Kitty-Kitty Baby! – Chapter 15

Kyuhyun baru turun dari skybus saat ponselnya berdering. Pemuda itu merogoh sakunya, dan satu pesan singkat yang baru saja masuk ke ponselnya langsung membuat Kyuhyun berdecih sinis.

From: Bawel

‘Jangan mampir ke mansion, langsung pulang ke rumah.’

Hidung mancung Kyuhyun membesar saat ia mendengus. Apa lagi yang dilakukan Heechul? Kemarin-kemarin mutan bawel itu membawa Sungmin berbelanja tanpa seizinnya. Kemarinnya lagi Heechul sukses membuat Sungmin menangis karena memaksa mutannya menunjukkan jalan menuju rumah mereka. Lalu kemarin dan kemarinnya lagi ia datang tiba-tiba ke Kona Beans dengan membawa Sungmin. Kandungan mutannya sudah menginjak bulan keempat, bagaimana kalau pelanggan kafe Yesung yang anarkis melukai mutannya???

Kyuhyun merasa omelannya tidak lagi mempan bagi Heechul. Mungkin lain kali ia harus belajar dari para penggemarnya, bagaimana bersikap anarkis untuk mendapatkan persetujuan seseorang.

Kali ini, sepertinya Heechul berhasil merayu Sungmin untuk menunjukkan jalan pulang. Dan inilah yang dikhawatirkan Kyuhyun. Sekali Heechul mengetahui jalan rumah mereka, besok dan besoknya mutan bawel itu akan terus meneror hidupnya bersama Sungmin. Padahal susah payah ia menyembunyikan lokasi rumahnya dari semua orang!

Kyuhyun sudah dengan sengaja meninggalkan mobilnya di mansion Hangeng. Agar ia memiliki alasan untuk kembali ke mansion itu dan menjemput mutannya. Tapi tetap saja, Heechul selalu selangkah lebih licik darinya. Kyuhyun dengan berat hati harus mengakuinya.

Pemuda itu harus menaiki satu Skybus lagi untuk mencapai rumahnya. Dengan bersungut-sungut, Kyuhyun mengeluarkan kartu kendaraannya. Token yang tersisa dalam accountnya hanya cukup untuk membayar dua kali skybus mengelilingi Seoul. Setelah itu ia harus mengisi tokennya lagi. Dan hari ini, ia membuang biaya besarrrr untuk membayar satu jalur skybus yang dilaluinya dengan sia-sia, hanya karena keinginan pribadi Heechul! Padahal ia sudah mencapai halte di dekat mansion Hangeng. Belum lagi bensin mobilnya yang terbuang sia-sia. Lalu waktunya yang sangat berharga juga ikut terbuang begitu saja! Hah!

Kyuhyun melirik arloji yang melingkar di tangannya. Pukul 17.00

Sudah sesore ini sedangkan ia memiliki deadline luar biasa yang harus diselesaikannya sebelum tengah malam. Dalam tiga jam ke depan, Kyuhyun harus bisa mengusir semua orang yang kini bertamu tanpa izin di rumahnya, lalu membawa Sungmin makan malam, dan menemani mutannya pergi ke dokter kandungan.

Sebelum jam sembilan, mereka sudah harus kembali ke rumah karena Kyuhyun memiliki proyek super penting untuk segera diselesaikan. Jangan mencibir, karena proyek ini menyangkut kelangsungan hidupnya, hidup Sungmin, dan hidup bayi mereka. Bekerja di kafe tidak lagi mencukupi biaya hidup Kyuhyun yang kini menanggung dua nyawa lain. Kyuhyun terus mengejar pesanan desain grafis dan ikut dalam beberapa proyek game. Semua ini sungguh-sungguh menguras tenaga dan otaknya, tapi bagusnya, ia juga mendapatkan imbalan yang tidak sedikit.

Sejak duduk di bangku SMP, Kyuhyun mulai menerima berbagai proyek grafis dan program. Namun semua uang yang dihasilkannya selalu ditabungnya dengan sempurna. Kyuhyun hanya akan mengambil tabungan hasil pencahariannya sedikit, sekedar untuk makan atau memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak pernah macam-macam.

Tapi tiga bulan yang lalu… Kyuhyun dengan berbesar hati menggunakan lebih dari 60% tabungannya untuk membeli rumah, untuk membeli mobil, dan melengkapi seluruh fasilitas yang mereka butuhkan baik di setiap ruangan di rumahnya hingga aksesoris mobil barunya.

Jumlah yang digunakannya tidak sedikit. Uang yang dihabiskannya dalam sekejap itu cukup untuk menanam saham sedang di Choi Corp!

Kadang tiba kalanya Kyuhyun ingin mengelus dada setiap kali mengingat lebih dari separuh tabungannya telah menghilang. Cita-citanya untuk menjadi orang kaya melebihi Cho Yeunghwan harus tertunda lagi, mungkin untuk beberapa tahun kedepan. Selalu ada masa dimana Kyuhyun termenung memikirkan usaha dan tabungannya selama tujuh tahun raib dalam sekejap. Kyuhyun berada di ujung penyesalan. Kyuhyun tidak akan munafik, ia mengaku merasa kehilangan. Uang yang dikeluarkannya tidak sedikit.

Tapi setiap kali ia pulang ke rumah barunya, menatap lembutnya warna cat yang menyambutnya, merasakan lantai marmer dan kayu yang begitu halus di bawah kakinya, beserta seluruh perabotan sederhana, televisi, futon, sofa, kitchen-set…

Lalu Kyuhyun teringat. Semua ini miliknya. Semua harta ini berasal dari hasil keringatnya sendiri. Inilah dunia yang diimpikannya sejak dulu, meski belum tercipta dengan sempurna. Kyuhyun masih punya waktu untuk berjuang menyelaraskan sisanya.

Apa lagi yang harus disesalinya?

Terlebih jika lelah letihnya disapu oleh gerungan lembut yang setia menyambutnya di rumah mereka. Ditambah dengan senyum girang, pelukan hangat, dan pemandangan perut mutannya yang semakin membesar dari hari ke hari—

Membuat semua kegundahan itu menguap seperti asap.

Kyuhyun mencoba menyimpulkannya sendiri. Mungkin inilah arti usahanya selama ini. Sebelum Kyuhyun mengetahui keberadaan Sungmin, Tuhan sudah membimbingnya untuk mempersiapkan segalanya. Semakin hari rasa kehilangan akan uang-uang yang fana itu berganti dengan rasa penuh tanggung jawab. Rasa akan kewajiban untuk terus menghasilkan uang.

Demi Sungmin. Demi masa depan mereka.

Kyuhyun tidak akan mengatakannya pada orang lain, lebih-lebih pada Heechul. Bahwa ia tersadar, rencana masa depannya telah sedikit berubah. Tidak berbelok, justru bertambah.

Kyuhyun tersenyum dalam lamunannya, ia berjalan lambat memasuki pekarangan rumahnya. Melewati tiga mobil yang terparkir di depan sana, Kyuhyun masih sempat-sempatnya menendang badan mobil Heechul sebelum ia melangkah memasuki rumah.

“Aku pulang!”

Kyuhyun tidak memutar kenop dan pintu itu seketika terbuka. Tiga sosok berdiri menyambutnya, dua diantaranya tidak diharapkan.

“WELCOME HOME KYUHYUN!”

“Puit! Puit!”

Heechul berteriak, Changmin meniup terompet kertasnya. Keduanya tertawa saat Kyuhyun tersentak kaget dan mendelik pada mereka.

“Kyungggg!!!” Sungmin menghambur memeluk majikannya. Kuhyun menyambutnya, segera menggiring Sungmin masuk saat dilihatnya mutan itu hanya mengenakan kaus berlengan pendek.

“Yah! Kalian datang untuk menyampah di rumah baruku?!” Kyuhyun baru masuk sampai di pertengahan lorong, ia baru saja melepaskan sepatunya dan serpihan kertas-kertas tampak menghambur hingga ke ruang depan.

“Tenang saja, Changmin bersedia membersihkan semuanya.”

“YAH HYU–UKH!” Changmin tersedak saat Heechul dengan cepat menyikutnya.

Kyuhyun hanya memutar bola matanya dan mengabaikan dua orang itu, ia merangkul Sungmin yang juga balas merangkulnya, mereka berjalan berdempetan menuju ruang tengah. Suara yang menyambutnya sejak ia memijakkan kaki di depan pintu tadi sudah persis menyerupai ricuhnya suasana pasar malam. Ada suara terompet, ada suara tawa, teriakan, sampai deting gelas. Awas saja kalau tamu-tamu tidak diundang ini semena-mena menggunakan perabotan baru miliknya!

Kyuhyun mendengus tak senang, bersiap memaki-maki tamunya kalau mereka menggores sedikit saja propertinya. Kyuhyun mendumel dalam hati, ia merangkul Sungmin sembari mengusap lengan terbuka mutannya yang terasa dingin.

“Kenapa pakai baju pendek? Sudah tahu sedingin ini, kalau kau sakit bagaimana? Biaya rumah sakit mahal, tahu! Dan sakit itu tidak enak! Kau tidak memikirkan Kitten ya!” Kyuhyun mengomeli mutannya. Sungmin langsung memberengut mendengarnya, tapi omelan Kyuhyun tidak membuatnya ingin menjauh. Mutan itu malah memeluk majikannya makin erat dan melingkarkan ekornya di pinggang Kyuhyun.

“Haish!” Kyuhyun menghela napas, khotbah yang sudah terangkum rapi di kepalanya dan siap disampaikannya untuk Sungmin tiba-tiba tertelan kembali, tidak dapat dikeluarkan saat Sungmin menggerung tak senang dan memeluknya makin erat seakan memintanya untuk berhenti. Selalu saja begini. Semakin hari, mutan ini semakin berani menentang dan gilanya… Kyuhyun juga tidak bisa melawan.

Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk berhenti mengomeli Sungmin dan berpaling ke depan, menuju arah dimana hal yang lebih gila itu terpampang nyata di hadapannya.

Suara terompet kertas terdengar kembali, bersamaan dengan teriakan absurd Heechul dan suara tawa Ryeowook. Sementara Kyuhyun membeku di tempatnya berdiri.

Rangkulan tangan Kyuhyun di bahu Sungmin melemas dan jatuh. Ia mendelik dengan mulut terbuka. Kepalanya bergerak pelan, mulai dari kiri dan ke kanan, menatap perlahan-lahan belasan perabotan baru yang kini memenuhi ruang tengahnya. Ada lemari sampai ranjang double size. Diletakkan tidak beraturan dan beberapa bahkan menutupi pintu dapur.

“W-wha—“ Kyuhyun tercekat. Puas mendelik pada semua benda mati itu, kini matanya membulat garang ke arah lima tamu yang tak diundangnya. “Apa-apaan ini?”

“Hadiah, Kyu! Dari kami, untuk rumah barumu.” Ryeowook yang bersandar di lemari baru, mengusap pintu kaca lemari itu sembari tersenyum lebar. Menantikan pujian keluar dari bibir adik iparnya.

Memang di ruangan itu, hanya dua orang yang tampak girang. Heechul dan Ryeowook. Changmin tampak biasa saja. Hangeng dan Yesung justru terlihat khawatir. Tentu saja, mereka mengenal Kyuhyun dengan baik hingga mampu menerka respon macam apa yang akan diberikan adik sepupu mereka ini.

Kyuhyun menghela napas berat, ia berkacak pinggang dan memasang tampang lelah.

“Aku sudah bilang jangan pernah bawa macam-macam! Sudah cepat pulang dan bawa semua barang ini!”

Yesung dan Hangeng hanya saling melirik satu sama lain sementara Heechul tampak seakan tersulut api mendengar ucapan Kyuhyun.

“Kau tidak bisa menghargai kami sama sekali ya!”

“Cepat bawa pulang atau kalian tidak boleh berkunjung kesini lagi.”

Suasana ceria yang semula membahana dirumah minimalis itu sekejap lenyap menjadi kecanggungan kelas berat. Ryeowook tampak kelimpungan, sama halnya seperti Sungmin yang hanya bisa mendongak takut pada majikannya.

Heechul terkesiap, membuka dan mengatup kembali mulutnya tanpa sanggup membalas kata-kata Kyuhyun. Dalam perasaan penuh amarah, Heechul sesungguhnya sudah menyusun rentetan makian di dalam kepalanya, semua siap di keluarkan. Tapi pertengkaran kali ini membawa perasaan lain yang terasa lebih menyesakkan dibanding amarah. Kekecewaan. Heechul mengerjap beberapa kali bermaksud mengusir panas yang nyaris menggenang di matanya. Ia menghela napas panjang, lalu melayangkan tangannya tinggi-tinggi.

“Oh, begitu? Baiklah ayo kita pulang Wookie. Hannie, suruh bodyguard membawa semuanya. Kita buang saja barang-barang ini. Suruh mereka membakar semuanya. Semuanya tanpa sisa!”

Kyuhyun mendelik, tampak panik hingga ia mengayun satu langkah kedepan seakan berusaha menghalangi niat Heechul. Pemuda itu melirik kakak iparnya, tapi Hangeng tidak bergerak. Jaksa muda kaya raya itu mengayunkan ponselnya dan membuka flip tipis benda itu.

“Hyung!”

Hangeng mengabaikan adiknya, ia hanya menatap Kyuhyun serius sembari berbicara lewat telpon, menyuruh orang-orangnya untuk masuk ke dalam rumah.

“YAH! KENAPA DIBAKAR! Barang ini dibeli dengan uang! Uang didapat dengan bekerja, dasar mutan sok kaya!” tiba-tiba Kyuhyun merasa tidak terima. Belasan barang ini tentu sangat bernilai! Dan mutan sombong ini berniat membakarnya begitu saja? Heechul memang tidak tahu pahitnya jerih payah dan kerja keras! Kyuhyun sontak emosi memikirkan benda-benda ini dilenyapkan begitu saja.

“Oh, begitu? Aku yang punya uang jadi terserah padaku mau diapakan. Setuju, Wookie?”

“Setuju, hyung.”

“Aku juga setuju, hyung!” Changmin ikut-ikutan, menyeringai senang pada permainan Heechul yang berhasil mengombang-ambing emosi magnae mereka. “Aku bantu mengangkut barang-barang ini keluar.” ujarnya lagi memanas-manasi.

“Ayo-ayo bawa semuanya.”

“YAH! DARIPADA KAU BAKAR LEBIH BAIK JUAL LAGI DAN SUMBANGKAN UANGNYA KE PANTI SOSIAL!”

“Aku ingin membakarnya saja. Kenapa kau sewot? Suka-sukaku mau kuapakan barang-barang ini.”

Kyuhyun makin terperangah, terlebih saat lima pria berjas hitam dan berkacamata masuk ke dalam rumahnya. Kyuhyun tidak akan sepanik ini jika yang mengancamnya kini bukan seorang Heechul. Bahkan ayahnya, bisa saja menggertak akan membakar mobil mahal yang dibelinya jika Kyuhyun tidak menerima dan menyimpan benda itu. Padahal Kyuhyun tahu, ayahnya tidak akan mungkin melakukan hal itu. Membakar sebuah auvolyn bermagnet dengan tenaga jet seharga satu juta dolar? Cho Yeunghwan tidak akan mungkin melakukannya.

Tapi Heechul… apa yang dikatakan mutan ini akan menjadi cerita berbeda. Kyuhyun pernah mengalaminya, dan melihat sendiri bagaimana mutan sial ini membakar lembaran lima puluh ribu won dengan total tiga juta won! Lenyap seperti membakar bungkus permen! Tiga juta won!

Kyuhyun merasa disakiti seakan hatinya yang terbakar saat itu. Sekarang, Kyuhyun tidak ingin menyaksikan hal yang sama.

“Yah! Yah! Jangan bawa barangnya! Baiklah-baiklah! Simpan saja perabotannya di rumah ini!”

Heechul mengangkat tangannya, mengisyaratkan pesuruhnya untuk meletakkan kembali benda yang sudah hampir dipindahtempatkan oleh mereka. Dua cuping merahnya menegang tegak, hal yang selalu terjadi saat ia merasa menang. Lalu mutan itu melirik sinis pada Kyuhyun.

“Kau memutuskan untuk menerimanya?”

Kyuhyun menghela napas, lalu mengusap peluh di keningnya menggunakan lengan.

“Aku akan menggantinya nanti.”

“Kau dilarang mengganti barang-barang ini!” Ryeowook menyela tak senang. Ia melirik Sungmin, yang berdiri memegangi kaus Kyuhyun dari belakang. “Pokoknya tidak boleh diganti!”

“Aku tetap akan menggantinya! Mana mungkin aku menerima barang sebanyak ini. Ini tidak bisa disebut hadiah tapi korupsi!” Kyuhyun tahu ucapannya semakin ngawur, tapi ia tetap tidak bisa menerima pemberian besar seperti ini begitu saja. “Aku. Akan. Menggantinya.”

“Kau tidak boleh menggantinyaaaaa!!!” Ryeowook berteriak sampai pipi-pipinya memerah. Yesung buru-buru merangkul tunangannya sebelum pemuda berperawakan mungil itu menangis karena kesal.

“Baiklah kalau kau memaksa. Tapi kau tidak boleh menggantinya sekarang!”

Kyuhyun membuka mulutnya tidak terima, tapi Heechul lebih cepat menyela.

“Setidaknya tunggu sampai kitten lahir! Kau harus menyimpan uangmu untuk Kitten, Cho Kyuhyun.”

Dan kalian yang membuatku menghabiskan tabungan untuk Kitten! Rasanya Kyuhyun ingin berteriak seperti itu.

“Berjanji untuk tidak buru-buru menggantinya, deal?”

Kyuhyun mendengus.

“Bagaimana?  Deal atau kubakar benda-benda ini?”

“Deaaaal, mutan sial.” Kyuhyun mengerang kesal. Ia menarik Sungmin dan menggiring mutannya masuk ke kamar. “Jangan pernah bawa apapun lagi ke rumahku.”

Awalnya Kyuhyun ingin menyuruh Sungmin berpura-pura tidur agar ia bisa mengusir semua tamunya. Tapi mutan itu malah memberontak, menggerung meminta keluar dari kamar setelah majikannya membantu memasangkan jaketnya. Mau tidak mau, Kyuhyun harus melayani tamu-tamunya sedikit lebih lama. Tapi sisi baiknya, keberadaan mereka bisa dimanfaatkan untuk membantunya membenahi posisi perabotan baru itu.

Ryeowook dan Heechul sibuk tertawa-tawa sembari memasang sebuah seprai baru di atas ranjang baru yang kini terpasang dengan manisnya di dalam kamar Kyuhyun. Sungmin sejak tadi mengganggu kerja keduanya, mutan itu asik berbaring di atas seprai yang tergelar namun belum terpasang dengan rapi. Ia menggeser bokongnya ke kanan dan ke kiri saat Heechul dan Ryeowook menarik-narik seprai di bawah tubuhnya. Akhirnya, pekerjaan sederhana itu tidak terselesaikan karena keberadaan Sungmin di atas ranjang justru semakin mengacak posisi seprai yang belum terpasang rapi.

Menyerah pada pekerjaannya, Heechul ikut membanting diri dan berbaring di sisi Sungmin. Mutan belia ini tidak lagi berjengit setiap kali Heechul memaksa untuk menyentuhnya. Sekarang Heechul bahkan bisa memeluk Sungmin tanpa disusul oleh jerit tangis. Ryeowook ikut membaringkan diri di atas ranjang, berada di sisi kanan dengan Sungmin berbaring di tengah.

Heechul tersenyum senang, ia memeluk Sungmin dari samping, berhati-hati agar tidak menekan perut besar mutan belia itu. Ryeowok yang tidak mau kalah, ikut memeluk Sungmin dari sisi kanan hingga posisi keduanya sama-sama mengukung Sungmin dalam pelukan mereka.

Sungmin hanya bergumam, tangannya bergelung di perut dan matanya terfokus ke atap, memandangi langit-langit kamar yang gelap seperti langit tengah malam. Kerlip bintang-bintang buatan dan suasana gelap yang menenangkan itu seakan menghipnotisnya, ditambah lagi pelukan di sisi kanan dan kiri yang terasa hangat dan nyaman, membuat kerjap matanya melemah hingga akhirnya menutup sepenuhnya. Heechul dan Ryeowook terpaksa melepaskan pelukan mereka dari Sungmin.

Dengan sayang, Heechul mengecup kening mutan yang lebih muda darinya itu. Lalu ditariknya selimut menutupi tubuh Sungmin hingga ke dada. Berbeda dari Ryeowook yang beranjak keluar kamar, Heechul kembali membaringkan tubuhnya di sisi Sungmin, meletakkan tangannya di atas perut mutan itu lalu mengusapnya lembut.

Ini sudah memasuki bulan keempat, mereka hanya perlu menunggu dua bulan lagi sebelum Kitten Sungmin lahir. Heechul bertanya-tanya apakah antusiasnya telah melebihi semangat Sungmin dalam menunggu bayi ini? Ia merasa seakan dirinya ikut mengandung, merasakan makhluk kecil di dalam perut Sungmin tumbuh dan bergerak lincah setiap harinya. Ia sudah tidak sabar lagi menunggu kehadiran makhluk kecil ini diantara mereka.

Rasanya… seperti melengkapi relung yang direnggut darinya enam tahun yang lalu. Meski bukan miliknya, Heechul berjanji akan menyayangi kitten ini seperti bayinya yang meninggal itu.

Heechul menutup matanya, menahan pedih yang sontak membuncah di dalam dadanya.

Seperti kittennya.

Seperti kittennya yang telah tiada.

Yang dibunuh oleh majikannya sendiri. Ayah dari bayinya.

Choi Siwon.

.

oOoOoOo

.

Ryeowook meletakkan tiga gelas susu di atas meja lalu ikut duduk di lantai beralaskan permadani. Sofa kecil Kyuhyun hanya cukup untuk diduduki oleh tiga orang; Hangeng, Changmin, dan Yesung.

“Kau benar-benar tidak mau bekerja di kafe lagi, Kyu?” Yesung bertanya sembari menyeruput susu dari gelasnya.

“Aku tidak bisa full time lagi, hyung. Mungkin weekend saja, tidak apa-apa kan?”

“Tidak apa. Tapi sepertinya aku akan menaikkan gajimu, tiga kali.”

“Yah! Aku juga mau naik gaji tiga kali lipat!” Changmin berseru memprotes, sembari memajukan atas bibirnya yang sedikit putih oleh sisa susu.

Kyuhyun berdecak. “Jangan macam-macam.”

“Ini bukan macam-macam. Aku akan membuka cabang baru, Kyuhyun-ah. Bagaimana kalau kau yang memegang kendali di kafe cabang itu?”

“Tidak bisa hyung. Sekarang aku mengerjakan banyak pesanan desain dan proyek. Kau berniat baik, aku tahu. Terima kasih banyak, kuhargai itu. Tapi aku tidak bisa terus-terusan bergantung pada orang lain. Lagipula aku sedang mempersiapkan tokoku sendiri.”

“Toko? Kenapa baru bilang kau punya toko!” Heechul yang baru keluar dari kamar Kyuhyun langsung menyela.

Kyuhyun memutar matanya. “Aku baru punya tempatnya, belum kuisi apapun. Rencananya aku akan membuat usaha game di toko itu.”

“Hah. Toko game? Kau pikir orang macam apa yang masih bermain game di abad tiga puluh seperti ini?” Heechul mencibir, sosoknya melenggang pergi ke arah dapur.

Kyuhyun tidak menanggapi. Ia hanya bertukar pandang dengan Changmin yang sama-sama menunjukkan raut malas setelah mendengar komentar Heechul.

“Kau sering memeriksakan kandungan Sungmin, kan?” Ryeowook berujar lembut, meski berbanding terbalik dengan sikap brutalnya yang baru saja mengusir Changmin dari sofa. Pemuda itu tampak lelah saat ia menyandarkan kepalanya di bahu Yesung. “Kalau kau khawatir soal biaya, bilang aja pada hyungmu.” ujarnya lagi.

Kyuhyun mendelik, hampir tersedak susu. Jelas saja ia tersinggung mendengarnya!

“Aku selalu memeriksakannya satu kali seminggu! Puas? Niatnya malam ini aku mau membawanya ke dokter, tapi kalian datang tidak diundang.”

“Sesekali tidak apa, kan? Lagipula untuk apa kau ngotot menyembunyikan alamat rumahmu? Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Sungmin di rumah ini dan kami tidak tahu bagaimana cara menyusulnya?”

“Benar.” Hangeng menimpali singkat.

Kyuhyun hanya melengos. Malas menjawab lagi. Pemuda itu beranjak ke kamar untuk memeriksa Sungmin, jika mutannya itu benar sudah terlelap, maka ia akan memiliki alasan untuk mengusir orang-orang ini.

“Ngomong-ngomong, Kyu. Kau memeriksakannya kemana?”

Kyuhyun belum sempat masuk ke kamarnya dan Ryeowook lagi-lagi bertanya.

“Seoul Hospital.” Jawabnya singkat, sembari memutar kenop pintu.

“Aku tahu dokter kandungan yang bagus. Lebih baik kau bawa Sungmin ke Seoul OB/GYN Centre. Mereka yang terbaik di Korea ini!” ujar Ryeowook bersemangat, terus-terusan menghalangi niat Kyuhyun yang ingin masuk ke kamar. “Pelayanannya bagus, kakakku menggunakan jasa mereka. Yah… walaupun sedikit lebih mahal sih.”

Kyuhyun mendengus mendengar ujung komentar Ryeowook.

“Berisik! Aku sanggup membayarnya, akan kudatangi dokter mahal itu besok. Tinggalkan saja alamatnya di meja!” ujarnya sembari masuk ke kamar dan membanting pintu. Meninggalkan tamunya di luar sana meski hanya beberapa detik dan Kyuhyun kembali membuka pintunya, kali ini hanya kepalanya yang menyembul keluar.

“Sungmin sudah tidur. Jadi tolong pulanglah sekarang karena aku juga lelah dan banyak pekerjaan.”

BLAM!

Pintu itu kembali ditutup.

Kyuhyun sudah tidak peduli lagi kalau Heechul akan mengamuk dan menggedor-gedor pintu kamarnya. Nyatanya, sesaat setelah ia membanting pintu, suasana rumahnya berubah sunyi. Hanya terdengar desau suara dari luar yang dengan cepat menghilang juga. Kyuhyun kembali membuka pintu kamarnya saat didengarnya suara debum pintu ruang depan tertutup.

Bagus. Semua orang sudah pergi. Sekarang hanya tinggal dirinya dan Sungmin di rumah ini. Kyuhyun membuka pintu kamarnya lebih lebar lalu mengerang melihat keadaan ruang tengahnya.

Mana janji mereka!

Serpihan kertas dan sampah masih berserakan di lantai! Tidak mungkin ia menyuruh Sungmin membersihkan semua ini. Orang-orang yang bertamu tanpa diundang itu harus mengganti rugi!

“Haish! Awas saja mereka itu!”

Kyuhyun menggerutu sembari meraih penyedot sampah yang disimpannya di dapur. Kelak saat ia sudah memiliki lebih banyak uang. Benda pertama yang harus dibelinya lagi adalah maidroit. Kyuhyun benar-benar bekerja seperti pembantu sejak ia pindah di rumah baru ini. Bukan karena paksaan orang lain, justru karena Kyuhyun memaksa agar mutannya tidak menyentuh pekerjaan apapun. Selain tidak ingin membuat Sungmin kelelahan, Kyuhyun juga tidak sanggup melihat seluruh perabotan barunya celaka di tangan Sungmin.

Kyuhyun melirik secarik kertas yang tergeletak di atas sofa, ia memungutnya dan membaca sebuah alamat yang tertera di sana. Dilengkapi satu nama dokter yang ditulis dalam aksara hangul.

“Xiah…” eja Kyuhyun. “Xiah Junsu?” ujarnya sembari memajukan bibir. Kyuhyun mengendikkan bahu, ia melipat kertas itu dan menyimpannya di dalam saku.

Kyuhyun kembali melanjutkan pekerjaannya saat tiba-tiba ia teringat sesuatu.

“Oh, God!” Kyuhyun mengerang. Sungmin belum makan sejak tadi! Dan sekarang ia harus membangunkan mutan rewel itu. Haaaah!

“Ah! Apa saja yang dilakukan mutan sial sok kaya itu!” keluhnya sembari membuka flip ponsel.

Kyuhyun memesan dua porsi makanan dengan menu berbeda sembari mengecek isi dompetnya. Pemuda itu meringis dengan ekspresi menahan tangis saat dilihatnya hanya ada lima lembar uang di dalam sana. Tapi Sungmin membutuhkan asupan bergizi. Tanpa berpikir dua kali, Kyuhyun memesan menu yang tujuh kali lebih murah dari menu Sungmin untuk dirinya sendiri.

Besok pagi ia harus mengambil sebagian uang tabungannya lagi. Ia bahkan belum membawa Sungmin ke dokter kandungan baru yang katanya mahal itu.

“Dokter di SH pun mahal…” Kyuhyun meratap, memandang jauh ke dinding krem ruang tengahnya.  Warna lembut itu dengan cepat menetralisir kegundahan di dalam hatinya.

Tapi tidak apalah. Dalam seminggu ia akan mendapatkan upahnya dari program yang sedang dirancangnya ini. Mengeluarkan sedikit uang untuk memanjakan Sungmin tidak akan membuatnya jatuh miskin.

Makanan yang dipesannya datang dalam tiga puluh menit. Kyuhyun segera membayarnya dan kembali ke kamar. Ia memanjat pelan-pelan ke ranjangnya. Sungmin berbaring di tengah sana, tertidur dengan memeluk bantal. Ekornya melilit di bawah perut.

Kyuhyun tersenyum melihat sosok yang pulas tertidur itu. Ia meletakkan tangannya di atas perut Sungmin sembari berbisik lembut.

“Sungmin-ah?” panggilnya sembari mengusap perut mutannya.

Sungmin bergeming, namun suara napasnya berubah berat menandakan tidurnya mulai terganggu.

“Sungmin-ah, bangunlah. Kau belum makan, kan?”

“Hungggg!”

“Ayu bangun, sayang.” Kyuhyun berbisik lembut. Ia sesungguhnya menyukai panggilan itu, tapi Kyuhyun menahan diri untuk tidak terlalu sering menggunakannya. Jangan sampai ada manusia lain yang mendengarnya mengucapkan kalimat lebay itu.

Kyuhyun merunduk di belakang kepala Sungmin, ia meniup telinga mutannya dan berbisik.

“Bangun sekarang atau kutelpon Heechul-hyung untuk menemanimu tidur.”

Kyuhyun berhasil. Sungmin menggeliat marah lalu terduduk bangun. Rambut hitamnya yang sudah dicat ulang tampak kusut berantakan. Sungmin menggerutu pada majikannya, cuping coklatnya menegang tegak.

“Kau marah? Baiklah biar aku makan sendiri.” Kyuhyun berpura-pura kesal dan meninggalkan mutannya keluar. Di luar, ia terkekeh senang karena tahu Sungmin tegopoh-gopoh berusaha menyusulnya.

“Cepat habiskan setelah itu sikat gigi dan tidur lagi.” Kyuhyun membuka box makanan itu, ia membersihkan sumpit dan sendok untuk Sungmin.

“Haungg.”

“Jangan hanya haung haung! Cepat duduk dan makan!”
Sungmin mengatup mulutnya, makin menggerutu namun alih-alih ia tetap menuruti perintah Kyuhyun.

Sungmin menghabiskan makan malamnya sembari bersungut-sungut. Masih kesal karena tidur nyenyaknya diganggu oleh Kyuhyun. Mutan itu mengunyah sembari mengayunkan ekornya di depan wajah Kyuhyun, lalu dengan sengaja menampar tengkuk Kyuhyun menggunakan ujung tulangnya yang berbulu itu.

“Yah! Kau ini! Belum pernah merasakan sakitnya ekor digigit ya!” sungut Kyuhyun berapi-api. Tapi Sungmin malah terkikik ke arahnya.

“Meremehkanku ya! Rasakan jurus baru pencakar maut! Nih! Hyaaah!”

“YUNGGG!!!”

“KAU TIDAK AKAN SELAMAT MALAM INI MUTAN TENGIL!”

Sungmin memekik, melempari wajah Kyuhyun menggunakan sebulir bakso dengan harapan majikannya itu akan melepaskannya.

“Oooh… rupanya kau mau mandi sebelum tidur, neh? Mandiiii sayang~”

“N-NYAOOO!!!”

“HAHAHAHAHAHAHA!”

 

.

oOoOoOo

.

 

“Hannie, apa lebih baik besok-besok kita saja yang menemani Sungmin di rumahnya. Kasihan kalau dia harus pulang-pergi kemari.”

Hangeng tersenyum, mengusap kepala Heechul dengan lembut. “Aku tidak bisa sayang. Kau saja dengan Wookie. Aku akan menambahkan bodyguard.”

“Yay! Thank you, Yeobo!” Heechul menghambur memeluk suaminya.

Hangeng tertawa, menyambut antusias Heechul dengan balas memeluk istrinya. Setelah keluar dari rumah Kyuhyun, mereka menyempatkan diri untuk makan malam di luar bersama Yesung, Ryeowook, dan Changmin. Keduanya sudah kembali sebelum tengah malam. Dan di depan pintu mansion, kepulangan Hangeng disambut oleh dua orang maid. Berdiri sopan dan mengucapkan salam.

“Ada seorang tamu menunggumu Master-Han.”

Heechul menatap suaminya, namun Hangeng menatap lurus pada dua maidnya.

“Oh ya? Sudah lama dia menunggu?”

“Sejak pukul sembilan. Sekarang ada di ruang tengah.”

Hangeng hanya mengangguk, ia merangkul istrinya masuk. Heechul sedikit melirik saat mereka hampir mencapai ruang tengah. Ia penasaran, sekaligus khawatir.

Tamu macam apa yang datang larut malam dan menunggu hingga berjam-jam? Namun kekhawatiran Heechul berubah menjadi keheranan begitu ia mengetahui siapa yang duduk di sofa ruang tengahnya.

“Minho? Tumben sekali datang malam-malam begini?” Selorohnya dengan kening bertaut.

Bukan hanya tumben, pemuda ini sudah nyaris setengah tahun tidak menampakkan diri. Dan sekarang tiba-tiba datang di tengah malam… Heechul sudah bisa menduga pemuda ini datang membawa niat khusus.

“Kenapa hyung? Kau membuatku takut.” Minho tergelak dan pura-pura menggeser duduknya hingga ke pinggir sofa. Tatapan Heechul begitu tajam padanya. “Aku kan rindu padamu jadi kupikir lebih baik berkunjung kemari.”

“Hanya setan yang percaya kau bisa merindukan aku.”

“Setan? Kyuhyun maksudmu?” Minho bergurau lagi. Tapi usahanya untuk mencairkan suasana tampaknya gagal. Heechul masih memandangnya penuh curiga.

“Aku yang mengundangnya, yeobo.” Hangeng angkat bicara, mencoba meluruskan prasangka dalam tatapan Heechul. Ia merasa tidak enak pada tamunya dan di sisi lain, Hangeng juga tidak bisa memarahi istrinya.

Biar bagaimanapun, Choi benar-benar telah menghancurkan separuh hidup Heechul meskipun satu Choi yang duduk di hadapan mereka kini memiliki tabiat yang berbeda. Hangeng tidak akan pernah melupakan jasa Choi muda yang telah membantunya membebaskan Heechul dari Siwon. Minho patut dihormati tanpa memandang marganya.

“Kau membawa yang kuminta?”

Hangeng dan Heechul duduk berhadapan dengan tamu mereka. Minho tertawa, pemuda itu begitu murah menunjukkan lesung pipinya.

“Buru-buru sekali, hyung. Aku kan belum melepas rindu.”

“Baiklah.” Hangeng jadi merasa tidak enak. Ia tersenyum ramah pada Minho. “Kau ingin minum apa?”

“Kopi panas. Malam ini dingin, ya?” Minho melipat kakinya, kembali melempar senyum pada istri tuan rumah yang masih menatapnya dengan sorot mengawasi. Ia sudah terbiasa, dan dalam hati berusaha memaklumi. Heechul telah melalui kehidupan yang begitu pahit di tengah-tengah Choi. Mutan ini memang seharusnya membenci seluruh Choi yang ditemuinya. Minho merasa bersyukur ia tidak ikut disamakan dengan para Choi lain, meski terkadang pandangan Heechul masih kerap mengandung sorot curiga.

“Kau meminta sesuatu padanya?” Heechul berbisik pada suaminya. Hangeng mengusap pipinya dan mengecupnya. “Berkas Seunghyun.”

“Oh, ya hyung. Seperti yang kau tahu dariku. Aku bersedia membantu, hanya kalau mereka menyerangmu lebih dulu. Aku akan menolong, tapi sebisa mungkin tanpa menyakiti saudaraku. Kalau mereka tidak melakukan apapun untuk merebut mutan itu, lebih baik sembunyikan makhluk itu dan jangan mengusik Seunghyun. Dia sangat dilindungi. Posisinya sama kuatnya seperti Choi Siwon di perusahaan kami.”

Mata Heechul membulat mendengar nama terakhir yang disebutkan Minho. Ia menatap suaminya dengan raut kaku. Hangeng menatap tamunya dengan serius, namun Heechul tahu pasti, gerak rengkuhan suaminya berubah tegang.

“Seberapa kuat?”

Minho tidak langsung menjawab, ia menyulut sebatang rokok dan menghisapnya pendek.

“Cukup untuk menghacurkan pengadilanmu. Kau butuh penyokong lebih, tidak hanya aku. Untuk berjaga-jaga, carilah bantuan dari Jaksa lain. Kita tidak tahu apakah Seunghyun mampu menurunkanmu dari jabatan yang sekarang.”

“Akan kuusahakan untuk menyentuh tangan Jaksa Agung negara ini.”

“Yap, itu bagus.” Minho menghembuskan asap rokoknya. “Tapi sekali lagi, hanya jika mereka bergerak.”

“Aku yakin sekali bajingan itu akan bergerak! Apa yang membuatmu ragu?”

“Aku pun berpikir begitu.” Minho menelan ludahnya, manis getir tembakau itu terasa hingga ke kerongkongannya. “Tapi Siwon-hyung sedang berusaha membuatnya berhenti mengejar-ngejar… siapa nama mutan itu?”

“Sungmin.”

“Ya. Siwon-hyung sedang berusaha membuat Seunghyun menyerah atas Sungmin. Kupikir Siwon-hyung pasti belajar dari pengalamannya. Dia tidak akan mau hal seperti itu terulang sekali lagi.” Minho menyeringai pada respon Heechul. Mutan itu memalingkan wajah darinya dan memeluk Hangeng erat-erat.

“Tapi kita juga harus berjaga-jaga. Aku kenal Seunghyun lebih dari mutannya.”

Hangeng mengerutkan keningnya.

“Kau punya cerita tentangnya?”

“Umm… Kalau yang kulihat, sepertinya Seunghyun mencintai mutannya. Sangat-sangat mencintainya sampai aku merasa kasihan pada mutan itu.” Minho tersenyum miris. Ia sendiri belum pernah bertemu dengan Sungmin.

“Bagaimana mungkin kau yakin orang gila itu mencintai Sungmin? Dia menyiksa Sungmin, kau harus melihat seluruh luka-luka di tubuh mutan itu! Semua lebih parah dari milikku!”

Minho memiringkan kepalanya, ia tersenyum prihatin pada Heechul.

“Itu karena Choi Seunghyun juga lebih gila dari Choi Siwon. Keluarga dan Perusahaan berusaha menutupinya, ia pengidap Borderline Personality Disorder tingkat tiga, atau yang kau kenal dengan – psikopat. Dia membunuh orangtuanya, adiknya, kekasihnya. Dan sampai sekarang ia bahkan tidak mengingat hal itu. Aku merasa takjub mutan itu tetap hidup selama hampir dua tahun tinggal bersamanya.”

Hangeng tercekat. Nyaris tidak percaya pada apa yang baru saja didengarnya. Tapi cerita itu keluar dari bibir Choi Minho, ia bisa mempercayainya. Ia harus mempercayainya.

“Dan tidak ada yang berusaha mengobatinya?”

“Kau tahu hukum perusahaan besar, hyung. Choi… Cho… semua sama saja. Kalau sampai media menyebarkan sedikit saja kejelekan pewaris, itu bisa merusak seluruh perekonomian kerajaan kami. Terlebih ini menyangkut nama baik pewaris utama seperti Seunghyun… Kami sudah pernah terseok karena kasusmu dan Siwon-hyung. Kali ini mereka akan melakukannya dengan lebih gila hanya untuk melindungi Seunghyun.”

Hangeng kehabisan kata-kata. Hakim muda itu menggeleng, tidak habis pikir.

“Ini berkas pribadinya. Hanya data-data pribadi.” Minho menyodorkan sebuah arsip yang terbungkus map merah. “Semua yang kuceritakan disini tidak pernah tersimpan dalam bentuk data, hanya mulut kemulut, diantara orang-orang terpercaya dalam garis pewaris kami.”

Hangeng meraih benda itu, ia membuka dan membacanya sejenak. Disana tertera pula data diri Sungmin meski tidak dilengkapi oleh foto. Ini akan sedikit membantu mereka. Meski jalan yang harus ditempuhnya terasa semakin berat setelah mendengar seluruh pengakuan Minho.

“A-aku ingin menanyakan ini sejak kemarin. Tapi tidak mungkin kutanyakan di kafe, Wookie bisa curiga. Aku—” Heechul berdehem, tampak ragu untuk mengutarakan beban yang terus menghantuinya beberapa bulan terakhir ini.

Minho mengangkat kepalanya dan menatap Heechul santai. “Ya?”

“Kau kenal dengan Choi Jieun?”

Mulut Minho terbuka, lalu mengatup. Nyaris saja ia mendelikkan matanya karena terkejut.

“Anak ini sepertinya baru berusia lima atau enam tahun. Dia seekor mutan, cupingnya merah seperti milikku. Matanya cokelat dan tingginya sepinggulku. Apa kau pernah menemuinya? Atau kau mengenalnya? Ia mengenakan bandul Choi saat aku menemukannya di Department Store. Dan Wookie bercerita tentang pria tempramen bertubuh tinggi juga para bodyguard yang menjemputnya.”

Minho hanya menaikkan alisnya pada pertanyaan berentet itu, beruntung ia diberi kesempatan untuk memutar otaknya dan mencari alasan saat Hangeng menatap Heechul dengan raut heran.

“Ada apa ini? Kau belum menceritakannya padaku, yeobo.”

“Kau sudah dibebani dengan kasus Sungmin. Aku tidak ingin menambah bebanmu, Hannie…”

“Sudah kubilang kau harus ceritakan apapun padaku, sayang.” Raut keras Hangeng segera mengendur melihat wajah sendu Heechul.

“Mutan itu mengenakan bandul polos. Aku sudah menyuruh Kibum mencari datanya, tapi tidak ditemukan. Mutan itu pasti ilegal! Masih sekecil itu dan ia harus dipelihara oleh Choi…”

Hangeng menghela napas, ia meraih kepala istrinya dan memeluknya erat ke dada. Minho berdehem melihatnya, berusaha tampak tengah menyela.

“Jieun, ya? Aku tidak mengenalnya.” Jawab Minho mantap. “Ada banyak Choi yang memelihara mutan, tapi sejauh ini belum pernah ada yang memelihara mutan di bawah usia empat belas tahun.”

Heechul menatap Minho lama, membuat pemuda Choi itu mengira-ngira apakah jawabannya terdengar meragukan. Ia menambahkan, “Kalau kau mau aku akan bantu mencari tahu. Kau punya ciri-ciri lainnya? Kau tahu kan, hampir semua Choi bertubuh tinggi? Mana cukup dengan informasi seperti itu.” Candanya sembari tertawa.

Heechul menggerutu. “Aku tidak tahu yang lainnya. Besok akan kutanyakan pada Ryeowook.”

“Omong-omong, Choi Siwon tidak membunuhmu? Apa dia tidak tahu kau yang membantuku enam tahun yang lalu?”

Minho menaikkan sebelah alisnya, lalu tersenyum lagi dengan begitu ramahnya. “Dia tahu, kok. Tapi mana mungkin dia membunuhku. Dia terlalu sayang padaku, hahahaha. Tapi dengan Choi Seunghyun akan berbeda ceritanya. Dia tidak akan berpikir dua kali untuk membunuhku kalau dia sampai tahu aku membantu kalian menyembunyikan Sungmin. Karena itu kalian harus memberiku imbalan yang sepadan.”

“Kau mau imbalan apa sih? Rumah? Mobil?” Heechul bersungut-sungut.

“Kalau itu… aku bisa membelinya sendiri hyung.” Minho tergelak. Ia memadamkan rokoknya di dalam sebuah asbak berbentuk perut wanita yang tergeletak di hadapannya. “Oh, omong-omong. Aku kemari tidak hanya membawa berkas itu. Aku juga punya kabar baik, titik terang untuk kasus Sungmin.”

“Ya? Kau menemukan saksi??? Atau bukti?”

Minho terkekeh, lesung manis membelah pipinya. Tapi ia tidak menjawab pertanyaan Heechul.

“Aku sedikit kesulitan menyembunyikannya.”

Hangeng dan Heechul saling berpandangan.

“Kalian akan terkejut melihatnya.”

“Apa ini? Kejutan lain lagi? Jangan bilang Seunghyun sudah memiliki anak dari Sungmin.”

Minho tertawa-tawa lalu menggeleng. “Bukan itu. Tapi kalian harus berjanji. Pertama, jangan menyerang lebih dulu. Aku masih punya kesetiaan pada margaku. Tapi kalau kejahatan itu akan terulang dan merugikan kalian lagi, barulah aku akan membantu.”

“Baiklah, syarat lainnya?”

“Syarat kedua… Sebagai gantinya kalian harus jodohkan aku dengan Taemin. Deal?”

“Deal!”

.

oOoOoOo

.

Sungmin menggerung, mutan itu memajukan bibirnya dan terus-terusan menggerutu. Ia hampir menanggalkan jaketnya, namun dengan cepat pula Kyuhyun menggagalkan niatnya. Kyuhyun menarik naik tudung jaket itu hingga benda tebal dan lembut itu kembali melindungi tubuh mutannya.

“Haung!” Sungmin menatap majikannya sengit.

“Haung-haung!” Kyuhyun balas mengejek Sungmin dan memasang tampak buruk rupa.

Sungmin sontak tersinggung, rautnya berubah suram dan bibirnya gemetar. Dua mata coklat itu berkaca-kaca. Hanya sedikit lagi ia akan berteriak dan menangis saat Kyuhyun buru-buru menarik kepala dan membekap mulutnnya.

“Yaaah! Cup-cup, aku hanya bercanda Sungmin-ah!” Kyuhyun mengusap-usap kepala mutannya dengan panik. Ia membulatkan matanya dan memasang tampang bersungguh-sungguh. “Hanya sebentar saja, Sungmin-ah. Lihatlah setelah ini giliran kita, lalu kita akan segera pulang dan kau boleh melepaskan jaket ini.”

Sungmin menggigit bibir, tangisnya yang sudah hampir meledak kembali tertelan dan menyisakan isak kecil. Sungmin mengerjapkan matanya yang merah dan panas, lalu ia berpaling menatap angka pada papan elektronik di atas pintu. Ia bahkan tidak tahu apa arti angka itu.

“Lihat? Milik kita 137. Jika pasien di dalam keluar, setelah itu akan menjadi giliran kita. Sabar sebentar, oke?” Kyuhyun merayu dengan senyum dipaksakan. Ia meremas bahu mutannya agar Sungmin tidak lagi berniat menanggalkan jaketnya.

Mereka tengah menunggu di depan ruang praktek Dokter Xiah Junsu. Seperti saran Ryeowook, Kyuhyun membawa Sungmin kemari. Hanya melihat bangunannya, Kyuhyun sudah setuju dengan predikat berkualitas Rumah Sakit Kandungan ini. Seoul OB/GYN Centre memiliki belasan dokter spesialis kandungan, tapi Kyuhyun ngotot memilih Dokter Xiah Junsu seperti saran kakak iparnya.

Dan disini, Kyuhyun berakhir mengantri lebih dari belasan pasien lainnya. Mereka sudah menunggu nyaris selama satu setengah jam dan Kyuhyun mulai kesulitan mengatasi mutannya yang makin rewel. Tapi Kyuhyun juga tidak ingin berpindah dokter meski ditawarkan. Banyaknya pasien yang mengantri di depan ruangan ini menandakan kualitas terbaik dokter yang disarankan oleh Ryeowook. Dan sekarang… mereka hanya perlu menunggu satu pasien lagi.

Sungmin menggaruk cupingnya yang basah dan gatal. Keringat mulai membasahi tubuhnya. Dan majikannya bahkan tidak percaya bahwa ia merasa kepanasan! Mutan belia itu menggeliat di dalam pelukan Kyuhyun, sembari berusaha menanggalkan jaketnya lagi.

“Jangan dilepaaasss! Rawr!” Kyuhyun memelototinya. Sungmin bersungut, bibirnya gemetar dan mutan itu siap meraung dan menangis tanpa peduli mereka tidak berada di rumah saat ini.

“137? Pasien satu tiga tujuh?”

“Jangan dilepaaaasss!!!”

“Pasien satu tiga tujuh?”

“Yah! Yah! Lihat, ini giliran kita Sungmin-ah. Jangan lepas jaketnya!” Kyuhyun merangkul Sungmin erat-erat dan memaksa mutannya berdiri.

Sungmin menggerung dan memukul dada majikannya kesal. Meski ia tidak lagi menolak dan mengikuti giringan Kyuhyun menuju pintu yang terbuka itu. Mutan itu mengibaskan ekornya risih. Basah keringat di punggungnya membuatnya merasa kurang nyaman. Ia mendongak sengit pada Kyuhyun, sementara Kyuhyun mengangguk sopan dan tersenyum pada seseorang di depan sana.

Sungmin menghentakkan kakinya kesal. Membuka mulutnya lebar-lebar dan berniat mengeluarkan raungan. Tapi belum satu teriakanpun terdengar –mutan itu kembali mengatup mulutnya. Sungmin tercekat dengan mata membulat setelah ia menatap lurus searah pandangan Kyuhyun.

Empat meter di depan mereka, seorang dokter muda duduk di balik meja kerjanya. Memandang balik dengan tatapan yang sama terkejutnya. Hanya Kyuhyun yang tidak mengerti, pemuda itu merangkul mutannya kebingungan saat Sungmin berubah panik dan memaksa keluar ruangan.

“Yah! Kau mau kemana, kita belum mulai sama sekali!”

“K-Kyung—“ Sungmin menggerung ketakutan. Ia meremas baju Kyuhyun, menolak berdiri menghadap dokter muda itu.

“Kau kenapa Sungmin-ah?”

“Apa dia punya trauma pada dokter?” Junsu berdiri dan menghampiri keduanya. Ia baru akan mengulurkan tangan saat Sungmin berteriak mengusirnya.

“Yah! Itu tidak sopan, Sungmin-ah!” Kyuhyun menggertak marah. Sungmin menangis dengan suara pelan sembari menarik-narik kaus Kyuhyun ke arah pintu, memintanya untuk keluar. Ia mendongak menatap majikannya dengan raut memelas.

Tapi Kyuhyun tidak mengerti. Ingatannya justru kembali pada saat dulu pertama kali Dokter Jjong bermaksud menyentuh mutannya ini, dan Sungmin memberikan penolakan yang hampir sama histerisnya.

“Dia punya trauma, tapi sudah lama sekali. Dia tidak pernah serewel ini lagi. Maafkan mutanku, Dokter.”

“Oh tidak masalah! Jangan terlalu dipikirkan.” Dokter itu tertawa hangat. “Kemari, tidak apa Sungmin-ah. Coba berbaring disini.”

Dokter itu menunjuk ranjang pasien yang beralaskan seprai biru. Kyuhyun berusaha menggiring Sungmin, meski dengan susah payah akhirnya mutannya bersedia berbaring disana. Namun Sungmin tetap menolak melepaskan cengkramannya di kaus Kyuhyun.

Kyuhyun kebingungan melihat mutannya tiba-tiba bersikap seperti ini. Padahal saat ia memeriksakan Sungmin ke dokter sebelumnya, mutannya tidak pernah bersikap seantisipasif ini.

“Sekarang coba buka kausnya, ne! Aku ingin memeriksa Kitten sebentar, boleh kan?”

“RAWR!” Sungmin meraung, mengayunkan tangan dan ekornya untuk mengusir Junsu.

“Itu nakal Sungmin, ah!” Kyuhyun menghardik mutannya sembari mendelik. Ia meraih kedua tangan Sungmin dan menahannya menggunakan ketiak. Kyuhyun juga meraih ekor mutannya dan menjagalnya jika Sungmin berniat menyerang dokter ini lagi.

“Lakukan Junsu-sshi. Biar aku yang pegangi.”

“Aigoo… tidak perlu seperti ini.” Junsu mendesah prihatin, ia membuka kaus mutan itu dengan hati-hati. Sungmin masih menggeliat dan menatapnya dengan sorot penuh penolakan. “Lihat, aku tidak melakukan apapun. Tidak ada jarum suntik, tidak ada pisau. Hanya mendengar suara kitten sebentar saja, ne!”

Junsu menempelkan stetoskopnya ke atas perut Sungmin, ia mengusap kulit lembut itu dan sedikit menekannya di bagian bawah. Tidak lupa membumbui wajahnya dengan ekspresi lembut dan seulas senyum ramah, Junsu mempertahankan kontak matanya dengan Sungmin.

Satu menit saling menatap cukup membuat mutan itu mengendurkan pertahanannya. Perut yang semula menegang keras kini melemas dan memudahkan Junsu memeriksa keadaan bayi Sungmin.

“Sudah cukup.” Junsu mengusap perut besar Sungmin untuk yang terakhir kalinya. Lalu ia menarik kembali kaus pink mutan itu dan menepuk lembut pinggul pasiennya. “Aku tidak melakukan apa-apa, ne? Hanya memeriksa Kitten!” ujarnya sembari tertawa kecil. Berusaha terlihat ramah secara natural. Tapi mutan itu masih menolak melepaskan majikannya, tatapannya tetap tajam menusuk Junsu.

“Kau tidak ingin mendengar kabar Kitten?”

Kyuhyun menghela napas melihat sikap Sungmin. Ia berbalik menatap dokter itu dengan raut penuh sesal, merasa bersalah. “Maafkan mutanku, Junsu-sshi.”

“Tidak apa, sungguh.” Junsu tertawa lagi, tampak makin ramah. “Aku pernah menangani yang lebih parah dari ini. Dan Sungmin-ah, kalau kau tidak mau di dekatku tidak apa. Tidak apa, kita masih punya banyak waktu. Minggu depan kita akan menengok keadaan Kitten di dalam sana, ne?”

“USG?”

Junsu mengangguk dan tersenyum. “Ya! Sekarang masih terlalu dini. Mungkin minggu depan saat Sungmin-ah tidak sepanik ini.”

“Bagaimana dengan bayinya?”

“Bayinya baik! Tidak ada yang mengkhawatirkan dan kulihat, Sungmin tidak terlalu kurus untuk mengayomi bayinya. Tapi asupan gizi tidak boleh kurang! Minggu depan kita akan memastikan keadaan Kitten, ne!”

Kyuhyun menghela napas lega, ia mengangguk bersemangat dan menerima kertas resep yang diberikan oleh Junsu. Meski tetap merasa janggal pada sikap mutannya, Kyuhyun senang mengetahui bayi mereka tumbuh sehat di dalam sana.

Setelah membantu Sungmin turun dari ranjang pasien itu, Kyuhyun membimbing mutannya keluar dari ruang praktek Junsu. Dokter muda itu melambai dan menyapa sebelum pintu benar-benar tertutup, sikap ramahnya itu justru membuat Kyuhyun semakin merasa tidak enak.

“Kau tidak boleh bersikap begitu, Sungmin-ah. Dia baik, kenapa kau nakal sekali, sih!”

“Unggg!” Sungmin kembali menggerutu, menghempaskan tangan Kyuhyun dan melangkah lebih cepat dari majikannya.

“Yah, pelan-pelan! Kalau kau jatuh bagaimana!” Kyuhyun berlarian kecil mengejar Sungmin. Ia merangkul mutannya dan kembali teringat pada kejadian di dalam ruang praktek tadi. Sungmin bersikap aneh, padahal Dokter Junsu begitu ramah. Ada apa?

Kyuhyun tidak siap jika trauma mutannya kembali seperti dulu lagi. Akan menjadi usaha ekstra untuk memulihkan Sungmin lagi.

“Eh ngomong-ngomong… kenapa dokter tadi tahu namamu ya?” Kyuhyun menatap Sungmin dengan kening bertaut. Tentu saja mutan itu tidak menjawab, jadi Kyuhyun menimpali ucapannya sendiri.

“Oh iya, pasti ada di formulir registrasinya.”

.

oOoOoOo

.

Sementara di dalam ruang praktek Xiah Junsu, dokter muda itu menolak pasien lain setelah Kyuhyun dan Sungmin keluar dari ruangannya. Junsu meremas ponselnya dengan tangan gemetar, keningnya basah oleh keringat. Ia masih memandang nanar ke arah pintu ruangannya, tempat dimana dua orang pasien terakhirnya keluar tiga menit yang lalu.

Junsu tidak mungkin melupakan wajah manis itu. Tidak mungkin dua mutan memiliki wajah dan nama yang sama. Tidak salah lagi, mutan yang baru saja diperiksanya adalah mutan milik Seunghyun. Mutan kesayangan sepupu iparnya yang telah menghilang selama lebih dari setengah tahun.

Sungmin sudah sedikit lebih gemuk sejak terakhir kali Junsu melihatnya. Dan itu hal wajar, karena mutan itu tengah mengandung. Tapi… apakah Seunghyun mengetahuinya? Mutan yang mati-matian ingin direbutnya kembali, kini sudah mengandung bayi dari majikannya yang baru?

Junsu menatap ponselnya dan berpikir begitu lama, memutuskan dalam keraguan luar biasa. Untuk menelpon sepupu iparnya atau tidak. Ia tahu kenapa mutan itu kabur dari Seunghyun, tapi Junsu lebih tahu bagaimana usaha sepupu iparnya itu untuk mendapatkan mutannya kembali.

Dan disana, Junsu telah memutuskan untuk berada di pihak siapa. Ia membuka flip ponselnya dan dengan cepat mencari satu kontak. Begitu terburu-buru sebelum keputusannya kembali berubah.

Dering pelan terdengar sangau di telinganya. Junsu menunggu, dan tidak lama seseorang menjawab di sebrang sana.

Suara itu parau, nyaris membuat Junsu meringis miris. Kini ia yakin telah melakukan hal yang benar.

“Tebak siapa yang baru saja berkunjung ke klinikku.” Ujar Junsu sembari menatap layar komputernya yang menyala.

“Sungmin-ah. Mutanmu. Datang bersama seorang pemuda untuk memeriksakan kandungannya.” Junsu meremas ponselnya dan menekannya makin dekat ke telinga, mendengarkan dengan serius setiap ucapan seseorang di sebrang sana. Setiap detiknya, obrolan itu membuat Junsu semakin membulatkan matanya.

“Jangan gila Seunghyun-ah!”

Suara di sebrang terdengar makin kacau, meninggi lalu merendah. Napas Junsu berubah berat. Ia berdiri, mengemasi tasnya dan menanggalkan jas dokternya.

“Aku akan kerumahmu besok siang. Kita bicara disana.”

.

oOoOoOo

tebeseeeeh!

oOoOoOo

.

49 thoughts on “Kitty-Kitty Baby! – Chapter 15

  1. ANYEONG HASEYO!

    Aku suka bgt ih dgn karakter Kyuhyun. Dia konsisten bgt. Konsisten kikirnya. Hahaha. Trus, trus, itu Junsu minta ditabok masa. Tapi aku maklum lah ya. Krna chap dpan udh mau msuk ke konflik yg lbh berat. Kalo kmu nanya apa yg kurang, aku jg bingung sih. Aku cukup menikmati alur dan cara penyampaian kamu. Alurnya ga cepet, ga lambat jg. Trus bhasa yg kmu pakai jg sderhana. Mudah dipahami. Karakter pemainnya jg hidup. Mnrtku ga ada yg kurang, udah pas. Gak tau deh readers yg lain😄

    Hwaiting! Semangat utk next chap ya.. ^^

  2. Chapper 20 udah update^^
    Dibalik kekikirannya kyuhyun oppa ternyata dia bertanggung jawab sama sungmin oppa dan kitten >< banyak kyumin moment yg so sweet *kyaa
    Ngakak sama imbalan minho oppa yg mnta dijodohkan sama taemin oppa🙂 trus junsu oppa minta ditabok itu. Trus msh jg penasaran sama jati diri choi jieun.
    Semangat ditunggu next chapper🙂

  3. klo gatel, mandi qoh….kkk
    eh, si jieun anak heechul bukan ya???
    yeyeyeye…bentar lg hyorin muncul kan?
    ah, aku udh feeling wkt kyu baca cttn wookie ttg xiah junsu, pasti nih ada sesuatu yg buruk nih….yahhh, beneran, tp emang udh wkt nya seunghyun tahu dimana mutannya
    biar konflik segera mencuat (?) dan biz itu finishing
    happy ending pokoknya yeeyyy…

  4. 010132joy says:

    Yeyyy update, huh giliran kyumin udah mulai damai ada lagi msalah
    itu junsu jg ngapain kasih tau seunghyun udah tau dia salah masih aja dbelain orang psikopat te2p aja dbela sma dlindungi ck
    sebenarnya secara ga sngaja wookie yg nuntun mreka buat dpet masalah yg brhubungan sma seunghyun soalnya dia yg kasih saran
    yah apa artinya kbebasan ming bkal trtunda lg? Ugh sebel semua choi jdinya, si minho jg gpain nutupin soal jieun itu malah jd mmperkuat dugaan klo dia anaknya chul sma won kn
    trus yg dbilang saksi pasti hyorin soalnya kn yg nmuin jg choi dan kmungkinan y choi minho
    makin ga ngrti sma kbiasaan orang kya yg mntingin nma baik sma kdudukan sendiri nyampe kmatian orang lain d sepelein
    y ampun ming sampe kpn bkal mnderitanya gra2 1 orang gila tp smoga aja kali ini jngan smpe knapa2 lg sma ming juga kittennya kasian
    soal kritik aq ga bisa bntu sun soalnya aq jga ga terlalu pham aturan nulis sma apa yg kurang mnurutku sih bagus kok jd tetep smangatttt

  5. Yah.. jangan sampai sesuatu yg buruk akan menimpa sungmin selanjutnya.. hiks. kasian kan. kyu udah bela2in sgalanya. Ming yg udah mulai bersosialisasi.. huuuhuhu..

    hhm kritik ya…
    sbnernya aku msih ada yg mngganjal. knpa stelah kabur itu kyu jadi lgsg baik sama ming. pdhal kan sblumnya dia mnolak. klo iya krna tanggung jwb dsb, msih mngganjal gmnaaa gtu. hehe

    tpi ttep kok overall msih perfect ^^

  6. dea says:

    Fiqoh chan..mian q ga tau ap yg kurg..0pmngkin emng ad rsa sdkit bosn krena smua mslh gda tdak mnemukn titik temu mlh mnambah krakter pmbuat mslah..yg mkin mmbuat bingung n pensaran jg..jd itu pun wjar rasany..krna yg mmbuat mslah adlah klan yg sama.. cuma entah knapa..q jga merasa agk sdikit khilngan kyumin..trasa trlalu fokus sma mslahny dri pda kyumin…mf hanya pndpat

  7. setelah ditunggu2 akhirnya seunghyun keluar jga. biar kelar masalah, biar kyumin makin mesra.

    aku pikir bbrapa chap kmren emang stagnan bgt ceritanya, gak maju juga gak mundur. soalnya yg diceritakan jg soal kyu tpi konflik aslinya gak dmunculin sdkitpun. ada sih sdikit bgt itupun soal yg siwon sama anaknya itu ya?! pdhal konflik cerita ini jga udah cukup bnyak sih mnurutku. soal sungmin sama seunghyun yg utama, trus masalah masa lalu heechul jga kan hrus diungkap biar gampang nyelesain kasusnya ming. ditambah lgi chap ini minho dibelakang siapa sbnarnya?! apakah dia emang tulus ngebantu hangeng atau dia malah ada dblkang siwon blom tau nih.

    tapi tiap chap emang buat penasaran sih?! aku tunggu seunghyun kluar dan nemuin ming dan kelnjutannya.

    tumben bener aku coment di wordpress, linknya langsung ke blog jdinya ya sudahlah dsini aja komennya :))

  8. chonovi says:

    bingung mau komen apa .. awalnya seneng hubungan kyumin jadi baik bgt .. tapi akhirnya kesel .. ituu kenapa junsu pake lapor ke seunghyun sih . arrgghhh… gimana dengan sungmin selanjutnya .. aduuhh coba klo ming bisa ngomong jdi dia bisa protes.. kira2 ming bakal bisa ngomong gak ? ato bakal tetep bisu gitu ?? ..

    sukaaa dehh kyu ngomong haung-haung xD , bayanginnya lucu aja kalo kyumin lagi adu argumen(?) ..

    jadi minho di pihak mana ? aigooo… semoga membantu .. gak tau dah ahh seberapa besar kekuasaan seunghyun ..

    jangan bilang choi jieun itu kitten heechul yg katanya dibunuh bapaknya sndiri alias siwon .. aa~ naluri ibu-anak emang beda xD . . tapi jieun sakit apa ??

    akhir komen ,, semoga sungmin baik2 aja , dan kittennya lahir dengan selamat . trus hubungan kyumin lebih baik lgii ..

    moment kyuminnya lagi lagi lagiiiiiii doong .. heheheee . . ditunggu next KILAT chap😀

  9. Annyeong….

    Heechul udh tw rumah nx Kyu… bkal dgangguin trus tu si Kyu ma Heenim.

    Minho kok menyembunyikan tentang Jieun?

    Mwo? Junchan knpa britahu Seunghyun tntang Ming? ckck….

    Semoga aj Ming gak ktmu lgi ma Seunghyun

    KyuMin makin deket aj…

    dtunggu klnjutannx…

  10. Ahhhh su-ie!
    Seunghyun kok segila itu…
    pandanganku ke TOP ntar jadi bedaaa ‘-‘
    cho ama choi seimbang gak? Yaaa minta bantuan ke appa kyu -_-)v

  11. apa ya kurangnya? Hmm, menurutku engga ada. Ehehe
    haduh, ming knp di bawa ke junsu. Uh, junsunya juga, harusnya jangan kasih seunghyun T.T
    hoo, aku mau niru kyu. Rencana masa dpn sedikit berubah. tdk berbelok. justru bertambah. xD
    nee-chan jgn males lanjut ya.
    ganbatte~!!

  12. aina_chan says:

    kyaaa knp padahal kyumin baru az bahagia jng dipisahin dong thor kan kasian kitenx kasian ama kyuhyun yg dah cinta ama umin
    trus penasaran gmn reaksi heechul klu tau jieun itu anakx haha trus ad scent hechuul ktmu lg ama siwon semangat thor ditunggu update chap selanjutx

  13. oh My~~~ terakhirnya.. bikin tegang!

    hei, Kyu! jgn bloon, dong! Sungmin tengah dalam bahaya!!! Seunghyun is Back~~ *ditampol Cho brat*

    astaga, fiqoh.. bisa-bisanya kamu bikin hal yg bisa buat sesak napas. Cepet dilanjut, tapi jgn kejam-kejam ya sama Sungmin? Kalo bisa adegan tabok-tabokan Seunghyun nanti sama Si Kyu aja! kasian kalo Sungmin di tabok lagi.

    Hwaiting!!!

  14. melly (elly.elfina1315@gmail/com) / Evilkyukyu says:

    aaaaahhhh,, alhir.ny chap 20 udah nongol juga…😀 yeahh #tabur bunga
    seneng banget pas kyumin akur banget, cm ngenezznya itu pas bagian” akhir, knp masa lalu sungmin kmbli lagi pdhal kan mrka udh bahagia.. ;(
    cb klo junsu ada di pihak kyumin, jdi dy gak ngelaporin k bradaan kitty min k majikan.ny yg jahat ntuu
    buttt,, semangat trus buat fiqohh ya buat ngelanjutin cerita.ny..🙂

  15. Sunny says:

    akhirnya chapter 20 update jga🙂
    di chapter ini keliatan jelas klo kyuhyun itu bertanggung jawab bgt sama sungmin & kitten, so sweet^^
    cie cie cie minho minta dijodohin sama taemin😀
    kira-kira apa ya yang bakal dilakuin seunghyun ???

  16. loveKyu says:

    dr junsu kok jahat….udh tau sepupu ipar nya perlakuin sungmin kyk gt kok ttp lapor ke seunghyun…..
    apa yh bakal d lakuin seunghyun yah??
    kyu km harus lindungin umin

  17. dechri anissia says:

    Aduh kyuhyun bawel bgt si jdi orang
    Hwa Jieun bnran anaknya heechul, yg d sangka udh mati😦
    Ya ya ya , jgn blang tu dokter
    temennya seunghyun lgi

  18. Saking penasaran sma kelanjutannya..ak baca dsini dlu..baca dsaat jam krja menegangkan juga yah..haha..ga ad yg kurang dri ff ini kok..alurnya pas…dan sifat kyu dsini juga sesuai dgn sifat sungmin yg manja ini..hanya satu ak mau sungminnnn ngmg…ak bru sadar sungmin ga ad ngmg dri baca ff kmrn..ak coba baca ulang dan bnr trnyata sungmin ga ngmg..haha….smoga habis plg dri klinik ini sungmin mau ngomong dan bilang junsu itu dktrnya sih seunghyun..ga mau klo sungmin ketangkep lagi..ap lagi skrg ad kitten…tkt si gila itu membahayakan sungmin..hikss…
    Feelnya dpt bangettt bangett..suka gregetan sma kyu yg awalnya gmn sama sih sungmin tp skrg jd beda banget..haha..
    Tetap d lanjutin yah sayang ud sepanjang jni klo critanya ga dbikin end.smua yg baca ff ini slalu menanti kelanjutannya..hehe..krna fiqoh ga suka kata lanjut tp kali ini ak mw bilang..lanjutkannnnnn^^…

    Semangat fiqoohh^^..ini ff k2 yg kusuka setelah cursed down..hehe…

  19. ya ampun kyuhyun ternyata perhatian juga ya sama sungmin n kittennya
    lucu deh liat kelakuan kyuhyun n heechul kalo lagi berantem ga ada yg mau ngalah kaya anak bocah deh :p

    tp knpa minho ga mau jujur tentang jieun ke heechul ya??? ada maksud apa nih sebenernya
    yahhhh senghyun udah tau soal sungmin apa yg bakal dilakuin sama dia ke sungmin ya???
    semoga aja ga buat bahaya sungmin n kittenya😦

    menurut ak sih ff nya ga ada kesalah tuh bagus bngt malah ceritanya
    ak suka smpe baca berkali2 nih #lebay🙂

    keep writing ya
    hwaiting😀

  20. sha says:

    almighty kim heechul. hahaha. bahkan evil sekelas cho brat tunduk sama dia. hahaha

    minho. aku padamu /digeplak taemin/ hahaha

    akhirnya ada choi yg bisa diajak kerja sama. hyolyn yg nolong minho juga kah dulu?

    ah. kenapa harus dokter pantat lebar itu sih /dibunuh junsu/

    ming kpan bisa balik ngmong? gemes dia cuma bisa kyung doang. wkwk

    next chap brarti udah mulai konflik?

    lanjut ^^~

  21. KYUNGGGHH…. kkkk^^ minimi
    Yaiisshhh Ryeowook melakukan keslhan dgn mnyarankn dokter junshu >_<
    Cieee kyu dh mulai nakal dgn ming kkkk sweet KyuMin

    Itu kejutan yg di mksd minho Vic ya yeyeyeeee… ad saksi
    Dan sesuai keyakinan Heecul Choi shunghyun pst mnyrang duluan ap lg stlah ad kbr dr jungshu
    Kyu… kau hrs mnjaga eksta Mutan semok milik mu

    Slalu takun Thor klw ad konfly lg ni ksihn Ming T.T
    Klw Author nanyak kekurangn dr ff ini sya tdk tau soorry thor krna sya hny penikmat bkn pengketitik hehee viss
    Di tunggu kelanjutnny Thor cayooo

  22. pasti dah keinginan minho kga jauh2 dr taemin -_-
    apa yaa, menurut aku sih ini ff kamu udh bagus, apa lg nnti klo udh masuk k masalh intinya bkalan lbih rame…

    heum, dan maslah bakaln muncul di chap depan mungkin… ah, 1 tapi yg mengganjal nih. kapan sungmin ngomongnya fiqoh??? T.T pngn dnger suara ming yg sexy, gk ung ung ung doang T.T….

    nti junsu bakaln nyesel itu udh ngasih tau seunghyun…. tp klo kga di kasih tau k seunghyun kpan kelarnya maslah ini… hahahahaha….
    sukalah yaa moment kyuminnya >…<

    Minge-ni

  23. No comment bgt buat heechul .amaze bgt deh peran dia disini.. 🙏
    Menurut tika kurng mungkin karena bbrp chap ini blm muncul konflik ya wow kali kak, nah kalau chap dpm aroma -aroma konflik udh kecium bgt .pasti seru dan menegangkan.. Fighting kak sun!!🙋😭🙏

  24. Lovekyumin says:

    Konflik lagi.. semoga cepet kelar deh.. biar cepet lovey dovey..
    Yg pg jgn sampai sungmin menderita lg huee..

    Oiya, wookie ama yesungie itu tunangan atau dah merit sih? Hahaha lieur..

  25. hanny sparkin says:

    kmhuwaaaa T.T kenapa konflik sama Choi gak ada selesai selesainya sihh

    pengennya kan kyumin bahagia sama kittennya🙂

    buat dong satu chap semuanya cerita kyumin selama sungmin hamil kittennya yah yg manis-manis kya gula-gula hahaha

    selalu puas baca ffmu kak😀
    jangan kepanjangan ya konflik sungmin sama seunghyun…..

  26. orenjialien says:

    good as always. demen banget kalo kyu manggil heechul “mutan sial” ataugak “mutan sok kaya” wkwk chap kmrn sempet bingung sama minho tp semuanya udh terjawab di chap ini. pantes sungmin takut sama junsu, ga taunya junsu masih ada hubungan keluarga sama choi… chap depan konflik seunghyun sama sungmin mulai lagi ya? jgn lama lama ya thor konfliknya. fignhting authornim

  27. menurutku juga ada yang kurang chingu, kyumin momentnya… o.o
    berasa ga ada waktu buat kyumin berduaan gegara kyuhyun sibuk cari duit, heenim ama wookie yang suka deket2 ama ming.😄
    konfliknya bikin greget jinjja!!!!!!
    menunggu saat itu tiba… pengen kyumin cepet bahagia dan punya kitten. ToT

  28. vyan says:

    andwaeeeeeeeee *kaya lee kwang soo di running man😀
    dilanjut terus donk sun… karena kl kt aq sih FF kamu tuh laen drpd yg laen.
    ceritanya ga ngebosenin n ga ketebak jd bikin penasaran n pgn baca terus.
    terus masalahnya tuh sedkit demi sedikit terkuak jd alurnya ga terlalu cepet n pas gitu. jd serasa baca novel kan.. n aq menikmati FF kamu kok.. maaf yah aq ga bs bilang kekurangannya krn emg aq ga nemu ^^v

    fiuh… untunglah minhonya ga sama kaya choi yang laen.. aq sk ama pairing 2min jg c hehehe *curcol ceritanya. tp knp minho ga kshtau k heechul ya kl dia kenal ama jieun? biar ga nambahin mslh gt?

    ugh.. xiah berlaku bodoh dgn ngasihtau seughyun… udh tau kl dia psikopat.. poor min..semoga semuanya bisa ngelindungin kyu n min

  29. Woooaaa makin seru min!
    Coba deh min satu chapter satu adegan yg macu adrenalin (re: pembunuhan atau hal2 yg sadis) jieunnnn keluaron dpng tiap chapter… kan unyuuu :**

  30. KANG SANGHEE says:

    jieun bakal apanya heechul ini?
    kyuhyun… kenapa enggak peka? kan sungmin takut banget sama junsu.
    seunghyun udah tau sekarang. tinggal rebutan(?) abis ini../? wkk

  31. bluemi magnifico says:

    jieun jangan jangan anaknya heechull yaa?
    trus junsu i’m remember his aaaaa apa lagi yang mau dilakuin choi ituuuu

  32. melaa says:

    huwaaaa akhirnya bisa baca kelanjutanya lagiii…. sebenernya yang kurang di chap belakangan ini tuh karena ceritanya monoton banget… konfliknya juga cuma masalah kyumin ama heechul doang, makanya feel nya rada kurang🙂 tapi karena sungmin udah hamil anak kyu dan seunghyun akhirnya muncul lagi, sepertinya akan bertambah seru ceritanya… ditunggu lanjutan ff nya! fighting! 사랑해 뿅!

  33. kim sarang kyumin yeongwonhi says:

    si kyu manggil sayang….cieee….
    yakhhh ming ktmu junsu,,???ommo..
    dan si seunghyun jga bakal ngelakuin apa sama kyumin…ckckck
    sungguh gila dia :3

    yang kurang apa ya…?
    kalo q si selama ngikutin belum nemuin si…alurnya juga ga kecepetan…
    tapi mungkin karena kmren kan q kira konflik udah muncul jadi q penasaran aja apa yg direncanain seunghyun setelah penolakan ming dan pas dibawa pulang sma bodiguard’a…pasti di ngamuk” or gimana gt😦
    tapi ga keluar” dan fokus ke kyumin aja gitu … hehehe

    oh ya miina q kadang ripiuw disini kadang ripiuw diffn gapapa kan…🙂

  34. Rhaya says:

    Sun, mian baru baca :3
    kyuhyun romantis nya cuma waktu berduaan sama sungmin aja😀
    bener-bener udah kayak keluarga bahagia😀

    nah loh, jieun anak heechul kan? Kenapa minho ampe bohong segala?

    Itu junsu pake ngomong ama seunghyun lagi😦
    ntar kalo seunghyun jahatin kyuhyun/sungmin gimana?😮

    sun, aku tunggu next part nya😀

  35. tetiniwa says:

    ciiieee eelllaaahhh,,,si kuhyun,,mulai romantis2an sama sungmin…kyuhyun pekerja keras yaa,,,demi sungmin dan kitten…
    Yg aku tunggu2 tuh,,,kapan si sungmin bisa ngomong lg,,,
    aku tuh sebenernya agak gak suka baca fanfic yg chapternya sampe sebanyak ini,,tp karna cerita yg di buat authornya gak bikin bosen,,gak gampang di tebak,,jd aku rela2 aja,,nungguin authornya update…
    Keep spirit,,banyak reader yg suka sama fanfic kamu,,dan nungguin terus karya kamu.

  36. Wuaaa suka banget sm kyunya disini nih. Kesannya dia tuh sama sungmin malu malu tapi mau..Ahahahaha.
    Haduh, kalo si seunghyun ngangguin hubungan kyu sm sungmin gimana??>< junsu nih pake acara lapor segala ke seunghyun'-'

  37. niefi3ani says:

    demi umin n kitten’y kyu nguras tabungan’y, yak cho jgn trlalu gengsi npa klo dikasih ma orang ya terima ja, masa iya yg ngasih hrs pake acra ngancem sgala ckckkck, umin kpn bisa ngomong ya kasihan si kyu ngomong sendri aja ^_^, next chap ditunggu🙂

  38. cho naira says:

    Bahaya banget ya ninggalin kyuhyun ama sungmin berduaan haha
    Kayaknya chap depan bakal konflik nih kasian eonn si sungmin menderita mulu maunya sekali2 dikasih part happy biar readers bacanya juga bahagia huahaha
    Fighting eonn ga sabar nunggu chapter selanjutnya

  39. Kyuhyun pabbo!!!! Kenapa malah bawa sungmin ke tempat junsu. Jangan-jangan nanti pas kyumin mau usg ntar TOP nyamar terus ngambil sungmin terus terus nyakitin kitten tidakkkkkk

  40. lyta tan says:

    junsu tega bgt … pdhal kn dia udh tw pnderitaan sungmin n sodarax yg agak sèdèng tu…..msih aj ngadu.
    …..g mungkin dong ayahx kyu g mmbela kyu…..klo d liat d chap sbelumx, kyakx dia g jhat2 amat

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s