Kitty-Kitty Baby! – Chapter 16

Kyuhyun melambaikan sebelah tangannya pelan, gelang putih berbahan karet yang melingkar di tangannya berkerlip bersamaan dengan sinar lampu kecil yang menempel di bagian depan sebuah troli. Troli besar itu baru terisi separuhnya, benda itu bergerak mengikuti Kyuhyun dan berbelok searah dengan lambaian tangan Kyuhyun.

Melirik trolinya yang terisi dengan sebagian besar bahan makanan, Kyuhyun tetap melanjutkan langkahnya melintasi rak-rak susu. Pemuda itu menggigit bibir sembari mengusap-usap dagunya di hadapan sesi suplemen, lalu memutuskan untuk mengambil satu kotak besar susu khusus mutan. Yang kalau tidak salah dilihatnya tadi –juga khusus untuk Mutan mengandung di kisar usia 4-6 bulan. Kyuhyun mengabaikan rasa ingin tahunya saat tadi dengan iseng ia mencari susu itu untuk usia kandungan di atas 6 bulan. Tapi Kyuhyun tidak menemukannya, dan mengendikkan bahu sembari melanjutkan kegiatan belanjanya.

Butuh sepersekian detik setelah dua kali ia berpaling untuk mengecek trolinya hingga Kyuhyun tersadar—

“Sungmin-ah?”

Kyuhyun mendelik. Tidak menemukan sosok mutan itu di manapun di sekitarnya. Kyuhyun berbalik langkah dan mengayun tangannya, membuat troli itu dengan otomatis berputar. Ia menyisiri kembali arah jalan yang digunakannya tadi. Melintasi sesi buah, sayur, dan snack.

“Yaish! Kucing itu!” Kyuhyun mengerang. Sejak kapan mutan itu menghilang?

Kyuhyun melongok pada setiap sela rak-rak supermarket di sesi yang berbeda, berusaha mencari mutannya. Langkahnya sontak berhenti di ujung sesi snack, dengan mendengus Kyuhyun melangkah masuk ke sana.

Sungmin berdiri di depan rak coklat, sibuk mengambil setiap coklat dan marsmallow yang menarik perhatiannya hingga dua lengannya penuh dan tidak cukup lagi menampung benda-benda manis itu. Melihat kedatangan Kyuhyun, Sungmin menyeringai senang dan langsung menumpahkan semua hasil pencariannya ke dalam troli.

“Kau ini, haish! Sudah kubilang jangan jauh-jauh dariku!”

Sungmin merengut, ia mengangkat telunjuknya dengan bibir terlipat. Tujuh bulan hidup bersama mutan ini, akhirnya Kyuhyun mengetahui berbagai bahasa tubuh Sungmin dan salah satunya kini— mutan itu baru saja menyuruhnya diam. Berani sekali!

“Yah, kau mau memerintah aku? Kucing bandel, kalau kau bertemu dengan majikan psikopatmu itu bagaimana!”

Sungmin terhenyak. Mutan itu mencoba membuka suara namun mulutnya kembali terkatup. Ia menunduk murung dan meremas pinggiran rak di sisi kirinya. Dua cupingnya merunduk turun.

Melihat wajah Sungmin yang sontak berubah kelam, Kyuhyun menyesal telah menyerukan hal itu. Pemuda itu menelan ludah dan merangkul mutannya, mengajaknya berbalik arah dan keluar dari sesi snack itu.

“Jangan jauh-jauh dariku atau aku malas mengajakmu belanja lagi.” Kyuhyun menggerutu, tidak senang jika setiap saat ia harus mencari-cari Sungmin yang sejak beberapa bulan terakhir semakin tidak bisa dikendalikan.

“Dan apa ini? Kau mau sakit gigi, ya!” Kyuhyun mendelik ke dalam trolinya, ia memunguti kembali coklat-coklat dan marsmallow itu lalu meletakkannya di sembarang tempat di dalam rak. Sungmin menggerung kesal, menarik-narik kemeja Kyuhyun memaksa majikannya meletakkan kembali coklat miliknya ke dalam troli.

“No. Kita tidak membutuhkan ini. Letakkan kembali.”

“Ung?” Sungmin menatap majikannya dengan mata berkaca-kaca. Bibir mutan itu gemetar dan hidungnya kontan memerah, membuat Kyuhyun panik meski dalam hati merasa heran. Apakah semua mutan bisa dengan cepat mengubah raut mereka seperti itu? Karena Kyuhyun tidak sanggup melihatnya.

“Baiklah. Baiklah! Ambil satu saja!”

Dan seperti yang diduga Kyuhyun, Sungmin melonjak girang dan mengambil kembali seluruh coklat dan marsmallow yang ditolak Kyuhyun tadi. Airmatanya seakan kembali tertelan masuk dan gemetar di bibirnya berubah menjadi senyum lebar yang cerah. Kyuhyun mencibir, setengah karena melihat tingkah Sungmin dan separuhnya karena merasa malu pada diri sendiri. Bisa-bisanya ia tertipu pada trik itu setelah ratusan kali Sungmin menggunakannya. Dan omong-omong, ia hanya mengizinkan satu coklat dan satu marsmallow tadi!

Diam-diam Kyuhyun membuang beberapa bungkus coklat dan marsmallow Sungmin saat mutan itu berjalan mendahuluinya.

“Apa itu?” Kyuhyun mengerutkan keningnya saat Sungmin menyentuh sebuah tongkat kuning sepanjang lengan. Setelah berpikir sebentar, mutan itu melempar benda yang ditemukannya ke dalam troli. Kyuhyun mendelik saat tersadar benda yang dimasukkan Sungmin adalah penggaruk punggung.

“Yah, jangan beli yang tidak dibutuhkan, Sungmin-ah! Kau mau jadi seperti Heechul ya!”

Sungmin berbalik dengan kaki menghentak. Ia menatap Kyuhyun dengan raut malang dan bibir gemetar. Tapi kali ini Kyuhyun menatap balik dengan raut tegas, lebih baik Sungmin boros untuk makanan. Daripada benda aneh tidak berguna seperti— tongkat penggaruk! Untuk apa pula mutan itu menginginkan benda ini?

“Letakkan kembali, Sungmin-ah!”

Sungmin berbalik memunggungi Kyuhyun, tidak acuh dan melangkah lebih maju menghindari majikannya.

Kyuhyun terkesiap diperlakukan seperti itu. Ini sudah kesekian kalinya Sungmin dengan berani menentangnya!  Kesal, Kyuhyun mengeluarkan benda itu dari trolinya dan mempercepat langkahnya menyusul mutannya. Tentu saja hal itu terlalu mudah baginya, Sungmin dengan tubuh dan perut yang semakin gemuk tidak akan bisa melangkah lebih cepat darinya.

“Kau ingin penggaruk ya? Kau ingin penggaruk, kan?” Kyuhyun mendengus dan memeluk mutannya dari belakang. Sungmin terkesiap, bermaksud memberontak saat Kyuhyun mendekapnya makin erat. “Nih kugaruk, nih! Tidak perlu beli tongkat itu lagi, kau punya tanganku! Mau berapa lama digaruk, chagi? Mau dimana digaruk, haaa?” Kyuhyun mengusap tangannya kuat-kuat di punggung, pinggang, dan sekujur pinggul Sungmin. Jemarinya bergerak lincah mengelitik bagian tubuh mutan itu.

Sungmin melonjak, terkikik, meringis, memekik geli. Tangan dan jari Kyuhyun bergerak seperti semut-semut kecil mengerubungi atas kulitnya. Mutan itu menggeliat hebat dalam pelukan majikannya, mulai tersiksa namun Kyuhyun tidak berniat melepasnya begitu saja.

Kyuhyun tertawa senang melihat wajah Sungmin yang memerah menahan geli. Kyuhyun bisa melihat sekujur wajah Sungmin mengerut tak senang saat ia membalik tubuh mutannya baru saja.

“Ha! Kau tidak ingin digaruk, kalau begitu jangan membeli penggaruk! Kau ingin kulepaskan? Tidak semudah itu sayang.”

“A-ammhh— Unggghh!! Kyuhhh—“ Sungmin menahan napas kuat-kuat, berusaha menekan dan mendorong suara yang tertahan di kerongkongannya.

“Katakan ampun dulu, Sungmin-ah.”

“Ammm— am— HUNGGG!” Tidak kunjung berhasil mengatakan apapun, Sungmin menghentakkan kakinya dengan kesal. Ia mendorong Kyuhyun berharap bisa melepaskan diri namun majikannya justru menarik tubuhnya makin mendekat. Kyuhyun menyeringai tepat di depan wajahnya dan itu membuat Sungmin menggerung ketakutan.

“Mutan nakal…” desis Kyuhyun sembari mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Pemuda itu hampir kelepasan dan mengecup bibir mutannya di muka umum, ia tersadar saat seorang wanita paruh baya berdehem sembari melintasinya.

Dengan canggung Kyuhyun melepaskan Sungmin dan terbatuk, ia menepuk depan dadanya seakan ada debu yang mengotori pakaiannya.

“Ayo cepat, kita belum mengambil daging dan ikan.” Kali ini Kyuhyun yang melangkah lebih dulu, ingin menyembunyikan semburat merah yang muncul di pipinya. Tentu saja ia merasa malu setengah mati, dipergoki tengah bermesraan dengan mutannya di tempat umum seperti ini.

Kyuhyun menghela napas, merasa dirinya tidak jauh berbeda dari mutannya sendiri. Ia kerap kehilangan kendali akhir-akhir ini, terlebih harus menangani kebandelan Sungmin yang makin menjadi.

Kyuhyun memperlambat langkahnya begitu mereka memasuki section daging dan ikan, ia merangkul bahu Sungmin sementara mutannya itu sibuk memilah daging dan ikan. Kyuhyun bahkan tidak mengerti dimana letak perbedaan potongan daging-daging merah itu selain papan-papan yang tertera di setiap pembatasnya. Daging babi, daging sapi, daging kambing. Kyuhyun menelan ludah dan bertanya-tanya dalam hati, bagaimana mutan buta huruf ini mengerti perbedaan dari bahan-bahan mentah yang terpampang di depan mereka.

“Aku tidak suka daging, kau ambil sedikit saja untukmu sendiri.” Kyuhyun tiba-tiba berujar, sembari menggeleng dan tersenyum kaku. Mana mungkin ia tidak menyukai daging! Bahan makanan paling lezat dan dua ratus kali lebih enak dari sayuran itu? Kyuhyun mengatakan hal tadi dengan alasannya sendiri. Pengeluaran mereka cukup besar hari ini, dan Kyuhyun memilih untuk mengalah. Ia bisa membeli ikan layang yang memiliki harga sepuluh kali lebih murah, dengan rasa tidak jauh berbeda… Empat puluh ribu won jumlah yang besar dan bisa ditabungnya untuk masa depan.

Sungmin sempat menatapnya penuh tanya, tapi akhirnya mutan itu menurut dan mengambil daging beberapa ons saja.

“Dengar, Sungmin-ah…” Kyuhyun tiba-tiba berbisik sembari merangkul mutannya. Mereka kini berjalan menuju meja kasir saat tiba-tiba Kyuhyun menangkap mutannya melirik selimut-selimut baru yang disusun rapi di dekat kasir. “Kau tidak boleh membuang uang dengan cuma-cuma. Kita harus hemat, belilah yang diperlukan dan jangan ambil yang tidak perlu. Apa kau tidak ingin menabung untuk Kitten? Aku bukan Hangeng-hyung yang punya banyak uang. Kita harus menghemat atau Kitten tidak bisa minum susu nanti!”

Sungmin menatap Kyuhyun terperangah. Awalnya tidak mengerti, tapi begitu ia menangkap maksud ucapan Kyuhyun, mutan itu kontan memberengut.

“Yaish!” Kyuhyun mendengus, akhirnya tidak bisa menolak saat Sungmin memaksa untuk membeli satu selimut baru berwarna pink dengan corak beruang-beruang kecil.

.

oOoOoOo

.

“Sungmin-ah? Kau lihat jaket biruku? Yang berkerah hitam, huh? Kau tidak lihat?”

Kyuhyun tahu seharusnya ia tidak bertanya pada Sungmin, mutan itu hanya menatapnya sebentar sebelum menunduk dan kembali sibuk mengerati selimut barunya. Kyuhyun mendengus dan buru-buru mengalihkan diri dari pemandangan menggoda itu.

Sungmin bergumul di atas tempat tidur, sebagain besar tubuhnya tergelung didalam selimut tebal itu. Separuh tubuh gemuk Sungmin tersembunyi di sana seperti kepompong, sedang kaus kebesaran yang digunakannya sedikit tertarik turun dan menunjukkan sebagian bahu putihnya.

Kyuhyun berpura-pura terbatuk sebelum memutar langkahnya menuju lemari. Mungkin saja ia tanpa sengaja meletakkan jaketnya di dalam kloset bantal dan futon. Kyuhyun menggeser pintu kloset itu saat bersamaan didengarnya suara teriakan Sungmin.

“Yaahng!”

“Hyah!” Kyuhyun terhuyung, Sungmin menariknya ke samping dan ia nyaris saja jatuh menimpa mutannya sendiri. Beruntung pemuda itu berpegang pada pintu kloset hingga jatuh berlutut. Kyuhyun benar-benar tidak mengerti apa yang baru saja terjadi setelah ia mendengar suara teriakan Sungmin tadi, mutan itu seolah tidak ingin ia membuka pintu kloset futon dan menemukan—

“Wh-what!” Kyuhyun mendelik, menatap horror pada tumpukan pakaian yang menyembul dan berserakan dari dalam kloset. Disana ia melihat puluhan kaus, celana, kemeja, selimut-selimut, kain, hingga jaket yang dicarinya bergumul berbaur menjadi satu, membentuk bukit pakaian yang tidak berbentuk.

Lemari dua tingkat itu seharusnya hanya menyimpan futon dan bantal!

“Apa ini???” Kyuhyun tercekat. Ia menunduk kaku saat dilihatnya sebuah jaket biru berkerah hitam menyembul dari balik bukit pakaian itu. Lalu di sebelah jaketnya, terbelit jeans abu favoritnya. Disana juga ada handuk hingga kaus kaki. Berminggu-minggu ia mencari pakaian-pakaian ini…

“Y-Yah! Kau yang menumpuk pakaian-pakaian ini!” Kyuhyun mengerat rambutnya frustasi. “Aku susah payah merapikannya, Sungmin-ah!”

Kyuhyun menarik tumpukan pakaian yang saling melilit itu keluar dari kloset, tapi Sungmin menggerung dan berusaha menghalanginya. Mutan itu bersikeras mengusir Kyuhyun dan bermaksud mengembalikan lagi tumpukan pakaian berantakan itu ke dalam kloset.

“Yah! Jangan ditumpuk lagi! Tinggalkan pakaian itu, yah!”

“HAUNG!”

“Yaish! Terserahmu sajalah!” Kyuhyun berdecak dan mengangkat tangannya putus asa. Ia keluar sembari membanting pintu, benar-benar merasa kesal dan tidak ingin melampiaskan amarahnya pada Sungmin. Tapi mutan itu sudah keterlaluan! Kyuhyun menarik napas panjang berusaha mengusir amarah yang membumbung di dadanya. Susah payah ia melipat dan menyetrika seluruh pakaian itu. Ia tidak sekaya Hangeng yang mampu membeli puluhan maidroit untuk melakukan semua tugas rumah tangga. Kyuhyun harus melakukan pekerjaan di rumah ini sendirian, dan mutan itu justru mengacaukannya.

Kyuhyun mendengus marah saat ia mengeluarkan ponselnya, bermaksud mendial nomor telpon Heechul saat sebuah panggilan masuk.

Appa?” kening Kyuhyun mengerut, tapi alih-alih tetap diangkatnya panggilan itu.

.

oOoOoOo

.

“Mana mutanmu?”

Kyuhyun melirik laki-laki paruh baya itu sebelum duduk di hadapannya. Ia menanggalkan jaketnya yang kusut lalu menyampirkannya di kursi.

“Kutitipkan pada Hangeng-hyung.” Jawabnya pendek. Kyuhyun melempar pandangan ke kiri, menatap bartender kafe yang sibuk melayani para pelanggan. Pemuda itu bergumul dalam hatinya, merasa canggung pada keadaan yang seketika menjebaknya di tempat ini. Entah mendapat bisikan dari setan mana ia menerima ajakan ayahnya untuk bertemu.

Tapi Kyuhyun lebih tidak percaya lagi –ia tidak menyangka ayahnya akan mengajaknya bertemu di tempat seperti ini. Sebuah kafe kopi sederhana di pinggiran kota. Tidak begitu jauh dari Seoul, hanya saja –tidak umum.

Dan lihat lelaki tua ini…

Kyuhyun melirik ayahnya dari ujung kepala hingga ke dada. Sebagian tubuh pria di hadapannya tertutup oleh meja di antara mereka, tapi Kyuhyun masih bisa menangkap potongan kemeja lusuh dan bandage tua yang disampirkan di lehernya. Entah apa maksudnya, tapi Kyuhyun menangkap kesan berbeda dari sosok ayahnya yang biasa.

“Jadi?” Kyuhyun memulai, duduk bersandar ke belakang sembari melipat kedua tangannya santai.

“Hm?” pria itu malah berdehem dan menyeruput kopinya.

“Ada apa? Kalau tidak ada hal penting lain, aku akan pergi. Malam ini jadwal check up mutanku.”

Pria itu tidak menjawab. Ia duduk tegap dan membenahi kerah kemejanya, ditatapnya sang putra dengan senyum canggung.

“Siang yang redup ya.”

Tentu saja, ini musim hujan, idiot.’ Rasanya Kyuhyun ingin sekali menjawab seperti itu, tapi urung dilakukannya. Kyuhyun ikut melempar pandangan keluar jendela. Baru disadarinya tempat ini sungguh berbeda, seperti bukan di Seoul saja…

Ilalang di luar mengingatkannya pada padang rumput, dengan sapi, domba, dan gembala. Memiliki rumah di tempat seperti ini pasti sangat nyaman, Kyuhyun tengah memperhitungkan berapa harga yang harus dibayarnya untuk membuat rumah di tempat ini. Berdinding kayu dengan tangga-tangga bambu.

“Aku selalu menyukai tempat ini. Aroma rumputnya tercium hingga kemari.”

Kyuhyun melirikkan matanya sedikit, tapi ia terlalu malas untuk berpaling.

“Bertahun-tahun aku bermimpi untuk membangun rumah di tempat ini. Sampai akhirnya impian itu terwujud, ditambah peternakan dan kolam ikan. Sempurna! Sayang sekali wanita itu tidak menyukai suasana pedesaan ini. Uhm—”

Kyuhyun mengalihkan pandangannya. Ekspresinya datar, namun matanya menatap tajam pada sosok di hadapannya. Ia tahu wanita mana yang tengah dibicarakan pria ini.

“Bukan sayang. Untungnya, dia tidak menyukainya. Bagus sekali untukku, wanita itu lebih memilih gemerlap mewah dunia kota. Aku tidak akan tahan tinggal di tempat indah ini kalau dia mengikutiku sampai kemari.”

Oh, Kyuhyun mulai curiga cairan di dalam cangkir ayahnya bukan kopi. Tapi pria itu masih duduk tegap, tidak menunjukkan sedikitpun tanda ia tengah mabuk.

“Sekarang kau tidak perlu khawatir lagi, bukankah kau sudah menyingkirkan wanita itu?” –membunuhnya.

“Aku ingin menyingkirkannya. Tapi bagus sekali dia cukup tahu diri untuk memilih mati menggunakan tangannya sendiri.”

“Kau mengundangku kemari hanya untuk membahas ini?” –Lagi?

Kyuhyun sudah berdiri, bersiap untuk beranjak pergi. Tapi pria tua itu tergopoh bangun dan menariknya duduk kembali.

“Tunggu dulu, Kyuhyun-ah! Appa-mu hanya melantur, duduklah! Duduk, nak! Appa tidak bermaksud membahasnya lagi. Lupakan soal wanita itu! Mengingat-ingat keberadaannya saja sudah tidak bagus untuk masa depanmu!”

Kyuhyun mendengus, menyingkirkan tangan pria itu dari bahunya dan duduk rapat-rapat ke jendela.

“Sekali lagi kau membahasnya… aku benar-benar akan pergi.”

“Sudah kubilang bukan aku yang membunuhnya, dia bunuh d—“

Kyuhyun berdiri penuh amarah, Yeunghwan dengan panik menarik lengan putranya. Meminta Kyuhyun kembali duduk dengan raut memelas.

“Baiklah! Baiklah! Tidak akan kubahas lagi, tidak akan kubahas. Jangan marah, Kyuhyun-ah. Appamu sudah tua, jantungku bisa berhenti kalau kau sedikit-sedikit emosi seperti ini.”

Kyuhyun mengeram marah. Dengan kesal ia membanting tubuhnya dan kembali duduk, ia melipat tangannya angkuh dan membuang muka keluar jendela.

“Appa mengundangmu kemari untuk mengobrol. Apa tidak boleh? Kita sudah lama tidak berbicara santai seperti ini.” Yeunghwan mengangkat tangannya dan seorang pelayan datang menghampirinya, menuangkan kopi ke dalam dua gelas baru untuknya dan untuk putranya.

“Ayolah, ceritakan tentang mutanmu.”

“Tidak ada yang perlu diceritakan.”

“Dia mutan betina?”

Kyuhyun tidak menjawab, tapi wajahnya tampak tegang. Yeunghwan tertawa senang sembari menepuk meja.

“Dia bukan betina? Tidak apa nak, aku tidak marah. Aku pernah mencoba yang bukan betina, aku tahu rasanya.”

Kyuhyun makin merah padam mendengar kalimat itu. Ia mendelik pada sang ayah, dan membuang muka lagi berusaha menutupi rasa malu yang membuat sekujur wajahnya panas.

“Mutan memang yang terbaik.” Yeunghwan tertawa hingga kopi di mulutnya menyembur keluar. Ia sadar apa kalimat macam apa yang baru saja terucap dari bibirnya, dan pria itu mampu memprediksikan respon putranya. “Mereka penurut, pengertian, lembut, tidak akan membantahmu dalam kondisi apapun. Benar-benar partner sempurna.”

Kyuhyun mendelik padanya, menatapnya dengan mata yang seakan siap menggelinding keluar.

“Aku tidak pernah tertarik dengan wanita.”

Kyuhyun terbatuk, shock. Pemuda itu terlalu terkejut hingga ekspresinya membuat Yeunghwan merasa canggung.

“Uhm— maksudku… pasangan manusia. Aku tidak pernah benar-benar tertarik pada mereka.” Yeunghwan mengecap krimer di sudut bibirnya, mengawasi ekspresi putranya. “Kakekmu, orang paling berpengaruh yang membuatku tidak pernah bisa bebas menyentuh seekor mutanpun. Setelah ia mati, kupikir aku akan bebas. Tapi nyatanya— Ibumu, ibu tirimu, tidak ada yang menyukai makhluk-makhluk itu. Pernah satu kali mereka mencoba membunuh mutan milikku. Sejak saat itu aku tidak pernah membawa mereka pulang ke rumah. Wanita-wanita manusia itu terlalu berbahaya.”

Kyuhyun menatap ayahnya dengan mulut menganga. Nyaris-nyaris tidak menangkap kisah yang dimulai oleh ayahnya dengan cara tidak biasa.

“Jadi apa maksudnya ini…” Kyuhyun menarik napas dalam, terlalu dalam. Ia butuh oksigen untuk mengembalikan sebagian nyawanya yang rasa-rasanya melayang entah kemana.

“Jadi artinya— Aku merestuimu dengan mutan cantik itu. Kapan-kapan ajaklah ayah tuamu ini menemuinya. Appa ingin melihat Sungmin-Sungmin itu.”

“Tidak akan.” Kyuhyun mengeram.

“Sedikit saja tidak boleh? Sebentar saja? Ayahmu sudah rindu menimang cucu? Kenapa kau jahat sekali, Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun mendengus, merasa jijik melihat tatapan memelas yang dibuat-buat itu. Lelaki tua itu terkekeh melihat responnya.

“Kau berpikir Hangeng begitu berjasa atas nyawa mutan-mutan di negara ini? Dua puluh tahun, aku memperjuangkan revolusi atas makhluk-makhluk itu. Membiayai dan mengawasi. Akulah yang selalu berdiri di belakang hyung terhormatmu itu.” Pria tua itu menggeleng bangga, sebersit perasaan dalam hatinya menginginkan Kyuhyun mengakui kisahnya. Tapi Kyuhyun malah mendengus, duduk tegap dan menatapnya sinis.

“Oh, jadi sekarang kau mengharapkan pujian? Apa aku harus tepuk tangan?” Kyuhyun benar-benar bertepuk tangan, dua kali dengan nada datar. “Mengesankan sekali, aku baru tahu kau punya hobi memelihara mamalia.”

Yeunghwan memutar bola matanya, sedikit enggan melihat sikap sinis Kyuhyun.

“Kalau kau berpikir aku mewarisi hobi freakmu itu, kau salah appa. Aku tidak benar-benar punya kecenderungan pada mutan. Yang satu ini, namanya Sungmin, mutan atau tidak, dia tetap Sungmin-ku.”

“Yah, kau tersinggung dengan ceritaku? Appamu hanya ingin berbagi. Kenapa kau ini sinis sekali aish! Mengingatkanku pada wanita itu.”

“Wanita itu ibuku, memangnya kenapa kalau aku mirip dengannya? Jauh lebih bagus daripada harus menirumu, appa.”

“Yah! Yah! Kau jauh-jauh kemari untuk mengajak appa berdebat?”

Kyuhyun berdiri kasar, kursi panjang yang didudukinya terhempas sedikit dan berderit mengejutkan pengunjung lain.

“Yaa! Kyuhyun-ah, appa hanya bercanda! Yaish, kau ini!” Yeunghwan membungkuk canggung pada pengunjung lain, ia berbisik-bisik menyuruh Kyuhyun kembali duduk. Kali ini pria itu mengambil kursi di sisi putranya. Ia berusaha merangkul Kyuhyun meskipun pemuda itu bersikeras menolak lengannya.

“Kalau sudah selesai mengobrolnya, aku mau pulang. Aku sudah bilang mutanku harus ke dokter malam ini, kan?”

“Kenapa buru-buru sekali, sih. Appa ingin bicara soal warisan.”

“Aku sudah bilang tidak butuh warisanmu, sepeserpun! Aku bisa mencari uang sendiri.”

“Appa tahu, Kyuhyun-ah! Appa tahu kau bisa mencari uang sendiri. Tapi sekarang? Kau baru merintis usahamu. Lalu dengan keberadaan Sungmin dan seorang bayi. Kau pikir itu mudah? Kau pikir appa akan membiarkan putra, menantu, dan cucunya terkatung-katung mencari uang?”

“Aku tidak akan membiarkan Sungmin dan anakku terlantar.” Kyuhyun mendengus sinis.

“Appa tahu. Tapi berhenti lah menolak bantuan orang lain, nak. Tidak baik. Itu tidak bagus untuk masa depanmu.”

“Bawel.” Kyuhyun mengibaskan bahunya, ia menghempas tangan sang ayah yang sejak tadi meremas bahunya.

“Appa tidak menyuruhmu bergantung sepenuhnya padaku. Sekarang coba ceritakan rencana usahamu.”

Yeunghwan memberi jarak duduk diantara mereka, dilihatnya Kyuhyun yang mendengus padanya. Pemuda itu menggigit bibir sebelum menjawab ketus.

“Aku akan membuka toko game.”

Yeunghwan terdiam, sebentar. Sebelum tertawa keras sembari memukul-mukul meja.

“Toko game??? Abad akan berganti dan kau ingin membuka toko game???”

“Jangan mencibir.” Kyuhyun tersinggung.

“Aku punya peternakan mamalia, ada kelinci, kucing, anjing—“

“Aku tidak butuh—“

“Kau bisa membeli bibitnya dariku dan menjualnya di tokomu, bagaimana? Sebuah pet shop? Usaha yang menjanjikan, bukan?”

“Kau memintaku bercerita tentang rencana usahaku, dan kau bahkan menertawakannya di kalimat pertama?” Kyuhyun mendelik pada ayahnya. Yeunghwan hanya mengangkat bahunya.

Saat itu ketika Kyuhyun berdiri untuk kesekian kalinya karena amarah, Yeunghwan tidak lagi menghalang-halangi putranya.

“Ini sudah terlalu sore, aku harus pulang. Bye, appa.”

“Bye, Kyuhyun-ah. Lain kali aku akan berkunjung ke rumahmu.”

Kyuhyun berbalik, menatap ayahnya sebentar dan tersenyum manis.

“Telponlah lebih dulu, kupastikan aku tidak berada di rumah saat itu.”

.

oOoOoOo

.

“Disneyland! Disneyland!” sosok kecil Jieun melesat dari tangga mansion Choi. Gadis kecil itu melompat naik ke sofa ruang tamu dan berguling di atasnya. Kelakuannya sontak membuat perawat dan pelayan memekik khawatir dan buru-buru menangkap tubuh kecilnya sebelum jatuh berguling ke lantai.

“JIEUNAAA!” Siwon mendelik kaget melihat pemandangan pertama yang menyambutnya saat ia masuk dari arah dapur. Dengan langkah lebar-lebar ia mendekat dan meraih lengan Jieun, diangkatnya tubuh kecil itu semudah mengangkat boneka.

“Kalau kau jatuh, bagaimana Princess bandel!” Siwon membanting diri duduk di atas sofa, dengan putrinya di atas pangkuan. Ia mengerat pinggang kecil itu kuat-kuat, menahan gerak hiperaktif Jieun yang berusaha bergerak kemana-mana.

“Daddy cepat! Daddy cepat!” Jieun seakan tidak peduli pada pandangan galak Siwon. Ia mengulurkan kedua tangannya untuk merapikan rambut basah ayahnya, menyusun dan menyisirinya menggunakan jari.

“Kau bahkan belum menggunakan sepatumu, Princess.”

“Kemarikan, hyung. Biar aku saja yang memakaikannya. Kau bersiaplah, Princess Jieun sudah tidak sabar.” Minho selesai mengancingkan kemejanya, ia ikut duduk di sisi Siwon dan mengambil alih Jieun ke atas pangkuannya.

“Kita langsung ke Disneyland, ne Oppa?”

Siwon mendelik mendengar suara nyaring putrinya. Ia baru akan meniti tangga, dan sempat-sempatnya kembali berbalik untuk menyela. “Ahjussi, baby! Berapa kali harus Daddy bilang? Panggil dia Paman!”

Minho tertawa, ia mengecup hidung mungil Jieun. Lebih dari bahagia karena keponakannya memilih untuk membelanya ketimbang sang ayah.

“Kita akan belanja dulu, Princess. Kau perlu jaket baru dan kau bisa memilihnya sendiri, oke?” Siwon hanya menghilang sebentar. Pria itu kembali secepat bayangan, ia tidak rela meninggalkan Jieun sendiri bersama adiknya.

“Belanja dimana, hyung?” Minho mendongak bingung dengan kening bertaut.

“Tempat biasa tentu saja.”

“Tempat biasa?”

“Department Store di Yongsan-gu. Jieun pernah menghilang disana padahal kami selalu berbelanja di tempat itu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau Princess kecil ini berbelanja di tempat lain yang belum pernah dikunjunginya.” Siwon merebut kembali putrinya, ia mengecupi sekujur wajah dan leher putrinya. Gadis kecil itu tertawa geli saat janggut-janggut tajam ayahnya menggelitik tengkuk dan lehernya.

“Daddy hyaaaah! Geliiii!”

“Kauuu! Princess bandel, kau harus janji tidak akan berjalan-jalan sendiri lagi, tidak akan menyusup diam-diam dan pergi sendirian.”

“Hyaaaah!” Jieun berusaha mendorong wajah ayahnya, tapi tenaga sang appa terlalu kuat. Gadis malang itu terjebak di antara tengkuk dan wajah Siwon.

“Janji!”

“J-janji Daddy! Geliii! Hyahahahahaha! Aaah!!”

Siwon sibuk bergumul dengan Jieun, ia tidak sempat menangkap ekspresi kaget Minho yang sesaat melintas dan dengan cepat berganti dengan senyum tipis.

Minho memadangi Siwon dan Jieun dalam diam. Ia teringat kembali pada pertanyaan Heechul malam itu dan yakin sekali ‘Jieun’ yang ditanyakan oleh Heechul adalah Jieun keponakannya sendiri. Tidak mungkin Choi lain. Tidak ada Choi lain. Dalam hati, Minho mematri satu cacatan tebal untuk lebih berhati-hati menjaga keberadaan keponakannya. Lebih-lebih dari pencarian tajam Heechul.

Heechul tidak boleh menemukan Jieun. Keadaan yang sekarang sudah cukup adil bagi semua orang. Heechul mendapatkan kebebasannya dan Siwon mendapatkan Jieun.

“Pinky swear?” Siwon tersenyum lembut dan menyodorkan kelingking kanannya. Jieun tergelak, mengulurkan kelingking kecilnya sebelum mengaitkannya dengan kelingking besar ayahnya.

“Pinky sweeeaaaar daddy!”

Begitu dua jari itu terjalin, Siwon memeluk putrinya erat-erat dan mendekap kepala itu erat di dadanya. Ia menggigit cuping kucing Jieun dan membuat putrinya makin terkikik. Saat itu, entah kenapa hadir sebersit kekhawatiran aneh di dadanya. Tapi Siwon cepat-cepat mengusirnya.

“Kita pergi sekarang, Let’s goooo!”

“YEAAAY! LET’S GOOO! Ayo oppa!”

“Ahjussi!”

Minho tertawa, membiarkan Siwon dan Jieun melangkah lebih dulu meninggalkannya. Begitu yakin kakaknya cukup jauh darinya, Minho meraih ponsel dari saku dan mendial sebuah kontak. Bunyi nada sambung terdengar hingga suara nyaring itu menyambutnya.

“Halo, hyung? Aku hanya ingin bertanya, apa kau berniat pergi keluar hari ini?” Minho mengernyit, memejamkan sebelah matanya menahan sakit di telinga. Ia yakin ada Heechul di sebrang sana. Ia tidak menangkap percakapan antara Ryeowook dan Heechul, teriakan itu sungguh memekakkan telinga meski hanya melalui telpon.

“Oh, seharian di toko? Hahaha tidak. Aku tidak berniat membolos! Aku datang hari ini, sedikit terlambat tidak apa, kan?” Minho tertawa lagi.

“Ya, hyung! Aku pasti kerja hari ini, ya! Bye!” Minho buru-buru menutup telponnya. Satu hal karena tidak ingin mendengar makian Ryeowook, dan hal lain karena Siwon kembali berjalan masuk dan mendelik padanya.

“Apa lagi yang kau tunggu?”

Minho tersenyum meladeni ekspresi kesal itu. Siwon memukul bahunya, membuatnya nyaris terhuyung jatuh dan Jieun memekik tidak terima.

“DADDY!”

“Ahjussimu nakal, baby! Dia membuat jalan-jalan kita tertunda!”

“Jangan pukul Minho oppa!” Jieun mengangkat tangannya kesal. Tidak terima pada alasan apapun yang membuat ayahnya memukul pamannya tercinta.

Minho mengusap tengkuknya, jujur merasa sakit tapi pemuda itu menutupinya dengan tertawa.

“Oppa tidak apa-apa, Jieuna.” Ujarnya sembari tersenyum. Minho mengulurkan tangannya, ingin meminta Jieun dari gendongan ayahnya namun Siwon menolak dengan memasang bahu. Pemuda itu tidak bisa berbuat apa-apa sekalipun Jieun menunjukkan keinginan yang sama untuk digendong olehnya.

“Jieun menggunakan bandulnya?” Minho melirik bandul emas yang menyembul dari balik kaus mungil Jieun.

“Ya.”

“Apa tidak lebih baik kalau dilepas saja?”

“Kau sudah gila??? Bagaimana kalau putriku menghilang! Bandul itu satu-satunya yang akan membuat penjahat manapun berpikir dua kali untuk melukai Jieun-ku.”

“Baiklah baiklah. Terserah Tuan Muda saja.” Minho menggeleng-geleng. Hanya bisa mengikuti langkah kakaknya dan masuk ke dalam mobil.

.

oOoOoOo

.

Ryeowook tengah sibuk memilah pakaian-pakaian mungil, baju-baju bayi di tengah Departement Store. Heechul berdiri tidak jauh darinya dan tengah sibuk melakukan hal yang sama, memilah pakaian bayi. Keduanya sudah berada disana sejak siang dengan niat menghabiskan waktu hari ini untuk mencari pakaian Kitten, tidak peduli Kyuhyun akan menerimanya atau tidak, mereka memutuskan untuk memberikannya lewat Sungmin.

Heechul tahu seharusnya ia berhenti saat ia sudah tidak bisa lagi memasukkan pakaian ke dalam trolinya yang penuh menggunung. Tapi mutan itu masih ngotot memilah baju lainnya.  Ia hanya melirik tidak tertarik ke arah Ryeowook saat mendengar suara dering ponsel adik iparnya. Dari ekor matanya, ia melihat Ryeowook mengibas-ibaskan pakaian kecil di tangannya sembari memaki seseorang di sebrang sana. Heechul menyahut untuk memanas-manasinya.

“Siapa itu?” Heechul bertanya sembari terkekeh. Senang melihat seseorang baru saja disembur oleh adik iparnya.

“Minho. Bertanya apakah aku dan kau akan pergi keluar hari ini.”

Heechul mengernyitkan keningnya, tumben sekali bocah itu bertanya tentang dirinya.

“Dan kau menjawab?”

“Kubilang saja kita hanya akan di kafe hari ini, mengawasi seluruh karyawan seharian! Dia pasti berniat membolos kalau kubilang aku tidak di kafe hari ini!” Ryeowook berujar berapi-api. “Setelah ini kita mampir ke kafe, hyung. Aku mau memastikan bocah itu datang kerja hari ini. Ia sudah terlalu banyak membolos, huh.”

“Nice. Lain kali kalau kau ingin memukul kepalanya, aku bersedia membantu.” Heechul menyeringai. Ia melemparkan sekotak celana bayi ke dalam troli Ryeowook yang masih lapang.

“Oh, Kyuhyun menitipkan Sungmin padaku kemarin. Saat menjemputnya, bocah itu tampak kesal.” Heechul memulai topik rumpi lain diantara mereka. Ryeowook mengernyitkan keningnya.

“Dia selalu kesal kan? Memangnya ada apa lagi?”

Heechul menatap Ryeowook dengan senyum tidak biasa. Seakan-akan kisah yang akan diceritakannya ini begitu menyenangkannya. “Sungmin pasti sudah memasuki masa-masa tersulit kehamilannya. Ups, bukan sulit untuk Minnie. Tapi sulit untuk Kyuhyun.”

“Hyung? Apa maksudnya itu?” Ryeowook langsung tertarik melihat seringai di wajah Heechul. Apapun arti seringai itu, pasti memiliki arti yang sangat buruk untuk Kyuhyun.

“Kau tahu, kehamilan mutan tentu berbeda dengan kalian.” Heechul mengusap hidung dingin Ryeowook dengan ujung telunjuknya. “Akan datang waktunya mutan benar-benar menyerupai mamalia yang membaur di dalam DNA mereka. Untuk kasus Sungmin: kucing. Kau tahu apa yang dilakukan induk kucing yang akan melahirkan?”

Ryeowook menggeleng kecil, tiba-tiba merasa sedikit prihatin pada Kyuhyun.

“Kucing akan mencari tempat melahirkan yang nyaman. Menumpuk banyak pakaian di tempat gelap, aman, dan tersembunyi. Kyuhyun bercerita kalau Sungmin mengacak pakaian yang sudah dirapikannya dan menumpuknya menjadi satu di dalam kloset. Dia mau marah-marah seperti apapun, Sungmin akan terus mengulanginya.”

“H-hyung?” Ryeowook membulatkan matanya. “Sungmin tidak akan benar-benar melahirkan di dalam kloset kan? Di dalam lemari pakaian???”

Heechul tertawa. “Tentu saja tidak! Itu seperti, ummm… ritual. Kami melakukannya di luar kesadaran. Kalau tiba waktunya kontraksi dan Kyuhyun lupa membawa Sungmin ke rumah sakit, bukan tidak mungkin Sungmin melahirkan di dalam lemari pakaian.”

“Hyung! Itu mengerikan! Iyuch,” Ryeowook berjengit jijik membayangkannya. Ia pernah melihat seekor induk kucing melahap sisa plasenta dan daging ari yang dilahirkannya. Membayangkan Sungmin melakukan hal yang sama. Iyew.

“Itu sebelum melahirkan. Kau belum dengar ritual lain setelah bayinya lahir.”

“Ya? Ya? Apa lagi?” Ryeowook bertanya antusias meski ia bergidik takut.

“Kuceritakan nanti, tidak seru kalau kukatakan semuanya sekarang.”

“Aish, hyung!” Ryeowook menghentakkan kakinya sebal. “Ayolah, ceritakan saja sekarang!” tuntutnya setengah memelas.

“Nan. Ti.” Heechul menunduk di depan wajah Ryeowook, mutan itu mengangkat alisnya dan pandangannya teralih saat tanpa sengaja ekor matanya menangkap sosok familiar melintas di belakang Ryeowook.

“Aku seperti melihat Minho.”

Ryeowook melotot dan ikut berbalik, menatap ke arah pandangan Heechul. “Bocah itu! Dia bilang akan datang kerja kan, aish!”

Heechul sendiri tidak yakin, ia berjinjit untuk memandang menembus rak-rak pakaian. Pemuda itu bergerak terlalu cepat, hanya punggungnya yang terlihat dan ia tampak menggendong seorang anak. Dengan rasa penasaran, Heechul melangkah mendekatinya. Potongan rambut itu mirip sekali dengan Minho. Tapi siapa anak yang sedang digendongnya itu? Keponakannya? Tidak mungkin. Ia tidak pernah mendengar Choi kecil lahir setelah bertahun-tahun.

“Itu Minho?” Ryeowook bertanya ragu.

Heechul mengendikkan bahunya. Tapi tak ayal langkahnya terus mendekat, hingga kini jarak yang memisahkannya dari sosok familiar itu hanyalah sebuah tiang gantung pakaian bayi. Dari jarak sedekat ini, Heechul bisa menangkap sisi wajah pemuda itu yang membuatnya semakin yakin untuk memanggil—

“Minho?”

Dan pemuda itu berbalik. Gadis kecil dalam gendongannya ikut mendongak menatap ke arah sosok yang memanggil pamannya. Saat itu ada dua, tiga, empat mata yang mendelik. Pakaian kecil dalam genggaman tangan Heechul terlepas jatuh ke lantai, sedang Minho mengeratkan rengkuhannya di sekeliling tubuh Jieun.

“J-JIEUN!”

“H-HYUNG!”

Heechul membuka mulutnya, lalu mengatupnya kembali. Terlalu terkejut untuk mengucapkan apapun.

“K-Kau bilang tidak mengenalnya, Choi Minho!”

Minho tergagap, bibirnya bergetar, tangannya gemetar, ia takut akan menjatuhkan Jieun dari gendongannya tapi rasanya ia terlalu terkejut hingga kakinya gemetar. Empat sosok bodyguard mendekat saat mendengar suara memekik Heechul dan Minho langsung mengenali sosok-sosok itu sebagai penjaga-penjaga Heechul.

Ini keadaan berbahaya. Jantungnya berpacu cepat. Ia memandang kemanapun, mencari celah untuk melarikan diri namun seluruh penjaga itu mengepungnya dari empat arah. Heechul berdiri begitu dekat di hadapannya dan menyingkirkan tiang kecil yang menjadi satu-satunya penghalang di antara mereka.

Minho merasa malu untuk mengakui bahwa kini sekujur tubuhnya bergetar dalam ketakutan yang luar biasa, bahkan sosok Siwon yang muncul dari belakang Heechul tidak juga menenangkannya. Heechul sudah menemukan mereka!

Siwon menyingkirkan bahu Heechul untuk berada di sisi adiknya, tanpa berpikir atau menduga sama sekali siapa pemilik bahu yang baru saja di tariknya itu.

“Minho? Ada apa in—“ Siwon tercekat. Dan mutan di hadapannya memberikan respon tak kalah terkejutnya.

Heechul terhuyung ke belakang, nyaris kehilangan kesadaran. Ia meremas tangannya yang dingin,  tidak percaya namun sosok ini dengan jelas berdiri di hadapannya.

“Kim Heechul.”

“S-Siwon.”

“Aku tidak percaya akan bertemu lagi denganmu, pelacur.” Siwon mendesis. Ia berbalik, begitu tersadar pada keberadaan putrinya, Siwon sontak merebut Jieun dari gendongan Minho dan memeluknya erat-erat.

“J-Jieun— D-dia anakku! Dia anakku, Choi Siwon! Katakan dia anakku!” pekik Heechul, dengan telunjuk yang gemetar ia menunjuk wajah Minho. “Kau sengaja menyembunyikan Jieun dariku. Kau bilang kau tidak mengenalinya!”

Siwon meludah. Wajah bengisnya membuat Jieun ketakutan dan memeluknya erat-erat sembari membisikkan ‘Daddy’ dengan lirih.

“Bayimu sudah mati enam tahun yang lalu. Aku yang membunuhnya sendiri. Sekarang enyah dari hadapanku sebelum kubakar kau seperti bayimu itu.”

“Kau berbohong! Kembalikan bayiku, Choi Siwon!” Heechul menyambar Siwon, berusaha meraih Jieun namun kekuatannya tidak akan sebanding dengan sosok tinggi itu. Siwon dengan mudah menghempaskan tubuhnya hingga terhuyung.

Ryeowook yang menahan tubuh mutan itu dan memapahnya kembali berdiri.

Siwon berbalik dan berniat pergi sesegera mungkin, ia berdecih kesal karena rak-rak gantung disekitarnya menghalanginya untuk bergerak cepat. Terlebih dengan keberadaan empat bodyguard yang semakin mendekat dan mengepungnya. Ia terjebak.

“Yongguk! Daehyun?” serunya tak sabar, dua bodyguard itu terlalu jauh berkelana darinya. Siwon menangkap dua sosok pengawalnya berjalan cepat dari kejauhan, tapi jarak yang memisahkan mereka tidak akan membantu sama sekali. Jumlah pengawal Heechul dua kali lebih banyak dari miliknya.

“D-Daddy?” Jieun kebingungan, ia berusaha berpegang pada leher ayahnya namun terlalu banyak tangan mendarat di atas tubuhnya.

“Jieun! Dia bayiku!” Heechul memekik. Kembali menyambar Siwon dari belakang, memanfaatkan keberadaan empat bodyguardnya dan menarik Jieun dengan bantuan mereka.

Siwon berusaha mempertahankan Jieun. Ia merengkuh tubuh putrinya, berusaha menyingkirkan begitu banyak tangan yang mendarat di tubuh mungil Jieun.

“D-Daddy!” Jieun memekik panik. Satu tangan menarik lengannya ke arah kanan, dan tangan lain menariknya ke arah berlawanan. Keramaian yang menyesakkan itu membuatnya ketakutan. Tangis gadis kecil itu pecah saat tarikan-tarikan kasar itu mulai melukai kulitnya, menyisakan memar dan kebiruan di atas lengan dan kaki mungilnya. “Daddy appo!”

“Hentikan! Kau menyakiti putriku, Kim Heechul! HENTIKAN!” Siwon berseru panik, ia menangkap satu, dua, tiga memar kecil membekas di atas kulit lembut putrinya. Hal itu semakin membuatnya ingin merengkuh Jieun dan melindungi tubuh kecil itu mati-matian.

Tapi Heechul sama tidak kalahnya, mutan dewasa itu melakukan segala cara, tanpa mengindahkan tangis Jieun dan ancaman Siwon.

“DADDY APPO!” Jieun menjerit kesakitan, tangisnya melengking di tengah gaduh perebutan tubuh kecilnya.

Siwon tidak sanggup mendengar pekik itu, dan keberadaan dua pengawalnya tidak membantu sama sekali.

“Berikan putriku, Choi Siwon!” Heechul memekik tidak ingin kalah. Siwon seakan refleks melonggarkan rengkuhannya di sekeliling tubuh Jieun, ia tidak sanggup melihat lebih banyak memar membekas di lengan putrinya. Heechul meremas lengan Jieun terlalu kuat membuat Siwon sempat berpikir untuk meremukkan lengan mutan itu dalam sekejap mata, tapi ada banyak tangan yang ikut campur.

Jumlah mereka tidak sebanding, Heechul berhasil merebut Jieun dengan bantuan delapan tangan. Minho bahkan tidak bergeming untuk membantu kakaknya sama sekali. Ia hanya sanggup berdiri membeku, mendengarkan tangis Jieun, jeritan Heechul, dan teriakan Siwon.

.

oOoOoOo

.

“Haung!” Sungmin menggerung marah, menarik sweaternya turun saat Kyuhyun berusaha membuatnya menanggalkan pakaian.

“Haung!” Kyuhyun balas melotot. Menatap mutannya dengan pandangan mengancam, tapi Sungmin sama kerasnya mempertahankan keinginannya untuk tidak diperiksa lebih jauh lagi oleh dokter muda di sisinya. Ia bersikeras menolak dibaringkan di atas meja pasien, mutan itu kembali duduk setiap kali Kyuhyun mendorong kepalanya dan menyuruhnya berbaring.

“Tidak apa, kalau Sungmin tidak mau melakukan USG sekarang, kita bisa lakukan minggu depan. Ne?”

Sungmin mendengus, mengibaskan ekornya dengan sinis. Ia duduk mengerat sweaternya lalu beringsut menempel pada Kyuhyun.

“Semoga minggu depan mood Sungmin jauh lebih baik.”

Dokter Junsu berdiri di pinggir jendela kantornya. Ruangan ini memiliki jendela besar dan letaknya di lantai dua membuatnya mampu melihat keadaan di halaman rumah sakit dan jalan di sekitarnya. Pandangan dokter muda itu tampak menegang sesaat ia menatap ke arah lokasi parkir rumah sakit. Tapi cepat-cepat Junsu mengalihkan pandangannya dan tersenyum canggung pada Kyuhyun yang tengah membimbing Sungmin untuk duduk.

“Tapi minggu depan Sungminnie tidak boleh menolak lagi, ne!” Junsu menyodorkan seulas kertas berisi resep vitamin dan tersenyum ramah.

“Kandungannya sudah cukup tua jadi tidak baik kalau sampai bulan ini ia belum juga melakukan USG.” Ujar Junsu prihatin, meski ia mengatakannya lebih untuk Kyuhyun. Junsu sadar ucapannya membuat Kyuhyun mengernyitkan kening.

Awalnya, dokter muda itu sedikit ragu untuk meneruskan ucapannya. Tapi saat melirik Sungmin untuk kesekian kalinya, ia kembali melanjutkannya.

“Menurut prediksiku, mungkin bayinya akan lahir sekitar enam minggu lagi.” Junsu tahu ucapannya terkesan ambigu. Tapi ia tidak berbohong. Ia hanya sedikit memainkan susunan kata-katanya dan melihat respon Kyuhyun— Junsu sadar ia tepat sasaran. Pemuda ini belum tahu. Dan Junsu menutupi rasa bersalahnya karena memanfaatkan hal itu.

Kyuhyun terkesiap. “Enam minggu? Itu— kurang dari dua bulan?”

“Ya. Enam minggu, satu setengah bulan lagi.”

Kyuhyun membuka mulutnya, namun ia mengatupkannya kembali dan urung menanyakan hal bodoh yang nyaris saja meluncur dari bibirnya.

Tapi kandungan Sungmin masih empat bulan? Bagaimana mungkin bayinya lahir satu setengah bulan lagi? Bukankah seharusnya bayi ini lahir lima bulan lagi??

Menyaksikan ekspresi terkejut Kyuhyun lebih lama membuat Junsu semakin merasa bersalah, ia berdehem dan berpura-pura melirik arlojinya. “Uhm, kalau masih ada yang ingin ditanyakan? Aku harus pulang lebih awal hari ini. Maafkan aku, Kyuhyun-sshi.”

Kyuhyun menganga, tampak begitu terkejut dan tenggelam dalam pemikirannya sendiri. Ia masih butuh waktu untuk berpikir dan mencerna informasi yang baru saja diterimanya. Namun tangan yang terulur dihadapannya semakin membuat Kyuhyun bingung. Gugup ia berdiri membimbing Sungmin dan menerima jabatan tangan Junsu. Kyuhyun membungkuk lagi dan mengucapkan terimakasihnya sebelum menggiring mutannya keluar dari ruangan itu, meninggalkan Junsu di dalam sana yang awalnya berpura-pura mengemasi tasnya namun diam-diam memperhatikan mereka.

Junsu menyadari bagaimana rengkuhan tangan Kyuhyun mengendur di sekeliling bahu mutan itu. Ia menghela napas berat, diam-diam merasa bersalah. Ia melempar pandangan keluar jendela. Menangkap sebuah jeep hitam terparkir di sudut gelap rumah sakit, bayangan-bayangan sosok tinggi tampak terpantul di bawah keremangan malam.

Saat itu sekali lagi, Junsu merasa ragu. Apakah ia telah membuat pilihan yang benar?

.

oOoOoOo

.

Keluar dari ruangan Junsu, Kyuhyun langsung menyingkirkan tangannya dari bahu Sungmin. Mutan itu menyadarinya, dan berusaha mendekat pada majikannya sembari berpegang ke kaus Kyuhyun.

Kyuhyun melangkah dalam diam, pikirannya tengah berkecamuk. Setiap kali ia merasakan berat tangan Sungmin mendarat di tubuhnya, Kyuhyun akan berusaha menyingkirkannya. Ia tidak ingin mengucapkan keluh kesah dalam hatinya, karena bagaimanapun ia mengungkapkannya pada mutan ini, Sungmin tidak akan bisa menjawab kalimatnya.

Tapi begitu langkah mereka melewati ruang bayi dengan dinding kaca yang transparan. Sungmin memutuskan untuk menghentikan langkah dan berdiri memandangi bayi-bayi di dalam sana. Kyuhyun tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk berdiri di sisi mutannya, berdiri disana mendampingi Sungmin yang seakan terpana memandangi bayi-bayi itu. Sedang Kyuhyun merasa tidak tahan melihat sosok-sosok mungil itu menggeliat. Dan prasangka dalam kepalanya semakin berkecamuk seperti ulat.

Kyuhyun menunduk menatap perut Sungmin yang terbalut terlindung di balik tebalnya sweater hangat. Sweater baru yang dibelikannya minggu kemarin. Untuk mutannya, untuk Sungmin, untuk menghangatkan bayi mereka.

Bayi mereka?

“Enam minggu…” Kyuhyun tiba-tiba berkata. Sungmin mendongak memandangnya dengan penuh tanya, Kyuhyun menunduk memandangnya sendu.

“Bayinya akan lahir enam minggu lagi.”

Sungmin mengerjap. Tidak mengerti.

“Kau ingat berapa lama kita bersama? Saat aku menemukanmu di halte bus waktu itu.” Kyuhyun tahu Sungmin tidak mungkin menjawab. Maka ia menjawab pertanyaannya sendiri dengan sebuah bisikan lirih.

“Itu tujuh bulan yang lalu…”

Sungmin kini memilih berdiri menghadap Kyuhyun, ia mulai menangkap arah obrolan ini. Mutan itu memeluk perutnya dan memandang majikannya dengan sendu, seakan ingin membela diri.

“Tapi bayinya akan lahir enam minggu lagi. Padahal aku melakukannya denganmu tidak lebih dari empat bulan yang lalu. Bagaimana mungkin…” Kyuhyun menahan napas, dadanya sesak saat ia memaksakan diri untuk menghitung angka-angka bulan yang begitu memusingkan, membuat kepalanya serasa akan meledak saja.

“Aku melakukannya denganmu tidak lebih dari sekali dan langsung menghasilkan seorang bayi? Bagaimana mungkin aku tidak memikirkan ini sejak awal? Bagaimana mungkin aku tidak curiga. Bodohnya Cho Kyuhyun!” Kyuhyun berseru sengit dan memukul kepalanya sendiri. Sungmin berjengit panik dan berusaha menghalanginya, tapi Kyuhyun menghempas tangan mutan itu dan membuatnya terhuyung menghantam dinding kaca.

Mutan itu meringis.

“Jangan sentuh aku, mutan sial! Harusnya aku tahu kau hanya memanfaatkanku! Kau menggunakanku untuk kabur dari majikan gilamu itu? Memaksaku mengakui bayi ini. Membuatku menggunakan separuh tabunganku, membeli rumah, membeli mobil, bodohnya kau Cho Kyuhyun!”

Sungmin tidak mengerti. Tapi perhitungan-perhitungan uang itu mulai membuatnya sesak. Kyuhyun bersikap seperti Seunghyun, Sungmin seakan melihat majikan lamanya berdiri di hadapannya lagi.

Kyuhyun berbalik, melangkah menjauh dari Sungmin saat didengarnya suara isak kecil mengikuti punggungnya.

“Berhenti mengikutiku, mutan sial! Pergilah bersama majikan gilamu itu!”

Sungmin terhenyak. Ia membeku di tempatnya berdiri, sedang Kyuhyun berjalan tergesa seakan ingin cepat-cepat meninggalkannya. Sungmin memekik saat Kyuhyun menghilang berbelok di lorong rumah sakit. Mutan itu berjalan tergesa, berusaha mengejar Kyuhyun meski perutnya terasa keram.

Ia menyeret langkahnya, membawa kakinya menyusuri arah jalan dimana Kyuhyun telah menghilang. Tapi begitu ia berbelok, Kyuhyun tidak berada dimanapun.

Sungmin memutar tubuhnya dengan linglung. Tangannya gemetar, dua kakinya gemetar. Ia yakin sekali Kyuhyun melalui jalan ini. Ini adalah jalan yang biasa mereka gunakan untuk mencapai gerbang depan rumah sakit. Apa Kyuhyun sudah keluar dari rumah sakit dan pulang meninggalkannya? Sendirian di tempat ini?

Sungmin mengerat perutnya dan menangis terisak. Dengan terseok ia menyeret langkahnya, berharap Kyuhyun belum menyalakan mesin mobilnya dan hanya merajuk di luar rumah sakit. Tapi lorong sepi yang menyambutnya hingga gerbang depan tak pelak membuat tangis mutan itu pecah. Kyuhyun tidak ada dimanapun. Dan mobil mereka yang terparkir di dekat gerbang sudah menghilang entah kemana.

.

oOoOoOo

.

Bayangan di balik kegelapan itu bergerak, perlahan menunjukkan sosok yang semakin jelas di bawah temaram lampu rumah sakit. Nyaris satu jam ia berdiri di sana, menanti dua sosok yang sejak tadi ditunggunya. Hingga terdengar suara tangis familiar yang samar-samar. Sosok itu keluar dari bawah bayang-bayang gelap, wajah tampannya tersamar di balik kacamata besar yang hitam. Ia melirik sudut-sudut dimana kamera CCTV diletakkan. Junsu telah berjanji untuk mematikan semua kamera kalau ia juga berjanji untuk tidak menyakiti Cho muda ini. Tapi Seunghyun sudah bersumpah untuk mengingkari janjinya malam ini, ia menggenggam sebuah revolver dengan peredam suara dan berniat menembak pemuda Cho itu jika ia melihatnya. Tapi sosok di depan gerbang rumah sakit kecil itu membuat Seunghyun tercenung.

Sosok itu bersimpuh, meratap sendirian.

“Sungmin-ah…”

Kemana pemuda Cho itu?

Seunghyun meremas revolvernya dalam amarah. Berani sekali pemuda itu meninggalkan Sungminnya sendirian!

Seunghyun sudah bersiap melangkah mendekati Sungmin saat seseorang menepuk bahunya dari belakang. Geram pemuda itu berbalik, dua orang pengawal bertubuh besar berdiri di belakangnya. Mengenakan pakaian yang sama-sama gelap dan ikut menggunakan kacamata hitam.

“Kami sudah membereskan mobilnya, tuan muda.”

“Kalian bawa kemana?”

“Kami buang ke danau di pinggir Seoul. Sekarang apa lagi, tuan? Menyekap pemuda Cho itu?”

“Tidak perlu. Nyalakan mobilnya, tunggu aku disini. Kita pergi sebentar lagi.”

.

oOoOoOo

.

Kyuhyun membasuh wajahnya sekali lagi. Dingin air yang membilas wajahnya seakan berhasil menenangkan panas di hatinya pula. Pemuda itu merunduk, berpegang pada wastafel. Sesaat yang lalu dua kakinya terasa begitu lemas seakan ia bisa jatuh kapan saja. Sesaat yang lalu pula ia bisa mendengar suara tangis Sungmin melewati pintu toilet dan samar menghilang.

Kyuhyun merasa dadanya seakan akan meledak saat suara tangis lirih itu melintasi pintu, tapi Kyuhyun tidak kuasa untuk melawan amarah dalam hatinya sendiri dan berakhir berdiam di dalam toilet ini sembari merendam wajahnya ke dalam wastafel. Setidaknya dingin air ini membantunya berpikir jernih dan membantunya meredakan amarah.

“Bagaimana mungkin enam minggu lagi…” Kyuhyun masih tidak bisa mempercayainya. “Yaish!” serunya kesal. Hampir-hampir ingin melempar bogem ke cermin di hadapannya.

Kyuhyun menarik napas dan menghembuskannya dengan dengusan. Ia menatap pantulan wajahnya sendiri. Tetes-tetes air melintasi wajahnya. Wajahnya yang pucat. Ia sudah melalui hari-hari yang melelahkan. Minggu-minggu, bulan-bulan mengerikan untuk mengurus seekor mutan yang sedang mengandung.

Dan betapa luar biasanya jika bayi itu benar-benar bukan bayinya!

“ARRRHHHGGGHHHH!!!” Kyuhyun berteriak emosi dan menghantam cermin itu dengan kepalan tangannya, pemuda itu memekik sekali lagi. Ia duduk bersimpuh sembari mengusapi tangannya yang terasa pedih. Buku-buku jarinya memerah memar.

Kyuhyun meniupi tangannya dan meringis kesakitan, dan ingatanya kembali pada memori akan suara teriakan penderitaan Sungmin. Di pulau Jeju beberapa bulan yang lalu.

“Tapi saat di Jeju waktu itu… Bibi Yi memijat perutnya…” mana mungkin masih ada bayi di dalam rahim Sungmin!

Kyuhyun menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, darah dan daging itu dibersihkan dari tubuh Sungmin.

Kyuhyun menahan tubuhnya dengan sebelah tangan, ia merenung dan memandangi pantulan wajahnya sendiri.

“Apa mungkin… mutan tidak mengandung selama sembilan bulan?” Kyuhyun mengerutkan keningnya. Tiba-tiba teringat pada sepotong kecil baju bayi yang pernah dibawa Heechul dan disangkanya sebagai baju boneka.

“Oh, shit.” Kyuhyun mendelik saat kesimpulan besar itu mencapai otaknya. Ia bahkan sudah bicara macam-macam di depan mutannya sendiri!

Panik Kyuhyun berlari keluar dari toilet dan menyusuri koridor di sana mengingat ia mendengar suara Sungmin beberapa saat lalu. Keheningan malam itu menyambutnya. Kyuhyun berbalik dalam perasaan khawatir yang menjadi-jadi, ia kembali ke ruang bayi dan tidak juga menemukan mutannya disana.

“Sungmin-ah!” panggil Kyuhyun frustasi. Pemuda itu meremas rambutnya dan kini dikuasai oleh perasaan bersalah yang menjadi-jadi. Kemana perginya Sungmin?

Sungmin tidak mungkin melangkah secepat itu meninggalkannya. Apa mungkin mutan itu menunggunya di tempat parkir?

Kyuhyun melangkah tergesa, ia berpapasan dengan seorang perawat yang langsung dicegatnya di tengah koridor.

“S-Suster? Apa kau lihat seekor mutan? Pemuda sedang mengandung, tingginya sebahuku???”

Perawat itu ketakutan, Kyuhyun mencengkeram tangannya terlalu kuat.

“Mutan? Mengenakan sweater merah muda?”

“Y-ya!”

“Baru saja keluar, mungkin masih ada di tempat parkir.”

Kyuhyun segera melesat keluar dari koridor itu, melangkah ke arah yang ditunjukkan oleh perawat tadi. Kyuhyun merasa begitu sesak oleh perasaan yang menggebu. Rasanya ia ingin cepat-cepat memeluk Sungmin, mengecupi pipi mutan itu sembari meminta maaf dan membawanya pulang. Kyuhyun sudah berangan-angan untuk menuruti semua keinginan mutannya, untuk menebus kesalahannya. Betapa jahat kata-kata yang sudah terlontar dari bibirnya ini.

Kyuhyun berlari keluar rumah sakit, namun langkahnya terhenti tepat di depan pintu utama. Lahan parkir rumah sakit ini tidak begitu luas, ia hanya perlu memutar tubuh untuk mendapatkan seluruh pemandangan depan rumah sakit. Dan di tempatnya berdiri, Kyuhyun tidak menemukan mobilnya. Pemuda itu berjalan kebingungan, memijak di atas lahan dimana ia mengingat dengan jelas mobilnya terparkir terakhir kali.

“M-mobilku? Kemana mobilku!”

Ia tidak melihat mobilnya dimanapun, lebih-lebih Sungmin.

Tidak mungkin mutan itu yang membawa mobilnya!

.

oOoOoOo

tebeseeeeh!

oOoOoOo

.

Sungmin balik ke Seunghyun lalalalala~ *nari hula hula*

/kabur sebelum dibakar massa/

Btw terimakasih untuk semua kritik dan sarannya, semua-mua-mua-muanya. Bantu saya dengan kritik dan saran lagi yaw~ *cium satu satu*

56 thoughts on “Kitty-Kitty Baby! – Chapter 16

  1. juu^^ says:

    itu appany kyu bneran baek kan??
    update cepet lh fiqoh,,, pnasaran ini sma ming yg d bw seunghyun…. hmmm bner jga kt minho,,, siwon dpet anaknya, heenim dpet kebebasannya….

  2. 010132joy says:

    Aaaa knapa ming jd balik ke seunghyun sihhh
    trus ntar gmana ming balik ke kyu sedangkan yg biasanya bantu hangeng sma chulli tp ntar mreka jg punya masalah soal jieun y ampunnnn ming kpn bbasnya klo gini
    ntar kyu minta bantuan appanya aja buat dapetin ming lg
    ugh benci junsu dsini awas aja ntar klo ada apa2 sma ming jg kittennya dia yg salah dsini ihhhh cakar cakar
    kyu jg kok ga tau klo kittennya ga lahir d waktu 9 bln bda sma mnusia sihhhh
    lanjuttttt, semangat !!!
    Dtunggu chap brikutnya

  3. melly (elly.elfina1315@gmail/com) / Evilkyukyu says:

    aahhhh,,,, kenapa kisah ming harus berakhir di tangan seunghyun lagi… hikshikshiks….😥
    knp juga kyu bisa percay gitu aj..
    ah, heechul udah ketemu anak.ny, kira” gmn ya nasib jieun selanjut.ny 😦 ap dy akan tggl breng heechul ato siwon???
    tapi kasiian banget kitty minnie,…😥

    semangat ya fiqoohhh🙂

  4. Sunny says:

    yeayyy \^^/ akhirnya update jga
    itu beneran appanya kyuhyun nerima sungmin ? jangan” appanya malah punya maksud tersembunyi lagi. jdi selama ini kyuhyun gak tau klo mutan tuh masa hamilnya cuma 6 bulan. kasian sungmin😥
    trus skarang sungmin dibawa ya sama seunghyun ? semoga kyuhyun bisa cepet nemuin sungmin.
    trus gmn ya nasib selanjutnya siwon, jieun & heechul ?

  5. dechri anissia says:

    Yak, sungmin di bawa kemana tuh. Kembalikan sungmin
    aish kyuhyun keras kepala bgt sih,gak percaya klo itu anaknya.
    Kasian jieun jdi bhan rebutan

  6. Astagaa kyu.. tulul amat siiih… gemesQ pengen jedotin kepalanya ke bibir ming*plak…g dipikir dulu main negatif thinking j… oya gimana y kalo mau minta pw?? Qpengen baca yg spesial edisi heechul-siwon nih.. mohon bantuannya yahhh.. *_*

  7. Hmmmm makin penasaran aja nih cerita …gimana nasib ming ama jieun yaaaa… kyu lagi mudah aja ambil kesimpulan bukannya d fikir2 dulu. Kan klo ming blik lgi ke seunghyun nanti nyesel looohhhh
    Updetnya jangan lama2 ya fiqoh yg cantiiiiiikkkkk 🙂 jangan buat kita2 nunggu lama yaaa coz penasaran banget ama kelanjutannya😀
    Semangatttt!!!!

  8. sunshineyj says:

    aku nyesek bacanya😦
    kyuuu dikau tega pada kittymin dan kitten~
    tanggung jawab kyu, cari min sampai dpt kesian min😦
    keep writing author🙂 nice chap!

  9. Sungmin kemana itu sungmin ?? Diculik seunghyun ? Atau menghilang dia ??? Jgn siksa sungmin lg sama kitten nya kasian dia u,u sudah terlalu menderita itu,kasian kan dia. Ditunggu next chap nya ya kak

  10. ohh wae?? T^T
    hiks~ jangan lagi dong😥
    kenapa Kyu bisa gak sadar sih??
    kehamilan manusia & kucing jelas2 waktunya beda T_T
    haduhhh sesek nih eon bacanya😥
    Jieun pun udah di tangan Heechul, tp nyesek jg kalo tau alasan Siwon & Minho di baliknya😥
    sekarang tinggal umumin sama yg lain kalo Ming hilaang ToT
    semoga Seunghyun gak ngapa2in Ming dehhh, kasian Kitten-nya😥

    huwaa speechless nih >o_<

    thanks for update eonni :*
    semangat trus yaa \^o^9
    ganbatte !! ^^9

  11. sha says:

    tuh kaaan… jieun beneran anaknya sichul?

    chobraaaaaattttt!!!! haish… evil satu ini menyebalkan sekaliiii…

    ming beneran dibawa seunghyun? dibawa baik2 apa pemaksaan nih?

    ak! bikin penasaran…

    asap dooong Thor…

    lanjut lanjuuut ^^~

  12. ernzha says:

    astogee..Master seungHyun kambek..
    Huks knpa kyu gegabah bgt c gak d cerna dlu..nOh kn nyesel
    Trus bneran kn jieun anak SiChul..tp knpa d tarik lgsung luka gtu..ishh penasaran
    Gmn nsib ming tu..hiks jgn ampe d gugurin ama seungHyun
    Next chingu..jgn lama2 yo hehe

  13. vila13kyu says:

    Andweeeeeeeeee sungmin jangan di siksa lagi apalagi klo ada di tangan sunghyun hiks hiks kyu jangan peduliin mubilnya peduliin sungmin😥

  14. Haduh. kalo ming balik lagi ke seunghyun. bisa2 ming makin trauma. belum lagi nasib kittennya.

    aish kyu.. bisa ga marahnya nanti dulu.
    salah junsu juga.
    seunghyun juga.
    aduh campur aduk..

    ditunggu next ch ^^

  15. melaa says:

    huwaaa aku kasian ama siwon :,( heechul tempramen banget siii…-.-”
    ini lagi si kyu, hhh kasian mobilnya ilang sungminnya juga ilang… cepet update lahi ya chingu… penasaran nihh

  16. Sungmin beneran ikut Seunghyun?? Sungmin dibujuk pake apa? Ato dia dibawa secara paksa?
    Dia lagi hamil… *gaknyante
    Hwaaaa… ChoKyu~~
    chp depan ditunggu, keep writing~~

  17. evilpumpkin says:

    aigoooo…chullie ngmbil pksa jieun, gmna nsib jieun gmnapun buat jieun siwon adlah daddy trsayang’y n chullie bkan spa2 buat dia…

    aigooo…junsu tega amat sih pdahal dia tau pnderitaan minnie dlu ck pdahal dia seorang dokter..
    lgian kyu cpat amat marah sih jdi’y minnie hlang n kmungkinan bsar dbawa seunghyun kan…
    aq rasa kyu psti mnta tlng ayah’y deh buat nyari minnie

  18. abrakadabra says:

    yeay udh update!
    komen di ffn g masuk2,jdilah sy mluncur ksni.
    sekali lagi, sya pengen nabok si kyuhyun!!! #ditabokbalik
    kyuhyun mikirnya lelet bgt sumvah. sungmin udh kburu dibwa kabur seunghyun baru dia sadar.
    semoga sungmin ga diapa2in sma seunghyun #dzikiran
    tuh kan bener kl jieun anaknya heechul dan sekarang si jieun diambil emaknya. kira2 ntr gmn ya nasibnya siwon? apa bakalan ngebom rumahnya heechul? secara siwon kan the almighty choi😛
    ditunggu lanjutannya thor! fighting #ketjupbasah :*

  19. dhe joyers says:

    akhir nya heechull ketemu jieun juga , itu bnran anak kndung ny yaaa eonn ,, kyuhyun nya pabbo percaya aja ma omongn junsuu rada sakit ati juga sih heechuldi pnggil pelacur #jitak siwonn
    okk eonn di tunggu chap depan nyy.

  20. won2 says:

    aaaaaa,, tebeseh mengganggu, update sepet aja dong,, penasaran ni..

    ming diculik ya.. semoga kyu cepet nemuin nya, aaahh tapi chapter depan pasti banyak nyeritain heechul, jieun, and siwon dulu,, pengen segera ke kyuminnya

  21. mingmingming says:

    takut engga masuk komen di ffn
    jadi aku komen disini juga hehehe
    waduh heechul kalap nih
    kasian ji eun ditarik2 sampe memar
    emang sih heechul engga sadar apa yg udah dy perbuat tapi beneran deh kasian ji eun
    selama ini kan yg dy tau cuma punya daddy
    pasti dy shock kalo tiba2 ada yg ngaku jadi mommy nya
    tapi siwon jahat juga kenapa ji eun harus dijauhin sama heechul
    apalagi heechul udah engga bisa punya anak pasti kan berharap dy punya baby
    bapanya kyuhyun agak aneh
    ya
    dy bisa bicara terang2an gitu sama anaknya sendiri
    menunjukkan ketidak sukaannya sama ibunya kyuhyun
    pake bilang dy suka banget sama mutan yg bukan betina lagi
    gimana engga tambah ilfil tu kyuhyun
    kyuhyun lagi waduuuhhhh minnie diculik bisa gawat ini
    kenapa mikirnya engga daritadi
    kenapa engga nanya2 ke heechul gimana kalo seorang mutan itu hamil
    mana heechul lagi rempong sama urusan ji eun dy mau minta bantuan siapa coba
    huaaaa kasian minnie
    ceritanya makin seru nih
    konfliknya makin runyam
    engga sabar sama lanjutannya
    apdet kilat yaaaaaa
    semangat

  22. demi apa nangis bacaya😥
    junsu jahat banget
    Kyu emosian😥 gak mikir panjang😥 kasihan Sungmin😥
    Kyu dan appanya udah mulai ///\\\\ yayayayyayaya kak piqoh tega😥 kasian umin😥
    makasih kak udah diupdate

  23. wanda says:

    waduh gawat sungmin dibwa seunghyun,
    sungmin hlg kyuhyun akn merana, gundah gulana…..
    mga aja seunghyun gg apa2in sungmin ya????
    kasian tu sungmin……

  24. tetiniwa says:

    nah lu,,,sungmin ilang,,,di umpetin sama seunghyun jangan2…
    Itu parah banget,,mobilnya kyuhyun di buang,,gak tau apa itu beli mobil sampe nguras uang tabungannya,,,di kira beli mobil pake daun…=,=’
    Kyuhyun jahat ngomong gitu ke minnie,,nyesel kan skrng…hayooo tanggung jawab…

  25. Huaaa…ming bnrn d bawa seunghyun kahh..hikssss…smoga sungmin bs kaburrrr..dan ah kyu…amarah membuat mu tidak berpikir jernih…hiks..sungmin jd d bawa pergi kan…smoga chap dpn sungmin ga knp2 dan kyu tepat waktu menyelamatinya…
    Wah ketauan minho bohongin heechulll…ckckc…heechul sadis juga marah2 nya..dmi merebut jieun..wkwk..
    Ak coment dsini dlu yah..soalnya d ffn baru baca nya bbrp hari lagi..wkwk..

    Nice fiqooooo…semangatttt

  26. niefi3ani says:

    ah si cho mangka’y klo marah pake otak jgn pake nafsu?? #nahloh, smga ja umin g pa2, aish si dokter ababil, udh tw saudara’y psikopat masih ja dibantu ckckckck, ternyata jieun anak’y heechul ma siwon, ditunggu next chap’y chingu ^_^ semangaaaaat

  27. Beuh pingsannn!! Makin seru ajaaa Dx itu Min malah balik ke Seunghyun T.T cari Min Kyuuu! Bukan mobilmuuuu hadehh..

    Keren thor.. goodluck for next chap yoo!! ^^

  28. Bener jieun anak hee. Tapi minho bener juga, hee dapet kebebasan, siwon dapet jieun.
    Astaga! Kyu sialan! Junsu juga tega bantuin si psycho seunghyun. Kasian sungmin. Nyesel kau kyu!

  29. Aaa Sun tega sekali balikin Sungmin ke neraka, dalam keadaan hamil pula. Aish pasti chap dpn bakal jd chap paling ‘seram’. Kemarahan Heechul dan rewook krn Min hilang, Kyuhyun yg frustasi, Sungmin yg menderita d rmh iblis, Hangeng yg kerepotan, blm lg masalah Jieun. Wah wah wah, aku yakin chap dpn pasti penuh dgn teriakan dan tangisan.

  30. hanny sparkin says:

    tbseh oh tbseh ToT

    yaaaa itu sungmin di bawa seunghyun ya? huweeee ToT
    #pukpukKyuMin

    gak tega waktu siwon di pisahin sama princess kecilnya😥

    pokoknya chapter ini nyesek abis ToT

    update kilat qaqa ♥♥♥

  31. WeniGiggs says:

    heeeessshhh kyu!!!! sotoy sih. giliran ilang baru blingsatan. buru cari ampe ketemu. kasian kan kitten ama emaknya *jitak jitak kyu ampe puas*

  32. aku gemes bgt ama ini epep. ToT
    tapi keren, aigo…. ga sbr nunggu endingnya. ampe pegen masuk ke dalam cerita dan bebasin mig. o,o
    kalo ming blik lg ke seunghyun alamat buruk buat masa depan kyumin. u,u
    huhuhuhuhuhu……………….

  33. dea says:

    Sedih liat sungmin..udh.kyak.bola.aj dy.d.lempar k sna kmari…pngen.bgt khdupan Minnie brakhir aj dripda teus traniaya gne

  34. rheeming says:

    Aish kyu pabboya,,, ud tw min itu abis keguguran,, malah percaya sama junsu, pke maki2 min lagi. Aduh g tega ngebayangin nasib min sama seunghyun lagi.. Mudah2n minho bisa bantuin y,,
    Btw, aq boleh minta pw yg sichul side story g?

  35. Megu_chan says:

    huwaaa ming kembali ke sunghyun lagi ntar klu kitty diapa apain gmn >< kyu dirimu terlalu cepat ambil kesimpulan jd gini situasinya…benerkan jineun anak ichul

  36. vyan says:

    uh oh… siwon, heechul, n minho ktmu???
    gmn nih nasib minho di tangan siwon n heechul? jieun n heechul ahirnya ktmu, tp jd bgmn ini kelanjutannya??? so complicated..

    kyu babo.. ms umin ditinggalin sndri, gmn nasibnya c umin d tangan seunghyun..
    bisa2 ga balik lg umin n kitten.. TT~TT

  37. Omegawd, tebecenya itulho bikin greget :v

    Disini Kyuhyun lolanya kebangetan ya? Otaknya dibasuh pake air :v

    Err, agak ngga suka bagian Heechul rebutan sama Siwon :v

    Tapi aku suka Sungmin dibawa sama Seunghyun~~~ :v

    Okelah sekian.

  38. nissa says:

    Waaaah knpa siiih kyu tega bngettt ninggalin ming yg lgi hmilllll….sedihhhh dec…….ahirrrnya w bisa vca ff ni.ug crusd crown pke pw yaaaa

  39. uliPNP says:

    New reader here, apa gue telat komen tapi sepertinya begitu😀
    Gue baru nemuin cerita lo kemaren, hasil googling secara random dan gue sangat menikmati tulisan lo sampe gue nyempetin baca waktu kerja dan kuliah#curhat ye gue

    Gue udh baca dari first chapter sampe ke 21 tapi baru bisa komen maaf ya, next chap dan seterusnya gue bakal lebih giat komen ^^

    Update soon:-)

  40. shanty kyuminnie Arashi says:

    Itu knp endingnya bgtu ???
    Sebenarnya sungmin kemana ?
    Apa bener dia balik k seunghyun ?
    Memangnya anak kucing berapa bulan baru lahir ?
    Knp dokter junsu kya ketakutan sama seunghyun ?

    Knp kyu baru sadar ??
    Sekarang ming dh ga ad …
    Penasaran bgtttttt…

    Lanjuuuttt…..

  41. inhae says:

    o…alah k napa balik lg k seunghyun udah susah2 kabur matiin org byk…eeeee…balik lg…ni semua gegara si pelit Kyupil nih kasian ming jangan d siksa lg ya thor…please…!!!!

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s