan tahun yang lalu.”

Sungmin sontak mendongak. Menatap Kyuhyun dengan mulut terbuka. Mengerti betul apa yang baru saja terucap dari bibir majikannya, Sungmin menggerung seakan menyampaikan rasa bela sungkawa. Raut mutan itu berubah murung dan pandangannya melembut. Tapi Kyuhyun sama sekali tidak menyukainya.

“Berhenti menatapku seperti itu. Aku tidak suka dikasihan.”

Sungmin merengut, tapi ia benar-benar menangkap kesedihan yang sesaat tersirat dalam suara Kyuhyun. Mutan itu tidak peduli, ia ingin menyampaikan rasa kasihnya pada Kyuhyun. Sungmin menghabur, memeluk Kyuhyun dari depan. “Uhm!”

Derik ranjang kayu bercampur suara kesiap terdengar. Kyuhyun terkejut saat Sungmin memeluknya begitu erat. Mutan itu membenamkan wajah di dadanya. Tapi berbanding terbalik dengan apa yang terjadi biasanya… kali ini Sungmin menggerung pelan, mengusap punggung Kyuhyun dengan gerak memutar.

Kyuhyun terkekeh miris, tidak percaya bahwa mutan cengeng dalam pelukannya ini tengah menunjukkan usaha untuk menghiburnya. Apakah sejelas itu perasaan hatinya tergambar dari rautnya?

Tapi kali ini, Kyuhyun tidak ingin merusak suasana yang memang dinikmatinya. Ia balas memeluk tubuh Sungmin. Mengapit kepala itu di bawah dagunya. Merasakan dengan jelas, bahwa eksistensi Sungmin dalam pelukannya saat ini benar-benar membuatnya nyaman. Ia menyukai tangan kecil yang bergerak lembut di punggungnya, atau wajah yang mengerut dan terasa di depan dadanya. Kyuhyun tidak ingin terbebas dari situasi ini, setidaknya untuk sejenak.

Beban yang membatu dalam hatinya seakan dikorek secuil. Dan Kyuhyun, tergoda untuk mengorek lebih banyak lagi padat yang memenuhi dadanya. Mungkin inilah kesempatannya, untuk menumpahkan beban itu setelah ia menahan diri dan memendam sekian lama.

“Kalau aku memberitahu satu rahasia padamu, kau tidak akan membongkarnya kan?” Kyuhyun berbisik, mengulurkan satu tangannya untuk mengusap kepala Sungmin. Mutan itu tidak menjawab. Kyuhyun tertawa, dan menjawab sendiri pertanyaannya. “Tentu saja tidak akan— kau tidak bisa membongkarnya.”

Mungkin karena itu juga, untuk pertama kalinya Kyuhyun berani mengatakannya dengan lantang.

Karena Sungmin bahkan tidak memiliki suara untuk membongkar masa lalunya sendiri. Ia juga tidak akan bisa membongkar kisah yang akan diceritakan Kyuhyun ini.

Kyuhyun menelan ludah. Memandang dengan sorot menerawang, jauh seakan menembus memori masa lalunya.

“Aku membenci ayahku. Sangat-sangat-sangat membencinya.”

Sungmin tidak bergerak, tapi Kyuhyun dapat merasakan degup jantung mutan itu bertambah cepat. Dan ia bersyukur, Sungmin tidak mampu menjawab kalimatnya. Karena hal yang paling dibutuhkan olehnya sekarang adalah seorang pendengar.

“Kau orang pertama yang mendengar ini. Tapi mungkin kau bukan orang pertama yang menyadarinya.” Kyuhyun terkekeh, sinis. Tentu saja, Hangeng dan Yesung dengan jelas menunjukkan ekspresi sok mengerti setiap kali Kyuhyun berkomentar pedas tentang ayahnya sendiri.

“Mereka tidak tahu alasannya, dan kau… akan kuberitahu padamu.” Kyuhyun meremas bahu Sungmin, menekan tubuh mutan itu makin erat ke dadanya.

“Dia yang membunuh ibuku.” Gigi Kyuhyun gemertak beradu. “Dan pikirnya… aku tidak tahu itu.” Pemuda itu menekan tengkuk Sungmin, menginginkan eksistensi itu semakin rekat dengan tubuhnya. Matanya terasa panas, napasnya terasa panas, dadanya terasa panas, jiwanya terasa panas. Kenangan itu terbayang jelas seperti kobaran api. Kenangan atas sesuatu yang selalu membuatnya merasa remuk redam.

“Manipulasi yang pintar. Dengan membuat seluruh dunia berpikir, bahwa ibuku telah bunuh diri…”

Kyuhyun menarik napas panjang dan menahannya dalam-dalam. Pemuda itu menolak memejamkan matanya, sedikit saja ia menggerakkan kelopak matanya, bulir-bulir itu pasti luruh.

“Untuk apa dia memanggilku ‘son’, kalau dia tidak mengakui wanita yang melahirkanku, kalau dia tidak siap memiliki istri pelacur. Untuk apa membawa kami ke rumahnya? Dia pikir kami membutuhkan uangnya? Aku tidak butuh sepeserpun!” Kyuhyun mengeram. Suaranya tertahan, oleh isak tangis yang nyaris keluar dari bibirnya yang bungkam selama nyaris delapan tahun.

“Kalau saja aku bukan putra tunggalnya, laki-laki itu pasti sudah mendepakku keluar dari daftar ahli warisnya. Dia tidak tahu, kalau itu hal yang paling kuinginkan lebih dari apapun.”

“K-Kyung…” Sungmin menggigit bibir. Mutan itu mencoba mendongak, tapi Kyuhyun menahan tengkuknya dan memerangkap tubuhnya makin erat. Pemuda itu tidak ingin Sungmin menatapnya dalam keadaan mengenaskan seperti ini.

“Aku juga tidak mengerti, kenapa aku bercerita padamu, sih? Kau bahkan tidak bisa berkomentar.”

Kyuhyun mengusap airmatanya dengan kasar. Ia menarik satu bantal, untuk membersihkan jejak-jejak basah di wajahnya.

“K-Kyuuuung!” Sungmin memberontak, bersikeras ingin melepaskan diri dari rongrongan Kyuhyun. Ia ingin menghibur Kyuhyun, bukan diperlakukan seperti bantal guling.

“Kyung!” Mutan itu menggerung tak senang, begitu Kyuhyun melepaskannya, ia mendongak menatap majikannya. Bibirnya mengerucut maju, namun matanya sembab.

“Kau sudah janji tidak akan membongkarnya kan?” Kyuhyun memandang Sungmin dengan mata yang menyipit, curiga.

“Uhung!”

“Bagus. Sekarang kau harus berada di pihakku. Kau orang pertama yang direkrut menjadi komplotanku. Oke?”

Sungmin tidak menjawab. Mutan itu masih merengut dan melipat tangannya di bawah dada.

“Oke tidak? Atau kau mau bersekutu dengan lelaki tua itu?”

Sungmin mendesah mendengar omelan Kyuhyun yang semakin tidak berarah. Kyuhyun terus saja mendumal dan memaki seakan tidak lagi memikirkan keberadaannya disana.

“Awas saja si tua bangka itu. Aku akan kaya melebihi dirinya dengan usahaku sendiri. Pikirnya seluruh uangnya itu bisa membeliku! Hah! Tidak akan cukup!”

Pemuda itu tampak asik mencibir seakan ia begitu biasa melakukannya saat tidak ada orang lain yang melihat. Sesekali, Kyuhyun bahkan mengayunkan tangannya seakan orang di atasnya adalah sosok ayahnya yang siap dihajar membabi-buta.

“Dia mana tahu rezekiku seperti air terjun! Lihat saja mutan semahal dirimu datang dengan gratis padaku! Bukankah itu tanda bahwa aku manusia beruntung?”

Sungmin menghela napas, miris sekaligus gemas. Tapi Sungmin tidak tahan diperlakukan seakan ia tidak berada disana. Mutan itu mengangkat tubuhnya, bertopang dengan siku dan menatap wajah Kyuhyun lebih lekat lagi.

Sebelum pemuda itu berpaling ke arahnya, Sungmin bergerak lebih cepat. Mencondongkan wajahnya dan mempertemukan bibir mereka dalam satu ciuman panjang yang lembut.

Sungmin memejamkan matanya, menikmati. Sedang Kyuhyun, mendelik dengan bibir terbuka. Begitu Sungmin melepas ciuman mereka untuk menarik napas, Kyuhyun sontak menjauh, panik.

“A-apa yang kau lakukan?”

Sungmin mengerjap. Memperbaiki posisi dan duduk melipat kaki menghadap Kyuhyun. Ekornya berkibas liar. Mutan itu terkikik senang melihat Kyuhyun yang gemetar memegangi bibir.

Kyuhyun tidak tahu, malam itu –jatuh sebagai tanggal heat Sungmin yang hanya terjadi setiap tiga bulan sekali. Heat pertama yang dialami Sungmin sejak dua bulan terakhir ia tinggal bersama Kyuhyun.

Kyuhyun baru akan membuka mulutnya, mungkin berniat mengomeli mutannya. Tapi Sungmin bertindak lebih cepat, menarik piyama Kyuhyun dan kembali mempertemukan bibir mereka dalam satu ciuman yang kini… jauh lebih panas dan dipenuhi hasrat.

.

oOoOoOo

tebeseh

oOoOoOo

.

SIAPA YANG SETUJU KYUHYUN DIPERKOSA SUNGMIN? HORAAAAS! Hahahaha

Eh, btw, Ada fans Transformer disini? Wkwk sebenernya Maxtron itu pelesetan Megatron, dan Kyumblebee itu pelesetan Bumblebee. Dua tokoh paporit saya setelah Optimus Prime *okeabaikanini*

😄

102 thoughts on “Kitty-Kitty Baby! Chapter 12

  1. rheeming says:

    Saya setujuuuuuuu,,,,
    Hehehe lucu x y, kl kyu yg d perkosa umin,, kan biasa’a kebalikannya,,, hwaiting thor,, ditunggu next chapnya,,, ^^9

  2. cottoncandyme says:

    setujuuuuu,….aku setujuuuuu….hahahaha
    so sweet~~ Min….
    tp yg mbikin deg2an mrk k Jeju aman kan…g sa mbayangin umin ketangkep
    fighting ! lanjutttt !

  3. juu^^ says:

    uwaaa… td udh komen d ffn,,, tpi pngin jg ninggalin jejak dsini… bagian kyu baru turun dari bus tuh kereeenn.. wkwkwkwkw ada gtu ahjusi yg rese gak ketolongan,,,😀
    kyumin moment ny kereeenn mau yang lebih donk,, *kedipkedipcantik

  4. loveKyu says:

    aq setujuuu….setuju…biarkan kyuhyun d perkosa ming….bwahahaha
    aq curiga jgn2 mmg niatan heechul watt bkn ming hamil krn kyu…sewa villa ny aja wat romantis gt…hihihihi

    jd bnr tebakan qu…jieun tu anak siwon…brarti anak heechul donk??

    to author jgn lama2 update yh…g sabar tunggu lanjutannya….hehehe

  5. minrin says:

    jd jieun itu anak-a siwon ya..
    jgn2 itu jga anak-a heechul ya..scra heechul jga pernah dbli ama keluarga choi…

    hahaha
    pas adgan kyu trun dr bus lucu sxan ya..

    waw..
    kyuhyun mau dperkosa sma sungmin..
    jrng2 tu ada ff yg sungmin-a memperkosa kyu..biasa-a jga slalu kyu yg memperkosa sungmin..

    ah krna chap dpan mau dprotect
    jd ini almt email ku ya..
    minhyun137@gmail.com

  6. sha says:

    kyu digrepe ming? setujuuuuu pakeee bangeeeet. hahaha /dijitak kyu/ kkk

    yg sama siwon anaknya sama heechul kah? aaakkk. penasaran >.<

    bapaknya chobrat jahat banget duh. huhuhu

    pertengkarannya maxtron sama kyumblebee jangan berhenti ya thor. hehe joah!!

    lanjuuuuuuuut ^^~

  7. Wow_aprilie says:

    horas saya setuju kyuhyun di rape Sungmin, eh itu pembantunya siwoon orang sunda ya? abis dia ngomong punten,eh permisi, kkkk ada2 aja, Ji eun sakit apa kenapa harus minum obat dan kejang begitu?kasihan . Heechul ibunya ya?terus kejawab sudah alasan dari kepelitan Kyuhyun selama ini ternyata karena ayahnya toh, orang atas emang berkuasa penuh di ff ini yah… update juseyo^^. #modus minta pw heheheh…

  8. Ga nyangka trnyta masa lalu kyuhyun suram juga.tapi ko ibunya punya bandul jg??apa ibunya mutan juga??hahhaha
    Update di wp dluan dibnding ffn..yeaaaaay hhahhaha

  9. phinakyu says:

    setuju…
    tp ming berhasil prkosa kyu gk ya? coz menghamili diluar ikatan pernikahan bukan style kyu.
    PW next chap kasih scepate ya~~^^

  10. phinakyu says:

    setuju….
    tp ming berhasil prkosa kyu gk ya? coz mhamili dluar ikatan prnikahan bukan style kyu.
    PW next chap kasih cpt ya ~~^^

  11. Wohooo….aq bru tw alamat wp u chingu… ma’f soalx aq g bsa coment d ffn… bru bsa coment d wp…jd lngsng coment d sni…
    jd ibux kyuhyun d bnuh ayahx??? jd itu alasnx. sungmin jdi orng prtma yg tw msa llu kyuhyun y .oww
    soal pemerkosaan itu haha geli jg klo kyuhyun d perkosa sungmin… astaga…
    si kyuhyun itu nyangkal klo sbnrx dy udh ska ma sungmin kan…dasar huh!!!knpa g jjr aj sih…… gangsix trllu bsar tu si kyumblebee…

    tunggu…itu ji eun ank kndungx siwon ato mutan yg d bli siwon bwt d jadi’in ankx??? klo itu ank kndngx
    brrti istrix mutan donk…emng sp istrix siwon???aq jg pnsaran ma msa llux heechul..duli majiknx siapa??

    ow y ktax chapter slnjutx mw d protect y…blh mnta pwx kn…
    aq tnggalin alamt e mail q y…
    myprinces_fitria@ymail.com
    gamawo🙂

  12. megu_chan says:

    aww ~ siwonnn sayang bgt ma jienun..jd pengen punya daddy kayak won #PelukSiwon..kyunhyun udah mulai berani menunjukan sayangnya ke sungmin secara blak2 kan udah enggak malu2 serigala(?) lg -_- itu ming agresif2 polos #maksudnApaIni O.o kyu di’itu’in ming ntar judul nya ganti jd posisi yg tertukar -_-#abaikan…khukhu:D

    eonni aku boleh minta pw nya apa enggak ak reader dr ffn dan baru aj nemuin blog nya ini ? klu tidak boleh saya terima soalnya aku juga jarang review di ff, eonni udah buat susah2 malah ak seenak nya baca tanpa review di ffn😦 dan itu karena kartu providerku blokir ffn jd cuma bisa baca tanpa review , br aj seneng2nya masuk ke dunia per-ff-an kyumin udah ada pemblokiran…maaf ya eonni…semangat buat menulis ^^ hehehe…email ku :annisarahma3424@mail.com

  13. yanha sparkyumin says:

    eonni akku baru baca ff d.wp mu,
    biasa nya bca di ffn,
    suka bnget sm ff ini. .
    ming ny kenapa agresif gt ma kyu, kyu ny jg ksian banget, ternyata dy nyimpan dendam sm appanya sendiri,
    apakah chap depan mereka NC😀
    oke semangat buat chap depan eonn, fighting😉

  14. yahhhh lagi seru2nya knpa tebece sihhh T_T
    penasaran apa yg bakal ming lakuin sama kyu, masa kyuhyun diperkosa sungmin kan kebalik jadinya🙂

  15. mungkin kan ya kyu bakal luluh stelah di grepe ming?😀
    boleh dicoba tuh, kali kali aja kyu jadi gak ketus lagi😄

    owhh, jadi chul gabisa hamil lg dong😥
    trus Jieun anaknya siwon & heechul kan? pastilah itu.. semoga~
    gatau kenapa tapi cuma Jieun kan yg bisa ngendaliin siwon? :’)
    trus itu Jieun kenapa doong??
    padahal udah ngebayangin kalo dy itu anak yg unyu2 banget, tp ternyata dy sakit jg yaa?? T_T

    eumm btw masih penasaran dg cerita kyu, itu sebenernya udah jelas sih, tp kok rasa2nya masih ng’gantung yaa :’D

    okee next chap kyumin romance yahh eonn ^/\^, semoga hehehe😀
    thanks for update :*~

  16. mingmingming says:

    siwon sepupunya seunghyun tuh sebenernya baik apa antagonis ya perannya hehehe
    dy masih ada hubnya dengan heechul ga ya
    aku ko lupa2 inget dulu pernah disebutin heechul pernah berhub. dengan choi juga tapi engga tau siapa…
    jieun itu sakit apa ya?
    kayanya pernah denger deh penyakit yg ketakutan jadi kejang gitu
    kyuhyun makin keliatan nih cemburunya
    yg lainnya juga sebenernya sadar kalo kyu mulai suka sama min
    tapi ngikutin gengsinya kyuhyun yg masih engga mau ngaku
    waduh itu yg terakhir maksudnya masa heatnya sungmin apa ya?
    maksudnya masanya sungmin mw kawin ya?
    gaswat dong kyuhyun pasti kaga kuat iman liat min goda2 gitu hehehe
    sayang mesti dicutnya disitu
    padahal pengen tau lanjutannya wkwkwkw
    kyuhyun diperkosa sungmin
    ada juga klo kyu kaga kuat iman
    balik dy yg perkosa min kekeke
    gimana lanjutannyaaaa penasaraaaaannnn….
    mudah2n apdet kilat
    semangat…

  17. mingmingming says:

    siwon sepupunya seunghyun tuh sebenernya baik apa antagonis ya perannya hehehe
    dy masih ada hubnya dengan heechul ga ya
    aku ko lupa2 inget dulu pernah disebutin heechul pernah berhub. dengan choi juga tapi engga tau siapa…
    jieun itu sakit apa ya?
    kayanya pernah denger deh penyakit yg ketakutan jadi kejang gitu
    kyuhyun makin keliatan nih cemburunya
    yg lainnya juga sebenernya sadar kalo kyu mulai suka sama min
    tapi ngikutin gengsinya kyuhyun yg masih engga mau ngaku
    waduh itu yg terakhir maksudnya masa heatnya sungmin apa ya?
    maksudnya masanya sungmin mw kawin ya?
    gaswat dong kyuhyun pasti kaga kuat iman liat min goda2 gitu hehehe
    sayang mesti dicutnya disitu
    padahal pengen tau lanjutannya wkwkwkw
    kyuhyun diperkosa sungmin
    ada juga klo kyu kaga kuat iman
    balik dy yg perkosa min kekeke
    gimana lanjutannya penasaran…
    mudah2n apdet kilat
    semangat

  18. sasa says:

    ahh akhirnya nemu juga blog nya
    aww ~~ siwon perhatian bgt sm jienun, ak juga pengen donk punya daddy kayak siwon…itu kyu udah mulai berani terangan nunjukin kasih sayangnya ke sungmin ^^ ming jd agresif2 polos ya -__- apakah ming rape kyu O.o #syok

    sebenernya ak baca2 ff nya dr ffn tp kagak bisa review soalnya kartu providerku blokir ffn >< jd cuma bisa baca lewat proxy #Ngenes dan kenapa comentku yg pertama kok kagak bisa masuk ???…dan klu diijinkan aku minta pw chap 18 nanti ??? email ku : annisarahmah522 @ ymail dot com ….semangat buat menulis eonni….thankss ~~~ ^_^

  19. Aparastika says:

    SETUJU KAAAAAAAAAAK!!! HORAAAAAAAAS!!!^O^ BIAR GANTIAN KYU YANG DIPERKOSA MING😄
    AKU AKU AKU! AKU FANS NYA TRANSFORMER JUGA KAAK😀
    WAITING HANGENG GEGE YA DI T.4 😀
    *MAAP KAK, KEPSLOK KELELEP HAHAHAHA ABISNYA SENENG BANGET AMA FF NYA MIINALEE EONNI !
    *KECUUP HAHAHAXD

  20. Baru bisa baca padahal dah tau ini update sedari pagi, T_T ,ffn susah banget aku akses, jadi aku mau jadi readernya author di wp aja …. *-* ,siwon yang maniiiiiis banget tapi punya gangguan jiwakah? o.o,.baby siwon sakit apaaaa???? +_+ kasian baby nya, aku lagi bayangin muka ji eun kayak gimana sih itu ,lucu banget pasti …,tampilin donk miinalee profil jieun kira2 mukanya kaya apa,heheheee , *-* ….,. Next part kyuhyun mau diperkosa yah?? muahahahaha, itu yang ada kyuhyunnya yang keenakan, ..huuuhu, ,,,,, ..betewe reader itu ada yang gak bakat menyusun kata2, yang semacam aku ini loh, maafin kalau authornya malah jadi bingung sama rvwnya, ah,pokonya ini kereeen …aku tunggu nextpartnya ya miinalee,……hehehe

  21. aina_chan says:

    Stuju ayo buat kyuhyun tak berdaya di bwh sungmin kekeke
    Tp msh penasaran thor jieun itu anak chulie bukan sieh

  22. Keren.. Sungminnya masih polos *kecuali dibagian terakhir* Kyuhyunnya kapan peka nya T.T jual mahal mulu nih si kyu.. Lanjut~~
    *Untung ketemu blognya, ffn diblokir di hpku kkk~*

  23. melly (elly.elfina1315@gmail/com) says:

    aahhhhh, bisa baca cerita ini lgi…😀
    gomawoyo min..🙂
    sy gak ngerti masa heat itu masa apa ya ?
    tpii keren bnget …
    hiks..hiks.. sdih bnget pas kitty minnie diperiksa…😥
    buat author fighting !

    sbnr.ny sy lbh sering baca FF min, itu di fanfiction/com dgn UN evilkyukyu

  24. cho naira says:

    Aaa uda baca di ffn sih cuma addict gitu bacanya pengen diulang2 hahaha
    Akhirnya saya nemu blog chingu..
    Chingu bagi pass kitty kitty baby chap 18 ya^^

  25. Tuh kn bener Jieun anakx Siwon,,,jdi Sungmin macem diurut
    (?) gitu y buat brshin rahimx,,,Kyu nih kykx udah mulai ada
    rasa gmna gtu ama Sungmin tpi gengsi aja mo ngakuin,,
    biarin aja dia diperkosa ma Sungmin biar
    sadar…hehehehehe…

  26. jdi bener ya jieun itu anaknya siwon & heechul? kitten yg dikira heechul udah meninggal? tpi kasian deh jieun punya sakit sampe kejang2 gtu :((
    kasian min, untung heechul bawa berlibur trus sekalian periksain min… umin cepet sembuh ya🙂
    hehehe lucu deh klo ngeliat kyu ama changmin berantem mlulu😛 ditambah lagi heechul jg suka godain/gangguin kyu~~~😀
    waaa waaaa waaaaa min lagi dlm masa heat…apakah kyu akan luluh sama min dan ngeladenin min? hihihi~
    makasih buat updatenya😉

  27. namyraamandagunawan@gmail.com says:

    HUWAAA SERU SEKALI CHAP IN. jieun berarti anaknya heechul kah? Omaigat ekhmm gak sabar sama chap selanjutnya ekhm ekhm kyumin ekhm semoga dapet kitten baru yeyy

  28. namyraamandagunawan@gmail.com says:

    UKE ON TOP DONG YA HAHAHAHA oh iya kak lupa kalo chap 18 udah ada aku minga pw nya yaaa

  29. kyumin pu says:

    tuh kan itu daddy siwooon… saya setuju sungmin perkosa kyuhyun !! lanjutkan hehe semangat yaa.. chap depan di pass yaa.. bagi yaa miinalee fufukyumin@ymail.com makasih.. itu “punten” ko bisa nyempil di situ -_- hehe ternyata ada unsur humor nya juga ya wkwk ..

  30. Jieun *inget oh my lady xD
    jieun itu kan anak mutan juga, mommynya siapa kak?
    #MuterOtak

    ke blog soalnya lupa password ffn x’D
    kak fiqooh itu ming pas masih sama seunghyun kan bisa ngomong
    chap depan dia bisa ngomong gak? xD
    penasaran gtu kyu gimana responnya kalo denger ming ngomong xD
    gak nyangka kalo Kyu punya masalah sepelik ituuuu T.T
    taunya cuma anak mandiri bin kikir yg kurang perhatian ortu, eh taunya o.o
    pas baca summary di ffn aku taunya bakal ada nc di chap ini xD
    abis ada dorong2 tengkuk segala sih xD
    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ming heatnya 3 BULAN SEKALIIII??
    penasaran penasaran penasaraaaaaannnnn
    pengen liat kyu dirape mutan manissss 😁
    kak E-mail ku indrikyuku1@gmail.com yah ^_^
    FIGHTING NULISNYAAAAAAAAAAA ❤❤❤❤

  31. shanty kyuminnie arashi says:

    Setujuuuuuu…. Klo kyu d perkosa ming … Wkwkwkwkwk….

    Kyu kayanya sekarang udah beneran ga niat buat lepasin ming… Buktinya sekarang karena ada changmin yg jg suka sama ming kyu nya keliatan bgt cemburunya ….
    Hahahhahahah….

    Ming cepet sembuh ya … Bekas kegugurannya bener2 dh ga ada kan ???
    Semoga dia bisa bicara lg … Pengen denger ming ngomong ….

    Aseeekkk… Part depan kayanya ad pertempuran nie…
    Lanjut fiqoh…

  32. Shin Young Hae says:

    Bwahahahahhaha… saya rada sedikit ngakak pas kata “punten” di tengah itu. Apa itu pelayannya TKI asli sunda yah? Hahhah. Okeeehhhh….. fix kalo Kyu mau di perkosa sama Min,,, aseeeeekkk… wkwkwkwk.
    Pokonya keren… kyu momentnya juga romantisss serasa nonton drama gtu Miina ssi.
    Tapi satu hal yang bikin aku bertanya tanya dari awal aku baca ff ini,…. Heechul itu perempuan yakk??? Okeh abaikan pertanyaan bodoh ini.
    Pokonya sangat terusss laahh, udah gak sabar nunggu chap selanjutnya.. Hwaiting Miina ssi. ^_^

  33. kanaya says:

    Jieun pasti anaknya heechul juga deh..masa heat?terserah aja deh kyuhyun mau diapain sama sungmin..everything is okey asala sama sungmin,haha

    jieun sakit apakah?apa gara2 lahir sebelum waktunya jadi punya sakit gitu?bakalan ada side story buat heechul ndak?
    menantikan chap 20.

  34. moonhee says:

    annyeong chingu,
    setuju dong, sekali2 emang kyuhyun hrus digituin duluan dirape ming,,,.siapa suruh sok jaim gitu..
    klau jieun anaknya siwon apa brarti anaknya heechul juga????

  35. sebenarnya jiyeon sakit apa thor? dia beneran kittennya heechul kan?

    iyatuh, si kyu dirape aja sama umin, dia lola banget abisnya, tapi lucu juga min yang penakut jadi agresif gitu, ditunggu cerita selanjutnya thor…

    oh ya the concubinenya kapan nihhhhhh, udah kangeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnn

  36. bluemi says:

    chingu, minta passwood buat chapter ke 18 plisss chinguuu
    pengen liat kyu diperkosa sama sungmin
    yayayyaayayaya🙂🙂
    daebak gomawo sebelumnya yes plisss :))

  37. Uhh diantara semua chap, chap ini yg paling bnyk komennya. Kaka memang daebak.
    Jieun itu berarti.. Yah i know lah 😨. KAKAK LANJUT DONG YAYAYAYA
    Oh iya kak cursed crown chap 11&12 aku minta pwnya dong.. Terimakasih
    Email: atikaamelia52@gmail.com
    Twitter: @atikaameliaR , aku udh follow kakak kok,kakak tinggl follback ajaa ^^
    Kyu aja deh kak yg perkosa min ._. Yayayaya

  38. usagi says:

    aku sukaaaaku sukaaaa transformerwkwk kyumblebeeunyu bangeeet3 lanjutannyamakinseru masa wkwk makinpenasaran :3 oya kalo nggaksalah heechulitu dulumutannya siwonbukan? apakah jieun itu…jengjengjeeeeng/?*plak* aku ngeringebayangin sungminwaktu dipijat_ ikutngilu2 gimanaa gitu wkwk feel ff kakak ini selaludapet bangetmakanya senengngikutinkelanjutannya3 walaupunpas kitty2 baby bagianflashback kudu ngrbacaberulang2 baru ngeh/? wkwk *mungkinakuyanglola* kkk aku setujuuuuuuukyumblebeedixxx sungminwkwk *okeguemulaiyadong* :v tanggalheattanggalpanas😄 unik serius 3 keep writingya kak, bagi2 pw kalo di kunci ‘3’ hihi email ku : arigachuu3
    salam sayangdari kyumblebeewkwk *bawakaburkyuhyun*

  39. Eonnie, pw KKB chap 18 nya belum masuk email..
    kemaren” aku udah minta di ffn sama di wp ini loh.. kirim ke email ku kiikyunnie@gmail/dot/com ya eon.. Kalo nggak dm ke twitter ku @kiikyuming
    gamsha eon :)) ditunggu pw nya

  40. hanajj27 says:

    Wuah… Umin agresif banget…
    Kasian juga ama Kyu kalo denger cerita.a…
    Jieun itu anak kandung apa anak angkat.a Siwon sih… emank dia sakit apa koq sampai minum obat sebanyak itu…
    Ngeri dan miris pas bagian Umin diperiksa..
    Hahai… uke on top nich cerita.a…

  41. Sunny says:

    ya ampun ternyata chap. 17 udh update malahan chap. 18 jga udh update. aku ketinggalan bgt -__-
    jdi sebenernya jieun itu anaknya siwon sama heechul ya ? tpi heechul gak tau klo ternyata anaknya msh hidup. aku kasian bgt pas bagian sungmin diurut perutnya, pasti rasanya sakit bgt tuh T.T tpi di chap. ini kyuhyun udh mulai nunjukin sayangnya sama sungmin walaupun msh malu” gitu. apalagi pas dia cemburu sama changmin itu tuh so sweet bgt
    oh ya chap. 18 diprotect ini email aku sunnykhumairah@gmail.com

  42. Bella Nindysh says:

    mwoya??? min grepe2 kyu O.O hahahaha ok sbtulnya sy bca chap ini loncat jauh dr trkhir sy bca thun lalu yg msi smpe chap 8 klo tdk slah, ak jtuh cinta bgt sm epep kak fiqooh yg ini hahh bgus bgt pkok e😄 kyuhyun udah rada meluluh y sm sungmin wkwk bysnya dia ketus wkwk, semoga wae sungmin masih bisa punya anak lg sm kyu, ok sy mau flashback di chapter dlu, sy janji review kok kak, keep writing~^^

  43. Bella Nindysh says:

    Sungmin on top O.O ok ini hot bgt hahaha
    gemes bgt liat kyuhyun yg bawel dan sok jual mahal dan paling suka pas sungmin panggil kyu, kyunggg! Its cocweet wkwk
    smoga sy dpet ponakan pokee kyumin! #Plak
    ok, sy udh lma bca ini sbnrnya kak fiqooh tp stag smpe chap 8 jd sy mau lnjutin dl flashback nya, janji review pastinya, keep writinggg hehe

  44. janneMing says:

    Salam kenal😀. aku baru baca ff ini di wp, dan ini keren banget😀. Ngebayangin ming jd mutan imutnya kaya apa, Uhhh ming cium2 kyu :* lucunya.. Haha😀. Chapter 18 di PW ya? Kalo boleh mnta PW’a ke almt email ini ya janne.shannon@gmail.com , terimakasih Salam kenal😀. aku baru baca ff ini di wp, dan ini keren banget😀. Ngebayangin ming jd mutan imutnya kaya apa, Uhhh ming cium2 kyu :* lucunya.. Haha😀. Chapter 18 di PW ya? Kalo boleh mnta PW’a ke almt email ini ya janne.shannon@gmail.com , terimakasih Salam kenal😀. aku baru baca ff ini di wp, dan ini keren banget😀. Ngebayangin ming jd mutan imutnya kaya apa, Uhhh ming cium2 kyu :* lucunya.. Haha😀. Chapter 18 di PW ya? Kalo boleh mnta PW’a ke almt email ini ya janne.shannon@gmail.com , terimakasih Salam kenal😀. aku baru baca ff ini di wp, dan ini keren banget😀. Ngebayangin ming jd mutan imutnya kaya apa, Uhhh ming cium2 kyu :* lucunya.. Haha😀. Chapter 18 di PW ya? Kalo boleh mnta PW’a ke almt email ini ya janne.shannon@gmail.com , terimakasih banyak🙂

  45. Mian chingu q baru komen di chapter ini ^_^v..
    ming mulai tergoda .. q setuju bgt tuh kyu direpe ming Hahahaha gimana reaksi kyu ya . .. penaran akut T_T .. minta pw chingu chapter selajutnya.. hehhehe

  46. tetiniwa says:

    aku lupa kapan pertama kali baca ff ini,,setelah sekian lama akhirnya ketemu lagi sama ff ini,,,hahaha
    kasian si sungmin,,dijutekin terus sama kyuhyun,,tp kyaknya dia udah kebal sama omelannya si kyuhyun,,,eon itu si sungmin kapan bisa ngomongnya?? Apa bakal gak bisa ngomong seterusnya??
    Eon endingnya bakal bahagia kan eon?? Mereka bakal bakal bersatu kan??
    Chap selajutnya di protec ya?? Kalau diizinkan boleh tolong berikan pw’a ke email saya tetinurhayati405@yahoo.com,, terimakasih dan terus di tunggu karya anda yg lain🙂
    saya tunggu pw’a…

  47. chaporch says:

    Aneyyong Sun !! kyumin’s backpacker (?) here.. berkelana ksana kmari mencari ff kyumin, especially the mpreg ones.. and here I am, falling for ur masterpieces.. 1 pertanyaan yg mengganggu, apa jieun & siwon berhbungan dgn masa lalu sungmin ?? dan pliss berbaik hatilah mberikan pw next chap utk pengelana ini ke email chaporch@gmail.com
    I’m stuck in ur papers,, keep on writting chingu ^^

  48. WeniGiggs says:

    aaaahhh…… jadi jieun itu anaknya siwon daddy toh. anak nya ama heechul? hmmmmm….
    ming kalo lagi heat “ganas” juga ya. kkkkkk

  49. Han says:

    author-ssi, anneonghaseyo. aku Han, salam kenal. aku udah komen di ffn buat KKB ini author-ssi. tapi melihat ffn tadi mungkin email ku gak ke baca ya di ffn, hehe
    bolehkan minta pw ch 18 author-ssi??
    gamsahae ne

  50. author, aku reader baru.. salam kenal yah ^^
    aku comment sekalian aja yah di chap ini.. hehehe
    itu kyunya kapan sadar kalo suka sama sungmin?? huwaaa aku boleh minta pw’y ga buat chap 18? soalnya penasaran sama cerita selanjutnya, si sungmin langsung nyerang kyu..
    kalo boleh kirim ke email aku yah..
    epipian09@gmail.com
    thanks ^^

  51. Rhaya says:

    Aku setuju!!

    Jd jieun anak siwon? Apa dia anak heechul jg? Trus knpa jieun musti minum obat? Dia sakit apa? #banyakNanya

    paling suka scene kyu sma changmin ribut😀

  52. AMAIGOTNES!!! itu uminnya nekat banget ya ke abang kyu. Ternyata mutan ada masa heat ya. Ampun dehhh. Abng kyu itu nyebelin2 tapi baik juga sebenernya. Min,next chapter di protect ya? Boleh bagi PW nya gak? Tolong kirimin ke email aku ya min

    • lahh Jieun sakit apa sihh penasaran..? sebenarnya Jieun tu anak siapa pa ma heechul/ ckck..kyuhyunternyata udah ada rasa ma sungmin tapi tetap ja kyuhyun mengelak…ohh chap depan di protec boleh minta pw’a? krm ke email citraratna6688@gmail.com to ke Fb citra ratna

  53. na doo rim says:

    siwon grang* gtu syg jga sma ank nya u,u punya firasat klo jieun itu ada hbungan nya sma heechul , tpi kok heechul gk kenal siwon ? Ah bngung mau bca chap 18 aja ,, eonni minta pw chap 18 ya .. email aja ke imyk1601@gmail.com .. Gamsa~

  54. 010132joy says:

    Ehhh ming mau perkosa kyu? Ga salah tuh kkk, ming lg msa agresif nih kyu aja dgrepe2 haha
    kasian jg kyu trnyata dia jg punya masa lalu yg ga enak y dan itu gra2 ayahnya pntes aja dia bnci bgt sma kerja keras buat bisa nyaingin ayahnya
    itu jieun anaknya won sama heechul bukan? Kasian heechul anaknya d ambil rahimnya jg mati, pantes aja dia belum punya anak sma hangeng
    ga tega sma ky ngerasain sakitnya ming waktu perutnya dpijat nyampe keluar darah lg ugh tp untung aja rahimnya masih brfungsi kan siapa tau klo suatu saat dia bakal punya kitten lg tp sma kyu kkk
    yeyyy dapet pw chap brikutnya …

  55. 010132joy says:

    Hehhh ming mau perkosa kyu? Ga kbalik tuh kkk
    kyu sbenernya kasian jg y trnyata dia jg punya masa lalu yg ga enak, berkaitan sma ayahnya jg pntes aja dia benci bgt sma berusaha buat dia nyaingin ayahnya
    itu jieun anaknya won sma heechul bukan? Kan dulu ktanya chul jg dr choi trus anaknya d ambil paksa jg jngan2 bner lg
    untung lha rahimnya ming masih berfungsi kan siapa tau suatu saat ming bkal punya kitten lg tp sma kyu kkk
    tp ikut ngeri jg waktu ming dpijat perutnya sampe ngeluarin darah jg lg jd kya ikut ngerasain sakitnya
    yeyy chap brikutnya udah dpet pwnya hehe baca …

  56. setuju unnie pake banget, maaf komennya disni. aku tadi ngebut baca sampe chapter ini. berbagai rasa campur aduk. tapi yaa ada yang di skip bacanya. minta pwnya boleh kan unnie?
    hehehe aku penasaran itu kyu jadi di *piiiiiiiiiip* umin apa nggak?
    e-mail nya ke yang masih aktif ya unnie… dobby_park@yahoo.com
    ditungguin. maaf lagi aku komennya di chap yang akhir… tapi aku udah baca semuanya kok unnie🙂 lagi puasa kan gak boleh boong😉

  57. Yanti Sparkyu says:

    Annyeong author-nim ^^
    readers baru disini..
    mian, aku ga bisa comment disetiap chapter tapi aku udah baca semuanya kok!

    makin kesini makin yakin deh kalo umma ji eun itu heechul, ada beberapa kemiripan walaupun heechul bilang kittennya dia udah meninggal:/

    wkwk
    seru kalo kyuhyun sama changmin udah berantem apalagi sampe ngeluarin panggilan sayang -kyumblebee & maxtron-
    ayo min! rape aja si kyu😀
    aku dukung! #plakplok

    sekarang tinggal nunggu pw chapter 18..
    semoga aja author-nim mau berbaik hati buat ngasih🙂
    hehe
    ditunggu ya author-nim~
    pasti bakal comment lagi kok!

  58. Yanti Sparkyu says:

    Annyeong author-nim ^^
    readers baru disini..
    mian, aku ga bisa comment disetiap chapter tapi aku udah baca semuanya kok!

    makin kesini makin yakin deh kalo umma ji eun itu heechul, ada beberapa kemiripan walaupun heechul bilang kittennya dia udah meninggal:/

    wkwk
    seru kalo kyuhyun sama changmin udah berantem apalagi sampe ngeluarin panggilan sayang -kyumblebee & maxtron-
    ayo min! rape aja si kyu😀
    aku dukung! #plakplok

    sekarang tinggal nunggu pw chapter 18..
    semoga aja author-nim mau berbaik hati buat ngasih🙂
    hehe
    ditunggu ya author-nim~
    pasti bakal comment lagi kok!
    emailnya : yantisparkyu@gmail.com

  59. Yuhuu.. benerkan kalo daddy jieun itu siwon, jadi.. jadi jieun beneran anak heechul kan ?
    Tapi jieun kenapa ? cuma dibentak daddy-nya langsung kejang kaya gitu ?
    Omo.. kyu..kyu.. gengsinya selangit, pelitnya juga sejagat raya. Padahal apa susahnya sih bilang iya tanpa perlu berantem ama heechul.
    Duo evil kyu max juga, bener2 kaga bisa akur. tapi lucu juga sih.. hehehe
    Aww.. miris begitu ming di pijat perutnya. sakitnya pasti.. uhhh
    Tapi, endingnya kok jadi agak menjurus ke hal-hal yang berbau NC ya. Gak kebayang kalo Ming yang merkosa kyu, tapi bakal lucu juga.. wkwkwkwk
    btw masa heat itu apa ?

  60. Nabs says:

    Woahahahaha, Kyu mau diperkosa Ming.wakakakak
    Si Jieun itu siapa ya? Duh, kasian bgt Ming sisa2 kegugurannya masih ada:(
    Next, authoooor-ssii!!

  61. yayaa says:

    akuuuuuu….
    aku setuju bgt klo kyu diperkosa min, jgm min terus yg kerjaannya di perkosa kyu hehee…
    masa heat sungmin tuh semacam masa kawin ya, jd pas min lg horny2’y gtu…?
    btw,jieun sakit parah ya, ko di bentak dikit aja langsung kejang2 gtu,kasihan…

  62. vyan says:

    gue setujuuuuuuuu ahahahahaha…
    kpn lg kan liat kyu diperkosa ama min >:) *evil laugh*
    thank you much sun… aq udh lama kynya ga buka2 email…
    pas liat byk update😀 jd happy..
    g setuju bgt ama kyu.. hrs rajin n bnr tp g sebel ama sifat pelitnya kyu😀
    kasian min.. untung masih bs diobatin rahimnya.. n bs hamil hehehehe..
    ditunggu kabar kehamilannya ama kyu ^^

  63. niefi3ani says:

    akhir’y ketemu jg pemilik ff kitty kitty baby, g percuma aku ngubek2 google selama 2 minggu ini, aku pembaca baru di blog ini, tp ff kitty kitty baby udh aku ikuti dr part 1 di fanfict, sayang tempat fanfict’y g bisa dibuka TT_TT jd’y merana selama 2 minggu ;'(, izin baca part 17’y ya, gumawo

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s