Cursed Crown – Chapter 12

1271204-bigthumbnail

Ia bahkan tidak lagi berpikir tentang hubungan dua negara, tentang ayahnya, tentang ratu, tentang perang yang masih berkecamuk antara Hviturland dan Svarturland. Siwon tidak peduli jika tindakannya ini akan melecut perang lain dengan negara yang lebih kuat dari Svarturland. Yang ada di kepalanya kini hanya Sungmin. Ia akan mendapatkan Sungminnya kembali. Bagaimanapun caranya.

.

oOoOoOo

CURSED CROWN

Presented by: Miinalee & Dndthecat

oOoOoOo

.

Matahari hampir tenggelam saat sang raja melangkah menyusuri lorong kerajaan menuju bangunan kediaman pribadinya bersama sang permaisuri. Banyak hal mengenai negeri ini yang menjadi beban pikirannya, namun semua itu hanya saat matahari masih bersinar. Begitu malam datang, sang raja perlahan mengurangi pekerjaannya hingga bulan naik tinggi di langit gelap. Ia ingin melepaskan semua beban atas tahta dan negeri dari pikirannya dan ingin kembali kepada orang yang dicintainya hanya sebagai sosok lelaki biasa.

SREEKK

Pintu geser kamar utama itu dibukanya sedikit sebelum melangkah ke dalam perlahan. Dengan tubuh besarnya, suara langkah kakinya akan bergema jika ia tidak berhati-hati. Biasanya ia tidak mempermasalahkan hal itu, namun kali ini berbeda. Malam-malam biasa akan selalu ada suara lembut dan senyuman yang menyambut kedatangannya. Lalu ia pun akan ikut tersenyum melihat sosok itu, berbaring dipangkuannya sebentar, melepas semua rasa lelah dan cemasnya.

Hanya saja… ia sudah hampir tidak pernah melihat pemandangan yang menjadi penyejuk hatinya itu sejak dua tahun belakangan ini.

Raja melangkah ke sudut ruangan dimana tempat tidurnya berdiri kokoh dikelilingi tirai putih yang tersibak. Dan di sana, Leeteuk terbaring lemah di bawah selimut tebal. Tubuhnya kurus dan bibirnya kering. Rambutnya yang cokelat cerah itu tergerai panjang dan tampak sedikit kusam. Kulitnya tampak memucat karena lama tak terkena sinar matahari. Sepasang kantung matanya mulai menghitam, karena meskipun ia berbaring seharian, ia tidak akan bisa tidur dengan sepanjang waktu berjuang menahan rasa sakit yang sudah menggerogoti tubuhnya selama dua tahun terakhir.

Kangin tidak ingin menyebut ini sebagai suatu keberuntungan. Namun anehnya, rasa sakit yang diderita Leeteuk tidak sanggup dirasakan olehnya. Sekalipun mereka terikat sebagai mate. Yang sanggup dirasakan Raja itu dari hari kehari hanyalah aura kehidupan Leeteuk –yang semakin memudar, seakan bermaksud menghilang dengan perlahan-lahan tak berbekas dari dalam hatinya.

Kangin sudah mencoba membagi aura kehidupanya untuk Leeteuk. Persetan. Ia bahkan melakukannya hampir setiap malam. Namun semua itu sia-sia. Seakan ia telah membuang air ke dalam wadah yang retak. Tertampung untuk sesaat dan bocor jauh lebih cepat daripada aliran masuknya.

Kangin meremas rambutnya. Semua ini rasanya akan segera membuatnya gila. Tidak ada tabib Radourland yang bisa menyembuhkan permaisurinya.

Raja itu menghela napas berat, ia mengepalkan tangannya. Untuk sesaat, merasa begitu lemah. Tidak mampu melakukan apapun saat ketakutan itu semakin busuk menggerogoti hatinya.

Bayangan kematian sang permaisuri berkelebat seperti mimpi buruk, datang padanya setiap malam dan membayanginya kala siang hari. Kangin tidak sanggup membayangkannya, sekalipun bayangan itu mengejarnya begitu jelas baik di dalam atau di luar mimpi.

Ia tidak sanggup membayangkan seperti apa rasanya menyaksikan kematian permaisurinya. Leeteuk. Orang yang paling dicintainya di dunia ini.

Pemaisuri pertama yang dinikahinya memang juga pesakitan hingga akhirnya meninggal karena tak sanggup menahan penyakit yang semakin menggerogoti tubuhnya. Tapi semua ini berbeda. Kangin tidak mencintai wanita itu. Sekalipun wanita itu telah mengaruniai banyak anak untuknya. Ia menikahi Ryeowon dibawah kecaman ayahnya dan demi kepentingan politik kerajaan.

Sekalipun seluruh kerajaan dirundung duka oleh kematian ratu pertamanya, sekalipun Kyuhyun masih terus membencinya karena kematian wanita itu… Kangin tidak bisa berdusta. Ia tidak merasakan apa-apa. Mungkin inilah karma yang tengah datang kepadanya. Karena seluruh perlakuan buruknya pada Ryeowoon, kini takdir yang sama mengintai Leeteuk.

Jika ketakutan ini sampai menjadi kenyataan—

Kangin tidak sanggup—

“Permisi, Yang Mulia. Saya membawakan obat dan makan malam untuk Permaisuri.” Seseorang mengetuk pintu dengan suara pelan, mengetahui bahwa Kangin sudah kembali ke kamarnya.

“Masuklah.” Jawab Kangin tetap berdiri tanpa menoleh ke belakang.

Begitu wanita itu masuk membawa nampan, Kangin menghalanginya. “Biar aku yang berikan padanya. Kau boleh keluar.”

Wanita itu mengangguk ragu lalu menyerahkan nampan itu kepada sang raja dan bergegas keluar. Mata gelap Kangin melirik ke arah nampan itu. Hanya ada semangkuk bubur daging dan air minum, selebihnya adalah cawan-cawan yang berisi ramuan herbal dan obat-obatan yang berbau sangir. Kangin bisa menebak sepahit apa rasanya hanya dengan mencium baunya.

Dengan frustrasi, terbesit suatu pemikiran di dalam benaknya…

Mungkinkah… seseorang telah meracuni Leeteuk selama ini?

Mungkinkah ada orang yang tidak menyukai Leeteuk, atau menaruh dendam padanya, lalu berniat untuk membunuh matenya untuk membalasnya?

Kangin mendelik marah. Jika ia menemukan orang itu, ia tidak akan membunuhnya. Ia akan menyiksanya sedemikian rupa sampai orang itu sendiri yang memohon agar Kangin membunuhnya.

Ia meletakkan nampan itu di atas meja lalu mencoba satu persatu benda itu. Tidak mungkin ada racun yang akan luput dari lidahnya, siluman terkuat di Radourland. Namun nihil… Kangin sempat kecewa karena kecurigaannya tidak terbukti. Kini ia kembali ke titik awal. Nol. Tanpa ada tersangka atau tuduhan terhadap penyebab semua ini.

“Youngwoon-ah?”

Suara parau itu seakan memecut hati Kangin. Ia menoleh, melihat Leeteuk membuka mata dan menoleh ke arahnya. Dan malaikatnya itu tersenyum.

“Kau sudah pulang rupanya. Kenapa tidak membangunkanku?”

“Teukie.”

Kangin duduk di kursi kayu di samping Leeteuk dan membawa nampan tadi. Kangin menopang belakang bahu Leeteuk saat melihat Matenya mencoba untuk bangun dari pembaringan itu dengan susah payah, ia menumpuk beberapa bantal di belakang tubuh matenya sebagai sandaran.

Melihat Leeteuk duduk dengan posisi separuh berbaring membuat hatinya terasa nyeri. Leeteuk selalu menjadi sosok lincah dan ceria, dan kini— menyaksikan kondisi permaisuri yang terlalu menyedihkan ini…

Kangin merasa tersiksa di balik sikap diam dan senyum manisnya.

“Malam ini aku yang akan menemanimu makan.” Kangin tersenyum sembari memegangi mangkuk bubur Leeteuk.

“Kau sendiri bagaimana, Youngwoon-ah? Kau pasti belum makan kan?”

“Aku tidak lapar.”

“…aku juga tidak lapar.” Leeteuk langsung menjawab. “Kau harus makan.”

Kangin menaikkan sedikit nadanya karena Leeteuk mencoba membantahnya dan justru balik menyuruhnya untuk makan. “Kau yang harus makan agar cepat sembuh!”

Leeteuk bergeming kaget lalu menunduk sedih.

“…maafkan aku Youngwoon-ah. Aku… harusnya aku selalu ada untukmu, menemanimu makan, mendengarkan ceritamu dan membantumu melepas lelah… harusnya aku memenuhi tugasku sebagai matemu. Sebagai Ratu… Dan sekarang a-aku hanya menyusahkanm—” Kangin menghentikan ucapan istrinya dengan menyentuh bibir Leeteuk dengan jarinya.

Mata pria berambut cokelat itu berkaca-kaca, seolah ia akan menangis kapan saja.

Dua tahun yang berat ini. Tak lama setelah Sungmin datang ke Radourland, ia mulai kehilangan waktu bersama Leeteuk. Namun setahun terakhir ini adalah yang paling parah. Ia sama sekali tidak pernah makan bersama permaisurinya lagi, apalagi untuk berjalan-jalan bersama keluar dan bercinta… tidak. Tidak pernah lagi.

Tiga bulan terakhir ini ia terpaksa melepaskan hasratnya bersama penghibur kerajaan. Namun tak lebih… ia hanya menginginkan matenya. Ia bukan lagi Youngwoon yang hidup bebas, serampangan dan seenaknya seperti muda dulu, sebelum ia mengenal Leeteuk.

“Tidak apa-apa, Teukie. Kau akan sembuh.” Ujarnya lembut lalu mengusap rambut Leeteuk. Ia menarik kepala Leeteuk perlahan dan memeluknya di bahunya sambil membagi aura kehidupannya kepada sang mate. Selang beberapa menit, Kangin merasakan sesuatu membasahi bahunya.

Ia menarik tubuh lemah Leeteuk hati-hati, berniat menghapus air mata permaisurinya. Namun bukan airmata yang ditemukannya. Kangin mendelik kaget melihat darah mengucur dari lubang hidung Leeteuk. Kepala itu tergolek lemah dan matanya terpejam.

“PE-PENGAWAL! PENGAWAL! CEPAT PANGGILKAN TABIB!” jerit panik sang raja menggema di lorong bangunan itu.

Seisi bangunan kerajaan panik menghadapi situasi tersebut. Permaisuri yang sekarat, amukan dan kepanikan sang raja… meskipun mereka berhasil melalui malam itu dengan selamat, Kangin tak pernah bisa tidur pulas lagi. Perasaannya tak pernah bisa tenang tanpa dihantui perasaan bahwa Leeteuk akan mati kapan saja saat ia lengah.

Sehari setelah kejadian itu, Kangin mendapati Leeteuk bersandar di tempat tidurnya dan tersenyum manis seolah memang sedang menunggu ia datang. Hari itu dia terlihat lebih baik, rambutnya tersisir rapi, wajahnya tidak sepucat biasanya. Namun kata-kata yang ia dengar dari malaikatnya itu bukanlah apa yang ia harapkan.

Youngwoon-ah. Carilah penggantiku.”

Kangin mendelik syok. Alisnya bertaut tajam tak ingin menerima kenyataan. Kata-kata itu terdengar seperti pesan kematian dan bergema dalam benak sang raja.

Kangin semakin berada di ujung akalnya.


.

oOoOoOo

.


“Hyuuung~ Kau di sini rupanya!” Sungmin mengintip dari pintu kamar yang luas itu sebelum melompat masuk dengan gembira ke dalam kamarnya.

Kyuhyun baru saja selesai berganti pakaian istirahat dan tak menoleh sama sekali. Seusai makan malam bersama keluarga Sungmin, ia berniat mengajak Sungmin kembali ke kamar bersama-sama. Namun melihat mate kecilnya itu terlalu sibuk bercengkrama dan bercanda-gurau dengan hyung-hyungnya, Kyuhyun berubah pikiran. Ia kembali duluan sambil menahan perasaan kesal, bahkan tanpa pamit kepada siapapun. Pangeran mahkota itu sudah ‘gerah’, ia ingin segera pergi dari negeri es ini!

“Hyung kenapa meninggalkanku sih! Bilang dong kalau mau pergi!” Daripada menjawab rengekan Snowelf itu dan bertambah kesal, Kyuhyun mengubah topik pembicaraan mereka.

“Kau sudah puas kan? Besok kita pulang ya.”

“EEEH?! KAN KITA BARU DUA HARI DI SINIIII!” Pekikan protes Sungmin memekakkan telinga Pangeran Radourland itu.

“Buat apa lama-lama?” Kyuhyun membalikkan badan dan mengangkat selimut dari tempat tidur itu.

“Festivalnya saja belum mulai, hyung! Eh, hyung… hyung sudah mau tidur ya?” Tanyanya melihat gelagat pemuda yang lebih tinggi darinya itu.

Sungmin memanjat ke atas tempat tidur itu mendekati Kyuhyun yang hendak berbaring.

“Tidak. Aku mau pergi pesta, minum-minum, dan berdansa.” Jawab Kyuhyun ketus.

“IISSH, HYUNG! Kenapa dingin begitu sih?” Sungmin mengguncang selimut yang sedang dipakai Kyuhyun dengan kesal.

“Sudah tahu aku mau tidur, kenapa ditanya juga? Apa kurang jelas?” Kyuhyun menggerutu dan menutupi wajahnya dengan selimut itu. Ia ingin agar hari-hari di tempat ini segera berlalu.

Snowelf itu menggembungkan pipinya kesal dan masih menarik-narik selimut Kyuhyun. “Hyuung. Yah, hyuuungg!”

Kyuhyun tidak menggubrisnya.

Setelah hening sebentar, Sungmin memanjat selimut Kyuhyun lalu berbaring di atas badan hyungnya sembari memanggil dengan suara berbisik, “Hyung. Hyung. Hyung.”

Kyuhyun tak bergeming.

“Hyuuung… Ayo kita ituuu…” Bisiknya kepada Kyuhyun seperti bocah yang membujuk temannya untuk main sambil menarik selimut itu turun dari wajah Kyuhyun yang masih memejamkan mata.

Dan setelah hidup bersama Sungmin selama hampir dua tahun, Kyuhyun tahu betul apa yang dimaksud oleh matenya itu.

“Kyu-hyuuung… jangan pura-pura tiduur. Ayo kita ituuuu~” Snowelf berwajah lugu itu menusuk-nusuk wajah tampan itu dengan jari telunjuknya sampai si pemilik wajah membuka matanya.

“Haahh? Memangnya aku begitu dermawan sampai mau menuruti keinginanmu setelah melihat kelakuanmu sejak sampai di sini?! Jangan bercanda Min-ah.” Kyuhyun menyipitkan mata lalu berbalik memunggungi Sungmin, menutup sebagian tubuhnya dengan selimut tebal yang ada.

Sungmin ternganga. Kyuhyun memang sering menolak ajakannya dengan berbagai alasan, tapi tidak pernah sampai membuang muka seperti ini. “H-hyung! Memangnya aku salah apa?”

“Masih ditanya juga?!” Kyuhyun menggeram tidak percaya. Kadang kala kepolosan Sungmin memang membuatnya habis kesabaran. “Kalau kau begitu menginginkannya, lakukan saja sendiri! Aku tidak akan membantumu sampai kau benar-benar menyesal!” Selesai menyerukan semua itu, Kyuhyun membuang muka dan berbaring cuek.

Sungmin merengut dan menggembungkan pipinya. Menolak untuk menyerah, bocah berlibido tinggi itu merangkak mendekati Kyuhyun, menarik tubuh Kyuhyun yang berat untuk berbalik telentang lagi, membuang jauh-jauh selimutnya, dan membuka celana Kyuhyun dibalik pakaian tidurnya.

Kyuhyun tidak bergeming, namun napasnya tertahan sedikit saat Sungmin menyentuh juniornya yang ada dibalik celana dalam. Kyuhyun sudah bersiap menerima serangan jenis apapun dari Sungmin, tapi alih-alih ia malah mendengar rengekan.

Sungmin mendengus kecewa dan mendongak menatap Kyuhyun.

“Hyung! Kenapa ini tidak keras seperti biasa? Bagaimana aku bisa naik kalau lembek begini?”

“Entahlah. Mana kutahu.” Kyuhyun menjawab tidak peduli, masih memejamkan mata dengan pose bersiap untuk tidur.

Ia mencoba tidak peduli pada kegiatan apapun yang akan dilakukan Sungmin, tapi tiba-tiba mate mudanya itu menanggalkan seluruh pakaian tidurnya dengan paksa.

“Yah, mau apa kau?” Kyuhyun mendelik.

“Aku mau melakukan yang seperti yang hyung lakukan supaya aku mengeras!” Dengan tekad baja Sungmin mulai menciumi dada Kyuhyun, bocah itu menjilati daerah nipple matenya secara serampangan, menggerakkan kepalanya naik turun kanan dan kiri sekedar mengikuti instingnya.

Beberapa menit berlalu namun Kyuhyun tidak terangsang oleh pendekatannya yang asal-asalan itu.

Sungmin mengerang, nyaris putus asa. Otaknya berputar susah payah, berusaha mencari jawaban kenapa saat Kyuhyun yang melakukannya akan menghasilkan reaksi yang berbeda. Padahal Sungmin sudah tidak tahan lagi…

Sungmin melanjutkan kegiatan menjilatnya dengan bersemangat, namun lama-kelamaan rahangnya mulai lelah. Ia mengubah posisi duduknya yang kini beralih makin tinggi ke pinggang Kyuhyun. Sungmin bermaksud menggoda hyungnya, dengan menciumi daerah dada dan leher Kyuhyun seperti yang biasa Kyuhyun berikan padanya.

Sungmin mengikik senang saat matanya mulai menangkap semburat merah yang tertinggal di leher dan bahu Kyuhyun. Ia pasti sudah melakukannya seperti Kyuhyun-hyung! Hyungnya juga selalu meninggalkan tanda yang sama di tubuhnya!

Sembari melanjutkan aksinya, secara tidak sadar Sungmin menggesekkan bokongnya ke daerah yang cukup menonjol di antara dua kaki Kyuhyun. Bermaksud mencari sedikit kepuasan tanpa tahu perbuatannya itu akan memberikan respon tertinggi yang ditunggu-tunggunya sejak tadi. Sungmin berjengit kaget begitu benda di bawah tubuhnya menegang dan tidak bisa lagi di abaikan.

“Hyunga… kau sudah sedikit mengeras. Hehehee…” Sungmin terkekeh nakal. Kyuhyun hanya mendengus malu dan memalingkan wajahnya.

Sungmin memajukan bibirnya, berpikir keras. Hingga ia mendapatkan ide untuk merangsang hyungnya lebih jauh lagi. Sungmin membuka celana dan bajunya sendiri selagi Kyuhyun menutup mata. Ia menurunkan celana dalam Kyuhyun hingga kejantanan hyungnya terbebas. Lalu dengan cepat Sungmin mendudukin benda itu, tanpa mengenakan sehelai kainpun di atas tubuhnya sendiri.

Kyuhyun tersentak. Sesuatu yang basah menempel di ujung organ sensitifnya. Pangeran itu mendelikkan matanya kaget, lebih shock lagi saat dilihatnya setan kecil itu tengah menggesekkan kejantanan Kyuhyun di depan liangnya yang tersembunyi di balik testis. Daerah itu sudah basah oleh cairannya. Aroma Sungmin menusuk tajam ke hidung Kyuhyun. Snowelf kecil itu tersenyum nakal ke arahnya.

“Akhirnya kau membuka mata juga, hyung tehehehe~”

Kyuhyun mendelik dan mengerang. ‘Bo-bocah iniiiii….!’

Gesekkan yang dilakukan Sungmin dengan penuh napsu bekerja jauh lebih cepat daripada foreplay payah yang dilakukannya tadi. Ujung junior Kyuhyun menyentuh-nyentuh pangkal liang kecil itu. Apalagi dengan pemandangan yang sekarang terlihat oleh Kyuhyun…

Tidak heran jika niat merajuknya sudah kalah lebih dulu oleh reaksi tubuhnya sendiri. Kyuhyun menegang, dan Sungmin dengan senang memegang dan memposisikan milik Kyuhyun sebelum ia mendudukinya perlahan.

Ah! Aaahhh~ Hyung, hyung masuk…” Desahnya saat akhirnya ia berhasil mendapatkan hal yang diinginkannya sejak tadi. Junior Kyuhyun perlahan masuk ke liangnya yang sempit dan panas itu.

“Kau tidak perlu melapor padaku.” Omel Kyuhyun malu, namun tetap menatap jeli ke bawah.

Sungmin mengerang dan terduduk gemetar di atas pinggang Kyuhyun. Ia berpegang pada Kyuhyun sembari menahan bobot tubuhnya sendiri, mencoba membiasakan dirinya sebentar dengan milik Kyuhyun yang sudah berada di dalam tubuhnya sepenuhnya.

Napas Kyuhyun sedikit tertahan.

“Kau benar-benar mesum, Min-ah.”

“Hyung juga!” Jawabnya langsung dengan sedikit malu karena dikatai begitu.

“Awas kalau kau berani melakukan hal ini dengan orang lain.” Ancam Kyuhyun sembari membalikkan posisi mereka. Kyuhyun mendorong Sungmin ke belakang, berbaring di bawahnya tanpa melepaskan kaitan tubuh mereka.

“Hyung, cium aku.” Pinta Sungmin begitu Kyuhyun mengambil alih. Pemuda itu mendelik ke arah Sungmin lalu menangkap kedua sisi pipi mungil snowelf itu dengan sebelah tangan, membuat bibir matenya terlihat seperti bibir ikan.

“H-hyung?” Sungmin mendelik kaget.

“Kalau kau masih ingin kucium, kau tidak boleh mencium orang lain lagi.”

Mata snowelf itu melebar. Kaget bercampur heran.

“Hi-Hihak holeh?” Ia kesulitan berbicara dengan jelas karena pipinya masih ditahan.

“TIDAK boleh. Eomma, appa, hyung, temanmu, atau siapapun, Min-ah. Kau TIDAK BOLEH mencium dan melakukan hal ini dengan orang selain aku.”

Sungmin mengerjap. Matanya nyaris berkaca-kaca. Hatinya terasa nyeri mendengar larangan itu. Mencium dan memeluk sudah menjadi kebiasaan rutin baginya. Dan mendapatkan kebiasaan baru yang mengasikkan seperti sekarang ini tak ayal membuatnya berpikir untuk berbagi dengan orang lain. Terutama Siwon-hyung. Tapi kemudian bocah itu sampai pada kesimpulan yang begitu tiba-tiba—

Sungmin baru tersadar kalau—

Hyung marah?

Apa karena kejadian tadi siang dengan Siwon-hyung? Saat mereka sampai kemari dan ia mencium hyung tertuanya itu? Apa Kyuhyun-hyung marah karena itu?

Jadi hyung cemburu padanya?

Sungmin tertawa saat merasa dirinya mengerti alasan dibalik amarah Kyuhyun. Akhirnya bocah itu hanya mengangguk dan memasang mata yang tersenyum.

“He-eh. Mhinnie hanhi, hyung!”

Kyuhyun mendengus, melepaskan wajah Sungmin dengan perasaan luluh. Sial. Andai saja bocah ini memilih untuk menentangnya, Kyuhyun akan senang untuk membully-nya lebih lama.

Kali ini, Kyuhyun memutuskan untuk memaafkan matenya. Tapi ia tidak akan melupakan kejadian siang tadi begitu saja. Ya, ini mungkin adalah kesempatan yang tepat baginya untuk menekankan kembali bahwa Sungmin adalah miliknya. SUNGMIN-NYA.

Tanpa mengingat bahwa yang akan ia temui besok bukan hanya Siwon sang putra mahkota, namun seluruh keluarga Snowelf itu, malam itu Kyuhyun tidak menahan diri seperti biasanya.

Liang Sungmin yang dibasahi oleh cairannya saja tidak cukup. Ia masih melakukannya lagi sampai hampir sekujur tubuh Snowelf matenya itu terkena cairan putih itu; perut, dada, kaki… hingga nyaris tidak mungkin untuk benar-benar menutupi aromanya yang menguar dari tubuh Sungmin esok hari.

“Kau milikku, Sungmin-ah.”


.

oOoOoOo

.


Hviturland tidak pernah mendapatkan terik matahari. Tapi sekedar cahaya di siang hari, negri ini tidak pernah kurang dari terang yang terpantul di seluruh permukaan es. Dua tahun, negri itu kembali pada kedigjayaannya yang semula. Kembali pada kedewasaannya saat Pangeran termuda, keturunan snowelf termuda negri ini keluar dari Hviturland. Dan hari ini… pertama kalinya setelah dua tahun yang hilang, suara memekik itu kembali membahana. Menyeruak dari ujung koridor utama kerajaan menuju gerbang istana.

“YAAAAAH! JANGAN PEGANG AKU, CHANGMIN-HYUNG!”

Siwon harus berpaling dari Sleipnir saat ia mendengar suara pekikan itu. Rasanya seperti berabad-abad. Ia merindukan teriakan itu. Siwon bahkan berpikir untuk merelakan adiknya diburu oleh Changmin setiap hari setiap minggu selama bertahun-tahun—

Selama ia bisa mendengar teriakan memekakkan telinga itu, Siwon merasa sanggup merelakannya.

Andai saja semua pelik bisa berubah sesederhana itu.

“Minnie!”

Changmin muncul dari balik gerbang tinggi, menyusul langkah adiknya yang tergopoh-gopoh sembari mengangkat jubah tebal.

“Noooo! Wonnie-hyung!” Sungmin memekik panik saat Changmin tampak semakin dekat. Ia berlari-lari bermaksud mencapai hyung tertuanya sebelum Changmin sempat menangkapnya. Tapi jarak yang memisahkan mereka cukup jauh.

Siwon menggeleng. Yakin sekali Sungmin tidak akan sampai ke tempatnya lebih dulu dari Changmin. Kalau pemandangan ini dilihatnya jauh sebelum Sungmin dikirim ke Radourland, Siwon pasti sudah berlari sekencang mungkin untuk menyelamatkan adiknya. Tapi kini, Putra Mahkota itu hanya berdiri di tempatnya. Menyaksikan dengan senang saat Changmin menangkap tubuh ramping Sungmin dari belakang. Saat itu barulah Siwon tersadar, Sungmin kecilnya sudah bertambah sedikit lebih tinggi. Kini adiknya itu sudah setinggi dada Changmin si Jangkung kerajaan ini. Padahal dulu… Sungmin tidak lebih tinggi dari perut Pangeran Kelima. Baguslah. Kerajaan merah memberi makanan bergizi untuk adiknya, Siwon sudah bersumpah untuk meratakan negara itu kalau saja Sungmin pulang dengan luka lecet di tubuhnya.

“H-huwaaaa! Hyuuuung!”

Siwon justru tertawa mendengar teriakan Sungmin yang mengiba. Untuk pertama kalinya ia mengizinkan Sungmin dipeluk sedemikian rupa oleh Changmin. Beberapa detik lagi, bocah itu pasti akan menangis. Apalagi Siwon menunjukkan dengan jelas tanda-tanda tidak berniat untuk menolong adik bungsu mereka.

Changmin mengerang garang sembari menggesekkan dagunya ke wajah Sungmin. Siwon tertawa melihat keduanya, lalu perlahan-lahan mulai merasa iba hingga ia bermaksud turun tangan untuk memisahkan mereka. Tapi tanpa diduga Changmin membebaskan adik mereka setelah dua puluh detik berselang. Padahal Siwon memperkirakan setidaknya Pangeran Kelima itu akan memeluk adik mereka tiga puluh menit tanpa henti.

“Ufh! Kau bau sekali, sih!” Changmin mengusap hidungnya dan mendorong-dorong Sungmin ke arah Siwon. Pangeran bungsu itu memekik tidak terima, ia mendelik dan berkacak pinggang.

“Yah! Aku wangi! Aku sudah mandi pagi-pagi sekali! Hyung tidak percaya? Sini aku cium!”

Siwon mendelik mendengarnya. Ini pertama kalinya setelah lima belas tahun berselang, pertama kalinya Sungmin menawarkan diri untuk dicium oleh Changmin. Siwon sudah menduga Changmin akan memekik girang dan menyambar adik mereka, tapi dugaannya meleset.

Changmin malah menjulurkan lidahnya, lalu mengejek dengan menyerukan, “Tidak mau dicium Minnie bau! Minnie bauu! Minnie bauuu!”

“YAAAAH! WON-HYUUUNG!” Sungmin memekik dengan mata berkaca-kaca. Siwon hanya menggeleng-geleng menerima adiknya yang melangkah sedih dan menghambur memeluknya. Begitu Sungmin berada sedekat itu darinya, Siwon langsung mengerti arti ejekan Changmin.

Aroma werewolf itu menguar pekat, berasal dari tubuh adiknya sendiri. Dan bau ini mengingatkannya pada Kyuhyun.

Siwon mendongak menatap adik kelimanya dan melihat kilat tak senang di mata itu. Changmin menutupinya, tapi wajah pemuda itu berubah datar saat Sungmin memunggunginya. Changmin mengangguk misterius saat ia bertukar pandang dengan kakaknya.

“Hyung, tolong mandikan Sungmin di danau es. Sekujur tubuhnya bau ikan! Bisa-bisanya pangeran berbau ikan! Iyuh.”

“YAH!” Sungmin mengangkat tangannya marah, bermaksud memukul kakaknya. Tapi Changmin buru-buru menjauh dari mereka masih dengan menjulurkan lidahnya.

“Minnie bau!”

“HUEEEE! HYUNGGG!”

“Sssh! Minnie kalau appa sampai mendengarmu menangis—” Siwon belum sempat menyelesaikan ancamannya saat suara tangis Sungmin sontak senyap. Bocah itu menggigit bibirnya dan berusaha mati-matian menahan seluruh suara isakan yang tersisa.

“Bagus.” Siwon menggeleng tidak percaya. Ia menggiring Sungmin duduk tak jauh darinya. “Minnie duduk disini, hyung harus membersihkan sayap Sleipnir.”

“K-kenapa tidak menyuruh pelayan?” Sungmin menyahut dengan terisak-isak. Menghapus airmata kekesalannya dengan lengan pakaiannya. Sungmin duduk tak jauh dari Siwon, meski Pangeran Makhota itu tetap menyuruhnya untuk menjaga jarak. Tapi Sungmin diam-diam menambah satu dua jengkal mendekati kuda kesayangan kakaknya itu. Yang ia rindukan di tempat ini bukan hanya saudara-saudaranya, Sleipnir juga!

“Pelayan? Mereka bisa cidera kalau berdiri dekat-dekat dari Sleipnir.”

Sungmin membulatkan matanya. “Cidera? Tapi aku tidak?”

Siwon hanya tertawa, tanpa menjawab adiknya. Tentu saja Sungmin tidak akan cidera. Kuda besar ini mampu membaca gelagat dan keinginan majikannya, dan Siwon pasti akan memotong lehernya jika ia berani melukai pangeran kecil itu sedikit saja.

“Hyung, ayo main ke danau!”

“Tidak bisa, Minnie. Hyung banyak pekerjaan.”

“Tapi aku hanya sebentar disini. Ayo main hyuuung! Sebelum aku pulang.” Sungmin mulai merengek, dan Siwon nyaris tersenyum mendengarnya. Merasa aneh sendiri saat biasanya ia selalu kelabakan meladeni rengekan adiknya. Kali ini ia malah ingin mendengar Sungmin merajuk lebih lama.

“Bagaimana kalau besok? Jangan pulang cepat-cepat, apa kau tidak sayang pada hyung?” Siwon duduk berlutut di hadapan adiknya, ditatapnya sendu wajah polos Sungmin yang terus mengerjap bingung. Ekspresi itu malah menambah luka hatinya. Siwon mengusap pipi Sungmin dengan ujung jarinya, merasakan dingin kulit Sungmin yang justru meniupkan hawa hangat di hatinya.

“Aku sayang pada hyung tapi sekarang aku sudah jadi hak milik Radourland.”

Siwon mendelik mendengarnya, nyaris tidak mampu menjawab. Sungmin mengendikkan bahunya dan memasang ekspresi malas, seakan-akan kalimat yang baru saja diucapkannya bukan suatu perkara.

“Kau bicara apa, Sungmin-ah?” raut Siwon berubah masam. Lebih-lebih saat mendengar balasan adiknya.

“Kata Kyuhyun-hyung begitu.”

“Kau lahir disini, kau milik Hviturland, Minnie! Jangan dengarkan ucapan Kyuhyun-Kyuhyun itu.”

Sungmin terkikik mendengar suara Siwon yang nyaris seperti meledak-ledak. Dengan tenang ia mengatup wajah kakaknya, lalu memotong jarak di antara mereka sembari mengeja dengan manis.

“A. Ku. Mate. Nya.” Ucapnya nyaris dengan senyum dewasa.

Siwon mendengus, meremas tangan Sungmin yang bertengger di pipinya dengan lembut sementara hatinya berkedut-kedut menyakitkan. Semua orang selalu mengingatkan tentang hal ini. Adiknya sudah menjadi mate orang lain. Tapi mendengar hal ini meluncur dari bibir Sungmin, mendengar Sungmin mengatakannya langsung tepat di depan wajahnya— Siwon seakan dipaksa berdiri di ujung jurang. Suaranya berubah pelan.

“Kau tahu apa artinya mate?”

“Tahu!” Sungmin mengangkat tangannya bersemangat, duduknya sudah kembali sempurna dan jarak diantara dirinya dengan kakaknya sudah jauh lebih aman. “Mate itu selalu menemani satu sama lain, tidak boleh pergi jauh-jauh dan bisa berbuat itu!” Sungmin terkikik dan menutup mulutnya saat mengucapkan kata terakhirnya. Tidak peduli sang kakak memandangnya dengan ekspresi yang makin kaku, Sungmin sibuk tersenyum-senyum membayangkan aktifitas rutinnya bersama Kyuhyun-hyung.

“Itu?”

“Ituuuuu! Aku, Kyuhyun-hyung, dan itu!”

“Itu apa, Minnie?” Siwon mulai mengkhawatirkan arah pembicaraan ini. Tapi ia tidak bisa tiba-tiba menghentikannya. “Itu apa?”

“Ah, hyung. Jangan paksa aku mengatakannya, kata Kyuhyun-hyung hal seperti itu tidak boleh dipamerkan! Katanya itu me-ma-lu-kan!” Sungmin mulai berbisik-bisik. “Cukup Kyuhyun-hyung dan aku saja yang tahu tapi aku juga ingin Siwon-hyung tahu!”

Siwon menelan ludahnya. Duhai Dewa, kalau saja seorang Putra Mahkota seperti dirinya dilahirkan dalam norma manusia, Siwon sudah akan berguling dan meraung memaki semua berhala. Tapi Siwon malah tertawa, setengah sakit hati. Mengerti sepenuhnya kemana arah pembicaraan adiknya.

Hyungie, dengar ya… Hyung cepatlah cari mate,” Sungmin menyeringai selebar-lebarnya. Tiba-tiba teringat pada ucapan ibunya yang pernah mengatakan akan mencari mate bagi kakak-kakaknya. Dan terbesit bayangan putri atau pangeran cantik mendampingi kakaknya, melakukan hal yang sama seperti yang sering dilakukannya dengan Kyuhyun.

“Pokoknya harus mate yang cantik! Karena saat melakukan itu— itu itu—” Sungmin lalu tersipu-sipu. Ia menggigit bibirnya tapi menolak melepas pandangannya dari Siwon. Seakan ingin menanamkan informasi ini dalam-dalam ke benak kakaknya. “Rasanya enak. Hehe.”

Siwon nyaris tersedak ludahnya sendiri.

“Minnie, hari mulai gelap. Cepatlah masuk nanti eomma mencarimu. Hyung harus mengerjakan hal lain.” Siwon langsung bangkit tanpa memandang balik adiknya, padahal Sungmin tengah bersemangat untuk bercerita.

“Yah… aku kan mau main dengan Sleipnir!”

“Besok saja, ne?” Siwon memalingkan wajahnya sedikit, sesaat tidak mampu memilah ekspresi normal untuk ditunjukkan pada Sungmin. “Ini urusan penting, Appa bisa marah.”

“A-ah.” Sungmin merengut kecewa, tapi tidak bisa merengek lagi jika ayahnya mulai dibawa-bawa. “Baiklah. Bai-bai, hyung! Jangan pulang malam-malam ya! Aku mencintaimu!”

Siwon mendengus miris, ia tidak berbalik bahkan setelah Sungmin pergi dari sana. Nada riang Sungmin masing menggema dalam benaknya, dan itu justru membuatnya ingin cepat-cepat pergi dari sana. Bagaimana bisa Sungmin menceritakan semua itu dengan ringannya? Siwon mengeram emosi memikirkan cara-cara yang dilakukan Pangeran Merah untuk merenggut kepolosan adiknya.

Siwon menghentak naik ke atas punggung Sleipnir. Ia merunduk ke depan, mengusap tengkuk kuda bersayap dan berkaki delapan itu sembari berbisik, “Bawa aku ke Blarland.”


.

oOoOoOo

.


Siwon menggeser posisi kakinya sedikit ke belakang. Ia menunduk, melirik dari kanan tengkuk Sleipnir. Sejak sepuluh menit yang lalu ia membawa kudanya terbang dengan kecepatan rendah, dataran dengan corak hijau dan biru yang membaur mulai memenuhi pandangan. Siwon tidak yakin harus menyebut tempat ini sebagai dataran. Sebagian besar tempat yang bisa digunakannya untuk berpijak tidak lebih dari pulau-pulau kecil, pesisir pantai, dan tanaman merambat yang mengapung di atas laut dan membentuk pulau-pulau buatan. Selain daratan-daratan kecil itu hal yang bisa dilihatnya hanyalah air. Danau, rawa, sungai di sepanjang pantai yang menganak langsung ke laut, dan samudera.

Siwon membawa Sleipnir turun di satu pulau yang cukup familiar baginya. Tiga puluh meter di belakangnya tumbuh hutan-hutan bakau. Dan di bawah kakinya, pasir putih yang bersih menghampar. Siwon menyempar bulir-bulir lembut itu, membuat kepiting-kepiting kecil menghambur keluar dari dalamnya. Menghela napas berat, Siwon menatap jauh ke samudera biru di hadapannya. Tempat ini nyaris tampak tidak berpenghuni, orang yang belum pernah berkunjung kemari pasti akan berpikir seperti itu. Tapi Siwon sudah datang kemari setidaknya puluhan kali. Membuat pertemuan rahasia dengan beberapa pembesar Blarland dan akhir-akhir ini— Siwon datang untuk menemui Ratu negri ini.

Makhluk-makhluk ini bahkan memiliki tempat persembunyian yang luar biasa sempurna. Jauh lebih sempurna daripada orcs an troll yang lahir dan tumbuh di perut bumi. Tidak heran Blarland nyaris tidak memiliki sekutu untuk memperkuat posisinya sendiri. Mereka bahkan sudah cukup kuat seperti ini.

Siapa yang bisa melawan dalamnya samudera? Seluruh negara di dunia ini berbatasan langsung dengan perairan yang menjadi daerah kekuasaan Blarland. Meski tidak semua samudera menjadi hak milik Negri Biru, setidaknya mereka memiliki kemampuan untuk menyelinap diam-diam.

Sebelum negara lain mencuri kesempatan untuk menggandeng Blarland sebagai sekutu, Siwon memilih untuk maju dan mengisi ruang itu lebih dulu. Meski negara ini belum sepenuhnya mempercayainya, setidaknya Siwon satu tangga lebih tinggi dari Svartur, Graent, terlebih Radourland.

Setiap kedatangannya, Siwon hanya perlu berdiri di sini. Di tepi pantai sembari berkacak pinggang dan menatap jauh ke samudra. Seakan menunggu sebuah pulau muncul di tengah sana. Tapi tentu saja, hal itu tidak akan terjadi. Kerajaan Blarland berada jauh di dasar perairan terdalam.

Siwon berdiri disini untuk menunggu penjemputnya. Seperti biasa, beberapa ekor Nymph rawa dan seekor Hiu putih. Peri-peri rawa itu berterbangan mengelilingi kepalanya. Dua diantaranya kesulitan membawa rumput laut hijau yang masih basah dan berukuran dua kali dari tubuh mereka. Makhluk-makhluk kecil seukuran dua jari itu memiliki separuh tubuh manusia, dengan kulit mengilap bersisik dan insang besar di kanan dan kiri tengkuk mereka. Empat sayap bening mengepak rapuh di balik punggung, terkadang kepaknya berubah lamban karena beban berat dari rumput basah yang mereka bawa bersama-sama. Sesekali ekor ikan yang tumbuh dari pinggang hingga sirip bawah makhluk itu menyapu rumput laut yang mereka bawa, membuat Siwon bergidik jijik mengingat benda itu akan dikonsumsi olehnya. Seharusnya.

Makhluk-makhluk itu berdengung di depan wajahnya, Siwon mengerutkan keningnya. Tidak mengetahui bahasa nymph rawa tapi ia mengerti apa yang disampaikan makhluk-makhluk kecil ini. Kelimanya bergantian mendorong-dorong rumput yang mereka bawa ke depan wajah Siwon, tapi Siwon membuang wajah dan melempar senyum canggung.

Kau pikir aku mau memakan tanaman menjijikan itu?’ Siwon menggerutu dalam hati. Tapi keluhannya keluar sebagai penolakan bernada manis. “Tidak terima kasih, aku bisa melakukannya sendiri.”

Kelima nymph itu saling bertatapan lalu balik menatapnya dan mengeluarkan suara dengung memekakkan telinga. Ekspresi ragu tampak jelas di wajah-wajah mungil mereka.

“Aku tidak memerlukan benda itu. Lihat?” Siwon mengusap kedua tengkuknya sembari memejamkan mata. Begitu ia membuka mata dan menarik turun tangannya, pupil matanya berubah pipih dan insang besar muncul di balik telinganya. Hal itu yang pada akhirnya berhasil mengusir peri-peri ngotot itu dari depan wajahnya.

“Tolong jaga kuda dan jubahku. Dan jangan nakal. Kalau kalian berani mengerjai kudaku—” Siwon menyeringai, ekspresinya itu jelas menakuti nymph-nymph kecil yang malang. Ia menghempaskan tangannya sebelum mereka sempat kabur, dan berhasil menangkap satu menggunakan tangan kanannya. Siwon memandang makhluk yang memekik ketakutan itu. Suara penuh terror mereka bahkan terdengar lucu ditelinganya. Leher dan kepala makhluk itu terjulur di antara jempol dan telunjuknya, sedang bagian bawah ekornya menggeliat di bawah kelingkingnya. Dari jarak sedekat ini Siwon baru menyadari sepasang telapak kaki terpendam di antara sirip bawah makhluk itu, membuatnya berpikir jika makhluk ini benar-benar mempunyai kaki sempurna.

“Ingat kalau kau berani mengerjai kudaku—” Siwon menatap makhluk di tangannya dan melirik empat lainnya yang berterbangan menjaga jarak darinya. “Aku akan mengawetkanmu di dalam pigura es.” Siwon meniup kepala makhluk itu sebelum membebaskannya, membuat rambut panjang makhluk itu dipenuhi bulir es. Nymph-nymph itu kontan terbang berhamburan. Dan Siwon tertawa senang melihat mereka. Kalau saja ia bisa membawa satu untuk oleh-oleh Sungmin, adiknya pasti akan menyukainya. Tapi mana mungkin, nymph rawa tidak akan bertahan di tengah es.

“Aku titip kudaku, oke!” Siwon sudah melepas jubahnya. Kini pangeran itu hanya mengenakan kaus berlengan panjang yang dimasukkan rapi ke dalam celananya. Ia melangkah pelan-pelan memasuki perairan. Asin air laut membenamkan seluruh tubuhnya, dan saat ia benar-benar berada di kedalaman dua meter, barulah Siwon melihat pengantar utamanya. Seekor Hiu putih yang menunggu diam di sisi karang.

Siwon mendorong tubuhnya, ia berenang lambat dan menangkap sirip belakang ikan besar itu. Insang di belakang tengkuknya mengatup dan terbuka, membantunya bernapas di dalam air sedang mata barunya menolongnya memandang lebih jelas saat Hiu itu membawanya masuk semakin dalam ke samudera.

Saat pertama kali melakukan perjalanan di dalam air ini, Siwon menghabiskan dua puluh menitnya untuk mengangumi keindahan bawah laut yang semakin dalam tampak semakin mengerikan. Tapi setelah puluhan kali melalui rute yang sama, Siwon mulai terbiasa meski ia tidak benar-benar bisa mengingat jalur ini untuk dilaluinya sendiri tanpa seekor guide.

Kerajaan utama Blarland terletak di palung terdalam Laut Atlanta. Kerajaan yang tersulit untuk dicapai mengingat letaknya yang terlindung di bawah air dan dikelilingi monster-monster besar bawah laut. Siwon berani mengatakan kalau kerajaan Blarland-lah yang memiliki benteng terbaik di seluruh semesta. Tanpa seizin samudera, tidak ada serangan yang mampu mengguncang kerajaan ini.

Siwon diantar tepat hingga pintu utama Kerajaan. Karang-karang yang membentuk seperti taman dan gerbang setengah lingkaran menyambutnya. Di dalam sini, tidak ada penjaga-penjaga yang bersiaga.

Tempat ini terlalu aman untuk diawasi setiap waktu.

Siwon merasa begitu tertarik dengan keangkuhan kalimat yang didengarnya langsung dari Ratu Negri Biru. Pangeran itu mengayunkan dua kakinya dan berenang lebih cepat untuk mencapai pintu utama kerajaan. Setelah berada tepat di hadapan bangunan ini, Siwon menyadari ia telah membuang-buang banyak waktu. Pangeran itu menatap lurus ke pintu yang menghubungkan langsung ke balairung utama kerajaan. Dan saat itulah Siwon menyadari satu keganjilan—

“Ah!” Siwon tersentak kaget pada perubahan atmosfir yang begitu tiba-tiba, pangeran itu terhuyung ke depan karena tidak memperkirakan perbedaan situasi di dalam balairung ini. Siwon mengatup satu insangnya dengan sebelah tangan, ia bernapas sedikit terengah-engah. Sedikit kaget menerima udara saat sejak tadi ia menggunakan insangnya untuk bernapas.

“Hyung?” Siwon melangkah, mengusap dua tengkuknya dan seketika itu insangnya menghilang. Pangeran itu berjalan lebih tegap saat ia mendekati singgasana raja, seseorang yang duduk di atasnya membuat Siwon terkekeh dan menggeleng tidak percaya.

“Yo, Siwon-ah!” Sosok itu tersenyum ramah. Rambutnya yang hitam panjang dan dicapit kebelakang menunjukkan jelas tengkuk jenjangnya yang putih mulus. Ratu itu mengenakan jubah emas berkilau hari ini, mahkota mutiara menghiasi rambutnya yang tampak lembut. Ia memang selalu tampak cantik, seperti biasa. Tapi bukan kecantikannya yang membuat mata Siwon membulat saat ini. Sepasang kaki yang terlipat anggun di bawah pakaian sang Ratu membuat Siwon menaikkan alisnya ingin tahu.

“Ada apa ini? Suasana baru, eh?”

“Aku tiba-tiba ingin mencoba saranmu waktu itu. Dan ternyata, aku tetap cantik sekalipun tanpa air!” Ratu itu tertawa keras. Ia berdiri ke sisi kanan, menghadap cermin besar yang diletakkan dekat di singgasananya lalu mulai mengagumi dirinya sendiri. “Dan aku juga mulai menyukai dua kaki ini— meskipun awalnya terasa aneh, bisa-bisanya kalian menggunakan dua ekor yang terpisah seperti ini.”

Siwon menggeleng mendengarnya. “Kaki berbeda dari ekor, hyung.”

“Tentu saja berbeda! Ekorku lebih indah daripada kaki kalian itu. Dan omong-omong, ada gerangan apa Pangeran Putih datang kemari di siang bolong?”

“Ini sudah sore hyung.” Siwon tersenyum.

“Matahari belum terbenam, kau tidak takut ayahmu yang hebat itu tahu kau datang kemari?”

Siwon masih tersenyum, meski canggung. Tapi ia memilih untuk tidak membalas pertanyaan bernada mengejek itu. “Kau pernah bilang bisa membantuku. Soal adikku, ingat? Yang dijodohkan dengan Putra Mahkota Merah.”

“Ah! Ah!” Heechul mengangguk-angguk. “Aku ingat. Yang kau bilang cantiknya hampir sama denganku? Tapi tidak mungkin. Aku tidak percaya ada seseorang yang bisa menyaingi kecantikanku.”

Siwon menunduk dan tertawa. Kalau ini saat pertamanya mengobrol dengan Ratu Biru, ia pasti sudah mengamuk karena tersinggung. Tapi Siwon sudah paham betul seperti apa karakter ratu ini.

“Omong-omong dimana Hangeng-hyung?”

“Dia sedang pergi memeriksa samudera antah berantah. Sudahlah, toh urusanmu selalu denganku. Ayo kemari, duduk lebih dekat.”

Siwon mengangguk dan duduk di kursi kecil yang diletakkan dekat dari singgasana. Kursi itu mirip seperti kursi yang diperuntukkan bagi para mentri.

Heechul kembali duduk di singgasana suaminya, ia melipat kakinya lagi karena ia mulai menyukai gaya itu. “Jadi… kau masih ingin memisahkan mereka?”

Siwon mengangguk antusias.

“Kau harus menguji seberapa besar kekuatan ikatan mereka.”

Kening Siwon bertaut. Mengujinya? Bagaimana?

“Aku sudah melihat sekuat apa ikatan mereka. Sungmin pernah kehilangan bayinya dan Pangeran itu berada di seberang negri tapi ia juga merasakan imbasnya.”

“Saat itu adikmu yang memulai rasa sakitnya. Bagaimana kalau saat ini kita coba sebaliknya?” Heechul memutar matanya, merasa bersemangat sendiri membayangkan hal-hal kejam itu dalam benaknya.

“A-apa maksudmu?” Siwon bergerak gusar, ia mengubah posisi duduknya dan merasa tidak nyaman dengan obrolan ini. Tapi Siwon menahannya, mengingat-ingat kembali hasratnya untuk memisahkan Kyuhyun dari Sungmin-nya.

“Coba sakiti pangeran itu, dan lihat seberapa besar pengaruhnya pada adikmu.”

Siwon mendelik. Tidak mungkin menyetujui saran itu begitu saja. “T-tidak mungkin! Aku bisa melukai Sungmin!”

Heechul memutar bola matanya, nada bicaranya berubah malas.

“Jangan bunuh pangeran itu. Selama ia tidak mati, adikmu tidak akan mati. Siksa ia pelan-pelan.”

Siwon tergagap. Pandangannya berubah nanar dan berpenjar kemana-mana.

Heechul kecewa melihat tatapan bingung Siwon. Keraguan pangeran itu malah mengurangi semangatnya untuk melakukan hal ini. Heechul menarik bahu tamunya, membawa pangeran itu lebih dekat padanya dan menatapnya dalam-dalam.

“Kita harus tahu sebesar apa ikatannya, sebelum aku bisa membuat ramuannya. Begini saja, kita pakai cara ini—” Heechul menarik kepala Siwon, membisikkan sesuatu yang membuat tamunya mendelik dan menatapnya tidak percaya.

“K-kau yakin ini akan berhasil?”

“Kalau ini tidak berhasil, kita akan coba cara lain. Kau akan terima resikonya, kan?”

“Apapun. Selama caramu tidak membunuh adikku.”

“Bagus sekali.” Heechul menyeringai, ia mengulurkan tangannya ke sisi singgasana, meraih sesuatu yang disimpannya di belakang punggung. Ia menyerahkan sebotol kecil cairan berwarna kebiruan, diletakkannya botol mungil itu di atas tangan Siwon sebelum diremasnya kuat hingga tangan Pangeran di hadapannya mengepal.

“Kalau benda ini tidak berhasil, datanglah lagi dan akan kuberikan ramuan lain yang lebih kuat.” Heechul tersenyum melihat tamunya terpana memandangi botol mungil yang baru saja diberikannya.


.

oOoOoOo

.


Kyuhyun membenahi letak jubahnya untuk kesekian kali. Pangeran muda itu sibuk membaca bergulung-gulung arsip kerajaan meski sesekali perhatiannya teralih. Sesaat, Kyuhyun tampak terpesona pada jubah yang dikenakannya. Bukan, bukan karena warna atau rajutan benang-benangnya yang tampak mewah. Tapi fakta bahwa benda yang menyelimuti bahu dan menjuntai hingga ke lututnya ini mengandung sihir penghangat.

Lalu Kyuhyun teringat satu-satunya makhluk Hviturland yang menggunakan jubah seperti ini adalah—

Sungmin, matenya sendiri. Maka Kyuhyun tidak jadi merasa terpesona.

Bocah itu harus mengenakan jubah ini saat ia berada di negaranya sendiri. Saat benda ini diciptakan hanya untuk digunakan oleh tamu dan pendatang. Tapi bocah itu harus menggunakannya, di tempatnya dilahirkan, di negri dimana ia dianggap sebagai Pangeran.

Kyuhyun mengusap dagunya, merasa pemikiran aneh tiba-tiba hinggap di kepalanya. Tapi masa bodo, benda ini memang menghangatkan dan Kyuhyun berpikir untuk membawanya satu ke Radourland.

Kyuhyun melirik ke kanan dan kirinya, di dalam ruangan ini hanya ada dirinya seorang. Sesaat yang lalu dua pengawalnya masuk untuk memberikan banyak gulungan yang dimintanya. Setelah itu mereka keluar, memberinya kebebasan yang dengan cepat disyukurinya.

Setelah memastikan sekali lagi tidak ada orang yang mampu melihatnya, Kyuhyun menyeringai. Ia mengangkat sebelah bahunya dan mengusapkan pipinya di kerah berbulu yang lembut itu. Pangeran muda itu terkikik senang, menikmati kelembutan dan kehangatan yang tiba-tiba membuatnya teringat pada seseorang. Negri ini terlalu dingin sampai-sampai Kyuhyun diam-diam membawa jubah ini untuk tidur. Padahal selimut dan alas ranjang yang mereka gunakan juga telah diberi sihir penghangat, tapi rasanya dingin dinding-dinding es masih bisa menembus dagingnya.

Kyuhyun mendengus, menghentikan kegiatan memalukannya yang terlihat kekanakan itu sebelum seseorang masuk dan memergokinya. Kyuhyun mengangkat tangannya ke atas meja. Menutup satu gulungan yang baru selesai dibacanya lalu membuka gulungan lain, sampai matanya tiba-tiba teralih pada bulu-bulu yang merekat di pergelangan tangannya. Kyuhyun menyentuhnya, benda itu tidak kalah hangatnya dengan yang melingkar di sekeliling kerahnya.

Dan mau tidak mau, kecamuk yang sesaat tadi melintasi pikirannya kembali lagi.

Kenapa Sungmin harus menggunakan jubah ini?

Kyuhyun ingat betul hampir semua kakak Sungmin memakai pakaian tipis, bahkan salah satunya hampir bertelanjang dada. Tubuh mereka biru oleh bulir-bulir salju. Tapi tidak satupun tampak kedinginan. Satu orang yang tampak tidak berbeda usia terlalu jauh dari matenya memang menggunakan pakaian berlengan panjang, tapi benda itu terlalu tipis dan sama sekali tidak terlihat menghangatkan, tampak lebih seperti untuk melindungi bagian tubuhnya. Mungkin pemuda itu seorang omega?

Tidak sempat menyelesaikan konflik batin ini, pikiran Kyuhyun kembali teralih pada masalah lain. Baru saja ia menyelesaikan satu gulungan hikayat yang menjelaskan seluk-beluk sistem reproduksi negri ini. Rasanya seluruh pertanyaan dan pemikiran buntu yang ia miliki tentang jenis kelamin masyarakat Hviturland terjawab sudah.

Matenya seorang omega.

Alpha, Beta, Omega. Tiga tingkat identitas Hviturland. Alpha berada di kasta tertinggi dan Omega menjadi terendah. Beta dapat mengawini Omega. Alpha dapat mengawini Omega dan Beta. Alpha dapat kawin lebih dari satu kali sedangkan Beta dan Omega hanya dapat kawin satu kali.’

Mata Kyuhyun berputar balik, ia mengulang lagi baris terakhir itu.

“—dan Omega hanya dapat kawin satu kali.”

Kyuhyun menyeringai senang. Sama artinya, Sungmin sudah tidak akan pernah bisa menikah dan berhubungan badan dengan siapapun kecuali dirinya.

Dalam hukum universal, seorang demon hanya bisa mengikat satu mate, tapi seorang dominan dapat kawin berkali-kali dengan selain pasangan matenya. Terlebih seorang raja, Kyuhyun bisa saja mengangkat selir untuk memperbanyak keturunannya. Tapi mengingat betapa rapuhnya tali mate dari silsilah Sungmin, Kyuhyun bahkan tidak berani memikirkan hal itu lebih jauh –membayangkan apa yang akan terjadi pada mate kecilnya jika suatu saat ia memaksa mengambil pasangan lain.

Dan hal ini juga mengingatkannya pada hubungan kedua orangtuanya. Ayahnya tidak mengikat ibu mereka –Ratu Negri Radourland— sebagai mate. Sebuah hal tabu jika menilik sejarah para penggerak Negri Merah. Baru kali ini seorang raja tidak mengikat permaisuri pertamanya dan justru mengangkat pria miskin antah berantah untuk dijadikan mate. Setidaknya hal itu baru pertama kali terjadi di Radourland, Kyuhyun tidak mencoba mencari tahu apakah di negri-negri lain ada raja yang sama bajingannya dengan ayahnya. Membiarkan ibu mereka mati sementara ia bermesraan dengan Leeteuk.

Kyuhyun mendengus. Seketika itu kebenciannya pada lelaki yang dicintai ayahnya membumbung lagi. Dan sekarang rasa-rasanya ia juga mulai membenci ayahnya sendiri. Ia merasa jijik setiap kali mengingat seintim apa hubungan mereka, dan betapa seringnya ia memergoki keduanya. Rasanya Kyuhyun ingin mencongkel matanya sendiri setiap kali ia tanpa sengaja menemukan mereka berdua bermesraan di istana Raja. Untunglah mereka tidak bisa bereproduksi. Bukannya Kyuhyun takut posisinya terancam dengan adanya anak raja yang lain, hanya saja… kerajaan Radourland itu pasti akan penuh dengan anak-anak hasil hubungan mereka. Membayangkannya saja sudah membuat Kyuhyun sesak, semakin kehilangan tempat sepi untuk menenangkan diri di sana.

Kyuhyun juga telah melarang Sungmin berkunjung ke istana Ratu, tapi matenya itu begitu keras kepala. Kyuhyun mendengus dan memijat keningnya. Tiba-tiba merasa sakit kepala memikirkan kebandelan Sungmin yang semakin menjadi. Ia harus cepat-cepat mencari cara untuk mengendalikan matenya, sebelum semua berubah menjadi tidak terkendali.

Renungan Kyuhyun terputus saat terdengar suara ketukan, Kyuhyun melirik pintu kamarnya dan mendengar suara berat menyapanya dari luar. Pangeran itu menjawab sekenanya, mengizinkan orang di luar untuk masuk sementara matanya masih lekat memandang perkamen ketiganya siang ini.

“Yang Mulia.”

Dua orang prajurit bertubuh tegap berjalan masuk, keduanya mengenakan jubah penghangat meski tidak semewah milik Kyuhyun.

Kyuhyun hanya melirik mereka sebentar sebelum tatapannya kembali ke atas perkamen.

“Kalian mendapatkan yang kuminta?”

Keduanya saling berpandangan, sebelum melangkah lebih dekat hingga jarak yang memisahkan mereka dengan meja Kyuhyun hanya satu meter saja.

“Kami sudah mengecek seluruh perbatasan Istana, tapi ada beberapa bagian yang sulit dilalui karena penjagaan yang terlalu ketat. Istana ini memiliki luas lebih dari 567 stadia1, secara teknis dua kali lebih kecil dari kerajaan kita. Hanya ada satu bangunan besar dengan istana-istana bagian di dalamnya. Raja tinggal di istana yang sama dengan ratu, namun Ratu memiliki kamar lain di bangunan tertinggi kerajaan ini. Selain mereka, hanya Putra Mahkota yang memiliki istana sendiri dan satu istana bagian lain dihuni oleh para mentri.”

Kyuhyun mendengarkan dengan seksama. Penjelasan baru ini belum pernah dibacanya dari gulungan manapun. Ia memang baru melihat segi depan kerajaan Hviturland. Baginya istana putih tampak tidak lebih dari kerucut-kerucut es yang berkumpul dan menjulang tinggi seperti gunung-gunung berduri. Kyuhyun tidak ingin mengakui bahwa istana ini sebenarnya memiliki arsitektur yang indah, susunannya yang acak justru menjadi pola kemegahannya yang unik.

“Benteng-benteng hanya mengelilingi kerajaan. Desa-desa dan seluruh wilayah di luar istana tidak dilindungi oleh benteng lain kecuali hutan.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Ia mendongak menatap dua prajuritnya lalu berkata, “Jangan lengah. Kita tidak melihatnya, tapi negara ini dilindungi dinding sihir kasat mata.”

Aku bisa merasakannya. Kyuhyun menggigit bibirnya, jari panjangnya bermain di atas tumpukan perkamen saat ingatannya kembali pada hari pertama kedatangan mereka kemari. Mungkinkah Gain dan seluruh prajurit lain tidak menyadari hal ini? Mereka tidak mengatakan apapun. Tapi Kyuhyun sedikit yakin ayahnya sudah mengetahui hal ini.

“Benteng kasat mata itu bahkan melindungi langit-langit kerajaan ini. Kalau mereka mau, negara ini bahkan bisa menghalangi hujan turun.”

Dan mungkin juga karena dinding-dinding itulah es terus membeku dengan abadi di tempat ini.

“Kalau memang begitu, mengapa mereka masih memerangi Svarturland? Negri ini sudah cukup dilindungi oleh dinding sihir?” Kikwang, salah satu prajurit bertubuh kekar itu jelas tidak bisa menutupi rasa bingungnya. Kyuhyun mengerti, pangeran itu menggeleng dengan senyum miring.

“Tentu saja tidak cukup. Monster-monster itu tidak selemah rintik hujan. Mereka akan datang seperti badai. Sebuah dinding sihir tidak akan cukup menahannya.”

Dan saat bencana itu tiba, Hviturland akan membutuhkan kekuatan Radourland. Terlebih dengan posisi Blarland yang masih ambigu hingga sekarang. Negri biru tidak pernah mendeklarasikan diri menjadi sekutu bagi negara manapun, dan kalau kemungkinan itu muncul –

Kalau sampai negri hitam mendapatkan bantuan dari negri biru…

Perang dunia akan menjadi detuman besar dan semua negara terpaksa terlibat. Blarland bahkan menyimpan misteri yang jauh lebih mengerikan dari Hviturland. Tidak ada yang tahu apa yang mampu disembunyikan samudera di dalam perutnya.

Kyuhyun mengusap dagunya, merasakan bintik-bintik kasar janggut yang mulai tumbuh. Tatapannya menerawang begitu jauh, tampak seakan berpikir dalam.

Kedua prajurit itu saling bertatapan lagi. Tampak enggan melanjutkan laporan mereka karena diam-diam dalam hati keduanya menduga jika Kyuhyun sudah mengetahui lebih banyak dari yang mereka tahu.

“Lalu? Hanya itu laporan kalian?” Kyuhyun mengangkat wajahnya, keningnya bertaut membuat salah satu dari dua prajuritnya tergagap berusaha melanjutkan laporan mereka.

“Kami mengecek lapangan berlatih prajurit. Mereka melakukan formasi-formasi aneh. Berbaris panjang ke samping dan ke belakang dengan jumlah seimbang, membentuk persegi rapi dari seratus delapan puluh prajurit dalam satu gabungan. Mereka membawa perisai besi dan senjata ini—” prajurit itu berusaha menggambarkan dengan tangannya. Ia menarik satu tangannya turun dan sebelah tangannya tinggi ke atas, seakan berusaha menunjukkan seberapa panjang benda yang diilustrasikannya.

“Seperti tombak, tapi benda itu panjang sekali nyaris dua kali lebih panjang dari tubuh mereka sendiri.”

“Benarkah? Biasanya mereka menggunakan pedang peri atau panah.” Kyuhyun berbisik. Keningnya makin bertaut.

Apa mungkin ini cara baru mereka? Kyuhyun berusaha menganalisisnya lebih seksama. Ia tidak meminta dua prajuritnya menggambarkan menggunakan tinta, Kyuhyun merasa bisa melakukannya sendiri mengandalkan imajinasinya.

Seratus delapan puluh prajurit berbaris membentuk persegi yang rapi. Membawa tameng dan tombak yang kelewat panjang…

Oh!

Kyuhyun menyeringai saat kesimpulan cerdik begitu cepat sampai ke otaknya.

“Itu taktik baru mereka. Cerdik juga,” pujinya tanpa segan. “Mereka membentuk barisan empat sisi, semua membawa tombak yang panjangnya dua kali tubuh mereka.”

Kyuhyun membenahi posisi duduknya, merasa bersemangat. Ia mengisyaratkan kedua prajuritnya untuk berdiri lebih dekat, sementara dirinya mulai memberi ilustrasi dengan mengukir di atas meja menggunakan jari-jarinya.

“Sepuluh prajurit ke samping dan delapan belas ke belakang. Bukan begitu?” Kyuhyun menarik garis persegi panjang dengan dua telunjuknya. Mendapat anggukan dari prajuritnya Kyuhyun tersenyum dan melanjutkan.

“Mereka akan mengarahkan tombak-tombak itu dari empat sisi, melindungi prajurit di bagian dalam yang kuyakini akan membawa panah juga senjata lempar lain. Ukuran tombak yang panjang akan memberi jarak pertarungan yang lumayan jauh. Troll dan Orcs tiga kali lebih besar dari tubuh mereka, Snowelf terlalu ramping untuk menyerbu prajurit Svarturland tepat di depan mata. Jadi mereka menggunakan ini—” Kyuhyun menyusun banyak pena yang diletakkan tertidur seperti pagar-pagar, mengelilingi persegi panjang sempurna yang dibentuknya dari potongan kertas.

“Dan barisan-barisan seperti ini akan diletakkan di posisi terdepan saat perang. Cerdik.” Kyuhyun mengusap-usap dagunya, merasa terinspirasi untuk membentuk taktik lain untuk melawan barisan tombak itu. Taktik yang mungkin akan digunakannya –jika suatu saat peperangan pecah di antara Radourland dan Hviturland.

“Satuan militer di negara ini dibawahi langsung oleh tiga putra Raja, ketiganya menduduki posisi jendral perang, termasuk Putra Mahkota Hviturland.” Johwang melanjutkan laporannya, tatapannya berubah tidak enak saat ia mengucapkannya. Baik dirinya dan Kikwang tahu, Kyuhyun begitu mengidamkan posisi Jendral Agung. Tapi raja terlalu melindungi putra tunggalnya dan Kyuhyun tampak muak dengan perilaku ayahnya.

Ekspresi Kyuhyun memang sontak berubah setelah Johwang berbicara. Rautnya berubah masam dan ia duduk malas dengan bersandar ke belakang.

“Kami mencoba meminjam arsip-arsip pertahanan dan militer negara, tapi tidak diizinkan. Namun kalau Yang Mulia begitu menginginkannya, kami bisa diam-diam mengambilnya saat penjaganya lengah.”

“Tidak perlu. Yang kalian dapatkan hari ini sudah lebih dari cukup. Lain kali aku akan mencarinya sendiri. Kerja bagus, terima kasih banyak.” Kyuhyun menutup perkamen terakhirnya. Ia telah selesai membaca semuanya dalam satu hari. “Kalian boleh keluar.”

“Ye! Terima kasih, Yang Mulia.”

Kyuhyun hanya mengangguk-angguk saat dua prajuritnya membungkuk dan pergi. Selang beberapa detik dari kepergian mereka, pintu kamarnya diketuk lagi.

“Kalian mau melaporkan hal lain lagi?” Kyuhyun langsung saja berujar saat didengarnya pintu dibuka tanpa seizinnya. Ia mengira Kikwang dan Johwang kembali untuk memberikan laporan lain. Namun begitu Kyuhyun berpaling, dua sosok berbeda berdiri di dekat pintunya.

“O-oh.” Kyuhyun menurunkan tangannya, merasa begitu bingung harus mengatakan apa saat ia sendiri tidak mengetahui nama mereka. Tapi Kyuhyun mengingat betul, dua orang ini adalah kakak Sungmin.

“Donghae.” Pemuda yang mengenakan sebelah anting itu berujar, seakan bisa menebak kebingungan Kyuhyun. Ia mengenakan pakaian tipis berwarna biru pucat yang dihiasi brokat kerajaan yang berkilauan.

“Changmin.” Sambung pemuda jangkung di sebelah Donghae, gurat wajahnya tampak lebih ramah dari pangeran di sebelahnya. Di antara semua kakak Sungmin, dialah yang kulitnya agak kecoklatan terkena matahari. Dan dia jugalah yang Kyuhyun lihat kemarin memakai pakaian yang nyaris dapat dikatakan bertelanjang dada di tempat dingin ini. Hari ini ia mengenakan pakaian kerajaan tanpa lengan yang berwarna merah kecoklatan seperti rambutnya.

Kyuhyun berdiri untuk menghormati mereka, biar bagaimana pun dua orang ini adalah kakak iparnya. Meski Kyuhyun merasakan sedikit kejanggalan dari senyum ramah Changmin, ia berusaha menyembunyikan perasaannya.

“Kami datang untuk menjemputmu, Yang Mulia.”

“Jangan panggil aku ‘Yang Mulia’. Kedudukan kita sama. Aku belum menjadi raja.” Kyuhyun tersenyum canggung, nyaris merasa enggan melakukan adegan ramah-tamah ini dengan dua orang di hadapannya.

“Dan dalam rangka apakah undangan ini?”

“Pembukaan festival. Akan dilaksanakan siang ini. Jadi bisakah kita pergi sekarang, Kyuhyun-sshi?” Donghae tampak sedikit tidak sabar, ia membuka pintu kamar Kyuhyun lebih lebar.

“Bisakah aku menunggu sebentar lagi? Mateku belum kembali. Aku akan pergi dengannya.”

“Maaf tapi tidak bisa, Kyuhyun-sshi. Seseorang sudah pergi untuk mencari dan menjemput Sungmin. Adik kami akan segera bergabung, tapi festival sudah harus dimulai. Kau tamu kehormatan, acara tidak bisa dimulai tanpa dirimu.”

Kyuhyun menelan ludah dan bergantian menatap keduanya. Firasatnya mengatakan sesuatu yang buruk dan satu-satunya hal yang diinginkannya adalah datang ke acara itu bersama Sungmin. Tapi tentu saja Kyuhyun tidak ingin dikira pengecut yang memaksa ditemani oleh mate kecilnya. Karena itu dengan enggan, Kyuhyun mengangguk.


.

oOoOoOo

.


Kyuhyun berusaha keras tidak mengangkat kepalanya terlalu tinggi saat langkahnya sampai di sebuah arena pertarungan. Langit-langit di atas kepalanya tampak menakjubkan. Lampu-lampu yang terang itu berbentuk seperti kerang, mengingatkannya akan karikatur-karikatur dari Blarland. Cahaya putih kebiruan jatuh menimpa seluruh sudut ruangan. Dinding-dindingnya terbuat dari batu-batu karang, tersusun rapi dengan beragam bentuk dan warna. Ada delapan pintu besar di berbagai sisi yang menyambung ke lorong-lorong besar yang harus dilalui sebelum mereka masuk kemari.

Dalam hati, Kyuhyun merasa takjub. Arena melingkar dengan diameter seluas tiga ratus kaki ini begitu megah. Kursi-kursi dipahat dari batu dan ratusan tribun penonton ini mengingatkannya pada lapangan Gladiator, tempat para pejuang bertarung dalam pertandingan satu lawan satu. Tapi bagian terbaiknya adalah – pusat arena yang tepat berada di tengah. Luasnya mampu menampung lima ratus prajurit yang berbaris. Arena itu beralaskan lantai hitam yang terbuat dari granit, hanya melihatnya saja Kyuhyun seakan bisa merasakan kehangatan yang kasar dan sarat itu di bawah kakinya. Seandainya Radourland memiliki tempat seperti ini, Kyuhyun pasti akan merasa lebih bersemangat untuk berlatih pedang setiap hari.

Tapi ada bagian-bagian aneh yang tak pelak membuat Kyuhyun mengangkat alisnya. Arena pertandingan dan tribun penonton dipisahkan oleh pagar yang tidak biasa. Batu-batu besar hitam legam diletakkan mengelilingi arena utama seperti sebuah pagar. Bentuk-bentuknya yang kasar dan abstrak nyaris-nyaris mengurangi nilai keindahan tempat ini, tapi warna dan tekstur batu yang indah itu seakan menutupi buruknya bentuk mereka.

Warnanya hitam berkilat, terlalu mengilap hingga Kyuhyun merasa bisa bercermin menggunakan batu-batu itu. Ada bercak perak dan putih yang berkilau seperti titik-titik pasir berlian. Kyuhyun menggeleng takjub, sementara pandangannya berubah lurus dan bahunya kembali tegap. Mungkin inilah satu-satunya tempat yang tidak memiliki es di istana ini. Kyuhyun merasa bisa melepaskan jubahnya di tempat ini.

“Menakjubkan ya?” Pangeran di sisinya tiba-tiba berbicara.

Kyuhyun sontak berpaling padanya dan membalas dengan senyum canggung.

Changmin mengangkat kepalanya, merasa cukup bangga melihat respon Pangeran Merah begitu mereka sampai disini.

“Tempat ini adalah kebanggaan kami. Kami menyebutnya— Clocha de na Deithe. Sudah ada sejak aku belum ada jadi— yeah.” Changmin mengangkat bahunya. Matanya mengilap misterius saat ia menatap satu-dua batu yang diletakkan di pinggir arena.

“Dongeng mengatakan, Dewa-Dewa lah yang meletakkan batu-batu hitam itu langsung ke tempatnya. Kami tidak berani mengubah posisinya dan karena itu juga kami memberinya nama Clocha de na Deithe—’The Stones of the Gods.”

Clocha de na Deithe” ulang Kyuhyun fasih sembari menginspeksi batu-batu pagar itu satu demi satu, semakin dipandanginya semakin pula ia terpesona. Terdapat ukiran-ukiran tulisan kuno Hviturland yang nyaris tak bisa Kyuhyun baca pada batu-batu itu.

“Acaranya akan segera dimulai.”

Begitu tangan Changmin menepuk bahunya agak keras, barulah Kyuhyun kembali fokus pada acara yang sedang berlangsung. Baru disadarinya ruangan besar ini mulai padat oleh penonton. Prajurit berdiri mengelilingi arena utama, namun mereka berada di luar arena. Tidak satupun mengijak lantai granit yang hitam dan tampak menggoda itu. Tepat di seberangnya, sebagian tribun tertutup oleh panggung kecil. Di atas panggung itu diletakkan lagi sebaris kursi dan Kyuhyun bisa menduga orang-orang yang duduk disana adalah pembesar-pembesar kerajaan. Kyuhyun tidak mengenal satupun wajah mereka, bahkan satu sosok yang berdiri di tengah panggung dan melipat tangan ke belakang punggung.

Saat sosok yang berdiri di tengah itu mulai bicara, Kyuhyun tidak benar-benar memberi perhatian. Pembesar muda itu berbicara dari selatan ke utara, entah apa yang diucapkannya. Tahun-tahun yang telah berlalu, nenek moyang, perayaan-perayaan, sampai ke masalah permusuhan mereka dengan Svarturland. Kyuhyun nyaris-nyaris tertidur disana sampai satu panggilan membuatnya tersentak.

Kyuhyun mengangkat kepalanya, memutar pandangannya dengan ragu. Apa barusan ia berhalusinasi? Kyuhyun merasa seseorang memanggilnya.

Tapi tidak. Kyuhyun benar-benar yakin seseorang telah memanggilnya. Ruangan ini begitu luas, sekalipun sebagian besar orang sudah tenang dan mencoba diam, obrolan kecil tetap akan terdengar dan menggema seperti bisikan-bisikan memekakkan telinga.

“Cho Kyuhyun-sshi?”

Ah, dari sana… Kyuhyun menatap lurus ke seberang. Orang yang berdiri di atas panggung menyebut namanya, kali ini dengan nada meminta izin. Tapi Kyuhyun tidak menangkap sama sekali pesan-pesan orang itu sebelumnya. Sedang semua mata di dalam arena ini tertuju padanya. Bagus sekali. Ini semakin membuatnya canggung.

“Ya, ada apa?” Kyuhyun berusaha menutupi kebingungannya, ia berpaling pada Changmin dengan wajah tenang dan bahu yang ditegakkannya setegap-tegapnya.

“Dia bilang— kau tamu kehormatan disini. Acara selalu dibuka dengan pertarungan antara pejuang Hviturland dengan tamu kehormatan. Jadi kau diminta untuk turun ke arena dan melakukan Battle dengan pejuang terbaik kami.”

APA?!

Kyuhyun membulatkan matanya dan merasa ingin berteriak. Tapi mulutnya bungkam. Dan dengan cepat ia mengatur ekspresinya.

“Begitukah?” Kyuhyun tersenyum canggung. Tatapannya kembali berputar ke seluruh penjuru. Mata semua makhluk masih terpaku ke arahnya. Mata-mata itu seakan menuntutnya untuk turun ke bawah sana.

“Mereka menunggumu. Kalau kau tidak ingin melakukannya, kau boleh menolaknya.”

Kyuhyun merasa melihat kilat remeh dari mata kakak iparnya. Dan seketika itu Kyuhyun merasa harga dirinya digulingkan dari tribun teratas menuju tengah arena.

“Aku akan melakukannya.” Kyuhyun mengucapkannya nyaris tanpa berpikir. Ia berjalan keluar dari bangku penonton. Tanpa berbalik untuk menatap ke arah Changmin, Kyuhyun melangkah tegap dan tenang, sepenuhnya merasa harus mempertahankan harga dirinya.

Ia pangeran Negri Merah. Putra Mahkota. Calon raja selanjutnya atas satu negara yang paling disegani di seluruh dunia. Bagaimana mungkin ia membiarkan kakak iparnya memandangnya remeh? Lalu orang-orang ini?

Kyuhyun menuruni tangga batu itu dengan kepala mendongak. Mengangkat tinggi martabatnya di hadapan ratusan mata. Semakin ia meniti tangga, semakin sunyi pula tempat ini terasa. Dan semakin langkahnya mendekat ke arena utama, ketenangan di wajah Kyuhyun semakin memudar, berubah menjadi gurat heran saat menyadari seseorang yang menunggunya di tengah arena—

CHOI SIWON?

Sosok tinggi itu berdiri disana, sudah lengkap membawa perisai dan pedang di tangannya. Putra Mahkota Hviturland mengangkat wajah dengan gestur yang sama angkuhnya.

Kyuhyun berusaha keras untuk tidak terbatuk. Setan. Ia tidak merasa takut! Tapi menyadari pejuang terbaik Hviturland yang akan menjadi lawan pertarungannya adalah kakak iparnya sendiri— Putra Mahkota negri ini yang pernah nyaris menodai Sungmin— SUNGMIN! MATENYA!

KYUHYUN MERASA BERAPI-API UNTUK MEMBUKA FESTIVAL INI!

Sebelum Kyuhyun sempat melalui pembatas terakhir antara kursi terbawah dengan arena utama, seorang penjaga menjagal langkahnya. Tanpa bicara dua penjaga lain memberikan perisai dan pedang yang sama persis dengan milik Siwon. Tidak ada perbedaan. Mungkin ini yang ingin ditekankan oleh Pangeran sialan itu. Tapi Kyuhyun justru merasa diremehkan.

Kyuhyun memasang perisai itu kuat menutupi lengan kirinya. Lalu dengan langkah mantap, ia memasuki arena. Dua batu pembatas –Clocha de na Deithe— dilewatinya dengan satu langkah lebar dan tepat saat itu—

Begitu Kyuhyun memijak lantai granit yang hangat dan kasar—

Atmosfir di sekelilingnya sontak berubah. Kyuhyun merasa seakan memasuki dimensi lain. Langkahnya memberat. Pangeran itu berhenti bergerak. Pertama kali ia memijakkan kakinya di atas lantai granit arena ini, tubuhnya menyentak samar. Kyuhyun dibuat tertegun dan menunduk kaku menatap dua kakinya. Rasanya seakan ada genangan kasat mata yang membuat kedua kakinya terasa dingin dan memberat. Pikiran Kyuhyun berkecamuk, meski ia masih mampu menguasai dirinya tapi suara di tengah sana bergema mengganggu.

“Ada apa, Yang Mulia? Berpikir untuk melangkah mundur dan kembali ke kamarmu?”

“Dalam mimpimu.” Kyuhyun menjawab di bawah napasnya. Wajahnya menatap lurus ke arah lawannya di depan sana dan saat itu Kyuhyun melihat dengan mata kepalanya sendiri, ratusan penonton berbisik-bisik aneh dan menatapnya sinis. Kyuhyun tidak ingin mengira-ngira apa yang terjadi di antara mereka karena ia sendiri bisa menduga, sebesar apa kebencian negara rasis ini kepada siluman. Dan Kyuhyun termasuk di dalamnya. Meski ia seorang Demon berkasta tinggi, tetap saja darah siluman mengalir di tubuhnya. Dan saat ini, darah itu seakan berpacu deras dan membuat seluruh organ di tubuhnya menegang.

“Kapan kita mulai pertarungannya, Yang Mulia?”

Kyuhyun berdecih. Siwon sengaja memanggilnya seperti itu untuk mengejeknya. Padahal posisi mereka berdua sama-sama Pangeran mahkota. Kyuhyun tahu calon raja Hviturland itu tidak mau menyebut namanya. Menguatkan langkahnya dan melanjutkan jalannya. Kyuhyun sukses menutupi rasa tegang di kedua kakinya meski langkahnya tetap tampak kaku.

Setelah berada sedekat ini, barulah Kyuhyun menyadari lingkar abu-abu yang tidak tampak saat ia berdiri di atas tribun. Tapi disini, ia bisa melihatnya cukup jelas. Lingkaran itu berdiameter tak lebih dari sepuluh hasta dan Siwon berdiri tepat di pinggiran garisnya. Pangeran itu ternyata tidak benar-benar berdiri di tengah arena. Karena Kyuhyun yakin sekali titik pusat tempat ini ada di dalam lingkaran abu itu.

“Kau masih mau mengagumi tempat ini? Kau akan segera kalah di tempat yang kau kagumi ini Yang Mulia, jangan terlalu terpesona.”

Mencoba tak menggubris intimidasi Siwon, Kyuhyun hanya bertanya kesal. “Apa peraturannya?”

“Sederhana. Lutut siapa yang menyentuh lantai terlebih dahulu kalah. Dan tentunya itu kau, setelah aku menumpahkan darah kotormu di altar ini tentunya. Kau bebas untuk memanggil bantuan dari hewan-hewan peliharaanmu di hutan sana, atau bertransformasi ke sosok aslimu yang buruk rupa itu jika kau rasa perlu. Heh.” Siwon menyeringai remeh.

Kyuhyun mendengus. Hampir meludahi wajah itu saking kesalnya. Kali ini ia benar-benar mengangkat pedangnya, lurus setinggi pinggangnya. Kyuhyun berkonsentrasi penuh menatap mata lawannya, meski ia sempat kesulitan untuk meletakkan fokus pandangannya.

Suara juri terdengar menggema, meneriakkan sesuatu yang ditangkapnya sebagai aba-aba pertarungan telah dimulai. Siwon membuka kuda-kudanya dan Kyuhyun melakukan hal yang sama. Kyuhyun mengerat pedangnya kuat-kuat, perisai terpasang di sisi perutnya, ia menghentak cepat, mengayun pedangnya—

Namun hasilnya jauh berbeda dari bayangannya.

Suara kelontang terdengar memekakkan telinga. Setidaknya Kyuhyun merasa bisa mendengar suara itu sepuluh kali lebih menyakitkan dari biasanya. Pedangnya terhempas bahkan tanpa disadarinya, terlempar sejauh lima belas meter dan suara seretannya di atas lantai granit nyaris-nyaris membuat Kyuhyun membungkuk dan membekap telinganya.

Entah kapan Siwon melakukannya. Kyuhyun berdiri tegap menghadap lawannya, dua tangannya mengepal. Tidak peduli jika ia tidak memegang senjata tapi emosinya benar-benar meluap-luap saat ini. Kakinya terasa berat. Apakah ia yang menjadi lambat dari biasanya atau memang Siwon yang terlalu cepat? Ia memang tidak terlalu sering berlatih tarung, namun apakah perbedaan antara mereka berdua memang sejauh ini?

“Ada apa? Pedang peri kami terlalu berat untukmu? Tapi pedang ini yang sering kalian ejek sebagai bulu merpati. Ringan. Kau lihat?” Siwon mengayunkan pedangnya dengan gaya provokatif, ia menimbang-nimbang pedang itu seakan tengah mengayun-ayun jeruk di atas telapak tangannya. “Atau kau belum terbiasa mengangkat pedang? Perlu kuperintahkan prajurit untuk mengambilkan pena untukmu?”

Kyuhyun mengeram pelan. Giginya gemertak beradu di balik mulutnya yang terkatup rapat. Entah kenapa dia menjadi sangat emosi di sini. Mungkin karena rasa cemburunya pada orang ini dan Sungmin? Seorang prajurit datang dan memberikan pedang baru untuknya, lalu prajurit itu buru-buru pergi tanpa sadar pandangan Kyuhyun sesaat mengikutinya. Pria paruh baya itu tidak tampak kesulitan dengan langkahnya, hal itu entah mengapa menambah kecemasan dalam batin Kyuhyun.

“Putra Mahkota pun butuh kemampuan bertarung, kau tahu? Raja tidak hanya menuntaskan tugas di atas meja. Mereka juga harus melindungi negara dan orang-orang terkasih menggunakan daging dan darahnya. Aku tidak percaya telah merelakan adikku pada orang selemah dirimu, Yang Mulia.”

Cukup. Kalimat terakhir itu benar-benar membuat Kyuhyun tersulut. Kyuhyun melemparkan perisainya, menginginkan dua tangannya siaga saat ia harus menebas bagian apapun dari tubuh Siwon. Ia menahan napas dalam-dalam dan melesat masuk ke dalam lingkar utama arena, bermaksud melempar satu tebasan ke arah bahu Putra Mahkota Hviturland itu. Tapi pedangnya tidak sejengkalpun meraih pakaian Siwon. Kyuhyun dipaksa melompat mundur saat pedang lawannya mengayun lebih cepat ke arahnya.

Kyuhyun tidak benar-benar berhasil keluar. Saat berusaha menghindar, sekujur tubuhnya terasa memberat. Pedang Siwon berhasil menyobek pakaiannya dan tembus cukup dalam hingga melukai bahunya. Kyuhyun melihat darah mengalir membasahi pakaiannya dan emosinya semakin tersulut.

Ditatapnya Siwon dengan penuh kebencian. Kyuhyun melangkah masuk lagi ke dalam lingkar utama arena, tidak lagi menyadari perubahan grafitasi yang menariknya lima kali lebih kuat dari sebelumnya. Kini yang ada di kepalanya hanya perintah untuk mengayunkan pedang. Kyuhyun melakukannya entah hingga berapa ratus sapuan, tapi tidak satupun— tidak satu tebasanpun menyentuh Siwon.

“Akh!” Kyuhyun menekan pinggangnya yang terluka. Baru saja pedang Siwon menebas sisi kanannya dan menggores cukup dalam hingga darah mengalir mengotori celananya. Kyuhyun merasa lututnya gemetar, pinggangnya kaku, dan bahunya memaksa diturunkan. Tapi ia kukuh mempertahankan posisi itu, sekalipun kini kakinya terasa seakan terjembab di dalam kubangan lumpur. Untuk menggerakkannya beberapa langkah pun Kyuhyun kesulitan.

“Kenapa? Hanya begini kemampuanmu? Kau mengayunkan pedang seperti pangeran sebelas tahun yang baru belajar bertarung, Yang Mulia.” Siwon tertawa, mengayunkan pedangnya dengan senang hati saat Kyuhyun lagi-lagi menyerangnya dengan membabi-buta. Seluruh gerakan pangeran itu semakin terbaca saat mereka berdiri tepat di dalam lingkar utama arena. Kyuhyun bergerak terlalu lambat, Siwon bisa mengerti kenapa pangeran itu mengalaminya. Tapi inilah bagian terbaiknya.

Kyuhyun bergerak seakan menuruti kemauan emosinya belaka. Ditambah dengan sorak sorai penonton dan jerit ejekan yang makin menyudutkan Kyuhyun, Siwon justru semakin terprovokasi untuk melakukan lebih jauh. Ia sudah lelah bermain-main, meladeni tebasan sepele Kyuhyun dan mempertahankan pertarungan tidak seimbang ini selama nyaris lima belas menit.

Siwon ingin mengakhirinya. Ia akan meninggalkan satu luka terakhir yang lebih serius dari goresan-goresan remeh yang telah dibuatnya di tubuh Kyuhyun. Maka Siwon mengangkat pedangnya cukup tinggi, ia mendengus melihat pertahanan terakhir Kyuhyun yang tampak menyedihkan. Pangeran itu tidak akan bisa berbuat apa-apa. Berdiri di atas lantai granit ini saja sudah menjadi kesalahan terbesarnya. Suara Heechul terngiang lagi dalam benak Siwon, dan seluruh janji-janji ratu itu meyakinkannya untuk melakukan ini.

Siwon mengayunkan pedangnya.

CRASSS!

Kyuhyun memekik. Jerit kesakitannya tenggelam di tengah riuh penonton yang bersorak, mengelukan nama Siwon dan memaki Kyuhyun. Pangeran itu jatuh berlutut. Kyuhyun memegangi dadanya kuat-kuat, tapi sebelah tangannya tidak mampu menutupi segaris panjang luka dalam yang menggores dari pangkal bahu hingga ke bawah dadanya. Kyuhyun bisa merasakan darah merembes dari lukanya, deras sekali hingga Kyuhyun ingin menyerah dan jatuh tersungkur di tempat ini.

Kyuhyun mendongak dengan berat. Sejak awal sekali ia menyadari keanehan ini, tapi baru ini— Kyuhyun melihat batu-batu yang jauh darinya— batu-batu yang menjadi pembatas arena, berkilauan dengan cahaya yang saling berpantulan. Titik-titik putih dan perak di dalamnya berpijar.

Ini benar-benar tidak beres!

Sejak awal pertarungan ini tidak adil! Mereka menjebaknya disini!

“Kikh—”

Kyuhyun tercekat. Belum sempat menuntaskan kalimatnya ia tersadar pada kenyataan itu.

Tidak ada seorangpun prajuritnya di tempat ini.

Kyuhyun terpaku hingga pedang di tangannya merosot jatuh ke atas lantai. Dengan dua tangan ia menahan lukanya, sementara pandangannya berputar. Kepalanya terasa berat, dipandanginya seluruh tribun penonton dari sudut ke sudut. Berusaha mencari sosok-sosok yang familiar baginya. Tapi tidak satupun dari orang-orang ini yang dikenalnya. Tidak ada satupun makhluk di ruangan ini yang satu ras dengannya. Hanya ada snowelf. Ratusan snowelf. Dan seorang demon tepat di tengah arena pertarungan. Dirinya.

Ia sendirian di tempat ini. Sejak awal sekali, mereka mengundangnya ke tempat ini seperti ikan kecil yang dijaring oleh ratusan pemangsa.

“K-kau sudah merencanakan ini…” Kyuhyun berbisik serak.

“Dan kau dengan bodohnya terpancing.”

Siwon bahkan tidak tampak menyesali perbuatannya. Pangeran itu tersenyum remeh.

“Kau benar-benar belum pernah mendengar tentang Clocha de na Deithe?” Tanyanya dengan nada angkuh. “Oh. Tentu saja kau tidak pernah mendengarnya. Siluman manapun yang pernah memijakkan kaki di tempat ini, tidak pernah keluar hidup-hidup. Mana sempat mereka menulis hikayat tentang kehebatan Clocha de na Deith? Dan kau datang kemari dengan kekaguman. Sungguh mengenaskan. Dewa meletakkan batu-batu itu agar kami dapat mengendalikan kalian, makhluk menjijikan yang memenuhi dunia.”

Kyuhyun tidak lagi mampu membalas ucapan Siwon. Tapi ia sanggup mendengar kalimat itu satu demi satu, menyimpannya kuat-kuat selagi ia melawan rasa sakit yang menggerogoti seperti serangga-serangga kecil di atas kulitnya yang penuh luka.

“Tapi tenang saja. Aku tidak bermaksud membunuhmu. Tidak sekarang saat adikku masih terikat nyawa denganmu.” Siwon mengangkat pedangnya. Ia mengusap darah Kyuhyun dari sana menggunakan ujung pakaiannya. Pangeran itu bergidik jijik dan buru-buru menyobek bagian bajunya yang ternoda darah Kyuhyun. Ia bahkan tidak ingin menyentuh darah Pangeran Merah menggunakan jarinya sendiri.

Di hadapannya, Putra Mahkota Radourland yang begitu dibanggakan, dielu-elukan seluruh penjuru negri merah, kini berlutut. Kepalanya tertunduk. Pakaiannya basah kuyup oleh darahnya sendiri. Tidak ada yang lebih menyedihkan sekaligus menyenangkan daripada pemandangan ini.

Siwon berdecih sinis saat melihat putih pipi Kyuhyun. Wajah pucat yang ternoda darah itu bahkan masih tampak tampan, dan Siwon merasa muak melihatnya hingga ia mengangkat pedangnya. Sedikit tergoda untuk meninggalkan luka lain yang akan membekas untuk selamanya di wajah tampan itu. Ia bahkan tidak lagi berpikir tentang hubungan dua negara, tentang ayahnya, tentang ratu, tentang perang yang masih berkecamuk antara Hviturland dan Svarturland. Siwon tidak peduli jika tindakannya ini akan melecut perang lain dengan negara yang lebih kuat dari Svarturland. Yang ada di kepalanya kini hanya Sungmin. Ia akan mendapatkan Sungminnya kembali. Bagaimanapun caranya.

“SIWON-HYUNG!”

Pedang Siwon terhenti di udara. Putra Mahkota itu membeku. Matanya mendelik. Ia tidak ingin berbalik. Tidak ingin percaya kalau suara yang paling dikasihinya menggema di tempat ini dengan nada penuh kebencian. Ia tidak ingin percaya. Tapi sesaat begitu suara itu menggema, suasana arena berubah senyap seakan memberi ruang bagi dirinya, Kyuhyun, dan orang terkasihnya yang baru saja datang.

Sungmin berlari-lari, tidak lagi peduli jubah penghangatnya jatuh dan tertinggal di tangga batu yang dilaluinya dengan tergesa-gesa. Asap dingin berhembus dari bibirnya dan napasnya tampak berat saat ia berusaha secepat mungkin menyusul Kyuhyun.

“Bagaimana mungkin?” Siwon menatap Donghae yang berdiri tak jauh di pinggir arena. Dan pangeran itu hanya mengangkat bahunya, tidak tahu menahu kenapa adik mereka yang sudah diberi ramuan penenang tiba-tiba ada disini, memeluk Kyuhyun yang berlutut bersimba darah lalu berteriak kesetanan.

“KENAPA HYUNG MELAKUKAN INI?!” Sungmin mencengkeram bahu Kyuhyun kuat-kuat saat ia berbalik menatap Siwon, bibirnya gemetar dan matanya semerah darah. Wajahnya yang pucat tampak makin membiru. Entah karena dinginnya tempat itu atau karena ia tengah menampung beban penderitaan Kyuhyun.

Siwon sempat syok dan bingung harus melakukan apa. Dengan terbata-bata ia menjawab, “Mi-Minnie… Ini… pertarungan ini bagian dari pembukaan acara festival kita! Kau tidak boleh berada di sini.”

“Kau licik, pengecut, memalukan! Kalau hyung menginginkan pertarungan yang adil, tidak disini! Kenapa semua orang membiarkan kalian bertarung di sini?!” Sungmin berteriak di tengah isak tangisnya. Ia memutar kepalanya, memandang ke seluruh penjuru seakan mencari satu sosok saja yang tampak menentang perbuatan Siwon. Tapi tidak ada, semua orang yang berada di tempat ini hanya berdiri dalam keheningan. Seakan menyetujui perbuatan keji kakaknya. Ia tahu apa itu Clocha de na Deithe, meskipun tidak pernah diizinkan datang kemari, Sungmin tahu kutukan macam apa yang diletakkan Dewa-Dewa di tempat ini.

Kau menyakiti Kyuhyun-hyung, aku benci Siwon-hyung! Kau bukan kakakku!”

Siwon tertegun bagaikan tersambar petir di tempatnya berdiri. Pedang di tangannya jatuh berkelontang. Pangeran itu terpaku memandangi adiknya yang kini berlutut di hadapan Kyuhyun, mengangkat tangan dan membisikkan mantra-mantra sihir yang tidak dikenalnya sembari menangis terisak.

“Minnie –jang-anh.” Kyuhyun ingin mengangkat tangannya, ingin melarang Sungmin melakukan apapun yang sudah diduganya. Tapi terlambat, Sungmin mengerjap lemah, masih terus melafalkan mantra-mantra yang tidak diketahuinya. Lalu darah kental meleleh dari hidung mungil itu, kedua pipinya yang selalu merona kini membiru. Kyuhyun hanya mampu membuka mulutnya, tidak sanggup merespon saat hatinya berkedut nyeri. Dua bahu ramping itu melemas, Sungmin jatuh ke pelukan Kyuhyun sembari berbisik pelan—

“Kyuhyun-hyung mianhae.”

“MINNIE!” Siwon menghambur panik. Kyuhyun mengerjap dua kali, ingin mengeratkan pelukannya di sekeliling tubuh Sungmin namun ia tidak kuasa menahan tekanan di seluruh urat tubuhnya yang menegang dan melemas.

“Min-ie—” Kyuhyun terhentak jatuh ke belakang, dengan Sungmin di atas dadanya.


.

.

Tebeseeeeh

.

.


Catatan Kaki:

Stadia: Satuan panjang yang biasa digunakan di Yunani dan sekitarnya di tahun-tahun Sebelum Masehi (Dan beberapa ratus tahun sesudahnya). 1 stadia sama dengan 176 meter. (cmiiw)

Hasta: 44cm (cmiiw)

A/N:

Update yang lama ya? Tehehehe, maapin kami berdua abis liburan panjang😄 Tapi kami bonusin nih dengan update super panjang juga, semoga gak enek karena kebanyakan -_-

Kalo ada pertanyaan, silahkan tanyakan di review atau askfm. Makasih udah mau baca update ini. Bai bai guys! *tebar cinta*

67 thoughts on “Cursed Crown – Chapter 12

  1. evilkyukyu says:

    astgaaaaaa,,, sempat bingung dgn bahasa.ny😦 tpi yang bkin sedih pas ending”.ny..
    kasian banget minnie dan kyuhyun..😥

    semangat trus ya fiqooh untuk buat ffn..🙂

  2. huaaaaaaaa akhirnya update juga, panjannggggggggggggggggg bangettttttt, tapi masih belum puas #ditabok

    makin greget sama hubungannya kyumin, tapi sumpah ya uminnnya pervert banget disini melebihi kyu, ya walupun akhirnya kyu lebih siih😀

    jujur aku asih rada bingung sama part akhirnya, ntar aku ulang-ulang lagi deh sampe ngerti, hehhee

    oh ya kok umin pake baju penghangat juga sih?

    pokoknya tetap semangat ya nulisnya, ditunggu banget chapter-chapter selanjutnya dan ff-ff selanjutnya

  3. zaAra evilkyu says:

    kok jd curiga sungmin bkn dr hviturland,,hihi..
    apa dy dah jd mate kyuhyun makanya hrs pake jubah penghangat,,
    ming baca mantra,dy jatoh kyu jg..waduuuh..
    bakal ada perang deh kyknya..
    jd yg tau pertarungan ini cuma siwon,donghae ama changmin??

  4. Dina Dindra Dini says:

    siwon kok lama2 ngeselin ya? cinta buta tuh, jadi licik dia. kayanya kyu mesti lbh menguatirkan ulah siwon daripada peperangan dua negara itu.
    hohoho akhirnya ratu heechul muncul juga, udah lama nunggu2 kedatangan makhluk narsis itu, gak sangka dia bakal jadi bagian negri air, padahal dia lumayan cocok di negri es.
    nah, kyu mulai curiga dgn keanehan dan keistimewaan sungmin kan? buruan selidikin kyu, aku juga penasaran nih.
    ah iya, aku heran kenapa sungmin blm hamil lg? padahal mereka sudah amat sering melakukan itu, dan kyu gak menahan diri lg kan? snowelf gak mungkin KB kan?????

  5. baru sempet baca pas pulang sekolah T.T

    aku nangis baca scene terakhir chap ini kak😥
    bingung sama heechul
    dapet kompensasi apa sih dari siwon pake mau bantu segala😥
    kasihan KyuMin😥
    jadi flashback jaman Kyu kabur tanpa tahu Min hamil, akhirnya keguguran
    nah ini…

    ras Kyu kan lebih kyuat dari snowelf tapi tapi tapi T.T
    hikssss itu itu itu Min gak mati kan kak?😥

  6. Chapter ini lebih panjang dari chapter yg lainnnnnn wehh botak dah bacanya hahaha xD. Sungmin kayanya bukan asli snowelf yah ?? Ko dia harus selalu pake jubah penghangat sih,terus itu sungmin belum hamil lagi kan ?? Sungmin pasti punya kekuatan magic itu,dia baca mantra buat nyembuhin kyuhyun pasti. Ditunggu lanjutannya kak

  7. rheebunnybear says:

    Ikh,,, sebel banget seeh sama siwon,,, sun, cepetan kasih dia mate, supaya ga gangguin kyumin terus,,, aduuhh gimana nih sama kyumin,, moga2 mereka ga kenapa napa y,, klo sampe mereka kenapa napa,,, awas ya siwon,,,, #siapin bogem buat siwon

  8. dechri anissia says:

    Ya ampun minnie kamu nakal bgt ya goda kyuhyun
    minnie itu ngerapalin mantra apa……????
    minnie rela brkorban demi kyuhyun

  9. Updeeetttt yey !!!!
    Ff nya panjang bangeeet .. klo kya gini gimana jdi ñya yaaaa nanti ming bukannya suka sma siwon eehh malah sebalik nya
    Ga sabar nunggu next chap nya d tunggu yaaaaaaa
    Gomawo ~~🙂

  10. Sungmin dsini mecum juga..hihi…dy polos dan mecum menjadi satu..wkwk..
    Rncana siwon gagal yah..ap ini bag dri rencana siwon juga…mantra ap nih yg sungmin berikan ke kyu..smoga sungmin juga ga knp2…jd gregetan sma siwon dsini..u.u..
    Kyumin smoga tdk terluka lagi..mrk bru saja blm lama bahagia..
    Chapter ini bnr2 panjang dan pas banget penganti update yg lama..haha..

    Semangatttt.^^

  11. sha says:

    berharap teukki bakalan selamat. dia yg bener2 baik sama ming di keluarganya kyu. huhu

    ehey. the almighty kimicul muncul euy…

    knapa siwon jadi jahat. menyebalkan dah kuda satu ini -.-

    yes! musuhin aja ming si kuda. wkwk

    lanjuut ^^~

  12. shanty kyuminnie arashi says:

    Ya ampuunnn… Itu endingnya bikin sedih ….
    Kyu sama ming sama2 pingsan…
    Pasti mereka sama2 menderita nanti..
    Knp siwon bsa setega itu ….
    Donghae sama changmin jg ikutan…
    Sebenarnya apa yg mereka rencanakan ???

    Dan teuki sebenarnya dia sakit apa ???
    Kyanya masih byk pertanyaan aq nie..

    Bikin penasaran bgt…
    Lanjut lg fiqohh …

  13. omo jahat bgt mereka pante kyu kalah telak emg udah dicurangin.. pa mereka akan selamat?? trs gimana reaksi keluarga kyu?? apa akan terjadi konflik antar negara.. ditunggu chap selanjutnya yaaaa ^o^

  14. loveKyu says:

    aq koment dsini jg ah..walo sh ke ffn
    ommo…sungmin km mesuuuumm #tutupmuka🙂

    siwon jahat bgt..sengaja bertarung d tempat yg bkn kyu lemah..licik
    suh min-ah gmn km mantrain apa??kok ampe km berdarah?

  15. anisa says:

    daebakk,, authornya ber2 yahh ternyata hebat bisa bikin ffn keren gini, pernah sempet berantem g gara2 selisih pendapat?haha jadi kya wawancara gtu,, soalnya w pernah buat cerpen ber2 tugas kelompok gtu n jadinya malah makin lama,,
    thor umin itu sebenarnya makhluk apa? dia bukan bangsa asli snowelf yahh?
    mkasih udah update d tunggu chap selanjutnya..

  16. vyan says:

    Uwahhh sun… thank you banget untuk chap super panjang…
    love it so much.. ^^v

    sun, c umin itu turunan apa sih? libidonya luar biasa😀

    trs teuki tuh sakit apa yah? ko bisa ky gt? kutukan kah? karena permaisuri sebelumnya juga meninggal..

    duh kesel deh ama siwon… kenapa dia ga nyari mate aja sih..
    umin kan punya kyu.. dan yg bikin kesel lg dia ngejebak kyu..
    ish.. siwon nih.. gara2 dia umin n kyu gatau gmn nasibnya TT^TT
    hae ama changmin juga jahat.. terus apakah di festival ini tamu kehormatan dijadiin tumbal gitu? masa festival tapi berdarah gini..
    kerajaan hviturland kaya mau perang ama radourland nih kl gini crnya…

  17. saking nungguin ff ini update pas liat notif langsung buka baca ga merhatiin kalo ini chapter 12 yang udah aku baca di ffn haha.
    tapi gpp, meskipun dibaca untuk kedua kalinya sensasi serunya masih kerasa.
    oke kalo gitu ditunggu updatean selanjutnya ya.
    semangat fiqoh
    semangat dee🙂

  18. hiks hiks.. mewek pas baca bagian yang terakhir, siwon… kenapa lu jahat banget sih sama kyuhyun, kan ming jadi kena dampaknya juga..

    ditunggu kelanjutannya Thor..

  19. Oktavia Liauw says:

    Yaampun kenapa TBC nya pas begini ㅠㅠ
    Ming pake mantra apa itu yaampun kenapa bisa sampe mimisan trs pingsan!😭😭 Dasar siwon!!! Yang awalnya gue rada dukung dukung siwon sekarang gue jadi males dukung siwon😡😡😡
    licik banget siwon geez😑
    Kasian kan calon pendamping masa depan gue sampe berdarah darah gitu /wat

    author-nim jjang👑
    ditunggu update’tan nya yang baru nanti okay(ノ>▽<。)ノ

  20. deby says:

    Dtgg next.chap ny.. plg exctd sama fanfic ini.. tntg krjaan2 biasany bsn.. tp khusus ni super2 keren.. smpai bc brkali2..

  21. icha risegyu says:

    Wah eon ff mu memang daebak ,. Smpet bingung ma bahasa” nya tpi tetep gx ngurangin rasa penasaran ama ff eon .. Duh eon sungmin ma kyu nya di apain lgi😦 *lebaymodeon semangat buat lanjutib ff nya yha eon n di tunggu kelanjutannya🙂

  22. kyume801 says:

    huwaaaaaa… baru nemu yg di blog.. biasanya baca dari ffn.. tapi yg di ffn pun baca gag pernah coment.. daebak!! ff nya daebakk!! kapan dilanjuuutt??? uda lama gag baca.. kangeeenn.. penasaran itu nasib kyuminnya gimana?? lanjut dooong.. nungguin😀

  23. alveena says:

    wah.part ini bkin pnsaran bgt, kira2 apa yg bkal trjadi sm ming ya??? author kpn nh next part d posting?? udh gk sbr hehe

  24. KyuMin Love says:

    Eonni ff nya kapan di lanjut lagiii😦
    Hueee eonni aku sudah tunggu tunggu nih ff update terus tapi gak pernah update ╯︿╰
    Please eonni kembali lagii ke ffn~T_T~ Aku tahu eonni patah hati dengan sungmin sama kaya akuu tapii eonni harus moveon. Aku jga sdah pindah ke kyuhyun tpi msih sdkit gk bisa moveon dari sungmin jga sih+_+ Eonni fighting! Ada banyak para penggemar ff mu yg akan selalu menanti & mendukungmu dalam menulis karya-karya selanjutnya∩__∩
    Eonni FIGHTING └(^o^)┘

  25. uniieeee sudah lama aku menanti ffmu.. OMG!!!
    udah update chapter 13 tapi kok di protect sih??
    minta pw dong🙂
    plisss udah berkali2 baca ff ini tapi ketagihan mulu..
    plis *puppy ming*

  26. annyeong”

    kayak’a dah komen tp lupa kkkkk komen di sini apa di fanfiction,,,, sya baca lagi epep’a.

    ming gak knp2 kan?? hadehhh siwon nyebelin bngt😦 dia bertarungnya curang,,,, jng buat kyumin menderita lg ya,,, berharap siwon nyerah aja sama ming

  27. annyeong”

    kayak’a dah komen tp lupa kkkkk komen di sini apa di fanfiction,,,, sya baca lagi epep’a.

    ming gak knp2 kan?? hadehhh siwon nyebelin bngt😦 dia bertarungnya curang,,,, jng buat kyumin menderita lg ya,,, berharap siwon nyerah aja sama min,,, kyumin happy end ok😉

  28. rhaya says:

    Kyaaaaa! Sungmin mesum sekali😀 ngakak baca adegan ‘begituan’ pengen banget kayaknya.

    Siwon kena batu nya juga, dia di benci sama sungmin, pake cara licik sih.

    Sun, minta pw nya ya buat chap 13 nya, lewat email ini aja.

  29. angekyumin says:

    siwon kena batunya kan.. parah sih ngejebak kyuhyun smpe ky gtu. gmn kalo ada apa2 coba sm sungmin. cerita makin seruu aja. penasarannn.

    sun, minta pw chap 13 nya boleh. aku biasa komen d ffn. d sini janji komen jg. pliss minta pw ya.

  30. kyume801 says:

    seneng liat crused crown dilanjuuutt.. nungguin di ffn tapi gag update2.. disini di protect.. miinalee.. sun.. boleh minta password chapter 13??
    boleh yaa~~
    gomawooo^^

  31. WineMing says:

    author aq review disini aje ye coz di ffn trouble terus((-.-“)
    aq pke akun yg sama ya di ffn “WineMing”

    oke kembali ke TKP(?)
    hahaha s umin bau ikan xD
    bukan nya bau si epil ahjusshi mesum ye
    #digampar kyuhyun
    pa lg pas scene yg umin bilang ‘itu’
    busyyet dah umin,gk sesuai ma muka km yg innocent
    #ngokk

    sumpeh ye itu si kuda bkin napsu(?)
    jahat bener sih bang ma epil
    ntar klo epil eweuh si umin jg pan yg eweuh
    tuh pan rasain si umin marah kaya begono
    nah lo klo dah kaya gtu salah siapa???
    masa salah laki ane bang imin
    #plakk

    itu si umin gk pa2kan,huhu
    ane jd ikut sedih pan
    #lap ingus

    oke,ane tunggu pw nya thor
    gk sabar baca part selanjutnya

  32. minniekuma says:

    hi…aku nemu fanfic ini di aff yg versi inggris,terus karena udah lama ga update aku lupa linknya trus aku search cursed crown eh taunya ada bahasa indonesianya 😆,i really love ur fic…can i have the pass for chapter 13? you can send it to my email pempemipem@ymail.com …thanks before 😊

  33. Septi Zhumi says:

    How can I get the password of chapter 13 T____________T
    I really do love your fic huhuhuu
    Boleh minta passwordnya plis :((

  34. wamski says:

    annyeong, ,
    ini baru perttama kali baca disini,biasanya sy bca di ffn,pas coba search ternyata ada jg dsni🙂
    teukie knpa gg smbuh.smbuh sih, ,dia kan syang bgt sama ming sama kyu, ,
    aigooo,ming mecumnya makin akut,nih salahnya kyu apa emang dasarnya ming yg memang mecum hahaha
    siwonie sadarlah dikau bang,cintamu uda keterlaluan bgt, kalo ming uda bilang benci gtu bisa apa coba, nyesel pake bingit kan akhirnya -.-

  35. enjoykyumin says:

    aku baca berkali-kali fic ini,tapi tetep gk pernah bosen🙂 ming kenapa haruw pingsan lg? jangan2 ntar ming lupa ingatan lg😥 dapet password utk chap selanjutnya gmn ya caranya? ditunggu updatenya ^^

  36. Itu kyu tsundere ya mau tapi malu kkk. tragis amat nasibnya kangteuk :” dan ituuy siwon, rasanya pengen mutilasi tu orang terus dagingnya dibagiin ke rt tulangnya kasih ke sungmin -_- jahat bangettt. Kyumin ngga kenapa-kenapa kan ituuuuuuuuuuu

  37. Aku pikir ini bukan chap yg sama kayak di ffn ternyata sama kayak chap 13 di ffn unni aku suka sama ff unni yg ini bener2 daebak!!!!
    unni aku boleh tak minta pw ch13??? Please unni ya gomawo *bow*

  38. loriana kim says:

    Duh komenku gagal mulu disini T_T unni boleh tak minta pwnya kirim ke email kimloriana@gmaol.com ne unni, aku pm unni di ffn juga semoga un baca dan ngereply amin oh di ffn aku pakai id kimikyumines makasih unni

Cium Umin

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s